WhatsApp Icon
Senam Syar'i di  RW 04 Mulyasari Diwarnai Santunan Anak Yatim Piatu dari BAZNAS Kabupaten Bandung

KABUPATEN BANDUNG - Senam Sehat Mulyasari (SSM) berkesempatan untuk menggelar acara spesial senam bertajuk "Senam Syar'i sambil Berbagi" di lapangan RT 05 RW 04 Mulyasari desa Gandasari, Sabtu (26/9/2026).

Dalam senam tersebut dua istruktur dihadirkan untuk menyemangati para pesenam tersebut.  Bahkan selain pesenan yang hadir, para pengurus RT dan RW dan Karang taruna  setempat pun hadir menyaksikan penyerahan santunan bagi anak Yatim/piatu dari BAZNAS Kabupaten Bandung. 

Ketua Umum BAZNAS Kabupaten Bandung KH Yusuf Ali Tantowi yang diwakili pengurusnya, H.Sarnapi mengatakan pemberian santunan itu merupakan kepedulian dari BAZNAS Kabupaten Bandung. 

"Alhamdulillah hari ini BAZNAS kabupaten Bandung hadir di tengah - tengah   masyarakat RW 04 Mulyasari untuk mendukung kegiatan senam Syar'i. Bahkan anak Yatim dan Piatu dihadirkan untuk menerima manfaat dari BAZNAS. Karenanya saya mengucapkan terima kasih kepada penyelenggara senam dan pengurus RW, yang telah mengundang BAZNAS untuk berbagi dengan yatim," terang H Sarnapi. 

Sementara Ketua RW 04 Mulyasari Dadang Ongky, juga mengucapkan hal sama kepada pengurus BAZNAS kabupaten Bandung. 

"Kamibsangat bersyukur bahwa senam kali ini diwarnai dengan pengarahan santunan oleh BAZNAS kabupaten Bandung. Sehingga pada senam ini tidak hanya berolahraga, tetapi juga ada sisi sosialnya yakni menyantuni puluhan  anak Yatim dan piatu warga RW 04 Mulyasari desa Gandasari," tandas Ongky 

Senam Syar'i adalah seolah kegiatan senam yang merupakan kolaborasi antara penyelenggara senam sehat Mulyasari dengan BAZNAS. Senam ini agak berbeda dengan senam lainnya, karena dalam senam Syar'i ada hal- hal khusus dalam pelaksanannya. Misalnya pakaian pesenam tidak terlalu ketat dan gerakan para pesenam yang dipandu instrukturnya pun lebih kepada gerakan gerakan senam islami. 

Hal itu ditegaskan Apih Igun penyelanggara senam sehat Mulyasari kepada wartawan, Senin (28/9/2026).

"Kegiatan senam ini memang lebih menjunjung tinggi nilai nilai keislamannya. pakaian yang syar'i serta gerakan senam yang islami menjadi syarat utama senam Syar'i ini," pungkasnya.***

30/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
Wakil Bupati dan BAZNAS Kabupaten Bandung Dukung Penyandang Thalasemia

KABUPATEN BANDUNG — Pemerintah Kabupaten Bandung bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung menunjukkan kepedulian terhadap penyandang thalasemia yang tergabung dalam Relawan Donor Darah Thalasemia Indonesia (REDTI) Kabupaten Bandung.

Dukungan tersebut disampaikan dalam kegiatan yang dihadiri Wakil Bupati Bandung, Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Bandung H. Abdul Rouf serta perwakilan Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bandung.

Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat perhatian terhadap anak-anak penyandang thalasemia yang membutuhkan dukungan dalam menjalani pengobatan dan aktivitas sehari-hari. Perhatian tersebut tidak hanya berkaitan dengan aspek kesehatan, tetapi juga kondisi sosial dan ekonomi yang turut dirasakan oleh keluarga.

Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Abdul Rouf menyampaikan dukungan kepada para penyandang thalasemia beserta keluarganya. Ia menilai diperlukan kepedulian dan sinergi berbagai pihak untuk membantu meringankan tantangan yang dihadapi mereka.

Menurutnya, persoalan thalasemia tidak hanya berkaitan dengan layanan kesehatan, tetapi juga memiliki dimensi sosial dan kemanusiaan. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, BAZNAS, organisasi masyarakat, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi penting agar perhatian terhadap penyandang thalasemia dapat terus diperkuat.

Sementara itu, REDTI Kabupaten Bandung berharap penyandang thalasemia dapat memperoleh perhatian yang berkelanjutan dan menjadi bagian dari program Pemerintah Kabupaten Bandung. Hal tersebut berkaitan dengan kebutuhan pengobatan dan transfusi darah yang harus dijalani secara rutin dalam jangka panjang.

Perhatian juga diharapkan tidak berhenti pada aspek kesehatan. Kondisi keluarga penyandang thalasemia turut menjadi perhatian karena proses pengobatan yang rutin dapat menimbulkan kebutuhan tambahan, seperti transportasi, pendampingan, kebutuhan sehari-hari, hingga dampak terhadap aktivitas dan kondisi ekonomi keluarga.

"Harapan kami, adik-adik penyandang thalasemia tidak hanya mendapatkan perhatian ketika ada kegiatan atau momentum tertentu, tetapi benar-benar menjadi bagian dari perhatian dan program pemerintah secara berkelanjutan. Kami juga berharap kondisi sosial dan ekonomi keluarganya ikut diperhatikan," ungkap perwakilan REDTI Kabupaten Bandung.

Kehadiran Dinkes dan Dinsos Kabupaten Bandung dalam kegiatan tersebut turut membuka ruang koordinasi lintas sektor. Sinergi antara pemerintah daerah, BAZNAS, REDTI, tenaga kesehatan, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat dukungan sesuai dengan kebutuhan penyandang thalasemia dan keluarganya.

Bagi penyandang thalasemia, dukungan yang diberikan bukan hanya berkaitan dengan pengobatan, tetapi juga kesempatan untuk tetap tumbuh, belajar, beraktivitas, dan menjalani kehidupan secara optimal. Karena itu, kepedulian berbagai pihak diharapkan dapat terus terjaga dan diwujudkan melalui dukungan yang berkelanjutan.

Melalui sinergi tersebut, Pemerintah Kabupaten Bandung dan BAZNAS Kabupaten Bandung diharapkan dapat terus mengambil bagian dalam upaya memberikan perhatian kepada penyandang thalasemia, sekaligus mendorong hadirnya dukungan yang sesuai dengan kebutuhan mereka, baik dalam aspek kesehatan maupun sosial.***

30/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
BAZNAS Kabupaten Bandung Bantu Warga Pulihkan Kualitas Air Sumur Masjid Al-Barokah

MAJALAYA, 22 SEPTEMBER 2026 — BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kabupaten Bandung bersama warga melakukan kegiatan well cleaning atau pengurasan sumur di Masjid Al-Barokah, Kampung Kondang RT 04 RW 10, Desa Majalaya, Kecamatan Majalaya, Selasa (22/9/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya mengembalikan kualitas air sumur yang selama ini dimanfaatkan warga dan jamaah Masjid Al-Barokah, khususnya untuk kebutuhan berwudu.

Pengurasan sumur dilakukan untuk membersihkan sedimentasi yang menumpuk sekaligus membuka kembali mata air yang tertutup. Dengan dilakukannya pembersihan, diharapkan kualitas dan ketersediaan air dari sumur tersebut dapat kembali optimal sehingga bisa digunakan oleh masyarakat.

Sumur di Masjid Al-Barokah memiliki manfaat bagi warga sekitar maupun jamaah yang datang untuk melaksanakan ibadah. Karena itu, pemulihan kualitas air menjadi kebutuhan penting agar fasilitas tersebut dapat kembali dimanfaatkan sebagaimana mestinya.

Kegiatan well cleaning ini menjadi salah satu bentuk respons BTB BAZNAS Kabupaten Bandung dalam membantu masyarakat menghadapi persoalan yang berkaitan dengan kebutuhan dasar. Selain penanganan kebencanaan, upaya menjaga akses terhadap air bersih juga menjadi bagian dari kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat di lingkungan sekitar.

BAZNAS Kabupaten Bandung melalui BTB terus berupaya hadir bersama masyarakat dalam berbagai kondisi, termasuk membantu pemulihan fasilitas yang memiliki manfaat bagi kepentingan umum.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan sumur Masjid Al-Barokah dapat kembali menghasilkan air yang layak digunakan sehingga kebutuhan warga dan jamaah, terutama untuk berwudu, dapat terpenuhi.***

23/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kab. Bandung
Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung Hadiri Wakaf Al-Qur'an Bersama Lembaga Kemanusiaan Turki

KABUPATEN BANDUNG — Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung, Dr. KH. Yusuf Ali Tantowi, Lc., M.A., menghadiri kegiatan Wakaf Al-Qur'an bersama International Networking for Humanitarian (INH) dan pihak dari Turki di Aula Pondok Pesantren Al-Basyariyah 2, Kabupaten Bandung, Minggu (20/9/2026).

Kegiatan yang diikuti para santri, pengasuh pesantren, serta perwakilan lembaga kemanusiaan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi dalam membumikan Al-Qur'an sekaligus memperluas manfaat kegiatan filantropi Islam bagi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung menyampaikan apresiasi atas kepedulian lembaga kemanusiaan dari Turki dalam mendukung pendidikan Al-Qur'an di Indonesia, khususnya melalui program wakaf dan pendistribusian mushaf kepada para santri.

Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki semangat yang sejalan dengan berbagai program BAZNAS Kabupaten Bandung dalam meningkatkan kualitas kehidupan keagamaan masyarakat, terutama upaya pengentasan buta huruf Al-Qur'an.

"BAZNAS Kabupaten Bandung memiliki komitmen untuk terus memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan Al-Qur'an. Melalui program Dai Pelosok, bantuan bisyaroh bagi ustadz dan ustadzah, peningkatan kapasitas atau upgrading para pengajar Al-Qur'an, serta program Sedekah Al-Qur'an, kami ingin memastikan bahwa masyarakat, termasuk yang berada di wilayah pelosok, memiliki kesempatan untuk belajar, membaca, dan memahami Al-Qur'an," ungkap KH. Yusuf Ali Tantowi.

Ia menegaskan bahwa pengentasan buta huruf Al-Qur'an tidak cukup hanya dengan menyediakan mushaf. Diperlukan pula kehadiran para pendidik yang kompeten, dukungan terhadap kesejahteraan guru ngaji, serta keberlanjutan proses pembelajaran.

Karena itu, BAZNAS Kabupaten Bandung terus mendorong penguatan program pendidikan keagamaan yang mengintegrasikan penyediaan sarana belajar dengan pemberdayaan para pengajar Al-Qur'an.

Membuka Peluang Kolaborasi dengan Lembaga Kemanusiaan Turki

Kehadiran perwakilan lembaga kemanusiaan dari Turki dalam kegiatan tersebut juga membuka harapan baru bagi BAZNAS Kabupaten Bandung untuk membangun kerja sama yang lebih luas.

KH. Yusuf Ali Tantowi berharap pertemuan ini dapat menjadi langkah awal untuk menjajaki kolaborasi, khususnya dalam program Sedekah Al-Qur'an yang diarahkan untuk membantu masyarakat yang masih mengalami keterbatasan akses terhadap pendidikan Al-Qur'an.

"Kami berharap ke depan BAZNAS Kabupaten Bandung dapat menjalin kerja sama dengan lembaga kemanusiaan dari Turki dalam program Sedekah Al-Qur'an. Kolaborasi ini diharapkan bukan hanya menghadirkan mushaf bagi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan bersama untuk mengentaskan buta huruf Al-Qur'an di Kabupaten Bandung," tuturnya.

Salah satu materi yang diperkenalkan dalam kegiatan ini adalah Mushaf Al-Qur'an Tawafuq, yang menampilkan keserasian tata letak lafaz-lafaz tertentu dalam mushaf. Tradisi penulisan ini dikaitkan dengan Badiuzzaman Said Nursi, ulama asal Turki, dan dikembangkan melalui penulisan mushaf oleh muridnya, Ahmad Husrev Efendi. 

Kehadiran mushaf tersebut menambah khazanah pengenalan Al-Qur'an dan memperlihatkan eratnya hubungan antara tradisi keilmuan Islam, pendidikan, dan gerakan kemanusiaan lintas negara.

Ajak Masyarakat Berzakat, Berinfak, dan Bersedekah melalui BAZNAS

Lebih lanjut, Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam gerakan zakat, infak, dan sedekah (ZIS).

Menurutnya, dukungan masyarakat melalui ZIS sangat penting untuk memperluas jangkauan program pemberdayaan umat, termasuk membantu para guru ngaji dan menghadirkan pendidikan Al-Qur'an bagi masyarakat yang membutuhkan.

"Setiap zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan melalui BAZNAS Kabupaten Bandung merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi umat. Mari kita jadikan harta yang Allah titipkan sebagai jalan untuk menguatkan pendidikan Al-Qur'an, memuliakan para guru ngaji, dan membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan," ajaknya.

Ia juga mengingatkan bahwa semangat berbagi merupakan wujud nyata kecintaan seorang Muslim terhadap Al-Qur'an.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al-Baqarah ayat 261, infak di jalan Allah diumpamakan seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, dan pada setiap tangkai terdapat seratus biji.

"Insya Allah, ketika kita bersama-sama menguatkan gerakan ZIS, manfaatnya akan semakin luas. Kita ingin Kabupaten Bandung menjadi daerah yang masyarakatnya tidak hanya gemar membaca Al-Qur'an, tetapi juga mampu memahami dan mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari," pungkasnya.

Melalui momentum wakaf Al-Qur'an bersama lembaga kemanusiaan dari Turki ini, BAZNAS Kabupaten Bandung optimistis dapat terus memperkuat jejaring kolaborasi, memperluas gerakan Sedekah Al-Qur'an, dan berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat Kabupaten Bandung yang semakin Qur'ani.

Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kabupaten Bandung. Bersama, kita hadirkan Al-Qur'an hingga ke pelosok dan wujudkan generasi yang melek Al-Qur'an.***

20/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kab. Bandung
Hadiri PORSADIN VIII, Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung Ajak Santri Membiasakan Ibadah Maaliyah

KABUPATEN BANDUNG – Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, Dr. KH. Yusuf Ali Tantowi, Lc., M.A., menghadiri pembukaan resmi Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) VIII Tingkat Kabupaten Bandung Tahun 2026, Sabtu (19/9/2026), di Gedung Ormas Islam Kabupaten Bandung.

PORSADIN VIII diselenggarakan oleh DPC Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Bandung sebagai sarana pengembangan potensi, kreativitas, sportivitas, serta pembentukan karakter santri madrasah diniyah.

Kegiatan tersebut diketuai Dr. H. Furqon Arifin, M.M.Pd., didampingi Sekretaris H. Hidayat, M.Pd., serta mendapat dukungan Ketua DPC FKDT Kabupaten Bandung Dr. H. Daud Nurdin, M.H.

Rangkaian pembukaan meliputi pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Madrasah Diniyah Takmiliyah, laporan kegiatan, sambutan, serta pembukaan resmi.

Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung menyampaikan apresiasi kepada DPC FKDT, para guru diniyah, panitia, orang tua, dan seluruh pihak yang konsisten membina pendidikan keagamaan generasi muda.

“PORSADIN bukan sekadar kompetisi olahraga dan seni. Kegiatan ini merupakan bagian dari pendidikan karakter untuk melahirkan santri yang sehat, disiplin, percaya diri, kreatif, sportif, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam,” ujar Yusuf Ali Tantowi.

Menurutnya, pendidikan diniyah memiliki posisi penting dalam membentuk generasi yang saleh secara pribadi sekaligus saleh secara sosial. Karena itu, para santri perlu dibimbing agar memiliki keseimbangan antara ibadah badaniyah dan ibadah maaliyah.

“Ibadah badaniyah dilaksanakan dengan anggota badan, seperti salat, puasa, mengaji, belajar, dan membantu orang tua. Sementara ibadah maaliyah diwujudkan melalui harta, seperti zakat, infak, dan sedekah. Keduanya harus ditanamkan agar kesalehan santri tumbuh secara paripurna,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Yusuf mengutip atsar yang dinisbatkan kepada sahabat Abdullah bin Mas‘ud r.a.:

?????????? ????????? ?????????? ?????????? ??????????? ?????? ???? ??????? ????? ??????? ????

“Kalian diperintahkan mendirikan salat dan menunaikan zakat. Barang siapa tidak menunaikan zakat, maka tidak sempurna salatnya.”

Atsar tersebut, lanjutnya, menunjukkan eratnya hubungan antara salat dan zakat. Salat membangun hubungan seorang hamba dengan Allah Swt., sedangkan zakat menghadirkan kepedulian dan kemanfaatan bagi sesama.

“Orang yang rajin salat tetapi sengaja mengabaikan kewajiban zakat patut mengkhawatirkan kesempurnaan dan penerimaan ibadahnya. Jangan sampai kita tampak saleh ketika berada di masjid, tetapi tidak memiliki kepedulian terhadap tetangga, fakir miskin, anak yatim, dan masyarakat yang membutuhkan pertolongan,” tegasnya.

Yusuf menjelaskan bahwa para santri memang belum seluruhnya berkewajiban menunaikan zakat mal. Namun, pemahaman dan kecintaan terhadap ibadah maaliyah perlu ditanamkan sejak dini melalui kebiasaan berinfak, bersedekah, berbagi makanan, dan membantu teman yang mengalami kesulitan.

“Berinfak tidak harus menunggu kaya. Anak-anak dapat belajar menyisihkan sebagian uang sakunya untuk berbagi. Nilainya mungkin kecil, tetapi kebiasaan tersebut akan menumbuhkan keikhlasan, empati, dan kepedulian yang besar,” tuturnya.

Pembiasaan tersebut diharapkan dapat melahirkan generasi muzaki masa depan, yaitu generasi yang tidak hanya sukses secara pendidikan dan ekonomi, tetapi juga memiliki kesadaran menunaikan zakat serta memberdayakan masyarakat.

BAZNAS Kabupaten Bandung terus mendorong penguatan literasi zakat, infak, dan sedekah di lingkungan keluarga, lembaga pendidikan, madrasah, serta masyarakat. Pendidikan zakat sejak dini menjadi bagian penting dalam membangun budaya berbagi dan semangat gotong royong.

“Dari madrasah diniyah harus lahir santri yang kuat imannya, luas ilmunya, mulia akhlaknya, tinggi prestasinya, dan besar kepeduliannya. Mereka bukan hanya menjadi ahli ibadah, tetapi juga calon muzaki dan penggerak kebaikan bagi umat,” kata Yusuf.

Ia berharap PORSADIN VIII dapat memperkuat silaturahmi antar-santri dan lembaga diniyah sekaligus melahirkan prestasi yang membanggakan bagi Kabupaten Bandung.

“Mari sempurnakan ibadah badaniyah dengan ibadah maaliyah. Salat mendekatkan kita kepada Allah, sedangkan zakat, infak, dan sedekah mendekatkan kita kepada sesama. Dari keseimbangan itulah akan lahir generasi santri yang paripurna dan membawa keberkahan bagi Kabupaten Bandung,” pungkasnya.***

19/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kab. Bandung

Berita Terbaru

BAZNAS Kabupaten Bandung Adakan Turun untuk Berdayakan  UPZ Kecamatan dan UPZ Desa
BAZNAS Kabupaten Bandung Adakan Turun untuk Berdayakan UPZ Kecamatan dan UPZ Desa
BAZNAS Kabupaten Bandung mulai melakukan turun ke bawah untuk pembentukan UPZ kecamatan maupun UPZ desa/kelurahan.Upaya ini juga untuk pemberdayaan UPZ kecamatan dan UPZ desa/kelurahan agar lebih bermanfaat bagi masyarakat setempat.Acara diawali dari UPZ Kecamatan Cimenyan yang dihadiri Wakil Ketua 4 BAZNAS Kabupaten Bandung H. Sarnapi dan staf yakni H. Kasmita dan Abdul Rahman.Hadir juga Kasi Sosial Budaya Kecamatan Cimenyan Agus Edward, para pengurus UPZ Kecamatan Cimenyan dan pengurus UPZ desa/kelurahan.Menurut Agus Edward, BAZNAS Kabupaten Bandung sudah melakukan pertemuan dengan aparat kecamatan dan UPZ kecamatan pada 24 Januari lalu."Intinya pada upaya pemberdayaan UPZ kecamatan maupun UPZ desa/kelurahan agar bergerak untuk membantu masyarakat. Diharapkan UPZ hadir saat ada masalah di masyarakat," katanya.Sedangkan H. Sarnapi mengatakan, solusi permasalahan masyarakat tak bisa hanya mengandalkan penghimpunan dana ZIS di Kabupaten Bandung."Karena jumlah penghimpunan juga masih di bawah Rp 700 juta per bulan sehingga tak bisa menangani semua ajuan bantuan dari masyarakat," ujarnya. Mari Tunaikan Zakat, Infak dan Sedekahnya melalui kabbandung.baznas.go.id
BERITA06/02/2024 | Humas BAZNAS Kab Bandung
Siraman Rohani Pemkab Bandung Dihadiri Bupati Bandung Kang DS dan Pimpinan BAZNAS RI, Ini Ajakan Kang DS
Siraman Rohani Pemkab Bandung Dihadiri Bupati Bandung Kang DS dan Pimpinan BAZNAS RI, Ini Ajakan Kang DS
Pimpinan BAZNAS RI H. Rizaluddin Kurniawan menjadi penceramah dalam siraman rohani (siroh) Pemkab Bandung yang digelar di Gedung M. Toha Komplek Pemkab Bandung, Senin 5 Februari 2024.Acara dihadiri Bupati Bandung HM Dadang Supriatna, Sekda H. Cahra Amiyana, para kepala dinas dan badan, para camat, dan para kepala bidang.Dalam acara yang dibuka pembacaan Al Quran oleh Wakil Ketua 2 BAZNAS Kabupaten Bandung H. Abdul Rauf dan perwakilan BAZNAS Jabar juga dihadiri para kepala bagian dan ribuan ASN yang hadir melalui zoom.Bupati menyatakan, siraman ini merupakan acara rutin tiap awal bulan untuk memberikan semangat spritual kepada para ASN."Ini merupakan implementasi dari nilai agamis dalam Bedas. Di tahun 2024 ini kita semua berharap agar menjadi tahun terbaik sebagai pengemban amanah," ujarnya.Bupati yang akrab dipanggil Kang DS ini berharap agar para ASN bersyukur terhadap pekerjaan yang ini digelutinya."Salah satu tanda syukur adalah dengan membayar zakat atau infak melalui BAZNAS Kabupaten Bandung," katanya.Kang DS mengajak para pejabat dan para ASN untuk masuk surga bersama-bersama dengan membayar zakat dan infaknya baik dengan sukarela maupun terpaksa."Karena akan masuk surga bersama-sama. Kalau diajak dengan sadar tak juga memiliki kesadaran untuk membayar zakat dan infak, maka akan dipaksa," ujarnya.
BERITA05/02/2024 | Humas BAZNAS Kab Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Adakan Pembinaan Bulanan Amil dan Amilat
BAZNAS Kabupaten Bandung Adakan Pembinaan Bulanan Amil dan Amilat
BAZNAS Kabupaten Bandung menggelar kembali pembinaan rutin tiap bulan yang untuk Januari 2024 diadakan pada Rabu, 24 Januari 2024.Pemateri adalah Waka 3 H. Dudi Abdul Hadi, Waka 4 H. Sarnapi, dan Kabag SAU Ajat Abdullah Mubarok.Acara dihadiri Sekretaris BAZNAS Kabupaten Bandung H. Andris Fajar dan para Amil dan amilat.Menurut Sarnapi, pembinaan ini juga silaturahmi dengan fokus utama sosialiasi standard operasi prosedur (SOR) Bidang SAU."Kami ingatkan kembali soal SOP ini karena biasanya lupa atau tak peduli lagi dengan SOP sehingga akhirnya menyimpang," katanya.Dudi menambahkan, BAZNAS Kabupaten Bandung ingin agar setiap kebijakan dan pelaksanaan program mengacu kepada SOP."Agar semuanya bisa aman regulasi, aman syari dan aman NKRI. Soal tiga aman ini juga ditekankan BAZNAS RI," katanya.Rencananya pada pembinaan Februari akan dilakukan pertemuan rutin dengan pembahasan masalah SOP di bidang penghimpunan di bawah Waka 1.
BERITA02/02/2024 | Humas BAZNAS Kab Bandung
BAZNAS RI dan BAZNAS Jabar Lakukan Silaturahmi dengan Bupati Bandung
BAZNAS RI dan BAZNAS Jabar Lakukan Silaturahmi dengan Bupati Bandung
Pada pagi yang sejuk dan cerah, Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia (BAZNAS RI) didampingi BAZNAS Jabar menggelar silaturahmi dengan Bupati Bandung HM. Dadang Supriatna.Acara di ruang kerja bupati Bandung, Selasa 30 Januari 2024 berlangsung hangat dan akrab.Acara dihadiri Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendayagunaan Hj. Saidah Sakwan, Wakil Ketua Bidang Penghimpunan BAZNAS Jabar H. Rachmat, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemkab Bandung H. Ruli Hadiana, dan Kabag Kesra Pemkab Bandung Hj. Lilis.Pimpinan BAZNAS Kabupaten Bandung juga hadir mulai dari ketua BAZNAS sampai para wakil ketua.Pimpinan Bidang Penghimpunan BAZNAS RI, H. Rizaluddin menyatakan, BAZNAS dari pusat sampai provinsi dan kabupaten/kota merupakan satu tubuh sehingga kali ini BAZNAS RI turun ke BAZNAS Kabupaten Bandung."Intinya ingin silaturahmi dan memajukan BAZNAS RI maupun BAZNAS Kabupaten Bandung. Apalagi BAZNAS Kabupaten Bandung memiliki Gedung BAZNAS Center yang bisa diberdayakan untuk Rumah Sehat BAZNAS untuk melayani masyarakat Kabupaten Bandung," katanya.Selain itu, dia juga menyinggung juga penghimpunan zakat profesi ASN Pemkab Bandung yang belum optimal karena setahun penghimpunan BAZNAS Kabupaten Bandung baru sekitar Rp10 miliar."Seharusnya penghimpunan zakat ASN di Pemkab Bandung minimal mendapatkan Rp45 miliar," katanya.Sedangkan Hj. Saidah Sakwan mengatakan, Bupati Bandung memiliki kewenangan besar untuk pemberdayaan BAZNAS Kabupaten Bandung."Kalau zakat dan infak ASN di Pemkab Bandung efektif akan menjadi tangan kiri kepercayaan bagi bupati. Sedangkan tangan kanan bupati adalah APBD Kabupaten Bandung," katanya.
BERITA30/01/2024 | Humas BAZNAS Kab Bandung
Pimpinan BAZNAS Kabupaten Bandung Silaturahmi ke Pimpinan Cabang BJB Soreang, Ini Hasilnya
Pimpinan BAZNAS Kabupaten Bandung Silaturahmi ke Pimpinan Cabang BJB Soreang, Ini Hasilnya
Pimpinan BAZNAS Kabupaten Bandung melakukan silaturahmi ke Pimpinan Bank Jabar Banten (BJB) Cabang Soreang, Ayi Subarna, Kamis 25 Januari 2024.Silaturahmi di kantor BJB Soreang dihadiri Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung H. Yusuf Ali Tontowi, Waka Bidang Distribusi dan Pendayagunaan H. Abdul Rauf, Waka Bidang SDM dan Administrasi Umum H. Sarnapi dan Sekretaris BAZNAS Kabupaten Bandung H. Andris Fajar.Menurut Yusuf, silaturahmi resmi pertama kali ini untuk mengenalkan kepengurusan baru BAZNAS yang ternyata hampir sama dengan usia jabatan Ayi Subarna yakni sama-sama empat bulan."Pimpinan BAZNAS memiliki semangat untuk terus meningkatkan penghimpunan zakat infak dan sedekah (ZIS) karena semakin banyak ZIS akan bermanfaat bagi masyarakat," ujarnya.Selama ini kerja sama dengan BJB Cabang Soreang sudah terjalin lama baik untuk pembayaran ZIS dari ASN Pemkab Bandung maupun distribusi insentif marbot dan guru ngaji."Kami ingin tingkatkan lagi misalnya BAZNAS kabupaten Bandung bisa masuk dalam donasi di aplikasi Digi BJB," katanya.Selain itu, BAZNAS Kabupaten Bandung juga ingin mengakses CSR dari BJB untuk kendaraan operasional maupun penataan kantor."Sampai sekarang BAZNAS hanya memiliki sebuah mobil keluaran tahun 2012 sehingga harus ada penambahan mobil untuk distribusi bantuan maupun menggali ZIS," katanya.
BERITA25/01/2024 | Humas BAZNAS Kab Bandung
Optimalkan Penghimpunan, BAZNAS Kabupaten Bandung Adakan Rapat Koordinasi dengan UPZ Kecamatan dan Kasi Sosbud
Optimalkan Penghimpunan, BAZNAS Kabupaten Bandung Adakan Rapat Koordinasi dengan UPZ Kecamatan dan Kasi Sosbud
BAZNAS Kabupaten Bandung menggelar rapat koordinasi dengan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) kecamatan dan Kasi Sosial Budaya Kecamatan di Aula BAZNAS Kabupaten Bandung.Acara pada Rabu, 24 Januari 2024, dibuka Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung H. Yusuf Ali Tontowi dan para ketua UPZ kecamatan serta kasi sosbud kecamatan.Hadir juga wakil ketua I BAZNAS Kabupaten Bandung H. Jamjam Erawan, Waka 4 Bidang SDM dan Administrasi Umum H. Sarnapi dan Sekretaris BAZNAS Kabupaten Bandung H. Andris Fajar.Menurut Yusuf Ali Tontowi, para pengurus BAZNAS termasuk UPZ dan Kasi Sosbud adalah para mujahid untuk menggali potensi zakat, infak dan sedekah (ZIS) dari umat."Dengan penghimpunan ZIS yang besar akan berdampak kepada pemberdayaan masyarakat maupun bantuan lainnya," katanya.Namun BAZNAS Kabupaten Bandung tidak bisa bergerak sendiri melainkan harus menggaet UPZ kecamatan, UPZ desa dan kelurahan maupun UPZ masjid."Komunikasi dan koordinasi serta kerja sama ini sangat penting sehingga UPZ-UPZ harus diberdayakan agar penghimpunan ZIS ini menjadi lebih besar," ucapnya.Sedangkan Ustaz Jamjam Erawan menyatakan, pemberdayaan UPZ ini dimulai dari kepengurusan sampai pembagian hak amil maupun kewenangan untuk pemberdayaan masyarakat bawah."Diharapkan dengan penataan UPZ ini akan membuat manfaat ZIS akan lebih besar dan BAZNAS selalu hadir untuk menjadi solusi umat," katanya
BERITA24/01/2024 | Humas BAZNAS Kab Bandung
Pimpinan BAZNAS Kabupaten Bandung Silaturahmi ke BAZNAS RI  dan Dapat Kejutan Besar
Pimpinan BAZNAS Kabupaten Bandung Silaturahmi ke BAZNAS RI dan Dapat Kejutan Besar
Pimpinan BAZNAS kabupaten Bandung bersilaturahmi ke pimpinan BAZNAS RI di.kantornya Jln. Matraman Raya, Jakarta Timur, untuk bersilaturahmi sekaligus menyerahkan donasi Palestina tahap ketiga. Pimpinan yang ikut adalah Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung H. Yusuf Ali Tontowi dan Waka 4 H. Sarnapi serta sekretaris H. Andris Fajar. Menurut Yusuf, pihaknya tak memperkirakan akan ada sambutan luar biasa kepada BAZNAS Kabupaten Bandung dari BAZNAS RI. "Awalnya kami hanya ingin bersilaturahmi dan konsultasi untuk optimalisasi pengumpulan dan pemberdayaan zakat, infak dan sedekah. Terakhir adalah penyerahan donasi dari tahap satu sampai tiga sebesar Rp 747 juta lebih dari masyarakat Kabupaten Bandung," katanya. Namun kedatangan rombongan BAZNAS Kabupaten Bandung yang awalnya diterima oleh Kadiv Penguatan BAZNAS RI, Badrun Kosasih, malah diikutkan dalam seremoni HUT BAZNAS ke-23. Bahkan, rombongan BAZNAS Kabupaten Bandung dibawa keliling melihat fasilitas BAZNAS RI mulai dari pemberdayaan seperti ZChicken, dan program baru yakni drop box untuk donasi barang. "Alhamdulilah ini sebuah kejutan karena awalnya hanya sebatas silaturahmi ternyata kami disambut lebih dari itu," katanya.***
BERITA17/01/2024 | Humas BAZNAS Kab Bandung
Pimpinan BAZNAS Kabupaten Bandung Silaturahmi ke Wakil Ketua Bidang Pendistribusian ini Hasilnya
Pimpinan BAZNAS Kabupaten Bandung Silaturahmi ke Wakil Ketua Bidang Pendistribusian ini Hasilnya
Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung H. Yusuf Ali Tontowi melakukan silaturahmi ke Wakil Ketua BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pemberdayaan BAZNAS RI, Hj. Sadiah Sakwan. Silaturahmi di kantor BAZNAS RI di sela-sela tasyakuran HUT BAZNAS, Rabu 17 Januari 2024. Menurut Sadiah, BAZNAS RI mendistribusi pemberdayaan ekonomi melalui Pesantren Al Ittifaq, Kecamatan Rancabali, berupa peternakan domba dan santripreneur. "BAZNAS RI berprinsip pemberdayaan ekonomi bukan untuk pesantren melainkan harus dirasakan masyarakat sekitar," ujarnya. Namun, BAZNAS juga harus memperluas jangkauan pembedayaan sehingga bukan hanya di Pesantren Al Ittifaq. "Saya yakin Kabupaten Bandung punya banyak potensi baik untuk penghimpunan maupun pemberdayaan dari zakat, infak maupun sedekah," ujarnya dalam acara dihadiri Wakil Ketua 4 BAZNAS Kabupaten Bandung H. Sarnapi dan Sekretaris BAZNAS Kabupaten Bandung H. Andris Fajar. BAZNAS RI siap bekerja sama dengan BAZNAS Kabupaten Bandung dalam pendistribusian dan pemberdayaan masyarakat ini. Sebelumnya pada tasyakuran HUT BAZNAS ke-23 dihadiri Ketua BAZNAS RI Prof. KH. Noor Ahmad yang dihadiri para pimpinan BAZNAS RI, Prof. KH. Zainal Bahar Noor, Ketua BAZNAS Jawa Tengah KH. Ahmad Daroji dan BAZNAS kabupaten dan kota, dan Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung H. Yusuf Ali Tontowi. Acara diisi juga penyerahan donasi Palestina dari BAZNAS kabupaten dan kota Jawa Tengah dan BAZNAS Kabupaten Bandung.
BERITA17/01/2024 | Humas BAZNAS Kab Bandung
Penderita Kanker dan Tumor Makin Naik, BAZNAS Kabupaten Bandung Gandeng YPKI Gelar Sosialisasi
Penderita Kanker dan Tumor Makin Naik, BAZNAS Kabupaten Bandung Gandeng YPKI Gelar Sosialisasi
Makin banyaknya pasien kanker maupun tumor di Indonesia sehingga membuat Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung dan Yayasan Pemerhati Kanker Indonesia (YPKI) mengadakan sosialisasi pencegahan dan pengobatan kanker dan tumor. "Ada 10 jenis kanker di Indonesia yang mendominasi dengan penderitanya yang terbesar adalah Kanker payudara sebanyak 65.858 orang pada tahun 2020," kata konsultan kanker YPKI, Muhammad Syamil di Gedung Ormas Islam, Senin 15 Januari 2024. Selain kanker payudara, kata Syamil, juga terdapat kanker serviks, dan kanker prostat yang menyerang laki-laki. "Kanker merupakan daging yang tumbuh karena dari generika atau keturunan, dan polusi udara khususnya rokok. Tapi perokok pasif juga paling sering terkena akibat paparan asap rokok meski tak merokok," ujarnya. Penyebab lainnya adalah radiasi telefon seluler apalagi saat di-charge atau diisi dayanya. "Kalau sedang tidur lebih baik matikan telefon selulernya. Kalau masih hidup ponselnya lebih baik jaraknya minimal 3 meter dari tubuh," ujarnya didampingi Konsultan Kanker YPKI, Leli Siti Mardiyah. Acara dibuka Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Bandung H. Sarnapi dengan para peserta dari majelis taklim Desa Cingcin, Kecamatan Soreang, dan mahasiswa STAI Yamisa Soreang. "Acara ini juga sekaligus sosialisasi BAZNAS dan ajakan untuk menyalurkan zakat, infak dan sodakoh melalui BAZNAS Kabupaten Bandung," katanya.***
BERITA15/01/2024 | Humas BAZNAS Kab Bandung
SD dan SMP di Kabupaten Bandung Berbondong-bondong Donasi Palestina ke BAZNAS Kabupaten Bandung
SD dan SMP di Kabupaten Bandung Berbondong-bondong Donasi Palestina ke BAZNAS Kabupaten Bandung
Sejumlah sekolah dari tingkat SD dan SMP di Kabupaten Bandung berbondong-bondong menyerahkan donasi Palestina kepada BAZNAS Kabupaten Bandung.Dalam beberapa hari terakhir ini tercatat beberapa sekolah yang menyerahkan donasi Palestina yakni SMPN 3 Margahayu sebesar Rp 7,5 juta, SDN Cibogor 1 Soreang Rp 500 ribu, dan SDN Sekarwangi Soreang Rp 665.000.Menurut staf penghimpunan BAZNAS Kabupaten Bandung, Yasir, sekolah lain yang menyerahkan donasi Palestina adalah SDN Soreang 1 sejumlah Rp 3 juta, SDN Soreang 2 sebesar Rp 1 juta dan SDN Soreang 3 Rp 750.000.Selain dari sekolah, sejumlah masjid dan majelis taklim juga menyerahkan donasi Palestina di awal tahun baru Januari 2024 ini.Seperti jemaah Masjid Asyifa sebesar Rp 3 juta dan pondok Tahfiz Birrul Attaqdis 7 Rp 600.000."Ada juga dari donasi perseorangan termasuk dari staf BAZNAS Kabupaten Bandung," katanya.Sampai hari ini, Selasa 9 Januari 2024 jumlah donasi Palestina yang berhasil dikumpulkan BAZNAS Kabupaten Bandung mencapai Rp 843 juta dengan hampir Rp 500 juta sudah diserahkan kepada BAZNAS pusat."Rencananya Minggu depan akan kami serahkan lagi donasi Palestina tahap ketiga kepada BAZNAS pusat. Kami masih menerima donasi Palestina dari lembaga maupun perseorangan," katanya yang menjelaskan norek donasi Palestina di BSI an BAZNAS Kabupaten Bandung No 76 555-555 72.
BERITA09/01/2024 | Humas BAZNAS Kab Bandung
Kapolresta Bandung Serahkan ZIS ke BAZNAS Kabupaten Bandung
Kapolresta Bandung Serahkan ZIS ke BAZNAS Kabupaten Bandung
Pada Senin 8 Januari 2024, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung menghadiri undangan dari Polresta Bandung.Untuk diketahui undangan tersebut perihal serah terima zakat dari Polresta Bandung kepada BAZNAS Kab. Bandung.Penyerahan zakat secara langsung diserahkan oleh Kombes Pol. Dr. Kusworo Wibowo, S.H., S.I.K., M.H. dan diterima oleh Wakil Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, Drs. H. Jamjam Erawan, MAP.Waka I BAZNAS Kabupaten Bandung menyambut baik inisiatif dari Kapolresta Bandung untuk pengumpulan zakat, infak dan sedekah di lingkungan polres, termasuk dengan polsek se Kabupaten Bandung."Kapolres mengawali tahun baru untuk pengumpulan zakat, infak dan sedekah ini akan terus berlanjut setiap bulan, ini menjadi uswah hasanah sehingga bisa menjadi inspirasi dan motivasi bagi instansi atau lembaga lainnya, kata Jamjam."Untuk perdana, dalam upacara (Kapolres) menyampaikan bahwa keadaran berzakat, berinfaq dan bersedekah itu bukan sekedar menjalan perintah agama Islam, tapi lebih dari itu zakat, infaq dan sedekah itu akan Mensucikan jiwa, Membersikan harta , Membuka pintu rezeki yang bertambah dan berkah. Dapat menolong dan membuat orang lain bahagia. Akan memudahkan segala urusan, akan mempercepat penyembuhan segara rasa sakit, meredakan amarah Allah, akan mengurangi rasa kesakitan saat sakaratul maut. Bahkan Nabi utusan Allah menyatakan bahwa dengan Berzakat, Berinfaq dan Bersedekah itu akan menolak tujuh puluh macam bencana. (HR. Thabrani)," tuturnya.Ke depan, juga akan dibentuk Unit Pengumpul Zakat di Polresta Bandung."Akan dihimpun setiap awal bulan saat apel di Polresta," ucap Jamjam.
BERITA08/01/2024 | Humas BAZNAS Kab Bandung
Pimpinan BAZNAS Kabupaten Bandung Terima Pimpinan DMI Ini yang Jadi Topik Pembahasannya
Pimpinan BAZNAS Kabupaten Bandung Terima Pimpinan DMI Ini yang Jadi Topik Pembahasannya
Pimpinan BAZNAS Kabupaten Bandung menerima audiensi dan silaturahmi dari kepengurusan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Bandung, Senin 8 Januari 2023.Menurut Ketua DMI Kabupaten Bandung, Gus Ali Fadhil, silaturahmi ini untuk menindaklanjuti program marbot masjid yang sudah berjalan selama ini oleh BAZNAS Kabupaten Bandung."Alhamdulillah kepengurusan DMI Kabupaten Bandung kini sudah sampai ke tingkat bawah," katanya.Persoalannya marbot sebagai penerima insentif BAZNAS Kabupaten Bandung sebesar Rp100 ribu per bulan belum semuanya berasal dari masjid."Soal lain adalah DMI Kabupaten Bandung sudah membentuk LAZ," ujarnya.Menanggapi dua hal yang diajukan DMI Kabupaten Bandung, Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung H. Yusuf Ali Tontowi mengatakan, pihaknya berterima kasih kepada silaturahmi DMI Kabupaten Bandung."Pimpinan BAZNAS Kabupaten Bandung yang dilantik pada 18 Agustus 2023 selama ini baru melakukan penataan. Semoga di tahun 2024 ini kami bisa lari untuk menghimpun dana zakat infak dan sedekah ini," ucapnya.Yusuf Ali mengakui perolehan ZIS di BAZNAS Kabupaten Bandung mulai naik dari sebulan rata-rata antara Rp600 juta sampai Rp700 juta menjadi Rp1 miliar pada Desember 2023."Kami menyambut baik ajakan DMI Kabupaten Bandung untuk memverifikasi penerima insentif marbot masjid sebab beban BAZNAS Kabupaten Bandung untuk insentif marbot dan pembayaran BPJS Ketenagakerjaan sangat besar yakni Rp450 juta per bulan," ujarnya.
BERITA08/01/2024 | Humas BAZNAS Kab Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Silaturahmi dengan Asisten Pemkesra dan Kabag Kesra untuk Optimalisasi Penghimpunan ZIS
BAZNAS Kabupaten Bandung Silaturahmi dengan Asisten Pemkesra dan Kabag Kesra untuk Optimalisasi Penghimpunan ZIS
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan (Pemkesra) Pemkab Bandung, Drs. H. Rulli Hadiana, S.Sos, MSi didampingi Kabag Kesra Pemerintah Kabupaten Bandung, Dra. Hj. Lilis Suryani, MSi menyambut baik silaturahmi dan kordinasi BAZNAS Kabupaten Bandung. Silaturahmi ini terkait perkembangan dan potensi Zakat, Infaq dan Sedekah di Kabupaten Bandung. Drs. H. Jamjam Erawan, MAP, selaku Wakil Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung yang didampingi oleh Kabag Penghimpunan BAZNAS Kabupaten, Aldiansyah Shidiq, MAg dan staf Penghimpunan Ust. Dudin Khoeruddin, SPd.I menerangkan potensi zakat, infak dan sedekah di Kabupaten Bandung ini sangat luar biasa Hal ini bila digali secara serius sebagai bagian dari implementasi visi Pemkab Bandung yang agamis. Artinya penduduk Kabupaten Bandung yang lebih dari 90 persen beragama Islam maka mereka punya kewajiban melaksanakan ibadah maliyah berupa ZIS sebagai bagian dari rukun Islam yang akan memberikan banyak manfaat untuk kemaslahatan dan kesejahteraan warga Kabupaten Bandung. Di antara potensi ZIS di Kabupaten Bandung itu adalah ASN yang lebih dari 20 ribu, APBD yang telah ditetapkan ada di angka 7,3 Triliun yang tentu akan dikerjakan oleh pihak ketiga, dunia usaha mulai ritel, mini market, pabrik, BUMN, BUMD, Perbankan, gas bumi, dan pariwisata. "Di samping itu ada juga ada lembaga atau instansi vertikal seperti Kemenag, Pengadilan Agama, Pengadilan Negeri, Kejaksaan, Dandim, Polresta, Dan Lanud Sulaiman, Badan Pertanahan Nasional dan para aghniya yang bisa sharing dan kolaborasi untuk bersama-sama menanggulangi kemiskinan di Kabupaten Bandung melalui zakat, infak dan shadaqah," kata Jamjam. Semua potensi ini bisa diproses melalui penetapan regulasi sebagai aturan teknis sebagai penjabaran UU Zakat No 23 tahun 2011 sesuai dengan kearifan dan kemaslahatan daerah. "Dengan berbekal regulasi itulah optmalisasi UPZ Kecamatan dan Desa bisa bergerak hidup menggairahkan implementasi yang langsung bersentuhan dengan masyarakat," katanya. Sementara Drs. Ruli Hadiana, S.sos, MSi mengatakan, akan segera menindaklanjuti hasil pertemuan ini dengan berkordinasi dengan berbagai pihak terkait agar potensi ini bisa menjadi kenyataan yang diproyeksikan untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bandung.**BAZNAS Kabupaten Bandung Silaturahmi dengan Asisten Pemkesra dan Kabag Kesra untuk Optimalisasi Penghimpunan ZIS Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan (Pemkesra) Pemkab Bandung, Drs. H. Rulli Hadiana, S.Sos, MSi didampingi Kabag Kesra Pemerintah Kabupaten Bandung, Dra. Hj. Lilis Suryani, MSi menyambut baik silaturahmi dan kordinasi BAZNAS Kabupaten Bandung. Silaturahmi ini terkait perkembangan dan potensi Zakat, Infaq dan Sedekah di Kabupaten Bandung. Drs. H. Jamjam Erawan, MAP, selaku Wakil Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung yang didampingi oleh Kabag Penghimpunan BAZNAS Kabupaten, Aldiansyah Shidiq, MAg dan staf Penghimpunan Ust. Dudin Khoeruddin, SPd.I menerangkan potensi zakat, infak dan sedekah di Kabupaten Bandung ini sangat luar biasa Hal ini bila digali secara serius sebagai bagian dari implementasi visi Pemkab Bandung yang agamis. Artinya penduduk Kabupaten Bandung yang lebih dari 90 persen beragama Islam maka mereka punya kewajiban melaksanakan ibadah maliyah berupa ZIS sebagai bagian dari rukun Islam yang akan memberikan banyak manfaat untuk kemaslahatan dan kesejahteraan warga Kabupaten Bandung. Di antara potensi ZIS di Kabupaten Bandung itu adalah ASN yang lebih dari 20 ribu, APBD yang telah ditetapkan ada di angka 7,3 Triliun yang tentu akan dikerjakan oleh pihak ketiga, dunia usaha mulai ritel, mini market, pabrik, BUMN, BUMD, Perbankan, gas bumi, dan pariwisata. "Di samping itu ada juga ada lembaga atau instansi vertikal seperti Kemenag, Pengadilan Agama, Pengadilan Negeri, Kejaksaan, Dandim, Polresta, Dan Lanud Sulaiman, Badan Pertanahan Nasional dan para aghniya yang bisa sharing dan kolaborasi untuk bersama-sama menanggulangi kemiskinan di Kabupaten Bandung melalui zakat, infak dan shadaqah," kata Jamjam. Semua potensi ini bisa diproses melalui penetapan regulasi sebagai aturan teknis sebagai penjabaran UU Zakat No 23 tahun 2011 sesuai dengan kearifan dan kemaslahatan daerah. "Dengan berbekal regulasi itulah optmalisasi UPZ Kecamatan dan Desa bisa bergerak hidup menggairahkan implementasi yang langsung bersentuhan dengan masyarakat," katanya. Sementara Drs. Ruli Hadiana, S.sos, MSi mengatakan, akan segera menindaklanjuti hasil pertemuan ini dengan berkordinasi dengan berbagai pihak terkait agar potensi ini bisa menjadi kenyataan yang diproyeksikan untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bandung.
BERITA08/01/2024 | Humas BAZNAS Kab Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Serahkan Donasi Tahap Kedua Rp 450 Juta kepada BAZNAS RI
BAZNAS Kabupaten Bandung Serahkan Donasi Tahap Kedua Rp 450 Juta kepada BAZNAS RI
Sebagai bentuk pertanggungjawaban dalam penggalangan donasi Palestina, BAZNAS Kabupaten Bandung pada Minggu kemarin sudah menyerahkan donasi tahap kedua sebesar Rp 450 juta.Hal itu dikatakan Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung H. Yusuf Ali Tontowi didampingi Waka 1 Bidang Penghimpunan H. Jamjam Erawan, Jumat 5 Januari 2024."Pada tahap pertama kami menyerahkan jumlah donasi kemanusiaan untuk Palestina sebesar Rp 22.866.000 ke BAZNAS RI," ujarnya.Sedangkan pada penyerahan tahap kedua sebesar Rp 450.000.000 yang juga melalui rekening BAZNAS RI."Karena BAZNAS RI yang memiliki akses khusus bahkan didukung pemerintah Indonesia dan Mesir untuk menyalurkan bantuan kepada kaum Muslimin Palestina," ucapnya.BAZNAS Kabupaten Bandung masih membuka donasi kemanusiaan untuk Palestina yang bisa dilakukan melalui kantor maupun rekening bank.Rekening penampungan untuk donasi Palestina an BAZNAS Kabupaten Bandung di Bank Syariah Indonesia (BSI) nomor 76 555 555 72.
BERITA05/01/2024 | Humas BAZNAS Kab Bandung
Bupati Bandung dan BAZNAS Serahkan Santunan Anak Yatim Piatu
Bupati Bandung dan BAZNAS Serahkan Santunan Anak Yatim Piatu
Bupati Bandung HM Dadang Supriatna atau Kang DS menyerahkan santunan kepada 50 anak yatim piatu selepas melaksanakan Shalat Jumat di Masjid Agung Al Fathu, 5 Desember 2024 Kang DS juga menyerahkan paket sembako yang berasal dari BAZNAS Kabupaten Bandung untuk anak yatim piatu tersebut."Santunan anak yatim piatu ini rutin dilaksanakan termasuk dalam Jumat keliling (Jumling) ke masjid-masjid di Kabupaten Bandung," kata Kang DS.Hadir para pejabat Pemkab Bandung yang ikut mendampingi Seperti Asda H. Ruli Hadiana, para kepala dinas dan badan, maupun para camat.Sedangkan dari BAZNAS Kabupaten Bandung hadir Waka 2 Bidang Distribusi dan Pendayagunaan H. Abdul Rauf dan Waka 4 Bidang SDM Administrasi Umum H. Sarnapi.Pada kesempatan itu, bupati juga menyerukan agar para ASN Pemkab Bandung segera membayarkan zakat profesinya bagi yang sudah memenuhi syarat berzakat.Sedangkan bagi yang penghasilannya dari gaji dan tunjangan belum mencapai Rp 7 juta per bulan bisa dengan infak."Karena terbukti zakat dan infak yang dikelola BAZNAS Kabupaten Bandung sudah banyak membantu masyarakat, marbot maupun guru ngaji," katanya.
BERITA05/01/2024 | Humas BAZNAS Kab Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Gelar Donasi Korban Gempa Sumedang di HAB Kemenag Kabupaten Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Gelar Donasi Korban Gempa Sumedang di HAB Kemenag Kabupaten Bandung
Di tengah- tengah keramaian Hari Amal Bakti Kemenag dan jalan sehat, Rabu 3 Januari 2024, BAZNAS Kabupaten Bandung menggelar donasi buat korban gempa Sumedang.Acara dihadiri Kepala Kemenag Kabupaten Bandung H. Cece Hidayat dan para pejabat Kemenag Kabupaten Bandung. Ribuan kepala madrasah, para guru dan pengawas juga hadir.Sedangkan para pimpinan BAZNAS Kabupaten Bandung juga hadir ikut upacara HAB dan gerak jalan.Wakil Ketua BAZNAS Kabupaten, Drs. H. Jamjam Erawan, MAP menyatakan BAZNAS Kabupaten Bandung ikut memeriahkan acara HAB Kemenag di Lapangan Upakarti Pemkab Bandung dan jalan sehat harmoni."HAB itu merupakan simbol dari kegembiraan, maka BAZNAS Kabupaten Bandung tentu ikut larut berbahagia dengan semua keluarga besar Kemenag Kabupaten dalam wujud upacara, dan gerak jalan sehat," kata Jamjam. BAZNAS juga membuka gerai di sekitar kompek Pemerintah Kabupaten Bandung untuk informasi zakat dan penggalangan donasi peduli korban gempa Sumedang.Dari acar spontanitas itu terkumpul donasi sebesar Rp 5.270.500 yang dilakukan di Dome Soreang.
BERITA03/01/2024 | Humas BAZNAS Kab Bandung
BAZNAS dan MUI Kabupaten Bandung Gencarkan Pemberdayaan Ekonomi Umat
BAZNAS dan MUI Kabupaten Bandung Gencarkan Pemberdayaan Ekonomi Umat
MUI Kabupaten Bandung menggelar Gebyar Ekonomi Syariah dan Sosialiasi Kanker dan Tumor di Gedung Ormas Islam, Sabtu 30 Desember 2023.Acara dihadiri Ketua Umum MUI Kabupaten Bandung KH. Yayan Hasuna Hudaya, Wakil Ketua 4 BAZNAS Kabupaten Bandung H. Sarnapi, Kabis Ekonomi MUI Kabupaten Bandung dan Waka 3 BAZNAS Kabupaten Bandung H. Dudi Abdul Hadi, Ketua Majelis Taklim Wanita Rahmatul Ummah MUI Kabupaten Bandung Hj. Diah Sa'diah dan perwakilan majelis taklim ormas-ormas Islam serta Gabungan Organisasi Wanita (GOW). Selain sosialisasi juga dilakukan peluncuran Koperasi Jasa Syariah MUI Kabupaten Bandung sekaligus kerja sama dengan PT Naturindo.Menurut Sarnapi, sudah menjadi tugas semua pihak untuk ikut mengangkat warga miskin Kabupaten Bandung kepada kehidupan lebih baik."Menurut data BPS Kabupaten Bandung ternyata dari 3,7 juta warga masih ada sekitar 6 persen warga miskin di Kabupaten Bandung dengan penghasilan kurang dari Rp 400 ribu per bulan," katanya.Apabila dana zakat maupun infak yang digalang BAZNAS Kabupaten Bandung lebih meningkat, makan akan banyak lagi warga miskin yang terbantu."Untuk tahun 2024 ini BAZNAS Kabupaten Bandung akan memperbanyak bantuan produktif daripada komsumtif," katanya.
BERITA02/01/2024 | Humas BAZNAS Kab Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Akan Ikut Meriahkan Hari Amal Bakti  Kemenag Kabupaten Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Akan Ikut Meriahkan Hari Amal Bakti Kemenag Kabupaten Bandung
Wakil Ketua BAZNAS Kabupaten, Drs. H. Jamjam Erawan, MAP menyatakan BAZNAS Kabupaten Bandung akan ikut memeriahkan acara HAB Kemenag di Lapangan Upakarti Pemerintah Kabupaten Bandung pada Rabu, 3 Januari 2024."HAB itu merupakan simbol dari kegembiraan, maka BAZNAS Kabupaten Bandung tentu akan ikut larut berbahagia dengan semua keluarga besar Kemenag Kabupaten dalam wujud upacara, dan gerak jalan sehat," kata Jamjam. BAZNAS juga akan membuka 3 titik gerai di sekitar kompek Pemerintah Kabupaten Bandung. Sedangkan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten, Dr. H. Cece Hidayat, MSi yang didampingi oleh Drs. H. Asep Saefulloh, MSi (Kasubag Tata Usaha), H. Dudi Suryadarma, MAg (Kasi Penyelenggaran Haji dan Umrah) dan Kasi H. Saripudin (kasi Pendidikan Diniyah dan Pesantren) dalam silaturahmi itu.Cece menegaskan HAB merupakan momentum untuk berintrospeksi dan bergembira bersama keluarga besar Kementerian Agama Kabupaten Bandung. "Kami selenggarakan Upacara HAB yang diisi kilas balik perjalanan Kementerian Agama yang disampaikan Menteri Agama RI, juga arahan dan pencerahan dari Bupati Bandung, Dr. HM. Dadang Supriatna, SIP, MSi agar Kementerian Agama tetap istiqomah mengawal Agama dan keyakinan Bangsa," katanya
BERITA02/01/2024 | Humas BAZNAS Kab Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Terima Studi Banding BAZNAS Kota Palembang
BAZNAS Kabupaten Bandung Terima Studi Banding BAZNAS Kota Palembang
Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung H. Yusuf Ali Tontowi dan Wakil Ketua I Bidang Penghimpunan H. Jamjam Erawan, menerima studi banding BAZNAS Kota Palembang, Kamis 21 Desember 2023. Hadir Waka 4 BAZNAS Kabupaten Bandung H. Sarnapi, Sekretaris H. Andris Fajar, dan kepala bagian BAZNAS Kabupaten Bandung. Sedangkan BAZNAS Kota Palembang adalah Ketuanya yakni Kiagus M. Ridwan Nawawi yang didampingi Siti Suhaibah, Serly Hasmini dan M. Toriq. "Kalau melihat potensi ZIS di kabupaten Bandung bisa mencapai Rp190 miliar, namun yang tergali masih minim," katanya. Dia menambahkan sampai akhir Desember 2023 ini BAZNAS Kabupaten Bandung ditargetkan bisa menggali ZIS sekitar Rp10 miliar. Jumlah penghimpunan itu belum termasuk donasi Palestina yang sampai kini terus digalang. "Kami berupaya keras agar penghimpunan ZIS ini makin naik khususnya pendekatan kepada bupati dan para pejabat Pemkab Bandung sehingga semua ASN otomatis dikenakan zakat atau infaknya," ucapnya. Selain itu, BAZNAS Kabupaten Bandung juga melakukan pendekatan kepada aparatur kecamatan dan desa/kelurahan untuk pembentukan dan pemberdayaan UPZ. Selain itu, UPZ sekolah, madrasah dan pondok pesantren juga berupaya dibentuk sehingga nantinya bisa menanggulangi masalah di lembaga masing-masing. "Insya Allah tahun 2024 akan kita geber pembentukan UPZ serta pemberdayaannya sehingga masalah setempat bisa selesai oleh dana ZIS," ujarnya. Sedangkan Kiagus Ridwan mengatakan, penghimpunan ZIS di Kota Palembang baru sekitar Rp5 miliar setahun. "Kami terus juga berikhtiar agar bisa sebulan mencapai Rp1 miliar. Pendekatan kepada Pak Walikota Palembang terus dijajaki agar semua ASN juga bisa langsung membayar zakat atau infaknya dari gaji atau tunjangan," katanya. Apabila semua ASN Kota Palembang bisa membayar ZIS dipotong langsung dari gaji dan tunjangannya akan mendongkrak penerimaan zakat. . "Kalau ada instruksi walikota ini penerimaan ZIS bisa langsung melonjak menjadi Rp2 miliar sebulan," katanya.***
BERITA21/12/2023 | Humas BAZNAS Kab Bandung
Percaya Kepada BAZNAS Kabupaten Bandung DPD LDII Kabupaten Bandung Serahkan Donasi Palestina
Percaya Kepada BAZNAS Kabupaten Bandung DPD LDII Kabupaten Bandung Serahkan Donasi Palestina
Sesama Muslim adalah bersaudara. Untuk itu, sebagai bentuk kepedulian kepada nasib sesama Muslim di Palestina, DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Bandung menyerahkan donasi kepada BAZNAS Kabupaten Bandung.Bantuan diserahkan Wakil Ketua DPD LDII Kabupaten Bandung, H. Didin Suyadi, didampingi H. Usman Ali (Dewan Penasehat), H. Yanto (wakil ketua) dan dua sekretaris DPD LDII Kabupaten Bandung yakni Muhammad Dinar dan Arif Ihsan.Pengurus BAZNAS Kabupaten Bandung yang hadir adalah Wakil Ketua IV H. Sarnapi, Wakil Ketua I H. Jamjam Erawan, dan Kabag Penghimpunan Aldiyansyah.Menurut Didin, pihaknya berterima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Bandung atas bantuan insentif marbot dan guru ngaji yang diberikan BAZNAS Kabupaten Bandung."Alhamdulillah tiap bulan mendapatkan insentif Rp100.000 ditambah tunjangan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan yang dibayarkan BAZNAS Kabupaten Bandung," ujarnya.Jumlah dana untuk donasi kepada Palestina, kata Didin, dikumpulkan dari masjid maupun jemaah LDII Kabupaten Bandung."Kami mohon agar bantuan donasi ini diterima dan diserahkan kepada kaum Muslimin di Palestina melalui BAZNAS Kabupaten Bandung," ucapnya.Donasi Palestina yang diserahkan sebesar Rp 10.105.000 dari hasil penghimpunan pengurus dan jemaah.
BERITA19/12/2023 | Humas BAZNAS Kab Bandung
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Bandung.

Lihat Daftar Rekening →