Berita Terbaru
Senam Syar'i di RW 04 Mulyasari Diwarnai Santunan Anak Yatim Piatu dari BAZNAS Kabupaten Bandung
KABUPATEN BANDUNG - Senam Sehat Mulyasari (SSM) berkesempatan untuk menggelar acara spesial senam bertajuk "Senam Syar'i sambil Berbagi" di lapangan RT 05 RW 04 Mulyasari desa Gandasari, Sabtu (26/9/2026).
Dalam senam tersebut dua istruktur dihadirkan untuk menyemangati para pesenam tersebut. Bahkan selain pesenan yang hadir, para pengurus RT dan RW dan Karang taruna setempat pun hadir menyaksikan penyerahan santunan bagi anak Yatim/piatu dari BAZNAS Kabupaten Bandung.
Ketua Umum BAZNAS Kabupaten Bandung KH Yusuf Ali Tantowi yang diwakili pengurusnya, H.Sarnapi mengatakan pemberian santunan itu merupakan kepedulian dari BAZNAS Kabupaten Bandung.
"Alhamdulillah hari ini BAZNAS kabupaten Bandung hadir di tengah - tengah masyarakat RW 04 Mulyasari untuk mendukung kegiatan senam Syar'i. Bahkan anak Yatim dan Piatu dihadirkan untuk menerima manfaat dari BAZNAS. Karenanya saya mengucapkan terima kasih kepada penyelenggara senam dan pengurus RW, yang telah mengundang BAZNAS untuk berbagi dengan yatim," terang H Sarnapi.
Sementara Ketua RW 04 Mulyasari Dadang Ongky, juga mengucapkan hal sama kepada pengurus BAZNAS kabupaten Bandung.
"Kamibsangat bersyukur bahwa senam kali ini diwarnai dengan pengarahan santunan oleh BAZNAS kabupaten Bandung. Sehingga pada senam ini tidak hanya berolahraga, tetapi juga ada sisi sosialnya yakni menyantuni puluhan anak Yatim dan piatu warga RW 04 Mulyasari desa Gandasari," tandas Ongky
Senam Syar'i adalah seolah kegiatan senam yang merupakan kolaborasi antara penyelenggara senam sehat Mulyasari dengan BAZNAS. Senam ini agak berbeda dengan senam lainnya, karena dalam senam Syar'i ada hal- hal khusus dalam pelaksanannya. Misalnya pakaian pesenam tidak terlalu ketat dan gerakan para pesenam yang dipandu instrukturnya pun lebih kepada gerakan gerakan senam islami.
Hal itu ditegaskan Apih Igun penyelanggara senam sehat Mulyasari kepada wartawan, Senin (28/9/2026).
"Kegiatan senam ini memang lebih menjunjung tinggi nilai nilai keislamannya. pakaian yang syar'i serta gerakan senam yang islami menjadi syarat utama senam Syar'i ini," pungkasnya.***
BERITA30/09/2026 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
Wakil Bupati dan BAZNAS Kabupaten Bandung Dukung Penyandang Thalasemia
KABUPATEN BANDUNG — Pemerintah Kabupaten Bandung bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung menunjukkan kepedulian terhadap penyandang thalasemia yang tergabung dalam Relawan Donor Darah Thalasemia Indonesia (REDTI) Kabupaten Bandung.
Dukungan tersebut disampaikan dalam kegiatan yang dihadiri Wakil Bupati Bandung, Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Bandung H. Abdul Rouf serta perwakilan Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bandung.
Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat perhatian terhadap anak-anak penyandang thalasemia yang membutuhkan dukungan dalam menjalani pengobatan dan aktivitas sehari-hari. Perhatian tersebut tidak hanya berkaitan dengan aspek kesehatan, tetapi juga kondisi sosial dan ekonomi yang turut dirasakan oleh keluarga.
Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Abdul Rouf menyampaikan dukungan kepada para penyandang thalasemia beserta keluarganya. Ia menilai diperlukan kepedulian dan sinergi berbagai pihak untuk membantu meringankan tantangan yang dihadapi mereka.
Menurutnya, persoalan thalasemia tidak hanya berkaitan dengan layanan kesehatan, tetapi juga memiliki dimensi sosial dan kemanusiaan. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, BAZNAS, organisasi masyarakat, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi penting agar perhatian terhadap penyandang thalasemia dapat terus diperkuat.
Sementara itu, REDTI Kabupaten Bandung berharap penyandang thalasemia dapat memperoleh perhatian yang berkelanjutan dan menjadi bagian dari program Pemerintah Kabupaten Bandung. Hal tersebut berkaitan dengan kebutuhan pengobatan dan transfusi darah yang harus dijalani secara rutin dalam jangka panjang.
Perhatian juga diharapkan tidak berhenti pada aspek kesehatan. Kondisi keluarga penyandang thalasemia turut menjadi perhatian karena proses pengobatan yang rutin dapat menimbulkan kebutuhan tambahan, seperti transportasi, pendampingan, kebutuhan sehari-hari, hingga dampak terhadap aktivitas dan kondisi ekonomi keluarga.
"Harapan kami, adik-adik penyandang thalasemia tidak hanya mendapatkan perhatian ketika ada kegiatan atau momentum tertentu, tetapi benar-benar menjadi bagian dari perhatian dan program pemerintah secara berkelanjutan. Kami juga berharap kondisi sosial dan ekonomi keluarganya ikut diperhatikan," ungkap perwakilan REDTI Kabupaten Bandung.
Kehadiran Dinkes dan Dinsos Kabupaten Bandung dalam kegiatan tersebut turut membuka ruang koordinasi lintas sektor. Sinergi antara pemerintah daerah, BAZNAS, REDTI, tenaga kesehatan, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat dukungan sesuai dengan kebutuhan penyandang thalasemia dan keluarganya.
Bagi penyandang thalasemia, dukungan yang diberikan bukan hanya berkaitan dengan pengobatan, tetapi juga kesempatan untuk tetap tumbuh, belajar, beraktivitas, dan menjalani kehidupan secara optimal. Karena itu, kepedulian berbagai pihak diharapkan dapat terus terjaga dan diwujudkan melalui dukungan yang berkelanjutan.
Melalui sinergi tersebut, Pemerintah Kabupaten Bandung dan BAZNAS Kabupaten Bandung diharapkan dapat terus mengambil bagian dalam upaya memberikan perhatian kepada penyandang thalasemia, sekaligus mendorong hadirnya dukungan yang sesuai dengan kebutuhan mereka, baik dalam aspek kesehatan maupun sosial.***
BERITA30/09/2026 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
BAZNAS Kabupaten Bandung Bantu Warga Pulihkan Kualitas Air Sumur Masjid Al-Barokah
MAJALAYA, 22 SEPTEMBER 2026 — BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kabupaten Bandung bersama warga melakukan kegiatan well cleaning atau pengurasan sumur di Masjid Al-Barokah, Kampung Kondang RT 04 RW 10, Desa Majalaya, Kecamatan Majalaya, Selasa (22/9/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya mengembalikan kualitas air sumur yang selama ini dimanfaatkan warga dan jamaah Masjid Al-Barokah, khususnya untuk kebutuhan berwudu.
Pengurasan sumur dilakukan untuk membersihkan sedimentasi yang menumpuk sekaligus membuka kembali mata air yang tertutup. Dengan dilakukannya pembersihan, diharapkan kualitas dan ketersediaan air dari sumur tersebut dapat kembali optimal sehingga bisa digunakan oleh masyarakat.
Sumur di Masjid Al-Barokah memiliki manfaat bagi warga sekitar maupun jamaah yang datang untuk melaksanakan ibadah. Karena itu, pemulihan kualitas air menjadi kebutuhan penting agar fasilitas tersebut dapat kembali dimanfaatkan sebagaimana mestinya.
Kegiatan well cleaning ini menjadi salah satu bentuk respons BTB BAZNAS Kabupaten Bandung dalam membantu masyarakat menghadapi persoalan yang berkaitan dengan kebutuhan dasar. Selain penanganan kebencanaan, upaya menjaga akses terhadap air bersih juga menjadi bagian dari kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat di lingkungan sekitar.
BAZNAS Kabupaten Bandung melalui BTB terus berupaya hadir bersama masyarakat dalam berbagai kondisi, termasuk membantu pemulihan fasilitas yang memiliki manfaat bagi kepentingan umum.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan sumur Masjid Al-Barokah dapat kembali menghasilkan air yang layak digunakan sehingga kebutuhan warga dan jamaah, terutama untuk berwudu, dapat terpenuhi.***
BERITA23/09/2026 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung Hadiri Wakaf Al-Qur'an Bersama Lembaga Kemanusiaan Turki
KABUPATEN BANDUNG — Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung, Dr. KH. Yusuf Ali Tantowi, Lc., M.A., menghadiri kegiatan Wakaf Al-Qur'an bersama International Networking for Humanitarian (INH) dan pihak dari Turki di Aula Pondok Pesantren Al-Basyariyah 2, Kabupaten Bandung, Minggu (20/9/2026).
Kegiatan yang diikuti para santri, pengasuh pesantren, serta perwakilan lembaga kemanusiaan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi dalam membumikan Al-Qur'an sekaligus memperluas manfaat kegiatan filantropi Islam bagi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung menyampaikan apresiasi atas kepedulian lembaga kemanusiaan dari Turki dalam mendukung pendidikan Al-Qur'an di Indonesia, khususnya melalui program wakaf dan pendistribusian mushaf kepada para santri.
Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki semangat yang sejalan dengan berbagai program BAZNAS Kabupaten Bandung dalam meningkatkan kualitas kehidupan keagamaan masyarakat, terutama upaya pengentasan buta huruf Al-Qur'an.
"BAZNAS Kabupaten Bandung memiliki komitmen untuk terus memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan Al-Qur'an. Melalui program Dai Pelosok, bantuan bisyaroh bagi ustadz dan ustadzah, peningkatan kapasitas atau upgrading para pengajar Al-Qur'an, serta program Sedekah Al-Qur'an, kami ingin memastikan bahwa masyarakat, termasuk yang berada di wilayah pelosok, memiliki kesempatan untuk belajar, membaca, dan memahami Al-Qur'an," ungkap KH. Yusuf Ali Tantowi.
Ia menegaskan bahwa pengentasan buta huruf Al-Qur'an tidak cukup hanya dengan menyediakan mushaf. Diperlukan pula kehadiran para pendidik yang kompeten, dukungan terhadap kesejahteraan guru ngaji, serta keberlanjutan proses pembelajaran.
Karena itu, BAZNAS Kabupaten Bandung terus mendorong penguatan program pendidikan keagamaan yang mengintegrasikan penyediaan sarana belajar dengan pemberdayaan para pengajar Al-Qur'an.
Membuka Peluang Kolaborasi dengan Lembaga Kemanusiaan Turki
Kehadiran perwakilan lembaga kemanusiaan dari Turki dalam kegiatan tersebut juga membuka harapan baru bagi BAZNAS Kabupaten Bandung untuk membangun kerja sama yang lebih luas.
KH. Yusuf Ali Tantowi berharap pertemuan ini dapat menjadi langkah awal untuk menjajaki kolaborasi, khususnya dalam program Sedekah Al-Qur'an yang diarahkan untuk membantu masyarakat yang masih mengalami keterbatasan akses terhadap pendidikan Al-Qur'an.
"Kami berharap ke depan BAZNAS Kabupaten Bandung dapat menjalin kerja sama dengan lembaga kemanusiaan dari Turki dalam program Sedekah Al-Qur'an. Kolaborasi ini diharapkan bukan hanya menghadirkan mushaf bagi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan bersama untuk mengentaskan buta huruf Al-Qur'an di Kabupaten Bandung," tuturnya.
Salah satu materi yang diperkenalkan dalam kegiatan ini adalah Mushaf Al-Qur'an Tawafuq, yang menampilkan keserasian tata letak lafaz-lafaz tertentu dalam mushaf. Tradisi penulisan ini dikaitkan dengan Badiuzzaman Said Nursi, ulama asal Turki, dan dikembangkan melalui penulisan mushaf oleh muridnya, Ahmad Husrev Efendi.
Kehadiran mushaf tersebut menambah khazanah pengenalan Al-Qur'an dan memperlihatkan eratnya hubungan antara tradisi keilmuan Islam, pendidikan, dan gerakan kemanusiaan lintas negara.
Ajak Masyarakat Berzakat, Berinfak, dan Bersedekah melalui BAZNAS
Lebih lanjut, Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam gerakan zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
Menurutnya, dukungan masyarakat melalui ZIS sangat penting untuk memperluas jangkauan program pemberdayaan umat, termasuk membantu para guru ngaji dan menghadirkan pendidikan Al-Qur'an bagi masyarakat yang membutuhkan.
"Setiap zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan melalui BAZNAS Kabupaten Bandung merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi umat. Mari kita jadikan harta yang Allah titipkan sebagai jalan untuk menguatkan pendidikan Al-Qur'an, memuliakan para guru ngaji, dan membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan," ajaknya.
Ia juga mengingatkan bahwa semangat berbagi merupakan wujud nyata kecintaan seorang Muslim terhadap Al-Qur'an.
Sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al-Baqarah ayat 261, infak di jalan Allah diumpamakan seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, dan pada setiap tangkai terdapat seratus biji.
"Insya Allah, ketika kita bersama-sama menguatkan gerakan ZIS, manfaatnya akan semakin luas. Kita ingin Kabupaten Bandung menjadi daerah yang masyarakatnya tidak hanya gemar membaca Al-Qur'an, tetapi juga mampu memahami dan mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari," pungkasnya.
Melalui momentum wakaf Al-Qur'an bersama lembaga kemanusiaan dari Turki ini, BAZNAS Kabupaten Bandung optimistis dapat terus memperkuat jejaring kolaborasi, memperluas gerakan Sedekah Al-Qur'an, dan berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat Kabupaten Bandung yang semakin Qur'ani.
Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kabupaten Bandung. Bersama, kita hadirkan Al-Qur'an hingga ke pelosok dan wujudkan generasi yang melek Al-Qur'an.***
BERITA20/09/2026 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
Hadiri PORSADIN VIII, Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung Ajak Santri Membiasakan Ibadah Maaliyah
KABUPATEN BANDUNG – Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, Dr. KH. Yusuf Ali Tantowi, Lc., M.A., menghadiri pembukaan resmi Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) VIII Tingkat Kabupaten Bandung Tahun 2026, Sabtu (19/9/2026), di Gedung Ormas Islam Kabupaten Bandung.
PORSADIN VIII diselenggarakan oleh DPC Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Bandung sebagai sarana pengembangan potensi, kreativitas, sportivitas, serta pembentukan karakter santri madrasah diniyah.
Kegiatan tersebut diketuai Dr. H. Furqon Arifin, M.M.Pd., didampingi Sekretaris H. Hidayat, M.Pd., serta mendapat dukungan Ketua DPC FKDT Kabupaten Bandung Dr. H. Daud Nurdin, M.H.
Rangkaian pembukaan meliputi pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Madrasah Diniyah Takmiliyah, laporan kegiatan, sambutan, serta pembukaan resmi.
Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung menyampaikan apresiasi kepada DPC FKDT, para guru diniyah, panitia, orang tua, dan seluruh pihak yang konsisten membina pendidikan keagamaan generasi muda.
“PORSADIN bukan sekadar kompetisi olahraga dan seni. Kegiatan ini merupakan bagian dari pendidikan karakter untuk melahirkan santri yang sehat, disiplin, percaya diri, kreatif, sportif, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam,” ujar Yusuf Ali Tantowi.
Menurutnya, pendidikan diniyah memiliki posisi penting dalam membentuk generasi yang saleh secara pribadi sekaligus saleh secara sosial. Karena itu, para santri perlu dibimbing agar memiliki keseimbangan antara ibadah badaniyah dan ibadah maaliyah.
“Ibadah badaniyah dilaksanakan dengan anggota badan, seperti salat, puasa, mengaji, belajar, dan membantu orang tua. Sementara ibadah maaliyah diwujudkan melalui harta, seperti zakat, infak, dan sedekah. Keduanya harus ditanamkan agar kesalehan santri tumbuh secara paripurna,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Yusuf mengutip atsar yang dinisbatkan kepada sahabat Abdullah bin Mas‘ud r.a.:
?????????? ????????? ?????????? ?????????? ??????????? ?????? ???? ??????? ????? ??????? ????
“Kalian diperintahkan mendirikan salat dan menunaikan zakat. Barang siapa tidak menunaikan zakat, maka tidak sempurna salatnya.”
Atsar tersebut, lanjutnya, menunjukkan eratnya hubungan antara salat dan zakat. Salat membangun hubungan seorang hamba dengan Allah Swt., sedangkan zakat menghadirkan kepedulian dan kemanfaatan bagi sesama.
“Orang yang rajin salat tetapi sengaja mengabaikan kewajiban zakat patut mengkhawatirkan kesempurnaan dan penerimaan ibadahnya. Jangan sampai kita tampak saleh ketika berada di masjid, tetapi tidak memiliki kepedulian terhadap tetangga, fakir miskin, anak yatim, dan masyarakat yang membutuhkan pertolongan,” tegasnya.
Yusuf menjelaskan bahwa para santri memang belum seluruhnya berkewajiban menunaikan zakat mal. Namun, pemahaman dan kecintaan terhadap ibadah maaliyah perlu ditanamkan sejak dini melalui kebiasaan berinfak, bersedekah, berbagi makanan, dan membantu teman yang mengalami kesulitan.
“Berinfak tidak harus menunggu kaya. Anak-anak dapat belajar menyisihkan sebagian uang sakunya untuk berbagi. Nilainya mungkin kecil, tetapi kebiasaan tersebut akan menumbuhkan keikhlasan, empati, dan kepedulian yang besar,” tuturnya.
Pembiasaan tersebut diharapkan dapat melahirkan generasi muzaki masa depan, yaitu generasi yang tidak hanya sukses secara pendidikan dan ekonomi, tetapi juga memiliki kesadaran menunaikan zakat serta memberdayakan masyarakat.
BAZNAS Kabupaten Bandung terus mendorong penguatan literasi zakat, infak, dan sedekah di lingkungan keluarga, lembaga pendidikan, madrasah, serta masyarakat. Pendidikan zakat sejak dini menjadi bagian penting dalam membangun budaya berbagi dan semangat gotong royong.
“Dari madrasah diniyah harus lahir santri yang kuat imannya, luas ilmunya, mulia akhlaknya, tinggi prestasinya, dan besar kepeduliannya. Mereka bukan hanya menjadi ahli ibadah, tetapi juga calon muzaki dan penggerak kebaikan bagi umat,” kata Yusuf.
Ia berharap PORSADIN VIII dapat memperkuat silaturahmi antar-santri dan lembaga diniyah sekaligus melahirkan prestasi yang membanggakan bagi Kabupaten Bandung.
“Mari sempurnakan ibadah badaniyah dengan ibadah maaliyah. Salat mendekatkan kita kepada Allah, sedangkan zakat, infak, dan sedekah mendekatkan kita kepada sesama. Dari keseimbangan itulah akan lahir generasi santri yang paripurna dan membawa keberkahan bagi Kabupaten Bandung,” pungkasnya.***
BERITA19/09/2026 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Salurkan Bantuan Logistik bagi Korban Kebakaran di Desa Baros
ARJASARI, 16 SEPTEMBER 2026 — BAZNAS Kabupaten Bandung menyalurkan bantuan bagi warga terdampak kebakaran di Desa Baros, Kampung Cimentrik, Kabupaten Bandung, Rabu (16/9/2026).
Bantuan yang diberikan berupa logistik keluarga untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga setelah mengalami musibah kebakaran. Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian BAZNAS Kabupaten Bandung terhadap masyarakat yang terdampak bencana.
Penyaluran bantuan dilakukan sebagai bagian dari respons kebencanaan BAZNAS Kabupaten Bandung melalui BAZNAS Tanggap Bencana (BTB). Bantuan logistik keluarga diharapkan dapat meringankan kebutuhan warga selama masa pemulihan pascakebakaran.
Selain personil BTB, hadir juga perangkat desa yang ikut menyerahkan secara simbolis bantuan kepada warga terdampak kebakaran.
Musibah kebakaran tidak hanya menyebabkan kerugian terhadap tempat tinggal dan harta benda, tetapi juga dapat membuat masyarakat terdampak harus memenuhi kembali berbagai kebutuhan dasar dalam kondisi yang serba terbatas.
Melalui penyaluran bantuan tersebut, BAZNAS Kabupaten Bandung berupaya hadir di tengah masyarakat yang sedang menghadapi musibah. Bantuan diberikan sebagai bagian dari amanah zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun untuk memberikan manfaat kepada masyarakat yang membutuhkan.
BAZNAS Kabupaten Bandung juga mengajak masyarakat untuk terus memperkuat kepedulian dan gotong royong terhadap warga yang terdampak bencana. Dukungan masyarakat melalui zakat, infak, sedekah, maupun donasi kebencanaan dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam membantu masyarakat melewati masa sulit.
BAZNAS Kabupaten Bandung berkomitmen untuk terus merespons berbagai kondisi kebencanaan dan menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan.***
BERITA16/09/2026 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
Perkuat Sinergi dan Inovasi, BAZNAS Kabupaten Bandung Studi Tiru ke BAZNAS Kota Semarang
SEMARANG, 15 SEPTEMBER 2026 — BAZNAS Kabupaten Bandung terus memperkuat kapasitas kelembagaan dan jejaring kolaborasi antarlembaga pengelola zakat. Salah satunya melalui kegiatan studi tiru ke BAZNAS Kota Semarang yang dilaksanakan pada Selasa, 15 September 2026, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, bertempat di Kantor BAZNAS Kota Semarang.Rombongan BAZNAS Kabupaten Bandung dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, Dr. KH. Yusuf Ali Tantowi, Lc., M.A., bersama Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Bandung, KH. Abdul Rouf, M.Pd. Kehadiran rombongan disambut hangat oleh seluruh jajaran Wakil Ketua BAZNAS Kota Semarang, didampingi Kepala Pelaksana Kantor serta para staf.Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab, terbuka, dan penuh semangat untuk saling berbagi pengalaman. Studi tiru tersebut menjadi ruang strategis bagi kedua lembaga untuk bertukar gagasan mengenai tata kelola zakat, penguatan kelembagaan, penghimpunan, pendistribusian dan pendayagunaan ZIS, serta berbagai inovasi pelayanan kepada muzaki dan mustahik.Dalam kesempatan tersebut, Dr. KH. Yusuf Ali Tantowi, Lc., M.A. menegaskan pentingnya memperkuat silaturahim antarsesama BAZNAS. Menurutnya, setiap BAZNAS daerah memiliki pengalaman, inovasi, dan keunggulan yang dapat menjadi inspirasi bagi daerah lainnya.“Silaturahim antarsesama BAZNAS harus terus diperkuat. Melalui pertemuan seperti ini, kita bisa saling belajar, saling menguatkan, dan saling menginspirasi. Praktik baik di satu daerah dapat menjadi pelajaran berharga untuk dikembangkan di daerah lainnya,” ujar Yusuf Ali Tantowi.Ia menambahkan, studi tiru tidak boleh berhenti pada kunjungan kelembagaan semata, tetapi harus mampu menghasilkan gagasan baru yang dapat diadaptasi untuk meningkatkan kualitas pengelolaan zakat di Kabupaten Bandung.“Yang paling penting adalah bagaimana hasil silaturahim ini dapat melahirkan inovasi, memperkuat tata kelola, dan pada akhirnya semakin memperluas manfaat zakat bagi masyarakat,” tambahnya.Sementara itu, Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Bandung, KH. Abdul Rouf, M.Pd., menekankan bahwa silaturahim tidak hanya memiliki nilai kelembagaan, tetapi juga mengandung nilai spiritual yang sangat kuat.“Silaturahim merupakan jalan keberkahan. Dalam ajaran Islam, silaturahim menjadi salah satu sebab dilapangkannya rezeki dan dipanjangkannya usia. Mudah-mudahan pertemuan ini bukan hanya memperkuat jejaring antarlembaga, tetapi juga membawa keberkahan bagi BAZNAS Kabupaten Bandung dan BAZNAS Kota Semarang,” ungkap Abdul Rouf.Melalui studi tiru tersebut, BAZNAS Kabupaten Bandung optimistis dapat membawa pulang berbagai pengalaman dan praktik baik yang relevan untuk memperkuat pengelolaan ZIS di Kabupaten Bandung.Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa kemajuan BAZNAS tidak dapat dibangun secara sendiri-sendiri. Kolaborasi, keterbukaan, dan budaya saling belajar menjadi modal penting dalam mewujudkan pengelolaan zakat yang semakin profesional, amanah, transparan, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.BAZNAS Kabupaten Bandung berharap silaturahim dengan BAZNAS Kota Semarang dapat terus berkembang menjadi kolaborasi produktif, sekaligus menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan pengelolaan zakat yang semakin kuat, inovatif, dan memberi manfaat luas bagi umat.***
BERITA15/09/2026 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Bantu Rehab Rutilahu Kader PKK dan Kupon Sembako di Jambore Kader PKK
MARGAHAYU, 15 SEPTEMBER 2026 - Untuk membantu warga dan kader PKK yang rumahnya dalam kondisi tak layak huni, BAZNAS Kabupaten Bandung membantu rehab dua rumah.BAZNAS kabupaten Bandung juga memberikan 2.000 kupon diskon pembelian paket sembako murah untuk warga kurang mampu di Kelurahan Sulaiman dan sekitarnya Sebanyak 7.000 kader PKK Kabupaten Bandung berkumpul dalam jambore kader PKK di Lapangan Binjas Lanud Sulaiman, Selasa 15 September 2026.Acara dibuka Bupati Bandung Dr. HM Dadang Supriatna atau Kang DS, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bandung Hj. Emma Dety Dadang Supriatna, Ketua Tim Penggerak PKK Jabar Samantha Dewi Erwan Setiawan, Komandan Lanud Sulaiman Marsekal Pratama Eko Sujatmiko, Wabup Bandung Ali Syakieb, Ketua DPRD Renie Rahayu Fauzirle, anggota DPRD Jabar Asep Syamsuddin, para kepala OPD Pemkab Bandung, perwakilan Polresta Bandung dan Waka 4 BAZNAS Kabupaten Bandung H. Sarnapi.Komandan Lanud Sulaiman mengatakan, pihaknya menyambut baik adanya Jambore PKK di komplek Lanud Sulaiman dan berdoa semoga kegiatan berjalan lancar."Kami memiliki fasilitas dan selalu terbuka apabila ada lembaga atau instansi yang ingin memanfaatkan Lanud Sulaiman," ucapnya.Emma Dety mengatakan, jambore kader PKK ini sebagai ajang silaturahmi dan bertukar pengetahuan serta pengalaman."Jambore diisi dengan lomba gerak jalan dengan kostum unik dan khas, lomba menghias tumpeng, dan bazar usaha mikro kecil. Kami juga membuka pelayanan berbagai perizinan, pajak kendaraan dan cek kesehatan gratis," ucapnya.Sedangkan Kang DS mengatakan, Pemkab Bandung mengucapkan terima kasih atas peran serta aktif para kader PKK dalam masalah sosial kemasyarakatan khususnya kemiskinan."Di musim kekeringan ini kami ingatkan masalah kebakaran naik rumah maupun lahan dan hutan yang salah satunya karena pembuangan puntung rokok," katanya.***
BERITA15/09/2026 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Silaturahmi ke BAZNAS Kabupaten Purwakarta untuk Peningkatan Manajemen Keuangan
PURWAKARTA, 14 SEPTEMBER 2026 - BAZNAS Kabupaten Bandung melakukan silaturahmi kepada BAZNAS Kabupaten Purwakarta di Jln. A. Yani, Purwakarta, Senin, 14 September 2026.
Silaturahmi dipimpin Wakil Ketua 3 BAZNAS Kabupaten Bandung H. Dudi Abdul Hadi dan Wakil Ketua 4 H. Sarnapi.
Sedangkan dari BAZNAS Kabupaten Purwakarta hadir Wakil Ketua I (Bidang Pengumpulan): Drs. Edwar Syah, Wakil Ketua II (Bidang Pendistribusian): Andri Hendrawan, Wakil Ketua III (Bidang Keuangan / Perencanaan): H. Saparudin, S.Fil.I, M.M.Pd. dan Wakil Ketua IV (Bidang SDM dan Administrasi): Yudi Sirojudin.
Menurut Dudi, silaturahmi kepada BAZNAS Kabupaten Purwakarta untuk belajar manajemen keuangan khususnya audit.
"Karena BAZNAS Kabupaten Purwakarta sudah 11 kali mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Alhamdulillah BAZNAS Kabupaten Bandung juga sudah beberapa kali memperoleh predikat WTP dari kantor akuntan publik," ujarnya.
Bahkan BAZNAS Kabupaten Purwakarta termasuk paling cepat dalam menyelesaikan audit akuntan publik ini.
"Tiap Januari ternyata BAZNAS Kabupaten Purwakarta sudah mendapatkan predikat WTP dari kantor akuntan publik," ucapnya.
Sedangkan Andri Hendrawan mengatakan, Kabupaten Purwakarta sudah memiliki Perda tentang pengelolaan zakat maupun peraturan Bupati dan surat edaran bupati.
"Namun Perda tentang Pengelolaan Zakat sampai sekarang belum bisa berjalan dengan efektif karena alasannya di tingkat Provinsi belum ada Perda Pengelolaan Zakat," katanya.***
BERITA14/09/2026 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
BAZNAS Kabupaten Bandung Salurkan Bantuan di Ciparay, Disaksikan Pimpinan Muhammadiyah dan Muwakif
CIPARAY, 13 SEPTEMBER 2026 — Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Jamjam Erawan, menyalurkan sejumlah bantuan kepada masyarakat dalam kegiatan yang berlangsung di Masjid Al-Muttaqin, Desa Sarimahi, Kecamatan Ciparay, Minggu (13/9/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua PC Muhammadiyah Kecamatan Ciparay Anwar Muhibban dan jajaran DKM Masjid Al-Muttaqin. Pendistribusian bantuan juga disaksikan oleh Wakil Ketua PD Muhammadiyah Kabupaten Bandung, H. Idan Darmawan, serta salah seorang muwakif, Ibu Hj. Yulia Shadikin, yang merupakan mantan Ketua PD Aisyiyah Kabupaten Bandung.
Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Bandung menyalurkan bantuan untuk sejumlah kebutuhan masyarakat. Bantuan yang diberikan meliputi bantuan kesehatan atas nama Rina Herlina, bantuan modal usaha bagi Deni Hidayatulloh, serta bantuan pemulihan pascakebakaran untuk Desa Sagaracipta.
Selain itu, bantuan juga disalurkan untuk mendukung infrastruktur pendidikan di MI Nurussaadah serta pembangunan sarana dakwah PC Muhammadiyah Kecamatan Ciparay.
Beragamnya bentuk bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya BAZNAS Kabupaten Bandung dalam mengoptimalkan pendistribusian zakat, infak, dan sedekah (ZIS) agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.
Bantuan kesehatan diharapkan dapat meringankan kebutuhan penerima manfaat, sementara bantuan modal usaha diarahkan untuk membantu penguatan ekonomi masyarakat. Di sisi lain, bantuan pemulihan pascakebakaran diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak musibah.
Dukungan terhadap MI Nurussaadah dan pembangunan sarana dakwah PC Muhammadiyah Kecamatan Ciparay juga menjadi bagian dari pendayagunaan dana ZIS untuk mendukung sektor pendidikan dan kehidupan keagamaan masyarakat.
Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat sinergi antara BAZNAS Kabupaten Bandung dengan unsur Muhammadiyah dan masyarakat dalam memperluas manfaat zakat, infak, dan sedekah.
BAZNAS Kabupaten Bandung terus berkomitmen menyalurkan amanah para muzaki dan muwakif kepada masyarakat yang membutuhkan melalui berbagai program yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi di lapangan.***
BERITA13/09/2026 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung Bersama Bupati Hadir Menguatkan Korban Kebakaran Maruyung
Di tengah puing rumah yang terbakar, bantuan diserahkan langsung kepada warga terdampak. Masyarakat diajak bergotong royong membantu pemulihan keluarga dan memenuhi kebutuhan sekolah anak-anak.PACET – Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, Dr. KH. Yusuf Ali Tantowi, Lc., M.A., bersama Bupati Bandung menyerahkan langsung bantuan kepada warga terdampak kebakaran di Kampung Limus, Desa Maruyung, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, Kamis (10/9/2026).Kehadiran tersebut menjadi penguat bagi para korban yang kehilangan tempat tinggal dan sebagian besar harta bendanya dalam musibah kebakaran dua hari sebelumnya.Dalam penyerahan bantuan itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung dan Bupati Bandung didampingi Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan, Kepala Dinas Sosial, Camat Pacet, Kepala Desa Maruyung, serta unsur terkait lainnya. Kehadiran lintas lembaga menunjukkan komitmen bersama untuk memastikan warga tidak menghadapi masa sulit ini sendirian.Musibah terjadi pada Selasa (8/9/2026) sekitar pukul 01.00 WIB. Berdasarkan asesmen awal BAZNAS Tanggap Bencana Kabupaten Bandung, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik hingga percikannya menyambar rumah warga. Api mengakibatkan lima rumah rusak berat, sedangkan dua rumah lainnya mengalami kerusakan sedang atau ringan.Sebanyak 29 jiwa terdampak, termasuk 21 anak dan balita serta seorang lansia. Para korban untuk sementara mengungsi dan tinggal di rumah kerabat. Di balik angka-angka tersebut, terdapat keluarga yang dalam hitungan singkat kehilangan ruang beristirahat, peralatan memasak, pakaian, dan perlengkapan sekolah anak-anak.Yusuf Ali Tantowi menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan merupakan bentuk kehadiran cepat BAZNAS sekaligus amanah masyarakat yang harus diwujudkan dalam pelayanan nyata. Menurutnya, korban bencana tidak hanya membutuhkan bantuan untuk bertahan pada masa darurat, tetapi juga dukungan agar mampu bangkit dan membangun kembali kehidupan mereka.“Kebakaran ini bukan hanya menghanguskan bangunan. Ada rasa aman keluarga yang hilang, ada perlengkapan sekolah anak-anak yang terbakar, dan ada harapan yang harus kita bangun kembali bersama. BAZNAS Kabupaten Bandung hadir untuk menguatkan mereka dan memastikan bahwa para korban tidak berjalan sendirian,” ujar Yusuf.Ia mengajak seluruh unsur masyarakat untuk menjadikan musibah tersebut sebagai panggilan kemanusiaan. Gotong royong dari pemerintah, BAZNAS, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat sangat diperlukan karena proses pemulihan membutuhkan waktu serta dukungan yang tidak sedikit.Kebutuhan mendesak warga saat ini meliputi bahan bangunan untuk memperbaiki rumah, peralatan dapur, dan perlengkapan sekolah. Buku, seragam atau pakaian, sepatu, tas, serta alat tulis diperlukan agar anak-anak terdampak dapat kembali belajar tanpa harus menunggu seluruh kondisi keluarga pulih.“Anak-anak tidak boleh kehilangan masa depan karena perlengkapan belajarnya ikut terbakar. Mari kita bantu mereka kembali ke sekolah dan membantu keluarganya memiliki tempat tinggal yang layak. Setiap donasi, sekecil apa pun, dapat menjadi bagian dari rumah yang dibangun kembali dan senyum yang dipulihkan,” lanjut Yusuf.Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung juga menyampaikan apresiasi kepada relawan BAZNAS Tanggap Bencana yang melakukan asesmen awal, pemerintah daerah, aparatur Kecamatan Pacet dan Desa Maruyung, serta warga yang telah memberikan tempat tinggal sementara kepada para korban. Solidaritas tersebut menjadi modal penting dalam mempercepat penanganan darurat dan pemulihan pascabencana.Mari Bantu Warga Maruyung Bangkit KembaliBAZNAS Kabupaten Bandung mengajak para muzaki, munfik, pelaku usaha, aparatur, komunitas, dan seluruh masyarakat untuk menyalurkan donasi kemanusiaan, infak, serta sedekah bagi korban kebakaran Maruyung.Bantuan masyarakat akan diarahkan untuk mendukung kebutuhan mendesak dan proses pemulihan berdasarkan hasil asesmen serta ketentuan yang berlaku, terutama untuk:- Bahan bangunan dan pemulihan rumah;- Peralatan dapur keluarga;- Pakaian dan kebutuhan dasar;- Buku dan alat tulis;- Seragam atau pakaian sekolah;- Tas dan sepatu sekolah anak-anak.Donasi dapat disalurkan melalui kanal resmi BAZNAS Kabupaten Bandung atau Unit Pengumpul Zakat resmi di lingkungan masing-masing.Informasi dan konfirmasi penyaluran dapat diperoleh melalui:- Website: "kabbandungbaznas.go.id" (https://kabbandungbaznas.go.id)- Instagram dan Facebook: @baznaskab.bandung- YouTube: baznaskabbandungHari ini, warga Maruyung mungkin berdiri di antara sisa-sisa rumah yang terbakar. Namun, dengan kepedulian dan gotong royong, mereka tidak berdiri sendiri.Mari bersama BAZNAS Kabupaten Bandung mengubah kepedulian menjadi bantuan nyata, membantu keluarga membangun kembali rumahnya, dan memastikan anak-anak tetap dapat melanjutkan sekolah dengan penuh harapan.***
BERITA10/09/2026 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
Bupati Kang DS Tinjau Lokasi Longsor Kutawaringin, BAZNAS dan Dinsos Serahkan Bantuan
KUTAWARINGIN, 10 SEPTEMBER 2026 - Bupati Bandung Dr. HM Dadang Supriatna atau Kang DS meninjau langsung lokasi longsor di kawasan RW 17, Desa/Kecamatan Kutawaringin, Kamis 10 September 2026.Pada kesempatan tersebut, Kang DS langsung memberikan bantuan kepada uang untuk biaya kontrak korban yang rumahnya rusak berat.Sedangkan Dinsos dan BAZNAS Kabupaten Bandung menyerahkan paket sembako untuk meringankan beban hidup para korban."Untuk perbaikan rumah khususnya yang rusak ringan sebanyak 10 unit akan ditangani oleh Pemkab Bandung 8 unit dan BAZNAS untuk dua unit," kata Kang DS.Peninjauan dan penyerahan bantuan dihadiri Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Bandung dijabat oleh Dr. Ir. H. Zeis Zultaqawa, M.M., IPU., ASEAN Eng, Kepala Dinsos Hj. Ningning Hendasah, Camat Kutawaringin Mamet Slamet, Kapolsek Soreang Oeng H, dan Wakil Ketua 4 BAZNAS Kabupaten Bandung H. Sarnapi, serta Kepala Desa Kutawaringin Dede Darmawan.Lebih jauh Kang DS menyatakan, Irigasi Leuwikuya yang.menjadi penyebab longsor sudah dibangun sejak era Belanda sehingga sudah memprihatinkan. "Irigasi sudah dangkal sehingga ketika hujan tak mampu lagi menahan luapan air. Irigasi juga rentan jebol sehingga terjadi longsor," katanya.Seperti diketahui hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Rabu 9 September 2026 dini hari, memicu longsor di kawasan RW 17, Desa Kutawaringin.Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 03.00 WIB dan berdampak terhadap sejumlah rumah warga yang berada di sekitar jalur irigasi Leuwikuya, yang merupakan saluran pengairan menuju wilayah Bandung Barat.Dampak longsor tidak hanya mengganggu saluran irigasi, tetapi juga mengancam permukiman warga. Berdasarkan hasil asesmen di lapangan, dua rumah mengalami kerusakan berat.Sementara itu, sejumlah rumah lainnya turut terdampak sehingga warga diminta meningkatkan kewaspadaan dan mengamankan diri apabila kondisi di sekitar lokasi kembali membahayakan.Dede mengatakan, warga yang rumahnya berada di sekitar titik longsor untuk sementara diarahkan mencari tempat yang lebih aman."Sementara itu, Camat Kutawaringin Mamet Slamet mengatakan, pihak kecamatan telah melakukan koordinasi dengan sejumlah instansi terkait sebagai langkah penanganan dampak longsor.Koordinasi dilakukan bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta BKSDA Provinsi Jawa Barat."Sebagai langkah penanganan, kami sudah melakukan koordinasi dengan dinas PUTR, Disperkimtan, BPBD dan BKSDA Provinsi Jawa Barat," ujar Mamet Slamet.Menurut Mamet, berdasarkan hasil asesmen di lokasi, dampak longsor mengakibatkan dua rumah mengalami kerusakan berat.Ia mengatakan, hasil asesmen tersebut juga menjadi dasar untuk menentukan langkah penanganan teknis di lokasi longsor.Mamet mengungkapkan, berdasarkan hasil asesmen di lapangan, pihak BKSDA akan segera melakukan penanggulangan longsor.Salah satu langkah yang disiapkan adalah pemasangan beronjong di sekitar lokasi longsor sebagai upaya memperkuat dan menahan material tanah agar tidak kembali bergerak."Hasil asesmen di lokasi, BKSDA akan segera menanggulangi longsoran dengan memasang beronjong di lokasi longsor," kata Mamet.Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat area terdampak sekaligus meminimalkan risiko longsor susulan yang dapat mengancam rumah warga dan infrastruktur di sekitarnya.***
BERITA10/09/2026 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung: ZIS Mengubah Kepedulian Menjadi Harapan Baru
Hadiri Layanan Hapus Tato Gratis Tahap III, Dr. KH. Yusuf Ali Tantowi mengajak masyarakat memperluas manfaat dengan menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi.CILEUNYI – Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, Dr. KH. Yusuf Ali Tantowi, Lc., M.A., menghadiri Program Layanan Hapus Tato Gratis Tahap III yang diselenggarakan BAZNAS Provinsi Jawa Barat di Pondok Pesantren Anak Jalanan At-Tamur, Cibiru Hilir, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Rabu (9/9/2026).Kehadirannya membawa pesan penting bahwa zakat, infak, dan sedekah bukan sekadar angka yang dihimpun, tetapi kekuatan kebaikan yang dapat membuka jalan perubahan bagi masyarakat.Program layanan hapus tato memperlihatkan salah satu bentuk kebutuhan sosial yang sering tidak terlihat. Bagi sebagian penerima manfaat, tato merupakan jejak perjalanan masa lalu yang ingin mereka tinggalkan. Keinginan menghapusnya tumbuh bersama harapan untuk memperbaiki diri, memulihkan kepercayaan diri, dan kembali diterima di tengah keluarga maupun masyarakat.Yusuf Ali Tantowi menilai semangat kegiatan tersebut sejalan dengan misi BAZNAS untuk menghadirkan pelayanan yang memuliakan manusia. Menurutnya, masyarakat yang sedang menjalani proses perubahan tidak membutuhkan penghakiman, tetapi dukungan nyata, lingkungan yang menerima, dan kesempatan untuk membangun kehidupan baru.“ZIS mengajarkan bahwa kepedulian tidak boleh berhenti sebagai rasa iba. Kepedulian harus diubah menjadi tindakan yang terarah, amanah, dan memberikan dampak. Melalui pengelolaan yang tepat, zakat, infak, dan sedekah dapat menjadi jalan bagi masyarakat untuk memperoleh pelayanan, pembinaan, dan kesempatan hidup yang lebih baik,” ujar Yusuf.Ia mengapresiasi sinergi BAZNAS Provinsi Jawa Barat, Pondok Pesantren Anak Jalanan At-Tamur, tim medis, serta seluruh pihak yang terlibat. Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa persoalan sosial memerlukan kerja bersama. Lembaga zakat menghubungkan kepedulian masyarakat dengan kebutuhan penerima manfaat, sementara mitra layanan memastikan bantuan diberikan sesuai keahlian dan kebutuhan.Kegiatan berlangsung dalam dua sesi hingga sore hari dan dilengkapi dengan pembacaan Al-Qur’an, testimoni penerima manfaat, penyerahan bantuan, serta pelayanan oleh tim medis. Testimoni peserta mengingatkan bahwa di balik setiap program terdapat manusia dengan kisah, harapan, dan perjuangan yang perlu dihargai.Menurut Yusuf, semangat layanan tersebut perlu dilanjutkan melalui pendampingan yang lebih luas. Penerima manfaat yang sedang menata kehidupan dapat membutuhkan pembinaan spiritual, layanan kesehatan, pendidikan, pelatihan keterampilan, dukungan usaha, maupun penguatan ekonomi keluarga.Ruang manfaat inilah yang dapat terus diperluas ketika kepercayaan dan partisipasi masyarakat dalam menunaikan ZIS semakin kuat.Ia menegaskan bahwa zakat merupakan kewajiban sekaligus instrumen pemerataan dan pemberdayaan. Sementara itu, infak dan sedekah membuka ruang partisipasi yang luas bagi siapa pun untuk ikut menghadirkan kebaikan. Besar atau kecilnya pemberian akan menjadi bermakna ketika disalurkan secara konsisten, tepat sasaran, dan dikelola secara bertanggung jawab.“Mari kita jadikan zakat, infak, dan sedekah sebagai bukti syukur serta jalan menghadirkan harapan. Jangan menunggu memiliki harta berlimpah untuk mulai berbagi. Tunaikan ZIS melalui BAZNAS Kabupaten Bandung atau Unit Pengumpul Zakat resmi agar manfaatnya dapat dikelola secara amanah dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan,” ajak Yusuf.BAZNAS Kabupaten Bandung berkomitmen menjaga kepercayaan muzaki dan masyarakat melalui pengelolaan ZIS yang amanah, transparan, serta berorientasi pada perubahan penerima manfaat. Setiap dana yang dipercayakan harus diarahkan sesuai ketentuan syariah dan peraturan, serta diupayakan menghadirkan manfaat yang terukur dan berkelanjutan.Layanan Hapus Tato Gratis Tahap III membawa pesan optimistis bahwa masa lalu tidak menentukan akhir perjalanan seseorang. Ketika tekad untuk berubah dipertemukan dengan kepedulian masyarakat, harapan baru dapat tumbuh.Karena itu, mari kuatkan gerakan ZIS dan ubah kepedulian menjadi manfaat nyata bersama BAZNAS Kabupaten Bandung.Masyarakat dapat menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui kanal resmi BAZNAS Kabupaten Bandung serta UPZ resmi di lingkungan masing-masing. Pastikan setiap transaksi dilakukan melalui kanal terverifikasi dan memperoleh bukti penerimaan yang sah.***
BERITA09/09/2026 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
Respons Sebaran Abu Vulkanik, BAZNAS Kabupaten Bandung Bagikan Masker kepada Pengendara
SOREANG, 7 SEPTEMBER 2026 — Sebagai bentuk respons terhadap sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang mulai dirasakan di sejumlah wilayah, BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kabupaten Bandung membagikan sejumlah masker kepada masyarakat, khususnya para pengendara yang melintas di kawasan Lampu Merah Al Fathu, Soreang, Kabupaten Bandung, Senin 7 September 2026.
Aksi tersebut dilakukan sebagai langkah mitigasi sederhana untuk membantu masyarakat melindungi saluran pernapasan di tengah kondisi udara yang terdampak sebaran abu vulkanik.
Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau diketahui telah mencapai sejumlah wilayah di Jawa Barat. Badan Geologi masih menetapkan status aktivitas Gunung Anak Krakatau pada Level III (Siaga) dan merekomendasikan masyarakat yang terdampak abu vulkanik untuk mengurangi aktivitas di luar rumah atau menggunakan masker ketika beraktivitas.
Kondisi tersebut juga menjadi perhatian di Kabupaten Bandung, khususnya wilayah Soreang. Bagi masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan, penggunaan masker menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi paparan partikel abu vulkanik.
Abu vulkanik bukan sekadar debu biasa. Partikel yang terhirup dapat mengganggu saluran pernapasan dan berisiko menimbulkan keluhan kesehatan, sementara paparan pada mata dan kulit juga dapat menyebabkan iritasi. Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk membatasi aktivitas di luar rumah serta menggunakan masker dan pelindung mata apabila harus keluar.
Bagi pengendara, keberadaan abu vulkanik juga perlu diwaspadai karena dapat mengganggu kenyamanan dan keselamatan berkendara, terutama apabila sebaran abu membuat jarak pandang menurun. BPBD Jawa Barat sebelumnya mengimbau masyarakat menggunakan masker dan kacamata pelindung serta menghindari berkendara apabila jarak pandang terganggu.
Melalui aksi pembagian masker ini, BAZNAS Tanggap Bencana Kabupaten Bandung mengajak masyarakat untuk tidak panik, tetap waspada, serta mengikuti informasi dan arahan resmi dari pemerintah terkait perkembangan sebaran abu vulkanik.
Di sisi lain, kondisi kebencanaan seperti ini membutuhkan kepedulian dan gotong royong dari berbagai pihak. Masyarakat yang ingin turut membantu penanganan dan respons terhadap kondisi kebencanaan dapat menyalurkan donasi melalui BAZNAS Kabupaten Bandung.
Donasi yang dihimpun melalui BAZNAS diharapkan dapat memperkuat upaya respons kebencanaan, sehingga bantuan dapat diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan secara lebih terorganisir dan tepat sasaran.
BAZNAS Kabupaten Bandung mengajak masyarakat untuk bersama-sama memperkuat kepedulian terhadap sesama. Di tengah kondisi bencana, kepedulian sekecil apa pun dapat menjadi bagian penting dalam membantu masyarakat melewati situasi sulit.***
BERITA07/09/2026 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
Bupati Bandung Ajak Perkuat Kepedulian untuk Korban Musibah NTT melalui BAZNAS
SOREANG, 7 SEPTEMBER 2026 — Bupati Bandung H.M. Dadang Supriatna mendorong aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung untuk terus memperkuat kepedulian sosial, termasuk membantu masyarakat yang tengah menghadapi musibah di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Hal tersebut disampaikan Bupati Bandung dalam kegiatan Siraman Rohani ASN se-Kabupaten Bandung, Senin (7/9/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia menyinggung peran zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun dari ASN melalui BAZNAS Kabupaten Bandung untuk kemudian memberikan manfaat kepada masyarakat yang membutuhkan.
"Alhamdulillah zakat infak sedekah ASN masuk ke BAZNAS setiap bulan, saudara kita di NTT mengalami musibah," ujar H.M. Dadang Supriatna.
Menurutnya, penghimpunan ZIS melalui BAZNAS dapat menjadi salah satu sarana untuk mengorganisir kepedulian masyarakat sehingga dapat disalurkan kepada mereka yang membutuhkan, termasuk korban musibah di daerah lain.
"Kita sampaikan ke NTT. Ini merupakan bentuk sehat secara sosial," tuturnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi dorongan agar kepedulian sosial tidak berhenti pada rasa prihatin, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata. Dengan pengelolaan secara terorganisir, bantuan yang diberikan diharapkan dapat sampai kepada masyarakat yang terdampak dan membutuhkan.
Bupati Bandung juga mengingatkan bahwa rasa empati merupakan bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, kepedulian terhadap sesama perlu dibangun melalui proses dan kesadaran untuk mensyukuri berbagai nikmat yang telah diberikan Allah SWT.
"Rasa empati harus (dimiliki). Ada prosesnya dan tidak bisa serta merta. Tinggal introspeksi apakah kita saat ini sudah bersyukur kepada nikmat Allah," katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Jamjam Erawan, turut menyampaikan apresiasi kepada para ASN yang selama ini konsisten menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kabupaten Bandung.
Kolaborasi antara ASN, Pemerintah Kabupaten Bandung, dan BAZNAS tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat penghimpunan ZIS, tetapi juga memperluas manfaatnya bagi masyarakat, termasuk dalam merespons kondisi darurat dan musibah kemanusiaan.
Melalui momentum Siraman Rohani ini, Bupati Bandung mengajak seluruh ASN untuk menjadikan ZIS sebagai bagian dari implementasi rasa syukur sekaligus bentuk kepedulian sosial terhadap sesama.***
BERITA07/09/2026 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
Sinergi Sport Tourism dan Filantropi, BAZNAS Hadirkan Stand ZIS di Bandung Bedas Run 2026
SOREANG, 6 September 2026 – Event lari tahunan bergengsi, Bandung Bedas Run 2026, sukses digelar pada Minggu 6 September 2026 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung. Di tengah kemeriahan ribuan pelari yang memadati rute 5K dan 10K, ada pemandangan menarik yang memperkuat dimensi sosial event ini.
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung turut berkontribusi nyata dengan membuka stand layanan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS).
Kehadiran stand ZIS tersebut merupakan bentuk kolaborasi apik antara BAZNAS Kabupaten Bandung dengan [Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Bandung selaku penyelenggara utama kegiatan. Sinergi ini bertujuan mengawinkan semangat hidup sehat melalui olahraga (sport tourism) dengan kepedulian sosial melalui berbagi.
Memudahkan Peserta Berbagi Kebaikan
Stand BAZNAS yang berlokasi strategis di area race village memiliki layanan meliputi konsultasi zakat, pembayaran infak secara digital, hingga sedekah spontan pasca-lari.
Lewat momentum berkumpulnya ribuan orang ini, BAZNAS ingin mendekatkan diri kepada masyarakat. Berolahraga untuk kesehatan fisik tentu sangat baik, namun akan jauh lebih bermakna jika diiringi dengan membersihkan harta dan membantu sesama melalui ZIS yang dikelola secara profesional.
Dukungan Penuh KORMI Kabupaten Bandung
KORMI Kabupaten Bandung menyambut baik kolaborasi inklusif ini. Event Bandung Bedas Run 2026 dirancang bukan sekadar ajang adu kecepatan, tetapi menjadi ruang perayaan kebersamaan masyarakat Kabupaten Bandung yang bergerak dinamis menuju masa depan.
Kehadiran stan BAZNAS memberikan nilai tambah religius dan kemanusiaan pada ajang olahraga rekreasi ini. Diharapkan, kolaborasi positif serupa dapat terus dipertahankan pada penyelenggaraan event-event besar daerah di masa mendatang untuk terus membangun Kabupaten Bandung yang makin "Bedas".***
BERITA06/09/2026 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
Gebyar Maulid Nabi Kabupaten Bandung, Ketua BAZNAS Ajak Masyarakat Teladani Kedermawanan Rasulullah
SOREANG, 25 AGUSTUS 2026 — Momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya tidak hanya menjadi ungkapan kecintaan kepada Rasulullah, tetapi juga melahirkan semangat untuk meneladani sifat beliau dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu keteladanan yang sangat relevan dengan kehidupan sosial masyarakat adalah kedermawanan dan kegemaran berbagi kepada sesama.
Pesan tersebut disampaikan Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, Dr. KH. Yusuf Ali Tantowi, Lc., M.A., saat menghadiri Gebyar Maulid Nabi Muhammad SAW Kabupaten Bandung, Selasa (25/8/2026), yang berlangsung pukul 07.00–12.00 WIB di Dome Bale Rame, Kabupaten Bandung.
Dalam kesempatan tersebut, KH. Yusuf mengajak masyarakat menjadikan Maulid sebagai momentum untuk semakin mengenal sekaligus mencontoh kepribadian Rasulullah SAW. Menurutnya, salah satu karakter yang sangat menonjol dalam kehidupan Nabi adalah kemurahan hati beliau.
Hal tersebut sebagaimana digambarkan oleh Abdullah bin Abbas RA:
????? ?????????? ?????? ???????? ???????? ????????? ???????? ???????? ? ?????????? ??? ????????? ????? ?????????
“Rasulullah SAW adalah manusia yang paling dermawan, dan beliau semakin dermawan pada bulan Ramadan....” (HR. Bukhari dan Muslim).
Menurut Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, ungkapan ???????? ???????? — manusia yang paling dermawan menunjukkan bahwa karakter Rasulullah bukan hanya senang memberi ketika memiliki kelebihan, tetapi menjadikan kemurahan hati sebagai bagian dari kepribadian dan jalan hidup.
“Kalau kita bergembira memperingati kelahiran Rasulullah, maka salah satu bukti kegembiraan dan kecintaan itu adalah berusaha memiliki akhlak beliau. Rasulullah adalah manusia yang sangat dermawan. Maka Maulid harus mendorong kita menjadi umat yang senang berbagi, bukan hanya senang menerima,” pesan KH. Yusuf.
Dari Mahabbah Menuju Semangat Berbagi
KH. Yusuf menegaskan bahwa kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW harus menghadirkan manfaat bagi orang-orang di sekitar. Masyarakat tidak harus menunggu menjadi kaya untuk dapat berbagi.
Berbagi dapat dimulai dari kemampuan masing-masing: membantu tetangga yang kesulitan, menyantuni anak yatim, membantu biaya pendidikan keluarga tidak mampu, meringankan kebutuhan orang sakit, memberi makan mereka yang membutuhkan, serta menunaikan zakat, infak dan sedekah secara istiqamah.
“Jangan menunggu kaya untuk menjadi dermawan. Kedermawanan bukan semata-mata tentang seberapa besar yang kita berikan, tetapi tentang adanya hati yang tergerak ketika melihat orang lain membutuhkan pertolongan,” ujarnya.
Menurutnya, semangat tersebut sejalan dengan misi BAZNAS dalam menguatkan kepedulian sosial melalui zakat, infak, dan sedekah. Dana yang dihimpun dari masyarakat dikembalikan untuk menghadirkan kemanfaatan bagi masyarakat melalui berbagai program pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, ekonomi, dan kebutuhan sosial lainnya.
Jadikan Maulid Momentum Gerakan Kebaikan
Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung berharap kemeriahan Gebyar Maulid tidak berhenti ketika rangkaian acara berakhir. Semangat yang lahir dari majelis Maulid harus dibawa pulang dan diterapkan dalam kehidupan keluarga serta lingkungan masyarakat.
Ia mengajak masyarakat Kabupaten Bandung menjadikan momentum Maulid sebagai awal untuk membangun kebiasaan berbagi.
“Mari kita jadikan Maulid Nabi sebagai momentum perubahan: dari sekadar mengagumi Rasulullah menjadi meneladani Rasulullah; dari sekadar berbicara tentang kedermawanan menjadi orang yang gemar berbagi; dan dari sekadar mencintai Nabi dengan lisan menjadi menghadirkan manfaat bagi sesama.”
KH. Yusuf berharap semakin banyak masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap mereka yang membutuhkan. Menurutnya, ketika semangat berbagi tumbuh menjadi budaya bersama, zakat, infak, dan sedekah tidak hanya menjadi ibadah individual, tetapi juga menjadi kekuatan sosial untuk membangun kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bandung.
“Rasulullah SAW adalah manusia yang paling dermawan. Maka salah satu hadiah terbaik yang dapat kita persembahkan dalam momentum Maulid adalah berusaha menjadi umat beliau yang juga senang memberi. Mari bahagiakan yang membutuhkan, bantu yang sedang kesulitan, dan jadikan zakat, infak serta sedekah sebagai jalan menghadirkan keberkahan di Kabupaten Bandung,” pungkas Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung.***
BERITA25/08/2026 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Hadirkan Rumah Layak Huni, Wujud Nyata Kepedulian untuk Ibu Iis
SOREANG, 24 AGUSTUS 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung kembali menyalurkan manfaat zakat melalui program Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB). Kali ini, bantuan diwujudkan dalam bentuk hunian yang lebih layak bagi Ibu Iis, warga Kampung Paniisan RT 01/16, Desa Parungserab, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung.
Program tersebut menjadi salah satu bentuk pendistribusian dan pendayagunaan dana zakat untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya dalam memenuhi kebutuhan tempat tinggal yang layak.
Rumah yang sebelumnya membutuhkan perbaikan kini telah mendapatkan perhatian melalui program RLHB. Kehadiran hunian tersebut diharapkan dapat memberikan kenyamanan dan rasa aman bagi Ibu Iis beserta keluarga dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Pelaksanaan program RLHB ini juga merupakan hasil kolaborasi antara BAZNAS Kabupaten Bandung dengan Anggota DPRD Kabupaten Bandung Fraksi PKB Dapil 1, Khoiril Anwar. Sinergi tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk menghadirkan manfaat yang lebih nyata bagi masyarakat.
Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, Dr. KH. Yusuf Ali Tantowi, Lc., M.A., menyampaikan bahwa pendistribusian zakat harus diarahkan agar manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh para mustahik.
“BAZNAS hadir bukan hanya untuk menyalurkan zakat, tetapi memastikan zakat tersebut mampu mengubah kehidupan mustahik menjadi lebih baik. Rumah layak huni ini adalah bentuk nyata kepedulian para muzaki yang kemudian kami amanahkan untuk kembali kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Menurutnya, program rumah layak huni tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga menjadi bagian dari ikhtiar untuk meningkatkan kualitas kehidupan penerima manfaat.
“Kami berharap rumah ini menjadi tempat yang penuh keberkahan, tempat keluarga berteduh, berkumpul, dan membangun masa depan. Semoga semakin banyak pihak yang tergerak untuk berzakat, karena dari zakat kita bisa menghadirkan kebahagiaan dan mengangkat kehidupan saudara-saudara kita,” tuturnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Bandung Fraksi PKB Dapil 1, Khoiril Anwar, memberikan apresiasi terhadap langkah BAZNAS Kabupaten Bandung dalam menghadirkan program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi BAZNAS Kabupaten Bandung. Rumah layak huni ini merupakan bukti bahwa ketika semua pihak bersinergi, kepedulian bisa diwujudkan menjadi sesuatu yang nyata. Kami berharap kolaborasi seperti ini terus diperkuat agar semakin banyak masyarakat yang membutuhkan dapat merasakan manfaatnya,” katanya.
Ia menilai keberadaan rumah layak huni memiliki arti lebih dari sekadar pembangunan sebuah bangunan, karena di dalamnya terdapat harapan bagi keluarga penerima manfaat untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.
“Rumah adalah tempat lahirnya harapan. Ketika kita membantu seseorang mendapatkan rumah yang layak, sesungguhnya kita sedang membantu memberikan kehidupan yang lebih bermartabat. Mudah-mudahan rumah Ibu Iis ini membawa keberkahan dan menjadi awal dari kehidupan yang lebih baik,” ungkapnya.
Program RLHB bagi Ibu Iis menjadi salah satu gambaran nyata bagaimana dana zakat yang dihimpun dari masyarakat dapat kembali memberikan manfaat kepada mereka yang berhak menerimanya.
Melalui program tersebut, BAZNAS Kabupaten Bandung terus berkomitmen mengoptimalkan pendistribusian dan pendayagunaan zakat agar tidak hanya memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga dapat membantu meningkatkan kualitas hidup mustahik secara berkelanjutan.
BAZNAS Kabupaten Bandung berharap semakin banyak masyarakat yang menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi sehingga manfaatnya dapat dikelola secara terarah dan dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.***
BERITA24/08/2026 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
BAZNAS Kabupaten Bandung Dorong GURU PAI Kemenag Perkuat Gerakan Infak dan Sedekah di Sekolah
KATAPANG, 13 AGUSTUS 2026 – BAZNAS Kabupaten Bandung menghadiri kegiatan Penguatan Pemanfaatan Digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Kabupaten Bandung pada Rabu 13 Agustus 2026 bertempat di Gedung PGRI Katapang. Kegiatan tersebut diikuti oleh guru Pendidikan Agama Islam (PAI) jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK se-Kabupaten Bandung.Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Bandung dihadiri langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Yusuf Ali Tantowi, serta Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan, H. Jamjam Erawan. Kehadiran BAZNAS menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi dengan para pendidik dalam membangun kesadaran zakat, infak, dan sedekah di lingkungan sekolah.Dalam penyampaiannya, H. Yusuf Ali Tantowi mengajak para guru PAI untuk menjadi penggerak zakat, infak, dan sedekah di lingkungan pendidikan. Menurutnya, sekolah memiliki peran penting dalam menanamkan kebiasaan berbagi kepada peserta didik sejak usia dini.“Kami berharap bapak ibu menjadi penggerak zakat infak sedekah di sekolah,” ujar H. Yusuf Ali Tantowi.Menurutnya, pendidikan tentang infak dan sedekah perlu ditanamkan kepada peserta didik sejak dini. Kebiasaan berbagi tidak hanya menjadi bentuk ibadah, tetapi juga bagian dari pembentukan karakter dan ketakwaan anak.“Kita mendidik anak-anak untuk berinfak dan bersedekah supaya menjadi pribadi yang bertakwa,” katanya.Salah satu langkah yang didorong BAZNAS Kabupaten Bandung adalah pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di sekolah. Menurut H. Yusuf, keberadaan UPZ menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang tertib di lingkungan pendidikan.“Salah satunya dengan membentuk UPZ sekolah. Berinfak bukanlah hal yang mudah, ibadah maliyah itu berat. Maka dari itu harus dibentuk sejak dini untuk berinfak dan berbagi,” jelasnya.Ia juga menekankan bahwa pembentukan UPZ sekolah memberikan kepastian dan perlindungan kelembagaan bagi aktivitas penghimpunan infak dan sedekah di lingkungan sekolah. Dengan adanya UPZ yang resmi, guru dapat mengajak peserta didik untuk berinfak melalui mekanisme yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.“Supaya legal dan tidak dianggap pungli, kehadiran UPZ melindungi kebaikan. Sehingga ketika mengajak anak-anak untuk berinfak bisa dipayungi kegiatannya,” ungkapnya.Lebih lanjut, H. Yusuf menjelaskan bahwa keberadaan UPZ juga dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekolah maupun masyarakat sekitar. Menurutnya, guru PAI memiliki posisi strategis sebagai motor penggerak karena berinteraksi langsung dengan peserta didik dan memiliki peran dalam pendidikan karakter keagamaan.“Nilai manfaat nanti bisa dirasakan oleh sekolah. Motor penggeraknya nanti guru-guru PAI. Dari sekian banyak sekolah masih sedikit UPZ yang aktif, maka dari itu perlu sumbangsih dari bapak ibu untuk menggerakkan UPZ sekolah,” tuturnya.BAZNAS Kabupaten Bandung berharap sinergi bersama Kementerian Agama Kabupaten Bandung dan para guru PAI dapat terus diperkuat, khususnya dalam mendorong pembentukan serta pengaktifan UPZ di sekolah. Melalui langkah tersebut, pendidikan zakat, infak, dan sedekah diharapkan tidak berhenti sebagai materi pembelajaran, tetapi tumbuh menjadi kebiasaan yang membentuk karakter peserta didik sejak dini.Pada akhirnya, penguatan UPZ sekolah diharapkan dapat menjadi bagian dari gerakan bersama dalam membangun budaya berbagi di lingkungan pendidikan sekaligus memperluas kebermanfaatan zakat, infak, dan sedekah bagi masyarakat Kabupaten Bandung.***
BERITA13/08/2026 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Salurkan Bantuan Biaya Hidup untuk Ma Irah di Ciwidey
CIWIDEY, 10 Agustus 2026 – BAZNAS Kabupaten Bandung menyalurkan bantuan biaya hidup kepada Ma Irah, warga lanjut usia yang tinggal di Kampung Batululumpang, Desa Lebakmuncang, Kecamatan Ciwidey, pada Senin 10 Agustus 2026. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian BAZNAS terhadap masyarakat yang membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Ma Irah, yang kini telah berusia lebih dari 80 tahun, menjalani kehidupan dalam kondisi yang serba terbatas. Di tengah usianya yang lanjut, ia juga harus menghadapi kondisi keluarga dengan salah satu anaknya yang berkebutuhan khusus.
Kondisi tersebut membuat kebutuhan hidup sehari-hari menjadi tantangan tersendiri bagi Ma Irah. Kehadiran bantuan dari BAZNAS Kabupaten Bandung diharapkan dapat membantu meringankan sebagian kebutuhan dasar serta memberikan dukungan bagi Ma Irah dan keluarganya.
Bantuan disalurkan secara langsung ke kediaman Ma Irah. Selain bantuan biaya hidup, BAZNAS Kabupaten Bandung juga menyerahkan paket kebutuhan pokok sebagai bentuk dukungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari penerima manfaat.
Penyaluran secara langsung ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS Kabupaten Bandung untuk memastikan bantuan dapat diterima oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Kehadiran amil di lapangan sekaligus menjadi sarana untuk melihat kondisi penerima manfaat secara lebih dekat.
Program bantuan biaya hidup merupakan salah satu bentuk pendistribusian dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola BAZNAS Kabupaten Bandung. Bantuan tersebut diarahkan kepada masyarakat yang berada dalam kondisi membutuhkan, termasuk kelompok lanjut usia dan keluarga dengan keterbatasan ekonomi.
Melalui bantuan ini, BAZNAS Kabupaten Bandung berharap dapat meringankan beban Ma Irah dan keluarganya serta memberikan sedikit ruang untuk menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih tenang. Bantuan yang disalurkan juga menjadi wujud nyata dari amanah para muzaki, munfiq, dan mutashoddiq yang telah menitipkan dana kebaikannya melalui BAZNAS.
BAZNAS Kabupaten Bandung akan terus berupaya memperluas jangkauan pendistribusian agar manfaat zakat, infak, dan sedekah dapat dirasakan oleh masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Bandung. Setiap bantuan diharapkan tidak hanya menjadi dukungan secara materi, tetapi juga menghadirkan rasa kepedulian dan harapan bagi masyarakat yang sedang menghadapi keterbatasan.***
BERITA10/08/2026 | Humas BAZNAS Kab. Bandung

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Bandung.
Lihat Daftar Rekening →