WhatsApp Icon
BAZNAS Kabupaten Bandung Gelar Apel Perdana Pascalibur Idulfitri, Teguhkan Semangat Menjaga Nilai-Nilai Ramadan

SOREANG, 30 MARET 2026 – BAZNAS Kabupaten Bandung menggelar apel amilin dan amilat perdana pascalibur Idulfitri pada Senin, 30 Maret 2026, bertempat di Kantor BAZNAS Kabupaten Bandung. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Bandung, Jamjam Erawan.

Apel tersebut menjadi momentum awal untuk kembali meneguhkan semangat pengabdian dan etos kerja seluruh amilin serta amilat setelah menjalani ibadah Ramadan dan perayaan Idulfitri. Dalam amanatnya, ditekankan pentingnya menjaga ruh dan nilai-nilai Ramadan agar tidak berhenti seiring berakhirnya bulan suci.

Pesan yang disampaikan merujuk pada ungkapan ulama besar Yusuf al-Qaradawi“Kun rabbaniyyan wa la takun ramadhaniyyan”, yang bermakna agar setiap muslim menjadi hamba Allah yang istiqamah dalam kebaikan, bukan hanya semangat beribadah ketika Ramadan tiba.

Melalui pesan tersebut, seluruh amilin dan amilat diingatkan agar tidak terjebak pada pola ibadah yang bersifat musiman atau tahunan semata. Nilai-nilai spiritual yang telah dibangun selama Ramadan diharapkan tetap hidup dan menjadi bagian dari keseharian, termasuk dalam menjalankan tugas pelayanan dan pengelolaan zakat di lingkungan BAZNAS Kabupaten Bandung.

Bagi para amilin dan amilat yang diberi amanah untuk berkhidmat di BAZNAS, semangat Ramadan dipandang perlu terus dihidupkan dalam berbagai bentuk amalan maupun perilaku. Hal tersebut meliputi kebiasaan menjalankan puasa sunnah, shalat malam, tadarus Al-Qur’an, serta memperkuat kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada sesama.

Selain amalan ibadah, nilai-nilai utama yang terkandung dalam Ramadan juga dinilai sangat relevan dalam menunjang kinerja dan pengabdian sehari-hari. Nilai-nilai seperti kesabaran, kejujuran, kedisiplinan, kepedulian, serta kebiasaan bangun di sepertiga malam terakhir menjadi fondasi penting yang dapat memperkuat karakter pribadi maupun profesionalisme kerja.

Nilai-nilai tersebut diyakini tidak hanya berpengaruh terhadap kualitas ibadah personal, tetapi juga dapat menjadi penopang keberhasilan dalam pekerjaan, karier, serta capaian institusi. Dalam konteks kelembagaan, semangat menjaga nilai-nilai Ramadan diharapkan dapat mendorong amilin dan amilat untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Melalui apel perdana ini, BAZNAS Kabupaten Bandung menegaskan komitmennya untuk terus membangun budaya kerja yang tidak hanya profesional dan amanah, tetapi juga dilandasi oleh nilai-nilai spiritual yang kuat, sehingga kebermanfaatan lembaga dapat terus dirasakan secara luas oleh masyarakat.***

30/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
Pemkab Bandung Resmikan Kehadiran Mawmie Soreang di Lantai 1 Gedung BAZNAS Center

SOREANG, 27 MARET 2026 – BAZNAS Kabupaten Bandung bersama Pemkab Bandung meresmikan kehadiran Mawmie Soreang yang mulai menempati lantai 1 Gedung BAZNAS Center, Jalan Gading Tutuka, Soreang, pada Jumat, 27 Maret 2026.

Peresmian tersebut dilakukan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Kabupaten Bandung, Muhammad Usman, yang hadir mewakili Bupati Bandung Dadang Supriatna.

Kegiatan ini turut dihadiri Kabag Kesra Kabupaten Bandung Asep Hadian, Camat Soreang Haris Taupik, Kapolsek Soreang Kompol Oeng Haeruman, Kepala Desa Cingcin H. Aceng Suhud, perwakilan Bapenda dan Disdagin, serta jajaran pimpinan BAZNAS Kabupaten Bandung yang dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, Yusuf Ali Tantowi, didampingi para wakil ketua.

Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, Yusuf Ali Tantowi, menegaskan bahwa kesadaran masyarakat terhadap zakat, infak, dan sedekah masih perlu terus diperkuat. Menurutnya, ibadah sosial tersebut merupakan bagian penting dari ajaran Islam yang tidak dapat dipisahkan dari kepedulian terhadap sesama.

“Salah satu ibadah yang kurang diperhatikan dan dilaksanakan adalah membayar zakat, infak dan sedekah,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa ajaran Islam telah menegaskan pentingnya perhatian terhadap masyarakat yang membutuhkan, terutama fakir miskin dan anak yatim.

“Padahal dalam Al-Qur’an sudah jelas dan tegas yakni adanya golongan yang mendustakan agama yang salah satu cirinya adalah tidak menyantuni fakir miskin serta anak yatim,” lanjutnya.

Lebih jauh, kehadiran Mawmie Soreang di lantai 1 Gedung BAZNAS Center dipandang sebagai bagian dari upaya optimalisasi pemanfaatan gedung agar memiliki nilai guna yang lebih luas. Selain menjadi ruang aktivitas produktif, keberadaan tenant di lingkungan gedung juga diharapkan dapat mendukung penguatan kebermanfaatan sosial yang selama ini dijalankan BAZNAS Kabupaten Bandung.

Sementara itu, dalam sambutan Bupati Bandung yang dibacakan oleh Muhammad Usman, Pemerintah Kabupaten Bandung menyampaikan apresiasi atas langkah pemanfaatan Gedung BAZNAS Center secara lebih optimal.

Menurutnya, pemanfaatan gedung tersebut dapat menjadi salah satu bentuk terobosan yang memberikan dampak positif terhadap penguatan kesejahteraan masyarakat.

“Kerja sama antara BAZNAS dengan Mawmie merupakan terobosan yang baik untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Muhammad Usman saat membacakan sambutan Bupati Bandung.

Ia juga menambahkan bahwa keberadaan Gedung BAZNAS Center diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap berbagai program sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Karena hasil dari Gedung BAZNAS Center nantinya juga akan dipergunakan buat santunan dan pemberdayaan ekonomi warga Kabupaten Bandung,” lanjutnya.

Dengan diresmikannya Mawmie Soreang di Gedung BAZNAS Center, BAZNAS Kabupaten Bandung berharap pemanfaatan aset lembaga dapat terus dioptimalkan guna mendukung keberlanjutan program sosial, santunan, serta pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat Kabupaten Bandung.

27/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Perkuat Sinergi Bersama PWI, Paparkan Program dan Peningkatan Pengumpulan ZIS

SOREANG, 19 MARET 2026Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung menggelar kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama dengan insan pers yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bandung. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung Baznas Center Soreang pada Rabu, 18 Maret 2026.

Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara BAZNAS Kabupaten Bandung dan media dalam mendukung optimalisasi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), sekaligus menyampaikan perkembangan program serta capaian kinerja lembaga.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, Yusuf Ali Tantowi, memaparkan bahwa BAZNAS memiliki tiga fungsi utama, yaitu menghimpun, mendistribusikan, serta menyusun laporan keuangan secara transparan dan akuntabel.

Ia juga menegaskan bahwa pengelolaan ZIS di BAZNAS berlandaskan prinsip 3A, yaitu aman secara syariah, aman regulasi, serta aman dalam koridor Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dari sisi pendistribusian, dana ZIS disalurkan melalui lima bidang utama, yakni pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, sosial kemasyarakatan, serta kebencanaan. Salah satu fokus utama saat ini adalah penguatan program pemberdayaan ekonomi sebagai upaya mendorong kemandirian mustahik.

BAZNAS Kabupaten Bandung telah mengembangkan berbagai program produktif, di antaranya Z-Chicken, Z-Coffee, dan Z-Cosmetic yang menyasar pelaku usaha kecil serta kaum ibu. Program-program tersebut dirancang agar bantuan tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi mampu memberikan dampak ekonomi berkelanjutan.

Selain itu, BAZNAS juga menghadirkan skema Mustahik Investor, yaitu model pemberdayaan melalui kerja sama dengan pelaku usaha. Dalam skema ini, bantuan diberikan kepada mustahik dan dikelola bersama mitra usaha sehingga memiliki potensi untuk berkembang lebih optimal.

Dari sisi penghimpunan, BAZNAS Kabupaten Bandung mencatat tren peningkatan yang signifikan dalam tiga tahun terakhir. Pada tahun 2023, penghimpunan ZIS berada di kisaran Rp8 miliar, meningkat menjadi Rp12,5 miliar pada 2024, dan kembali naik menjadi Rp17,5 miliar pada tahun 2025.

Peningkatan tersebut menunjukkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan ZIS melalui BAZNAS. Dengan capaian tersebut, BAZNAS Kabupaten Bandung terus berupaya memperluas dampak program, tidak hanya dalam aspek sosial, tetapi juga dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

 

Kegiatan silaturahmi dan buka bersama ini turut dihadiri jajaran pimpinan BAZNAS Kabupaten Bandung serta perwakilan PWI Kabupaten Bandung, sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan kelembagaan dan memperkuat peran media dalam mendukung dakwah zakat di Kabupaten Bandung.***

19/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
BAZNAS Kabupaten Bandung Tutup Program Dai Pelosok di Kertasari

SELASA, 17 MARET 2026 - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung resmi menutup program Dai Pelosok Ramadan 1447 H yang dilaksanakan di Desa Tarumajaya, Kec. Kertasari pada Selasa, 17 Maret 2026. Kegiatan penutupan dipusatkan di Masjid Sabilul Huda dan dihadiri berbagai unsur terkait.

Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Bandung diwakili oleh Adjat Abdullah dan Asrofil Anam. Turut hadir Kepala Desa Tarumajaya sebagai perwakilan pemerintah desa, menandai sinergi antara BAZNAS dan pemerintah setempat dalam mendukung program keagamaan di masyarakat.

Program Dai Pelosok merupakan salah satu program unggulan Ramadan BAZNAS Kabupaten Bandung yang bertujuan meningkatkan literasi Al-Qur’an, khususnya dalam upaya mengentaskan buta huruf Al-Qur’an di wilayah pelosok. Pada tahun 2026, program ini dilaksanakan di dua titik, yakni Desa Tarumajaya di Kecamatan Kertasari dan Desa Lamajang di Kecamatan Pangalengan.

Dalam kesempatan tersebut, Adjat Abdullah menjelaskan bahwa program Dai Pelosok merupakan bentuk ikhtiar BAZNAS dalam menghadirkan dai ke wilayah yang membutuhkan pembinaan keagamaan, khususnya dalam pengajaran Al-Qur’an.

“Dai pelosok adalah dai yang dikirim ke daerah pelosok melalui BAZNAS Kabupaten Bandung, tujuan utamanya memberantas buta huruf Al Quran,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa dari ratusan desa yang ada di Kabupaten Bandung, hanya dua desa yang terpilih menjadi lokasi pelaksanaan program pada tahun ini, dengan pelaksanaan kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih 25 hari.

“Dari 270 desa, yang terpilih dua desa, Lamajang dan Tarumajaya. Alhamdulillah kegiatannya selama 25 hari lancar,” tambahnya.

Rangkaian kegiatan penutupan juga diisi dengan santunan bagi anak yatim berupa 20 paket sembako. Kegiatan tersebut menjadi penutup dari seluruh rangkaian program Dai Pelosok yang telah berjalan selama bulan Ramadan.

Melalui program ini, BAZNAS Kabupaten Bandung berharap dapat terus memperluas jangkauan dakwah zakat serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an di wilayah pelosok.***

17/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Terima Penyaluran ZIS dan Fidyah dari Asisten Pemerintahan Kabupaten Bandung

SOREANG, 16 MARET 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung menerima penyaluran zakat, infak, sedekah (ZIS), serta fidyah dari jajaran Asisten Pemerintahan Kabupaten Bandung pada Senin, 16 Maret 2026.

Penyerahan tersebut dilakukan oleh para asisten di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung sebagai bagian dari komitmen aparatur pemerintah dalam menunaikan kewajiban zakat serta memperkuat gerakan zakat di daerah.

Dalam kegiatan tersebut hadir Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Bandung, Erwin, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Usman, serta Asisten Administrasi Umum, Hairun. Penyerahan ZIS dan fidyah tersebut diterima langsung oleh jajaran BAZNAS Kabupaten Bandung.

Untuk diketahui, sebelumnya Bupati Bandung H. M. Dadang Supriatna beserta jajaran juga telah menunaikan zakatnya ke BAZNAS pada momen Nuzulul Quran lalu.

Penyaluran ZIS dan fidyah dari unsur pemerintahan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan BAZNAS dalam mengoptimalkan penghimpunan dana umat.

Dana yang dihimpun melalui BAZNAS selanjutnya akan disalurkan kepada para mustahik melalui berbagai program pemberdayaan dan bantuan sosial di Kabupaten Bandung.

 

Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan fidyah dapat semakin terorganisir serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan.***

16/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS KAB. BANDUNG

Berita Terbaru

BAZNAS Kabupaten Bandung Gelar Apel Perdana Pascalibur Idulfitri, Teguhkan Semangat Menjaga Nilai-Nilai Ramadan
BAZNAS Kabupaten Bandung Gelar Apel Perdana Pascalibur Idulfitri, Teguhkan Semangat Menjaga Nilai-Nilai Ramadan
SOREANG, 30 MARET 2026 – BAZNAS Kabupaten Bandung menggelar apel amilin dan amilat perdana pascalibur Idulfitri pada Senin, 30 Maret 2026, bertempat di Kantor BAZNAS Kabupaten Bandung. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Bandung, Jamjam Erawan. Apel tersebut menjadi momentum awal untuk kembali meneguhkan semangat pengabdian dan etos kerja seluruh amilin serta amilat setelah menjalani ibadah Ramadan dan perayaan Idulfitri. Dalam amanatnya, ditekankan pentingnya menjaga ruh dan nilai-nilai Ramadan agar tidak berhenti seiring berakhirnya bulan suci. Pesan yang disampaikan merujuk pada ungkapan ulama besar Yusuf al-Qaradawi: “Kun rabbaniyyan wa la takun ramadhaniyyan”, yang bermakna agar setiap muslim menjadi hamba Allah yang istiqamah dalam kebaikan, bukan hanya semangat beribadah ketika Ramadan tiba. Melalui pesan tersebut, seluruh amilin dan amilat diingatkan agar tidak terjebak pada pola ibadah yang bersifat musiman atau tahunan semata. Nilai-nilai spiritual yang telah dibangun selama Ramadan diharapkan tetap hidup dan menjadi bagian dari keseharian, termasuk dalam menjalankan tugas pelayanan dan pengelolaan zakat di lingkungan BAZNAS Kabupaten Bandung. Bagi para amilin dan amilat yang diberi amanah untuk berkhidmat di BAZNAS, semangat Ramadan dipandang perlu terus dihidupkan dalam berbagai bentuk amalan maupun perilaku. Hal tersebut meliputi kebiasaan menjalankan puasa sunnah, shalat malam, tadarus Al-Qur’an, serta memperkuat kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada sesama. Selain amalan ibadah, nilai-nilai utama yang terkandung dalam Ramadan juga dinilai sangat relevan dalam menunjang kinerja dan pengabdian sehari-hari. Nilai-nilai seperti kesabaran, kejujuran, kedisiplinan, kepedulian, serta kebiasaan bangun di sepertiga malam terakhir menjadi fondasi penting yang dapat memperkuat karakter pribadi maupun profesionalisme kerja. Nilai-nilai tersebut diyakini tidak hanya berpengaruh terhadap kualitas ibadah personal, tetapi juga dapat menjadi penopang keberhasilan dalam pekerjaan, karier, serta capaian institusi. Dalam konteks kelembagaan, semangat menjaga nilai-nilai Ramadan diharapkan dapat mendorong amilin dan amilat untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Melalui apel perdana ini, BAZNAS Kabupaten Bandung menegaskan komitmennya untuk terus membangun budaya kerja yang tidak hanya profesional dan amanah, tetapi juga dilandasi oleh nilai-nilai spiritual yang kuat, sehingga kebermanfaatan lembaga dapat terus dirasakan secara luas oleh masyarakat.***
BERITA30/03/2026 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
Pemkab Bandung Resmikan Kehadiran Mawmie Soreang di Lantai 1 Gedung BAZNAS Center
Pemkab Bandung Resmikan Kehadiran Mawmie Soreang di Lantai 1 Gedung BAZNAS Center
SOREANG, 27 MARET 2026 – BAZNAS Kabupaten Bandung bersama Pemkab Bandung meresmikan kehadiran Mawmie Soreang yang mulai menempati lantai 1 Gedung BAZNAS Center, Jalan Gading Tutuka, Soreang, pada Jumat, 27 Maret 2026. Peresmian tersebut dilakukan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Kabupaten Bandung, Muhammad Usman, yang hadir mewakili Bupati Bandung Dadang Supriatna. Kegiatan ini turut dihadiri Kabag Kesra Kabupaten Bandung Asep Hadian, Camat Soreang Haris Taupik, Kapolsek Soreang Kompol Oeng Haeruman, Kepala Desa Cingcin H. Aceng Suhud, perwakilan Bapenda dan Disdagin, serta jajaran pimpinan BAZNAS Kabupaten Bandung yang dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, Yusuf Ali Tantowi, didampingi para wakil ketua. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, Yusuf Ali Tantowi, menegaskan bahwa kesadaran masyarakat terhadap zakat, infak, dan sedekah masih perlu terus diperkuat. Menurutnya, ibadah sosial tersebut merupakan bagian penting dari ajaran Islam yang tidak dapat dipisahkan dari kepedulian terhadap sesama. “Salah satu ibadah yang kurang diperhatikan dan dilaksanakan adalah membayar zakat, infak dan sedekah,” ujarnya. Ia juga mengingatkan bahwa ajaran Islam telah menegaskan pentingnya perhatian terhadap masyarakat yang membutuhkan, terutama fakir miskin dan anak yatim. “Padahal dalam Al-Qur’an sudah jelas dan tegas yakni adanya golongan yang mendustakan agama yang salah satu cirinya adalah tidak menyantuni fakir miskin serta anak yatim,” lanjutnya. Lebih jauh, kehadiran Mawmie Soreang di lantai 1 Gedung BAZNAS Center dipandang sebagai bagian dari upaya optimalisasi pemanfaatan gedung agar memiliki nilai guna yang lebih luas. Selain menjadi ruang aktivitas produktif, keberadaan tenant di lingkungan gedung juga diharapkan dapat mendukung penguatan kebermanfaatan sosial yang selama ini dijalankan BAZNAS Kabupaten Bandung. Sementara itu, dalam sambutan Bupati Bandung yang dibacakan oleh Muhammad Usman, Pemerintah Kabupaten Bandung menyampaikan apresiasi atas langkah pemanfaatan Gedung BAZNAS Center secara lebih optimal. Menurutnya, pemanfaatan gedung tersebut dapat menjadi salah satu bentuk terobosan yang memberikan dampak positif terhadap penguatan kesejahteraan masyarakat. “Kerja sama antara BAZNAS dengan Mawmie merupakan terobosan yang baik untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Muhammad Usman saat membacakan sambutan Bupati Bandung. Ia juga menambahkan bahwa keberadaan Gedung BAZNAS Center diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap berbagai program sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. “Karena hasil dari Gedung BAZNAS Center nantinya juga akan dipergunakan buat santunan dan pemberdayaan ekonomi warga Kabupaten Bandung,” lanjutnya. Dengan diresmikannya Mawmie Soreang di Gedung BAZNAS Center, BAZNAS Kabupaten Bandung berharap pemanfaatan aset lembaga dapat terus dioptimalkan guna mendukung keberlanjutan program sosial, santunan, serta pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat Kabupaten Bandung.
BERITA27/03/2026 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Perkuat Sinergi Bersama PWI, Paparkan Program dan Peningkatan Pengumpulan ZIS
BAZNAS Kabupaten Bandung Perkuat Sinergi Bersama PWI, Paparkan Program dan Peningkatan Pengumpulan ZIS
SOREANG, 19 MARET 2026 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung menggelar kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama dengan insan pers yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bandung. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung Baznas Center Soreang pada Rabu, 18 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara BAZNAS Kabupaten Bandung dan media dalam mendukung optimalisasi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), sekaligus menyampaikan perkembangan program serta capaian kinerja lembaga. Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, Yusuf Ali Tantowi, memaparkan bahwa BAZNAS memiliki tiga fungsi utama, yaitu menghimpun, mendistribusikan, serta menyusun laporan keuangan secara transparan dan akuntabel. Ia juga menegaskan bahwa pengelolaan ZIS di BAZNAS berlandaskan prinsip 3A, yaitu aman secara syariah, aman regulasi, serta aman dalam koridor Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dari sisi pendistribusian, dana ZIS disalurkan melalui lima bidang utama, yakni pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, sosial kemasyarakatan, serta kebencanaan. Salah satu fokus utama saat ini adalah penguatan program pemberdayaan ekonomi sebagai upaya mendorong kemandirian mustahik. BAZNAS Kabupaten Bandung telah mengembangkan berbagai program produktif, di antaranya Z-Chicken, Z-Coffee, dan Z-Cosmetic yang menyasar pelaku usaha kecil serta kaum ibu. Program-program tersebut dirancang agar bantuan tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi mampu memberikan dampak ekonomi berkelanjutan. Selain itu, BAZNAS juga menghadirkan skema Mustahik Investor, yaitu model pemberdayaan melalui kerja sama dengan pelaku usaha. Dalam skema ini, bantuan diberikan kepada mustahik dan dikelola bersama mitra usaha sehingga memiliki potensi untuk berkembang lebih optimal. Dari sisi penghimpunan, BAZNAS Kabupaten Bandung mencatat tren peningkatan yang signifikan dalam tiga tahun terakhir. Pada tahun 2023, penghimpunan ZIS berada di kisaran Rp8 miliar, meningkat menjadi Rp12,5 miliar pada 2024, dan kembali naik menjadi Rp17,5 miliar pada tahun 2025. Peningkatan tersebut menunjukkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan ZIS melalui BAZNAS. Dengan capaian tersebut, BAZNAS Kabupaten Bandung terus berupaya memperluas dampak program, tidak hanya dalam aspek sosial, tetapi juga dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. Kegiatan silaturahmi dan buka bersama ini turut dihadiri jajaran pimpinan BAZNAS Kabupaten Bandung serta perwakilan PWI Kabupaten Bandung, sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan kelembagaan dan memperkuat peran media dalam mendukung dakwah zakat di Kabupaten Bandung.***
BERITA19/03/2026 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
BAZNAS Kabupaten Bandung Tutup Program Dai Pelosok di Kertasari
BAZNAS Kabupaten Bandung Tutup Program Dai Pelosok di Kertasari
SELASA, 17 MARET 2026 - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung resmi menutup program Dai Pelosok Ramadan 1447 H yang dilaksanakan di Desa Tarumajaya, Kec. Kertasari pada Selasa, 17 Maret 2026. Kegiatan penutupan dipusatkan di Masjid Sabilul Huda dan dihadiri berbagai unsur terkait. Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Bandung diwakili oleh Adjat Abdullah dan Asrofil Anam. Turut hadir Kepala Desa Tarumajaya sebagai perwakilan pemerintah desa, menandai sinergi antara BAZNAS dan pemerintah setempat dalam mendukung program keagamaan di masyarakat. Program Dai Pelosok merupakan salah satu program unggulan Ramadan BAZNAS Kabupaten Bandung yang bertujuan meningkatkan literasi Al-Qur’an, khususnya dalam upaya mengentaskan buta huruf Al-Qur’an di wilayah pelosok. Pada tahun 2026, program ini dilaksanakan di dua titik, yakni Desa Tarumajaya di Kecamatan Kertasari dan Desa Lamajang di Kecamatan Pangalengan. Dalam kesempatan tersebut, Adjat Abdullah menjelaskan bahwa program Dai Pelosok merupakan bentuk ikhtiar BAZNAS dalam menghadirkan dai ke wilayah yang membutuhkan pembinaan keagamaan, khususnya dalam pengajaran Al-Qur’an. “Dai pelosok adalah dai yang dikirim ke daerah pelosok melalui BAZNAS Kabupaten Bandung, tujuan utamanya memberantas buta huruf Al Quran,” ujarnya. Ia juga menyampaikan bahwa dari ratusan desa yang ada di Kabupaten Bandung, hanya dua desa yang terpilih menjadi lokasi pelaksanaan program pada tahun ini, dengan pelaksanaan kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih 25 hari. “Dari 270 desa, yang terpilih dua desa, Lamajang dan Tarumajaya. Alhamdulillah kegiatannya selama 25 hari lancar,” tambahnya. Rangkaian kegiatan penutupan juga diisi dengan santunan bagi anak yatim berupa 20 paket sembako. Kegiatan tersebut menjadi penutup dari seluruh rangkaian program Dai Pelosok yang telah berjalan selama bulan Ramadan. Melalui program ini, BAZNAS Kabupaten Bandung berharap dapat terus memperluas jangkauan dakwah zakat serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an di wilayah pelosok.***
BERITA17/03/2026 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Terima Penyaluran ZIS dan Fidyah dari Asisten Pemerintahan Kabupaten Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Terima Penyaluran ZIS dan Fidyah dari Asisten Pemerintahan Kabupaten Bandung
SOREANG, 16 MARET 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung menerima penyaluran zakat, infak, sedekah (ZIS), serta fidyah dari jajaran Asisten Pemerintahan Kabupaten Bandung pada Senin, 16 Maret 2026. Penyerahan tersebut dilakukan oleh para asisten di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung sebagai bagian dari komitmen aparatur pemerintah dalam menunaikan kewajiban zakat serta memperkuat gerakan zakat di daerah. Dalam kegiatan tersebut hadir Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Bandung, Erwin, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Usman, serta Asisten Administrasi Umum, Hairun. Penyerahan ZIS dan fidyah tersebut diterima langsung oleh jajaran BAZNAS Kabupaten Bandung. Untuk diketahui, sebelumnya Bupati Bandung H. M. Dadang Supriatna beserta jajaran juga telah menunaikan zakatnya ke BAZNAS pada momen Nuzulul Quran lalu. Penyaluran ZIS dan fidyah dari unsur pemerintahan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan BAZNAS dalam mengoptimalkan penghimpunan dana umat. Dana yang dihimpun melalui BAZNAS selanjutnya akan disalurkan kepada para mustahik melalui berbagai program pemberdayaan dan bantuan sosial di Kabupaten Bandung. Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan fidyah dapat semakin terorganisir serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan.***
BERITA16/03/2026 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
BAZNAS Kabupaten Bandung Terima Titipan Zakat Fitrah Berupa 25 Kg Beras dari PT Marizk
BAZNAS Kabupaten Bandung Terima Titipan Zakat Fitrah Berupa 25 Kg Beras dari PT Marizk
SOREANG, 16 MARET 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung menerima titipan zakat fitrah berupa beras dari keluarga dr Titin yang berasal dari PT Marizk Cosmetic. Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di Kantor BAZNAS Kabupaten Bandung pada Senin, 16 Maret 2026. Bantuan yang dititipkan berupa 25 kilogram beras yang nantinya akan dikelola oleh BAZNAS Kabupaten Bandung untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Penyerahan ini menjadi bagian dari partisipasi masyarakat dalam mendukung penguatan program sosial melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah secara terorganisir. BAZNAS Kabupaten Bandung terus membuka ruang kolaborasi bagi berbagai pihak, baik individu, keluarga, maupun lembaga usaha, untuk menyalurkan ZIS melalui lembaga resmi agar dapat didistribusikan secara tepat sasaran kepada para mustahik. Melalui penyaluran tersebut, diharapkan bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan sekaligus memperkuat kepedulian sosial di lingkungan masyarakat.***
BERITA16/03/2026 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
Serah Terima Jabatan Pimpinan BAZNAS RI, KH Noor Achmad Tekankan Prinsip 3A dalam Pengelolaan Zakat
Serah Terima Jabatan Pimpinan BAZNAS RI, KH Noor Achmad Tekankan Prinsip 3A dalam Pengelolaan Zakat
JAKARTA, 13 MARET 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menggelar kegiatan serah terima jabatan sekaligus pisah sambut pimpinan di Jakarta pada Jumat, 13 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam melanjutkan pengelolaan zakat nasional yang amanah, profesional, serta selaras dengan prinsip syariah dan regulasi negara. Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS periode sebelumnya, Noor Achmad, menyampaikan sejumlah pesan penting kepada jajaran pimpinan serta para amilin dan amilat BAZNAS di seluruh Indonesia. Ia menegaskan bahwa dalam menjalankan tugas pengelolaan zakat, BAZNAS berpegang pada prinsip 3A, yakni Aman Syari, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Menurutnya, aspek Aman NKRI menjadi hal yang sangat penting dalam menjaga integritas pengelolaan zakat agar tidak disalahgunakan untuk kepentingan yang bertentangan dengan negara. “Aman NKRI ini penting. Karena setiap kami bertemu terutama di Mesir, aman untuk Indonesia harus dijaga. Karena mereka pernah kecolongan, dana itu pernah digunakan untuk pergerakan melawan pemerintah Mesir,” ujar Noor Achmad. Ia menjelaskan bahwa Indonesia juga memiliki potensi risiko serupa apabila pengelolaan zakat tidak diawasi dengan baik. Oleh karena itu, prinsip menjaga keamanan dan kepentingan negara harus tetap menjadi prioritas dalam setiap aktivitas pengelolaan zakat. “Indonesia ada potensi untuk itu. Maka dari itu Aman NKRI tetap harus kita prioritaskan,” tambahnya. Selain menekankan prinsip tersebut, Noor Achmad juga berpesan agar kebersamaan di lingkungan BAZNAS terus dijaga dan diperkuat, baik antara pimpinan maupun seluruh amilin dan amilat yang bertugas di berbagai daerah. “Kami titip, kita bangun kebersamaan ini dan selalu kita jaga. Antara pimpinan BAZNAS dengan seluruh amilin-amilat terus kita bangun kebersamaan yang tanpa sekat,” tuturnya. Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan yang berlangsung bukan semata-mata seremoni pisah sambut, melainkan momentum untuk mempererat hubungan dan memperkuat semangat dakwah zakat di lingkungan BAZNAS. “Hari ini bukan pisah sambut, tapi sekedar omon-omon di antara kita semua untuk lebih mengakrabkan. Nggak ada sekat diantara kita. Dakwah zakat harus kita dengungkan dan gerakkan,” kata Noor Achmad. Melalui momentum tersebut, diharapkan semangat kebersamaan dan komitmen dalam mengembangkan pengelolaan zakat nasional dapat terus terjaga, sehingga BAZNAS semakin mampu menghadirkan kebermanfaatan yang luas bagi masyarakat.***
BERITA13/03/2026 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
BAZNAS Kabupaten Bandung Dorong Penguatan Pengelolaan Zakat pada Pelantikan UPZ Kecamatan Margahayu
BAZNAS Kabupaten Bandung Dorong Penguatan Pengelolaan Zakat pada Pelantikan UPZ Kecamatan Margahayu
MARGAHAYU, 13 MARET 2026 - Perubahan pengurus Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kecamatan Margahayu periode 2024–2029 resmi dilantik dalam kegiatan yang digelar di Aula Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung, pada Jumat, 13 Maret 2026. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Camat Margahayu, Nur Hazanah, serta Wakil Ketua IV Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung, Sarnapi. Turut hadir pula Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Margahayu, unsur Koramil Margahayu, serta Kepolisian Sektor (Kapolsek) Margahayu. Pelantikan ini menjadi momentum penguatan peran UPZ dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat di tingkat kecamatan, khususnya dalam hal penghimpunan, pendistribusian, dan pelaporan zakat, infak, serta sedekah (ZIS). Dalam sambutannya, Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Bandung, Sarnapi, menegaskan bahwa UPZ memiliki tiga fungsi utama yang harus dijalankan secara seimbang. “Fungsi UPZ ada tiga, pengumpulan, pendistribusian, laporan. Jangan sampai UPZ desa atau Kecamatan hanya mendistribusi tanpa ada pengumpulan,” ujarnya. Ia juga mendorong agar pemerintah kecamatan turut berperan aktif dalam mendukung optimalisasi penghimpunan zakat melalui koordinasi yang baik dengan para pengurus UPZ. “Mohon didorong dari kecamatan, kalau pengumpulannya bagus bisa ada pembagian tugas,” katanya. Sarnapi turut menyoroti masih minimnya identitas kelembagaan UPZ di tingkat kecamatan maupun desa. Menurutnya, keberadaan UPZ perlu diperkuat secara administratif maupun secara visual agar lebih dikenal masyarakat. “Salah satu kelemahan UPZ belum tercantum di papan nama kecamatan. Hampir semua kecamatan, desa di Kabupaten Bandung tidak ada,” ungkapnya. Selain itu, ia juga mendorong para pengurus UPZ untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana sosialisasi dan publikasi program zakat kepada masyarakat. “UPZ juga harus membuat medsos. Kita menjual program di media sosial,” tambahnya. Rangkaian kegiatan pelantikan ini turut diisi dengan santunan bagi anak yatim serta penyerahan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dari para pegawai Kecamatan Margahayu dan Kelurahan Sulaiman untuk periode Maret 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kepedulian sosial serta meningkatkan partisipasi aparatur pemerintah dalam gerakan zakat di lingkungan kecamatan.***
BERITA13/03/2026 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Bantu 100 Penerima Manfaat dalam Santunan di Ponpes Barokatul Walidain
BAZNAS Kabupaten Bandung Bantu 100 Penerima Manfaat dalam Santunan di Ponpes Barokatul Walidain
SOREANG, 13 MARET 2026 - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung memberikan dukungan dalam kegiatan santunan dan tafarruqon yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Barokatul Walidain, Soreang, pada Jumat, 13 Maret 2026. Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyaluran bantuan berupa paket sembako bagi para penerima manfaat. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Abdul Rouf, yang hadir secara langsung dalam rangkaian kegiatan sosial tersebut. Selain itu pihak desa diwakili oleh Kepala Desa Panyirapan juga ikut menghadiri acara ini. Program santunan ini menyasar sebanyak 100 penerima manfaat. Bantuan yang diberikan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terutama santri dan yatim sekaligus memberikan dukungan selama bulan suci Ramadhan. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kepedulian sosial serta memperluas manfaat zakat, infak, dan sedekah kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya di lingkungan pesantren dan sekitarnya. Rangkaian acara ditutup dengan kegiatan buka puasa bersama yang berlangsung dalam suasana kebersamaan antara panitia, penerima manfaat, serta para tamu undangan yang hadir.***
BERITA13/03/2026 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
Wakasad Tutup TMMD di Desa Cipelah, Rancabali, Kabupaten Bandung, BAZNAS Ikut Partisipasi
Wakasad Tutup TMMD di Desa Cipelah, Rancabali, Kabupaten Bandung, BAZNAS Ikut Partisipasi
RANCABALI, 11 MARET 2026 — Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Muhammad Soleh Mustafa menutup secara resmi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Desa Cipelah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung. Penutupan pada Rabu 11 Maret 2026 dihadiri Wabup Ali Syakieb, Dandim Kabupaten Bandung Samto Betah, para Dandim di Bandung Raya, pada kepala dinas dan badan Pemkab Bandung, Komandan Lanud Sulaiman, perwakilan Kodam Siliwangi dan Wakil Ketua 4 BAZNAS Kabupaten Bandung H. Sarnapi. Menurut Ali Syakieb, Pemkab Bandung mengalokasikan anggaran untuk bantuan TMMD maupun karya bakti TNI selama tahun 2026 sebesar Rp9 miliar. "Ditambah dengan bantuan dari dinas dan badan di Pemkab Bandung baik dalam bentuk anggaran maupun pelatihan," katanya. Dia menambahkan, TMMD di Desa Cipelah diutamakan untuk pembangunan jalan dengan cara dibeton sepanjang 1,5 Km. "Kami berharap agar hasil TMMD ini bisa bermanfaat untuk masyarakat baik peningkatan ekonomi maupun pariwisata di Rancabali," katanya. Sedangkan Samto Betah mengatakan, pengecoran jalan sepanjang 1,5 Km berhasil diselesaikan selama 25 hari yang dikerjakan baik siang maupun malam hari untuk mengejar target. "Kami juga melaksanakan rehab rumah tak layak huni sebanyak 12 unit dan pelatihan maupun sosialisasi dibantu OpD Pemkab Bandung," katanya. Dalam TMMD ini, BAZNAS kabupaten Bandung juga ikut berpartisipasi untuk membantu perbaikan masjid di Desa Cipelah.***
BERITA11/03/2026 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
Penguatan Program UPZ di Pacet, BAZNAS Dorong Optimalisasi Pengelolaan Zakat di Tingkat Desa
Penguatan Program UPZ di Pacet, BAZNAS Dorong Optimalisasi Pengelolaan Zakat di Tingkat Desa
PACET, 10 MARET 2026 - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung menghadiri kegiatan penguatan program Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di Kecamatan Pacet pada Selasa, 10 Maret 2026. Kegiatan yang diinisiasi oleh UPZ Kecamatan Pacet ini dihadiri unsur Forkopimcam, para ketua UPZ, serta perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI) desa se-Kecamatan Pacet. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus sosialisasi penguatan program pengelolaan zakat di tingkat kecamatan dan desa. Rangkaian acara diisi dengan diskusi program serta ditutup dengan buka puasa bersama. Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Yusuf Ali Tantowi menyampaikan bahwa pertemuan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu mendorong lahirnya langkah nyata dalam memperkuat peran UPZ di tengah masyarakat. “Ini pertemuan yang bernilai dan bermanfaat, saya berharap ada aksi nyata dan memberi nilai manfaat kepada masyarakat di daerahnya masing-masing,” ujarnya. Dalam pemaparannya, ia juga menekankan pentingnya peran amil dalam mengelola zakat secara profesional agar penyalurannya dapat tepat sasaran kepada para mustahik. “Harus betul-betul bisa disalurkan kepada para mustahik yang membutuhkan,” katanya. Dirinya turut menyinggung masih adanya berbagai persepsi yang simpang siur terkait peran amil zakat di masyarakat. Ia mengingatkan agar petugas UPZ dapat menjalankan tugas secara berkelanjutan, tidak hanya aktif pada momentum tertentu seperti Idul Fitri. “Banyak simpang siur terkait amil. Petugas UPZ jangan ada saat momen Idul Fitri saja,” ungkapnya. Selain itu, ia juga mendorong para pengurus UPZ untuk mengoptimalkan potensi zakat maal yang ada di wilayah masing-masing melalui edukasi kepada masyarakat. “Olah kemudian potensi-potensi zakat maal. Edukasi masyarakat, jangan merasa jadi beban,” tuturnya. Melalui upaya tersebut, ia berharap pengelolaan zakat dapat semakin optimal sehingga harta para aghniya dapat tersucikan dan hak para mustahik dapat tersalurkan dengan baik. “Sehingga harta-harta aghniya semuanya bersih dan mustahik bisa menerima haknya,” pungkasnya.***
BERITA10/03/2026 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Salurkan Paket Bekal Ibadah Ramadhan di Kampung Kasepen Pangalengan
BAZNAS Kabupaten Bandung Salurkan Paket Bekal Ibadah Ramadhan di Kampung Kasepen Pangalengan
PANGALENGAN, 9 MARET 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung kembali menyalurkan paket bekal ibadah Ramadhan kepada masyarakat yang membutuhkan. Kali ini, penyaluran dilaksanakan di Kampung Kasepen, Desa Lamajang, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, pada Senin, 9 Maret 2026. Penyaluran paket tersebut dilakukan langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, Yusuf Ali Tantowi, yang secara simbolis menyerahkan bantuan kepada para penerima manfaat di wilayah tersebut. Kegiatan ini merupakan bagian dari program sosial BAZNAS dalam menyambut dan mendukung pelaksanaan ibadah masyarakat selama bulan suci Ramadhan. Program paket bekal ibadah Ramadhan ini ditujukan bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan, seperti fakir miskin, lansia dhuafa, janda atau keluarga prasejahtera, guru ngaji, marbot masjid, serta warga yang terdampak kondisi ekonomi. Sebelumnya, BAZNAS Kabupaten Bandung juga telah menyalurkan paket serupa kepada masyarakat di Kampung Purbasari, Desa Wanasuka, yang juga berada di Kecamatan Pangalengan. Penyaluran ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan BAZNAS untuk memastikan bantuan dapat menjangkau masyarakat di berbagai wilayah. Melalui program tersebut, BAZNAS Kabupaten Bandung berupaya membantu masyarakat agar dapat menjalankan ibadah Ramadhan dengan lebih tenang dan khusyuk, sekaligus memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat.***
BERITA09/03/2026 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
Tak Kuasa Menahan Air Mata, Presiden Prabowo Apresiasi Peran Besar BAZNAS Bantu Palestina
Tak Kuasa Menahan Air Mata, Presiden Prabowo Apresiasi Peran Besar BAZNAS Bantu Palestina
BAZNAS KAB BANDUNG – Kontribusi Badan Amil Zakat Nasional dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina mendapat apresiasi dari Prabowo Subianto. Apresiasi tersebut disampaikan Presiden saat menghadiri kegiatan silaturahmi bersama 121 kiai, ulama, serta pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam di Istana Merdeka, Kamis (5/3/2026). Dalam kesempatan tersebut, Presiden menyampaikan penghargaan atas peran BAZNAS yang dinilai telah menjadi representasi kepedulian masyarakat Indonesia, khususnya umat Islam, terhadap kondisi kemanusiaan yang tengah dialami rakyat Palestina. Suasana haru menyelimuti ruangan ketika Presiden menyaksikan video dokumentasi pengiriman bantuan kemanusiaan yang disalurkan kepada masyarakat Palestina. Momen tersebut menggambarkan secara langsung dampak nyata bantuan yang berhasil dihimpun dan didistribusikan kepada masyarakat terdampak konflik. Dalam sambutannya, Presiden menegaskan bahwa bantuan yang disalurkan melalui BAZNAS sangat dirasakan oleh masyarakat Palestina. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menghimpun dan menyalurkan bantuan kemanusiaan tersebut. “Luar biasa, terima kasih BAZNAS. Anda mewakili bangsa Indonesia, Anda mewakili umat Islam di Indonesia. Bantuan Anda sangat dirasakan oleh masyarakat Palestina,” ujar Presiden Prabowo. Pemerintah Indonesia, lanjut Presiden, turut memberikan dukungan terhadap proses distribusi bantuan kemanusiaan tersebut. Dukungan tersebut mencakup penyediaan sarana pengiriman udara guna memastikan bantuan logistik dapat sampai dengan aman kepada masyarakat yang membutuhkan. “Banyak bahan-bahan yang diterjunkan adalah bahan-bahan melalui BAZNAS. Saya berterima kasih atas nama pemerintah dan bangsa Indonesia atas bantuan saudara-saudara BAZNAS yang mengorganisirnya,” kata Presiden. Pertemuan yang dihadiri para kiai dan tokoh Islam tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum untuk memperkuat komitmen solidaritas kemanusiaan Indonesia terhadap masyarakat Palestina di tengah situasi krisis yang masih berlangsung. Peran BAZNAS dalam menghimpun serta menyalurkan bantuan secara terorganisir dan tepat sasaran dinilai sebagai wujud nyata amanah umat Islam Indonesia yang disalurkan untuk kepentingan kemanusiaan global. Selama Ramadan 1447 Hijriah, BAZNAS juga terus menghadirkan berbagai program bantuan bagi masyarakat Palestina. Bantuan tersebut meliputi paket makanan, makanan siap saji, layanan kesehatan, penyediaan air bersih, pakaian, tenda permukiman, selimut, hingga fasilitas pendukung seperti tenda masjid dan tenda kelas bagi anak-anak di wilayah terdampak konflik. Melalui berbagai program kemanusiaan tersebut, BAZNAS berupaya memastikan bahwa dukungan masyarakat Indonesia dapat terus hadir untuk membantu meringankan beban rakyat Palestina sekaligus memperkuat semangat solidaritas kemanusiaan lintas bangsa.***
BERITA07/03/2026 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
Peringatan Nuzulul Quran, Bupati Bandung Tunaikan Zakat Fitrah Melalui BAZNAS Kabupaten Bandung
Peringatan Nuzulul Quran, Bupati Bandung Tunaikan Zakat Fitrah Melalui BAZNAS Kabupaten Bandung
SOREANG, 6 MARET 2026 – BAZNAS Kabupaten Bandung pada Jumat, 6 Maret 2026 menerima zakat fitrah secara langsung dari Bupati Bandung H. M. Dadang Supriatna. Penyerahan zakat diterima oleh Ketua BAZNAS Kab Bandung H. Yusuf Ali Tantowi. Penyerahan zakat tersebut dilaksanakan di Rumah Dinas Bupati Bandung dan dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Nuzulul Quran yang digelar di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung. Sebagai informasi, momentum penyerahan zakat oleh pimpinan daerah tersebut merupakan bagian dari penunaian zakat yang memang rutin dilaksanakan oleh para pemimpin yang dikenal dengan istilah Zakat Istana. Program ini diakomodasi oleh BAZNAS sebagai lembaga resmi pengelola zakat di Indonesia, yang mencakup penyerahan zakat oleh para pemimpin negara mulai dari presiden hingga kepala daerah. Melalui mekanisme tersebut, BAZNAS memastikan bahwa zakat yang ditunaikan oleh para pemimpin dapat dikelola secara amanah, profesional, dan tepat sasaran kepada para mustahik. Selain itu, penunaian zakat oleh pimpinan juga diharapkan dapat menjadi teladan bagi masyarakat untuk menunaikan kewajiban zakat melalui lembaga resmi. Dalam sambutannya, Bupati Bandung Dadang Supriatna menyampaikan bahwa Al-Qur’an menjadi pedoman utama bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan. “Al-Qur’an adalah salah satu cahaya dan pedoman bagi umat Islam,” ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa nilai-nilai Al-Qur’an terus diwariskan dari generasi ke generasi melalui peran para ulama dan tokoh agama. “Al-Qur’an disebarluaskan dari Nabi Muhammad SAW hingga hari ini oleh para alim ulama dan ustaz,” tambahnya. Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa perhatian Pemerintah Kabupaten Bandung terhadap nilai-nilai keagamaan juga tercermin dalam visi pembangunan daerah yang menempatkan aspek religius sebagai salah satu pilar utama. Rangkaian kegiatan tersebut ditutup dengan penyerahan secara simbolis zakat fitrah oleh Bupati Bandung kepada BAZNAS Kabupaten Bandung sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat pengelolaan zakat di Kabupaten Bandung, khususnya di bulan suci Ramadan.***
BERITA06/03/2026 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS RI: Penyaluran untuk Fakir Miskin Tetap Menjadi Prioritas Utama, Jauh Lebih Besar dari Porsi Amil
BAZNAS RI: Penyaluran untuk Fakir Miskin Tetap Menjadi Prioritas Utama, Jauh Lebih Besar dari Porsi Amil
BAZNAS KAB BANDUNG – Merespons perhatian publik di media sosial terkait Laporan Keuangan 2024, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menegaskan bahwa tata kelola dana zakat dijalankan dengan prinsip transparansi serta kepatuhan penuh pada regulasi. BAZNAS menjelaskan bahwa porsi penyaluran zakat sepanjang tahun 2024 tetap didominasi oleh Asnaf Miskin dengan persentase mencapai 38,4 persen. Angka ini jauh melampaui alokasi untuk Asnaf Amil yang hanya sebesar 12,32 persen, di mana angka tersebut masih di bawah batas maksimal 12,5 persen yang ditetapkan dalam KMA No. 606 Tahun 2020. "Seluruh dana zakat disalurkan secara proporsional kepada delapan asnaf. Prioritas utama kami adalah pengentasan kemiskinan, baik melalui program konsumtif maupun pemberdayaan ekonomi produktif seperti Z-Mart dan Balai Ternak," tulis pernyataan resmi BAZNAS RI. BAZNAS memastikan laporan keuangan tersebut telah melalui audit berlapis, mulai dari Kantor Akuntan Publik (KAP) Independen, Audit Syariah Kemenag, hingga pengawasan fungsional oleh Itjen Kemenag RI. Publik pun dapat memantau langsung transparansi data tersebut melalui laman resmi www.baznas.go.id. Langkah ini merupakan komitmen BAZNAS dalam menjaga amanah muzaki dengan prinsip 3A: Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Sebelumnya diketahui publik menyoroti laporan keuangan BAZNAS RI di 2024 yang memperlihatkan nilai untuk fakir lebih kecil daripada Amil. Dalam rilisnya, BAZNAS RI menyebut seluruh proses pengelolaan zakat dilaksanakan dengan komitmen tinggi terhadap prinsip transparansi dan akuntabilitas, sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat dan Prinsip Aman Syar’i, Aman Regulasi dan Aman NKRI (3A). BAZNAS juga menjalani audit syariah oleh tim auditor syariah yang ditetapkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) untuk memastikan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip syariah dalam setiap aktivitas pengelolaan zakat. BAZNAS berkomitmen mengubah mustahik menjadi muzaki melalui program yang mandiri. Melalui dana zakat, warga kota diberdayakan lewat lini usaha produktif (Z-Chicken hingga Z-Auto), sementara warga desa diperkuat melalui Balai Ternak dan pembiayaan mikro syariah. Tak hanya ekonomi, aspek pendidikan menjadi pilar utama dalam alokasi Fi Sabilillah lewat berbagai program beasiswa dan bantuan sekolah. BAZNAS juga hadir di garda terdepan nusantara dengan mendukung perjuangan para dai di wilayah pelosok dan daerah minoritas. Semuanya dirancang demi menciptakan dampak kesejahteraan yang nyata dan jangka panjang.***
BERITA03/03/2026 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
BAZNAS Kabupaten Bandung dan Noera by Reisha Salurkan Paket Bekal Ibadah Ramadan di Pangalengan
BAZNAS Kabupaten Bandung dan Noera by Reisha Salurkan Paket Bekal Ibadah Ramadan di Pangalengan
PANGALENGAN, 2 MARET 2026 – BAZNAS Kabupaten Bandung melaksanakan penyaluran paket bekal ibadah Ramadan kepada masyarakat di Kampung Purbasari, Desa Wanasuka, Kecamatan Pangalengan, pada Senin, 2 Maret 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program Ramadan BAZNAS Kabupaten Bandung tahun 2026. Program penyaluran paket bekal ibadah Ramadan ini menyasar kelompok masyarakat yang membutuhkan, di antaranya fakir miskin, lansia dhuafa, janda prasejahtera, guru ngaji, marbot masjid, serta masyarakat yang terdampak kondisi ekonomi sulit. Melalui program ini, BAZNAS Kabupaten Bandung berupaya mendukung kelancaran dan kekhusyukan ibadah masyarakat selama bulan suci Ramadan. Dalam pelaksanaan kegiatan kali ini, BAZNAS Kabupaten Bandung menggandeng Noera by Reisha sebagai mitra kolaborasi. Sinergi tersebut merupakan kelanjutan dari kerja sama sebelumnya dalam program Belanja Gratis Yatim yang telah menjangkau sebanyak 100 anak yatim di Kabupaten Bandung. Penyerahan paket bekal ibadah Ramadan dilakukan secara langsung kepada para penerima manfaat di lokasi kegiatan. Pendekatan ini diharapkan dapat memastikan bantuan diterima tepat sasaran sekaligus mempererat hubungan antara BAZNAS, mitra kolaborasi, dan masyarakat. Melalui kolaborasi lintas sektor ini, BAZNAS Kabupaten Bandung berharap dapat memperkuat solidaritas sosial, memperluas jangkauan kebermanfaatan program Ramadan, serta meningkatkan kualitas pelaksanaan ibadah masyarakat penerima manfaat, khususnya di wilayah Kecamatan Pangalengan.***
BERITA02/03/2026 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
BAZNAS Kabupaten Bandung Sosialisasikan Ibadah Ramadhan dan Zakat kepada Personel Mako Korpasgat
BAZNAS Kabupaten Bandung Sosialisasikan Ibadah Ramadhan dan Zakat kepada Personel Mako Korpasgat
MARGAHAYU, 2 MARET 2026 – Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Yusuf Ali Tantowi, berkesempatan hadir sebagai pemateri keagamaan dalam kegiatan pembinaan rohani Islam yang diikuti oleh personel Korps Pasukan Gerak Cepat TNI AU. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin, 2 Maret 2026, bertempat di Masjid Nurul Iman, Lanud Sulaiman, Kabupaten Bandung. Dalam tausiyahnya, Yusuf Ali Tantowi menekankan bahwa ibadah tidak boleh dimaknai secara sempit hanya sebatas aktivitas ritual di masjid semata, terlebih di bulan suci Ramadan. “Ibadah bukan hanya sekadar ke masjid. Ramadan inilah momentumnya,” ujarnya di hadapan para personel Mako Korpasgat. Ia menjelaskan bahwa Ramadan merupakan sarana pelatihan spiritual yang Allah SWT siapkan untuk umat Islam agar semakin kuat dalam menjalani kehidupan. “Ramadan adalah tempat pelatihan, dilatih dan dididik oleh Allah untuk beribadah,” tuturnya. Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa ibadah puasa memiliki peran besar dalam membentuk karakter dan akhlak seorang muslim. “Allah melatih kita selama sebulan penuh. Puasa melatih kita untuk menjadi pribadi yang jujur,” katanya. Menurutnya, puasa juga mengajarkan nilai empati dan kepedulian sosial dengan merasakan langsung kondisi orang-orang yang kekurangan. “Puasa juga mengajarkan rasa empati. Kita merasakan bagaimana kondisi orang yang tidak makan dan minum, sehingga tumbuh kepedulian dalam diri kita,” jelasnya. Selain ibadah puasa, Yusuf Ali Tantowi juga mengingatkan pentingnya menunaikan zakat fitrah sebagai bagian dari kewajiban di bulan Ramadan. Ia menyampaikan bahwa di Kabupaten Bandung, zakat fitrah telah ditetapkan setara dengan 2,5 kilogram beras atau senilai Rp37.500 per jiwa. “Selain puasa, di Ramadan kita juga dilatih untuk mengeluarkan zakat fitrah. Di Kabupaten Bandung dinilai dengan beras 2,5 kilogram atau senilai Rp37.500,” ungkapnya. Ia pun mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan kebiasaan berzakat tidak hanya terbatas di bulan Ramadan, tetapi juga terus dilanjutkan dalam bentuk zakat mal di luar Ramadan. “Di luar Ramadan juga harus menjadi habit untuk mengeluarkan zakat mal,” tambahnya. Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung juga berharap agar Ramadan menjadi momentum perubahan menuju pribadi yang lebih baik dan bertakwa. “Mudah-mudahan kita diberikan kekuatan oleh Allah di bulan Ramadan, sehingga nanti menjadi orang-orang yang bertakwa,” pungkasnya. Kegiatan pembinaan keagamaan ini berlangsung dengan khidmat dan penuh antusiasme, serta diharapkan dapat memperkuat nilai-nilai keimanan, kejujuran, dan kepedulian sosial di kalangan personel Mako Korpasgat.***
BERITA02/03/2026 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
Didampingi Bupati Bandung, BAZNAS Ajak Anak Yatim Belanja Baju Lebaran, Doakan Para Muzakki
Didampingi Bupati Bandung, BAZNAS Ajak Anak Yatim Belanja Baju Lebaran, Doakan Para Muzakki
SOREANG, 1 MARET 2026 – Suasana haru dan penuh kebahagiaan menyelimuti Yogya Soreang saat para anak yatim dengan antusias memilih sendiri baju Lebaran mereka pada Senin, 1 Maret 2026. Senyum dan tawa anak-anak tersebut menjadi potret nyata kebermanfaatan zakat yang dikelola secara amanah oleh BAZNAS Kabupaten Bandung. Program Belanja Gratis Yatim ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Ramadhan BAZNAS Kabupaten Bandung, yang bertujuan menghadirkan kebahagiaan dan rasa percaya diri bagi anak-anak yatim utamanya dalam menyambut Hari Raya Idulfitri. Kegiatan tersebut turut dihadiri langsung oleh Dadang Supriatna. Bupati Bandung tampak mendampingi anak-anak yatim saat berbelanja, menyapa mereka, serta berinteraksi hangat di sela-sela kegiatan, menambah semangat dan kebahagiaan para peserta. Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, Yusuf Ali Tantowi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen BAZNAS dalam memastikan anak-anak yatim turut merasakan kebahagiaan Ramadhan dan Idulfitri. “Kami ingin memastikan bahwa BAZNAS hadir bersama anak-anak hebat ini. Mereka juga berhak merasakan kebahagiaan menyambut Lebaran. Dengan memiliki baju baru, kami berharap mereka dapat merayakan Idulfitri dengan penuh kegembiraan,” ujar Yusuf Ali Tantowi. Ia menambahkan, zakat yang ditunaikan para muzakki melalui BAZNAS bukan sekadar bantuan materi, tetapi juga menghadirkan harapan, perhatian, dan kasih sayang bagi anak-anak yatim. “Zakat adalah jembatan kebaikan yang menghubungkan para muzakki dengan mereka yang membutuhkan. Dari zakat itulah lahir kebahagiaan yang hari ini dapat dirasakan oleh anak-anak yatim,” lanjutnya. Dalam momen penuh haru tersebut, Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung juga mengajak anak-anak yatim untuk bersama-sama mendoakan para muzakki, munfiq, mutasaddik, serta seluruh donatur yang telah menyalurkan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS. “Anak-anak, mari kita doakan orang-orang baik yang telah membantu kita. Semoga Allah menerima seluruh amal kebaikan mereka, membersihkan harta mereka, dan menjadikannya penuh keberkahan,” ucapnya. Doa yang dipanjatkan oleh anak-anak yatim tersebut menjadi penutup yang menyentuh, menggambarkan betapa zakat yang dititipkan para donatur telah menghadirkan kebahagiaan nyata bagi para penerima manfaat. Sementara itu, Bupati Bandung Dadang Supriatna mengapresiasi program kemanusiaan yang digagas oleh BAZNAS Kabupaten Bandung. Menurutnya, zakat yang dikelola secara profesional dan transparan mampu menjadi kekuatan sosial yang besar dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. “Kami mengapresiasi langkah BAZNAS Kabupaten Bandung yang terus menghadirkan program-program kemanusiaan yang menyentuh langsung masyarakat, khususnya anak-anak yatim. Program seperti ini menunjukkan bahwa zakat memiliki dampak sosial yang nyata,” ungkapnya. Ia juga mengajak masyarakat Kabupaten Bandung untuk terus memperkuat semangat berbagi dengan menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas dan merata. Melalui berbagai program Ramadhan, BAZNAS Kabupaten Bandung terus berupaya memperluas manfaat zakat sekaligus menjadi jembatan kebaikan antara para muzakki dan mustahik dalam mewujudkan kesejahteraan umat.***
BERITA01/03/2026 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
Bupati Bandung Dampingi Anak Yatim Berbelanja Gratis di Program Ramadhan BAZNAS, Kolaborasi Yogya Soreang, Semesta Berbagi dan Noera by Reisha
Bupati Bandung Dampingi Anak Yatim Berbelanja Gratis di Program Ramadhan BAZNAS, Kolaborasi Yogya Soreang, Semesta Berbagi dan Noera by Reisha
SOREANG, 1 MARET 2026 - Pada Minggu, 1 Maret 2026, BAZNAS Kabupaten Bandung kembali menggelar kegiatan sosial bertajuk Belanja Yatim Gratis yang dilaksanakan di Yogya Soreang. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian program Ramadhan 1447 Hijriah yang bertujuan memberikan kebahagiaan serta kepastian pemenuhan kebutuhan dasar bagi anak-anak yatim. Pada pelaksanaannya kali ini, BAZNAS Kabupaten Bandung berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung, Yogya Soreang, serta Semesta Berbagi dan Noera by Reisha. Sinergi ini menjadi bukti nyata kepedulian bersama dalam mendukung kesejahteraan anak-anak yatim di Kabupaten Bandung. Acara tersebut dihadiri langsung oleh H.M. Dadang Supriatna, Bupati Bandung. Diketahui, kegiatan Belanja Yatim Gratis ini merupakan kali kedua diselenggarakan oleh BAZNAS Kabupaten Bandung, dan pada dua gelaran tersebut Bupati Bandung selalu hadir memberikan dukungan secara langsung. Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Yusuf Ali Tantowi, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kepedulian terhadap anak yatim sebagai bentuk tanggung jawab keimanan dan sosial. “Hari ini kami hadir, kita sebagai orang percaya hari akhir harus peduli dan terdepan kepada anak yatim sehingga tergaransi masa depannya menjadi gemilang,” ujarnya. “Kita memastikan hadir untuk kebaikan mereka,” lanjutnya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para donatur, “Kami berterima kasih kepada muzaki, munfiq dan mutashodiq yang telah menitipkan hartanya ke BAZNAS. Mudah-mudahan hartanya berkah.” Sementara itu, Bupati Bandung H. M. Dadang Supriatna mengapresiasi konsistensi BAZNAS Kabupaten Bandung serta Yogya Soreang sebagai partner dalam menyelenggarakan kegiatan sosial yang berkelanjutan. “Ini merupakan tahun ke-2 BAZNAS menyelenggarakan belanja anak istimewa,” tuturnya. “Terima kasih untuk BAZNAS karena telah konsisten menggelar kegiatan belanja bersama anak-anak istimewa kita,” sambungnya. Ia juga menambahkan, “Terutama kepada para aghniya yang telah menitipkan zakat, infak, dan sedekahnya.” Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bandung turut menyinggung peran BAZNAS dalam berbagai kegiatan keagamaan di Kabupaten Bandung. “Ada juga kegiatan Jumat keliling yang selalu dibantu oleh BAZNAS, terutama di kegiatan tarawih keliling,” ungkapnya. Selain itu, Bupati Bandung menyampaikan informasi terkait zakat fitrah yang telah ditetapkan di Kabupaten Bandung, yakni sebesar Rp37.500 per jiwa. “Melalui BAZNAS insya Allah akan lebih terarah, fokus kepada pemberian sesuai peruntukannya,” pungkasnya. Melalui kegiatan Belanja Yatim Gratis ini, BAZNAS Kabupaten Bandung berharap dapat terus menghadirkan kebermanfaatan yang nyata, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang amanah,profesional, dan berdampak luas.***
BERITA01/03/2026 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
Isu Dana Zakat Dipakai MBG, BAZNAS RI Tegaskan Seluruhnya Disalurkan Sesuai Syariah Islam
Isu Dana Zakat Dipakai MBG, BAZNAS RI Tegaskan Seluruhnya Disalurkan Sesuai Syariah Islam
KAB BANDUNG — Isu dana zakat yang disebut-sebut digunakan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) kian beredar luas di media sosial dan menimbulkan beragam persepsi di tengah masyarakat. Merespons hal tersebut, BAZNAS RI melalui Pimpinan Bidang Pengumpulan, H. Rizaludin Kurniawan, menegaskan bahwa dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) memiliki ketentuan syariah yang jelas serta tidak dapat dialihkan untuk program di luar peruntukan yang telah ditetapkan dalam Islam. Ia menjelaskan bahwa zakat merupakan amanah umat yang pengelolaannya terikat pada hukum syariah. Karena itu, setiap rupiah dana ZIS yang dihimpun wajib disalurkan kepada kelompok penerima yang telah ditentukan, yakni delapan golongan asnaf sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an. Ketentuan tersebut menjadi dasar utama dalam tata kelola zakat di BAZNAS, mulai dari proses penghimpunan hingga pendistribusian. Seluruh program yang dijalankan BAZNAS dipastikan berada dalam koridor syariah dan tidak keluar dari tujuan utama zakat, yaitu membantu fakir miskin serta kelompok rentan lainnya. Rizaludin menegaskan, secara sistem dan sumber pendanaan, pengelolaan zakat berbeda dengan program Makan Bergizi Gratis. Program MBG merupakan kebijakan pemerintah yang dibiayai melalui anggaran negara, sedangkan dana ZIS berasal dari kepercayaan masyarakat yang penggunaannya dibatasi secara ketat oleh ketentuan agama. Oleh karena itu, isu yang menyebutkan adanya penggunaan dana zakat untuk program MBG dipastikan tidak benar. BAZNAS memastikan bahwa dana ZIS tidak dialokasikan untuk program yang tidak termasuk dalam kategori asnaf. Dalam pengelolaannya, BAZNAS juga berpedoman pada prinsip 3A, yaitu Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Prinsip ini menjadi rambu agar pengelolaan zakat tidak hanya sah secara agama, tetapi juga taat hukum dan mendukung kepentingan nasional. Lebih lanjut, dana ZIS yang dihimpun BAZNAS disalurkan melalui berbagai program yang berfokus pada pengentasan kemiskinan, peningkatan akses pendidikan dan layanan kesehatan, penguatan ekonomi umat, serta bantuan kemanusiaan bagi masyarakat yang membutuhkan. BAZNAS pun mengimbau masyarakat agar lebih selektif dalam menerima informasi, khususnya yang berkaitan dengan pengelolaan dana zakat. Informasi yang tidak akurat berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan mengurangi kepercayaan publik. Sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat, BAZNAS secara rutin menyusun laporan keuangan dan program yang diaudit serta dipublikasikan secara terbuka melalui kanal resmi lembaga.***
BERITA24/02/2026 | Admin
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Bandung.

Lihat Daftar Rekening →