WhatsApp Icon
Kemensos Melalui Sentra Abiyoso Gelar Khitanan Massal di Kabupaten Bandung, Sasar 104 Anak Prasejahtera

SOREANG, 13 MEI 2026 – Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui Sentra Abiyoso Cimahi menggelar aksi sosial khitanan massal dan cek kesehatan bagi warga Kabupaten Bandung. Acara yang merupakan bentuk kolaborasi lintas sektor ini diselenggarakan di Gedung Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT) Dinas Sosial Kabupaten Bandung pada Rabu (13/5/2026).

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh sejumlah pimpinan daerah dan instansi terkait, di antaranya Ketua DPRD Kabupaten Bandung Hj. Renie Rahayu, Kepala Sentra Abiyoso Cimahi, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bandung, Wakil Ketua (Waka) 2 Baznas Kabupaten Bandung H. Abdul Rouf, serta perwakilan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung.

Sebanyak 104 anak dari berbagai wilayah di Kabupaten Bandung terdaftar sebagai peserta khitanan massal. Selain khitanan, panitia juga menyediakan layanan cek kesehatan gratis yang diikuti oleh 9 orang warga sekitar.

Kepala Sentra Abiyoso menegaskan bahwa program ini merupakan implementasi dari program ATENSI (Asistensi Rehabilitasi Sosial) untuk membantu keluarga prasejahtera dalam memenuhi hak kesehatan anak. Sinergi ini semakin kuat dengan hadirnya Baznas Kabupaten Bandung yang turut memberikan kontribusi nyata.

Waka 2 Baznas Kabupaten Bandung menyampaikan bahwa pihaknya mendukung penuh kegiatan ini dengan menyalurkan santunan tunai kepada seluruh peserta khitanan. Dukungan ini diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan pasca-khitan bagi keluarga peserta.

Ketua DPRD Kabupaten Bandung yang hadir memantau jalannya acara memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi antara pemerintah pusat melalui Kemensos, pemerintah daerah, dan lembaga zakat. Menurutnya, penggunaan fasilitas SLRT Dinsos sebagai lokasi acara sangat tepat untuk menjangkau masyarakat yang memang membutuhkan pelayanan cepat dan tepat sasaran.

Acara berlangsung khidmat dan lancar, dengan para peserta mendapatkan paket bantuan nutrisi serta pakaian ibadah dari Sentra Abiyoso sebagai pelengkap kebahagiaan mereka di hari tersebut.***

13/05/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
BAZNAS Kabupaten Bandung Dorong Optimalisasi ZIS Sektor Pariwisata di Rancabali

RANCABALI, 13 MEI 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung menggelar kegiatan optimalisasi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) bersama para pelaku usaha pariwisata di wilayah Kecamatan Rancabali pada Rabu 13 Mei 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Ketua I Bidang Penghimpunan BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Jamjam Erawan serta dihadiri langsung oleh Camat Rancabali Panpan Rispan, perwakilan dari Disparekraf, unsur Forkopimcam, dan Ketua UPZ Kecamatan Rancabali.

Adapun peserta yang mengikuti kegiatan ini mengundang sekitar 32 pemilik usaha pariwisata yang berada di wilayah Rancabali.

Dalam sambutannya Camat Rancabali, Panpan Rispan menyampaikan bahwa kehadiran dan manfaat BAZNAS Kabupaten Bandung telah dirasakan langsung oleh masyarakat di wilayahnya.

“BAZNAS sudah terasa oleh warga Rancabali. Tempo hari ada musibah 12 orang karena gas meledak, saya koordinasi dengan Kasi Sosbud,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa BAZNAS juga turut membantu masyarakat yang mengalami kendala dalam akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang belum memiliki BPJS.

“Bagi mereka yang tak punya BPJS bisa ter-cover oleh BAZNAS. Alhamdulillah tiga orang bisa dibantu,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia berharap dampak dan manfaat program BAZNAS dapat terus diperluas, termasuk dalam mendukung sektor pariwisata di Rancabali.

“Ke depannya semoga dampak BAZNAS bisa terasa lebih banyak, terutama di bidang pariwisata,” katanya.

Menurutnya, pengelolaan zakat yang terorganisir melalui BAZNAS menjadi langkah penting agar penyalurannya berjalan tertib dan sesuai aturan.

“Ini semua diwadahi oleh BAZNAS supaya lebih tertib lagi penyaluran hasil zakatnya. Kalau tidak ada regulasi, masuknya ke pungutan liar,” tegasnya.

Ia pun berharap para pengelola wisata dapat menindaklanjuti hasil kegiatan tersebut dan mulai membangun kolaborasi bersama BAZNAS Kabupaten Bandung.

“Saya harapkan pihak pengelola melaporkan kegiatan ini dan ditunggu responnya seperti apa. Dari kita, oleh kita dan untuk kita,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua I Bidang Penghimpunan BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Jamjam Erawan, menekankan bahwa zakat, infak, dan sedekah tidak hanya memiliki nilai sosial, tetapi juga nilai spiritual yang membawa keberkahan.

“Ada nilai spiritual dari zakat, infak, sedekah, maka akan melahirkan keberkahan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa pengelolaan ZIS menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam menjaga kebermanfaatan harta sekaligus membantu masyarakat.

“Untuk menyelamatkan harta, warga dan negara. Ada upaya dan ikhtiar untuk membangun keberkahan ini,” jelasnya.

Menurutnya, sektor usaha wisata juga akan memperoleh dampak positif apabila nilai-nilai keberkahan diterapkan dalam aktivitas usaha.

“Usaha wisata akan semakin berkah. Keberkahan itu membawa manfaat bagi banyak orang,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan bahwa masyarakat tetap dapat berinfak meskipun belum mencapai nisab zakat.

“Kalau tidak mencapai nisab, maka berinfak sesuai keinginan. Asal ada kemauan dan kesungguhan, Allah akan membantu dan menolong kita,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Bandung berharap kesadaran para pelaku usaha wisata terhadap pentingnya zakat, infak, dan sedekah semakin meningkat, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat Kabupaten Bandung.***

13/05/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Audiensi dengan RSUD Otista, Dorong Optimalisasi ZIS untuk Manfaat Umat

SOREANG, 5 MEI 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung melaksanakan audiensi dengan RSUD Otista dalam rangka mendorong optimalisasi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) serta peningkatan manfaat bagi masyarakat.

Kegiatan audiensi tersebut berlangsung pada Selasa 5 Mei 2026 dan dihadiri oleh Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Jamjam Erawan, yang diterima langsung oleh Direktur Utama RSUD Otista, dr. Hj. Yuli Irnawaty Mosjasari.

Dalam kesempatan tersebut, H. Jamjam Erawan menyampaikan bahwa potensi penghimpunan ZIS di lingkungan RSUD, khususnya dari tenaga medis seperti dokter spesialis, masih belum optimal.

“Zakat, infak, sedekah, terutama dari dokter-dokter spesialis masih belum maksimal,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa optimalisasi penghimpunan ZIS di lingkungan RSUD tidak hanya berdampak pada peningkatan dana yang terhimpun, tetapi juga akan kembali dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, termasuk dalam mendukung kebutuhan layanan kesehatan.

“Nantinya, ZIS ini juga akan kembali lagi dipakai untuk mendukung pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan," jelasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya peningkatan penghimpunan secara terukur agar manfaat yang diberikan dapat dirasakan lebih luas.

“Saya butuh angka, untuk memberi manfaat bagi banyak orang,” tegasnya.

Dalam audiensi tersebut juga disampaikan bahwa sektor kesehatan menjadi salah satu fokus utama dalam program pendistribusian BAZNAS Kabupaten Bandung, yang diwujudkan melalui program Bandung Sehat.

Diketahui program Bandung Sehat selama ini berperan dalam membantu masyarakat, khususnya dalam penanganan tunggakan BPJS Kesehatan, serta berbagai kebutuhan kesehatan lainnya.

Selain Bandung Sehat, BAZNAS Kabupaten Bandung juga memiliki program unggulan lain, yaitu Bandung Cerdas, Bandung Berdaya Saing, Bandung Peduli, dan Bandung Religius, yang menyasar berbagai aspek kehidupan masyarakat.

 

Melalui audiensi ini, diharapkan sinergi antara BAZNAS Kabupaten Bandung dan RSUD Otista dapat semakin diperkuat, sehingga potensi ZIS dapat dioptimalkan dan memberikan dampak yang lebih luas bagi kesejahteraan masyarakat.***

05/05/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
Siraman Rohani Pemkab Bandung Mei 2026 Digelar, Bupati Tekankan Peningkatan Keimanan dan Pelayanan

SOREANG, 4 MEI 2026 — Pemerintah Kabupaten Bandung kembali menggelar kegiatan siraman rohani bulan Mei 2026 yang berlangsung pada Senin 4 Mei 2026 di Gedung Moh. Toha, Soreang.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Bandung, H.M. Dadang Supriatna, serta diikuti oleh jajaran aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung.

Dalam sambutannya, Bupati Bandung menyampaikan bahwa kegiatan siraman rohani rutin dilaksanakan sebagai bagian dari upaya pembinaan mental dan spiritual pegawai, sekaligus untuk meminimalisir berbagai persoalan dalam pelaksanaan tugas.

“BKPSDM selalu melakukan kegiatan siraman rohani, dalam rangka upaya memberikan perhatian dan meminimalisir persoalan-persoalan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kesehatan fisik dan spiritual, terlebih menjelang datangnya bulan Zulhijah.

“Sehat bukan secara fisik saja, tetapi keimanan kita adanya peningkatan. Sebentar lagi kita memasuki Zulhijah,” tuturnya.

Lebih lanjut, Bupati mengajak seluruh ASN untuk kembali pada nilai-nilai dasar dalam menjalankan tugas, serta menghindari sikap ambisius yang dapat mengarah pada tindakan yang tidak benar.

“Mari kita kembali kepada jati diri kita masing-masing. Jangan terlalu ambisi, menghalalkan segala cara. Mari kita tingkatkan pelayanan, keimanan dan ketakwaan untuk bekal akhirat,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, turut disampaikan laporan pengelolaan BAZNAS Kabupaten Bandung bulan April oleh Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Jamjam Erawan

Ia mengungkapkan bahwa pada bulan April 2026, penghimpunan dan pendistribusian mengalami peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya.

“Alhamdulillah pada bulan April kita mengalami peningkatan. Untuk pendistribusian ada bantuan-bantuan kepada pendidikan, termasuk di dalamnya BPJS kesehatan,” jelasnya.

Selain itu, ia juga menyampaikan apresiasi kepada para muzaki atas kepercayaan yang telah diberikan kepada BAZNAS Kabupaten Bandung.

“Sebagai bentuk pertanggungjawaban, perlu kami sampaikan juga penerimaan dari bapak dan ibu. Kami ucapkan terima kasih banyak atas kepercayaan, amanah dan titipannya,” tambahnya.

Kegiatan siraman rohani ini diharapkan dapat terus memperkuat nilai-nilai spiritual di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung, sekaligus meningkatkan integritas dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.***

04/05/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Gelar Pelatihan dan Pengukuhan Relawan BTB di Gunung Puntang

CIMAUNG, 1 MEI 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung menggelar kegiatan pelatihan dan pengukuhan Relawan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) yang bertempat di Bumi Perkemahan Gunung Puntang, Kabupaten Bandung.

Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, mulai Jumat 1 Mei 2026 hingga Sabtu, sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan dan kapasitas relawan dalam menghadapi situasi kebencanaan di wilayah Kabupaten Bandung.

Pembukaan kegiatan secara simbolis dihadiri oleh Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Abdul Rouf, serta Wakil Ketua II BAZNAS Jawa Barat, Zaki Hilmi.

Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh unsur terkait, di antaranya Kepala LAB BAZNAS Jawa Barat, Komandan BTB Jawa Barat, Kepala Pelaksana BAZNAS Kabupaten Bandung, Ketua Bagian Pendistribusian BAZNAS Kabupaten Bandung, Komandan BTB Kabupaten Bandung, serta Ketua UPZ Kecamatan Cimaung.

Sebanyak 30 peserta tercatat mengikuti kegiatan ini berdasarkan daftar hadir, dengan tambahan 10 peserta lainnya yang menyusul sehingga total keseluruhan mencapai 40 orang relawan yang akan mengikuti rangkaian pelatihan dan pengukuhan.

Para peserta merupakan relawan terpilih yang sebelumnya telah melalui proses seleksi, mulai dari tahap administratif hingga wawancara, yang berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bandung.

Kegiatan pelatihan ini dirancang untuk membekali para relawan dengan pengetahuan dan keterampilan dasar dalam penanganan bencana, sekaligus memperkuat koordinasi dan kesiapan tim di lapangan.

Selain itu, pengukuhan relawan menjadi momentum penting dalam menegaskan komitmen para peserta untuk terlibat aktif dalam kegiatan kemanusiaan, khususnya dalam penanganan bencana yang membutuhkan respon cepat, terkoordinasi, dan profesional.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Bandung berharap kehadiran Relawan BTB dapat semakin optimal dalam membantu masyarakat terdampak bencana, serta menjadi garda terdepan dalam misi kemanusiaan di wilayah Kabupaten Bandung.***

01/05/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kab. Bandung

Berita Terbaru

BAZNAS Kabupaten Bandung Tetapkan Zakat Fitrah dan Fidyah 1447 H/2026 M
BAZNAS Kabupaten Bandung Tetapkan Zakat Fitrah dan Fidyah 1447 H/2026 M
SOREANG, 09 FEBRUARI 2026 — BAZNAS Kabupaten Bandung menggelar Rapat Penetapan Zakat Fitrah dan Fidyah 1447 Hijriah/2026 Masehi pada Senin, 9 Februari 2026, bertempat di Soreang. Rapat ini dihadiri oleh berbagai instansi, lembaga terkait, serta unsur organisasi kemasyarakatan (Ormas) di Kabupaten Bandung. Rapat penetapan ini bertujuan untuk menyepakati besaran zakat fitrah dan fidyah dengan mempertimbangkan kondisi riil masyarakat serta harga kebutuhan pokok, khususnya beras, di wilayah Kabupaten Bandung. Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Bandung H. Jamjam Erawan dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas sinergi yang selama ini terjalin dalam proses penetapan zakat fitrah. Ia menekankan pentingnya masukan dari berbagai pihak agar keputusan yang diambil benar-benar mencerminkan kondisi masyarakat di lapangan. “Terima kasih atas kerja sama selama ini dalam penetapan nilai zakat fitrah. Kami mohon masukannya untuk menyampaikan kondisi riil masyarakat Kabupaten Bandung,” ujarnya. Ia juga menegaskan perlunya sinkronisasi dan penguatan regulasi agar pelaksanaan zakat fitrah di tingkat masjid dan masyarakat tidak menimbulkan kesalahpahaman. “Kita belum sampai ke lapangan, ke masjid-masjid. Ini harus disinkronkan supaya tidak dianggap pungutan liar, tetapi diwadahi dengan regulasi yang jelas,” tambahnya. Berdasarkan hasil rapat dan dengan mempertimbangkan harga beras serta kondisi ekonomi masyarakat, BAZNAS Kabupaten Bandung menetapkan nilai zakat fitrah sebesar 2,5 kilogram beras atau setara dengan uang senilai Rp37.500 per jiwa. Penetapan ini mengacu pada harga beras eceran tertinggi (HET) yang berlaku di Kabupaten Bandung. Sementara itu, nilai fidyah ditetapkan sebesar Rp30.000 per jiwa per hari. Hasil rapat penetapan ini tertuang dalam surat keputusan dengan nomor Skep.003/BAZNAS/KAB-BDG/II/2026. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung H. Yusuf Ali Tantowi menegaskan bahwa zakat merupakan bagian fundamental dari ajaran Islam yang harus terus diperkuat pelaksanaannya di tengah masyarakat. “Semoga zakat di Kabupaten Bandung bisa lebih masif, karena zakat merupakan bagian dari rukun Islam,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kehadiran nilai-nilai Islam dalam kehidupan bermasyarakat akan semakin terasa apabila zakat ditunaikan dan disalurkan kepada mereka yang berhak menerimanya. “Tidak akan terasa kehadiran Islam jika zakat tidak ditunaikan, sehingga kemudian bisa dibagikan kepada mereka yang membutuhkan,” tutupnya. Melalui penetapan ini, BAZNAS Kabupaten Bandung berharap pelaksanaan zakat fitrah dan fidyah pada Ramadan 1447 H dapat berjalan tertib, sesuai syariat, serta memberikan manfaat yang optimal bagi mustahik di Kabupaten Bandung.***
BERITA10/02/2026 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
Koperasi Masjid Darul Rihlah Rancabali Terima Bantuan ANGKASA Malaysia Melalui BAZNAS
Koperasi Masjid Darul Rihlah Rancabali Terima Bantuan ANGKASA Malaysia Melalui BAZNAS
RANCABALI, 9 FEBRUARI 2026 — Koperasi Konsumen Berkah Bersama Masjid Darul Rihlah, Desa Alam Endah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, menerima bantuan penguatan modal dari Angkatan Koperasi Kebangsaan Malaysia Berhad (ANGKASA). Bantuan ini merupakan bagian dari program kerja sama internasional yang difasilitasi oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Total bantuan yang disalurkan sebesar Rp252 juta, yang diperuntukkan bagi lima masjid di Indonesia. Masing-masing masjid menerima bantuan sebesar 3.000 dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp50 juta. Sebelumnya Penyerahan bantuan secara simbolis dilaksanakan di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, pada Kamis, 5 Februari 2026. Acara tersebut dihadiri Wakil Ketua BAZNAS RI Mokhamad Mahdum, Ph.D., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan Dr. H. Rizaludin Kurniawan, M.Si., CFRM, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional KH. Achmad Sudrajat, Lc., MA., CFRM, serta Deputi I BAZNAS RI H. M. Arifin Purwakananta, S.I.Kom., M.IKom., CWC., CFRM. Sementara itu, dari pihak ANGKASA hadir Presiden ANGKASA Datuk Seri Dr. Abdul Fattah Abdullah beserta istri, Datin Seri Fauziah binti Talib, didampingi jajaran pengurus ANGKASA, di antaranya Nor Azmi Abdul Jalil, Mohd Safian Abdul Rahman, Wan Azwati Wan Mohamed, Nur Farhana Zabha, dan Mohd Idzdihar Nooridzahir. Adapun penyerahan bantuan secara langsung kepada Koperasi Konsumen Berkah Bersama Masjid Darul Rihlah dilaksanakan pada Senin, 9 Februari 2026, di Desa Alam Endah. Kegiatan tersebut dihadiri Presiden ANGKASA beserta jajaran pengurus, perwakilan BAZNAS RI yang diwakili Koordinator Program BAZNAS Microfinance Masjid M. Sholeh dan Kepala Bagian Humas BAZNAS RI Yudhiarma MK, M.Si., serta jajaran BAZNAS Kabupaten Bandung. Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, KH. Yusuf Ali Tantowi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada ANGKASA atas dukungan yang diberikan dalam upaya pemberdayaan ekonomi umat melalui koperasi masjid. “Alhamdulillah, Kabupaten Bandung mendapatkan satu paket bantuan untuk Koperasi Konsumen Berkah Bersama Masjid Darul Rihlah. Semoga koperasi masjid ini terus berkembang. Desa Alam Endah sendiri sebelumnya juga mendapatkan BAZNAS Award dari BAZNAS Kabupaten Bandung,” ujarnya. Pada kesempatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Bandung juga membuka Pasar Murah Berkah yang diperuntukkan bagi masyarakat dan jemaah Masjid Darul Rihlah sebagai bentuk dukungan langsung kepada warga sekitar. Presiden ANGKASA Datuk Seri Dr. Abdul Fattah Abdullah dalam sambutannya menyampaikan bahwa Malaysia masih terus belajar dari Indonesia dalam pengembangan koperasi. “Di Malaysia saat ini baru terdapat sekitar 16 ribu koperasi, masih jauh dibandingkan Indonesia yang telah memiliki sekitar 200 ribu koperasi,” ungkapnya. Sementara itu, Koordinator Program BAZNAS Microfinance Masjid, M. Sholeh, berharap program ini dapat menjadi solusi alternatif pembiayaan bagi masyarakat agar tidak terjerat pinjaman berbunga tinggi. “Dengan adanya program ini, masyarakat diharapkan tidak lagi bergantung pada rentenir maupun pinjaman berbunga lainnya yang memberatkan. Kami mengucapkan terima kasih kepada saudara-saudara kami dari ANGKASA Malaysia atas kerja sama ini,” katanya. Diketahui, lima masjid penerima bantuan ANGKASA–BAZNAS tersebut meliputi Masjid An-Ni’mah (Ciracas, Jakarta Timur), Masjid At-Taqwa (Jatinegara, Jakarta Timur), Masjid As-Sholihin (Cisarua, Bandung Barat), Masjid Darul Rihlah (Rancabali, Kabupaten Bandung), serta Masjid Al-Hurriyah (Kampus IPB, Bogor). Melalui program BAZNAS Microfinance Masjid ini, diharapkan koperasi masjid dapat menjadi pusat penguatan ekonomi umat yang berkelanjutan dan inklusif.***
BERITA09/02/2026 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
BAZNAS Kabupaten Bandung Laporkan Penghimpunan Januari 2026 di Hadapan Bupati dan ASN
BAZNAS Kabupaten Bandung Laporkan Penghimpunan Januari 2026 di Hadapan Bupati dan ASN
SOREANG, 9 FEBRUARI 2026 - BAZNAS Kabupaten Bandung kembali menyampaikan laporan penghimpunan dan penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) bulanan. Laporan untuk periode Januari 2026 ini disampaikan pada Senin, 9 Februari 2026, bertempat di Gedung Moh. Toha, Soreang, Kabupaten Bandung. Laporan tersebut dipaparkan langsung oleh Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Jamjam Erawan, di hadapan Bupati Bandung serta Aparatur Sipil Negara (ASN) se-Kabupaten Bandung. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa awal tahun kerap menjadi periode fluktuatif dalam siklus penghimpunan. “Secara siklus, penghimpunan di Januari–Februari biasanya mengalami naik turun. Bisa jadi di bulan Maret akan kembali meningkat, salah satunya karena adanya rapel,” ujarnya. Meski demikian, H. Jamjam Erawan menyampaikan capaian positif BAZNAS Kabupaten Bandung pada tahun sebelumnya. Ia mengungkapkan bahwa pada tahun 2025, penghimpunan ZIS berhasil melampaui target yang telah ditetapkan. “Alhamdulillah, di tahun 2025 BAZNAS Kabupaten Bandung dapat melampaui target. Ini merupakan bentuk kesadaran masyarakat yang harus terus kita bangun dan jaga bersama,” katanya. Untuk periode Januari 2026 sendiri, BAZNAS Kabupaten Bandung berhasil menghimpun dana ZIS dengan total mencapai lebih dari Rp730 juta. Menurutnya, laporan rutin ini merupakan bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat dan para muzakki. “Ini sebagai bentuk pertanggungjawaban kami. Mudah-mudahan menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus saling menguatkan dalam kebaikan dan kesabaran,” tambahnya. Sementara itu, Bupati Bandung dalam kesempatan yang sama menyampaikan pesan menjelang datangnya bulan suci Ramadan. Ia mengajak seluruh ASN dan masyarakat untuk menyambut Ramadan dengan kesiapan lahir dan batin. “Marhaban ya Ramadan. Memasuki bulan suci ini, saya mohon maaf lahir dan batin. Mudah-mudahan kita memasuki Ramadan dengan hati dan pikiran yang bersih,” tuturnya. Melalui laporan bulanan ini, BAZNAS Kabupaten Bandung menegaskan komitmennya untuk terus mengelola dana ZIS secara transparan, akuntabel, serta memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat Kabupaten Bandung.***
BERITA09/02/2026 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
Dorong Pemberdayaan Ekonomi Umat, BAZNAS Kab Bandung Teken MoU dengan Telkom University
Dorong Pemberdayaan Ekonomi Umat, BAZNAS Kab Bandung Teken MoU dengan Telkom University
DAYEUHKOLOT, 22 JANUARI 2026 — BAZNAS Kabupaten Bandung resmi menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Center of Excellence (CoE) Smart MSME & Halal Ecosystem (SHE) Telkom University pada Kamis, 22 Januari 2026. Penandatanganan MoU ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi antara lembaga pengelola zakat dengan institusi pendidikan tinggi. Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Bandung diwakili langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Yusuf Ali Tantowi. Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi wadah sinergi dalam pengembangan program-program berbasis pemberdayaan dan keilmuan, khususnya yang berkaitan dengan ekonomi umat dan ekosistem halal. Secara umum, ruang lingkup MoU ini mencakup kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan sumber daya kelembagaan. Kolaborasi ini diarahkan untuk mendorong inovasi dan penguatan kapasitas lembaga, baik di lingkungan BAZNAS maupun Telkom University. Dalam kegiatan tersebut, H. Yusuf Ali Tantowi juga memaparkan salah satu program terbaru BAZNAS Kabupaten Bandung yang baru saja diluncurkan, yakni program Z Kosmetik. Program ini merupakan salah satu bentuk upaya BAZNAS dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui sektor usaha berbasis produk halal. “Bentuk programnya merupakan paket yang diberikan oleh BAZNAS,” ujarnya. Melalui penandatanganan MoU ini, BAZNAS Kabupaten Bandung berharap dapat memanfaatkan dukungan akademik, riset, dan inovasi dari Telkom University, khususnya CoE Smart MSME & Halal Ecosystem (SHE), dalam mengembangkan program-program pemberdayaan yang lebih terukur dan berdampak luas. Kerja sama ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui kegiatan pengabdian, sekaligus memperkuat peran zakat dalam mendukung pembangunan sosial dan ekonomi di Kabupaten Bandung.***
BERITA22/01/2026 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Perkuat Kolaborasi dengan Disnaker dalam Implementasi ZIS
BAZNAS Kabupaten Bandung Perkuat Kolaborasi dengan Disnaker dalam Implementasi ZIS
SOREANG, 20 JANUARI 2026 — BAZNAS Kabupaten Bandung berkesempatan hadir dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bandung pada Selasa, 20 Januari 2026. Kegiatan tersebut mengusung tema Implementasi Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial. Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala Disnaker Kabupaten Bandung H. Dadang Komara, Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung H. Yusuf Ali Tantowi, serta Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Bandung H. Jamjam Erawan. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara BAZNAS dan Disnaker dalam mendorong optimalisasi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di lingkungan dunia usaha dan ketenagakerjaan. Dalam pemaparannya, Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung H. Yusuf Ali Tantowi menjelaskan bahwa keberadaan ZIS tidak hanya berdampak pada aspek sosial kemasyarakatan, tetapi juga memiliki manfaat lain yang strategis. Menurutnya, selain menjadi solusi berbagai persoalan sosial, zakat, infak, dan sedekah juga dapat menjadi pengurang pajak bagi para muzakki atau wajib zakat. Hal ini menjadi salah satu nilai tambah yang dapat mendorong peningkatan kesadaran berzakat di kalangan perusahaan maupun para pekerja. Sementara itu, Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Bandung H. Jamjam Erawan memaparkan tentang kewajiban menunaikan zakat bagi mereka yang telah mencapai nisab. “Rizki akan bersih, jiwa akan tenang. Kalau tidak mencapai nisab, dianjurkan untuk berinfak,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya legalitas dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah agar tidak terjadi penyimpangan atau praktik pungutan liar. “Kami harapkan ke depan bapak dan ibu yang punya perusahaan membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ),” jelasnya. Menurutnya, keberadaan UPZ di lingkungan perusahaan akan memberikan manfaat besar, baik bagi perusahaan maupun karyawan. “Manfaatnya akan kembali lagi kepada karyawan ibu bapak semua,” tambahnya. Untuk diketahui, sebelumnya BAZNAS Kabupaten Bandung bersama Disnaker Kabupaten Bandung telah menjalin kolaborasi dalam menggali potensi ZIS di kalangan perusahaan dan pekerja. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui program bertajuk Pekerja Berkah, Masyarakat Sejahtera. Program ini bertujuan untuk menghimpun zakat, infak, dan sedekah dari kalangan pekerja, yang nantinya akan disalurkan kembali untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan sosial serta membantu kesejahteraan pekerja dan keluarganya. Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak perusahaan di Kabupaten Bandung yang tergerak untuk membentuk UPZ serta berpartisipasi aktif dalam gerakan zakat. Sinergi antara BAZNAS dan Disnaker Kabupaten Bandung diharapkan dapat terus berlanjut guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang lebih luas dan merata.***
BERITA20/01/2026 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
HUT ke-25 BAZNAS, BAZNAS Kabupaten Bandung Perkuat Pemberdayaan lewat Z-Kosmetika
HUT ke-25 BAZNAS, BAZNAS Kabupaten Bandung Perkuat Pemberdayaan lewat Z-Kosmetika
SOREANG, 20 JANUARI 2026 — BAZNAS Kabupaten Bandung memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 BAZNAS dengan rangkaian kegiatan berupa peluncuran program Z-Kosmetika, istigasah, serta penyerahan bantuan kepada 50 penerima manfaat. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung BAZNAS Center, pada Selasa, 20 Januari 2026. Acara dihadiri oleh jajaran pimpinan BAZNAS Kabupaten Bandung, Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kabupaten Bandung Hj. Nana Rostiana, serta Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Pemkab Bandung, H. Erwin Rinaldi. Turut hadir sejumlah mitra pengusaha yang selama ini bersinergi dengan BAZNAS dalam pemberdayaan masyarakat, di antaranya dr. Titin Nugroho Rini dari PT Marizk Mahkota Rizki, Bunda Liena Mulyadi dari Koperasi Lumbung Indonesia, Krisna selaku pengusaha Fintech Syariah dan penyalur tenaga kerja ke Jepang, Nicolaus Iskandar dari Yayasan Brader, serta Binar dari Lokapala Parking. Wakil Ketua Bidang Pengumpulan BAZNAS Kabupaten Bandung, Ustaz H. Jamjam Erawan, menyampaikan bahwa capaian pengumpulan zakat, infak, dan sedekah pada tahun 2025 berhasil melampaui target. Dari target sebesar Rp17 miliar, BAZNAS Kabupaten Bandung mampu menghimpun dana hingga Rp17,5 miliar. Untuk tahun 2026, BAZNAS Kabupaten Bandung menargetkan pengumpulan ZIS sebesar Rp18 miliar sesuai ketetapan BAZNAS RI. Namun demikian, pihaknya optimistis capaian tersebut dapat melampaui target hingga Rp24 miliar. Adapun pendistribusian dan pendayagunaan ZIS difokuskan pada lima bidang utama, yakni pendidikan, pemberdayaan ekonomi, keagamaan, kepedulian sosial, dan kesehatan. Ia juga mengungkapkan bahwa setiap harinya BAZNAS Kabupaten Bandung menerima sekitar 30 permohonan bantuan dari masyarakat. Seiring meningkatnya kepercayaan publik, permohonan bantuan pun terus bertambah. Dalam kesempatan tersebut, ia turut mengapresiasi peningkatan signifikan penghimpunan dari UPZ Kementerian Agama Kabupaten Bandung yang pada tahun 2025 mencapai Rp2,5 miliar. Sementara itu, H. Erwin Rinaldi menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bandung dalam mendukung optimalisasi pengumpulan ZIS yang dilakukan BAZNAS Kabupaten Bandung, khususnya dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN). Ia berharap kontribusi dari sejumlah perangkat daerah, termasuk Dinas Pendidikan, dapat terus meningkat pada tahun ini. Pada kesempatan yang sama, BAZNAS Kabupaten Bandung juga menyerahkan piagam penghargaan kepada UPZ Kemenag Kabupaten Bandung atas kontribusinya dalam penghimpunan zakat. Selain itu, diluncurkan pula program Z-Kosmetika, sebagai upaya pemberdayaan ekonomi bagi kaum ibu. Program Z-Kosmetika diharapkan mampu memberikan keterampilan dan peluang usaha bagi masyarakat, khususnya perempuan, sehingga memiliki sumber pendapatan tambahan dan terhindar dari praktik bank emok maupun pinjaman online ilegal.***
BERITA20/01/2026 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
BAZNAS Kabupaten Bandung Dorong Penguatan Peran UPZ Melalui Sosialisasi UPZ Kecamatan Margaasih
BAZNAS Kabupaten Bandung Dorong Penguatan Peran UPZ Melalui Sosialisasi UPZ Kecamatan Margaasih
KUTAWARINGIN, 20 JANUARI 2026 - BAZNAS Kabupaten Bandung menggelar kegiatan Sosialisasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kecamatan Margaasih pada Selasa, 20 Januari 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat peran UPZ di tingkat kecamatan dalam menghimpun dan mengelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara lebih optimal. Hadir secara langsung dalam kegiatan tersebut Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Yusuf Ali Tantowi yang berkesempatan memberikan materi sosialisasi mengenai pentingnya zakat, infak, dan sedekah. Turut hadir Camat Margaasih Djoko Mardianto beserta jajaran, tokoh masyarakat, unsur Forkopimcam, serta para Ketua UPZ desa se-Kecamatan Margaasih. Dalam penyampaiannya, Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung menekankan pentingnya dukungan dari seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat untuk memperkuat keberadaan UPZ di wilayah Margaasih. “Perlu jajaran pemerintahan dari Margaasih untuk memperkuat zakat, infak sedekah utamanya UPZ Kecamatan Margaasih,” ucapnya. Ia juga menjelaskan bahwa BAZNAS merupakan lembaga resmi pemerintah yang memiliki tugas penting dalam pengelolaan zakat. “BAZNAS adalah lembaga resmi pemerintah, memfasilitasi rukun Islam yang ketiga,” jelasnya. Lebih lanjut, dirinya menyampaikan bahwa pengelolaan zakat harus dilakukan melalui lembaga resmi agar terhindar dari penyalahgunaan. “Kalau tidak difasilitasi, akan ada penyalahgunaan. Kami berikan kemudahan untuk berzakat,” tambahnya. Ketua BAZNAS juga menuturkan bahwa saat ini sudah banyak kemudahan yang disediakan untuk masyarakat dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah, terutama melalui BAZNAS Kabupaten Bandung. Salah satunya adalah layanan pembayaran secara online serta melalui Aplikasi Sistem Informasi Pelayanan (SIP) BAZNAS. Ia berharap pertemuan ini tidak hanya sebatas sosialisasi, namun dapat mendorong langkah nyata dari para pengurus UPZ. “Harapannya setelah pertemuan ini ada aksi nyata terutama untuk Unit Pengumpul Zakat,” tuturnya. Senada dengan hal tersebut, Camat Margaasih Djoko Mardianto turut memberikan dukungan penuh terhadap penguatan UPZ di wilayahnya. Ia juga menceritakan pengalaman pribadinya mengenai besarnya manfaat zakat, infak, dan sedekah bagi masyarakat “Kita bersama-sama, ketua UPZ Kecamatan tidak bisa bekerja sendiri,” ujarnya. Sementara itu, Ketua UPZ Kecamatan Margaasih menyampaikan harapannya agar program-program yang dilaksanakan di tingkat kecamatan dapat selaras dengan kebijakan dan arahan dari BAZNAS Kabupaten Bandung. Dengan terlaksananya sosialisasi ini, diharapkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di Kecamatan Margaasih dapat semakin terkoordinasi, transparan, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. BAZNAS Kabupaten Bandung terus berkomitmen untuk mendorong penguatan UPZ sebagai garda terdepan dalam gerakan zakat di tingkat kecamatan dan desa.***
BERITA20/01/2026 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Serahkan Kunci Rumah Layak Huni di Cicalengka
BAZNAS Kabupaten Bandung Serahkan Kunci Rumah Layak Huni di Cicalengka
CICALENGKA, 19 JANUARI 2026 —BAZNAS Kabupaten Bandung kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB). Penyerahan kunci rumah dilaksanakan pada Senin, 19 Januari 2026, bertempat di Kampung Ciawitali RT 02 RW 08, Desa Tanjungwangi, Kecamatan Cicalengka. Kegiatan penyerahan tersebut dihadiri secara langsung oleh Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Abdul Rouf, yang menyerahkan kunci rumah kepada para penerima manfaat.Dalam keterangannya, H. Abdul Rouf menyampaikan bahwa program Rumah Layak Huni ini merupakan bagian dari program akhir tahun 2025 yang terealisasi pada awal tahun 2026. “Program ini merupakan program 2025 akhir, terealisasi di Januari awal 2026. Mudah-mudahan apa yang diterima, rumahnya menjadi rumah yang bermanfaat, rumah untuk jalan menuju surganya Allah,” ujarnya. Pada penyerahan kunci RLHB kali ini, terdapat dua penerima manfaat, yakni Lili dan Iwan Supriadi, yang keduanya berdomisili di Kampung Ciawitali, Desa Tanjungwangi, Kecamatan Cicalengka. Salah satu penerima manfaat mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh BAZNAS Kabupaten Bandung. “Hatur nuhun ka BAZNAS Kabupaten Bandung sudah membantu keluarga saya, mudah-mudahan semoga menjadi manfaat dan berkah untuk keluarga saya,” ucapnya. Program Rumah Layak Huni BAZNAS merupakan salah satu bentuk pendayagunaan zakat yang bertujuan menghadirkan hunian yang aman, sehat, dan layak bagi masyarakat kurang mampu. Melalui program ini, BAZNAS Kabupaten Bandung berharap dapat memberikan manfaat jangka panjang serta meningkatkan kualitas hidup para mustahik.***
BERITA19/01/2026 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
Sosialisasi BAZNAS Kabupaten Bandung dan Peresmian UPZ Yayasan Al Jumhuriyah Majalaya
Sosialisasi BAZNAS Kabupaten Bandung dan Peresmian UPZ Yayasan Al Jumhuriyah Majalaya
MAJALAYA, 15 JANUARI 2026 - BAZNAS Kabupaten Bandung melaksanakan kegiatan sosialisasi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sekaligus peresmian Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Yayasan Al Jumhuriyah Majalaya. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan acara Haul dan Tahlilan Jamaah Masjid Al Jumhuriyah Majalaya pada Kamis, 15 Januari 2026. Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Bandung juga menyerahkan Surat Keputusan (SK) resmi pembentukan UPZ kepada Yayasan Al Jumhuriyah sebagai bentuk legalitas dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di lingkungan yayasan. Kegiatan sosialisasi dan peresmian UPZ ini dihadiri oleh jajaran pengurus yayasan, tokoh masyarakat, serta jamaah Masjid Al Jumhuriyah terutama para siswa. BAZNAS Kabupaten Bandung diwakili langsung oleh Wakil Ketua I Bidang Penghimpunan, H. Jamjam Erawan. Dalam penyampaiannya, H. Jamjam Erawan menjelaskan pentingnya peran zakat, infak, dan sedekah dalam kehidupan umat Islam. “Salah satu rukun Islam yang belum berjaya terutama di Indonesia yaitu zakat infak sedekah,” ujarnya. Ia juga menyampaikan bahwa pada tahun 2026 ini, BAZNAS Kabupaten Bandung tengah menggencarkan sosialisasi ke berbagai elemen masyarakat. “Tahun 2026 ini kami sosialisasi ke UPZ Desa, serta UPZ Sekolah,” jelasnya. Lebih lanjut, H. Jamjam menekankan pentingnya tata kelola ZIS yang baik melalui mekanisme penghimpunan dan pelaporan yang terstruktur. “Hitung dana yang terkumpul, setorkan ke BAZNAS lalu sertakan kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan dan latih anak-anak untuk infak dan sedekah,” tuturnya. Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada Yayasan Al Jumhuriyah Majalaya yang dinilai memiliki semangat tinggi dalam pengelolaan ZIS. “Alhamdulillah di Majalaya termasuk pelopor, saya sudah serahkan SK dan harus menjadi penggerak zakat infak dan sedekah,” tambahnya. Dengan diresmikannya UPZ Yayasan Al Jumhuriyah, diharapkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di lingkungan Majalaya dapat berjalan lebih terorganisir, transparan, dan tepat sasaran. Keberadaan UPZ juga diharapkan mampu menjadi motor penggerak dalam menumbuhkan kesadaran berzakat di tengah masyarakat. BAZNAS Kabupaten Bandung berharap semakin banyak lembaga dan komunitas yang mengikuti langkah serupa, sehingga gerakan ZIS dapat semakin masif dan berdampak luas bagi kesejahteraan umat di Kabupaten Bandung.***
BERITA15/01/2026 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
Sosialisasi BAZNAS Kab Bandung di Workshop Peningkatan Kompetensi Kepala Sekolah SD Swasta Kabupaten Bandung 2026
Sosialisasi BAZNAS Kab Bandung di Workshop Peningkatan Kompetensi Kepala Sekolah SD Swasta Kabupaten Bandung 2026
SOREANG, 14 JANUARI 2026 - BAZNAS Kabupaten Bandung berkesempatan mengisi materi sosialisasi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dalam kegiatan Workshop Peningkatan Kompetensi Kepala Sekolah SD Swasta Kabupaten Bandung Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Ormas Soreang pada Rabu, 14 Januari 2026. Workshop ini diikuti oleh para kepala sekolah dasar swasta se-Kabupaten Bandung dan menjadi wadah peningkatan kapasitas sekaligus penguatan sinergi antar lembaga pendidikan. Kegiatan juga dimanfaatkan sebagai ruang silaturahmi dan kolaborasi antar pemangku kepentingan. Ketua Forum Komunikasi Kepala Sekolah Dasar Swasta Kab Bandung, H. Andris Fajar dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan media silaturahmi yang penting bagi para kepala sekolah. “Alhamdulillah bisa berkumpul di sini, juga disupport oleh BAZNAS,” ujarnya. Ia menambahkan, “Saya ingin forum komunikasi bisa berjalan, intinya silaturahmi.” Sementara itu, materi sosialisasi zakat, infak, dan sedekah disampaikan oleh Wakil Ketua I Bidang Penghimpunan BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Jamjam Erawan. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan hakikat zakat dan kaitannya dengan rezeki yang diterima oleh setiap individu. “Zakat merupakan manfaat yang akan terasa oleh banyak orang,” tuturnya. Ia juga menyampaikan, “Dalam rezeki atau harta kita ada bagian Allah. Berikanlah kepada hamba-hamba-Nya yang disebut asnaf zakat.” H. Jamjam Erawan turut menekankan pentingnya pengelolaan zakat yang terorganisir serta memiliki payung hukum yang jelas. Menurutnya, pengelolaan zakat tidak bisa dilakukan secara sembarangan. “Di dalam zakat perlu diorganisir, jika tidak bisa dikategorikan pungutan liar (pungli),” tegasnya. Ia menambahkan, “Jika memungut biaya dari siswa tanpa payung hukum terutama BAZNAS, maka bisa kena.” Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Bandung mendorong sekolah-sekolah untuk membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) sebagai wadah resmi penghimpunan dan penyaluran ZIS. “Kami hadir di sini mewadahi, mengorganisir, dan saya sarankan untuk sekolah-sekolah membuat Unit Pengumpul Zakat (UPZ),” ujarnya. Lebih lanjut, H. Jamjam Erawan menekankan pentingnya pelaporan dalam pengelolaan ZIS agar akuntabilitas dapat terjaga dengan baik. “Yang kami butuhkan pelaporan, baik penghimpunan maupun pendistribusian, supaya pertanggungjawabannya jelas dan transparan kepada masyarakat,” katanya. Ia menutup dengan menegaskan peran BAZNAS dalam pengelolaan zakat, “Kami ingin menjadi juru selamat dalam ibadah ma’liyah," pungkasnya. Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun pemahaman yang lebih baik mengenai pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di lingkungan sekolah, serta terjalin sinergi antara BAZNAS Kabupaten Bandung dan lembaga pendidikan dalam mendukung pengelolaan ZIS yang tertib, aman, dan sesuai regulasi.***
BERITA14/01/2026 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
Sosialisasi Zakat, Infak, dan Sedekah BAZNAS Kabupaten Bandung di SMPN 2 Paseh
Sosialisasi Zakat, Infak, dan Sedekah BAZNAS Kabupaten Bandung di SMPN 2 Paseh
PASEH, 12 JANUARI 2026 - BAZNAS Kabupaten Bandung berkesempatan melaksanakan kegiatan sosialisasi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di SMPN 2 Paseh pada Senin, 12 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya BAZNAS dalam memperluas pemahaman dan penguatan pengelolaan ZIS di lingkungan pendidikan. Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Bandung diwakili oleh Asrofil Anam selaku Ketua Bagian Penghimpunan. Sosialisasi ini diikuti oleh pihak sekolah dengan antusias sebagai bentuk dukungan terhadap pengelolaan ZIS yang lebih terarah dan terkoordinasi. Melalui sosialisasi ini, SMPN 2 Paseh didorong untuk membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) sekolah. Pembentukan UPZ diharapkan dapat menjadi sarana penghimpunan zakat, infak, dan sedekah secara optimal, sekaligus memastikan penyalurannya berjalan dengan baik, transparan, dan tepat sasaran. Selain mendorong pembentukan UPZ, kegiatan sosialisasi ini juga menekankan pentingnya peran lembaga pendidikan dalam menanamkan nilai kepedulian sosial kepada peserta didik. Sekolah dinilai memiliki posisi strategis dalam membangun kesadaran berzakat, berinfak, dan bersedekah sejak usia dini melalui edukasi dan praktik yang berkelanjutan. Pengelolaan ZIS melalui UPZ sekolah diharapkan dapat mendukung program-program sosial yang bermanfaat, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat sekitar. Dengan pengelolaan yang terstruktur, ZIS tidak hanya berfungsi sebagai ibadah individual, tetapi juga sebagai instrumen pemberdayaan dan solidaritas sosial. BAZNAS Kabupaten Bandung terus mendorong sinergi dengan berbagai unsur, termasuk lembaga pendidikan, dalam rangka memperluas jaringan penghimpunan ZIS. Kolaborasi ini menjadi bagian dari strategi penguatan tata kelola zakat yang profesional, akuntabel, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan umat. Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan terbangun komitmen bersama antara BAZNAS Kabupaten Bandung dan SMPN 2 Paseh untuk mendukung pengelolaan ZIS yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat kontribusi dunia pendidikan dalam pembangunan sosial dan kemanusiaan di Kabupaten Bandung.***
BERITA12/01/2026 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Laporkan Pengelolaan Zakat 2025 dalam Siraman Rohani Pemkab Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Laporkan Pengelolaan Zakat 2025 dalam Siraman Rohani Pemkab Bandung
SOREANG, 6 JANUARI 2026 — BAZNAS Kabupaten Bandung melaporkan pengelolaan zakat tahun 2025 dalam kegiatan Siraman Rohani yang digelar Pemerintah Kabupaten Bandung di Gedung Moh Toha, Selasa (6/1/2026). Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS melalui Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Yusuf Ali Tantowi, menyampaikan laporan kinerja penghimpunan dan pendistribusian zakat sepanjang tahun 2025 kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN) Kabupaten Bandung yang mengikuti kegiatan secara luring maupun daring. Pada tahun 2025, penghimpunan zakat, infak, dan sedekah berhasil mencapai target yang telah ditetapkan sebesar Rp17 miliar dan bahkan melampaui capaian tersebut hingga Rp17,5 miliar. Capaian ini menunjukkan tingginya partisipasi ASN dan masyarakat Kabupaten Bandung dalam mendukung pengelolaan zakat melalui BAZNAS. Sementara itu, dari sisi pendistribusian, BAZNAS Kabupaten Bandung telah menyalurkan dana zakat kepada sekitar 23 ribu penerima manfaat. Penyaluran tersebut masih akan terus berjalan, khususnya untuk program pembayaran insentif dan BPJS, bantuan bagi takmir dan marbot masjid, program rumah tidak layak huni (rutilahu), bantuan berbasis proposal, serta donasi untuk penanganan kebencanaan. Kegiatan Siraman Rohani ini turut dihadiri oleh Bupati Bandung H. M. Dadang Supriatna bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Bandung serta seluruh ASN se-Kabupaten Bandung. Momentum ini menjadi sarana penguatan sinergi antara Pemkab Bandung dan BAZNAS dalam mewujudkan pengelolaan zakat yang transparan, akuntabel, dan berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat.***
BERITA06/01/2026 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
Deklarasi Kepala Sekolah Menuju Indonesia Emas 2045, Bupati Bandung Apresiasi Terobosan BAZNAS
Deklarasi Kepala Sekolah Menuju Indonesia Emas 2045, Bupati Bandung Apresiasi Terobosan BAZNAS
SOREANG, 30 DESEMBER 2025 — Kegiatan Deklarasi Kepala Sekolah Menuju Indonesia Emas 2045 digelar di SMP Negeri 1 Soreang dan dihadiri langsung oleh Bupati Bandung, Ketua PGRI Kabupaten Bandung, para Camat dari Kecamatan Soreang, Kutawaringin, Cangkuang, Pasirjambu, Ciwidey, dan Rancabali, serta seluruh kepala sekolah dari Subrayon 1, 3, dan 4. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi dunia pendidikan dengan berbagai pihak untuk menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas. Dalam sambutannya, Bupati Bandung mengapresiasi kinerja BAZNAS Kabupaten Bandung yang dinilai telah melakukan berbagai terobosan dalam mendukung kesuksesan program-program Pemerintah Daerah, khususnya di sektor pendidikan dan penguatan karakter generasi muda. Ia menilai kolaborasi antara BAZNAS dan satuan pendidikan merupakan langkah strategis yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Bandung. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung menekankan bahwa pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di sekolah merupakan salah satu strategi penting dalam mendukung penguatan karakter religius sekaligus meningkatkan prestasi sekolah. Menurutnya, keberadaan UPZ tidak hanya berfungsi sebagai sarana pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang tertib dan transparan, tetapi juga menjadi nilai tambah dalam penilaian kinerja dan prestasi sekolah. Melalui UPZ, sekolah dinilai mampu menunjukkan komitmen terhadap pendidikan karakter, kepedulian sosial, serta implementasi nilai-nilai keagamaan secara nyata di lingkungan pendidikan. Kegiatan deklarasi ini diharapkan menjadi tonggak penguatan peran sekolah sebagai pusat pembentukan karakter generasi bangsa, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045, serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia pendidikan, dan BAZNAS Kabupaten Bandung dalam membangun peradaban yang berkeadilan dan berkeberkahan.***
BERITA30/12/2025 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
BAZNAS Kabupaten Bandung dan MUI Gelar Roadshow Kaderisasi Ulama Berbasis Desa di Cicalengka
BAZNAS Kabupaten Bandung dan MUI Gelar Roadshow Kaderisasi Ulama Berbasis Desa di Cicalengka
CICALENGKA, 30 DESEMBER 2025 - BAZNAS Kabupaten Bandung dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bandung bekerja sama mengadakan roadshow kaderisasi ulama berbasis desa untuk ketiga kalinya. Acara di Pesantren Al Huda, Cicalengka, dihadiri Sekda Kabupaten Bandung H. Cakra Amiyana, Asisten Pemkesra H. Erwin Rinaldi, Wakil Ketua 4 BAZNAS Kabupaten Bandung H. Sarnapi, Kabag Kesra H. Dian Wardana, Ketua Umum MUI Kabupaten Bandung KH. Yayan Hasuna Hudaya, Ketua FKUB Ustaz H. Erry Ridwan Latief, para camat dan ketua MUI kecamatan. Menurut ketua panitia, KH. Mamat Saeful Qadir, roadshow ini diikuti para ketua MUI kecamatan dan perwakilan MUI Desa serta kepala KUA di 10 kecamatan di wilayah timur. "Roadshow yang dikhususkan untuk pemulasaraan jenazah ini diawali niat dari Pak Bupati yang ingin membentuk kader di desa-desa yang bisa melakukan pemulasaraan jenazah. Karena jangan sampai ada jenazah yang tak diurus," ucapnya. Sedangkan H. Cakra mengatakan, pemahaman keagamaan sudah mendesak di masyarakat dengan dorongan dari Pemkab Bandung. "Seperti memberikan insentif guru ngaji yang terbesar di Indonesia karena anggarannya mencapai Rp109 miliar," katanya yang menambahkan adanya insentif untuk ustaz dan Ustazah yang dikelola BAZNAS Kabupaten Bandung. Sekda menambahkan, pelatihan pemulasaraan jenazah ini merupakan ketiga kalinya setelah dari peluncuran Program di Gedung Ormas Islam dan Pesantren Al Ihsan Baleendah. "Kalau satu desa ada 10.000 penduduk sehingga kita hitung kasar ada 40 orang yang meninggal per harinya. Tentu ini membutuhkan tenaga pemulasaraan jenazah," ucapnya. H. Sarnapi menambahkan, dukungan BAZNAS terhadap pendanaan roadshow ini sebagai bentuk kepedulian dan perhatian kepada pembentukan kader untuk pemulasaraan jenazah. "Jangan sampai ada warga yang meninggal dunia dan tidak ada mampu mengurusnya dengan benar sesuai ajaran Islam," katanya.***
BERITA30/12/2025 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
Rapat Kerja BAZNAS Kabupaten Bandung Bahas Pengesahan Program dan Proyeksi 2026
Rapat Kerja BAZNAS Kabupaten Bandung Bahas Pengesahan Program dan Proyeksi 2026
PANGANDARAN, SABTU 27 DESEMBER 2025 - BAZNAS Kabupaten Bandung menggelar Rapat Kerja (Raker) dalam rangka pengesahan program kerja tahun 2026 di Pangandaran, Sabtu 27 Desember 2025. Rapat kerja ini menjadi puncak dari rangkaian perencanaan yang telah dilakukan sejak awal tahun sebagai langkah strategis dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Yusuf Ali Tantowi, menyampaikan bahwa persoalan utama dalam pengelolaan zakat terletak pada aspek manajemen. Menurutnya, raker ini menjadi momentum untuk menjawab tantangan tersebut melalui perencanaan yang matang. "Problem utamanya pengelolaan zakat adalah manajemen. Hari ini kita ingin menjawab problem itu, BAZNAS Kab. Bandung berusaha mengelola ZIS dengan baik sehingga 2026 betul-betul kita rencanakan," ujarnya. Ia menambahkan bahwa raker ini merupakan hasil dari proses perencanaan yang telah dirancang sejak awal. "Hari ini merupakan hasil dari rangkaian yang sejak awal kita rencanakan. Kita putuskan, mudah-mudahan apa yang kita programkan di 2026 berjalan dengan baik," sambungnya. Pada kesempatan tersebut, H. Yusuf Ali Tantowi juga mengapresiasi kinerja penghimpunan ZIS sepanjang tahun 2025. "Kami apresiasi kinerja penghimpunan di 2025, atas kegigihan tim target bukan hanya tercapai tapi bisa terlampaui," tuturnya. Wakil Ketua I Bidang Penghimpunan, H. Jamjam Erawan, menekankan pentingnya membangun sinergitas antarbagian dalam tubuh BAZNAS. "Bangun sinergitas, ini adalah kesatuan utuh yang tidak bisa dipisahkan. Rapat kerja bagian tak terpisahkan dari kewajiban kita," katanya. Sementara itu, Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian, H. Abdul Rouf, menyampaikan optimisme terhadap capaian penghimpunan ke depan. "Saat ini kita sudah mencapai target penghimpunan, mudah-mudahan peningkatan penghimpunan tetap naik. Berkat kerja sama semua divisi, setiap target yang kita tentukan dari tahun ke tahun tercapai semuanya," ujarnya. Wakil Ketua IV Bidang SDM, Administrasi, dan Umum, H. Sarnapi, menyoroti pentingnya peningkatan kedisiplinan dan kepatuhan terhadap aturan internal pada tahun 2026. Ia menegaskan perlunya penguatan pelaksanaan SOP serta ketaatan terhadap anggaran. "Untuk 2026 kita harus tingkatkan kedisiplinan dan pelaksanaan SOP. Ketaatan terhadap anggaran, baik pemakaian DBO dan formulasi terhadap kecamatan, serta honor amilin dan amilat supaya lebih terasa keadilannya," pungkasnya. Melalui raker ini, BAZNAS Kabupaten Bandung berharap seluruh program kerja tahun 2026 dapat berjalan optimal dan berdampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.***
BERITA27/12/2025 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS Awards Kabupaten Bandung 2025, Apresiasi Penggerak Zakat dan Kebaikan
BAZNAS Awards Kabupaten Bandung 2025, Apresiasi Penggerak Zakat dan Kebaikan
SOREANG, 23 DESEMBER 2025 - BAZNAS Kabupaten Bandung menyelenggarakan BAZNAS Awards Kabupaten Bandung 2025 pada Selasa, 23 Desember 2025, bertempat di Gedung Budaya Soreang. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Bandung H. M. Dadang Supriatna, Pimpinan BAZNAS RI KH. Achmad Sudrajat, Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi Jawa Barat KH. Zaki Hilmi, Polresta Bandung, KODIM 0624 Kabupaten Bandung, Plt Kepala Kemenag Kabupaten Bandung H. Asep Saepulloh, Forkopimda Kabupaten Bandung, perwakilan MUI dan organisasi kemasyarakatan, serta para nominator penerima penghargaan. Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Yusuf Ali Tantowi, menyampaikan bahwa BAZNAS Awards bukan sekadar agenda seremonial, melainkan wujud komitmen nilai dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di Kabupaten Bandung. “BAZNAS Awards ini bukan hanya sekadar seremoni penghargaan, akan tetapi merupakan pernyataan nilai bahwa di Kabupaten Bandung kita meyakini satu hal penting, kebaikan yang dikelola dengan benar akan menghasilkan perubahan yang nyata,” ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa zakat dan sedekah tidak akan mengurangi harta seorang muzaki. “Sedekah dan zakat tidak akan mengurangi harta. Kita selalu berat untuk mengeluarkan karena menganggap harta akan berkurang, padahal esensinya di hadapan Allah justru bertambah,” ungkapnya. Dalam kesempatan tersebut, H. Yusuf Ali Tantowi menyampaikan capaian penghimpunan ZIS BAZNAS Kabupaten Bandung yang terus menunjukkan tren positif. “Sebagai bentuk laporan, setelah turunnya Perbup, penghimpunan kami meningkat. Sebelumnya 6 miliar, kemudian naik menjadi 10 miliar. Tahun 2024 kami menghimpun 12,2 miliar, dan di tahun 2025 ini Alhamdulillah sudah terhimpun 16,7 miliar,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa capaian tersebut merupakan hasil sinergi ulama, umara, dan agniya. “Ini berkat sinergitas para ulama, umara, dan agniya. Kami menghaturkan terima kasih setinggi-tingginya atas nama mustahik kepada para agniya yang telah menitipkan amanah zakat, infak, dan sedekahnya kepada BAZNAS Kabupaten Bandung,” katanya. Pimpinan BAZNAS RI, KH. Achmad Sudrajat, yang hadir mewakili Ketua BAZNAS RI, menyampaikan bahwa BAZNAS memiliki dua tugas utama. “Ada dua tugas BAZNAS, yaitu mengefektifkan dan mengefisiensikan gerakan zakat serta mengentaskan kemiskinan dan membangun kesejahteraan umat,” ujarnya. Ia juga memaparkan besarnya potensi zakat nasional yang belum tergarap secara optimal. “Potensi zakat di Indonesia mencapai 400 triliun rupiah, setara dengan sekitar 10 persen anggaran Kementerian Sosial. Namun yang baru terhimpun pada 2025 sekitar 41 triliun rupiah. Tata kelolanya masih perlu diformulasikan dengan lebih baik,” jelasnya. KH. Achmad Sudrajat berharap BAZNAS Kabupaten Bandung dapat menjadi contoh pelayanan zakat yang profesional. “Insya Allah dengan kebersamaan ini, persoalan di masyarakat dapat terselesaikan dengan baik. Kami berharap BAZNAS Kabupaten Bandung bisa menjadi contoh dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” tambahnya. Sementara itu Bupati Bandung H. M. Dadang Supriatna menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan BAZNAS Awards 2025. “BAZNAS Awards ini merupakan pemantik semangat untuk terus berinovasi, meningkatkan integritas, dan memperluas manfaat zakat bagi masyarakat,” ujarnya. Ia berharap penghargaan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi lebih banyak pihak. “Semoga penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus menebar keberkahan dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk terlibat dalam gerakan zakat,” katanya. Bupati Bandung juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bandung dalam mendukung penguatan tata kelola zakat. “Pemerintah Kabupaten Bandung terus berkomitmen mendukung penguatan tata kelola zakat yang akuntabel, transparan, dan berdampak. BAZNAS sudah bergerak di bidang sosial yang sangat relevan dengan program pemerintah pusat maupun daerah,” tuturnya. Lebih lanjut, ia menyoroti peran BAZNAS dalam membantu masyarakat, khususnya di bidang kesehatan dan ekonomi. “Alhamdulillah saat ini rasa aman dan kenyamanan bagi masyarakat yang membutuhkan, terutama di bidang kesehatan, sudah mulai dirasakan. Insya Allah BAZNAS siap dan berkomitmen untuk terus memberikan bantuan,” ucapnya. Ia juga mengajak BAZNAS untuk terus mendorong peningkatan ekonomi masyarakat. “Saya mengajak BAZNAS untuk mendorong peningkatan ekonomi inklusif, bukan hanya di tataran elite, tetapi langsung ke grass root. Terutama bagi masyarakat desil satu dan desil dua, agar ekonomi masyarakat Kabupaten Bandung bisa meningkat,” pungkasnya.***
BERITA23/12/2025 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
Rapat Kerja 2026 BAZNAS Kabupaten Bandung Digelar, Perkuat Evaluasi dan Perencanaan Program
Rapat Kerja 2026 BAZNAS Kabupaten Bandung Digelar, Perkuat Evaluasi dan Perencanaan Program
SOREANG, 16 DESEMBER 2025 - BAZNAS Kabupaten Bandung menggelar Rapat Kerja (Raker) Tahun 2026 di Aula BAZNAS Kabupaten Bandung pada Selasa, 16 Desember 2025. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Pimpinan BAZNAS Kabupaten Bandung, Dewan Pengawas, serta perwakilan Kementerian Agama dan Pemerintah Kabupaten Bandung. Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Yusuf Ali Tantowi, menyampaikan bahwa pelaksanaan rapat kerja merupakan bentuk keseriusan BAZNAS dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah secara profesional dan akuntabel. “Ini wujud keseriusan kami mengelola BAZNAS. Pemerintah hadir bahwa zakat dikelola dengan baik,” ungkapnya. Ia menegaskan bahwa BAZNAS Kabupaten Bandung terus berupaya menjadi lembaga tumpuan masyarakat dalam pengelolaan ZIS, serta memastikan program-program yang dirancang dapat memberikan manfaat luas bagi mustahik. “Hari ini kita berdiskusi tentang program-program yang akan dilaksanakan 2026,” jelasnya. Plt. Kepala Kementerian Agama Kabupaten Bandung sekaligus Dewan Pengawas BAZNAS, H. Asep Saefulloh, menyampaikan bahwa BAZNAS merupakan mitra strategis Kementerian Agama dan pemerintah daerah, khususnya dalam penguatan pengumpulan zakat melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ). “BAZNAS merupakan mitra Kemenag dan pemerintah daerah. Kami selalu berkolaborasi kaitan dengan pengumpulan UPZ,” tuturnya. Ia juga mengapresiasi sinergi yang selama ini terjalin dengan baik antara BAZNAS dan para pemangku kepentingan. “Selama ini kolaborasi terjalin rapi. Terima kasih, selamat mengikuti raker. Mudah-mudahan BAZNAS semakin maju dan dilancarkan,” katanya. Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Bandung sekaligus Dewan Pengawas BAZNAS, H. Erwin Rinaldi, memberikan apresiasi atas kinerja dan capaian BAZNAS Kabupaten Bandung yang dinilainya sangat positif. “Mudah-mudahan kehadiran kami dapat menunjang, mendorong tugas-tugas yang ada di BAZNAS,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa zakat, infak, dan sedekah memiliki peran strategis sebagai salah satu pilar perekonomian umat, khususnya di Kabupaten Bandung. “Zakat dan infak sedekah salah satu pilar perekonomian umat utamanya di Kabupaten Bandung. Kalau pengelolaannya transparan, akuntabel insya Allah ini akan jadi tulang punggung perekonomian masyarakat,” pungkasnya. Rapat Kerja 2026 BAZNAS Kabupaten Bandung diharapkan dapat menghasilkan perencanaan program yang lebih terarah, berdampak, dan berkelanjutan, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat di Kabupaten Bandung.***
BERITA16/12/2025 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
Penguatan UPZ, BAZNAS Kab. Bandung Lakukan Sosialisasi ZIS di Paseh
Penguatan UPZ, BAZNAS Kab. Bandung Lakukan Sosialisasi ZIS di Paseh
PASEH, 10 DESEMBER 2025 – BAZNAS Kabupaten Bandung menghadiri kegiatan sosialisasi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang digelar di Gedung Serbaguna Kecamatan Paseh. Kegiatan ini diinisiasi oleh Forum Komunikasi Ulama dan Umara (FK UU) Paseh bersama Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kecamatan Paseh. Sosialisasi menghadirkan narasumber Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Jamjam Erawan, yang memberikan sejumlah arahan terkait pentingnya optimalisasi potensi ZIS di wilayah Paseh. Hadir pula UPZ Kecamatan Paseh, FK UU, serta tokoh masyarakat setempat. Dalam pemaparannya, H. Jamjam menyampaikan bahwa potensi ZIS utamanya di Kecamatan Paseh masih perlu digali lebih maksimal agar manfaatnya lebih luas. "Kami belum bisa mendistribusikan yang banyak, sebab potensi belum tergali secara maksimal," ujarnya. Ia juga mengajak UPZ kecamatan dan desa untuk mulai menyusun target penghimpunan. "Kami mengharapkan terutama kepada UPZ kecamatan dan desa untuk membuat target," katanya. Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya menunaikan ZIS melalui lembaga resmi agar aman dan dapat disalurkan secara merata. "Zakat infak sedekah melalui lembaga relatif lebih aman dan bisa dibagi ke tempat yang lain," ucapnya. H. Jamjam juga meminta UPZ untuk lebih tertib dalam pengumpulan dan pelaporan. "Kumpulkan, kemudian laporkan ke BAZNAS lalu tuliskan apa saja kebutuhan dan program-program dari UPZ," jelasnya. Dirinya menambahkan bahwa tata kelola masjid juga akan ditingkatkan secara bertahap. "Lambat laun ke depan di masjid akan seperti itu, kita bisa buatkan standar misalnya untuk khatib Jumat," pungkasnya. BAZNAS Kabupaten Bandung berharap kegiatan ini dapat memperkuat peran UPZ dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menunaikan ZIS melalui lembaga resmi demi kemaslahatan bersama.***
BERITA10/12/2025 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Gerak Cepat Bantu Tangani Banjir Dayeuhkolot dan Pencarian Korban Longsor Arjasari
BAZNAS Kabupaten Bandung Gerak Cepat Bantu Tangani Banjir Dayeuhkolot dan Pencarian Korban Longsor Arjasari
ARJASARI, 9 DESEMBER 2025 - BAZNAS Tanggap Bencana Kabupaten Bandung kembali melakukan respons cepat terhadap rangkaian bencana yang terjadi pada awal Desember 2025. Tiga kejadian yang ditangani meliputi banjir di Dayeuhkolot, longsor di Arjasari, serta pembersihan pasca banjir di Kutawaringin. Evakuasi Warga Dayeuhkolot (5 Desember 2025) Pada Jumat, 5 Desember 2025, banjir menggenangi Desa Dayeuhkolot dengan ketinggian mencapai sekitar 1,5 meter. BAZNAS Tanggap Bencana menurunkan armada perahu untuk mengevakuasi ratusan warga yang terdampak. Selain evakuasi penyelamatan, tim juga membantu pengantaran jenazah warga Kampung Bojong Asih yang aksesnya terputus karena banjir. Operasi Pencarian Longsor Arjasari (7 Desember 2025) Pada Minggu, 7 Desember 2025, BAZNAS membantu proses pencarian korban longsor di Kampung Condong, Desa Wargaluyu, Kecamatan Arjasari. Longsor terjadi pada 5 Desember akibat curah hujan tinggi dan kondisi lereng yang labil. Material longsor menimpa beberapa rumah warga dan mengakibatkan tiga orang hilang. Tim BAZNAS ikut serta dalam pencarian bersama unsur SAR lainnya. Ratusan warga turut mengungsi karena lokasi dinilai masih rawan longsor susulan. Pemulihan Pasca Banjir di Kutawaringin (9 Desember 2025) Selasa, 9 Desember 2025, BAZNAS melaksanakan pembersihan lumpur sisa banjir di Muara Cikambuy, Desa Pameuntasan, Kecamatan Kutawaringin. Selain kerja bakti, tim juga menyalurkan alat kebersihan untuk membantu warga mempercepat proses pemulihan. Ajakan Bersedekah BAZNAS Kabupaten Bandung mengajak masyarakat untuk bersama-sama membantu penanganan bencana. Donasi yang masuk akan disalurkan untuk korban bencana di Kabupaten Bandung maupun wilayah lain di Indonesia yang membutuhkan. Di lokasi, BAZNAS juga membuka Stand Hangat yang menyediakan kopi, teh, dan air panas bagi warga.***
BERITA09/12/2025 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
BAZNAS Kab. Bandung Gelar Sosialisasi ZIS dan Pembinaan UPZ di Kecamatan Cangkuang
BAZNAS Kab. Bandung Gelar Sosialisasi ZIS dan Pembinaan UPZ di Kecamatan Cangkuang
CANGKUANG, KAMIS 4 DESEMBER 2025 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung melaksanakan kegiatan sosialisasi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) sekaligus pembinaan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di wilayah Kecamatan Cangkuang. Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Cangkuang dan dihadiri oleh Camat Cangkuang Rudy Hartono, para kepala desa, tokoh masyarakat, serta para pengurus UPZ. Kegiatan ini menghadirkan Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Jamjam Erawan, M.A.P., yang memberikan pemaparan mengenai penguatan kelembagaan UPZ dan optimalisasi penghimpunan ZIS di tingkat kecamatan dan desa. Dalam sambutannya, H. Jamjam Erawan menyampaikan apresiasi atas antusiasme para peserta. “Terima kasih sudah hadir, semoga kehadiran bapak ibu bisa membawa perubahan di masyarakat,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa pengelolaan ZIS harus dilakukan secara terstruktur dan terorganisir agar manfaatnya semakin dirasakan luas oleh masyarakat. “Zakat infak sedekah perlu diorganisir. Alhamdulillah dari 12 miliar, banyak manfaat yang telah disalurkan,” ungkapnya. Sebagai informasi, BAZNAS Kabupaten Bandung berhasil menghimpun Rp 12 miliar pada tahun 2024 dan menargetkan Rp 17 miliar pada tahun 2025. H. Jamjam juga menekankan pentingnya peran UPZ dalam mendukung pencapaian target tersebut. “Kami sangat berharap UPZ mendorong di desa dan kecamatan. Kita harus tahu berapa jumlah muzakki dan mustahik supaya memudahkan dalam penghimpunan ZIS-nya,” tambahnya. Sementara itu, Camat Cangkuang, Rudy Hartono, menegaskan pentingnya keberadaan UPZ sebagai lembaga yang mengelola dana zakat secara profesional. “Keberadaan UPZ merupakan lembaga yang sangat penting, mengelola zakat, infak, sedekah secara profesional,” jelasnya. Ia juga berharap UPZ dapat memberikan edukasi yang lebih kuat kepada masyarakat. "Kami berharap para pengurus UPZ bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat,” tuturnya. Rudy meyakini bahwa ZIS dapat menjadi kekuatan besar bila dikelola dengan optimal. “Apabila ZIS dikelola dengan baik bisa menjadi kekuatan,” ujarnya. “Kami mendorong para UPZ kecamatan maupun desa untuk bisa menggali potensi ZIS,” pungkasnya. Melalui sosialisasi ini, BAZNAS Kabupaten Bandung berharap UPZ di wilayah Cangkuang semakin kuat secara kelembagaan dan mampu berkontribusi besar dalam peningkatan penghimpunan ZIS serta pemberdayaan masyarakat.***
BERITA04/12/2025 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Bandung.

Lihat Daftar Rekening →