WhatsApp Icon
Senam Syar'i di  RW 04 Mulyasari Diwarnai Santunan Anak Yatim Piatu dari BAZNAS Kabupaten Bandung

KABUPATEN BANDUNG - Senam Sehat Mulyasari (SSM) berkesempatan untuk menggelar acara spesial senam bertajuk "Senam Syar'i sambil Berbagi" di lapangan RT 05 RW 04 Mulyasari desa Gandasari, Sabtu (26/9/2026).

Dalam senam tersebut dua istruktur dihadirkan untuk menyemangati para pesenam tersebut.  Bahkan selain pesenan yang hadir, para pengurus RT dan RW dan Karang taruna  setempat pun hadir menyaksikan penyerahan santunan bagi anak Yatim/piatu dari BAZNAS Kabupaten Bandung. 

Ketua Umum BAZNAS Kabupaten Bandung KH Yusuf Ali Tantowi yang diwakili pengurusnya, H.Sarnapi mengatakan pemberian santunan itu merupakan kepedulian dari BAZNAS Kabupaten Bandung. 

"Alhamdulillah hari ini BAZNAS kabupaten Bandung hadir di tengah - tengah   masyarakat RW 04 Mulyasari untuk mendukung kegiatan senam Syar'i. Bahkan anak Yatim dan Piatu dihadirkan untuk menerima manfaat dari BAZNAS. Karenanya saya mengucapkan terima kasih kepada penyelenggara senam dan pengurus RW, yang telah mengundang BAZNAS untuk berbagi dengan yatim," terang H Sarnapi. 

Sementara Ketua RW 04 Mulyasari Dadang Ongky, juga mengucapkan hal sama kepada pengurus BAZNAS kabupaten Bandung. 

"Kamibsangat bersyukur bahwa senam kali ini diwarnai dengan pengarahan santunan oleh BAZNAS kabupaten Bandung. Sehingga pada senam ini tidak hanya berolahraga, tetapi juga ada sisi sosialnya yakni menyantuni puluhan  anak Yatim dan piatu warga RW 04 Mulyasari desa Gandasari," tandas Ongky 

Senam Syar'i adalah seolah kegiatan senam yang merupakan kolaborasi antara penyelenggara senam sehat Mulyasari dengan BAZNAS. Senam ini agak berbeda dengan senam lainnya, karena dalam senam Syar'i ada hal- hal khusus dalam pelaksanannya. Misalnya pakaian pesenam tidak terlalu ketat dan gerakan para pesenam yang dipandu instrukturnya pun lebih kepada gerakan gerakan senam islami. 

Hal itu ditegaskan Apih Igun penyelanggara senam sehat Mulyasari kepada wartawan, Senin (28/9/2026).

"Kegiatan senam ini memang lebih menjunjung tinggi nilai nilai keislamannya. pakaian yang syar'i serta gerakan senam yang islami menjadi syarat utama senam Syar'i ini," pungkasnya.***

30/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
Wakil Bupati dan BAZNAS Kabupaten Bandung Dukung Penyandang Thalasemia

KABUPATEN BANDUNG — Pemerintah Kabupaten Bandung bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung menunjukkan kepedulian terhadap penyandang thalasemia yang tergabung dalam Relawan Donor Darah Thalasemia Indonesia (REDTI) Kabupaten Bandung.

Dukungan tersebut disampaikan dalam kegiatan yang dihadiri Wakil Bupati Bandung, Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Bandung H. Abdul Rouf serta perwakilan Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bandung.

Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat perhatian terhadap anak-anak penyandang thalasemia yang membutuhkan dukungan dalam menjalani pengobatan dan aktivitas sehari-hari. Perhatian tersebut tidak hanya berkaitan dengan aspek kesehatan, tetapi juga kondisi sosial dan ekonomi yang turut dirasakan oleh keluarga.

Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Abdul Rouf menyampaikan dukungan kepada para penyandang thalasemia beserta keluarganya. Ia menilai diperlukan kepedulian dan sinergi berbagai pihak untuk membantu meringankan tantangan yang dihadapi mereka.

Menurutnya, persoalan thalasemia tidak hanya berkaitan dengan layanan kesehatan, tetapi juga memiliki dimensi sosial dan kemanusiaan. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, BAZNAS, organisasi masyarakat, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi penting agar perhatian terhadap penyandang thalasemia dapat terus diperkuat.

Sementara itu, REDTI Kabupaten Bandung berharap penyandang thalasemia dapat memperoleh perhatian yang berkelanjutan dan menjadi bagian dari program Pemerintah Kabupaten Bandung. Hal tersebut berkaitan dengan kebutuhan pengobatan dan transfusi darah yang harus dijalani secara rutin dalam jangka panjang.

Perhatian juga diharapkan tidak berhenti pada aspek kesehatan. Kondisi keluarga penyandang thalasemia turut menjadi perhatian karena proses pengobatan yang rutin dapat menimbulkan kebutuhan tambahan, seperti transportasi, pendampingan, kebutuhan sehari-hari, hingga dampak terhadap aktivitas dan kondisi ekonomi keluarga.

"Harapan kami, adik-adik penyandang thalasemia tidak hanya mendapatkan perhatian ketika ada kegiatan atau momentum tertentu, tetapi benar-benar menjadi bagian dari perhatian dan program pemerintah secara berkelanjutan. Kami juga berharap kondisi sosial dan ekonomi keluarganya ikut diperhatikan," ungkap perwakilan REDTI Kabupaten Bandung.

Kehadiran Dinkes dan Dinsos Kabupaten Bandung dalam kegiatan tersebut turut membuka ruang koordinasi lintas sektor. Sinergi antara pemerintah daerah, BAZNAS, REDTI, tenaga kesehatan, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat dukungan sesuai dengan kebutuhan penyandang thalasemia dan keluarganya.

Bagi penyandang thalasemia, dukungan yang diberikan bukan hanya berkaitan dengan pengobatan, tetapi juga kesempatan untuk tetap tumbuh, belajar, beraktivitas, dan menjalani kehidupan secara optimal. Karena itu, kepedulian berbagai pihak diharapkan dapat terus terjaga dan diwujudkan melalui dukungan yang berkelanjutan.

Melalui sinergi tersebut, Pemerintah Kabupaten Bandung dan BAZNAS Kabupaten Bandung diharapkan dapat terus mengambil bagian dalam upaya memberikan perhatian kepada penyandang thalasemia, sekaligus mendorong hadirnya dukungan yang sesuai dengan kebutuhan mereka, baik dalam aspek kesehatan maupun sosial.***

30/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
BAZNAS Kabupaten Bandung Bantu Warga Pulihkan Kualitas Air Sumur Masjid Al-Barokah

MAJALAYA, 22 SEPTEMBER 2026 — BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kabupaten Bandung bersama warga melakukan kegiatan well cleaning atau pengurasan sumur di Masjid Al-Barokah, Kampung Kondang RT 04 RW 10, Desa Majalaya, Kecamatan Majalaya, Selasa (22/9/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya mengembalikan kualitas air sumur yang selama ini dimanfaatkan warga dan jamaah Masjid Al-Barokah, khususnya untuk kebutuhan berwudu.

Pengurasan sumur dilakukan untuk membersihkan sedimentasi yang menumpuk sekaligus membuka kembali mata air yang tertutup. Dengan dilakukannya pembersihan, diharapkan kualitas dan ketersediaan air dari sumur tersebut dapat kembali optimal sehingga bisa digunakan oleh masyarakat.

Sumur di Masjid Al-Barokah memiliki manfaat bagi warga sekitar maupun jamaah yang datang untuk melaksanakan ibadah. Karena itu, pemulihan kualitas air menjadi kebutuhan penting agar fasilitas tersebut dapat kembali dimanfaatkan sebagaimana mestinya.

Kegiatan well cleaning ini menjadi salah satu bentuk respons BTB BAZNAS Kabupaten Bandung dalam membantu masyarakat menghadapi persoalan yang berkaitan dengan kebutuhan dasar. Selain penanganan kebencanaan, upaya menjaga akses terhadap air bersih juga menjadi bagian dari kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat di lingkungan sekitar.

BAZNAS Kabupaten Bandung melalui BTB terus berupaya hadir bersama masyarakat dalam berbagai kondisi, termasuk membantu pemulihan fasilitas yang memiliki manfaat bagi kepentingan umum.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan sumur Masjid Al-Barokah dapat kembali menghasilkan air yang layak digunakan sehingga kebutuhan warga dan jamaah, terutama untuk berwudu, dapat terpenuhi.***

23/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kab. Bandung
Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung Hadiri Wakaf Al-Qur'an Bersama Lembaga Kemanusiaan Turki

KABUPATEN BANDUNG — Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung, Dr. KH. Yusuf Ali Tantowi, Lc., M.A., menghadiri kegiatan Wakaf Al-Qur'an bersama International Networking for Humanitarian (INH) dan pihak dari Turki di Aula Pondok Pesantren Al-Basyariyah 2, Kabupaten Bandung, Minggu (20/9/2026).

Kegiatan yang diikuti para santri, pengasuh pesantren, serta perwakilan lembaga kemanusiaan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi dalam membumikan Al-Qur'an sekaligus memperluas manfaat kegiatan filantropi Islam bagi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung menyampaikan apresiasi atas kepedulian lembaga kemanusiaan dari Turki dalam mendukung pendidikan Al-Qur'an di Indonesia, khususnya melalui program wakaf dan pendistribusian mushaf kepada para santri.

Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki semangat yang sejalan dengan berbagai program BAZNAS Kabupaten Bandung dalam meningkatkan kualitas kehidupan keagamaan masyarakat, terutama upaya pengentasan buta huruf Al-Qur'an.

"BAZNAS Kabupaten Bandung memiliki komitmen untuk terus memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan Al-Qur'an. Melalui program Dai Pelosok, bantuan bisyaroh bagi ustadz dan ustadzah, peningkatan kapasitas atau upgrading para pengajar Al-Qur'an, serta program Sedekah Al-Qur'an, kami ingin memastikan bahwa masyarakat, termasuk yang berada di wilayah pelosok, memiliki kesempatan untuk belajar, membaca, dan memahami Al-Qur'an," ungkap KH. Yusuf Ali Tantowi.

Ia menegaskan bahwa pengentasan buta huruf Al-Qur'an tidak cukup hanya dengan menyediakan mushaf. Diperlukan pula kehadiran para pendidik yang kompeten, dukungan terhadap kesejahteraan guru ngaji, serta keberlanjutan proses pembelajaran.

Karena itu, BAZNAS Kabupaten Bandung terus mendorong penguatan program pendidikan keagamaan yang mengintegrasikan penyediaan sarana belajar dengan pemberdayaan para pengajar Al-Qur'an.

Membuka Peluang Kolaborasi dengan Lembaga Kemanusiaan Turki

Kehadiran perwakilan lembaga kemanusiaan dari Turki dalam kegiatan tersebut juga membuka harapan baru bagi BAZNAS Kabupaten Bandung untuk membangun kerja sama yang lebih luas.

KH. Yusuf Ali Tantowi berharap pertemuan ini dapat menjadi langkah awal untuk menjajaki kolaborasi, khususnya dalam program Sedekah Al-Qur'an yang diarahkan untuk membantu masyarakat yang masih mengalami keterbatasan akses terhadap pendidikan Al-Qur'an.

"Kami berharap ke depan BAZNAS Kabupaten Bandung dapat menjalin kerja sama dengan lembaga kemanusiaan dari Turki dalam program Sedekah Al-Qur'an. Kolaborasi ini diharapkan bukan hanya menghadirkan mushaf bagi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan bersama untuk mengentaskan buta huruf Al-Qur'an di Kabupaten Bandung," tuturnya.

Salah satu materi yang diperkenalkan dalam kegiatan ini adalah Mushaf Al-Qur'an Tawafuq, yang menampilkan keserasian tata letak lafaz-lafaz tertentu dalam mushaf. Tradisi penulisan ini dikaitkan dengan Badiuzzaman Said Nursi, ulama asal Turki, dan dikembangkan melalui penulisan mushaf oleh muridnya, Ahmad Husrev Efendi. 

Kehadiran mushaf tersebut menambah khazanah pengenalan Al-Qur'an dan memperlihatkan eratnya hubungan antara tradisi keilmuan Islam, pendidikan, dan gerakan kemanusiaan lintas negara.

Ajak Masyarakat Berzakat, Berinfak, dan Bersedekah melalui BAZNAS

Lebih lanjut, Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam gerakan zakat, infak, dan sedekah (ZIS).

Menurutnya, dukungan masyarakat melalui ZIS sangat penting untuk memperluas jangkauan program pemberdayaan umat, termasuk membantu para guru ngaji dan menghadirkan pendidikan Al-Qur'an bagi masyarakat yang membutuhkan.

"Setiap zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan melalui BAZNAS Kabupaten Bandung merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi umat. Mari kita jadikan harta yang Allah titipkan sebagai jalan untuk menguatkan pendidikan Al-Qur'an, memuliakan para guru ngaji, dan membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan," ajaknya.

Ia juga mengingatkan bahwa semangat berbagi merupakan wujud nyata kecintaan seorang Muslim terhadap Al-Qur'an.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al-Baqarah ayat 261, infak di jalan Allah diumpamakan seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, dan pada setiap tangkai terdapat seratus biji.

"Insya Allah, ketika kita bersama-sama menguatkan gerakan ZIS, manfaatnya akan semakin luas. Kita ingin Kabupaten Bandung menjadi daerah yang masyarakatnya tidak hanya gemar membaca Al-Qur'an, tetapi juga mampu memahami dan mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari," pungkasnya.

Melalui momentum wakaf Al-Qur'an bersama lembaga kemanusiaan dari Turki ini, BAZNAS Kabupaten Bandung optimistis dapat terus memperkuat jejaring kolaborasi, memperluas gerakan Sedekah Al-Qur'an, dan berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat Kabupaten Bandung yang semakin Qur'ani.

Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kabupaten Bandung. Bersama, kita hadirkan Al-Qur'an hingga ke pelosok dan wujudkan generasi yang melek Al-Qur'an.***

20/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kab. Bandung
Hadiri PORSADIN VIII, Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung Ajak Santri Membiasakan Ibadah Maaliyah

KABUPATEN BANDUNG – Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, Dr. KH. Yusuf Ali Tantowi, Lc., M.A., menghadiri pembukaan resmi Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) VIII Tingkat Kabupaten Bandung Tahun 2026, Sabtu (19/9/2026), di Gedung Ormas Islam Kabupaten Bandung.

PORSADIN VIII diselenggarakan oleh DPC Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Bandung sebagai sarana pengembangan potensi, kreativitas, sportivitas, serta pembentukan karakter santri madrasah diniyah.

Kegiatan tersebut diketuai Dr. H. Furqon Arifin, M.M.Pd., didampingi Sekretaris H. Hidayat, M.Pd., serta mendapat dukungan Ketua DPC FKDT Kabupaten Bandung Dr. H. Daud Nurdin, M.H.

Rangkaian pembukaan meliputi pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Madrasah Diniyah Takmiliyah, laporan kegiatan, sambutan, serta pembukaan resmi.

Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung menyampaikan apresiasi kepada DPC FKDT, para guru diniyah, panitia, orang tua, dan seluruh pihak yang konsisten membina pendidikan keagamaan generasi muda.

“PORSADIN bukan sekadar kompetisi olahraga dan seni. Kegiatan ini merupakan bagian dari pendidikan karakter untuk melahirkan santri yang sehat, disiplin, percaya diri, kreatif, sportif, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam,” ujar Yusuf Ali Tantowi.

Menurutnya, pendidikan diniyah memiliki posisi penting dalam membentuk generasi yang saleh secara pribadi sekaligus saleh secara sosial. Karena itu, para santri perlu dibimbing agar memiliki keseimbangan antara ibadah badaniyah dan ibadah maaliyah.

“Ibadah badaniyah dilaksanakan dengan anggota badan, seperti salat, puasa, mengaji, belajar, dan membantu orang tua. Sementara ibadah maaliyah diwujudkan melalui harta, seperti zakat, infak, dan sedekah. Keduanya harus ditanamkan agar kesalehan santri tumbuh secara paripurna,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Yusuf mengutip atsar yang dinisbatkan kepada sahabat Abdullah bin Mas‘ud r.a.:

?????????? ????????? ?????????? ?????????? ??????????? ?????? ???? ??????? ????? ??????? ????

“Kalian diperintahkan mendirikan salat dan menunaikan zakat. Barang siapa tidak menunaikan zakat, maka tidak sempurna salatnya.”

Atsar tersebut, lanjutnya, menunjukkan eratnya hubungan antara salat dan zakat. Salat membangun hubungan seorang hamba dengan Allah Swt., sedangkan zakat menghadirkan kepedulian dan kemanfaatan bagi sesama.

“Orang yang rajin salat tetapi sengaja mengabaikan kewajiban zakat patut mengkhawatirkan kesempurnaan dan penerimaan ibadahnya. Jangan sampai kita tampak saleh ketika berada di masjid, tetapi tidak memiliki kepedulian terhadap tetangga, fakir miskin, anak yatim, dan masyarakat yang membutuhkan pertolongan,” tegasnya.

Yusuf menjelaskan bahwa para santri memang belum seluruhnya berkewajiban menunaikan zakat mal. Namun, pemahaman dan kecintaan terhadap ibadah maaliyah perlu ditanamkan sejak dini melalui kebiasaan berinfak, bersedekah, berbagi makanan, dan membantu teman yang mengalami kesulitan.

“Berinfak tidak harus menunggu kaya. Anak-anak dapat belajar menyisihkan sebagian uang sakunya untuk berbagi. Nilainya mungkin kecil, tetapi kebiasaan tersebut akan menumbuhkan keikhlasan, empati, dan kepedulian yang besar,” tuturnya.

Pembiasaan tersebut diharapkan dapat melahirkan generasi muzaki masa depan, yaitu generasi yang tidak hanya sukses secara pendidikan dan ekonomi, tetapi juga memiliki kesadaran menunaikan zakat serta memberdayakan masyarakat.

BAZNAS Kabupaten Bandung terus mendorong penguatan literasi zakat, infak, dan sedekah di lingkungan keluarga, lembaga pendidikan, madrasah, serta masyarakat. Pendidikan zakat sejak dini menjadi bagian penting dalam membangun budaya berbagi dan semangat gotong royong.

“Dari madrasah diniyah harus lahir santri yang kuat imannya, luas ilmunya, mulia akhlaknya, tinggi prestasinya, dan besar kepeduliannya. Mereka bukan hanya menjadi ahli ibadah, tetapi juga calon muzaki dan penggerak kebaikan bagi umat,” kata Yusuf.

Ia berharap PORSADIN VIII dapat memperkuat silaturahmi antar-santri dan lembaga diniyah sekaligus melahirkan prestasi yang membanggakan bagi Kabupaten Bandung.

“Mari sempurnakan ibadah badaniyah dengan ibadah maaliyah. Salat mendekatkan kita kepada Allah, sedangkan zakat, infak, dan sedekah mendekatkan kita kepada sesama. Dari keseimbangan itulah akan lahir generasi santri yang paripurna dan membawa keberkahan bagi Kabupaten Bandung,” pungkasnya.***

19/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kab. Bandung

Berita Terbaru

Silaturahmi BAZNAS Kabupaten Bandung dan Dandim 0624/Kab. Bandung, Berbincang Mengenai Zakat Infak Sedekah
Silaturahmi BAZNAS Kabupaten Bandung dan Dandim 0624/Kab. Bandung, Berbincang Mengenai Zakat Infak Sedekah
BAZNAS Kabupaten Bandung bersilaturahmi ke Kodim 0624/Kab. Bandung.Dandim 0624/Kab. Bandung yaitu Letkol Inf Hamzah Budi Susanto menerima secara langsung kunjungan dari BAZNAS yang diwakili oleh Waka I Bidang Pengumpulan Drs. H. Jamjam Erawan, MAP.Perbincangan yang berlangsung pada Rabu, 3 April 2024 ini membahas tentang zakat infak dan sedekah serta potensinya di Kabupaten Bandung.Dandim mengaku senang ketika mendapatkan pencerahan mengenai zakat, infak dan sedekah.Ke depannya akan ada sosialisasi tentang optimalisasi ZIS beserta Inbup di Kodim 0624/Kab. Bandung, yang direncanakan pada 17 Mei 2024. Selain silaturahmi, dalam kesempatan yang sama Kodim 0624/Kab. Bandung juga menyerahkan zakat fitrah ke BAZNAS Kabupaten Bandung.
BERITA03/04/2024 | Humas BAZNAS Kab Bandung
Dandim 0624/Kabupaten Bandung Sepakat Berzakat ke BAZNAS Kab. Bandung
Dandim 0624/Kabupaten Bandung Sepakat Berzakat ke BAZNAS Kab. Bandung
Letkol Inf Hamzah Budi Susanto, S.E, M.I.P. selaku Komandan Dinas Militer 0624 Kabupaten Bandung bersepakat akan menyalurkan Zakat, Infaq dan Shadaqah anggotanya melalui Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Bandung. Hal tersebut terucap saat bertemu dengan Wakil Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung Drs. H. Jamjam Erawan, MAP.Didampingi oleh Staf Bagian Penghimpunan, Ust Dudin Khoeruddin, SH dan anggota Tim Optimalisasi ZIS BAZNAS Kabupaten Bandung, Ust. Dadang Abu Hamzah di ruang kerja Komandan Dandim 0624 Kabupaten Bandung sebelum acara serah terima Zakat Fithrah keluarga besar Kodim 0624 Kabupaten Bandung. Wakil Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, Drs. H. Jamjam Erawan, MAP menyambut baik keinginan mulia Bapak Komandam Dandim ini. Karena dengan menyalurkan ZIS ke BAZNAS akan lebih tertib baik dalam penghimpunan, pendistribusian maupun pelaporannya.Masih di komplek Dandim 0624 Kabupaten Bandung, tepatnya di Masjid diserahkan secara simbolis zakat fitrah keluarga besar Dandim 0624 Kabupaten Bandung.Dari panitia yang diserahkan oleh Kasdim 0624/Kabupaten Bandung Mayor Chb (K) Sri Nurhaeni yang didampingi oleh Pasipers Kodim 0624/Kabupaten Bandung Kapten Inf Aang Purtoni kepada Drs. H. Jamjam Erawan, MAP dari BAZNAS Kabupaten Bandung.Serta beberapa Yayasan juga pondok pesantren yang dihimpun dari anggota Dandim Kabupaten Bandung.
BERITA03/04/2024 | Humas BAZNAS Kab Bandung
Antusiasme Warga Desa Rahayu Kec Margaasih Hadiri Pasar Beras Murah, Kerjasama Dispakan dan BAZNAS Kab. Bandung
Antusiasme Warga Desa Rahayu Kec Margaasih Hadiri Pasar Beras Murah, Kerjasama Dispakan dan BAZNAS Kab. Bandung
Pada Rabu 27 Maret 2024, bertempat di halaman Madrasah Darul Maarif Rahayu Desa Rahayu Kecamatan Margaasih telah digelar pendistribusian Pasar Beras Murah.Untuk diketahui, pasar beras murah ini diinisiasi oleh Dispakan Kabupaten Bandung bekerjasama dengan BAZNAS Kab. Bandung.Terlihat para warga Desa Rahayu antusias mengikuti acara ini dan mengantri dengan tertib untuk mendapatkan beras murah.Adapun beras yang disediakan dalam kegiatan ini yakni sebanyak 1400 beras lebih.
BERITA28/03/2024 | Humas BAZNAS Kab Bandung
BAZNAS RI Silaturahmi ke Bupati Bandung, Ini yang Dibahas
BAZNAS RI Silaturahmi ke Bupati Bandung, Ini yang Dibahas
Jajaran pimpinan BAZNAS RI dan BAZNAS Jabar mengadakan silaturahmi ke Bupati Bandung HM Dadang Supriatna, Jumat 22 Maret 2024.Hadir tiga Wakil Ketua BAZNAS RI yakni Rizaluddin, Hj. Sadiah Sakwan, dan Ahmad Sudradjat. Sedangkan dari BAZNAS Jabar hadir dua wakil ketua yakni Rachmat Ari dan Ali Kosim.Menurut Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. H. Noor Achmad, kunjungan kali ini untuk mendukung peningkatan zakat, infak dan sedekah di Kabupaten Bandung."Karena potensi Kabupaten Bandung sangat besar sebab dari jumlah ASN nya juga besar," katanya.Selain itu, BAZNAS RI juga menyoroti keberadaan Gedung BAZNAS Center di Jln. Gading Tutuka, Desa Cingcin, Kecamatan Soreang."Kami ingin memperkuat keberadaan bangunan itu untuk dimanfaatkan bagi kepentingan umat secara luas," katanya.Sedangkan Dadang Supriatna mengatakan, Gedung BAZNAS Center sepenuhnya milik BAZNAS, sedangkan status tanah milik Pemkab Bandung."Bangunan dari CSR milik BAZNAS Kabupaten Bandung, sedangkan tanah adalah barang milik daerah," katanya.
BERITA22/03/2024 | Humas BAZNAS Kab Bandung
BAZNAS Kabupaten dan Kemenag Gelar Festival Ramadhan Bagikan Sembako
BAZNAS Kabupaten dan Kemenag Gelar Festival Ramadhan Bagikan Sembako
Sebanyak 200 paket sembako dari total 3.000 paket sembako dibagikan jajaran Kemenag Kabupaten Bandung bekerja sama dengan BAZNAS Kabupaten Bandung, Jumat 22 Maret 2024. Menurut Kepala Kemenag Kabupaten Bandung, H. Cece Hidayat, penyaluran paket sembako ini dilakukan secara nasional kerja sama Kemenag dengan BAZNAS RI, BAZNAS provinsi, dan BAZNAS kabupaten dan kota. "Paket sembako diberikan kepada marbot masjid, warga kurang mampu maupun warga sekitar Kemenag Kabupaten Bandung di Baleendah," ujarnya. Dari 3.000 paket itu, kata Cece, sebanyak 2.500 paket dari BAZNAS Kabupaten Bandung dan sisanya 500 paket dari Kemenag Kabupaten Bandung. "Alhamdulillah dari zakat, infak dan sedekah ASN Pemkab Bandung termasuk Kemenag Kabupaten Bandung bisa dibagikan kepada warga kurang mampu," ujarnya. Kerja sama Kemenag dengan BAZNAS Kabupaten Bandung, kata Cece, akan terus ditingkatkan. "Karena kalau penghimpunan zakat dan infak naik juga akan berdampak kepada jajaran Kemenag seperti kepedulian kepada guru honorer," ujarnya. Acara dihadiri Kepala Subag Tata Usaha Kemenag Kabupaten Bandung H. Saepuloh dan Wakil Ketua 4 BAZNAS Kabupaten Bandung H. Sarnapi berlangsung di aula Kemenag Kabupaten Bandung.
BERITA22/03/2024 | Humas BAZNAS Kab Bandung
Bupati Santuni Anak Yatim dan Berikan Paket Sembako BAZNAS Kabupaten Bandung
Bupati Santuni Anak Yatim dan Berikan Paket Sembako BAZNAS Kabupaten Bandung
Bupati Bandung H. Dadang Supriatna atau kang DS menyerahkan bantuan yatim piatu dan paket sembako di sela-sela tarawih keliling (tarling). Acara di Masjid Besar Nagreg, Selasa 19 Maret 2024, dihadiri para kepala OPD, para camat di Dapil IV dan pengurus ormas Islam. Hadir juga wakil ketua IV BAZNAS Kabupaten Bandung dan para pengurus UPZ kecamatan. Menurut Kang DS, santunan kepada anak-anak yatim piatu ini diberikan sebanyak 20 per kecamatan sebagai bentuk kepedulian sosial kepada sesama. Selain itu, BAZNAS Kabupaten Bandung juga menyerahkan 20 paket sembako per kecamatan atau 620 paket se-kabupaten Bandung. "Kami juga memberikan paket sembako untuk kegiatan-kegiatan lainnya karena BAZNAS Kabupaten Bandung pada Ramadhan kali ini menyediakan 1.000 paket," kata Sarnapi. BAZNAS Kabupaten Bandung mengucapkan terimakasih kepada para Muzakki khususnya ASN Pemkab Bandung yang sudah menyerahkan zakat maupun infaknya. "Semoga penerimaan zakat maupun infak makin besar sehingga masyarakat kurang mampu yang dibantu BAZNAS Kabupaten Bandung juga makin banyak," katanya.
BERITA19/03/2024 | Humas BAZNAS Kab Bandung
Melalui BAZNAS Kab. Bandung, Bupati Gelar Sosialisasi Inbup tentang Optimalisasi Zakat, Infak dan Sedekah
Melalui BAZNAS Kab. Bandung, Bupati Gelar Sosialisasi Inbup tentang Optimalisasi Zakat, Infak dan Sedekah
Pada Senin 18 Maret 2024, telah terlaksana sosialisasi Intruksi Bupati tentang Optimalisasi Zakat, Infaq dan Shadaqoh Profesi ASN dan Non ASN di Lingkungan Pemkab. Bandung melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung.Adapun acara tersebut bertempat di Gedung Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Kab. Bandung.Ketua BAZNAS Kab. Bandung, H. Yusuf Ali Tantowi menyambut dengan baik adanya Inbup ini. Ia mengharapkan khususnya kepada ASN di wilayah Kab. Bandung untuk menunaikan zakatnya ke BAZNAS Kabupaten Bandung. Insya Allah zakat yang diterima akan disalurkan dengan prinsip Aman Syari, Aman Regulasi dan Aman NKRI.Senada dengan hal tersebut, Bupati Bandung Dr. H. M. Dadang Supriatna, S.Ip., M.Si. menjelaskan zakat, infaq, dan shadaqah merupakan kewajiban dalam islam."Dalam islam, zakat infak dan sedekah memiliki peran yang sangat penting dalam hal kesenjangan di masyarakat," katanya."Inbup ini merupakan tahapan yang penting dan strategis. Jadi saya minta semua pihak agar berperan secara aktif untuk mensosialisasikan zakat infak dan sedekah kepada asn maupun non aparatur sipil," sambungnya.Lebih lanjut, Kang DS berkata dalam sambutannya kalau potensi zakat di Kab. Bandung sangat besar sehingga ia memberi istilah 'raksasa yang sedang tertidur'."Dengan pemahaman serta upaya yang sungguh-sungguh, kita dapat membangunkan raksasa yang tertidur itu demi terciptanya kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Bandung," ucapnya."Secara simbolis saya menyerahkan zakat infak sedekah kepada BAZNAS Kabupaten Bandung," pungkasnya
BERITA18/03/2024 | Humas BAZNAS Kab Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Santuni Anak Yatim Piatu Saat Tarawih Keliling Bupati
BAZNAS Kabupaten Bandung Santuni Anak Yatim Piatu Saat Tarawih Keliling Bupati
BAZNAS Kabupaten Bandung memberikan santunan kepada anak-anak yatim piatu sebanyak 620 paket sembako.Penyerahan santunan ini diawali dari Masjid Jami Asshobarna, Desa Jatisari, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Rabu 13 Maret 2024.Acara dihadiri Bupati Bandung HM Dadang Supriatna, para kepala OPD dan para camat serta kepala desa di Dapil 1.Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung H. Yusuf Ali Tontowi, Wakil Ketua 1 H. Jamjam Erawan dan Wakil Ketua 2 H. Abdul Rauf.Acara diawali dengan tadarus Al Quran, santunan kepada anak-anak yatim piatu dan dhuafa, buka bersama dan shalat tarawih."Penyerahan santunan atau bingkisan kepada anak-anak yatim piatu ini sebagai bentuk kepedulian dan kasih sayang kepada sesama," kata Yusuf Ali.Setiap kecamatan mendapatkan 20 paket sembako dan bantuan kepada warga masyarakat yang mengajukan kepada BAZNAS Kabupaten Bandung."Bantuan yang diberikan berupa bantuan biaya hidup, bantuan modal usaha dan bantuan kesehatan," katanya.
BERITA14/03/2024 | Humas BAZNAS Kab Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Harus Hadir dan Dirasakan Manfaatnya oleh Muzakki dan Mustahik
BAZNAS Kabupaten Bandung Harus Hadir dan Dirasakan Manfaatnya oleh Muzakki dan Mustahik
Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung H. Yusuf Ali Tontowi mengatakan, kehadiran BAZNAS Kabupaten Bandung harus bisa memberikan manfaat bagi Muzakki maupun Mustahik. "Untuk itu, Amil dan amilat harus menunjukkan kinerjanya dengan kinerja terbaik dalam melayani Muzakki maupun Mustahik," kata Yusuf Ali dalam pembinaan Amil dan amilat BAZNAS Kabupaten Bandung, Jumat 8 Maret 2024. Acara dihadiri Waka 1 H. Jamjam Erawan, Waka 4 H. Sarnapi dan Sekretaris BAZNAS Kabupaten Bandung H. Andris Fajar. Lebih jauh Yusuf menyatakan, pelayanan kepada Muzakki dengan memastikan pelayanan yang terpercaya dalam membersihkan harta pembayar zakat maupun infak. "Muzakki harus dilayani dengan baik dengan cara menyapa dan memberikan bukti bahwa pembayaran zakat dan infaknya bermanfaat bagi Mustahik," katanya. Sedangkan pelayanan kepada Mustahik karena pasti kurang mampu merasa tak enak atau tak nyaman dalam menjalani hidupnya. "Semoga kehadiran Ramadhan bisa menggenjot penghimpunan zakat dan infak ini serta lebih banyak membantu warga kurang mampu," katanya.
BERITA08/03/2024 | Humas BAZNAS Kab Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Kunjungi Rumah Zakat untuk Belajar Digital Fundraising
BAZNAS Kabupaten Bandung Kunjungi Rumah Zakat untuk Belajar Digital Fundraising
Tim digital findraising BAZNAS Kabupaten Bandung mengunjungi kantor Rumah Zakat Cabang Bandung di Jln. Turangga Kota Bandung, Selasa 5 Maret 2024.Tim yang dipimpin Wakil Ketua 4 BAZNAS Kabupaten Bandung H. Sarnapi diterima tiga staf Rumah Zakat yang membidangi brand management dan digital fundraising yakni Najwa, Layla dan Gery.Dari tim BAZNAS Kabupaten Bandung hadir Ustaz Evi, Ghulam Halim, Eneng Siti, Selpi, Dafa, dan Ustaz Dudin.Menurut Layla, Rumah Zakat mempunyai divisi khusus bernama brand management yang mengelola tiga hal yakni Content creation, Digital interaction dan Brand activation untuk mengenalkan Rumah Zakat baik secara online dan offline."Kanal untuk kampanye maupun digital findraising melalui email, SMS, WA center, FB, IG, Twitter, tik tok, dan YouTube," katanya.Tiap tahun Rumah Zakat mengusung kampanye besar yang tahun ini adalah #manfaat hebat yang diturunkan ke kampanye lebih kecil."Untuk meraih donasi dan infak via digital memerlukan proses dan waktu yang tak sebentar. Tapi harus terus dilakukan karena menyangkut branding dan citra yang positif lembaga kepada masyarakat," Intinya terus berinteraksi via online kepada muslimin termasuk menjadi loyalitas donatur yang sudah membayar ZIS. "Karena menjaga kepercayaan ini yang berat," katanya.
BERITA05/03/2024 | Humas BAZNAS Kab Bandung
BAZNAS Kab Bandung Dukung Ceramah Umum Ustaz Maulana di Dome Balerame
BAZNAS Kab Bandung Dukung Ceramah Umum Ustaz Maulana di Dome Balerame
BAZNAS Kabupaten Bandung ikut mendukung ceramah umum Isra Miraj dan persiapan Ramadhan 1445 H/2024 dengan menghadirkan Penceramah kondang Ustaz Maulana. Penceramah energik yang hadir di layar televisi ini menyatakan, umat Islam lebih baik menunggu kepastian pemerintah dalam penentuan awal Ramadhan 2024. "Hal itu disebabkan pemerintah memiliki perangkat dan pakar dalam menentukan awal Ramadhan," kata Ustaz Maulana saat ceramah umum Isra Miraj dan Persiapan Awal Ramadhan di Dome Balerame Pemkab Bandung. Lebih jauh Ustaz Maulana menyatakan, pada tahun ini kemungkinan besar terjadi perbedaan penentuan awal Ramadhan. "Hal itu karena Muhammadiyah sudah menentukan 1 Ramadhan pada Senin 11 Maret 2024. Sedangkan pemerintah dan ormas-ormas Islam lain kemungkinan besar menentukan awal Ramadhan bertepatan Selasa 12 Maret 2024," katanya. Namun, Ustaz Maulana menyatakan kemungkinan besar Idul Fitri bersamaan karena Muhammadiyah akan berpuasa 30 hari dan ormas-ormas Islam lain selama 29 hari. "Yang penting Idul Fitri pasti 1 Syawal sehingga tidak ada perbedaan sama sekali," katanya. Sedangkan Bupati Bandung HM Dadang Supriatna juga mengajak kaum Muslimin untuk menghormati adanya perbedaan penetapan bulan Ramadhan tahun ini. Selain itu, bupati yang akrab dipanggil Kang DS ini juga meminta warga masyarakat menerima apa pun hasil Pemilu 2024 termasuk presiden dan wapres baru. Acara dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bandung Hj. Emma Detty Supriatna, para pengurus ormas-ormas Islam, para kepala OPD, para camat dan ribuan masyarakat.
BERITA04/03/2024 | Humas BAZNAS Kab Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Belajar Zmart ke BAZNAS Kabupaten Kuningan untuk Pemberdayaan Ekonomi Warga
BAZNAS Kabupaten Bandung Belajar Zmart ke BAZNAS Kabupaten Kuningan untuk Pemberdayaan Ekonomi Warga
BAZNAS Kabupaten Bandung melakukan studi tiru kepada BAZNAS Kabupaten Kuningan dalam program Zmart, Kamis Zmart ini untuk pemberdayaan ekonomi warga masyarakat sehingga yang awalnya Mustahik (penerima zakat) menjadi Muzakki (pemberi zakat).Rombongan BAZNAS Kabupaten Bandung dipimpin Wakil Ketua 4 Bidanh SDM dan Administrasi Umum H. Sarnapi didampingi Kabag Pendistribusian dan Pendayagunaan (BPP) Ade, dan staf BPP yakni Tama dan Hilman Sahli.Rombongan diterima Wakil Ketua BAZNAS Kabupaten Kuningan Dr. H. Aang Ashari, LC, M.Si, dan penanggung jawab Zmart Kang Sadam.Menurut Ustaz Aang, perjalanan membangun zmart memang tidak semudah yang dibayangkan karena menyangkut perdagangan ritel."Awalnya BAZNAS RI menentukan pengusaha mitra Zmart adalah dari Bandung sehingga kita sedikit 'nakal' dengan pemasok barang dari pengusaha yang dekat Kuningan," katanya.Hal itu disebabkan apabila pemasok barang dari Bandung tidak akan bisa bersaing dengan toko-toko di Kabupaten Kuningan."Demikian pula dengan lokasi zmart juga diusahakan jangan berjauhan. Memang terkesan indah apabila semua kecamatan ada zmart, tapi konsekuensinya pada biaya distribusi," ujarnya.Selain itu, pembinaan ke penerima bantuan zmart juga harus dilakukan dengan rutin."Akhirnya kita memberikan bantuan secata bertahap agar penerima merasa terikat dan ikut pembinaan. Kalau bantuan langsung diberikan membuat penerima merasa tak lagi terikat," katanya.
BERITA29/02/2024 | Humas BAZNAS Kab Bandung
Mantul Bupati Bandung Kang DS Dinobatkan Jadi Kepala Daerah Pendukung Pengelolaan Zakat Terbaik Di Indonesia
Mantul Bupati Bandung Kang DS Dinobatkan Jadi Kepala Daerah Pendukung Pengelolaan Zakat Terbaik Di Indonesia
Penghargaan kembali diraih Bupati Bandung HM Dadang Supriatna. Kali ini penghargaan bergengsi ke - 304 yang diraih Bupati Bandung yakni dari BAZNAS RI. Dadang Supriatna dianugerahi BAZNAS Award 2024 kategori "Kepala Daerah Pendukung Pengelolaan Zakat Terbaik di Indonesia", yang menjadi penghargaan ke - 304 yang telah diraihnya.Penghargaan bergengsi tersebut dianugerahkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kepada Bupati Dadang Supriatna disaksikan langsung oleh Menteri Agama RI yang mewakili Presiden RI, Joko Widodo di Hotel Bidakara, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Kamis (29/2/2024).BAZNAS Award adalah penghargaan tahunan yang diberikan oleh BAZNAS RI kepada individu atau lembaga yang berkontribusi dalam pengelolaan zakat di Indonesia.Salah satu kategori dalam BAZNAS Award adalah "Kepala Daerah Pendukung Pengelolaan Zakat Terbaik".Dalam keterangannya, BAZNAS RI menyebut orang nomor satu di Kabupaten Bandung itu sangat layak menerima penghargaan bergengsi BAZNAS Award tahun ini karena sebagai kepala daerah, Dadang Supriatna dinilai memiliki peran aktif dan kontribusi besar dalam mendukung gerakan zakat di wilayah Kabupaten Bandung"Kami mengucapkan selamat kepada Bapak Bupati Bandung yangtelah terpilih mendapatkan BAZNAS Awards 2024 sebagai Kepala DaerahPendukung Pengelolaan Zakat Terbaik," ujar Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr KH. Noor Achmad, di sela-sela acara penganugerahan.Menurutnya, penghargaan BAZNAS Award 2024 tersebut diberikan sebagai pengakuan atas kontribusi besar Kang DS, sapaan akrab Bupati Bandung, dalam menggerakkan kesadaran membayar zakat di kalangan ASN Pemkab Bandung maupun masyarakat secara luas dan mendukung program-program BAZNAS dalam pengelolaan zakat.Selain itu, Kang DS juga dinilai berhasil melakukan inovasi dalam meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam pengelolaan zakat.Selain itu, Ketua DPC PKB Kabupaten Bandung itu juga dinilai terlibat aktif dalam kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan zakat.Sementara itu, Bupati Bandung Dadang Supriatna mengaku sangat bersyukur dan berterima kasih atas anugerah BAZNAS Award 2024 yang diterimanya tersebut.Ia mengaku merasa terhormat karena mendapat predikat "Kepala Daerah Pendukung Pengelolaan Zakat Terbaik " di Indonesia."Terus terang saya tidak menyangka akan mendapat penghargaan luar biasa ini. Saya ucapkan terima kasih banyak kepada BAZNAS RI atas Anugerah BAZNAS Award ini. Saya sangat bangga, apalagi penghargaan diberikan di hadapan Bapak Presiden RI," kata Bupati Dadang Supriatna.Kang DS, panggilan akrabnya, menyebut urusan zakat merupakan suatu kewajiban yang harus dikeluarkan oleh umat muslim untuk membersihkan harta dan jiwanya.Sebagai kepala daerah pun, kata Kang DS, sejak dilantik menjadi Bupati, dirinya berkomitmen untuk mendorong ASN maupun masyarakat agar melaksanakan kewajibannya dalam membayar zakat. "Jadi niat untuk menggerakkan kesadaran ASN dan masyarakat untuk membayar zakat ini adalah didasari kewajiban kita sebagai muslim. Bukan demi penghargaan ini. Kalau sekarang komitmen saya mendapatkan pengakuan dari BAZNAS, ini sebuah bonus," ujar Ketua DPC PKB Kabupaten Bandung itu sambil tersenyum.Pria yang juga kerap dipanggil Bupati Bedas ini berkomitmen untuk terus mengajak dan mengingatkan para ASN Pemkab Bandung maupun masyarakat umum untuk selalu membayar zakat. Sebab, manfaat zakat bukan hanya untuk membersihkan harta dan jiwa, namun zakat juga memiliki dimensi lain yakni saling tolong menolong.Kang DS menjelaskan potensi zakat sangatlah besar dan memiliki banyak manfaat signifikan bagi masyarakat. Di antaranya zakat dapat digunakan membantu masyarakat miskin melalui pemenuhan kebutuhan dasar seperti bantuan makanan, pakaian, tempat tinggal melalui program rutilahu, bantuan pendidikan berupa beasiswa dan kesehatan."Selain itu zakat juga dapat mengurangi kesenjangan, mendorong solidaritas dan memperkuat ikatan sosial. Ketika orang memberikan zakat, mereka merasakan rasa tanggung jawab sosial dan saling peduli terhadap sesama," tutur Bupati Bedas.Manfaat lainnya, kata Kang DS, zakat juga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Contohnya, dana zakat dapat digunakan untuk bantuan modal usaha atau pelatihan bagi masyarakat kurang mampu, sehingga membantu mereka dalam memulai atau mengembangkan usaha mereka sendiri."Dana zakat juga bisa dialokasikan untuk membangun infrastruktur sosial seperti sekolah, masjid, dan rumah sakit. Hal ini dapat membantu meningkatkan aksesibilitas dan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat," jelas Dadang SupriatnaHadir juga Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung KH. Yusuf Ali Tontowi dan Waka 1 H. Jamjam Erawan dalam acara penganugerahan tersebut.
BERITA29/02/2024 | Humas BAZNAS Kab Bandung
Optimalkan Penghimpunan ZIS Online, BAZNAS Kabupaten Bandung Gelar Pelatihan
Optimalkan Penghimpunan ZIS Online, BAZNAS Kabupaten Bandung Gelar Pelatihan
BAZNAS Kabupaten Bandung ingin lebih mengoptimalkan zakat infak dan sedekah (ZIS) digital sehingga digelar pelatihan, Senin 26 Februari 2024.Acara di aula BAZNAS Kabupaten Bandung dihadiri Wakil Ketua Bidang Penghimpunan BAZNAS Kabupaten Bandung H. Jamjam Erawan, Wakil Ketua 4 H. Sarnapi dan Sekretaris H. Andris Fajar.Pemateri pelatihan dari DEF Training, Kang Dea, yang memaparkan empat hal dalam upaya menggali potensi ZIS online."Kami menginisiasi adanya lembaga zakat yang khusus menangani ZIS online melalui platform amal saleh. Alhamdulillah penghimpunan hanya melalui online bisa me capai Rp30 miliar lebih per tahun," katanya.Materi Pelatihan Digital Fundraising BAZNAS Kabupaten Bandung adalah Fundamental Digital Fundraising (Funneling), Campaign Program digital, Content Program, Social Media & Content, dan Digital Advertising
BERITA26/02/2024 | Humas BAZNAS Kab Bandung
Kerja Sama KADIN dan BAZNAS Kab. Bandung, Wujudkan Pemberdayaan Masyarakat
Kerja Sama KADIN dan BAZNAS Kab. Bandung, Wujudkan Pemberdayaan Masyarakat
BAZNAS Kabupaten Bandung pada Rabu, 21 Februari 2024 menghadiri acara Launching Central Budidaya Tanaman Buah Strawberry Varietas USA.Diketahui acara tersebut diinisiasi oleh Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kab. Bandung berlokasi di Alamendah, Kec. Rancabali.Hadir dari BAZNAS di acara ini adalah Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan, Drs. H. Jamjam Erawan, MAP.Waka I BAZNAS Kab. Bandung mendukung adanya penanaman stroberi jenis USA ini.Lebih lanjut, Jamjam menjelaskan perihal pemberdayaan usaha pertanian terkhusus di wilayah Ciwidey."Jika ini menguntungkan tapi kurang modal, bisa dikolaborasikan untuk saling membantu dan mendorong kesuksesan mereka," katanya"Hanya catatannya berzakat, infaq dan sadaqahnya ke BAZNAS Kab. Bandung, agar tambah berkah ," tuturnya.Mengapa kami mendorong para petani stroberi ini, karena stroberi varietas USA memiliki beberapa keunggulan. Salah satunya yaitu punya tipe kering.Sehingga ketika diekspor, punya daya tahan yang lebih lama dibanding jenis stroberi lainnya. Kata Ketua KADIN Kabupaten Bandung, H. Agus Ruslan dalam sambutannya.
BERITA21/02/2024 | Humas BAZNAS Kab Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Lakukan Studi Tiru ke BAZNAS Kabupaten Sumedang, Ini Hasilnya
BAZNAS Kabupaten Bandung Lakukan Studi Tiru ke BAZNAS Kabupaten Sumedang, Ini Hasilnya
Sebagai upaya meningkatkan penghimpunan maupun pendayagunaan dana zakat, infak dan sedekah (ZIS), BAZNAS Kabupaten Bandung melakukan studi tiru kepada BAZNAS Kabupaten Sumedang.BAZNAS Kabupaten Bandung diwakili Wakil Ketua Bidang Penghimpunan Ustaz Jamjam Erawan, Wakil Ketua Bidang SDM dan Administrasi Umum H. Sarnapi, Sekretaris H. Andris Fajar dan Staf Bagian Distribusi dan Pendayagunaan Bayu.Rombongan diterima Ketua BAZNAS Kabupaten Sumedang KH. Ayi Subhan, Senin 19 Februari 2024 di ruang kerjanya.Menurut KH. Ayi, untuk pengumpulan ZIS di BAZNAS Kabupaten Sumedang memang masih mengandalkan dari ASN."Namun memang baru sekitar 60 persen ASN yang membayarkan zakat dan infaknya ke BAZNAS Kabupaten Sumedang. Harus terus diingatkan agar ASN membayarkan zakatnya," katanya.Selain itu, BAZNAS Kabupaten Sumedang juga berupaya memberikan bukti penyaluran dengan bekerja sama OPD Pemkab Sumedang."Misalnya BAZNAS Kabupaten Sumedang menggaet dinas lalu dibuatkan program bersama dengan dibiayai infak dari ASN. Misalnya perbaikan rutilahu kerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum untuk infak ASN nya," katanya.Selain itu, BAZNAS Kabupaten Sumedang juga menggerakkan sekolah dan madrasah yang dibuat UPZ."Kita buat program BAZNAS Goes to School dengan menerbitkan kupon infak bagi para siswa dengan 100 persen hasilnya diserahkan kembali ke sekolah. Yang penting masalah sekolah diselesaikan oleh infak siswa," ujarnya.
BERITA19/02/2024 | Humas BAZNAS Kab Bandung
Nilai Zakat Fitrah Tahun Ini Diputuskan Sebesar 2,5 Kg Beras Atau Bila Diuangkan Rp40 Ribu
Nilai Zakat Fitrah Tahun Ini Diputuskan Sebesar 2,5 Kg Beras Atau Bila Diuangkan Rp40 Ribu
Pada Jumat (16/2/2024) Badan Amil Zakat (BAZNAS) Kabupaten Bandung menetapkan nilai zakat fitrah tahun ini sebesar 2,5 kg beras.Nilai beras tersebut apabila diuangkan sebesar Rp40 ribu per orang.Hal itu terungkap dalam rapat penetapan besaran zakat fitrah di aula BAZNAS Kabupaten Bandung dipimpin Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung KH. Yusuf Ali Tontowi.Hadir Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Bandung H. Jamjam Erawan, Wakil Ketua 2 H. Abdul Rauf, Wakil Ketua 3 H. Dudi Abdul Hadi, dan Wakil Ketua 4 H. Sarnapi serta Satuan Audit Internal (SAI).Sedangkan dari ormas-ormas Islam kabupaten Bandung yang hadir dari PC NU, PD Muhammadiyah, Persis, PUI, DMI, Mathla'ul Anwar, dan LDII.Menurut H. Yusuf, keputusan itu berdasarkan harga beras rata-rata yang dikeluarkan Dinas Perdagangan dan Industri Pemkab Bandung."Dinas terkait di Pemkab Bandung mengeluarkan harga beras di pasar-pasar yang ada lalu kita ambil disesuaikan dengan kemampuan ekonomi masyarakat," katanya.Dengan adanya keputusan penetapan besaran zakat fitrah ini yang lebih awal diharapkan bisa menjadi rujukan bagi UPZ kecamatan, UPZ desa/kelurahan, masjid Jami maupun ormas-ormas Islam.
BERITA16/02/2024 | Humas BAZNAS Kab Bandung
Selain Putuskan Besaran  Zakat Fitrah Tahun Ini, BAZNAS Kabupaten Bandung Tentukan Prosentase Distribusinya
Selain Putuskan Besaran Zakat Fitrah Tahun Ini, BAZNAS Kabupaten Bandung Tentukan Prosentase Distribusinya
Pada Jumat (16/2/2024) Badan Amil Zakat (BAZNAS) Kabupaten Bandung menetapkan nilai zakat fitrah tahun ini sebesar 2,5 kg beras.Nilai beras tersebut apabila diuangkan sebesar Rp40 ribu per orang.Selain itu, BAZNAS Kabupaten Bandung juga memutuskan besaran prosentase untuk distribusi zakat fitrah.Yakni, untuk fakir miskin 75 persen, Amilin di tingkat DKM/RT/RW 8 persen, fi Sabilillah tingkat DKM/RT/RW 12,5 persen, Amilin desa 2,5, dan amilin kecamatan 2 persen.Hal itu terungkap dalam rapat penetapan besaran zakat fitrah di aula BAZNAS Kabupaten Bandung dipimpin Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung KH. Yusuf Ali Tontowi.Hadir Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Bandung H. Jamjam Erawan, Wakil Ketua 2 H. Abdul Rauf, Wakil Ketua 3 H. Dudi Abdul Hadi, dan Wakil Ketua 4 H. Sarnapi serta Satuan Audit Internal (SAI).Sedangkan dari ormas-ormas Islam kabupaten Bandung yang hadir dari MUI, PC NU, PD Muhammadiyah, Persis, PUI, DMI, Mathla'ul Anwar, dan LDII.Dengan adanya keputusan penetapan besaran zakat fitrah ini dam prosentase distribusinya yang lebih awal diharapkan bisa menjadi rujukan bagi UPZ kecamatan, UPZ desa/kelurahan, masjid Jami maupun ormas-ormas Islam.
BERITA16/02/2024 | Humas BAZNAS Kab Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Tetap Buka Donasi Palestina, SMP dan SMK Al Wafa  Serahkan Donasi
BAZNAS Kabupaten Bandung Tetap Buka Donasi Palestina, SMP dan SMK Al Wafa Serahkan Donasi
Meski saat ini pemberitaan membenahi kondisi Palestina mulai berkurang, namun BAZNAS Kabupaten Bandung masih membuka donasi bagi kaum Muslimin karena mereka masih membutuhkannya. Bahkan apabila perang sudah mereda juga membutuhkan uluran tangan Muslimin Indonesia untuk perbaikan infrastruktur yang rusak parah. Untuk itu, SMP dan SMA Al Wafa Jln. Raya Ciwidey, Kabupaten Bandung, menggelar peringatan Isra Miraj pada Jumat 9 Februari 2024. Peringatan yang diikuti para guru dan siswa SMP dan SMK Al Wafa juga diwarnai dengan penyerahan donasi kepada kaum Muslimin di Palestina. Donasi Palestina diserahkan Ketua OSIS SMP Ghulwani dan ketua OSIS SMK Muhammad Febian kepada Waka 4 BAZNAS Kabupaten Bandung H. Sarnapi. Acara diisi dengan penceramah KH. Rohmat Abdullah Mubarok yang mengisahkan perjalanan Nabi Muhammad dari Masjidilharam sampai ke Masjid Aqsha di Palestina.***
BERITA09/02/2024 | Humas BAZNAS Kab Bandung
Gali Potensi ZIS, BAZNAS Kabupaten Bandung Gelar Silaturahmi ke UPZ Rancaekek
Gali Potensi ZIS, BAZNAS Kabupaten Bandung Gelar Silaturahmi ke UPZ Rancaekek
Untuk menggali potensi zakat, infak dan sedekah (ZIS) di kaum Muslimin, BAZNAS Kabupaten Bandung mulai melakukan turun ke bawah untuk pembentukan UPZ kecamatan maupun UPZ desa/kelurahan. Upaya ini juga untuk pemberdayaan UPZ kecamatan dan UPZ desa/kelurahan agar lebih bisa menggali ZIS dan nantinya akan bermanfaat bagi masyarakat setempat. Acara pada Rabu 7 Februari 2024 di Kecamatan Rancaekek yang dihadiri Wakil Ketua 4 BAZNAS Kabupaten Bandung H. Sarnapi dan staf yakni H. Kasmita dan Abdul Rahman. Hadir juga Camat Rancaekek H. Diar Agus Dinar, Kepala KUA Rancaekek, Ketua UPZ Rancaekek KH. Ayi Rahman, para pengurus UPZ Kecamatan Cimenyan dan pengurus UPZ desa/kelurahan. Menurut Kepala KUA Rancaekek H. Ajang, kewajiban membayar zakat setara dengan melaksanakan ibadah shalat. "Karena umat Islam kerap lebih merasa berdosa bila meninggalkan ibadah ritual seperti shalat, namun kalau tidak membayar zakat seperti merasa biasa saja dan gak merasa berdosa," ujarnya. Sedangkan H. Sarnapi mengatakan, solusi permasalahan masyarakat tak bisa hanya mengandalkan penghimpunan dana ZIS di BAZNAS Kabupaten Bandung. "Karena jumlah penghimpunan BAZNAS Kabupaten Bandung juga masih di bawah Rp 700 juta per bulan sehingga tak bisa menangani semua ajuan bantuan dari masyarakat," ujarnya.
BERITA09/02/2024 | Humas BAZNAS Kab Bandung
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Bandung.

Lihat Daftar Rekening →