Berita Terbaru
Dorong Pemberdayaan Ekonomi Umat, BAZNAS Kab Bandung Teken MoU dengan Telkom University
DAYEUHKOLOT, 22 JANUARI 2026 — BAZNAS Kabupaten Bandung resmi menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Center of Excellence (CoE) Smart MSME & Halal Ecosystem (SHE) Telkom University pada Kamis, 22 Januari 2026. Penandatanganan MoU ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi antara lembaga pengelola zakat dengan institusi pendidikan tinggi.
Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Bandung diwakili langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Yusuf Ali Tantowi. Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi wadah sinergi dalam pengembangan program-program berbasis pemberdayaan dan keilmuan, khususnya yang berkaitan dengan ekonomi umat dan ekosistem halal.
Secara umum, ruang lingkup MoU ini mencakup kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan sumber daya kelembagaan. Kolaborasi ini diarahkan untuk mendorong inovasi dan penguatan kapasitas lembaga, baik di lingkungan BAZNAS maupun Telkom University.
Dalam kegiatan tersebut, H. Yusuf Ali Tantowi juga memaparkan salah satu program terbaru BAZNAS Kabupaten Bandung yang baru saja diluncurkan, yakni program Z Kosmetik. Program ini merupakan salah satu bentuk upaya BAZNAS dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui sektor usaha berbasis produk halal.
“Bentuk programnya merupakan paket yang diberikan oleh BAZNAS,” ujarnya.
Melalui penandatanganan MoU ini, BAZNAS Kabupaten Bandung berharap dapat memanfaatkan dukungan akademik, riset, dan inovasi dari Telkom University, khususnya CoE Smart MSME & Halal Ecosystem (SHE), dalam mengembangkan program-program pemberdayaan yang lebih terukur dan berdampak luas.
Kerja sama ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui kegiatan pengabdian, sekaligus memperkuat peran zakat dalam mendukung pembangunan sosial dan ekonomi di Kabupaten Bandung.***
BERITA22/01/2026 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Perkuat Kolaborasi dengan Disnaker dalam Implementasi ZIS
SOREANG, 20 JANUARI 2026 — BAZNAS Kabupaten Bandung berkesempatan hadir dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bandung pada Selasa, 20 Januari 2026. Kegiatan tersebut mengusung tema Implementasi Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial.
Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala Disnaker Kabupaten Bandung H. Dadang Komara, Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung H. Yusuf Ali Tantowi, serta Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Bandung H. Jamjam Erawan. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara BAZNAS dan Disnaker dalam mendorong optimalisasi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di lingkungan dunia usaha dan ketenagakerjaan.
Dalam pemaparannya, Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung H. Yusuf Ali Tantowi menjelaskan bahwa keberadaan ZIS tidak hanya berdampak pada aspek sosial kemasyarakatan, tetapi juga memiliki manfaat lain yang strategis.
Menurutnya, selain menjadi solusi berbagai persoalan sosial, zakat, infak, dan sedekah juga dapat menjadi pengurang pajak bagi para muzakki atau wajib zakat. Hal ini menjadi salah satu nilai tambah yang dapat mendorong peningkatan kesadaran berzakat di kalangan perusahaan maupun para pekerja.
Sementara itu, Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Bandung H. Jamjam Erawan memaparkan tentang kewajiban menunaikan zakat bagi mereka yang telah mencapai nisab.
“Rizki akan bersih, jiwa akan tenang. Kalau tidak mencapai nisab, dianjurkan untuk berinfak,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya legalitas dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah agar tidak terjadi penyimpangan atau praktik pungutan liar.
“Kami harapkan ke depan bapak dan ibu yang punya perusahaan membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ),” jelasnya.
Menurutnya, keberadaan UPZ di lingkungan perusahaan akan memberikan manfaat besar, baik bagi perusahaan maupun karyawan.
“Manfaatnya akan kembali lagi kepada karyawan ibu bapak semua,” tambahnya.
Untuk diketahui, sebelumnya BAZNAS Kabupaten Bandung bersama Disnaker Kabupaten Bandung telah menjalin kolaborasi dalam menggali potensi ZIS di kalangan perusahaan dan pekerja. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui program bertajuk Pekerja Berkah, Masyarakat Sejahtera.
Program ini bertujuan untuk menghimpun zakat, infak, dan sedekah dari kalangan pekerja, yang nantinya akan disalurkan kembali untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan sosial serta membantu kesejahteraan pekerja dan keluarganya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak perusahaan di Kabupaten Bandung yang tergerak untuk membentuk UPZ serta berpartisipasi aktif dalam gerakan zakat. Sinergi antara BAZNAS dan Disnaker Kabupaten Bandung diharapkan dapat terus berlanjut guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang lebih luas dan merata.***
BERITA20/01/2026 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
HUT ke-25 BAZNAS, BAZNAS Kabupaten Bandung Perkuat Pemberdayaan lewat Z-Kosmetika
SOREANG, 20 JANUARI 2026 — BAZNAS Kabupaten Bandung memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 BAZNAS dengan rangkaian kegiatan berupa peluncuran program Z-Kosmetika, istigasah, serta penyerahan bantuan kepada 50 penerima manfaat. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung BAZNAS Center, pada Selasa, 20 Januari 2026.
Acara dihadiri oleh jajaran pimpinan BAZNAS Kabupaten Bandung, Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kabupaten Bandung Hj. Nana Rostiana, serta Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Pemkab Bandung, H. Erwin Rinaldi.
Turut hadir sejumlah mitra pengusaha yang selama ini bersinergi dengan BAZNAS dalam pemberdayaan masyarakat, di antaranya dr. Titin Nugroho Rini dari PT Marizk Mahkota Rizki, Bunda Liena Mulyadi dari Koperasi Lumbung Indonesia, Krisna selaku pengusaha Fintech Syariah dan penyalur tenaga kerja ke Jepang, Nicolaus Iskandar dari Yayasan Brader, serta Binar dari Lokapala Parking.
Wakil Ketua Bidang Pengumpulan BAZNAS Kabupaten Bandung, Ustaz H. Jamjam Erawan, menyampaikan bahwa capaian pengumpulan zakat, infak, dan sedekah pada tahun 2025 berhasil melampaui target. Dari target sebesar Rp17 miliar, BAZNAS Kabupaten Bandung mampu menghimpun dana hingga Rp17,5 miliar.
Untuk tahun 2026, BAZNAS Kabupaten Bandung menargetkan pengumpulan ZIS sebesar Rp18 miliar sesuai ketetapan BAZNAS RI. Namun demikian, pihaknya optimistis capaian tersebut dapat melampaui target hingga Rp24 miliar. Adapun pendistribusian dan pendayagunaan ZIS difokuskan pada lima bidang utama, yakni pendidikan, pemberdayaan ekonomi, keagamaan, kepedulian sosial, dan kesehatan.
Ia juga mengungkapkan bahwa setiap harinya BAZNAS Kabupaten Bandung menerima sekitar 30 permohonan bantuan dari masyarakat. Seiring meningkatnya kepercayaan publik, permohonan bantuan pun terus bertambah. Dalam kesempatan tersebut, ia turut mengapresiasi peningkatan signifikan penghimpunan dari UPZ Kementerian Agama Kabupaten Bandung yang pada tahun 2025 mencapai Rp2,5 miliar.
Sementara itu, H. Erwin Rinaldi menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bandung dalam mendukung optimalisasi pengumpulan ZIS yang dilakukan BAZNAS Kabupaten Bandung, khususnya dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN). Ia berharap kontribusi dari sejumlah perangkat daerah, termasuk Dinas Pendidikan, dapat terus meningkat pada tahun ini.
Pada kesempatan yang sama, BAZNAS Kabupaten Bandung juga menyerahkan piagam penghargaan kepada UPZ Kemenag Kabupaten Bandung atas kontribusinya dalam penghimpunan zakat. Selain itu, diluncurkan pula program Z-Kosmetika, sebagai upaya pemberdayaan ekonomi bagi kaum ibu.
Program Z-Kosmetika diharapkan mampu memberikan keterampilan dan peluang usaha bagi masyarakat, khususnya perempuan, sehingga memiliki sumber pendapatan tambahan dan terhindar dari praktik bank emok maupun pinjaman online ilegal.***
BERITA20/01/2026 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
BAZNAS Kabupaten Bandung Dorong Penguatan Peran UPZ Melalui Sosialisasi UPZ Kecamatan Margaasih
KUTAWARINGIN, 20 JANUARI 2026 - BAZNAS Kabupaten Bandung menggelar kegiatan Sosialisasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kecamatan Margaasih pada Selasa, 20 Januari 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat peran UPZ di tingkat kecamatan dalam menghimpun dan mengelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara lebih optimal.
Hadir secara langsung dalam kegiatan tersebut Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Yusuf Ali Tantowi yang berkesempatan memberikan materi sosialisasi mengenai pentingnya zakat, infak, dan sedekah. Turut hadir Camat Margaasih Djoko Mardianto beserta jajaran, tokoh masyarakat, unsur Forkopimcam, serta para Ketua UPZ desa se-Kecamatan Margaasih.
Dalam penyampaiannya, Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung menekankan pentingnya dukungan dari seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat untuk memperkuat keberadaan UPZ di wilayah Margaasih.
“Perlu jajaran pemerintahan dari Margaasih untuk memperkuat zakat, infak sedekah utamanya UPZ Kecamatan Margaasih,” ucapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa BAZNAS merupakan lembaga resmi pemerintah yang memiliki tugas penting dalam pengelolaan zakat.
“BAZNAS adalah lembaga resmi pemerintah, memfasilitasi rukun Islam yang ketiga,” jelasnya.
Lebih lanjut, dirinya menyampaikan bahwa pengelolaan zakat harus dilakukan melalui lembaga resmi agar terhindar dari penyalahgunaan.
“Kalau tidak difasilitasi, akan ada penyalahgunaan. Kami berikan kemudahan untuk berzakat,” tambahnya.
Ketua BAZNAS juga menuturkan bahwa saat ini sudah banyak kemudahan yang disediakan untuk masyarakat dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah, terutama melalui BAZNAS Kabupaten Bandung. Salah satunya adalah layanan pembayaran secara online serta melalui Aplikasi Sistem Informasi Pelayanan (SIP) BAZNAS.
Ia berharap pertemuan ini tidak hanya sebatas sosialisasi, namun dapat mendorong langkah nyata dari para pengurus UPZ.
“Harapannya setelah pertemuan ini ada aksi nyata terutama untuk Unit Pengumpul Zakat,” tuturnya.
Senada dengan hal tersebut, Camat Margaasih Djoko Mardianto turut memberikan dukungan penuh terhadap penguatan UPZ di wilayahnya. Ia juga menceritakan pengalaman pribadinya mengenai besarnya manfaat zakat, infak, dan sedekah bagi masyarakat
“Kita bersama-sama, ketua UPZ Kecamatan tidak bisa bekerja sendiri,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua UPZ Kecamatan Margaasih menyampaikan harapannya agar program-program yang dilaksanakan di tingkat kecamatan dapat selaras dengan kebijakan dan arahan dari BAZNAS Kabupaten Bandung.
Dengan terlaksananya sosialisasi ini, diharapkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di Kecamatan Margaasih dapat semakin terkoordinasi, transparan, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. BAZNAS Kabupaten Bandung terus berkomitmen untuk mendorong penguatan UPZ sebagai garda terdepan dalam gerakan zakat di tingkat kecamatan dan desa.***
BERITA20/01/2026 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Serahkan Kunci Rumah Layak Huni di Cicalengka
CICALENGKA, 19 JANUARI 2026 —BAZNAS Kabupaten Bandung kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB).
Penyerahan kunci rumah dilaksanakan pada Senin, 19 Januari 2026, bertempat di Kampung Ciawitali RT 02 RW 08, Desa Tanjungwangi, Kecamatan Cicalengka.
Kegiatan penyerahan tersebut dihadiri secara langsung oleh Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Abdul Rouf, yang menyerahkan kunci rumah kepada para penerima manfaat.Dalam keterangannya, H. Abdul Rouf menyampaikan bahwa program Rumah Layak Huni ini merupakan bagian dari program akhir tahun 2025 yang terealisasi pada awal tahun 2026.
“Program ini merupakan program 2025 akhir, terealisasi di Januari awal 2026. Mudah-mudahan apa yang diterima, rumahnya menjadi rumah yang bermanfaat, rumah untuk jalan menuju surganya Allah,” ujarnya.
Pada penyerahan kunci RLHB kali ini, terdapat dua penerima manfaat, yakni Lili dan Iwan Supriadi, yang keduanya berdomisili di Kampung Ciawitali, Desa Tanjungwangi, Kecamatan Cicalengka.
Salah satu penerima manfaat mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh BAZNAS Kabupaten Bandung.
“Hatur nuhun ka BAZNAS Kabupaten Bandung sudah membantu keluarga saya, mudah-mudahan semoga menjadi manfaat dan berkah untuk keluarga saya,” ucapnya.
Program Rumah Layak Huni BAZNAS merupakan salah satu bentuk pendayagunaan zakat yang bertujuan menghadirkan hunian yang aman, sehat, dan layak bagi masyarakat kurang mampu.
Melalui program ini, BAZNAS Kabupaten Bandung berharap dapat memberikan manfaat jangka panjang serta meningkatkan kualitas hidup para mustahik.***
BERITA19/01/2026 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
Sosialisasi BAZNAS Kabupaten Bandung dan Peresmian UPZ Yayasan Al Jumhuriyah Majalaya
MAJALAYA, 15 JANUARI 2026 - BAZNAS Kabupaten Bandung melaksanakan kegiatan sosialisasi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sekaligus peresmian Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Yayasan Al Jumhuriyah Majalaya. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan acara Haul dan Tahlilan Jamaah Masjid Al Jumhuriyah Majalaya pada Kamis, 15 Januari 2026.
Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Bandung juga menyerahkan Surat Keputusan (SK) resmi pembentukan UPZ kepada Yayasan Al Jumhuriyah sebagai bentuk legalitas dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di lingkungan yayasan.
Kegiatan sosialisasi dan peresmian UPZ ini dihadiri oleh jajaran pengurus yayasan, tokoh masyarakat, serta jamaah Masjid Al Jumhuriyah terutama para siswa. BAZNAS Kabupaten Bandung diwakili langsung oleh Wakil Ketua I Bidang Penghimpunan, H. Jamjam Erawan.
Dalam penyampaiannya, H. Jamjam Erawan menjelaskan pentingnya peran zakat, infak, dan sedekah dalam kehidupan umat Islam.
“Salah satu rukun Islam yang belum berjaya terutama di Indonesia yaitu zakat infak sedekah,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa pada tahun 2026 ini, BAZNAS Kabupaten Bandung tengah menggencarkan sosialisasi ke berbagai elemen masyarakat.
“Tahun 2026 ini kami sosialisasi ke UPZ Desa, serta UPZ Sekolah,” jelasnya.
Lebih lanjut, H. Jamjam menekankan pentingnya tata kelola ZIS yang baik melalui mekanisme penghimpunan dan pelaporan yang terstruktur.
“Hitung dana yang terkumpul, setorkan ke BAZNAS lalu sertakan kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan dan latih anak-anak untuk infak dan sedekah,” tuturnya.
Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada Yayasan Al Jumhuriyah Majalaya yang dinilai memiliki semangat tinggi dalam pengelolaan ZIS.
“Alhamdulillah di Majalaya termasuk pelopor, saya sudah serahkan SK dan harus menjadi penggerak zakat infak dan sedekah,” tambahnya.
Dengan diresmikannya UPZ Yayasan Al Jumhuriyah, diharapkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di lingkungan Majalaya dapat berjalan lebih terorganisir, transparan, dan tepat sasaran. Keberadaan UPZ juga diharapkan mampu menjadi motor penggerak dalam menumbuhkan kesadaran berzakat di tengah masyarakat.
BAZNAS Kabupaten Bandung berharap semakin banyak lembaga dan komunitas yang mengikuti langkah serupa, sehingga gerakan ZIS dapat semakin masif dan berdampak luas bagi kesejahteraan umat di Kabupaten Bandung.***
BERITA15/01/2026 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
Sosialisasi BAZNAS Kab Bandung di Workshop Peningkatan Kompetensi Kepala Sekolah SD Swasta Kabupaten Bandung 2026
SOREANG, 14 JANUARI 2026 - BAZNAS Kabupaten Bandung berkesempatan mengisi materi sosialisasi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dalam kegiatan Workshop Peningkatan Kompetensi Kepala Sekolah SD Swasta Kabupaten Bandung Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Ormas Soreang pada Rabu, 14 Januari 2026.
Workshop ini diikuti oleh para kepala sekolah dasar swasta se-Kabupaten Bandung dan menjadi wadah peningkatan kapasitas sekaligus penguatan sinergi antar lembaga pendidikan. Kegiatan juga dimanfaatkan sebagai ruang silaturahmi dan kolaborasi antar pemangku kepentingan.
Ketua Forum Komunikasi Kepala Sekolah Dasar Swasta Kab Bandung, H. Andris Fajar dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan media silaturahmi yang penting bagi para kepala sekolah.
“Alhamdulillah bisa berkumpul di sini, juga disupport oleh BAZNAS,” ujarnya.
Ia menambahkan, “Saya ingin forum komunikasi bisa berjalan, intinya silaturahmi.”
Sementara itu, materi sosialisasi zakat, infak, dan sedekah disampaikan oleh Wakil Ketua I Bidang Penghimpunan BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Jamjam Erawan. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan hakikat zakat dan kaitannya dengan rezeki yang diterima oleh setiap individu.
“Zakat merupakan manfaat yang akan terasa oleh banyak orang,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan, “Dalam rezeki atau harta kita ada bagian Allah. Berikanlah kepada hamba-hamba-Nya yang disebut asnaf zakat.”
H. Jamjam Erawan turut menekankan pentingnya pengelolaan zakat yang terorganisir serta memiliki payung hukum yang jelas. Menurutnya, pengelolaan zakat tidak bisa dilakukan secara sembarangan.
“Di dalam zakat perlu diorganisir, jika tidak bisa dikategorikan pungutan liar (pungli),” tegasnya.
Ia menambahkan, “Jika memungut biaya dari siswa tanpa payung hukum terutama BAZNAS, maka bisa kena.”
Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Bandung mendorong sekolah-sekolah untuk membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) sebagai wadah resmi penghimpunan dan penyaluran ZIS.
“Kami hadir di sini mewadahi, mengorganisir, dan saya sarankan untuk sekolah-sekolah membuat Unit Pengumpul Zakat (UPZ),” ujarnya.
Lebih lanjut, H. Jamjam Erawan menekankan pentingnya pelaporan dalam pengelolaan ZIS agar akuntabilitas dapat terjaga dengan baik.
“Yang kami butuhkan pelaporan, baik penghimpunan maupun pendistribusian, supaya pertanggungjawabannya jelas dan transparan kepada masyarakat,” katanya.
Ia menutup dengan menegaskan peran BAZNAS dalam pengelolaan zakat, “Kami ingin menjadi juru selamat dalam ibadah ma’liyah," pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun pemahaman yang lebih baik mengenai pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di lingkungan sekolah, serta terjalin sinergi antara BAZNAS Kabupaten Bandung dan lembaga pendidikan dalam mendukung pengelolaan ZIS yang tertib, aman, dan sesuai regulasi.***
BERITA14/01/2026 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
Sosialisasi Zakat, Infak, dan Sedekah BAZNAS Kabupaten Bandung di SMPN 2 Paseh
PASEH, 12 JANUARI 2026 - BAZNAS Kabupaten Bandung berkesempatan melaksanakan kegiatan sosialisasi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di SMPN 2 Paseh pada Senin, 12 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya BAZNAS dalam memperluas pemahaman dan penguatan pengelolaan ZIS di lingkungan pendidikan.
Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Bandung diwakili oleh Asrofil Anam selaku Ketua Bagian Penghimpunan. Sosialisasi ini diikuti oleh pihak sekolah dengan antusias sebagai bentuk dukungan terhadap pengelolaan ZIS yang lebih terarah dan terkoordinasi.
Melalui sosialisasi ini, SMPN 2 Paseh didorong untuk membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) sekolah. Pembentukan UPZ diharapkan dapat menjadi sarana penghimpunan zakat, infak, dan sedekah secara optimal, sekaligus memastikan penyalurannya berjalan dengan baik, transparan, dan tepat sasaran.
Selain mendorong pembentukan UPZ, kegiatan sosialisasi ini juga menekankan pentingnya peran lembaga pendidikan dalam menanamkan nilai kepedulian sosial kepada peserta didik. Sekolah dinilai memiliki posisi strategis dalam membangun kesadaran berzakat, berinfak, dan bersedekah sejak usia dini melalui edukasi dan praktik yang berkelanjutan.
Pengelolaan ZIS melalui UPZ sekolah diharapkan dapat mendukung program-program sosial yang bermanfaat, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat sekitar. Dengan pengelolaan yang terstruktur, ZIS tidak hanya berfungsi sebagai ibadah individual, tetapi juga sebagai instrumen pemberdayaan dan solidaritas sosial.
BAZNAS Kabupaten Bandung terus mendorong sinergi dengan berbagai unsur, termasuk lembaga pendidikan, dalam rangka memperluas jaringan penghimpunan ZIS. Kolaborasi ini menjadi bagian dari strategi penguatan tata kelola zakat yang profesional, akuntabel, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan umat.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan terbangun komitmen bersama antara BAZNAS Kabupaten Bandung dan SMPN 2 Paseh untuk mendukung pengelolaan ZIS yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat kontribusi dunia pendidikan dalam pembangunan sosial dan kemanusiaan di Kabupaten Bandung.***
BERITA12/01/2026 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Laporkan Pengelolaan Zakat 2025 dalam Siraman Rohani Pemkab Bandung
SOREANG, 6 JANUARI 2026 — BAZNAS Kabupaten Bandung melaporkan pengelolaan zakat tahun 2025 dalam kegiatan Siraman Rohani yang digelar Pemerintah Kabupaten Bandung di Gedung Moh Toha, Selasa (6/1/2026).
Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS melalui Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Yusuf Ali Tantowi, menyampaikan laporan kinerja penghimpunan dan pendistribusian zakat sepanjang tahun 2025 kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN) Kabupaten Bandung yang mengikuti kegiatan secara luring maupun daring.
Pada tahun 2025, penghimpunan zakat, infak, dan sedekah berhasil mencapai target yang telah ditetapkan sebesar Rp17 miliar dan bahkan melampaui capaian tersebut hingga Rp17,5 miliar. Capaian ini menunjukkan tingginya partisipasi ASN dan masyarakat Kabupaten Bandung dalam mendukung pengelolaan zakat melalui BAZNAS.
Sementara itu, dari sisi pendistribusian, BAZNAS Kabupaten Bandung telah menyalurkan dana zakat kepada sekitar 23 ribu penerima manfaat. Penyaluran tersebut masih akan terus berjalan, khususnya untuk program pembayaran insentif dan BPJS, bantuan bagi takmir dan marbot masjid, program rumah tidak layak huni (rutilahu), bantuan berbasis proposal, serta donasi untuk penanganan kebencanaan.
Kegiatan Siraman Rohani ini turut dihadiri oleh Bupati Bandung H. M. Dadang Supriatna bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Bandung serta seluruh ASN se-Kabupaten Bandung. Momentum ini menjadi sarana penguatan sinergi antara Pemkab Bandung dan BAZNAS dalam mewujudkan pengelolaan zakat yang transparan, akuntabel, dan berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat.***
BERITA06/01/2026 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
Deklarasi Kepala Sekolah Menuju Indonesia Emas 2045, Bupati Bandung Apresiasi Terobosan BAZNAS
SOREANG, 30 DESEMBER 2025 — Kegiatan Deklarasi Kepala Sekolah Menuju Indonesia Emas 2045 digelar di SMP Negeri 1 Soreang dan dihadiri langsung oleh Bupati Bandung, Ketua PGRI Kabupaten Bandung, para Camat dari Kecamatan Soreang, Kutawaringin, Cangkuang, Pasirjambu, Ciwidey, dan Rancabali, serta seluruh kepala sekolah dari Subrayon 1, 3, dan 4.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi dunia pendidikan dengan berbagai pihak untuk menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas.
Dalam sambutannya, Bupati Bandung mengapresiasi kinerja BAZNAS Kabupaten Bandung yang dinilai telah melakukan berbagai terobosan dalam mendukung kesuksesan program-program Pemerintah Daerah, khususnya di sektor pendidikan dan penguatan karakter generasi muda.
Ia menilai kolaborasi antara BAZNAS dan satuan pendidikan merupakan langkah strategis yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Bandung.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung menekankan bahwa pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di sekolah merupakan salah satu strategi penting dalam mendukung penguatan karakter religius sekaligus meningkatkan prestasi sekolah.
Menurutnya, keberadaan UPZ tidak hanya berfungsi sebagai sarana pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang tertib dan transparan, tetapi juga menjadi nilai tambah dalam penilaian kinerja dan prestasi sekolah.
Melalui UPZ, sekolah dinilai mampu menunjukkan komitmen terhadap pendidikan karakter, kepedulian sosial, serta implementasi nilai-nilai keagamaan secara nyata di lingkungan pendidikan.
Kegiatan deklarasi ini diharapkan menjadi tonggak penguatan peran sekolah sebagai pusat pembentukan karakter generasi bangsa, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045, serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia pendidikan, dan BAZNAS Kabupaten Bandung dalam membangun peradaban yang berkeadilan dan berkeberkahan.***
BERITA30/12/2025 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
BAZNAS Kabupaten Bandung dan MUI Gelar Roadshow Kaderisasi Ulama Berbasis Desa di Cicalengka
CICALENGKA, 30 DESEMBER 2025 - BAZNAS Kabupaten Bandung dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bandung bekerja sama mengadakan roadshow kaderisasi ulama berbasis desa untuk ketiga kalinya.
Acara di Pesantren Al Huda, Cicalengka, dihadiri Sekda Kabupaten Bandung H. Cakra Amiyana, Asisten Pemkesra H. Erwin Rinaldi, Wakil Ketua 4 BAZNAS Kabupaten Bandung H. Sarnapi, Kabag Kesra H. Dian Wardana, Ketua Umum MUI Kabupaten Bandung KH. Yayan Hasuna Hudaya, Ketua FKUB Ustaz H. Erry Ridwan Latief, para camat dan ketua MUI kecamatan.
Menurut ketua panitia, KH. Mamat Saeful Qadir, roadshow ini diikuti para ketua MUI kecamatan dan perwakilan MUI Desa serta kepala KUA di 10 kecamatan di wilayah timur.
"Roadshow yang dikhususkan untuk pemulasaraan jenazah ini diawali niat dari Pak Bupati yang ingin membentuk kader di desa-desa yang bisa melakukan pemulasaraan jenazah. Karena jangan sampai ada jenazah yang tak diurus," ucapnya.
Sedangkan H. Cakra mengatakan, pemahaman keagamaan sudah mendesak di masyarakat dengan dorongan dari Pemkab Bandung.
"Seperti memberikan insentif guru ngaji yang terbesar di Indonesia karena anggarannya mencapai Rp109 miliar," katanya yang menambahkan adanya insentif untuk ustaz dan Ustazah yang dikelola BAZNAS Kabupaten Bandung.
Sekda menambahkan, pelatihan pemulasaraan jenazah ini merupakan ketiga kalinya setelah dari peluncuran Program di Gedung Ormas Islam dan Pesantren Al Ihsan Baleendah.
"Kalau satu desa ada 10.000 penduduk sehingga kita hitung kasar ada 40 orang yang meninggal per harinya. Tentu ini membutuhkan tenaga pemulasaraan jenazah," ucapnya.
H. Sarnapi menambahkan, dukungan BAZNAS terhadap pendanaan roadshow ini sebagai bentuk kepedulian dan perhatian kepada pembentukan kader untuk pemulasaraan jenazah.
"Jangan sampai ada warga yang meninggal dunia dan tidak ada mampu mengurusnya dengan benar sesuai ajaran Islam," katanya.***
BERITA30/12/2025 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
Rapat Kerja BAZNAS Kabupaten Bandung Bahas Pengesahan Program dan Proyeksi 2026
PANGANDARAN, SABTU 27 DESEMBER 2025 - BAZNAS Kabupaten Bandung menggelar Rapat Kerja (Raker) dalam rangka pengesahan program kerja tahun 2026 di Pangandaran, Sabtu 27 Desember 2025. Rapat kerja ini menjadi puncak dari rangkaian perencanaan yang telah dilakukan sejak awal tahun sebagai langkah strategis dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Yusuf Ali Tantowi, menyampaikan bahwa persoalan utama dalam pengelolaan zakat terletak pada aspek manajemen. Menurutnya, raker ini menjadi momentum untuk menjawab tantangan tersebut melalui perencanaan yang matang.
"Problem utamanya pengelolaan zakat adalah manajemen. Hari ini kita ingin menjawab problem itu, BAZNAS Kab. Bandung berusaha mengelola ZIS dengan baik sehingga 2026 betul-betul kita rencanakan," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa raker ini merupakan hasil dari proses perencanaan yang telah dirancang sejak awal. "Hari ini merupakan hasil dari rangkaian yang sejak awal kita rencanakan. Kita putuskan, mudah-mudahan apa yang kita programkan di 2026 berjalan dengan baik," sambungnya.
Pada kesempatan tersebut, H. Yusuf Ali Tantowi juga mengapresiasi kinerja penghimpunan ZIS sepanjang tahun 2025.
"Kami apresiasi kinerja penghimpunan di 2025, atas kegigihan tim target bukan hanya tercapai tapi bisa terlampaui," tuturnya.
Wakil Ketua I Bidang Penghimpunan, H. Jamjam Erawan, menekankan pentingnya membangun sinergitas antarbagian dalam tubuh BAZNAS.
"Bangun sinergitas, ini adalah kesatuan utuh yang tidak bisa dipisahkan. Rapat kerja bagian tak terpisahkan dari kewajiban kita," katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian, H. Abdul Rouf, menyampaikan optimisme terhadap capaian penghimpunan ke depan.
"Saat ini kita sudah mencapai target penghimpunan, mudah-mudahan peningkatan penghimpunan tetap naik. Berkat kerja sama semua divisi, setiap target yang kita tentukan dari tahun ke tahun tercapai semuanya," ujarnya.
Wakil Ketua IV Bidang SDM, Administrasi, dan Umum, H. Sarnapi, menyoroti pentingnya peningkatan kedisiplinan dan kepatuhan terhadap aturan internal pada tahun 2026. Ia menegaskan perlunya penguatan pelaksanaan SOP serta ketaatan terhadap anggaran.
"Untuk 2026 kita harus tingkatkan kedisiplinan dan pelaksanaan SOP. Ketaatan terhadap anggaran, baik pemakaian DBO dan formulasi terhadap kecamatan, serta honor amilin dan amilat supaya lebih terasa keadilannya," pungkasnya.
Melalui raker ini, BAZNAS Kabupaten Bandung berharap seluruh program kerja tahun 2026 dapat berjalan optimal dan berdampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.***
BERITA27/12/2025 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS Awards Kabupaten Bandung 2025, Apresiasi Penggerak Zakat dan Kebaikan
SOREANG, 23 DESEMBER 2025 - BAZNAS Kabupaten Bandung menyelenggarakan BAZNAS Awards Kabupaten Bandung 2025 pada Selasa, 23 Desember 2025, bertempat di Gedung Budaya Soreang.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Bandung H. M. Dadang Supriatna, Pimpinan BAZNAS RI KH. Achmad Sudrajat, Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi Jawa Barat KH. Zaki Hilmi, Polresta Bandung, KODIM 0624 Kabupaten Bandung, Plt Kepala Kemenag Kabupaten Bandung H. Asep Saepulloh, Forkopimda Kabupaten Bandung, perwakilan MUI dan organisasi kemasyarakatan, serta para nominator penerima penghargaan.
Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Yusuf Ali Tantowi, menyampaikan bahwa BAZNAS Awards bukan sekadar agenda seremonial, melainkan wujud komitmen nilai dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di Kabupaten Bandung.
“BAZNAS Awards ini bukan hanya sekadar seremoni penghargaan, akan tetapi merupakan pernyataan nilai bahwa di Kabupaten Bandung kita meyakini satu hal penting, kebaikan yang dikelola dengan benar akan menghasilkan perubahan yang nyata,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa zakat dan sedekah tidak akan mengurangi harta seorang muzaki.
“Sedekah dan zakat tidak akan mengurangi harta. Kita selalu berat untuk mengeluarkan karena menganggap harta akan berkurang, padahal esensinya di hadapan Allah justru bertambah,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, H. Yusuf Ali Tantowi menyampaikan capaian penghimpunan ZIS BAZNAS Kabupaten Bandung yang terus menunjukkan tren positif.
“Sebagai bentuk laporan, setelah turunnya Perbup, penghimpunan kami meningkat. Sebelumnya 6 miliar, kemudian naik menjadi 10 miliar. Tahun 2024 kami menghimpun 12,2 miliar, dan di tahun 2025 ini Alhamdulillah sudah terhimpun 16,7 miliar,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa capaian tersebut merupakan hasil sinergi ulama, umara, dan agniya.
“Ini berkat sinergitas para ulama, umara, dan agniya. Kami menghaturkan terima kasih setinggi-tingginya atas nama mustahik kepada para agniya yang telah menitipkan amanah zakat, infak, dan sedekahnya kepada BAZNAS Kabupaten Bandung,” katanya.
Pimpinan BAZNAS RI, KH. Achmad Sudrajat, yang hadir mewakili Ketua BAZNAS RI, menyampaikan bahwa BAZNAS memiliki dua tugas utama.
“Ada dua tugas BAZNAS, yaitu mengefektifkan dan mengefisiensikan gerakan zakat serta mengentaskan kemiskinan dan membangun kesejahteraan umat,” ujarnya.
Ia juga memaparkan besarnya potensi zakat nasional yang belum tergarap secara optimal.
“Potensi zakat di Indonesia mencapai 400 triliun rupiah, setara dengan sekitar 10 persen anggaran Kementerian Sosial. Namun yang baru terhimpun pada 2025 sekitar 41 triliun rupiah. Tata kelolanya masih perlu diformulasikan dengan lebih baik,” jelasnya.
KH. Achmad Sudrajat berharap BAZNAS Kabupaten Bandung dapat menjadi contoh pelayanan zakat yang profesional.
“Insya Allah dengan kebersamaan ini, persoalan di masyarakat dapat terselesaikan dengan baik. Kami berharap BAZNAS Kabupaten Bandung bisa menjadi contoh dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” tambahnya.
Sementara itu Bupati Bandung H. M. Dadang Supriatna menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan BAZNAS Awards 2025.
“BAZNAS Awards ini merupakan pemantik semangat untuk terus berinovasi, meningkatkan integritas, dan memperluas manfaat zakat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap penghargaan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi lebih banyak pihak.
“Semoga penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus menebar keberkahan dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk terlibat dalam gerakan zakat,” katanya.
Bupati Bandung juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bandung dalam mendukung penguatan tata kelola zakat. “Pemerintah Kabupaten Bandung terus berkomitmen mendukung penguatan tata kelola zakat yang akuntabel, transparan, dan berdampak. BAZNAS sudah bergerak di bidang sosial yang sangat relevan dengan program pemerintah pusat maupun daerah,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti peran BAZNAS dalam membantu masyarakat, khususnya di bidang kesehatan dan ekonomi. “Alhamdulillah saat ini rasa aman dan kenyamanan bagi masyarakat yang membutuhkan, terutama di bidang kesehatan, sudah mulai dirasakan. Insya Allah BAZNAS siap dan berkomitmen untuk terus memberikan bantuan,” ucapnya.
Ia juga mengajak BAZNAS untuk terus mendorong peningkatan ekonomi masyarakat.
“Saya mengajak BAZNAS untuk mendorong peningkatan ekonomi inklusif, bukan hanya di tataran elite, tetapi langsung ke grass root. Terutama bagi masyarakat desil satu dan desil dua, agar ekonomi masyarakat Kabupaten Bandung bisa meningkat,” pungkasnya.***
BERITA23/12/2025 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
Rapat Kerja 2026 BAZNAS Kabupaten Bandung Digelar, Perkuat Evaluasi dan Perencanaan Program
SOREANG, 16 DESEMBER 2025 - BAZNAS Kabupaten Bandung menggelar Rapat Kerja (Raker) Tahun 2026 di Aula BAZNAS Kabupaten Bandung pada Selasa, 16 Desember 2025. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Pimpinan BAZNAS Kabupaten Bandung, Dewan Pengawas, serta perwakilan Kementerian Agama dan Pemerintah Kabupaten Bandung.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Yusuf Ali Tantowi, menyampaikan bahwa pelaksanaan rapat kerja merupakan bentuk keseriusan BAZNAS dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah secara profesional dan akuntabel.
“Ini wujud keseriusan kami mengelola BAZNAS. Pemerintah hadir bahwa zakat dikelola dengan baik,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa BAZNAS Kabupaten Bandung terus berupaya menjadi lembaga tumpuan masyarakat dalam pengelolaan ZIS, serta memastikan program-program yang dirancang dapat memberikan manfaat luas bagi mustahik.
“Hari ini kita berdiskusi tentang program-program yang akan dilaksanakan 2026,” jelasnya.
Plt. Kepala Kementerian Agama Kabupaten Bandung sekaligus Dewan Pengawas BAZNAS, H. Asep Saefulloh, menyampaikan bahwa BAZNAS merupakan mitra strategis Kementerian Agama dan pemerintah daerah, khususnya dalam penguatan pengumpulan zakat melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ).
“BAZNAS merupakan mitra Kemenag dan pemerintah daerah. Kami selalu berkolaborasi kaitan dengan pengumpulan UPZ,” tuturnya.
Ia juga mengapresiasi sinergi yang selama ini terjalin dengan baik antara BAZNAS dan para pemangku kepentingan.
“Selama ini kolaborasi terjalin rapi. Terima kasih, selamat mengikuti raker. Mudah-mudahan BAZNAS semakin maju dan dilancarkan,” katanya.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Bandung sekaligus Dewan Pengawas BAZNAS, H. Erwin Rinaldi, memberikan apresiasi atas kinerja dan capaian BAZNAS Kabupaten Bandung yang dinilainya sangat positif.
“Mudah-mudahan kehadiran kami dapat menunjang, mendorong tugas-tugas yang ada di BAZNAS,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa zakat, infak, dan sedekah memiliki peran strategis sebagai salah satu pilar perekonomian umat, khususnya di Kabupaten Bandung.
“Zakat dan infak sedekah salah satu pilar perekonomian umat utamanya di Kabupaten Bandung. Kalau pengelolaannya transparan, akuntabel insya Allah ini akan jadi tulang punggung perekonomian masyarakat,” pungkasnya.
Rapat Kerja 2026 BAZNAS Kabupaten Bandung diharapkan dapat menghasilkan perencanaan program yang lebih terarah, berdampak, dan berkelanjutan, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat di Kabupaten Bandung.***
BERITA16/12/2025 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
Penguatan UPZ, BAZNAS Kab. Bandung Lakukan Sosialisasi ZIS di Paseh
PASEH, 10 DESEMBER 2025 – BAZNAS Kabupaten Bandung menghadiri kegiatan sosialisasi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang digelar di Gedung Serbaguna Kecamatan Paseh. Kegiatan ini diinisiasi oleh Forum Komunikasi Ulama dan Umara (FK UU) Paseh bersama Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kecamatan Paseh.
Sosialisasi menghadirkan narasumber Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Jamjam Erawan, yang memberikan sejumlah arahan terkait pentingnya optimalisasi potensi ZIS di wilayah Paseh. Hadir pula UPZ Kecamatan Paseh, FK UU, serta tokoh masyarakat setempat.
Dalam pemaparannya, H. Jamjam menyampaikan bahwa potensi ZIS utamanya di Kecamatan Paseh masih perlu digali lebih maksimal agar manfaatnya lebih luas.
"Kami belum bisa mendistribusikan yang banyak, sebab potensi belum tergali secara maksimal," ujarnya.
Ia juga mengajak UPZ kecamatan dan desa untuk mulai menyusun target penghimpunan.
"Kami mengharapkan terutama kepada UPZ kecamatan dan desa untuk membuat target," katanya.
Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya menunaikan ZIS melalui lembaga resmi agar aman dan dapat disalurkan secara merata. "Zakat infak sedekah melalui lembaga relatif lebih aman dan bisa dibagi ke tempat yang lain," ucapnya.
H. Jamjam juga meminta UPZ untuk lebih tertib dalam pengumpulan dan pelaporan.
"Kumpulkan, kemudian laporkan ke BAZNAS lalu tuliskan apa saja kebutuhan dan program-program dari UPZ," jelasnya.
Dirinya menambahkan bahwa tata kelola masjid juga akan ditingkatkan secara bertahap.
"Lambat laun ke depan di masjid akan seperti itu, kita bisa buatkan standar misalnya untuk khatib Jumat," pungkasnya.
BAZNAS Kabupaten Bandung berharap kegiatan ini dapat memperkuat peran UPZ dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menunaikan ZIS melalui lembaga resmi demi kemaslahatan bersama.***
BERITA10/12/2025 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Gerak Cepat Bantu Tangani Banjir Dayeuhkolot dan Pencarian Korban Longsor Arjasari
ARJASARI, 9 DESEMBER 2025 - BAZNAS Tanggap Bencana Kabupaten Bandung kembali melakukan respons cepat terhadap rangkaian bencana yang terjadi pada awal Desember 2025. Tiga kejadian yang ditangani meliputi banjir di Dayeuhkolot, longsor di Arjasari, serta pembersihan pasca banjir di Kutawaringin.
Evakuasi Warga Dayeuhkolot (5 Desember 2025)
Pada Jumat, 5 Desember 2025, banjir menggenangi Desa Dayeuhkolot dengan ketinggian mencapai sekitar 1,5 meter. BAZNAS Tanggap Bencana menurunkan armada perahu untuk mengevakuasi ratusan warga yang terdampak. Selain evakuasi penyelamatan, tim juga membantu pengantaran jenazah warga Kampung Bojong Asih yang aksesnya terputus karena banjir.
Operasi Pencarian Longsor Arjasari (7 Desember 2025)
Pada Minggu, 7 Desember 2025, BAZNAS membantu proses pencarian korban longsor di Kampung Condong, Desa Wargaluyu, Kecamatan Arjasari. Longsor terjadi pada 5 Desember akibat curah hujan tinggi dan kondisi lereng yang labil. Material longsor menimpa beberapa rumah warga dan mengakibatkan tiga orang hilang. Tim BAZNAS ikut serta dalam pencarian bersama unsur SAR lainnya. Ratusan warga turut mengungsi karena lokasi dinilai masih rawan longsor susulan.
Pemulihan Pasca Banjir di Kutawaringin (9 Desember 2025)
Selasa, 9 Desember 2025, BAZNAS melaksanakan pembersihan lumpur sisa banjir di Muara Cikambuy, Desa Pameuntasan, Kecamatan Kutawaringin. Selain kerja bakti, tim juga menyalurkan alat kebersihan untuk membantu warga mempercepat proses pemulihan.
Ajakan Bersedekah
BAZNAS Kabupaten Bandung mengajak masyarakat untuk bersama-sama membantu penanganan bencana. Donasi yang masuk akan disalurkan untuk korban bencana di Kabupaten Bandung maupun wilayah lain di Indonesia yang membutuhkan. Di lokasi, BAZNAS juga membuka Stand Hangat yang menyediakan kopi, teh, dan air panas bagi warga.***
BERITA09/12/2025 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
BAZNAS Kab. Bandung Gelar Sosialisasi ZIS dan Pembinaan UPZ di Kecamatan Cangkuang
CANGKUANG, KAMIS 4 DESEMBER 2025 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung melaksanakan kegiatan sosialisasi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) sekaligus pembinaan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di wilayah Kecamatan Cangkuang. Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Cangkuang dan dihadiri oleh Camat Cangkuang Rudy Hartono, para kepala desa, tokoh masyarakat, serta para pengurus UPZ.
Kegiatan ini menghadirkan Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Jamjam Erawan, M.A.P., yang memberikan pemaparan mengenai penguatan kelembagaan UPZ dan optimalisasi penghimpunan ZIS di tingkat kecamatan dan desa.
Dalam sambutannya, H. Jamjam Erawan menyampaikan apresiasi atas antusiasme para peserta.
“Terima kasih sudah hadir, semoga kehadiran bapak ibu bisa membawa perubahan di masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pengelolaan ZIS harus dilakukan secara terstruktur dan terorganisir agar manfaatnya semakin dirasakan luas oleh masyarakat.
“Zakat infak sedekah perlu diorganisir. Alhamdulillah dari 12 miliar, banyak manfaat yang telah disalurkan,” ungkapnya.
Sebagai informasi, BAZNAS Kabupaten Bandung berhasil menghimpun Rp 12 miliar pada tahun 2024 dan menargetkan Rp 17 miliar pada tahun 2025.
H. Jamjam juga menekankan pentingnya peran UPZ dalam mendukung pencapaian target tersebut.
“Kami sangat berharap UPZ mendorong di desa dan kecamatan. Kita harus tahu berapa jumlah muzakki dan mustahik supaya memudahkan dalam penghimpunan ZIS-nya,” tambahnya.
Sementara itu, Camat Cangkuang, Rudy Hartono, menegaskan pentingnya keberadaan UPZ sebagai lembaga yang mengelola dana zakat secara profesional.
“Keberadaan UPZ merupakan lembaga yang sangat penting, mengelola zakat, infak, sedekah secara profesional,” jelasnya.
Ia juga berharap UPZ dapat memberikan edukasi yang lebih kuat kepada masyarakat.
"Kami berharap para pengurus UPZ bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat,” tuturnya.
Rudy meyakini bahwa ZIS dapat menjadi kekuatan besar bila dikelola dengan optimal.
“Apabila ZIS dikelola dengan baik bisa menjadi kekuatan,” ujarnya.
“Kami mendorong para UPZ kecamatan maupun desa untuk bisa menggali potensi ZIS,” pungkasnya.
Melalui sosialisasi ini, BAZNAS Kabupaten Bandung berharap UPZ di wilayah Cangkuang semakin kuat secara kelembagaan dan mampu berkontribusi besar dalam peningkatan penghimpunan ZIS serta pemberdayaan masyarakat.***
BERITA04/12/2025 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung, TP PKK, dan Bupati Bandung Luncurkan Program Geber Tuntas untuk Percepatan Penurunan Stunting
SOREANG, 28 November 2025 – Pemerintah Kabupaten Bandung resmi meluncurkan program Geber Tuntas (Gerakan Bersama Turunkan Angka Stunting) dan Gerakan Konsumsi Sayur dan Telur (GEKKSOR). Kegiatan ini digelar di Kantor Kecamatan Soreang, Jumat (28/11/2025), sebagai langkah percepatan penanganan stunting serta dukungan gizi bagi ibu hamil dengan kondisi KEK (Kekurangan Energi Kronis).
Acara dihadiri oleh Bupati Bandung H. M. Dadang Supriatna, Ketua TP PKK Kabupaten Bandung Hj. Emma Detty, unsur Forkopimcam, para kepala desa, dan tokoh masyarakat. Dari BAZNAS Kabupaten Bandung hadir Ketua H. Yusuf Ali Tantowi, Wakil Ketua II H. Abdul Rouf, dan Wakil Ketua IV H. Sarnapi.
Dalam sambutannya, Ketua TP PKK Kabupaten Bandung Hj. Emma Detty menegaskan bahwa peluncuran program ini merupakan bukti nyata kolaborasi antara ASN dan BAZNAS dalam menangani persoalan stunting.
“Ini merupakan bukti nyata kolaborasi antara ASN dan BAZNAS, bahwa dibutuhkan aksi nyata,” ujarnya.
"Apresiasi dan terima kasih kepada BAZNAS, khususnya kepada ASN yang melalui BAZNAS menyalurkan zakat profesinya untuk membantu anak-anak kategori stunting dan ibu hamil,” tambahnya.
Ia menyampaikan bahwa program ini menjadi pilot project yang dimulai dari Kecamatan Soreang.
"Alhamdulillah, ini membuktikan kita harus menunjukkan kepedulian menurunkan angka stunting sampai tuntas. Hari ini kita launching pilot project di Kecamatan Soreang, yang kita berikan telur, sayur, dan susu. Harapannya ini diikuti kecamatan lainnya,” ungkapnya.
“Kami meminta juga kepada BAZNAS beralih tempat ke kecamatan lainnya.”
Sementara itu, Bupati Bandung H. M. Dadang Supriatna memberikan apresiasi khusus kepada BAZNAS yang telah berkolaborasi dalam menghimpun dan menyalurkan dana ZIS ASN.
“Terima kasih kepada BAZNAS yang sudah berkolaborasi. BAZNAS ini adalah salah satu yang menampung ZIS-nya ASN,” ujarnya.
"Tentu terima kasih kepada ASN yang rutin setiap bulan, tanpa ada paksaan. Semoga senantiasa mendapat pahala dari Allah SWT,” katanya.
Bupati menegaskan bahwa launching ini bukan sekadar seremoni, tetapi awal dari gerakan berkelanjutan yang selaras dengan program pemerintah pusat.
"Launching bukan hari ini saja. Program gerakan bersama ini harus tetap berjalan, didorong dan dibantu program Presiden Prabowo (MBG),” jelasnya.
Dengan penuh optimisme, Bupati menyampaikan target besar Kabupaten Bandung.
“Saya meyakini di 2026 angka stunting ini bisa zero. Ini harus disosialisasikan kepada seluruh kecamatan dan kepala desa. Buatkan juga Perbupnya supaya bisa terorganisir,” tegasnya.
BAZNAS Kabupaten Bandung menyatakan siap meneruskan dukungan terhadap seluruh program percepatan penanganan stunting, terutama melalui pemanfaatan dana ZIS yang dihimpun dari ASN dan masyarakat.***
---
Ayo dukung program-program kemaslahatan Kabupaten Bandung dengan menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kabupaten Bandung.
Bersama, kita hadirkan kebaikan yang nyata untuk umat.
BERITA28/11/2025 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Gelar Sosialisasi dan Pemadanan Administrasi ZIS bagi UPZ OPD, Badan, dan BLUD
SOREANG, 27 November 2025 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Pemadanan Administrasi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) bagi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Badan, dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Acara berlangsung di Aula SLRT Dinas Sosial Kabupaten Bandung pada Kamis (27/11/2025).
Kegiatan ini digelar sebagai upaya memperkuat peran dan kinerja UPZ dalam pengelolaan ZIS, sekaligus membangun keselarasan administrasi agar penghimpunan dan penyaluran dapat berjalan lebih tertib, akuntabel, dan sesuai regulasi.
Pada sesi pertama, Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Yusuf Ali Tantowi, memberikan pemaparan mengenai pentingnya memperkuat sinergi antara BAZNAS dan UPZ OPD. Ia memaparkan berbagai tantangan yang dihadapi UPZ di lingkungan pemerintah daerah serta strategi-strategi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan zakat di masing-masing lembaga.
Sesi berikutnya diisi oleh Kepala Bagian Pengumpulan BAZNAS Kabupaten Bandung, Asrofil Anam, yang menyampaikan materi mengenai regulasi ZIS, ketentuan tata kelola zakat di lingkungan pemerintah, hingga penjelasan tentang hak dan kewajiban UPZ sebagai bagian dari sistem penghimpunan BAZNAS.
Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Bandung menegaskan komitmennya dalam memperkuat jaringan UPZ sebagai garda depan penghimpunan ZIS. Diharapkan, administrasi yang semakin tertib dan pemahaman teknis yang lebih baik mampu meningkatkan kontribusi UPZ dalam mendukung program-program kemaslahatan di Kabupaten Bandung.***
Ayo Tunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah Melalui BAZNAS Kabupaten Bandung
Mari bersama memperluas kebermanfaatan dan menjaga amanah umat. Setiap ZIS yang Anda titipkan melalui BAZNAS Kabupaten Bandung akan disalurkan tepat sasaran untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Saatnya bergerak bersama—Bangkit, Berkah, Berdaya!
BERITA27/11/2025 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
BAZNAS Kabupaten Bandung Kunjungi Koperasi Lumbung Indonesia dan PT Marizk untuk Pemberdayaan Warga
CIJERAH, 24 NOVEMBER 2025 - Sebagai upaya pemberdayaan warga kurang mampu (Mustahik), BAZNAS Kabupaten Bandung mengadakan kunjungan ke Koperasi Lumbung Indonesia dan pabrik kosmetika PT Marizk di Cijerah, Kota Bandung.
Acara pada Senin 24 November 2025 dihadiri Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung KH. Yusuf Ali Tantowi, Waka 4 BAZNAS H. Sarnapi dan para Kabag.
Hadir juga Ketua Umum Koperasi Lumbung Indonesia Ibu Lina, Founder OT Marizk Dr (HC) dr. Hj. Titin dan jajaran Yayasan Brader seperti Nicolaus Iskandar.
Menurut Yusuf, BAZNAS berupaya menjalin kerja sama maupun kolaborasi dengan berbagai pihak yang kali ini dengan Koperasi Lumbung Indonesia dan PT Marizk yang memproduksi kosmetika tanpa merkuri.
"Koperasi ini sudah lama berkecimpung dalam pemberdayaan UMKM dan BAZNAS pun punya garapan sama menjadi Mustahik menjadi Muzakki maupun munfik atau orang yang berinfak," ucapnya.
Sedangkan dengan PT Marizk bisa untuk menjalin kerja sama pemberdayaan kaum perempuan sehingga mendapatkan penghasilan tambahan.
"Termasuk juga mengedukasi masyarakat akan bahaya merkuri yang ternyata bisa mengakibatkan kecacatan kepada janin maupun bahaya lainnya bagi tubuh," katanya.
Sedangkan Ibu Lina menyatakan, koperasi Lumbung Indonesia memiliki jaringan di seluruh Indonesia dan sudah bekerja sama dengan berbagai ormas Islam.
"Kami menyambut baik adanya rencana kerja sama dengan BAZNAS Kabupaten Bandung untuk pemberdayaan UMKM maupun warga. Nantinya kerja sama akan dibuatkan dalam bentuk MOU antara BAZNAS, Koperasi Lumbung Indonesia dan PT Marizk," ucapnya.***
BERITA25/11/2025 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
Info Rekening Zakat
