WhatsApp Icon
BAZNAS Kabupaten Bandung Dorong GURU PAI Kemenag Perkuat Gerakan Infak dan Sedekah di Sekolah

KATAPANG, 13 AGUSTUS 2026 – BAZNAS Kabupaten Bandung menghadiri kegiatan Penguatan Pemanfaatan Digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Kabupaten Bandung pada Rabu 13 Agustus 2026 bertempat di Gedung PGRI Katapang. Kegiatan tersebut diikuti oleh guru Pendidikan Agama Islam (PAI) jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK se-Kabupaten Bandung.

Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Bandung dihadiri langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Yusuf Ali Tantowi, serta Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan, H. Jamjam Erawan. Kehadiran BAZNAS menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi dengan para pendidik dalam membangun kesadaran zakat, infak, dan sedekah di lingkungan sekolah.

Dalam penyampaiannya, H. Yusuf Ali Tantowi mengajak para guru PAI untuk menjadi penggerak zakat, infak, dan sedekah di lingkungan pendidikan. Menurutnya, sekolah memiliki peran penting dalam menanamkan kebiasaan berbagi kepada peserta didik sejak usia dini.

“Kami berharap bapak ibu menjadi penggerak zakat infak sedekah di sekolah,” ujar H. Yusuf Ali Tantowi.

Menurutnya, pendidikan tentang infak dan sedekah perlu ditanamkan kepada peserta didik sejak dini. Kebiasaan berbagi tidak hanya menjadi bentuk ibadah, tetapi juga bagian dari pembentukan karakter dan ketakwaan anak.

“Kita mendidik anak-anak untuk berinfak dan bersedekah supaya menjadi pribadi yang bertakwa,” katanya.

Salah satu langkah yang didorong BAZNAS Kabupaten Bandung adalah pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di sekolah. Menurut H. Yusuf, keberadaan UPZ menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang tertib di lingkungan pendidikan.

“Salah satunya dengan membentuk UPZ sekolah. Berinfak bukanlah hal yang mudah, ibadah maliyah itu berat. Maka dari itu harus dibentuk sejak dini untuk berinfak dan berbagi,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa pembentukan UPZ sekolah memberikan kepastian dan perlindungan kelembagaan bagi aktivitas penghimpunan infak dan sedekah di lingkungan sekolah. Dengan adanya UPZ yang resmi, guru dapat mengajak peserta didik untuk berinfak melalui mekanisme yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Supaya legal dan tidak dianggap pungli, kehadiran UPZ melindungi kebaikan. Sehingga ketika mengajak anak-anak untuk berinfak bisa dipayungi kegiatannya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, H. Yusuf menjelaskan bahwa keberadaan UPZ juga dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekolah maupun masyarakat sekitar. Menurutnya, guru PAI memiliki posisi strategis sebagai motor penggerak karena berinteraksi langsung dengan peserta didik dan memiliki peran dalam pendidikan karakter keagamaan.

“Nilai manfaat nanti bisa dirasakan oleh sekolah. Motor penggeraknya nanti guru-guru PAI. Dari sekian banyak sekolah masih sedikit UPZ yang aktif, maka dari itu perlu sumbangsih dari bapak ibu untuk menggerakkan UPZ sekolah,” tuturnya.

BAZNAS Kabupaten Bandung berharap sinergi bersama Kementerian Agama Kabupaten Bandung dan para guru PAI dapat terus diperkuat, khususnya dalam mendorong pembentukan serta pengaktifan UPZ di sekolah. Melalui langkah tersebut, pendidikan zakat, infak, dan sedekah diharapkan tidak berhenti sebagai materi pembelajaran, tetapi tumbuh menjadi kebiasaan yang membentuk karakter peserta didik sejak dini.

Pada akhirnya, penguatan UPZ sekolah diharapkan dapat menjadi bagian dari gerakan bersama dalam membangun budaya berbagi di lingkungan pendidikan sekaligus memperluas kebermanfaatan zakat, infak, dan sedekah bagi masyarakat Kabupaten Bandung.***

13/08/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Salurkan Bantuan Biaya Hidup untuk Ma Irah di Ciwidey

CIWIDEY, 10 Agustus 2026 – BAZNAS Kabupaten Bandung menyalurkan bantuan biaya hidup kepada Ma Irah, warga lanjut usia yang tinggal di Kampung Batululumpang, Desa Lebakmuncang, Kecamatan Ciwidey, pada Senin 10 Agustus 2026. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian BAZNAS terhadap masyarakat yang membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Ma Irah, yang kini telah berusia lebih dari 80 tahun, menjalani kehidupan dalam kondisi yang serba terbatas. Di tengah usianya yang lanjut, ia juga harus menghadapi kondisi keluarga dengan salah satu anaknya yang berkebutuhan khusus.

Kondisi tersebut membuat kebutuhan hidup sehari-hari menjadi tantangan tersendiri bagi Ma Irah. Kehadiran bantuan dari BAZNAS Kabupaten Bandung diharapkan dapat membantu meringankan sebagian kebutuhan dasar serta memberikan dukungan bagi Ma Irah dan keluarganya.

Bantuan disalurkan secara langsung ke kediaman Ma Irah. Selain bantuan biaya hidup, BAZNAS Kabupaten Bandung juga menyerahkan paket kebutuhan pokok sebagai bentuk dukungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari penerima manfaat.

Penyaluran secara langsung ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS Kabupaten Bandung untuk memastikan bantuan dapat diterima oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Kehadiran amil di lapangan sekaligus menjadi sarana untuk melihat kondisi penerima manfaat secara lebih dekat.

Program bantuan biaya hidup merupakan salah satu bentuk pendistribusian dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola BAZNAS Kabupaten Bandung. Bantuan tersebut diarahkan kepada masyarakat yang berada dalam kondisi membutuhkan, termasuk kelompok lanjut usia dan keluarga dengan keterbatasan ekonomi.

Melalui bantuan ini, BAZNAS Kabupaten Bandung berharap dapat meringankan beban Ma Irah dan keluarganya serta memberikan sedikit ruang untuk menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih tenang. Bantuan yang disalurkan juga menjadi wujud nyata dari amanah para muzaki, munfiq, dan mutashoddiq yang telah menitipkan dana kebaikannya melalui BAZNAS.

BAZNAS Kabupaten Bandung akan terus berupaya memperluas jangkauan pendistribusian agar manfaat zakat, infak, dan sedekah dapat dirasakan oleh masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Bandung. Setiap bantuan diharapkan tidak hanya menjadi dukungan secara materi, tetapi juga menghadirkan rasa kepedulian dan harapan bagi masyarakat yang sedang menghadapi keterbatasan.***

10/08/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Salurkan Bantuan Air Bersih bagi Warga Terdampak Kekeringan

MAJALAYA, 6 AGUSTUS 2026 – BAZNAS Kabupaten Bandung kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat melalui penyaluran bantuan air bersih bagi warga terdampak kekeringan di sejumlah wilayah Kabupaten Bandung. Penyaluran perdana dilaksanakan pada Kamis 6 Agustus 2026 di Kampung Cibenying, RW 10, Desa Padamulya, Kecamatan Majalaya, sebagai respons atas meningkatnya kebutuhan air bersih akibat musim kemarau yang melanda beberapa daerah.

Kegiatan kemanusiaan ini merupakan hasil kolaborasi antara BAZNAS Kabupaten Bandung, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, dan Dinas Sosial Kabupaten Bandung. Sinergi antarinstansi tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan dapat tersalurkan secara cepat, tepat sasaran, dan menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Dalam pelaksanaannya, BAZNAS Kabupaten Bandung merencanakan penyaluran bantuan air bersih ke 10 titik yang tersebar di wilayah terdampak kekeringan. Setiap titik akan menerima pasokan air bersih sebanyak 5.500 liter, sehingga masyarakat memiliki akses terhadap kebutuhan dasar yang sangat penting untuk keperluan sehari-hari, seperti memasak, minum, dan menjaga kebersihan.

Kekeringan yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir telah menyebabkan berkurangnya ketersediaan sumber air di sejumlah wilayah Kabupaten Bandung. Kondisi tersebut membuat masyarakat harus mencari sumber air alternatif dengan jarak yang cukup jauh atau membeli air bersih untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Kabupaten Bandung bergerak cepat menghadirkan bantuan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak.

Warga Kampung Cibenying menyambut kedatangan bantuan air bersih dengan penuh antusias. Mereka mengaku bantuan tersebut sangat membantu meringankan beban masyarakat di tengah sulitnya memperoleh air bersih selama musim kemarau. Perwakilan warga juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Bandung, BPBD Kabupaten Bandung, Dinas Sosial Kabupaten Bandung, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyaluran bantuan.

Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung menyampaikan bahwa penyaluran air bersih merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam menghadirkan manfaat zakat, infak, dan sedekah bagi masyarakat, khususnya saat terjadi kondisi darurat maupun bencana. Melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan, BAZNAS akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang membutuhkan.

Diharapkan, bantuan air bersih ini dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama musim kemarau berlangsung sekaligus menjadi wujud nyata semangat gotong royong dan kepedulian bersama dalam menghadapi dampak bencana kekeringan di Kabupaten Bandung.***


Salurkan Kepedulian Anda

Musim kemarau masih berpotensi menyebabkan krisis air bersih di berbagai wilayah Kabupaten Bandung. Mari bersama BAZNAS Kabupaten Bandung menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat terdampak melalui zakat, infak, dan sedekah.

Salurkan donasi terbaik Anda melalui:

Bank Syariah Indonesia (BSI)
No. Rekening: 7655555561
a.n. BAZNAS Kabupaten Bandung

Setiap rupiah yang Anda titipkan akan menjadi sumber kehidupan, menghadirkan air bersih, harapan, dan keberkahan bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan. Bersama, kita kuatkan kepedulian dan wujudkan Kabupaten Bandung yang lebih sejahtera.

06/08/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Laporkan Pengelolaan Dana Umat dalam Siraman Rohani ASN Bulan Agustus

SOREANG3 AGUSTUS 2026 — BAZNAS Kabupaten Bandung kembali menyampaikan laporan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) pada kegiatan Siraman Rohani ASN se-Kabupaten Bandung yang digelar di Gedung Moh. Toha, Soreang, Senin 3 Agustus 2026.

Laporan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Yusuf Ali Tantowi, di hadapan ribuan aparatur sipil negara (ASN) yang mengikuti kegiatan secara luring maupun daring.

Dalam laporannya, H. Yusuf Ali Tantowi menyampaikan bahwa penghimpunan dana ZIS selama Juli 2026 mengalami peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya.

"Zakat senilai Rp597 juta, infak dan sedekah Rp545 juta, infak sedekah terikat Rp56 juta. Total penghimpunan selama bulan Juli Rp1,2 miliar. Alhamdulillah meningkat dari bulan sebelumnya," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa dana tersebut berasal dari zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan oleh ASN Kabupaten Bandung serta masyarakat yang mempercayakan penyalurannya melalui BAZNAS Kabupaten Bandung.

"Ini semua adalah zakat, infak, sedekah dari ASN Kabupaten Bandung dan masyarakat sekitar. Mewakili para mustahik, kami mendoakan bapak ibu, ajarokallah," tuturnya.

Lebih lanjut, H. Yusuf Ali Tantowi menyampaikan bahwa seluruh dana yang terhimpun telah didistribusikan dan didayagunakan melalui berbagai program unggulan BAZNAS Kabupaten Bandung.

"Untuk pendistribusian dan pendayagunaan disebar ke program-program BAZNAS Kabupaten Bandung," katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa sinergi dengan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) terus mengalami peningkatan sehingga diharapkan penghimpunan zakat pada bulan-bulan berikutnya semakin optimal.

"Dari BAZNAS kami menghimpun dan langsung mendistribusikan. Hampir seluruh UPZ telah berkolaborasi dan mudah-mudahan zakat di bulan berikutnya meningkat. Sesungguhnya harta kita adalah harta yang sudah kita keluarkan dalam bentuk zakat, infak, sedekah. Kami mengajak untuk memastikan harta kita bersih dan sudah tersalurkan kepada mereka yang berhak," ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Bandung H.M. Dadang Supriatna menyampaikan bahwa kegiatan Siraman Rohani kali ini diikuti oleh hampir 19 ribu ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung.

"Hampir 19 ribu ASN yang mengikuti kegiatan siraman rohani di pagi hari ini," ujarnya.

Ia mengajak seluruh ASN untuk senantiasa bersyukur atas nikmat dan amanah yang diberikan Allah SWT serta terus meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat.

"Alhamdulillah kita masih diberikan kepercayaan oleh Allah, bisa melaksanakan kegiatan sehari-hari dan semoga senantiasa diberikan kekuatan, dilindungi dan seluruhnya diberikan keselamatan dunia akhirat," katanya.

Bupati Bandung juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh ASN yang secara rutin menunaikan zakat profesinya melalui BAZNAS Kabupaten Bandung.

"Terima kasih kepada seluruh ASN yang tiap bulannya menyalurkan zakat profesi," tuturnya.

Menurutnya, penghimpunan zakat profesi menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

"Pada 2021 hanya Rp200 juta per bulan, namun hari ini mencapai Rp1 miliar per bulan. Ini bukti siraman rohani ada implementasi. Namun koreksi Ketua BAZNAS, harusnya ada tambahan saldo bulan lalu berapa," ujarnya.

Di akhir sambutannya, Bupati Bandung juga mendorong BAZNAS Kabupaten Bandung untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Bandung dalam mendukung program pembangunan, khususnya penanganan rumah tidak layak huni (Rutilahu).

"Tahun ini sekitar 4 ribu unit rutilahu. Ketua BAZNAS saya minta untuk membantu, terutama kepada masyarakat yang tanahnya 'numpang'," pungkasnya.***

04/08/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS RI Dorong Optimalisasi Gedung BAZNAS Centre untuk Pemberdayaan Umat

SOREANG, 27 JULI 2026 — Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia bersama BAZNAS Provinsi Jawa Barat kembali mengunjungi Gedung BAZNAS Centre (GBC) Kabupaten Bandung di Soreang pada Senin 27 Juli 2026.

Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS RI, H. Sodik Mujahid, didampingi Pimpinan BAZNAS RI, H. Rizaludin Kurniawan. Turut hadir Wakil Ketua IV BAZNAS Jawa Barat, Nana Sudiana.

Sementara itu, rombongan disambut oleh jajaran BAZNAS Kabupaten Bandung yang diwakili Wakil Ketua II H. Abdul Rouf dan Wakil Ketua IV H. Sarnapi.

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi Jawa Barat, dan BAZNAS Kabupaten Bandung dalam mengoptimalkan pemanfaatan Gedung BAZNAS Centre sebagai pusat kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS RI, H. Sodik Mujahid, menyampaikan bahwa pemanfaatan gedung akan terus dikembangkan melalui berbagai bentuk kolaborasi.

"Prinsipnya gedung ini kita kerjasamakan, dan memang sempat ada obrolan untuk dijadikan Pusdiklat atau Rumah Sehat BAZNAS," ujarnya.

Ia menilai Gedung BAZNAS Centre memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pelayanan dan pemberdayaan masyarakat yang dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak.

Sementara itu, BAZNAS Kabupaten Bandung juga memaparkan sejumlah rencana pengembangan Gedung BAZNAS Centre ke depan. Di antaranya adalah penyelenggaraan pelatihan-pelatihan affiliate, pengembangan kapasitas masyarakat, serta pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berada di kawasan Gedung BAZNAS Centre.

Dengan berbagai program tersebut, Gedung BAZNAS Centre diharapkan tidak hanya menjadi pusat aktivitas kelembagaan, tetapi juga menjadi ruang pemberdayaan ekonomi umat yang memberikan manfaat secara berkelanjutan.

Di akhir kunjungannya, H. Sodik Mujahid menyampaikan apresiasinya terhadap pembangunan Gedung BAZNAS Centre Kabupaten Bandung.

"Ini akan menjadi gedung termewah di Indonesia yang ada eskalator, ada liftnya," ungkapnya.

Melalui kunjungan ini, diharapkan sinergi antara BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi Jawa Barat, dan BAZNAS Kabupaten Bandung semakin kuat dalam mengembangkan Gedung BAZNAS Centre sebagai pusat pelayanan, pemberdayaan, dan penguatan ekonomi umat di Kabupaten Bandung.***

27/07/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kab. Bandung

Berita Terbaru

Koperasi Masjid Darul Rihlah Rancabali Terima Bantuan ANGKASA Malaysia Melalui BAZNAS
Koperasi Masjid Darul Rihlah Rancabali Terima Bantuan ANGKASA Malaysia Melalui BAZNAS
RANCABALI, 9 FEBRUARI 2026 — Koperasi Konsumen Berkah Bersama Masjid Darul Rihlah, Desa Alam Endah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, menerima bantuan penguatan modal dari Angkatan Koperasi Kebangsaan Malaysia Berhad (ANGKASA). Bantuan ini merupakan bagian dari program kerja sama internasional yang difasilitasi oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Total bantuan yang disalurkan sebesar Rp252 juta, yang diperuntukkan bagi lima masjid di Indonesia. Masing-masing masjid menerima bantuan sebesar 3.000 dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp50 juta. Sebelumnya Penyerahan bantuan secara simbolis dilaksanakan di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, pada Kamis, 5 Februari 2026. Acara tersebut dihadiri Wakil Ketua BAZNAS RI Mokhamad Mahdum, Ph.D., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan Dr. H. Rizaludin Kurniawan, M.Si., CFRM, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional KH. Achmad Sudrajat, Lc., MA., CFRM, serta Deputi I BAZNAS RI H. M. Arifin Purwakananta, S.I.Kom., M.IKom., CWC., CFRM. Sementara itu, dari pihak ANGKASA hadir Presiden ANGKASA Datuk Seri Dr. Abdul Fattah Abdullah beserta istri, Datin Seri Fauziah binti Talib, didampingi jajaran pengurus ANGKASA, di antaranya Nor Azmi Abdul Jalil, Mohd Safian Abdul Rahman, Wan Azwati Wan Mohamed, Nur Farhana Zabha, dan Mohd Idzdihar Nooridzahir. Adapun penyerahan bantuan secara langsung kepada Koperasi Konsumen Berkah Bersama Masjid Darul Rihlah dilaksanakan pada Senin, 9 Februari 2026, di Desa Alam Endah. Kegiatan tersebut dihadiri Presiden ANGKASA beserta jajaran pengurus, perwakilan BAZNAS RI yang diwakili Koordinator Program BAZNAS Microfinance Masjid M. Sholeh dan Kepala Bagian Humas BAZNAS RI Yudhiarma MK, M.Si., serta jajaran BAZNAS Kabupaten Bandung. Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, KH. Yusuf Ali Tantowi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada ANGKASA atas dukungan yang diberikan dalam upaya pemberdayaan ekonomi umat melalui koperasi masjid. “Alhamdulillah, Kabupaten Bandung mendapatkan satu paket bantuan untuk Koperasi Konsumen Berkah Bersama Masjid Darul Rihlah. Semoga koperasi masjid ini terus berkembang. Desa Alam Endah sendiri sebelumnya juga mendapatkan BAZNAS Award dari BAZNAS Kabupaten Bandung,” ujarnya. Pada kesempatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Bandung juga membuka Pasar Murah Berkah yang diperuntukkan bagi masyarakat dan jemaah Masjid Darul Rihlah sebagai bentuk dukungan langsung kepada warga sekitar. Presiden ANGKASA Datuk Seri Dr. Abdul Fattah Abdullah dalam sambutannya menyampaikan bahwa Malaysia masih terus belajar dari Indonesia dalam pengembangan koperasi. “Di Malaysia saat ini baru terdapat sekitar 16 ribu koperasi, masih jauh dibandingkan Indonesia yang telah memiliki sekitar 200 ribu koperasi,” ungkapnya. Sementara itu, Koordinator Program BAZNAS Microfinance Masjid, M. Sholeh, berharap program ini dapat menjadi solusi alternatif pembiayaan bagi masyarakat agar tidak terjerat pinjaman berbunga tinggi. “Dengan adanya program ini, masyarakat diharapkan tidak lagi bergantung pada rentenir maupun pinjaman berbunga lainnya yang memberatkan. Kami mengucapkan terima kasih kepada saudara-saudara kami dari ANGKASA Malaysia atas kerja sama ini,” katanya. Diketahui, lima masjid penerima bantuan ANGKASA–BAZNAS tersebut meliputi Masjid An-Ni’mah (Ciracas, Jakarta Timur), Masjid At-Taqwa (Jatinegara, Jakarta Timur), Masjid As-Sholihin (Cisarua, Bandung Barat), Masjid Darul Rihlah (Rancabali, Kabupaten Bandung), serta Masjid Al-Hurriyah (Kampus IPB, Bogor). Melalui program BAZNAS Microfinance Masjid ini, diharapkan koperasi masjid dapat menjadi pusat penguatan ekonomi umat yang berkelanjutan dan inklusif.***
BERITA09/02/2026 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
BAZNAS Kabupaten Bandung Laporkan Penghimpunan Januari 2026 di Hadapan Bupati dan ASN
BAZNAS Kabupaten Bandung Laporkan Penghimpunan Januari 2026 di Hadapan Bupati dan ASN
SOREANG, 9 FEBRUARI 2026 - BAZNAS Kabupaten Bandung kembali menyampaikan laporan penghimpunan dan penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) bulanan. Laporan untuk periode Januari 2026 ini disampaikan pada Senin, 9 Februari 2026, bertempat di Gedung Moh. Toha, Soreang, Kabupaten Bandung. Laporan tersebut dipaparkan langsung oleh Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Jamjam Erawan, di hadapan Bupati Bandung serta Aparatur Sipil Negara (ASN) se-Kabupaten Bandung. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa awal tahun kerap menjadi periode fluktuatif dalam siklus penghimpunan. “Secara siklus, penghimpunan di Januari–Februari biasanya mengalami naik turun. Bisa jadi di bulan Maret akan kembali meningkat, salah satunya karena adanya rapel,” ujarnya. Meski demikian, H. Jamjam Erawan menyampaikan capaian positif BAZNAS Kabupaten Bandung pada tahun sebelumnya. Ia mengungkapkan bahwa pada tahun 2025, penghimpunan ZIS berhasil melampaui target yang telah ditetapkan. “Alhamdulillah, di tahun 2025 BAZNAS Kabupaten Bandung dapat melampaui target. Ini merupakan bentuk kesadaran masyarakat yang harus terus kita bangun dan jaga bersama,” katanya. Untuk periode Januari 2026 sendiri, BAZNAS Kabupaten Bandung berhasil menghimpun dana ZIS dengan total mencapai lebih dari Rp730 juta. Menurutnya, laporan rutin ini merupakan bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat dan para muzakki. “Ini sebagai bentuk pertanggungjawaban kami. Mudah-mudahan menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus saling menguatkan dalam kebaikan dan kesabaran,” tambahnya. Sementara itu, Bupati Bandung dalam kesempatan yang sama menyampaikan pesan menjelang datangnya bulan suci Ramadan. Ia mengajak seluruh ASN dan masyarakat untuk menyambut Ramadan dengan kesiapan lahir dan batin. “Marhaban ya Ramadan. Memasuki bulan suci ini, saya mohon maaf lahir dan batin. Mudah-mudahan kita memasuki Ramadan dengan hati dan pikiran yang bersih,” tuturnya. Melalui laporan bulanan ini, BAZNAS Kabupaten Bandung menegaskan komitmennya untuk terus mengelola dana ZIS secara transparan, akuntabel, serta memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat Kabupaten Bandung.***
BERITA09/02/2026 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
Dorong Pemberdayaan Ekonomi Umat, BAZNAS Kab Bandung Teken MoU dengan Telkom University
Dorong Pemberdayaan Ekonomi Umat, BAZNAS Kab Bandung Teken MoU dengan Telkom University
DAYEUHKOLOT, 22 JANUARI 2026 — BAZNAS Kabupaten Bandung resmi menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Center of Excellence (CoE) Smart MSME & Halal Ecosystem (SHE) Telkom University pada Kamis, 22 Januari 2026. Penandatanganan MoU ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi antara lembaga pengelola zakat dengan institusi pendidikan tinggi. Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Bandung diwakili langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Yusuf Ali Tantowi. Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi wadah sinergi dalam pengembangan program-program berbasis pemberdayaan dan keilmuan, khususnya yang berkaitan dengan ekonomi umat dan ekosistem halal. Secara umum, ruang lingkup MoU ini mencakup kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan sumber daya kelembagaan. Kolaborasi ini diarahkan untuk mendorong inovasi dan penguatan kapasitas lembaga, baik di lingkungan BAZNAS maupun Telkom University. Dalam kegiatan tersebut, H. Yusuf Ali Tantowi juga memaparkan salah satu program terbaru BAZNAS Kabupaten Bandung yang baru saja diluncurkan, yakni program Z Kosmetik. Program ini merupakan salah satu bentuk upaya BAZNAS dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui sektor usaha berbasis produk halal. “Bentuk programnya merupakan paket yang diberikan oleh BAZNAS,” ujarnya. Melalui penandatanganan MoU ini, BAZNAS Kabupaten Bandung berharap dapat memanfaatkan dukungan akademik, riset, dan inovasi dari Telkom University, khususnya CoE Smart MSME & Halal Ecosystem (SHE), dalam mengembangkan program-program pemberdayaan yang lebih terukur dan berdampak luas. Kerja sama ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui kegiatan pengabdian, sekaligus memperkuat peran zakat dalam mendukung pembangunan sosial dan ekonomi di Kabupaten Bandung.***
BERITA22/01/2026 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Perkuat Kolaborasi dengan Disnaker dalam Implementasi ZIS
BAZNAS Kabupaten Bandung Perkuat Kolaborasi dengan Disnaker dalam Implementasi ZIS
SOREANG, 20 JANUARI 2026 — BAZNAS Kabupaten Bandung berkesempatan hadir dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bandung pada Selasa, 20 Januari 2026. Kegiatan tersebut mengusung tema Implementasi Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial. Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala Disnaker Kabupaten Bandung H. Dadang Komara, Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung H. Yusuf Ali Tantowi, serta Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Bandung H. Jamjam Erawan. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara BAZNAS dan Disnaker dalam mendorong optimalisasi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di lingkungan dunia usaha dan ketenagakerjaan. Dalam pemaparannya, Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung H. Yusuf Ali Tantowi menjelaskan bahwa keberadaan ZIS tidak hanya berdampak pada aspek sosial kemasyarakatan, tetapi juga memiliki manfaat lain yang strategis. Menurutnya, selain menjadi solusi berbagai persoalan sosial, zakat, infak, dan sedekah juga dapat menjadi pengurang pajak bagi para muzakki atau wajib zakat. Hal ini menjadi salah satu nilai tambah yang dapat mendorong peningkatan kesadaran berzakat di kalangan perusahaan maupun para pekerja. Sementara itu, Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Bandung H. Jamjam Erawan memaparkan tentang kewajiban menunaikan zakat bagi mereka yang telah mencapai nisab. “Rizki akan bersih, jiwa akan tenang. Kalau tidak mencapai nisab, dianjurkan untuk berinfak,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya legalitas dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah agar tidak terjadi penyimpangan atau praktik pungutan liar. “Kami harapkan ke depan bapak dan ibu yang punya perusahaan membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ),” jelasnya. Menurutnya, keberadaan UPZ di lingkungan perusahaan akan memberikan manfaat besar, baik bagi perusahaan maupun karyawan. “Manfaatnya akan kembali lagi kepada karyawan ibu bapak semua,” tambahnya. Untuk diketahui, sebelumnya BAZNAS Kabupaten Bandung bersama Disnaker Kabupaten Bandung telah menjalin kolaborasi dalam menggali potensi ZIS di kalangan perusahaan dan pekerja. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui program bertajuk Pekerja Berkah, Masyarakat Sejahtera. Program ini bertujuan untuk menghimpun zakat, infak, dan sedekah dari kalangan pekerja, yang nantinya akan disalurkan kembali untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan sosial serta membantu kesejahteraan pekerja dan keluarganya. Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak perusahaan di Kabupaten Bandung yang tergerak untuk membentuk UPZ serta berpartisipasi aktif dalam gerakan zakat. Sinergi antara BAZNAS dan Disnaker Kabupaten Bandung diharapkan dapat terus berlanjut guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang lebih luas dan merata.***
BERITA20/01/2026 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
HUT ke-25 BAZNAS, BAZNAS Kabupaten Bandung Perkuat Pemberdayaan lewat Z-Kosmetika
HUT ke-25 BAZNAS, BAZNAS Kabupaten Bandung Perkuat Pemberdayaan lewat Z-Kosmetika
SOREANG, 20 JANUARI 2026 — BAZNAS Kabupaten Bandung memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 BAZNAS dengan rangkaian kegiatan berupa peluncuran program Z-Kosmetika, istigasah, serta penyerahan bantuan kepada 50 penerima manfaat. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung BAZNAS Center, pada Selasa, 20 Januari 2026. Acara dihadiri oleh jajaran pimpinan BAZNAS Kabupaten Bandung, Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kabupaten Bandung Hj. Nana Rostiana, serta Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Pemkab Bandung, H. Erwin Rinaldi. Turut hadir sejumlah mitra pengusaha yang selama ini bersinergi dengan BAZNAS dalam pemberdayaan masyarakat, di antaranya dr. Titin Nugroho Rini dari PT Marizk Mahkota Rizki, Bunda Liena Mulyadi dari Koperasi Lumbung Indonesia, Krisna selaku pengusaha Fintech Syariah dan penyalur tenaga kerja ke Jepang, Nicolaus Iskandar dari Yayasan Brader, serta Binar dari Lokapala Parking. Wakil Ketua Bidang Pengumpulan BAZNAS Kabupaten Bandung, Ustaz H. Jamjam Erawan, menyampaikan bahwa capaian pengumpulan zakat, infak, dan sedekah pada tahun 2025 berhasil melampaui target. Dari target sebesar Rp17 miliar, BAZNAS Kabupaten Bandung mampu menghimpun dana hingga Rp17,5 miliar. Untuk tahun 2026, BAZNAS Kabupaten Bandung menargetkan pengumpulan ZIS sebesar Rp18 miliar sesuai ketetapan BAZNAS RI. Namun demikian, pihaknya optimistis capaian tersebut dapat melampaui target hingga Rp24 miliar. Adapun pendistribusian dan pendayagunaan ZIS difokuskan pada lima bidang utama, yakni pendidikan, pemberdayaan ekonomi, keagamaan, kepedulian sosial, dan kesehatan. Ia juga mengungkapkan bahwa setiap harinya BAZNAS Kabupaten Bandung menerima sekitar 30 permohonan bantuan dari masyarakat. Seiring meningkatnya kepercayaan publik, permohonan bantuan pun terus bertambah. Dalam kesempatan tersebut, ia turut mengapresiasi peningkatan signifikan penghimpunan dari UPZ Kementerian Agama Kabupaten Bandung yang pada tahun 2025 mencapai Rp2,5 miliar. Sementara itu, H. Erwin Rinaldi menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bandung dalam mendukung optimalisasi pengumpulan ZIS yang dilakukan BAZNAS Kabupaten Bandung, khususnya dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN). Ia berharap kontribusi dari sejumlah perangkat daerah, termasuk Dinas Pendidikan, dapat terus meningkat pada tahun ini. Pada kesempatan yang sama, BAZNAS Kabupaten Bandung juga menyerahkan piagam penghargaan kepada UPZ Kemenag Kabupaten Bandung atas kontribusinya dalam penghimpunan zakat. Selain itu, diluncurkan pula program Z-Kosmetika, sebagai upaya pemberdayaan ekonomi bagi kaum ibu. Program Z-Kosmetika diharapkan mampu memberikan keterampilan dan peluang usaha bagi masyarakat, khususnya perempuan, sehingga memiliki sumber pendapatan tambahan dan terhindar dari praktik bank emok maupun pinjaman online ilegal.***
BERITA20/01/2026 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
BAZNAS Kabupaten Bandung Dorong Penguatan Peran UPZ Melalui Sosialisasi UPZ Kecamatan Margaasih
BAZNAS Kabupaten Bandung Dorong Penguatan Peran UPZ Melalui Sosialisasi UPZ Kecamatan Margaasih
KUTAWARINGIN, 20 JANUARI 2026 - BAZNAS Kabupaten Bandung menggelar kegiatan Sosialisasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kecamatan Margaasih pada Selasa, 20 Januari 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat peran UPZ di tingkat kecamatan dalam menghimpun dan mengelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara lebih optimal. Hadir secara langsung dalam kegiatan tersebut Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Yusuf Ali Tantowi yang berkesempatan memberikan materi sosialisasi mengenai pentingnya zakat, infak, dan sedekah. Turut hadir Camat Margaasih Djoko Mardianto beserta jajaran, tokoh masyarakat, unsur Forkopimcam, serta para Ketua UPZ desa se-Kecamatan Margaasih. Dalam penyampaiannya, Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung menekankan pentingnya dukungan dari seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat untuk memperkuat keberadaan UPZ di wilayah Margaasih. “Perlu jajaran pemerintahan dari Margaasih untuk memperkuat zakat, infak sedekah utamanya UPZ Kecamatan Margaasih,” ucapnya. Ia juga menjelaskan bahwa BAZNAS merupakan lembaga resmi pemerintah yang memiliki tugas penting dalam pengelolaan zakat. “BAZNAS adalah lembaga resmi pemerintah, memfasilitasi rukun Islam yang ketiga,” jelasnya. Lebih lanjut, dirinya menyampaikan bahwa pengelolaan zakat harus dilakukan melalui lembaga resmi agar terhindar dari penyalahgunaan. “Kalau tidak difasilitasi, akan ada penyalahgunaan. Kami berikan kemudahan untuk berzakat,” tambahnya. Ketua BAZNAS juga menuturkan bahwa saat ini sudah banyak kemudahan yang disediakan untuk masyarakat dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah, terutama melalui BAZNAS Kabupaten Bandung. Salah satunya adalah layanan pembayaran secara online serta melalui Aplikasi Sistem Informasi Pelayanan (SIP) BAZNAS. Ia berharap pertemuan ini tidak hanya sebatas sosialisasi, namun dapat mendorong langkah nyata dari para pengurus UPZ. “Harapannya setelah pertemuan ini ada aksi nyata terutama untuk Unit Pengumpul Zakat,” tuturnya. Senada dengan hal tersebut, Camat Margaasih Djoko Mardianto turut memberikan dukungan penuh terhadap penguatan UPZ di wilayahnya. Ia juga menceritakan pengalaman pribadinya mengenai besarnya manfaat zakat, infak, dan sedekah bagi masyarakat “Kita bersama-sama, ketua UPZ Kecamatan tidak bisa bekerja sendiri,” ujarnya. Sementara itu, Ketua UPZ Kecamatan Margaasih menyampaikan harapannya agar program-program yang dilaksanakan di tingkat kecamatan dapat selaras dengan kebijakan dan arahan dari BAZNAS Kabupaten Bandung. Dengan terlaksananya sosialisasi ini, diharapkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di Kecamatan Margaasih dapat semakin terkoordinasi, transparan, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. BAZNAS Kabupaten Bandung terus berkomitmen untuk mendorong penguatan UPZ sebagai garda terdepan dalam gerakan zakat di tingkat kecamatan dan desa.***
BERITA20/01/2026 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Serahkan Kunci Rumah Layak Huni di Cicalengka
BAZNAS Kabupaten Bandung Serahkan Kunci Rumah Layak Huni di Cicalengka
CICALENGKA, 19 JANUARI 2026 —BAZNAS Kabupaten Bandung kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB). Penyerahan kunci rumah dilaksanakan pada Senin, 19 Januari 2026, bertempat di Kampung Ciawitali RT 02 RW 08, Desa Tanjungwangi, Kecamatan Cicalengka. Kegiatan penyerahan tersebut dihadiri secara langsung oleh Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Abdul Rouf, yang menyerahkan kunci rumah kepada para penerima manfaat.Dalam keterangannya, H. Abdul Rouf menyampaikan bahwa program Rumah Layak Huni ini merupakan bagian dari program akhir tahun 2025 yang terealisasi pada awal tahun 2026. “Program ini merupakan program 2025 akhir, terealisasi di Januari awal 2026. Mudah-mudahan apa yang diterima, rumahnya menjadi rumah yang bermanfaat, rumah untuk jalan menuju surganya Allah,” ujarnya. Pada penyerahan kunci RLHB kali ini, terdapat dua penerima manfaat, yakni Lili dan Iwan Supriadi, yang keduanya berdomisili di Kampung Ciawitali, Desa Tanjungwangi, Kecamatan Cicalengka. Salah satu penerima manfaat mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh BAZNAS Kabupaten Bandung. “Hatur nuhun ka BAZNAS Kabupaten Bandung sudah membantu keluarga saya, mudah-mudahan semoga menjadi manfaat dan berkah untuk keluarga saya,” ucapnya. Program Rumah Layak Huni BAZNAS merupakan salah satu bentuk pendayagunaan zakat yang bertujuan menghadirkan hunian yang aman, sehat, dan layak bagi masyarakat kurang mampu. Melalui program ini, BAZNAS Kabupaten Bandung berharap dapat memberikan manfaat jangka panjang serta meningkatkan kualitas hidup para mustahik.***
BERITA19/01/2026 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
Sosialisasi BAZNAS Kabupaten Bandung dan Peresmian UPZ Yayasan Al Jumhuriyah Majalaya
Sosialisasi BAZNAS Kabupaten Bandung dan Peresmian UPZ Yayasan Al Jumhuriyah Majalaya
MAJALAYA, 15 JANUARI 2026 - BAZNAS Kabupaten Bandung melaksanakan kegiatan sosialisasi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sekaligus peresmian Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Yayasan Al Jumhuriyah Majalaya. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan acara Haul dan Tahlilan Jamaah Masjid Al Jumhuriyah Majalaya pada Kamis, 15 Januari 2026. Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Bandung juga menyerahkan Surat Keputusan (SK) resmi pembentukan UPZ kepada Yayasan Al Jumhuriyah sebagai bentuk legalitas dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di lingkungan yayasan. Kegiatan sosialisasi dan peresmian UPZ ini dihadiri oleh jajaran pengurus yayasan, tokoh masyarakat, serta jamaah Masjid Al Jumhuriyah terutama para siswa. BAZNAS Kabupaten Bandung diwakili langsung oleh Wakil Ketua I Bidang Penghimpunan, H. Jamjam Erawan. Dalam penyampaiannya, H. Jamjam Erawan menjelaskan pentingnya peran zakat, infak, dan sedekah dalam kehidupan umat Islam. “Salah satu rukun Islam yang belum berjaya terutama di Indonesia yaitu zakat infak sedekah,” ujarnya. Ia juga menyampaikan bahwa pada tahun 2026 ini, BAZNAS Kabupaten Bandung tengah menggencarkan sosialisasi ke berbagai elemen masyarakat. “Tahun 2026 ini kami sosialisasi ke UPZ Desa, serta UPZ Sekolah,” jelasnya. Lebih lanjut, H. Jamjam menekankan pentingnya tata kelola ZIS yang baik melalui mekanisme penghimpunan dan pelaporan yang terstruktur. “Hitung dana yang terkumpul, setorkan ke BAZNAS lalu sertakan kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan dan latih anak-anak untuk infak dan sedekah,” tuturnya. Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada Yayasan Al Jumhuriyah Majalaya yang dinilai memiliki semangat tinggi dalam pengelolaan ZIS. “Alhamdulillah di Majalaya termasuk pelopor, saya sudah serahkan SK dan harus menjadi penggerak zakat infak dan sedekah,” tambahnya. Dengan diresmikannya UPZ Yayasan Al Jumhuriyah, diharapkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di lingkungan Majalaya dapat berjalan lebih terorganisir, transparan, dan tepat sasaran. Keberadaan UPZ juga diharapkan mampu menjadi motor penggerak dalam menumbuhkan kesadaran berzakat di tengah masyarakat. BAZNAS Kabupaten Bandung berharap semakin banyak lembaga dan komunitas yang mengikuti langkah serupa, sehingga gerakan ZIS dapat semakin masif dan berdampak luas bagi kesejahteraan umat di Kabupaten Bandung.***
BERITA15/01/2026 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
Sosialisasi BAZNAS Kab Bandung di Workshop Peningkatan Kompetensi Kepala Sekolah SD Swasta Kabupaten Bandung 2026
Sosialisasi BAZNAS Kab Bandung di Workshop Peningkatan Kompetensi Kepala Sekolah SD Swasta Kabupaten Bandung 2026
SOREANG, 14 JANUARI 2026 - BAZNAS Kabupaten Bandung berkesempatan mengisi materi sosialisasi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dalam kegiatan Workshop Peningkatan Kompetensi Kepala Sekolah SD Swasta Kabupaten Bandung Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Ormas Soreang pada Rabu, 14 Januari 2026. Workshop ini diikuti oleh para kepala sekolah dasar swasta se-Kabupaten Bandung dan menjadi wadah peningkatan kapasitas sekaligus penguatan sinergi antar lembaga pendidikan. Kegiatan juga dimanfaatkan sebagai ruang silaturahmi dan kolaborasi antar pemangku kepentingan. Ketua Forum Komunikasi Kepala Sekolah Dasar Swasta Kab Bandung, H. Andris Fajar dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan media silaturahmi yang penting bagi para kepala sekolah. “Alhamdulillah bisa berkumpul di sini, juga disupport oleh BAZNAS,” ujarnya. Ia menambahkan, “Saya ingin forum komunikasi bisa berjalan, intinya silaturahmi.” Sementara itu, materi sosialisasi zakat, infak, dan sedekah disampaikan oleh Wakil Ketua I Bidang Penghimpunan BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Jamjam Erawan. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan hakikat zakat dan kaitannya dengan rezeki yang diterima oleh setiap individu. “Zakat merupakan manfaat yang akan terasa oleh banyak orang,” tuturnya. Ia juga menyampaikan, “Dalam rezeki atau harta kita ada bagian Allah. Berikanlah kepada hamba-hamba-Nya yang disebut asnaf zakat.” H. Jamjam Erawan turut menekankan pentingnya pengelolaan zakat yang terorganisir serta memiliki payung hukum yang jelas. Menurutnya, pengelolaan zakat tidak bisa dilakukan secara sembarangan. “Di dalam zakat perlu diorganisir, jika tidak bisa dikategorikan pungutan liar (pungli),” tegasnya. Ia menambahkan, “Jika memungut biaya dari siswa tanpa payung hukum terutama BAZNAS, maka bisa kena.” Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Bandung mendorong sekolah-sekolah untuk membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) sebagai wadah resmi penghimpunan dan penyaluran ZIS. “Kami hadir di sini mewadahi, mengorganisir, dan saya sarankan untuk sekolah-sekolah membuat Unit Pengumpul Zakat (UPZ),” ujarnya. Lebih lanjut, H. Jamjam Erawan menekankan pentingnya pelaporan dalam pengelolaan ZIS agar akuntabilitas dapat terjaga dengan baik. “Yang kami butuhkan pelaporan, baik penghimpunan maupun pendistribusian, supaya pertanggungjawabannya jelas dan transparan kepada masyarakat,” katanya. Ia menutup dengan menegaskan peran BAZNAS dalam pengelolaan zakat, “Kami ingin menjadi juru selamat dalam ibadah ma’liyah," pungkasnya. Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun pemahaman yang lebih baik mengenai pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di lingkungan sekolah, serta terjalin sinergi antara BAZNAS Kabupaten Bandung dan lembaga pendidikan dalam mendukung pengelolaan ZIS yang tertib, aman, dan sesuai regulasi.***
BERITA14/01/2026 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
Sosialisasi Zakat, Infak, dan Sedekah BAZNAS Kabupaten Bandung di SMPN 2 Paseh
Sosialisasi Zakat, Infak, dan Sedekah BAZNAS Kabupaten Bandung di SMPN 2 Paseh
PASEH, 12 JANUARI 2026 - BAZNAS Kabupaten Bandung berkesempatan melaksanakan kegiatan sosialisasi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di SMPN 2 Paseh pada Senin, 12 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya BAZNAS dalam memperluas pemahaman dan penguatan pengelolaan ZIS di lingkungan pendidikan. Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Bandung diwakili oleh Asrofil Anam selaku Ketua Bagian Penghimpunan. Sosialisasi ini diikuti oleh pihak sekolah dengan antusias sebagai bentuk dukungan terhadap pengelolaan ZIS yang lebih terarah dan terkoordinasi. Melalui sosialisasi ini, SMPN 2 Paseh didorong untuk membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) sekolah. Pembentukan UPZ diharapkan dapat menjadi sarana penghimpunan zakat, infak, dan sedekah secara optimal, sekaligus memastikan penyalurannya berjalan dengan baik, transparan, dan tepat sasaran. Selain mendorong pembentukan UPZ, kegiatan sosialisasi ini juga menekankan pentingnya peran lembaga pendidikan dalam menanamkan nilai kepedulian sosial kepada peserta didik. Sekolah dinilai memiliki posisi strategis dalam membangun kesadaran berzakat, berinfak, dan bersedekah sejak usia dini melalui edukasi dan praktik yang berkelanjutan. Pengelolaan ZIS melalui UPZ sekolah diharapkan dapat mendukung program-program sosial yang bermanfaat, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat sekitar. Dengan pengelolaan yang terstruktur, ZIS tidak hanya berfungsi sebagai ibadah individual, tetapi juga sebagai instrumen pemberdayaan dan solidaritas sosial. BAZNAS Kabupaten Bandung terus mendorong sinergi dengan berbagai unsur, termasuk lembaga pendidikan, dalam rangka memperluas jaringan penghimpunan ZIS. Kolaborasi ini menjadi bagian dari strategi penguatan tata kelola zakat yang profesional, akuntabel, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan umat. Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan terbangun komitmen bersama antara BAZNAS Kabupaten Bandung dan SMPN 2 Paseh untuk mendukung pengelolaan ZIS yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat kontribusi dunia pendidikan dalam pembangunan sosial dan kemanusiaan di Kabupaten Bandung.***
BERITA12/01/2026 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Laporkan Pengelolaan Zakat 2025 dalam Siraman Rohani Pemkab Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Laporkan Pengelolaan Zakat 2025 dalam Siraman Rohani Pemkab Bandung
SOREANG, 6 JANUARI 2026 — BAZNAS Kabupaten Bandung melaporkan pengelolaan zakat tahun 2025 dalam kegiatan Siraman Rohani yang digelar Pemerintah Kabupaten Bandung di Gedung Moh Toha, Selasa (6/1/2026). Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS melalui Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Yusuf Ali Tantowi, menyampaikan laporan kinerja penghimpunan dan pendistribusian zakat sepanjang tahun 2025 kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN) Kabupaten Bandung yang mengikuti kegiatan secara luring maupun daring. Pada tahun 2025, penghimpunan zakat, infak, dan sedekah berhasil mencapai target yang telah ditetapkan sebesar Rp17 miliar dan bahkan melampaui capaian tersebut hingga Rp17,5 miliar. Capaian ini menunjukkan tingginya partisipasi ASN dan masyarakat Kabupaten Bandung dalam mendukung pengelolaan zakat melalui BAZNAS. Sementara itu, dari sisi pendistribusian, BAZNAS Kabupaten Bandung telah menyalurkan dana zakat kepada sekitar 23 ribu penerima manfaat. Penyaluran tersebut masih akan terus berjalan, khususnya untuk program pembayaran insentif dan BPJS, bantuan bagi takmir dan marbot masjid, program rumah tidak layak huni (rutilahu), bantuan berbasis proposal, serta donasi untuk penanganan kebencanaan. Kegiatan Siraman Rohani ini turut dihadiri oleh Bupati Bandung H. M. Dadang Supriatna bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Bandung serta seluruh ASN se-Kabupaten Bandung. Momentum ini menjadi sarana penguatan sinergi antara Pemkab Bandung dan BAZNAS dalam mewujudkan pengelolaan zakat yang transparan, akuntabel, dan berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat.***
BERITA06/01/2026 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
Deklarasi Kepala Sekolah Menuju Indonesia Emas 2045, Bupati Bandung Apresiasi Terobosan BAZNAS
Deklarasi Kepala Sekolah Menuju Indonesia Emas 2045, Bupati Bandung Apresiasi Terobosan BAZNAS
SOREANG, 30 DESEMBER 2025 — Kegiatan Deklarasi Kepala Sekolah Menuju Indonesia Emas 2045 digelar di SMP Negeri 1 Soreang dan dihadiri langsung oleh Bupati Bandung, Ketua PGRI Kabupaten Bandung, para Camat dari Kecamatan Soreang, Kutawaringin, Cangkuang, Pasirjambu, Ciwidey, dan Rancabali, serta seluruh kepala sekolah dari Subrayon 1, 3, dan 4. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi dunia pendidikan dengan berbagai pihak untuk menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas. Dalam sambutannya, Bupati Bandung mengapresiasi kinerja BAZNAS Kabupaten Bandung yang dinilai telah melakukan berbagai terobosan dalam mendukung kesuksesan program-program Pemerintah Daerah, khususnya di sektor pendidikan dan penguatan karakter generasi muda. Ia menilai kolaborasi antara BAZNAS dan satuan pendidikan merupakan langkah strategis yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Bandung. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung menekankan bahwa pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di sekolah merupakan salah satu strategi penting dalam mendukung penguatan karakter religius sekaligus meningkatkan prestasi sekolah. Menurutnya, keberadaan UPZ tidak hanya berfungsi sebagai sarana pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang tertib dan transparan, tetapi juga menjadi nilai tambah dalam penilaian kinerja dan prestasi sekolah. Melalui UPZ, sekolah dinilai mampu menunjukkan komitmen terhadap pendidikan karakter, kepedulian sosial, serta implementasi nilai-nilai keagamaan secara nyata di lingkungan pendidikan. Kegiatan deklarasi ini diharapkan menjadi tonggak penguatan peran sekolah sebagai pusat pembentukan karakter generasi bangsa, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045, serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia pendidikan, dan BAZNAS Kabupaten Bandung dalam membangun peradaban yang berkeadilan dan berkeberkahan.***
BERITA30/12/2025 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
BAZNAS Kabupaten Bandung dan MUI Gelar Roadshow Kaderisasi Ulama Berbasis Desa di Cicalengka
BAZNAS Kabupaten Bandung dan MUI Gelar Roadshow Kaderisasi Ulama Berbasis Desa di Cicalengka
CICALENGKA, 30 DESEMBER 2025 - BAZNAS Kabupaten Bandung dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bandung bekerja sama mengadakan roadshow kaderisasi ulama berbasis desa untuk ketiga kalinya. Acara di Pesantren Al Huda, Cicalengka, dihadiri Sekda Kabupaten Bandung H. Cakra Amiyana, Asisten Pemkesra H. Erwin Rinaldi, Wakil Ketua 4 BAZNAS Kabupaten Bandung H. Sarnapi, Kabag Kesra H. Dian Wardana, Ketua Umum MUI Kabupaten Bandung KH. Yayan Hasuna Hudaya, Ketua FKUB Ustaz H. Erry Ridwan Latief, para camat dan ketua MUI kecamatan. Menurut ketua panitia, KH. Mamat Saeful Qadir, roadshow ini diikuti para ketua MUI kecamatan dan perwakilan MUI Desa serta kepala KUA di 10 kecamatan di wilayah timur. "Roadshow yang dikhususkan untuk pemulasaraan jenazah ini diawali niat dari Pak Bupati yang ingin membentuk kader di desa-desa yang bisa melakukan pemulasaraan jenazah. Karena jangan sampai ada jenazah yang tak diurus," ucapnya. Sedangkan H. Cakra mengatakan, pemahaman keagamaan sudah mendesak di masyarakat dengan dorongan dari Pemkab Bandung. "Seperti memberikan insentif guru ngaji yang terbesar di Indonesia karena anggarannya mencapai Rp109 miliar," katanya yang menambahkan adanya insentif untuk ustaz dan Ustazah yang dikelola BAZNAS Kabupaten Bandung. Sekda menambahkan, pelatihan pemulasaraan jenazah ini merupakan ketiga kalinya setelah dari peluncuran Program di Gedung Ormas Islam dan Pesantren Al Ihsan Baleendah. "Kalau satu desa ada 10.000 penduduk sehingga kita hitung kasar ada 40 orang yang meninggal per harinya. Tentu ini membutuhkan tenaga pemulasaraan jenazah," ucapnya. H. Sarnapi menambahkan, dukungan BAZNAS terhadap pendanaan roadshow ini sebagai bentuk kepedulian dan perhatian kepada pembentukan kader untuk pemulasaraan jenazah. "Jangan sampai ada warga yang meninggal dunia dan tidak ada mampu mengurusnya dengan benar sesuai ajaran Islam," katanya.***
BERITA30/12/2025 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
Rapat Kerja BAZNAS Kabupaten Bandung Bahas Pengesahan Program dan Proyeksi 2026
Rapat Kerja BAZNAS Kabupaten Bandung Bahas Pengesahan Program dan Proyeksi 2026
PANGANDARAN, SABTU 27 DESEMBER 2025 - BAZNAS Kabupaten Bandung menggelar Rapat Kerja (Raker) dalam rangka pengesahan program kerja tahun 2026 di Pangandaran, Sabtu 27 Desember 2025. Rapat kerja ini menjadi puncak dari rangkaian perencanaan yang telah dilakukan sejak awal tahun sebagai langkah strategis dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Yusuf Ali Tantowi, menyampaikan bahwa persoalan utama dalam pengelolaan zakat terletak pada aspek manajemen. Menurutnya, raker ini menjadi momentum untuk menjawab tantangan tersebut melalui perencanaan yang matang. "Problem utamanya pengelolaan zakat adalah manajemen. Hari ini kita ingin menjawab problem itu, BAZNAS Kab. Bandung berusaha mengelola ZIS dengan baik sehingga 2026 betul-betul kita rencanakan," ujarnya. Ia menambahkan bahwa raker ini merupakan hasil dari proses perencanaan yang telah dirancang sejak awal. "Hari ini merupakan hasil dari rangkaian yang sejak awal kita rencanakan. Kita putuskan, mudah-mudahan apa yang kita programkan di 2026 berjalan dengan baik," sambungnya. Pada kesempatan tersebut, H. Yusuf Ali Tantowi juga mengapresiasi kinerja penghimpunan ZIS sepanjang tahun 2025. "Kami apresiasi kinerja penghimpunan di 2025, atas kegigihan tim target bukan hanya tercapai tapi bisa terlampaui," tuturnya. Wakil Ketua I Bidang Penghimpunan, H. Jamjam Erawan, menekankan pentingnya membangun sinergitas antarbagian dalam tubuh BAZNAS. "Bangun sinergitas, ini adalah kesatuan utuh yang tidak bisa dipisahkan. Rapat kerja bagian tak terpisahkan dari kewajiban kita," katanya. Sementara itu, Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian, H. Abdul Rouf, menyampaikan optimisme terhadap capaian penghimpunan ke depan. "Saat ini kita sudah mencapai target penghimpunan, mudah-mudahan peningkatan penghimpunan tetap naik. Berkat kerja sama semua divisi, setiap target yang kita tentukan dari tahun ke tahun tercapai semuanya," ujarnya. Wakil Ketua IV Bidang SDM, Administrasi, dan Umum, H. Sarnapi, menyoroti pentingnya peningkatan kedisiplinan dan kepatuhan terhadap aturan internal pada tahun 2026. Ia menegaskan perlunya penguatan pelaksanaan SOP serta ketaatan terhadap anggaran. "Untuk 2026 kita harus tingkatkan kedisiplinan dan pelaksanaan SOP. Ketaatan terhadap anggaran, baik pemakaian DBO dan formulasi terhadap kecamatan, serta honor amilin dan amilat supaya lebih terasa keadilannya," pungkasnya. Melalui raker ini, BAZNAS Kabupaten Bandung berharap seluruh program kerja tahun 2026 dapat berjalan optimal dan berdampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.***
BERITA27/12/2025 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS Awards Kabupaten Bandung 2025, Apresiasi Penggerak Zakat dan Kebaikan
BAZNAS Awards Kabupaten Bandung 2025, Apresiasi Penggerak Zakat dan Kebaikan
SOREANG, 23 DESEMBER 2025 - BAZNAS Kabupaten Bandung menyelenggarakan BAZNAS Awards Kabupaten Bandung 2025 pada Selasa, 23 Desember 2025, bertempat di Gedung Budaya Soreang. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Bandung H. M. Dadang Supriatna, Pimpinan BAZNAS RI KH. Achmad Sudrajat, Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi Jawa Barat KH. Zaki Hilmi, Polresta Bandung, KODIM 0624 Kabupaten Bandung, Plt Kepala Kemenag Kabupaten Bandung H. Asep Saepulloh, Forkopimda Kabupaten Bandung, perwakilan MUI dan organisasi kemasyarakatan, serta para nominator penerima penghargaan. Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Yusuf Ali Tantowi, menyampaikan bahwa BAZNAS Awards bukan sekadar agenda seremonial, melainkan wujud komitmen nilai dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di Kabupaten Bandung. “BAZNAS Awards ini bukan hanya sekadar seremoni penghargaan, akan tetapi merupakan pernyataan nilai bahwa di Kabupaten Bandung kita meyakini satu hal penting, kebaikan yang dikelola dengan benar akan menghasilkan perubahan yang nyata,” ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa zakat dan sedekah tidak akan mengurangi harta seorang muzaki. “Sedekah dan zakat tidak akan mengurangi harta. Kita selalu berat untuk mengeluarkan karena menganggap harta akan berkurang, padahal esensinya di hadapan Allah justru bertambah,” ungkapnya. Dalam kesempatan tersebut, H. Yusuf Ali Tantowi menyampaikan capaian penghimpunan ZIS BAZNAS Kabupaten Bandung yang terus menunjukkan tren positif. “Sebagai bentuk laporan, setelah turunnya Perbup, penghimpunan kami meningkat. Sebelumnya 6 miliar, kemudian naik menjadi 10 miliar. Tahun 2024 kami menghimpun 12,2 miliar, dan di tahun 2025 ini Alhamdulillah sudah terhimpun 16,7 miliar,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa capaian tersebut merupakan hasil sinergi ulama, umara, dan agniya. “Ini berkat sinergitas para ulama, umara, dan agniya. Kami menghaturkan terima kasih setinggi-tingginya atas nama mustahik kepada para agniya yang telah menitipkan amanah zakat, infak, dan sedekahnya kepada BAZNAS Kabupaten Bandung,” katanya. Pimpinan BAZNAS RI, KH. Achmad Sudrajat, yang hadir mewakili Ketua BAZNAS RI, menyampaikan bahwa BAZNAS memiliki dua tugas utama. “Ada dua tugas BAZNAS, yaitu mengefektifkan dan mengefisiensikan gerakan zakat serta mengentaskan kemiskinan dan membangun kesejahteraan umat,” ujarnya. Ia juga memaparkan besarnya potensi zakat nasional yang belum tergarap secara optimal. “Potensi zakat di Indonesia mencapai 400 triliun rupiah, setara dengan sekitar 10 persen anggaran Kementerian Sosial. Namun yang baru terhimpun pada 2025 sekitar 41 triliun rupiah. Tata kelolanya masih perlu diformulasikan dengan lebih baik,” jelasnya. KH. Achmad Sudrajat berharap BAZNAS Kabupaten Bandung dapat menjadi contoh pelayanan zakat yang profesional. “Insya Allah dengan kebersamaan ini, persoalan di masyarakat dapat terselesaikan dengan baik. Kami berharap BAZNAS Kabupaten Bandung bisa menjadi contoh dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” tambahnya. Sementara itu Bupati Bandung H. M. Dadang Supriatna menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan BAZNAS Awards 2025. “BAZNAS Awards ini merupakan pemantik semangat untuk terus berinovasi, meningkatkan integritas, dan memperluas manfaat zakat bagi masyarakat,” ujarnya. Ia berharap penghargaan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi lebih banyak pihak. “Semoga penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus menebar keberkahan dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk terlibat dalam gerakan zakat,” katanya. Bupati Bandung juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bandung dalam mendukung penguatan tata kelola zakat. “Pemerintah Kabupaten Bandung terus berkomitmen mendukung penguatan tata kelola zakat yang akuntabel, transparan, dan berdampak. BAZNAS sudah bergerak di bidang sosial yang sangat relevan dengan program pemerintah pusat maupun daerah,” tuturnya. Lebih lanjut, ia menyoroti peran BAZNAS dalam membantu masyarakat, khususnya di bidang kesehatan dan ekonomi. “Alhamdulillah saat ini rasa aman dan kenyamanan bagi masyarakat yang membutuhkan, terutama di bidang kesehatan, sudah mulai dirasakan. Insya Allah BAZNAS siap dan berkomitmen untuk terus memberikan bantuan,” ucapnya. Ia juga mengajak BAZNAS untuk terus mendorong peningkatan ekonomi masyarakat. “Saya mengajak BAZNAS untuk mendorong peningkatan ekonomi inklusif, bukan hanya di tataran elite, tetapi langsung ke grass root. Terutama bagi masyarakat desil satu dan desil dua, agar ekonomi masyarakat Kabupaten Bandung bisa meningkat,” pungkasnya.***
BERITA23/12/2025 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
Rapat Kerja 2026 BAZNAS Kabupaten Bandung Digelar, Perkuat Evaluasi dan Perencanaan Program
Rapat Kerja 2026 BAZNAS Kabupaten Bandung Digelar, Perkuat Evaluasi dan Perencanaan Program
SOREANG, 16 DESEMBER 2025 - BAZNAS Kabupaten Bandung menggelar Rapat Kerja (Raker) Tahun 2026 di Aula BAZNAS Kabupaten Bandung pada Selasa, 16 Desember 2025. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Pimpinan BAZNAS Kabupaten Bandung, Dewan Pengawas, serta perwakilan Kementerian Agama dan Pemerintah Kabupaten Bandung. Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Yusuf Ali Tantowi, menyampaikan bahwa pelaksanaan rapat kerja merupakan bentuk keseriusan BAZNAS dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah secara profesional dan akuntabel. “Ini wujud keseriusan kami mengelola BAZNAS. Pemerintah hadir bahwa zakat dikelola dengan baik,” ungkapnya. Ia menegaskan bahwa BAZNAS Kabupaten Bandung terus berupaya menjadi lembaga tumpuan masyarakat dalam pengelolaan ZIS, serta memastikan program-program yang dirancang dapat memberikan manfaat luas bagi mustahik. “Hari ini kita berdiskusi tentang program-program yang akan dilaksanakan 2026,” jelasnya. Plt. Kepala Kementerian Agama Kabupaten Bandung sekaligus Dewan Pengawas BAZNAS, H. Asep Saefulloh, menyampaikan bahwa BAZNAS merupakan mitra strategis Kementerian Agama dan pemerintah daerah, khususnya dalam penguatan pengumpulan zakat melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ). “BAZNAS merupakan mitra Kemenag dan pemerintah daerah. Kami selalu berkolaborasi kaitan dengan pengumpulan UPZ,” tuturnya. Ia juga mengapresiasi sinergi yang selama ini terjalin dengan baik antara BAZNAS dan para pemangku kepentingan. “Selama ini kolaborasi terjalin rapi. Terima kasih, selamat mengikuti raker. Mudah-mudahan BAZNAS semakin maju dan dilancarkan,” katanya. Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Bandung sekaligus Dewan Pengawas BAZNAS, H. Erwin Rinaldi, memberikan apresiasi atas kinerja dan capaian BAZNAS Kabupaten Bandung yang dinilainya sangat positif. “Mudah-mudahan kehadiran kami dapat menunjang, mendorong tugas-tugas yang ada di BAZNAS,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa zakat, infak, dan sedekah memiliki peran strategis sebagai salah satu pilar perekonomian umat, khususnya di Kabupaten Bandung. “Zakat dan infak sedekah salah satu pilar perekonomian umat utamanya di Kabupaten Bandung. Kalau pengelolaannya transparan, akuntabel insya Allah ini akan jadi tulang punggung perekonomian masyarakat,” pungkasnya. Rapat Kerja 2026 BAZNAS Kabupaten Bandung diharapkan dapat menghasilkan perencanaan program yang lebih terarah, berdampak, dan berkelanjutan, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat di Kabupaten Bandung.***
BERITA16/12/2025 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
Penguatan UPZ, BAZNAS Kab. Bandung Lakukan Sosialisasi ZIS di Paseh
Penguatan UPZ, BAZNAS Kab. Bandung Lakukan Sosialisasi ZIS di Paseh
PASEH, 10 DESEMBER 2025 – BAZNAS Kabupaten Bandung menghadiri kegiatan sosialisasi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang digelar di Gedung Serbaguna Kecamatan Paseh. Kegiatan ini diinisiasi oleh Forum Komunikasi Ulama dan Umara (FK UU) Paseh bersama Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kecamatan Paseh. Sosialisasi menghadirkan narasumber Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Jamjam Erawan, yang memberikan sejumlah arahan terkait pentingnya optimalisasi potensi ZIS di wilayah Paseh. Hadir pula UPZ Kecamatan Paseh, FK UU, serta tokoh masyarakat setempat. Dalam pemaparannya, H. Jamjam menyampaikan bahwa potensi ZIS utamanya di Kecamatan Paseh masih perlu digali lebih maksimal agar manfaatnya lebih luas. "Kami belum bisa mendistribusikan yang banyak, sebab potensi belum tergali secara maksimal," ujarnya. Ia juga mengajak UPZ kecamatan dan desa untuk mulai menyusun target penghimpunan. "Kami mengharapkan terutama kepada UPZ kecamatan dan desa untuk membuat target," katanya. Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya menunaikan ZIS melalui lembaga resmi agar aman dan dapat disalurkan secara merata. "Zakat infak sedekah melalui lembaga relatif lebih aman dan bisa dibagi ke tempat yang lain," ucapnya. H. Jamjam juga meminta UPZ untuk lebih tertib dalam pengumpulan dan pelaporan. "Kumpulkan, kemudian laporkan ke BAZNAS lalu tuliskan apa saja kebutuhan dan program-program dari UPZ," jelasnya. Dirinya menambahkan bahwa tata kelola masjid juga akan ditingkatkan secara bertahap. "Lambat laun ke depan di masjid akan seperti itu, kita bisa buatkan standar misalnya untuk khatib Jumat," pungkasnya. BAZNAS Kabupaten Bandung berharap kegiatan ini dapat memperkuat peran UPZ dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menunaikan ZIS melalui lembaga resmi demi kemaslahatan bersama.***
BERITA10/12/2025 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Gerak Cepat Bantu Tangani Banjir Dayeuhkolot dan Pencarian Korban Longsor Arjasari
BAZNAS Kabupaten Bandung Gerak Cepat Bantu Tangani Banjir Dayeuhkolot dan Pencarian Korban Longsor Arjasari
ARJASARI, 9 DESEMBER 2025 - BAZNAS Tanggap Bencana Kabupaten Bandung kembali melakukan respons cepat terhadap rangkaian bencana yang terjadi pada awal Desember 2025. Tiga kejadian yang ditangani meliputi banjir di Dayeuhkolot, longsor di Arjasari, serta pembersihan pasca banjir di Kutawaringin. Evakuasi Warga Dayeuhkolot (5 Desember 2025) Pada Jumat, 5 Desember 2025, banjir menggenangi Desa Dayeuhkolot dengan ketinggian mencapai sekitar 1,5 meter. BAZNAS Tanggap Bencana menurunkan armada perahu untuk mengevakuasi ratusan warga yang terdampak. Selain evakuasi penyelamatan, tim juga membantu pengantaran jenazah warga Kampung Bojong Asih yang aksesnya terputus karena banjir. Operasi Pencarian Longsor Arjasari (7 Desember 2025) Pada Minggu, 7 Desember 2025, BAZNAS membantu proses pencarian korban longsor di Kampung Condong, Desa Wargaluyu, Kecamatan Arjasari. Longsor terjadi pada 5 Desember akibat curah hujan tinggi dan kondisi lereng yang labil. Material longsor menimpa beberapa rumah warga dan mengakibatkan tiga orang hilang. Tim BAZNAS ikut serta dalam pencarian bersama unsur SAR lainnya. Ratusan warga turut mengungsi karena lokasi dinilai masih rawan longsor susulan. Pemulihan Pasca Banjir di Kutawaringin (9 Desember 2025) Selasa, 9 Desember 2025, BAZNAS melaksanakan pembersihan lumpur sisa banjir di Muara Cikambuy, Desa Pameuntasan, Kecamatan Kutawaringin. Selain kerja bakti, tim juga menyalurkan alat kebersihan untuk membantu warga mempercepat proses pemulihan. Ajakan Bersedekah BAZNAS Kabupaten Bandung mengajak masyarakat untuk bersama-sama membantu penanganan bencana. Donasi yang masuk akan disalurkan untuk korban bencana di Kabupaten Bandung maupun wilayah lain di Indonesia yang membutuhkan. Di lokasi, BAZNAS juga membuka Stand Hangat yang menyediakan kopi, teh, dan air panas bagi warga.***
BERITA09/12/2025 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
BAZNAS Kab. Bandung Gelar Sosialisasi ZIS dan Pembinaan UPZ di Kecamatan Cangkuang
BAZNAS Kab. Bandung Gelar Sosialisasi ZIS dan Pembinaan UPZ di Kecamatan Cangkuang
CANGKUANG, KAMIS 4 DESEMBER 2025 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung melaksanakan kegiatan sosialisasi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) sekaligus pembinaan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di wilayah Kecamatan Cangkuang. Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Cangkuang dan dihadiri oleh Camat Cangkuang Rudy Hartono, para kepala desa, tokoh masyarakat, serta para pengurus UPZ. Kegiatan ini menghadirkan Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Jamjam Erawan, M.A.P., yang memberikan pemaparan mengenai penguatan kelembagaan UPZ dan optimalisasi penghimpunan ZIS di tingkat kecamatan dan desa. Dalam sambutannya, H. Jamjam Erawan menyampaikan apresiasi atas antusiasme para peserta. “Terima kasih sudah hadir, semoga kehadiran bapak ibu bisa membawa perubahan di masyarakat,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa pengelolaan ZIS harus dilakukan secara terstruktur dan terorganisir agar manfaatnya semakin dirasakan luas oleh masyarakat. “Zakat infak sedekah perlu diorganisir. Alhamdulillah dari 12 miliar, banyak manfaat yang telah disalurkan,” ungkapnya. Sebagai informasi, BAZNAS Kabupaten Bandung berhasil menghimpun Rp 12 miliar pada tahun 2024 dan menargetkan Rp 17 miliar pada tahun 2025. H. Jamjam juga menekankan pentingnya peran UPZ dalam mendukung pencapaian target tersebut. “Kami sangat berharap UPZ mendorong di desa dan kecamatan. Kita harus tahu berapa jumlah muzakki dan mustahik supaya memudahkan dalam penghimpunan ZIS-nya,” tambahnya. Sementara itu, Camat Cangkuang, Rudy Hartono, menegaskan pentingnya keberadaan UPZ sebagai lembaga yang mengelola dana zakat secara profesional. “Keberadaan UPZ merupakan lembaga yang sangat penting, mengelola zakat, infak, sedekah secara profesional,” jelasnya. Ia juga berharap UPZ dapat memberikan edukasi yang lebih kuat kepada masyarakat. "Kami berharap para pengurus UPZ bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat,” tuturnya. Rudy meyakini bahwa ZIS dapat menjadi kekuatan besar bila dikelola dengan optimal. “Apabila ZIS dikelola dengan baik bisa menjadi kekuatan,” ujarnya. “Kami mendorong para UPZ kecamatan maupun desa untuk bisa menggali potensi ZIS,” pungkasnya. Melalui sosialisasi ini, BAZNAS Kabupaten Bandung berharap UPZ di wilayah Cangkuang semakin kuat secara kelembagaan dan mampu berkontribusi besar dalam peningkatan penghimpunan ZIS serta pemberdayaan masyarakat.***
BERITA04/12/2025 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung, TP PKK, dan Bupati Bandung Luncurkan Program Geber Tuntas untuk Percepatan Penurunan Stunting
BAZNAS Kabupaten Bandung, TP PKK, dan Bupati Bandung Luncurkan Program Geber Tuntas untuk Percepatan Penurunan Stunting
SOREANG, 28 November 2025 – Pemerintah Kabupaten Bandung resmi meluncurkan program Geber Tuntas (Gerakan Bersama Turunkan Angka Stunting) dan Gerakan Konsumsi Sayur dan Telur (GEKKSOR). Kegiatan ini digelar di Kantor Kecamatan Soreang, Jumat (28/11/2025), sebagai langkah percepatan penanganan stunting serta dukungan gizi bagi ibu hamil dengan kondisi KEK (Kekurangan Energi Kronis). Acara dihadiri oleh Bupati Bandung H. M. Dadang Supriatna, Ketua TP PKK Kabupaten Bandung Hj. Emma Detty, unsur Forkopimcam, para kepala desa, dan tokoh masyarakat. Dari BAZNAS Kabupaten Bandung hadir Ketua H. Yusuf Ali Tantowi, Wakil Ketua II H. Abdul Rouf, dan Wakil Ketua IV H. Sarnapi. Dalam sambutannya, Ketua TP PKK Kabupaten Bandung Hj. Emma Detty menegaskan bahwa peluncuran program ini merupakan bukti nyata kolaborasi antara ASN dan BAZNAS dalam menangani persoalan stunting. “Ini merupakan bukti nyata kolaborasi antara ASN dan BAZNAS, bahwa dibutuhkan aksi nyata,” ujarnya. "Apresiasi dan terima kasih kepada BAZNAS, khususnya kepada ASN yang melalui BAZNAS menyalurkan zakat profesinya untuk membantu anak-anak kategori stunting dan ibu hamil,” tambahnya. Ia menyampaikan bahwa program ini menjadi pilot project yang dimulai dari Kecamatan Soreang. "Alhamdulillah, ini membuktikan kita harus menunjukkan kepedulian menurunkan angka stunting sampai tuntas. Hari ini kita launching pilot project di Kecamatan Soreang, yang kita berikan telur, sayur, dan susu. Harapannya ini diikuti kecamatan lainnya,” ungkapnya. “Kami meminta juga kepada BAZNAS beralih tempat ke kecamatan lainnya.” Sementara itu, Bupati Bandung H. M. Dadang Supriatna memberikan apresiasi khusus kepada BAZNAS yang telah berkolaborasi dalam menghimpun dan menyalurkan dana ZIS ASN. “Terima kasih kepada BAZNAS yang sudah berkolaborasi. BAZNAS ini adalah salah satu yang menampung ZIS-nya ASN,” ujarnya. "Tentu terima kasih kepada ASN yang rutin setiap bulan, tanpa ada paksaan. Semoga senantiasa mendapat pahala dari Allah SWT,” katanya. Bupati menegaskan bahwa launching ini bukan sekadar seremoni, tetapi awal dari gerakan berkelanjutan yang selaras dengan program pemerintah pusat. "Launching bukan hari ini saja. Program gerakan bersama ini harus tetap berjalan, didorong dan dibantu program Presiden Prabowo (MBG),” jelasnya. Dengan penuh optimisme, Bupati menyampaikan target besar Kabupaten Bandung. “Saya meyakini di 2026 angka stunting ini bisa zero. Ini harus disosialisasikan kepada seluruh kecamatan dan kepala desa. Buatkan juga Perbupnya supaya bisa terorganisir,” tegasnya. BAZNAS Kabupaten Bandung menyatakan siap meneruskan dukungan terhadap seluruh program percepatan penanganan stunting, terutama melalui pemanfaatan dana ZIS yang dihimpun dari ASN dan masyarakat.*** --- Ayo dukung program-program kemaslahatan Kabupaten Bandung dengan menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kabupaten Bandung. Bersama, kita hadirkan kebaikan yang nyata untuk umat.
BERITA28/11/2025 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Bandung.

Lihat Daftar Rekening →