WhatsApp Icon
Senam Syar'i di  RW 04 Mulyasari Diwarnai Santunan Anak Yatim Piatu dari BAZNAS Kabupaten Bandung

KABUPATEN BANDUNG - Senam Sehat Mulyasari (SSM) berkesempatan untuk menggelar acara spesial senam bertajuk "Senam Syar'i sambil Berbagi" di lapangan RT 05 RW 04 Mulyasari desa Gandasari, Sabtu (26/9/2026).

Dalam senam tersebut dua istruktur dihadirkan untuk menyemangati para pesenam tersebut.  Bahkan selain pesenan yang hadir, para pengurus RT dan RW dan Karang taruna  setempat pun hadir menyaksikan penyerahan santunan bagi anak Yatim/piatu dari BAZNAS Kabupaten Bandung. 

Ketua Umum BAZNAS Kabupaten Bandung KH Yusuf Ali Tantowi yang diwakili pengurusnya, H.Sarnapi mengatakan pemberian santunan itu merupakan kepedulian dari BAZNAS Kabupaten Bandung. 

"Alhamdulillah hari ini BAZNAS kabupaten Bandung hadir di tengah - tengah   masyarakat RW 04 Mulyasari untuk mendukung kegiatan senam Syar'i. Bahkan anak Yatim dan Piatu dihadirkan untuk menerima manfaat dari BAZNAS. Karenanya saya mengucapkan terima kasih kepada penyelenggara senam dan pengurus RW, yang telah mengundang BAZNAS untuk berbagi dengan yatim," terang H Sarnapi. 

Sementara Ketua RW 04 Mulyasari Dadang Ongky, juga mengucapkan hal sama kepada pengurus BAZNAS kabupaten Bandung. 

"Kamibsangat bersyukur bahwa senam kali ini diwarnai dengan pengarahan santunan oleh BAZNAS kabupaten Bandung. Sehingga pada senam ini tidak hanya berolahraga, tetapi juga ada sisi sosialnya yakni menyantuni puluhan  anak Yatim dan piatu warga RW 04 Mulyasari desa Gandasari," tandas Ongky 

Senam Syar'i adalah seolah kegiatan senam yang merupakan kolaborasi antara penyelenggara senam sehat Mulyasari dengan BAZNAS. Senam ini agak berbeda dengan senam lainnya, karena dalam senam Syar'i ada hal- hal khusus dalam pelaksanannya. Misalnya pakaian pesenam tidak terlalu ketat dan gerakan para pesenam yang dipandu instrukturnya pun lebih kepada gerakan gerakan senam islami. 

Hal itu ditegaskan Apih Igun penyelanggara senam sehat Mulyasari kepada wartawan, Senin (28/9/2026).

"Kegiatan senam ini memang lebih menjunjung tinggi nilai nilai keislamannya. pakaian yang syar'i serta gerakan senam yang islami menjadi syarat utama senam Syar'i ini," pungkasnya.***

30/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
Wakil Bupati dan BAZNAS Kabupaten Bandung Dukung Penyandang Thalasemia

KABUPATEN BANDUNG — Pemerintah Kabupaten Bandung bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung menunjukkan kepedulian terhadap penyandang thalasemia yang tergabung dalam Relawan Donor Darah Thalasemia Indonesia (REDTI) Kabupaten Bandung.

Dukungan tersebut disampaikan dalam kegiatan yang dihadiri Wakil Bupati Bandung, Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Bandung H. Abdul Rouf serta perwakilan Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bandung.

Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat perhatian terhadap anak-anak penyandang thalasemia yang membutuhkan dukungan dalam menjalani pengobatan dan aktivitas sehari-hari. Perhatian tersebut tidak hanya berkaitan dengan aspek kesehatan, tetapi juga kondisi sosial dan ekonomi yang turut dirasakan oleh keluarga.

Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Abdul Rouf menyampaikan dukungan kepada para penyandang thalasemia beserta keluarganya. Ia menilai diperlukan kepedulian dan sinergi berbagai pihak untuk membantu meringankan tantangan yang dihadapi mereka.

Menurutnya, persoalan thalasemia tidak hanya berkaitan dengan layanan kesehatan, tetapi juga memiliki dimensi sosial dan kemanusiaan. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, BAZNAS, organisasi masyarakat, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi penting agar perhatian terhadap penyandang thalasemia dapat terus diperkuat.

Sementara itu, REDTI Kabupaten Bandung berharap penyandang thalasemia dapat memperoleh perhatian yang berkelanjutan dan menjadi bagian dari program Pemerintah Kabupaten Bandung. Hal tersebut berkaitan dengan kebutuhan pengobatan dan transfusi darah yang harus dijalani secara rutin dalam jangka panjang.

Perhatian juga diharapkan tidak berhenti pada aspek kesehatan. Kondisi keluarga penyandang thalasemia turut menjadi perhatian karena proses pengobatan yang rutin dapat menimbulkan kebutuhan tambahan, seperti transportasi, pendampingan, kebutuhan sehari-hari, hingga dampak terhadap aktivitas dan kondisi ekonomi keluarga.

"Harapan kami, adik-adik penyandang thalasemia tidak hanya mendapatkan perhatian ketika ada kegiatan atau momentum tertentu, tetapi benar-benar menjadi bagian dari perhatian dan program pemerintah secara berkelanjutan. Kami juga berharap kondisi sosial dan ekonomi keluarganya ikut diperhatikan," ungkap perwakilan REDTI Kabupaten Bandung.

Kehadiran Dinkes dan Dinsos Kabupaten Bandung dalam kegiatan tersebut turut membuka ruang koordinasi lintas sektor. Sinergi antara pemerintah daerah, BAZNAS, REDTI, tenaga kesehatan, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat dukungan sesuai dengan kebutuhan penyandang thalasemia dan keluarganya.

Bagi penyandang thalasemia, dukungan yang diberikan bukan hanya berkaitan dengan pengobatan, tetapi juga kesempatan untuk tetap tumbuh, belajar, beraktivitas, dan menjalani kehidupan secara optimal. Karena itu, kepedulian berbagai pihak diharapkan dapat terus terjaga dan diwujudkan melalui dukungan yang berkelanjutan.

Melalui sinergi tersebut, Pemerintah Kabupaten Bandung dan BAZNAS Kabupaten Bandung diharapkan dapat terus mengambil bagian dalam upaya memberikan perhatian kepada penyandang thalasemia, sekaligus mendorong hadirnya dukungan yang sesuai dengan kebutuhan mereka, baik dalam aspek kesehatan maupun sosial.***

30/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
BAZNAS Kabupaten Bandung Bantu Warga Pulihkan Kualitas Air Sumur Masjid Al-Barokah

MAJALAYA, 22 SEPTEMBER 2026 — BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kabupaten Bandung bersama warga melakukan kegiatan well cleaning atau pengurasan sumur di Masjid Al-Barokah, Kampung Kondang RT 04 RW 10, Desa Majalaya, Kecamatan Majalaya, Selasa (22/9/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya mengembalikan kualitas air sumur yang selama ini dimanfaatkan warga dan jamaah Masjid Al-Barokah, khususnya untuk kebutuhan berwudu.

Pengurasan sumur dilakukan untuk membersihkan sedimentasi yang menumpuk sekaligus membuka kembali mata air yang tertutup. Dengan dilakukannya pembersihan, diharapkan kualitas dan ketersediaan air dari sumur tersebut dapat kembali optimal sehingga bisa digunakan oleh masyarakat.

Sumur di Masjid Al-Barokah memiliki manfaat bagi warga sekitar maupun jamaah yang datang untuk melaksanakan ibadah. Karena itu, pemulihan kualitas air menjadi kebutuhan penting agar fasilitas tersebut dapat kembali dimanfaatkan sebagaimana mestinya.

Kegiatan well cleaning ini menjadi salah satu bentuk respons BTB BAZNAS Kabupaten Bandung dalam membantu masyarakat menghadapi persoalan yang berkaitan dengan kebutuhan dasar. Selain penanganan kebencanaan, upaya menjaga akses terhadap air bersih juga menjadi bagian dari kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat di lingkungan sekitar.

BAZNAS Kabupaten Bandung melalui BTB terus berupaya hadir bersama masyarakat dalam berbagai kondisi, termasuk membantu pemulihan fasilitas yang memiliki manfaat bagi kepentingan umum.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan sumur Masjid Al-Barokah dapat kembali menghasilkan air yang layak digunakan sehingga kebutuhan warga dan jamaah, terutama untuk berwudu, dapat terpenuhi.***

23/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kab. Bandung
Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung Hadiri Wakaf Al-Qur'an Bersama Lembaga Kemanusiaan Turki

KABUPATEN BANDUNG — Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung, Dr. KH. Yusuf Ali Tantowi, Lc., M.A., menghadiri kegiatan Wakaf Al-Qur'an bersama International Networking for Humanitarian (INH) dan pihak dari Turki di Aula Pondok Pesantren Al-Basyariyah 2, Kabupaten Bandung, Minggu (20/9/2026).

Kegiatan yang diikuti para santri, pengasuh pesantren, serta perwakilan lembaga kemanusiaan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi dalam membumikan Al-Qur'an sekaligus memperluas manfaat kegiatan filantropi Islam bagi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung menyampaikan apresiasi atas kepedulian lembaga kemanusiaan dari Turki dalam mendukung pendidikan Al-Qur'an di Indonesia, khususnya melalui program wakaf dan pendistribusian mushaf kepada para santri.

Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki semangat yang sejalan dengan berbagai program BAZNAS Kabupaten Bandung dalam meningkatkan kualitas kehidupan keagamaan masyarakat, terutama upaya pengentasan buta huruf Al-Qur'an.

"BAZNAS Kabupaten Bandung memiliki komitmen untuk terus memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan Al-Qur'an. Melalui program Dai Pelosok, bantuan bisyaroh bagi ustadz dan ustadzah, peningkatan kapasitas atau upgrading para pengajar Al-Qur'an, serta program Sedekah Al-Qur'an, kami ingin memastikan bahwa masyarakat, termasuk yang berada di wilayah pelosok, memiliki kesempatan untuk belajar, membaca, dan memahami Al-Qur'an," ungkap KH. Yusuf Ali Tantowi.

Ia menegaskan bahwa pengentasan buta huruf Al-Qur'an tidak cukup hanya dengan menyediakan mushaf. Diperlukan pula kehadiran para pendidik yang kompeten, dukungan terhadap kesejahteraan guru ngaji, serta keberlanjutan proses pembelajaran.

Karena itu, BAZNAS Kabupaten Bandung terus mendorong penguatan program pendidikan keagamaan yang mengintegrasikan penyediaan sarana belajar dengan pemberdayaan para pengajar Al-Qur'an.

Membuka Peluang Kolaborasi dengan Lembaga Kemanusiaan Turki

Kehadiran perwakilan lembaga kemanusiaan dari Turki dalam kegiatan tersebut juga membuka harapan baru bagi BAZNAS Kabupaten Bandung untuk membangun kerja sama yang lebih luas.

KH. Yusuf Ali Tantowi berharap pertemuan ini dapat menjadi langkah awal untuk menjajaki kolaborasi, khususnya dalam program Sedekah Al-Qur'an yang diarahkan untuk membantu masyarakat yang masih mengalami keterbatasan akses terhadap pendidikan Al-Qur'an.

"Kami berharap ke depan BAZNAS Kabupaten Bandung dapat menjalin kerja sama dengan lembaga kemanusiaan dari Turki dalam program Sedekah Al-Qur'an. Kolaborasi ini diharapkan bukan hanya menghadirkan mushaf bagi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan bersama untuk mengentaskan buta huruf Al-Qur'an di Kabupaten Bandung," tuturnya.

Salah satu materi yang diperkenalkan dalam kegiatan ini adalah Mushaf Al-Qur'an Tawafuq, yang menampilkan keserasian tata letak lafaz-lafaz tertentu dalam mushaf. Tradisi penulisan ini dikaitkan dengan Badiuzzaman Said Nursi, ulama asal Turki, dan dikembangkan melalui penulisan mushaf oleh muridnya, Ahmad Husrev Efendi. 

Kehadiran mushaf tersebut menambah khazanah pengenalan Al-Qur'an dan memperlihatkan eratnya hubungan antara tradisi keilmuan Islam, pendidikan, dan gerakan kemanusiaan lintas negara.

Ajak Masyarakat Berzakat, Berinfak, dan Bersedekah melalui BAZNAS

Lebih lanjut, Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam gerakan zakat, infak, dan sedekah (ZIS).

Menurutnya, dukungan masyarakat melalui ZIS sangat penting untuk memperluas jangkauan program pemberdayaan umat, termasuk membantu para guru ngaji dan menghadirkan pendidikan Al-Qur'an bagi masyarakat yang membutuhkan.

"Setiap zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan melalui BAZNAS Kabupaten Bandung merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi umat. Mari kita jadikan harta yang Allah titipkan sebagai jalan untuk menguatkan pendidikan Al-Qur'an, memuliakan para guru ngaji, dan membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan," ajaknya.

Ia juga mengingatkan bahwa semangat berbagi merupakan wujud nyata kecintaan seorang Muslim terhadap Al-Qur'an.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al-Baqarah ayat 261, infak di jalan Allah diumpamakan seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, dan pada setiap tangkai terdapat seratus biji.

"Insya Allah, ketika kita bersama-sama menguatkan gerakan ZIS, manfaatnya akan semakin luas. Kita ingin Kabupaten Bandung menjadi daerah yang masyarakatnya tidak hanya gemar membaca Al-Qur'an, tetapi juga mampu memahami dan mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari," pungkasnya.

Melalui momentum wakaf Al-Qur'an bersama lembaga kemanusiaan dari Turki ini, BAZNAS Kabupaten Bandung optimistis dapat terus memperkuat jejaring kolaborasi, memperluas gerakan Sedekah Al-Qur'an, dan berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat Kabupaten Bandung yang semakin Qur'ani.

Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kabupaten Bandung. Bersama, kita hadirkan Al-Qur'an hingga ke pelosok dan wujudkan generasi yang melek Al-Qur'an.***

20/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kab. Bandung
Hadiri PORSADIN VIII, Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung Ajak Santri Membiasakan Ibadah Maaliyah

KABUPATEN BANDUNG – Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, Dr. KH. Yusuf Ali Tantowi, Lc., M.A., menghadiri pembukaan resmi Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) VIII Tingkat Kabupaten Bandung Tahun 2026, Sabtu (19/9/2026), di Gedung Ormas Islam Kabupaten Bandung.

PORSADIN VIII diselenggarakan oleh DPC Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Bandung sebagai sarana pengembangan potensi, kreativitas, sportivitas, serta pembentukan karakter santri madrasah diniyah.

Kegiatan tersebut diketuai Dr. H. Furqon Arifin, M.M.Pd., didampingi Sekretaris H. Hidayat, M.Pd., serta mendapat dukungan Ketua DPC FKDT Kabupaten Bandung Dr. H. Daud Nurdin, M.H.

Rangkaian pembukaan meliputi pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Madrasah Diniyah Takmiliyah, laporan kegiatan, sambutan, serta pembukaan resmi.

Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung menyampaikan apresiasi kepada DPC FKDT, para guru diniyah, panitia, orang tua, dan seluruh pihak yang konsisten membina pendidikan keagamaan generasi muda.

“PORSADIN bukan sekadar kompetisi olahraga dan seni. Kegiatan ini merupakan bagian dari pendidikan karakter untuk melahirkan santri yang sehat, disiplin, percaya diri, kreatif, sportif, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam,” ujar Yusuf Ali Tantowi.

Menurutnya, pendidikan diniyah memiliki posisi penting dalam membentuk generasi yang saleh secara pribadi sekaligus saleh secara sosial. Karena itu, para santri perlu dibimbing agar memiliki keseimbangan antara ibadah badaniyah dan ibadah maaliyah.

“Ibadah badaniyah dilaksanakan dengan anggota badan, seperti salat, puasa, mengaji, belajar, dan membantu orang tua. Sementara ibadah maaliyah diwujudkan melalui harta, seperti zakat, infak, dan sedekah. Keduanya harus ditanamkan agar kesalehan santri tumbuh secara paripurna,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Yusuf mengutip atsar yang dinisbatkan kepada sahabat Abdullah bin Mas‘ud r.a.:

?????????? ????????? ?????????? ?????????? ??????????? ?????? ???? ??????? ????? ??????? ????

“Kalian diperintahkan mendirikan salat dan menunaikan zakat. Barang siapa tidak menunaikan zakat, maka tidak sempurna salatnya.”

Atsar tersebut, lanjutnya, menunjukkan eratnya hubungan antara salat dan zakat. Salat membangun hubungan seorang hamba dengan Allah Swt., sedangkan zakat menghadirkan kepedulian dan kemanfaatan bagi sesama.

“Orang yang rajin salat tetapi sengaja mengabaikan kewajiban zakat patut mengkhawatirkan kesempurnaan dan penerimaan ibadahnya. Jangan sampai kita tampak saleh ketika berada di masjid, tetapi tidak memiliki kepedulian terhadap tetangga, fakir miskin, anak yatim, dan masyarakat yang membutuhkan pertolongan,” tegasnya.

Yusuf menjelaskan bahwa para santri memang belum seluruhnya berkewajiban menunaikan zakat mal. Namun, pemahaman dan kecintaan terhadap ibadah maaliyah perlu ditanamkan sejak dini melalui kebiasaan berinfak, bersedekah, berbagi makanan, dan membantu teman yang mengalami kesulitan.

“Berinfak tidak harus menunggu kaya. Anak-anak dapat belajar menyisihkan sebagian uang sakunya untuk berbagi. Nilainya mungkin kecil, tetapi kebiasaan tersebut akan menumbuhkan keikhlasan, empati, dan kepedulian yang besar,” tuturnya.

Pembiasaan tersebut diharapkan dapat melahirkan generasi muzaki masa depan, yaitu generasi yang tidak hanya sukses secara pendidikan dan ekonomi, tetapi juga memiliki kesadaran menunaikan zakat serta memberdayakan masyarakat.

BAZNAS Kabupaten Bandung terus mendorong penguatan literasi zakat, infak, dan sedekah di lingkungan keluarga, lembaga pendidikan, madrasah, serta masyarakat. Pendidikan zakat sejak dini menjadi bagian penting dalam membangun budaya berbagi dan semangat gotong royong.

“Dari madrasah diniyah harus lahir santri yang kuat imannya, luas ilmunya, mulia akhlaknya, tinggi prestasinya, dan besar kepeduliannya. Mereka bukan hanya menjadi ahli ibadah, tetapi juga calon muzaki dan penggerak kebaikan bagi umat,” kata Yusuf.

Ia berharap PORSADIN VIII dapat memperkuat silaturahmi antar-santri dan lembaga diniyah sekaligus melahirkan prestasi yang membanggakan bagi Kabupaten Bandung.

“Mari sempurnakan ibadah badaniyah dengan ibadah maaliyah. Salat mendekatkan kita kepada Allah, sedangkan zakat, infak, dan sedekah mendekatkan kita kepada sesama. Dari keseimbangan itulah akan lahir generasi santri yang paripurna dan membawa keberkahan bagi Kabupaten Bandung,” pungkasnya.***

19/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kab. Bandung

Berita Terbaru

Serah Terima Jabatan Pimpinan BAZNAS RI, KH Noor Achmad Tekankan Prinsip 3A dalam Pengelolaan Zakat
Serah Terima Jabatan Pimpinan BAZNAS RI, KH Noor Achmad Tekankan Prinsip 3A dalam Pengelolaan Zakat
JAKARTA, 13 MARET 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menggelar kegiatan serah terima jabatan sekaligus pisah sambut pimpinan di Jakarta pada Jumat, 13 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam melanjutkan pengelolaan zakat nasional yang amanah, profesional, serta selaras dengan prinsip syariah dan regulasi negara. Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS periode sebelumnya, Noor Achmad, menyampaikan sejumlah pesan penting kepada jajaran pimpinan serta para amilin dan amilat BAZNAS di seluruh Indonesia. Ia menegaskan bahwa dalam menjalankan tugas pengelolaan zakat, BAZNAS berpegang pada prinsip 3A, yakni Aman Syari, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Menurutnya, aspek Aman NKRI menjadi hal yang sangat penting dalam menjaga integritas pengelolaan zakat agar tidak disalahgunakan untuk kepentingan yang bertentangan dengan negara. “Aman NKRI ini penting. Karena setiap kami bertemu terutama di Mesir, aman untuk Indonesia harus dijaga. Karena mereka pernah kecolongan, dana itu pernah digunakan untuk pergerakan melawan pemerintah Mesir,” ujar Noor Achmad. Ia menjelaskan bahwa Indonesia juga memiliki potensi risiko serupa apabila pengelolaan zakat tidak diawasi dengan baik. Oleh karena itu, prinsip menjaga keamanan dan kepentingan negara harus tetap menjadi prioritas dalam setiap aktivitas pengelolaan zakat. “Indonesia ada potensi untuk itu. Maka dari itu Aman NKRI tetap harus kita prioritaskan,” tambahnya. Selain menekankan prinsip tersebut, Noor Achmad juga berpesan agar kebersamaan di lingkungan BAZNAS terus dijaga dan diperkuat, baik antara pimpinan maupun seluruh amilin dan amilat yang bertugas di berbagai daerah. “Kami titip, kita bangun kebersamaan ini dan selalu kita jaga. Antara pimpinan BAZNAS dengan seluruh amilin-amilat terus kita bangun kebersamaan yang tanpa sekat,” tuturnya. Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan yang berlangsung bukan semata-mata seremoni pisah sambut, melainkan momentum untuk mempererat hubungan dan memperkuat semangat dakwah zakat di lingkungan BAZNAS. “Hari ini bukan pisah sambut, tapi sekedar omon-omon di antara kita semua untuk lebih mengakrabkan. Nggak ada sekat diantara kita. Dakwah zakat harus kita dengungkan dan gerakkan,” kata Noor Achmad. Melalui momentum tersebut, diharapkan semangat kebersamaan dan komitmen dalam mengembangkan pengelolaan zakat nasional dapat terus terjaga, sehingga BAZNAS semakin mampu menghadirkan kebermanfaatan yang luas bagi masyarakat.***
BERITA13/03/2026 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
Wakasad Tutup TMMD di Desa Cipelah, Rancabali, Kabupaten Bandung, BAZNAS Ikut Partisipasi
Wakasad Tutup TMMD di Desa Cipelah, Rancabali, Kabupaten Bandung, BAZNAS Ikut Partisipasi
RANCABALI, 11 MARET 2026 — Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Muhammad Soleh Mustafa menutup secara resmi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Desa Cipelah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung. Penutupan pada Rabu 11 Maret 2026 dihadiri Wabup Ali Syakieb, Dandim Kabupaten Bandung Samto Betah, para Dandim di Bandung Raya, pada kepala dinas dan badan Pemkab Bandung, Komandan Lanud Sulaiman, perwakilan Kodam Siliwangi dan Wakil Ketua 4 BAZNAS Kabupaten Bandung H. Sarnapi. Menurut Ali Syakieb, Pemkab Bandung mengalokasikan anggaran untuk bantuan TMMD maupun karya bakti TNI selama tahun 2026 sebesar Rp9 miliar. "Ditambah dengan bantuan dari dinas dan badan di Pemkab Bandung baik dalam bentuk anggaran maupun pelatihan," katanya. Dia menambahkan, TMMD di Desa Cipelah diutamakan untuk pembangunan jalan dengan cara dibeton sepanjang 1,5 Km. "Kami berharap agar hasil TMMD ini bisa bermanfaat untuk masyarakat baik peningkatan ekonomi maupun pariwisata di Rancabali," katanya. Sedangkan Samto Betah mengatakan, pengecoran jalan sepanjang 1,5 Km berhasil diselesaikan selama 25 hari yang dikerjakan baik siang maupun malam hari untuk mengejar target. "Kami juga melaksanakan rehab rumah tak layak huni sebanyak 12 unit dan pelatihan maupun sosialisasi dibantu OpD Pemkab Bandung," katanya. Dalam TMMD ini, BAZNAS kabupaten Bandung juga ikut berpartisipasi untuk membantu perbaikan masjid di Desa Cipelah.***
BERITA11/03/2026 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
Penguatan Program UPZ di Pacet, BAZNAS Dorong Optimalisasi Pengelolaan Zakat di Tingkat Desa
Penguatan Program UPZ di Pacet, BAZNAS Dorong Optimalisasi Pengelolaan Zakat di Tingkat Desa
PACET, 10 MARET 2026 - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung menghadiri kegiatan penguatan program Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di Kecamatan Pacet pada Selasa, 10 Maret 2026. Kegiatan yang diinisiasi oleh UPZ Kecamatan Pacet ini dihadiri unsur Forkopimcam, para ketua UPZ, serta perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI) desa se-Kecamatan Pacet. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus sosialisasi penguatan program pengelolaan zakat di tingkat kecamatan dan desa. Rangkaian acara diisi dengan diskusi program serta ditutup dengan buka puasa bersama. Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Yusuf Ali Tantowi menyampaikan bahwa pertemuan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu mendorong lahirnya langkah nyata dalam memperkuat peran UPZ di tengah masyarakat. “Ini pertemuan yang bernilai dan bermanfaat, saya berharap ada aksi nyata dan memberi nilai manfaat kepada masyarakat di daerahnya masing-masing,” ujarnya. Dalam pemaparannya, ia juga menekankan pentingnya peran amil dalam mengelola zakat secara profesional agar penyalurannya dapat tepat sasaran kepada para mustahik. “Harus betul-betul bisa disalurkan kepada para mustahik yang membutuhkan,” katanya. Dirinya turut menyinggung masih adanya berbagai persepsi yang simpang siur terkait peran amil zakat di masyarakat. Ia mengingatkan agar petugas UPZ dapat menjalankan tugas secara berkelanjutan, tidak hanya aktif pada momentum tertentu seperti Idul Fitri. “Banyak simpang siur terkait amil. Petugas UPZ jangan ada saat momen Idul Fitri saja,” ungkapnya. Selain itu, ia juga mendorong para pengurus UPZ untuk mengoptimalkan potensi zakat maal yang ada di wilayah masing-masing melalui edukasi kepada masyarakat. “Olah kemudian potensi-potensi zakat maal. Edukasi masyarakat, jangan merasa jadi beban,” tuturnya. Melalui upaya tersebut, ia berharap pengelolaan zakat dapat semakin optimal sehingga harta para aghniya dapat tersucikan dan hak para mustahik dapat tersalurkan dengan baik. “Sehingga harta-harta aghniya semuanya bersih dan mustahik bisa menerima haknya,” pungkasnya.***
BERITA10/03/2026 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Salurkan Paket Bekal Ibadah Ramadhan di Kampung Kasepen Pangalengan
BAZNAS Kabupaten Bandung Salurkan Paket Bekal Ibadah Ramadhan di Kampung Kasepen Pangalengan
PANGALENGAN, 9 MARET 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung kembali menyalurkan paket bekal ibadah Ramadhan kepada masyarakat yang membutuhkan. Kali ini, penyaluran dilaksanakan di Kampung Kasepen, Desa Lamajang, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, pada Senin, 9 Maret 2026. Penyaluran paket tersebut dilakukan langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, Yusuf Ali Tantowi, yang secara simbolis menyerahkan bantuan kepada para penerima manfaat di wilayah tersebut. Kegiatan ini merupakan bagian dari program sosial BAZNAS dalam menyambut dan mendukung pelaksanaan ibadah masyarakat selama bulan suci Ramadhan. Program paket bekal ibadah Ramadhan ini ditujukan bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan, seperti fakir miskin, lansia dhuafa, janda atau keluarga prasejahtera, guru ngaji, marbot masjid, serta warga yang terdampak kondisi ekonomi. Sebelumnya, BAZNAS Kabupaten Bandung juga telah menyalurkan paket serupa kepada masyarakat di Kampung Purbasari, Desa Wanasuka, yang juga berada di Kecamatan Pangalengan. Penyaluran ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan BAZNAS untuk memastikan bantuan dapat menjangkau masyarakat di berbagai wilayah. Melalui program tersebut, BAZNAS Kabupaten Bandung berupaya membantu masyarakat agar dapat menjalankan ibadah Ramadhan dengan lebih tenang dan khusyuk, sekaligus memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat.***
BERITA09/03/2026 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
Tak Kuasa Menahan Air Mata, Presiden Prabowo Apresiasi Peran Besar BAZNAS Bantu Palestina
Tak Kuasa Menahan Air Mata, Presiden Prabowo Apresiasi Peran Besar BAZNAS Bantu Palestina
BAZNAS KAB BANDUNG – Kontribusi Badan Amil Zakat Nasional dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina mendapat apresiasi dari Prabowo Subianto. Apresiasi tersebut disampaikan Presiden saat menghadiri kegiatan silaturahmi bersama 121 kiai, ulama, serta pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam di Istana Merdeka, Kamis (5/3/2026). Dalam kesempatan tersebut, Presiden menyampaikan penghargaan atas peran BAZNAS yang dinilai telah menjadi representasi kepedulian masyarakat Indonesia, khususnya umat Islam, terhadap kondisi kemanusiaan yang tengah dialami rakyat Palestina. Suasana haru menyelimuti ruangan ketika Presiden menyaksikan video dokumentasi pengiriman bantuan kemanusiaan yang disalurkan kepada masyarakat Palestina. Momen tersebut menggambarkan secara langsung dampak nyata bantuan yang berhasil dihimpun dan didistribusikan kepada masyarakat terdampak konflik. Dalam sambutannya, Presiden menegaskan bahwa bantuan yang disalurkan melalui BAZNAS sangat dirasakan oleh masyarakat Palestina. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menghimpun dan menyalurkan bantuan kemanusiaan tersebut. “Luar biasa, terima kasih BAZNAS. Anda mewakili bangsa Indonesia, Anda mewakili umat Islam di Indonesia. Bantuan Anda sangat dirasakan oleh masyarakat Palestina,” ujar Presiden Prabowo. Pemerintah Indonesia, lanjut Presiden, turut memberikan dukungan terhadap proses distribusi bantuan kemanusiaan tersebut. Dukungan tersebut mencakup penyediaan sarana pengiriman udara guna memastikan bantuan logistik dapat sampai dengan aman kepada masyarakat yang membutuhkan. “Banyak bahan-bahan yang diterjunkan adalah bahan-bahan melalui BAZNAS. Saya berterima kasih atas nama pemerintah dan bangsa Indonesia atas bantuan saudara-saudara BAZNAS yang mengorganisirnya,” kata Presiden. Pertemuan yang dihadiri para kiai dan tokoh Islam tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum untuk memperkuat komitmen solidaritas kemanusiaan Indonesia terhadap masyarakat Palestina di tengah situasi krisis yang masih berlangsung. Peran BAZNAS dalam menghimpun serta menyalurkan bantuan secara terorganisir dan tepat sasaran dinilai sebagai wujud nyata amanah umat Islam Indonesia yang disalurkan untuk kepentingan kemanusiaan global. Selama Ramadan 1447 Hijriah, BAZNAS juga terus menghadirkan berbagai program bantuan bagi masyarakat Palestina. Bantuan tersebut meliputi paket makanan, makanan siap saji, layanan kesehatan, penyediaan air bersih, pakaian, tenda permukiman, selimut, hingga fasilitas pendukung seperti tenda masjid dan tenda kelas bagi anak-anak di wilayah terdampak konflik. Melalui berbagai program kemanusiaan tersebut, BAZNAS berupaya memastikan bahwa dukungan masyarakat Indonesia dapat terus hadir untuk membantu meringankan beban rakyat Palestina sekaligus memperkuat semangat solidaritas kemanusiaan lintas bangsa.***
BERITA07/03/2026 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
Peringatan Nuzulul Quran, Bupati Bandung Tunaikan Zakat Fitrah Melalui BAZNAS Kabupaten Bandung
Peringatan Nuzulul Quran, Bupati Bandung Tunaikan Zakat Fitrah Melalui BAZNAS Kabupaten Bandung
SOREANG, 6 MARET 2026 – BAZNAS Kabupaten Bandung pada Jumat, 6 Maret 2026 menerima zakat fitrah secara langsung dari Bupati Bandung H. M. Dadang Supriatna. Penyerahan zakat diterima oleh Ketua BAZNAS Kab Bandung H. Yusuf Ali Tantowi. Penyerahan zakat tersebut dilaksanakan di Rumah Dinas Bupati Bandung dan dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Nuzulul Quran yang digelar di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung. Sebagai informasi, momentum penyerahan zakat oleh pimpinan daerah tersebut merupakan bagian dari penunaian zakat yang memang rutin dilaksanakan oleh para pemimpin yang dikenal dengan istilah Zakat Istana. Program ini diakomodasi oleh BAZNAS sebagai lembaga resmi pengelola zakat di Indonesia, yang mencakup penyerahan zakat oleh para pemimpin negara mulai dari presiden hingga kepala daerah. Melalui mekanisme tersebut, BAZNAS memastikan bahwa zakat yang ditunaikan oleh para pemimpin dapat dikelola secara amanah, profesional, dan tepat sasaran kepada para mustahik. Selain itu, penunaian zakat oleh pimpinan juga diharapkan dapat menjadi teladan bagi masyarakat untuk menunaikan kewajiban zakat melalui lembaga resmi. Dalam sambutannya, Bupati Bandung Dadang Supriatna menyampaikan bahwa Al-Qur’an menjadi pedoman utama bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan. “Al-Qur’an adalah salah satu cahaya dan pedoman bagi umat Islam,” ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa nilai-nilai Al-Qur’an terus diwariskan dari generasi ke generasi melalui peran para ulama dan tokoh agama. “Al-Qur’an disebarluaskan dari Nabi Muhammad SAW hingga hari ini oleh para alim ulama dan ustaz,” tambahnya. Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa perhatian Pemerintah Kabupaten Bandung terhadap nilai-nilai keagamaan juga tercermin dalam visi pembangunan daerah yang menempatkan aspek religius sebagai salah satu pilar utama. Rangkaian kegiatan tersebut ditutup dengan penyerahan secara simbolis zakat fitrah oleh Bupati Bandung kepada BAZNAS Kabupaten Bandung sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat pengelolaan zakat di Kabupaten Bandung, khususnya di bulan suci Ramadan.***
BERITA06/03/2026 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS RI: Penyaluran untuk Fakir Miskin Tetap Menjadi Prioritas Utama, Jauh Lebih Besar dari Porsi Amil
BAZNAS RI: Penyaluran untuk Fakir Miskin Tetap Menjadi Prioritas Utama, Jauh Lebih Besar dari Porsi Amil
BAZNAS KAB BANDUNG – Merespons perhatian publik di media sosial terkait Laporan Keuangan 2024, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menegaskan bahwa tata kelola dana zakat dijalankan dengan prinsip transparansi serta kepatuhan penuh pada regulasi. BAZNAS menjelaskan bahwa porsi penyaluran zakat sepanjang tahun 2024 tetap didominasi oleh Asnaf Miskin dengan persentase mencapai 38,4 persen. Angka ini jauh melampaui alokasi untuk Asnaf Amil yang hanya sebesar 12,32 persen, di mana angka tersebut masih di bawah batas maksimal 12,5 persen yang ditetapkan dalam KMA No. 606 Tahun 2020. "Seluruh dana zakat disalurkan secara proporsional kepada delapan asnaf. Prioritas utama kami adalah pengentasan kemiskinan, baik melalui program konsumtif maupun pemberdayaan ekonomi produktif seperti Z-Mart dan Balai Ternak," tulis pernyataan resmi BAZNAS RI. BAZNAS memastikan laporan keuangan tersebut telah melalui audit berlapis, mulai dari Kantor Akuntan Publik (KAP) Independen, Audit Syariah Kemenag, hingga pengawasan fungsional oleh Itjen Kemenag RI. Publik pun dapat memantau langsung transparansi data tersebut melalui laman resmi www.baznas.go.id. Langkah ini merupakan komitmen BAZNAS dalam menjaga amanah muzaki dengan prinsip 3A: Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Sebelumnya diketahui publik menyoroti laporan keuangan BAZNAS RI di 2024 yang memperlihatkan nilai untuk fakir lebih kecil daripada Amil. Dalam rilisnya, BAZNAS RI menyebut seluruh proses pengelolaan zakat dilaksanakan dengan komitmen tinggi terhadap prinsip transparansi dan akuntabilitas, sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat dan Prinsip Aman Syar’i, Aman Regulasi dan Aman NKRI (3A). BAZNAS juga menjalani audit syariah oleh tim auditor syariah yang ditetapkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) untuk memastikan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip syariah dalam setiap aktivitas pengelolaan zakat. BAZNAS berkomitmen mengubah mustahik menjadi muzaki melalui program yang mandiri. Melalui dana zakat, warga kota diberdayakan lewat lini usaha produktif (Z-Chicken hingga Z-Auto), sementara warga desa diperkuat melalui Balai Ternak dan pembiayaan mikro syariah. Tak hanya ekonomi, aspek pendidikan menjadi pilar utama dalam alokasi Fi Sabilillah lewat berbagai program beasiswa dan bantuan sekolah. BAZNAS juga hadir di garda terdepan nusantara dengan mendukung perjuangan para dai di wilayah pelosok dan daerah minoritas. Semuanya dirancang demi menciptakan dampak kesejahteraan yang nyata dan jangka panjang.***
BERITA03/03/2026 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
BAZNAS Kabupaten Bandung dan Noera by Reisha Salurkan Paket Bekal Ibadah Ramadan di Pangalengan
BAZNAS Kabupaten Bandung dan Noera by Reisha Salurkan Paket Bekal Ibadah Ramadan di Pangalengan
PANGALENGAN, 2 MARET 2026 – BAZNAS Kabupaten Bandung melaksanakan penyaluran paket bekal ibadah Ramadan kepada masyarakat di Kampung Purbasari, Desa Wanasuka, Kecamatan Pangalengan, pada Senin, 2 Maret 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program Ramadan BAZNAS Kabupaten Bandung tahun 2026. Program penyaluran paket bekal ibadah Ramadan ini menyasar kelompok masyarakat yang membutuhkan, di antaranya fakir miskin, lansia dhuafa, janda prasejahtera, guru ngaji, marbot masjid, serta masyarakat yang terdampak kondisi ekonomi sulit. Melalui program ini, BAZNAS Kabupaten Bandung berupaya mendukung kelancaran dan kekhusyukan ibadah masyarakat selama bulan suci Ramadan. Dalam pelaksanaan kegiatan kali ini, BAZNAS Kabupaten Bandung menggandeng Noera by Reisha sebagai mitra kolaborasi. Sinergi tersebut merupakan kelanjutan dari kerja sama sebelumnya dalam program Belanja Gratis Yatim yang telah menjangkau sebanyak 100 anak yatim di Kabupaten Bandung. Penyerahan paket bekal ibadah Ramadan dilakukan secara langsung kepada para penerima manfaat di lokasi kegiatan. Pendekatan ini diharapkan dapat memastikan bantuan diterima tepat sasaran sekaligus mempererat hubungan antara BAZNAS, mitra kolaborasi, dan masyarakat. Melalui kolaborasi lintas sektor ini, BAZNAS Kabupaten Bandung berharap dapat memperkuat solidaritas sosial, memperluas jangkauan kebermanfaatan program Ramadan, serta meningkatkan kualitas pelaksanaan ibadah masyarakat penerima manfaat, khususnya di wilayah Kecamatan Pangalengan.***
BERITA02/03/2026 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
BAZNAS Kabupaten Bandung Sosialisasikan Ibadah Ramadhan dan Zakat kepada Personel Mako Korpasgat
BAZNAS Kabupaten Bandung Sosialisasikan Ibadah Ramadhan dan Zakat kepada Personel Mako Korpasgat
MARGAHAYU, 2 MARET 2026 – Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Yusuf Ali Tantowi, berkesempatan hadir sebagai pemateri keagamaan dalam kegiatan pembinaan rohani Islam yang diikuti oleh personel Korps Pasukan Gerak Cepat TNI AU. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin, 2 Maret 2026, bertempat di Masjid Nurul Iman, Lanud Sulaiman, Kabupaten Bandung. Dalam tausiyahnya, Yusuf Ali Tantowi menekankan bahwa ibadah tidak boleh dimaknai secara sempit hanya sebatas aktivitas ritual di masjid semata, terlebih di bulan suci Ramadan. “Ibadah bukan hanya sekadar ke masjid. Ramadan inilah momentumnya,” ujarnya di hadapan para personel Mako Korpasgat. Ia menjelaskan bahwa Ramadan merupakan sarana pelatihan spiritual yang Allah SWT siapkan untuk umat Islam agar semakin kuat dalam menjalani kehidupan. “Ramadan adalah tempat pelatihan, dilatih dan dididik oleh Allah untuk beribadah,” tuturnya. Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa ibadah puasa memiliki peran besar dalam membentuk karakter dan akhlak seorang muslim. “Allah melatih kita selama sebulan penuh. Puasa melatih kita untuk menjadi pribadi yang jujur,” katanya. Menurutnya, puasa juga mengajarkan nilai empati dan kepedulian sosial dengan merasakan langsung kondisi orang-orang yang kekurangan. “Puasa juga mengajarkan rasa empati. Kita merasakan bagaimana kondisi orang yang tidak makan dan minum, sehingga tumbuh kepedulian dalam diri kita,” jelasnya. Selain ibadah puasa, Yusuf Ali Tantowi juga mengingatkan pentingnya menunaikan zakat fitrah sebagai bagian dari kewajiban di bulan Ramadan. Ia menyampaikan bahwa di Kabupaten Bandung, zakat fitrah telah ditetapkan setara dengan 2,5 kilogram beras atau senilai Rp37.500 per jiwa. “Selain puasa, di Ramadan kita juga dilatih untuk mengeluarkan zakat fitrah. Di Kabupaten Bandung dinilai dengan beras 2,5 kilogram atau senilai Rp37.500,” ungkapnya. Ia pun mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan kebiasaan berzakat tidak hanya terbatas di bulan Ramadan, tetapi juga terus dilanjutkan dalam bentuk zakat mal di luar Ramadan. “Di luar Ramadan juga harus menjadi habit untuk mengeluarkan zakat mal,” tambahnya. Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung juga berharap agar Ramadan menjadi momentum perubahan menuju pribadi yang lebih baik dan bertakwa. “Mudah-mudahan kita diberikan kekuatan oleh Allah di bulan Ramadan, sehingga nanti menjadi orang-orang yang bertakwa,” pungkasnya. Kegiatan pembinaan keagamaan ini berlangsung dengan khidmat dan penuh antusiasme, serta diharapkan dapat memperkuat nilai-nilai keimanan, kejujuran, dan kepedulian sosial di kalangan personel Mako Korpasgat.***
BERITA02/03/2026 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
Didampingi Bupati Bandung, BAZNAS Ajak Anak Yatim Belanja Baju Lebaran, Doakan Para Muzakki
Didampingi Bupati Bandung, BAZNAS Ajak Anak Yatim Belanja Baju Lebaran, Doakan Para Muzakki
SOREANG, 1 MARET 2026 – Suasana haru dan penuh kebahagiaan menyelimuti Yogya Soreang saat para anak yatim dengan antusias memilih sendiri baju Lebaran mereka pada Senin, 1 Maret 2026. Senyum dan tawa anak-anak tersebut menjadi potret nyata kebermanfaatan zakat yang dikelola secara amanah oleh BAZNAS Kabupaten Bandung. Program Belanja Gratis Yatim ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Ramadhan BAZNAS Kabupaten Bandung, yang bertujuan menghadirkan kebahagiaan dan rasa percaya diri bagi anak-anak yatim utamanya dalam menyambut Hari Raya Idulfitri. Kegiatan tersebut turut dihadiri langsung oleh Dadang Supriatna. Bupati Bandung tampak mendampingi anak-anak yatim saat berbelanja, menyapa mereka, serta berinteraksi hangat di sela-sela kegiatan, menambah semangat dan kebahagiaan para peserta. Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, Yusuf Ali Tantowi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen BAZNAS dalam memastikan anak-anak yatim turut merasakan kebahagiaan Ramadhan dan Idulfitri. “Kami ingin memastikan bahwa BAZNAS hadir bersama anak-anak hebat ini. Mereka juga berhak merasakan kebahagiaan menyambut Lebaran. Dengan memiliki baju baru, kami berharap mereka dapat merayakan Idulfitri dengan penuh kegembiraan,” ujar Yusuf Ali Tantowi. Ia menambahkan, zakat yang ditunaikan para muzakki melalui BAZNAS bukan sekadar bantuan materi, tetapi juga menghadirkan harapan, perhatian, dan kasih sayang bagi anak-anak yatim. “Zakat adalah jembatan kebaikan yang menghubungkan para muzakki dengan mereka yang membutuhkan. Dari zakat itulah lahir kebahagiaan yang hari ini dapat dirasakan oleh anak-anak yatim,” lanjutnya. Dalam momen penuh haru tersebut, Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung juga mengajak anak-anak yatim untuk bersama-sama mendoakan para muzakki, munfiq, mutasaddik, serta seluruh donatur yang telah menyalurkan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS. “Anak-anak, mari kita doakan orang-orang baik yang telah membantu kita. Semoga Allah menerima seluruh amal kebaikan mereka, membersihkan harta mereka, dan menjadikannya penuh keberkahan,” ucapnya. Doa yang dipanjatkan oleh anak-anak yatim tersebut menjadi penutup yang menyentuh, menggambarkan betapa zakat yang dititipkan para donatur telah menghadirkan kebahagiaan nyata bagi para penerima manfaat. Sementara itu, Bupati Bandung Dadang Supriatna mengapresiasi program kemanusiaan yang digagas oleh BAZNAS Kabupaten Bandung. Menurutnya, zakat yang dikelola secara profesional dan transparan mampu menjadi kekuatan sosial yang besar dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. “Kami mengapresiasi langkah BAZNAS Kabupaten Bandung yang terus menghadirkan program-program kemanusiaan yang menyentuh langsung masyarakat, khususnya anak-anak yatim. Program seperti ini menunjukkan bahwa zakat memiliki dampak sosial yang nyata,” ungkapnya. Ia juga mengajak masyarakat Kabupaten Bandung untuk terus memperkuat semangat berbagi dengan menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas dan merata. Melalui berbagai program Ramadhan, BAZNAS Kabupaten Bandung terus berupaya memperluas manfaat zakat sekaligus menjadi jembatan kebaikan antara para muzakki dan mustahik dalam mewujudkan kesejahteraan umat.***
BERITA01/03/2026 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
Bupati Bandung Dampingi Anak Yatim Berbelanja Gratis di Program Ramadhan BAZNAS, Kolaborasi Yogya Soreang, Semesta Berbagi dan Noera by Reisha
Bupati Bandung Dampingi Anak Yatim Berbelanja Gratis di Program Ramadhan BAZNAS, Kolaborasi Yogya Soreang, Semesta Berbagi dan Noera by Reisha
SOREANG, 1 MARET 2026 - Pada Minggu, 1 Maret 2026, BAZNAS Kabupaten Bandung kembali menggelar kegiatan sosial bertajuk Belanja Yatim Gratis yang dilaksanakan di Yogya Soreang. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian program Ramadhan 1447 Hijriah yang bertujuan memberikan kebahagiaan serta kepastian pemenuhan kebutuhan dasar bagi anak-anak yatim. Pada pelaksanaannya kali ini, BAZNAS Kabupaten Bandung berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung, Yogya Soreang, serta Semesta Berbagi dan Noera by Reisha. Sinergi ini menjadi bukti nyata kepedulian bersama dalam mendukung kesejahteraan anak-anak yatim di Kabupaten Bandung. Acara tersebut dihadiri langsung oleh H.M. Dadang Supriatna, Bupati Bandung. Diketahui, kegiatan Belanja Yatim Gratis ini merupakan kali kedua diselenggarakan oleh BAZNAS Kabupaten Bandung, dan pada dua gelaran tersebut Bupati Bandung selalu hadir memberikan dukungan secara langsung. Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Yusuf Ali Tantowi, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kepedulian terhadap anak yatim sebagai bentuk tanggung jawab keimanan dan sosial. “Hari ini kami hadir, kita sebagai orang percaya hari akhir harus peduli dan terdepan kepada anak yatim sehingga tergaransi masa depannya menjadi gemilang,” ujarnya. “Kita memastikan hadir untuk kebaikan mereka,” lanjutnya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para donatur, “Kami berterima kasih kepada muzaki, munfiq dan mutashodiq yang telah menitipkan hartanya ke BAZNAS. Mudah-mudahan hartanya berkah.” Sementara itu, Bupati Bandung H. M. Dadang Supriatna mengapresiasi konsistensi BAZNAS Kabupaten Bandung serta Yogya Soreang sebagai partner dalam menyelenggarakan kegiatan sosial yang berkelanjutan. “Ini merupakan tahun ke-2 BAZNAS menyelenggarakan belanja anak istimewa,” tuturnya. “Terima kasih untuk BAZNAS karena telah konsisten menggelar kegiatan belanja bersama anak-anak istimewa kita,” sambungnya. Ia juga menambahkan, “Terutama kepada para aghniya yang telah menitipkan zakat, infak, dan sedekahnya.” Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bandung turut menyinggung peran BAZNAS dalam berbagai kegiatan keagamaan di Kabupaten Bandung. “Ada juga kegiatan Jumat keliling yang selalu dibantu oleh BAZNAS, terutama di kegiatan tarawih keliling,” ungkapnya. Selain itu, Bupati Bandung menyampaikan informasi terkait zakat fitrah yang telah ditetapkan di Kabupaten Bandung, yakni sebesar Rp37.500 per jiwa. “Melalui BAZNAS insya Allah akan lebih terarah, fokus kepada pemberian sesuai peruntukannya,” pungkasnya. Melalui kegiatan Belanja Yatim Gratis ini, BAZNAS Kabupaten Bandung berharap dapat terus menghadirkan kebermanfaatan yang nyata, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang amanah,profesional, dan berdampak luas.***
BERITA01/03/2026 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
Isu Dana Zakat Dipakai MBG, BAZNAS RI Tegaskan Seluruhnya Disalurkan Sesuai Syariah Islam
Isu Dana Zakat Dipakai MBG, BAZNAS RI Tegaskan Seluruhnya Disalurkan Sesuai Syariah Islam
KAB BANDUNG — Isu dana zakat yang disebut-sebut digunakan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) kian beredar luas di media sosial dan menimbulkan beragam persepsi di tengah masyarakat. Merespons hal tersebut, BAZNAS RI melalui Pimpinan Bidang Pengumpulan, H. Rizaludin Kurniawan, menegaskan bahwa dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) memiliki ketentuan syariah yang jelas serta tidak dapat dialihkan untuk program di luar peruntukan yang telah ditetapkan dalam Islam. Ia menjelaskan bahwa zakat merupakan amanah umat yang pengelolaannya terikat pada hukum syariah. Karena itu, setiap rupiah dana ZIS yang dihimpun wajib disalurkan kepada kelompok penerima yang telah ditentukan, yakni delapan golongan asnaf sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an. Ketentuan tersebut menjadi dasar utama dalam tata kelola zakat di BAZNAS, mulai dari proses penghimpunan hingga pendistribusian. Seluruh program yang dijalankan BAZNAS dipastikan berada dalam koridor syariah dan tidak keluar dari tujuan utama zakat, yaitu membantu fakir miskin serta kelompok rentan lainnya. Rizaludin menegaskan, secara sistem dan sumber pendanaan, pengelolaan zakat berbeda dengan program Makan Bergizi Gratis. Program MBG merupakan kebijakan pemerintah yang dibiayai melalui anggaran negara, sedangkan dana ZIS berasal dari kepercayaan masyarakat yang penggunaannya dibatasi secara ketat oleh ketentuan agama. Oleh karena itu, isu yang menyebutkan adanya penggunaan dana zakat untuk program MBG dipastikan tidak benar. BAZNAS memastikan bahwa dana ZIS tidak dialokasikan untuk program yang tidak termasuk dalam kategori asnaf. Dalam pengelolaannya, BAZNAS juga berpedoman pada prinsip 3A, yaitu Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Prinsip ini menjadi rambu agar pengelolaan zakat tidak hanya sah secara agama, tetapi juga taat hukum dan mendukung kepentingan nasional. Lebih lanjut, dana ZIS yang dihimpun BAZNAS disalurkan melalui berbagai program yang berfokus pada pengentasan kemiskinan, peningkatan akses pendidikan dan layanan kesehatan, penguatan ekonomi umat, serta bantuan kemanusiaan bagi masyarakat yang membutuhkan. BAZNAS pun mengimbau masyarakat agar lebih selektif dalam menerima informasi, khususnya yang berkaitan dengan pengelolaan dana zakat. Informasi yang tidak akurat berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan mengurangi kepercayaan publik. Sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat, BAZNAS secara rutin menyusun laporan keuangan dan program yang diaudit serta dipublikasikan secara terbuka melalui kanal resmi lembaga.***
BERITA24/02/2026 | Admin
Sosialisasi BAZNAS pada Penyerahan 37 SK Kenaikan Pangkat ASN Kabupaten Bandung
Sosialisasi BAZNAS pada Penyerahan 37 SK Kenaikan Pangkat ASN Kabupaten Bandung
SOREANG, 18 FEBRUARI 2026 - BAZNAS Kabupaten Bandung berkesempatan memberikan sosialisasi zakat, infak, dan sedekah pada kegiatan penyerahan 37 Surat Keputusan (SK) kenaikan pangkat ASN periode Maret 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Soreang pada Rabu, 18 Februari 2026. Dalam kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Bandung diwakili oleh Wakil Ketua I Bidang Penghimpunan, H. Jamjam Erawan. Acara tersebut juga dihadiri langsung oleh Kepala Bidang Mutasi dan Promosi Kabupaten Bandung, Acep Sumarna, serta para ASN penerima SK kenaikan pangkat. Dalam penyampaiannya, H. Jamjam Erawan menyampaikan apresiasi kepada para ASN yang menerima kenaikan pangkat. Ia menilai capaian tersebut merupakan bentuk penghargaan atas kinerja dan dedikasi yang telah diberikan kepada Kabupaten Bandung. “Bapak dan ibu adalah orang yang sangat beruntung, istimewa karena atas kinerja dan karya di Kabupaten Bandung,” ujarnya. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada BKPSDM Kabupaten Bandung yang telah memberikan ruang bagi BAZNAS untuk menyampaikan sosialisasi zakat, infak, dan sedekah kepada ASN di Kabupaten Bandung. “Kami berterima kasih kepada BKPSDM yang telah memberi kesempatan terutama untuk pelaporan kepada ASN se-Kabupaten Bandung dalam setiap siroh,” ungkapnya. Lebih lanjut, H. Jamjam Erawan mengingatkan bahwa salah satu instrumen dari visi Bupati Bandung adalah penguatan nilai-nilai keagamaan. Menurutnya, zakat, infak, dan sedekah masih menjadi instrumen yang perlu terus dibumikan di Kabupaten Bandung. “Kami dari BAZNAS hanya ingin mengingatkan salah satu instrumen dari visi Bupati Bandung adalah agamis. Salah satu instrumen yang belum membumi di Kabupaten Bandung adalah zakat, infak, dan sedekah,” jelasnya. Ia juga menyampaikan bahwa pada tahun 2026 BAZNAS Kabupaten Bandung mendapatkan target penghimpunan sebesar Rp18 miliar. Oleh karena itu, peran ASN dinilai sangat strategis dalam mendukung pencapaian target tersebut. “Tahun 2026 ini kami diberi target 18 miliar. Maka insya Allah dimulai dari ASN. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” tuturnya. Dalam kesempatan tersebut, H. Jamjam Erawan juga menekankan pentingnya perhitungan zakat yang jelas dan sesuai dengan instruksi pimpinan daerah. “Harus jelas juga hitungannya sesuai instruksi Bupati. Lihat pendapatan kotornya berapa, untuk membersihkan jiwa dan harta kita,” tambahnya. Senada dengan hal tersebut, Kepala Bidang Mutasi dan Promosi Kabupaten Bandung, Acep Sumarna, menyampaikan bahwa kenaikan pangkat ASN tidak hanya berkaitan dengan kinerja, tetapi juga tanggung jawab moral dan keagamaan. “Pemerintah akan diminta pertanggungjawabannya, mana yang kewajiban kinerja ataupun kewajiban sesama muslim,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa proses kenaikan pangkat ASN dilaksanakan secara transparan dan tanpa pungutan biaya. “Di dalam proses kenaikan pangkat ini nol rupiah, tidak dipungut biaya apa pun. Kalau ada, laporkan,” tegasnya. Menjelang bulan suci Ramadhan, Acep Sumarna juga mengajak para ASN untuk tidak hanya fokus pada aspek administratif, tetapi juga pembangunan rohani. “Momentum puasa akan kita hadapi, sering terlupakan bagaimana membangun rohani kita. Setiap kita adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan diminta pertanggungjawabannya. Mudah-mudahan kenaikan pangkat ini menjadi berkah dan ladang kebaikan bagi kita semua,” pungkasnya.***
BERITA18/02/2026 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
Pelatihan Z-Cosmetic BAZNAS Kabupaten Bandung Dihadiri Disnaker, Dorong Lahirnya Wirausaha Baru
Pelatihan Z-Cosmetic BAZNAS Kabupaten Bandung Dihadiri Disnaker, Dorong Lahirnya Wirausaha Baru
SOREANG, 15 FEBRUARI 2026 - Program pelatihan Z-Cosmetic Beauty Class Facial yang digelar BAZNAS Kabupaten Bandung mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bandung. Untuk diketahui Kepala Disnaker Kabupaten Bandung Dadang Komara, hadir dan memberikan sambutan dalam kegiatan yang berlangsung Minggu, 15 Februari 2026 di Aula SLRT Dinsos Kabupaten Bandung. Dalam kesempatan tersebut, Disnaker Kabupaten Bandung menilai program pelatihan berbasis keterampilan seperti yang diinisiasi BAZNAS memiliki peran strategis dalam menekan angka pengangguran sekaligus membuka peluang usaha baru di masyarakat. Pelatihan kecantikan dinilai relevan dengan kebutuhan pasar serta memiliki potensi berkembang menjadi sumber penghasilan mandiri bagi peserta. Kegiatan yang terlaksana melalui kerja sama dengan Marizk Cosmetics ini menjadi bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi mustahik melalui penguatan keterampilan praktis. Selain dibekali teknik perawatan wajah, peserta juga diarahkan memahami dasar kewirausahaan sehingga mampu membangun usaha jasa kecantikan secara berkelanjutan. Disnaker Kabupaten Bandung memandang sinergi lintas sektor seperti ini penting untuk terus diperkuat, terutama dalam menciptakan ekosistem pelatihan yang tidak hanya memberi keterampilan, tetapi juga membuka jalur menuju kemandirian ekonomi. Program yang menghubungkan pelatihan, pendampingan, dan peluang usaha dinilai sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja sekaligus memperluas lapangan kerja. Pelatihan Z-Cosmetics sendiri merupakan kelanjutan dari program yang sebelumnya diluncurkan pada peringatan HUT ke-25 BAZNAS di Gedung BAZNAS Centre Soreang. Dengan adanya dukungan dari Disnaker, program ini diharapkan mampu memperkuat dampak pemberdayaan zakat, tidak hanya dalam aspek sosial, tetapi juga dalam penciptaan wirausaha baru di Kabupaten Bandung. Melalui kolaborasi antara lembaga zakat, pemerintah daerah, dan sektor usaha, program ini diharapkan menjadi model pemberdayaan yang berkelanjutan, mendorong masyarakat untuk mandiri secara ekonomi sekaligus menumbuhkan semangat berbagi di kemudian hari.***
BERITA15/02/2026 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung dan PT Marizk Gelar Pelatihan Z-Cosmetic Beauty Class, Dorong Peserta Jadi Pengusaha Mandiri
BAZNAS Kabupaten Bandung dan PT Marizk Gelar Pelatihan Z-Cosmetic Beauty Class, Dorong Peserta Jadi Pengusaha Mandiri
SOREANG, 15 FEBRUARI 2026 – BAZNAS Kabupaten Bandung kembali memperkuat program pemberdayaan ekonomi umat melalui pelatihan Z-Cosmetic Beauty Class Facial yang digelar pada Minggu, 15 Februari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Aula SLRT Dinsos Kabupaten Bandung dan terlaksana atas kerja sama dengan Marizk Cosmetics sebagai mitra pelatihan di bidang kecantikan. Pelatihan tersebut dibuka langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Yusuf Ali Tantowi yang menegaskan pentingnya program pemberdayaan berbasis keterampilan sebagai jalan bagi mustahik untuk meningkatkan taraf hidup secara berkelanjutan. Program ini mengusung tagline “Mencari Nafkah Meraih Berkah”, yang mencerminkan semangat membangun kemandirian ekonomi sekaligus menjaga nilai spiritual dalam setiap usaha yang dijalankan. Selain itu, Kepala Disnaker H. Dadang Komara, S.T., M.T. turut hadir memberi sambutan kepada para peserta sebagai komitmen Pemerintah Kabupaten Bandung dalam hal pemberdayaan dan pendayagunaan masyarakat. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari peluncuran program Z-Cosmetics yang sebelumnya diperkenalkan pada momentum peringatan HUT ke-25 BAZNAS di Gedung BAZNAS Centre Soreang. Setelah tahap peluncuran, pelatihan ini menjadi langkah konkret untuk memastikan program tidak berhenti pada seremoni, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata bagi penerima manfaat. Dalam pelatihan tersebut, peserta memperoleh beberapa materi dari mulai sejarah kosmetik hingga keterampilan teknis dalam berwirausaha. Melalui program ini, BAZNAS Kabupaten Bandung menargetkan lahirnya pelaku usaha baru di sektor jasa kecantikan yang tidak hanya mampu mandiri secara ekonomi, tetapi juga bertransformasi menjadi pihak yang memberi manfaat bagi masyarakat sekitarnya. Pemberdayaan berbasis zakat diharapkan dapat menjadi jalan perubahan sosial, dari penerima bantuan menjadi pelaku usaha yang produktif. Program Z-Cosmetics sendiri dirancang sebagai bagian dari strategi besar BAZNAS Kabupaten Bandung dalam mengoptimalkan pendayagunaan zakat untuk sektor ekonomi kreatif. Bidang kecantikan dipilih karena memiliki peluang pasar yang luas, kebutuhan modal relatif terjangkau, serta dapat dijalankan secara fleksibel oleh peserta di lingkungan tempat tinggalnya. Ke depan, BAZNAS Kabupaten Bandung berencana terus mengembangkan model pelatihan serupa dengan pendampingan lanjutan, sehingga peserta tidak hanya memperoleh keterampilan, tetapi juga memiliki akses jejaring usaha dan peluang pengembangan usaha yang lebih luas. Dengan pendekatan ini, zakat diharapkan mampu menjadi instrumen pemberdayaan yang berkelanjutan, menciptakan kemandirian ekonomi sekaligus menumbuhkan budaya berbagi di tengah masyarakat.***
BERITA15/02/2026 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
Konser Amal Rizky Febian di Soreang Galang Donasi untuk Bandung Raya, Gandeng BAZNAS Kab Bandung
Konser Amal Rizky Febian di Soreang Galang Donasi untuk Bandung Raya, Gandeng BAZNAS Kab Bandung
SOREANG, 10 FEBRUARI 2026 - Pemerintah Kabupaten Bandung berkolaborasi dengan Lincah.id bersama KNPI Kab Bandung serta BAZNAS Kabupaten Bandung menggelar konser amal dan doa bersama untuk Bandung Raya pada Selasa (10/2/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Indoor Stadion Jalak Harupat, Soreang, dan terbuka untuk masyarakat umum secara gratis dengan mengajak pengunjung menyiapkan donasi terbaik. Konser amal ini dimeriahkan langsung oleh penyanyi kondang Rizky Febian dengan mengusung tema Satu Momen untuk Bersama. Acara tersebut menjadi bentuk kepedulian bersama terhadap sejumlah wilayah di Kabupaten Bandung yang tengah mengalami musibah bencana. Penghimpunan donasi dalam kegiatan ini dikelola melalui BAZNAS Kabupaten Bandung. Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Yusuf Ali Tantowi, turut menyampaikan tausiah dan memimpin doa bersama. Dalam tausiahnya, ia menegaskan bahwa keimanan harus diwujudkan dalam tindakan nyata. “Beriman itu tidak cukup hanya sekadar di hati dan di lisan. Beriman harus dibarengi dengan perbuatan,” ujarnya. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk hadir dan peduli terhadap kondisi daerahnya sendiri. “Kita semua hadir di momen yang berbahagia ini. Di Kabupaten Bandung ada beberapa bencana, maka pastikan kita hadir untuk membantu,” tambahnya. Menurutnya, sekecil apa pun donasi yang diberikan akan memiliki nilai besar bagi penerima dan keberkahan bagi pemberinya. “Mudah-mudahan walaupun sedikit akan bermakna dan menjadi penolong kita di akhirat kelak,” tuturnya. Sementara itu, Bupati Bandung H. M. Dadang Supriatna menyampaikan bahwa kegiatan konser amal ini murni hasil kolaborasi berbagai pihak dan tidak menggunakan anggaran APBD. “Ini murni non-APBD dan kerja sama dari KORMI, Lincah.id, dan berbagai instansi lainnya termasuk BAZNAS,” katanya. Ia menjelaskan bahwa donasi yang terkumpul akan disalurkan kepada wilayah-wilayah yang saat ini terdampak musibah. “Kegiatan ini akan disalurkan kepada wilayah-wilayah yang saat ini mengalami musibah,” ujarnya. Bupati Bandung juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendoakan agar kondisi daerah yang terdampak segera pulih. “Kita berdoa bersama-sama semoga pulih kembali dan aman, nyaman. Kabupaten Bandung akan selalu siap siaga,” ucapnya. Di akhir penyampaiannya, ia mengimbau masyarakat untuk terus berbagi kepada sesama. “Jangan lupa sisihkan rezeki Anda, mudah-mudahan apa yang diberikan mendapat pahala dari Allah SWT,” pungkasnya. Selain menghimpun donasi, BAZNAS Kabupaten Bandung juga berkontribusi dalam kegiatan ini dengan mendirikan musala portabel serta membuka gerai zakat, infak, dan sedekah untuk memudahkan masyarakat berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan tersebut.***
BERITA10/02/2026 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Ikuti Pembukaan TMMD Reguler di Kecamatan Rancabali 
BAZNAS Kabupaten Bandung Ikuti Pembukaan TMMD Reguler di Kecamatan Rancabali 
RANCABALI, 10 FEBRUARI 2026 — Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Bandung mengikuti pembukaan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) reguler ke-127 di Kampung Simpang Gunung Leutik Desa Cipelah, Rancabali. Acara pada Selasa 10 Februari 2026 dihadiri di antaranya Bupati Bandung HM Dadang Supriatna atau Kang DS, Wabup Bandung Ali Syakieb, Ketua Tim Penggerak PKK Hj. Emma Detty, Sekda Cakra Amiyana, para kepala dinas, Camat Rancabali H. Mamet Slamet, dan Ketua DPRD Kabupaten Bandung Hj. Renie Rahayu. Menurut Komandan Kodim 0624/Kabupaten Bandung Letkol Kav Samto Betah, TMMD akan dilaksanakan selama sebulan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. "Personel yang terlibat sebanyak 150 orang dengan lokasi TMMD di daerah dingin dan indah pemandangannya," katanya. Rencanannya TMMD akan memperbaiki jalan sepanjang lebih dari 1 km dengan kondisi bebatuan dan masih ada dari tanah. "Sedangkan sasaran non fisik berupa penyuluhan dan sosialisasi serta bantuan logistik kepada warga," katanya. Sedangkan Kang DS mengatakan, pihaknya menyediakan anggaran khusus TMMD sebab masih banyak daerah yang perlu penanganan khusus. "Seperti di Desa Cipelah ini masih ada jalan maupun rumah-rumah warga yang perlu diperbaiki kondisinya," katanya. Namun Kang DS juga mengakui masih ada kendala dalam perbaikan rumah takatak huni khususnya rumah dinas perkebunan maupun rumah warga yang berdiri di atas tanah perkebunan maupun kehutanan. "Untuk ini BAZNAS bisa ikut berperan serta untuk memperbaiki rumah tersebut seperti aksi BAZNAS memperbaiki rumah di Pangalengan," katanya.***
BERITA10/02/2026 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
BAZNAS Kabupaten Bandung Tetapkan Zakat Fitrah dan Fidyah 1447 H/2026 M
BAZNAS Kabupaten Bandung Tetapkan Zakat Fitrah dan Fidyah 1447 H/2026 M
SOREANG, 09 FEBRUARI 2026 — BAZNAS Kabupaten Bandung menggelar Rapat Penetapan Zakat Fitrah dan Fidyah 1447 Hijriah/2026 Masehi pada Senin, 9 Februari 2026, bertempat di Soreang. Rapat ini dihadiri oleh berbagai instansi, lembaga terkait, serta unsur organisasi kemasyarakatan (Ormas) di Kabupaten Bandung. Rapat penetapan ini bertujuan untuk menyepakati besaran zakat fitrah dan fidyah dengan mempertimbangkan kondisi riil masyarakat serta harga kebutuhan pokok, khususnya beras, di wilayah Kabupaten Bandung. Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Bandung H. Jamjam Erawan dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas sinergi yang selama ini terjalin dalam proses penetapan zakat fitrah. Ia menekankan pentingnya masukan dari berbagai pihak agar keputusan yang diambil benar-benar mencerminkan kondisi masyarakat di lapangan. “Terima kasih atas kerja sama selama ini dalam penetapan nilai zakat fitrah. Kami mohon masukannya untuk menyampaikan kondisi riil masyarakat Kabupaten Bandung,” ujarnya. Ia juga menegaskan perlunya sinkronisasi dan penguatan regulasi agar pelaksanaan zakat fitrah di tingkat masjid dan masyarakat tidak menimbulkan kesalahpahaman. “Kita belum sampai ke lapangan, ke masjid-masjid. Ini harus disinkronkan supaya tidak dianggap pungutan liar, tetapi diwadahi dengan regulasi yang jelas,” tambahnya. Berdasarkan hasil rapat dan dengan mempertimbangkan harga beras serta kondisi ekonomi masyarakat, BAZNAS Kabupaten Bandung menetapkan nilai zakat fitrah sebesar 2,5 kilogram beras atau setara dengan uang senilai Rp37.500 per jiwa. Penetapan ini mengacu pada harga beras eceran tertinggi (HET) yang berlaku di Kabupaten Bandung. Sementara itu, nilai fidyah ditetapkan sebesar Rp30.000 per jiwa per hari. Hasil rapat penetapan ini tertuang dalam surat keputusan dengan nomor Skep.003/BAZNAS/KAB-BDG/II/2026. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung H. Yusuf Ali Tantowi menegaskan bahwa zakat merupakan bagian fundamental dari ajaran Islam yang harus terus diperkuat pelaksanaannya di tengah masyarakat. “Semoga zakat di Kabupaten Bandung bisa lebih masif, karena zakat merupakan bagian dari rukun Islam,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kehadiran nilai-nilai Islam dalam kehidupan bermasyarakat akan semakin terasa apabila zakat ditunaikan dan disalurkan kepada mereka yang berhak menerimanya. “Tidak akan terasa kehadiran Islam jika zakat tidak ditunaikan, sehingga kemudian bisa dibagikan kepada mereka yang membutuhkan,” tutupnya. Melalui penetapan ini, BAZNAS Kabupaten Bandung berharap pelaksanaan zakat fitrah dan fidyah pada Ramadan 1447 H dapat berjalan tertib, sesuai syariat, serta memberikan manfaat yang optimal bagi mustahik di Kabupaten Bandung.***
BERITA10/02/2026 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
Koperasi Masjid Darul Rihlah Rancabali Terima Bantuan ANGKASA Malaysia Melalui BAZNAS
Koperasi Masjid Darul Rihlah Rancabali Terima Bantuan ANGKASA Malaysia Melalui BAZNAS
RANCABALI, 9 FEBRUARI 2026 — Koperasi Konsumen Berkah Bersama Masjid Darul Rihlah, Desa Alam Endah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, menerima bantuan penguatan modal dari Angkatan Koperasi Kebangsaan Malaysia Berhad (ANGKASA). Bantuan ini merupakan bagian dari program kerja sama internasional yang difasilitasi oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Total bantuan yang disalurkan sebesar Rp252 juta, yang diperuntukkan bagi lima masjid di Indonesia. Masing-masing masjid menerima bantuan sebesar 3.000 dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp50 juta. Sebelumnya Penyerahan bantuan secara simbolis dilaksanakan di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, pada Kamis, 5 Februari 2026. Acara tersebut dihadiri Wakil Ketua BAZNAS RI Mokhamad Mahdum, Ph.D., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan Dr. H. Rizaludin Kurniawan, M.Si., CFRM, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional KH. Achmad Sudrajat, Lc., MA., CFRM, serta Deputi I BAZNAS RI H. M. Arifin Purwakananta, S.I.Kom., M.IKom., CWC., CFRM. Sementara itu, dari pihak ANGKASA hadir Presiden ANGKASA Datuk Seri Dr. Abdul Fattah Abdullah beserta istri, Datin Seri Fauziah binti Talib, didampingi jajaran pengurus ANGKASA, di antaranya Nor Azmi Abdul Jalil, Mohd Safian Abdul Rahman, Wan Azwati Wan Mohamed, Nur Farhana Zabha, dan Mohd Idzdihar Nooridzahir. Adapun penyerahan bantuan secara langsung kepada Koperasi Konsumen Berkah Bersama Masjid Darul Rihlah dilaksanakan pada Senin, 9 Februari 2026, di Desa Alam Endah. Kegiatan tersebut dihadiri Presiden ANGKASA beserta jajaran pengurus, perwakilan BAZNAS RI yang diwakili Koordinator Program BAZNAS Microfinance Masjid M. Sholeh dan Kepala Bagian Humas BAZNAS RI Yudhiarma MK, M.Si., serta jajaran BAZNAS Kabupaten Bandung. Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, KH. Yusuf Ali Tantowi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada ANGKASA atas dukungan yang diberikan dalam upaya pemberdayaan ekonomi umat melalui koperasi masjid. “Alhamdulillah, Kabupaten Bandung mendapatkan satu paket bantuan untuk Koperasi Konsumen Berkah Bersama Masjid Darul Rihlah. Semoga koperasi masjid ini terus berkembang. Desa Alam Endah sendiri sebelumnya juga mendapatkan BAZNAS Award dari BAZNAS Kabupaten Bandung,” ujarnya. Pada kesempatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Bandung juga membuka Pasar Murah Berkah yang diperuntukkan bagi masyarakat dan jemaah Masjid Darul Rihlah sebagai bentuk dukungan langsung kepada warga sekitar. Presiden ANGKASA Datuk Seri Dr. Abdul Fattah Abdullah dalam sambutannya menyampaikan bahwa Malaysia masih terus belajar dari Indonesia dalam pengembangan koperasi. “Di Malaysia saat ini baru terdapat sekitar 16 ribu koperasi, masih jauh dibandingkan Indonesia yang telah memiliki sekitar 200 ribu koperasi,” ungkapnya. Sementara itu, Koordinator Program BAZNAS Microfinance Masjid, M. Sholeh, berharap program ini dapat menjadi solusi alternatif pembiayaan bagi masyarakat agar tidak terjerat pinjaman berbunga tinggi. “Dengan adanya program ini, masyarakat diharapkan tidak lagi bergantung pada rentenir maupun pinjaman berbunga lainnya yang memberatkan. Kami mengucapkan terima kasih kepada saudara-saudara kami dari ANGKASA Malaysia atas kerja sama ini,” katanya. Diketahui, lima masjid penerima bantuan ANGKASA–BAZNAS tersebut meliputi Masjid An-Ni’mah (Ciracas, Jakarta Timur), Masjid At-Taqwa (Jatinegara, Jakarta Timur), Masjid As-Sholihin (Cisarua, Bandung Barat), Masjid Darul Rihlah (Rancabali, Kabupaten Bandung), serta Masjid Al-Hurriyah (Kampus IPB, Bogor). Melalui program BAZNAS Microfinance Masjid ini, diharapkan koperasi masjid dapat menjadi pusat penguatan ekonomi umat yang berkelanjutan dan inklusif.***
BERITA09/02/2026 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
BAZNAS Kabupaten Bandung Laporkan Penghimpunan Januari 2026 di Hadapan Bupati dan ASN
BAZNAS Kabupaten Bandung Laporkan Penghimpunan Januari 2026 di Hadapan Bupati dan ASN
SOREANG, 9 FEBRUARI 2026 - BAZNAS Kabupaten Bandung kembali menyampaikan laporan penghimpunan dan penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) bulanan. Laporan untuk periode Januari 2026 ini disampaikan pada Senin, 9 Februari 2026, bertempat di Gedung Moh. Toha, Soreang, Kabupaten Bandung. Laporan tersebut dipaparkan langsung oleh Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Jamjam Erawan, di hadapan Bupati Bandung serta Aparatur Sipil Negara (ASN) se-Kabupaten Bandung. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa awal tahun kerap menjadi periode fluktuatif dalam siklus penghimpunan. “Secara siklus, penghimpunan di Januari–Februari biasanya mengalami naik turun. Bisa jadi di bulan Maret akan kembali meningkat, salah satunya karena adanya rapel,” ujarnya. Meski demikian, H. Jamjam Erawan menyampaikan capaian positif BAZNAS Kabupaten Bandung pada tahun sebelumnya. Ia mengungkapkan bahwa pada tahun 2025, penghimpunan ZIS berhasil melampaui target yang telah ditetapkan. “Alhamdulillah, di tahun 2025 BAZNAS Kabupaten Bandung dapat melampaui target. Ini merupakan bentuk kesadaran masyarakat yang harus terus kita bangun dan jaga bersama,” katanya. Untuk periode Januari 2026 sendiri, BAZNAS Kabupaten Bandung berhasil menghimpun dana ZIS dengan total mencapai lebih dari Rp730 juta. Menurutnya, laporan rutin ini merupakan bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat dan para muzakki. “Ini sebagai bentuk pertanggungjawaban kami. Mudah-mudahan menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus saling menguatkan dalam kebaikan dan kesabaran,” tambahnya. Sementara itu, Bupati Bandung dalam kesempatan yang sama menyampaikan pesan menjelang datangnya bulan suci Ramadan. Ia mengajak seluruh ASN dan masyarakat untuk menyambut Ramadan dengan kesiapan lahir dan batin. “Marhaban ya Ramadan. Memasuki bulan suci ini, saya mohon maaf lahir dan batin. Mudah-mudahan kita memasuki Ramadan dengan hati dan pikiran yang bersih,” tuturnya. Melalui laporan bulanan ini, BAZNAS Kabupaten Bandung menegaskan komitmennya untuk terus mengelola dana ZIS secara transparan, akuntabel, serta memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat Kabupaten Bandung.***
BERITA09/02/2026 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Bandung.

Lihat Daftar Rekening →