WhatsApp Icon
Senam Syar'i di  RW 04 Mulyasari Diwarnai Santunan Anak Yatim Piatu dari BAZNAS Kabupaten Bandung

KABUPATEN BANDUNG - Senam Sehat Mulyasari (SSM) berkesempatan untuk menggelar acara spesial senam bertajuk "Senam Syar'i sambil Berbagi" di lapangan RT 05 RW 04 Mulyasari desa Gandasari, Sabtu (26/9/2026).

Dalam senam tersebut dua istruktur dihadirkan untuk menyemangati para pesenam tersebut.  Bahkan selain pesenan yang hadir, para pengurus RT dan RW dan Karang taruna  setempat pun hadir menyaksikan penyerahan santunan bagi anak Yatim/piatu dari BAZNAS Kabupaten Bandung. 

Ketua Umum BAZNAS Kabupaten Bandung KH Yusuf Ali Tantowi yang diwakili pengurusnya, H.Sarnapi mengatakan pemberian santunan itu merupakan kepedulian dari BAZNAS Kabupaten Bandung. 

"Alhamdulillah hari ini BAZNAS kabupaten Bandung hadir di tengah - tengah   masyarakat RW 04 Mulyasari untuk mendukung kegiatan senam Syar'i. Bahkan anak Yatim dan Piatu dihadirkan untuk menerima manfaat dari BAZNAS. Karenanya saya mengucapkan terima kasih kepada penyelenggara senam dan pengurus RW, yang telah mengundang BAZNAS untuk berbagi dengan yatim," terang H Sarnapi. 

Sementara Ketua RW 04 Mulyasari Dadang Ongky, juga mengucapkan hal sama kepada pengurus BAZNAS kabupaten Bandung. 

"Kamibsangat bersyukur bahwa senam kali ini diwarnai dengan pengarahan santunan oleh BAZNAS kabupaten Bandung. Sehingga pada senam ini tidak hanya berolahraga, tetapi juga ada sisi sosialnya yakni menyantuni puluhan  anak Yatim dan piatu warga RW 04 Mulyasari desa Gandasari," tandas Ongky 

Senam Syar'i adalah seolah kegiatan senam yang merupakan kolaborasi antara penyelenggara senam sehat Mulyasari dengan BAZNAS. Senam ini agak berbeda dengan senam lainnya, karena dalam senam Syar'i ada hal- hal khusus dalam pelaksanannya. Misalnya pakaian pesenam tidak terlalu ketat dan gerakan para pesenam yang dipandu instrukturnya pun lebih kepada gerakan gerakan senam islami. 

Hal itu ditegaskan Apih Igun penyelanggara senam sehat Mulyasari kepada wartawan, Senin (28/9/2026).

"Kegiatan senam ini memang lebih menjunjung tinggi nilai nilai keislamannya. pakaian yang syar'i serta gerakan senam yang islami menjadi syarat utama senam Syar'i ini," pungkasnya.***

30/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
Wakil Bupati dan BAZNAS Kabupaten Bandung Dukung Penyandang Thalasemia

KABUPATEN BANDUNG — Pemerintah Kabupaten Bandung bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung menunjukkan kepedulian terhadap penyandang thalasemia yang tergabung dalam Relawan Donor Darah Thalasemia Indonesia (REDTI) Kabupaten Bandung.

Dukungan tersebut disampaikan dalam kegiatan yang dihadiri Wakil Bupati Bandung, Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Bandung H. Abdul Rouf serta perwakilan Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bandung.

Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat perhatian terhadap anak-anak penyandang thalasemia yang membutuhkan dukungan dalam menjalani pengobatan dan aktivitas sehari-hari. Perhatian tersebut tidak hanya berkaitan dengan aspek kesehatan, tetapi juga kondisi sosial dan ekonomi yang turut dirasakan oleh keluarga.

Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Abdul Rouf menyampaikan dukungan kepada para penyandang thalasemia beserta keluarganya. Ia menilai diperlukan kepedulian dan sinergi berbagai pihak untuk membantu meringankan tantangan yang dihadapi mereka.

Menurutnya, persoalan thalasemia tidak hanya berkaitan dengan layanan kesehatan, tetapi juga memiliki dimensi sosial dan kemanusiaan. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, BAZNAS, organisasi masyarakat, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi penting agar perhatian terhadap penyandang thalasemia dapat terus diperkuat.

Sementara itu, REDTI Kabupaten Bandung berharap penyandang thalasemia dapat memperoleh perhatian yang berkelanjutan dan menjadi bagian dari program Pemerintah Kabupaten Bandung. Hal tersebut berkaitan dengan kebutuhan pengobatan dan transfusi darah yang harus dijalani secara rutin dalam jangka panjang.

Perhatian juga diharapkan tidak berhenti pada aspek kesehatan. Kondisi keluarga penyandang thalasemia turut menjadi perhatian karena proses pengobatan yang rutin dapat menimbulkan kebutuhan tambahan, seperti transportasi, pendampingan, kebutuhan sehari-hari, hingga dampak terhadap aktivitas dan kondisi ekonomi keluarga.

"Harapan kami, adik-adik penyandang thalasemia tidak hanya mendapatkan perhatian ketika ada kegiatan atau momentum tertentu, tetapi benar-benar menjadi bagian dari perhatian dan program pemerintah secara berkelanjutan. Kami juga berharap kondisi sosial dan ekonomi keluarganya ikut diperhatikan," ungkap perwakilan REDTI Kabupaten Bandung.

Kehadiran Dinkes dan Dinsos Kabupaten Bandung dalam kegiatan tersebut turut membuka ruang koordinasi lintas sektor. Sinergi antara pemerintah daerah, BAZNAS, REDTI, tenaga kesehatan, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat dukungan sesuai dengan kebutuhan penyandang thalasemia dan keluarganya.

Bagi penyandang thalasemia, dukungan yang diberikan bukan hanya berkaitan dengan pengobatan, tetapi juga kesempatan untuk tetap tumbuh, belajar, beraktivitas, dan menjalani kehidupan secara optimal. Karena itu, kepedulian berbagai pihak diharapkan dapat terus terjaga dan diwujudkan melalui dukungan yang berkelanjutan.

Melalui sinergi tersebut, Pemerintah Kabupaten Bandung dan BAZNAS Kabupaten Bandung diharapkan dapat terus mengambil bagian dalam upaya memberikan perhatian kepada penyandang thalasemia, sekaligus mendorong hadirnya dukungan yang sesuai dengan kebutuhan mereka, baik dalam aspek kesehatan maupun sosial.***

30/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
BAZNAS Kabupaten Bandung Bantu Warga Pulihkan Kualitas Air Sumur Masjid Al-Barokah

MAJALAYA, 22 SEPTEMBER 2026 — BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kabupaten Bandung bersama warga melakukan kegiatan well cleaning atau pengurasan sumur di Masjid Al-Barokah, Kampung Kondang RT 04 RW 10, Desa Majalaya, Kecamatan Majalaya, Selasa (22/9/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya mengembalikan kualitas air sumur yang selama ini dimanfaatkan warga dan jamaah Masjid Al-Barokah, khususnya untuk kebutuhan berwudu.

Pengurasan sumur dilakukan untuk membersihkan sedimentasi yang menumpuk sekaligus membuka kembali mata air yang tertutup. Dengan dilakukannya pembersihan, diharapkan kualitas dan ketersediaan air dari sumur tersebut dapat kembali optimal sehingga bisa digunakan oleh masyarakat.

Sumur di Masjid Al-Barokah memiliki manfaat bagi warga sekitar maupun jamaah yang datang untuk melaksanakan ibadah. Karena itu, pemulihan kualitas air menjadi kebutuhan penting agar fasilitas tersebut dapat kembali dimanfaatkan sebagaimana mestinya.

Kegiatan well cleaning ini menjadi salah satu bentuk respons BTB BAZNAS Kabupaten Bandung dalam membantu masyarakat menghadapi persoalan yang berkaitan dengan kebutuhan dasar. Selain penanganan kebencanaan, upaya menjaga akses terhadap air bersih juga menjadi bagian dari kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat di lingkungan sekitar.

BAZNAS Kabupaten Bandung melalui BTB terus berupaya hadir bersama masyarakat dalam berbagai kondisi, termasuk membantu pemulihan fasilitas yang memiliki manfaat bagi kepentingan umum.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan sumur Masjid Al-Barokah dapat kembali menghasilkan air yang layak digunakan sehingga kebutuhan warga dan jamaah, terutama untuk berwudu, dapat terpenuhi.***

23/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kab. Bandung
Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung Hadiri Wakaf Al-Qur'an Bersama Lembaga Kemanusiaan Turki

KABUPATEN BANDUNG — Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung, Dr. KH. Yusuf Ali Tantowi, Lc., M.A., menghadiri kegiatan Wakaf Al-Qur'an bersama International Networking for Humanitarian (INH) dan pihak dari Turki di Aula Pondok Pesantren Al-Basyariyah 2, Kabupaten Bandung, Minggu (20/9/2026).

Kegiatan yang diikuti para santri, pengasuh pesantren, serta perwakilan lembaga kemanusiaan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi dalam membumikan Al-Qur'an sekaligus memperluas manfaat kegiatan filantropi Islam bagi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung menyampaikan apresiasi atas kepedulian lembaga kemanusiaan dari Turki dalam mendukung pendidikan Al-Qur'an di Indonesia, khususnya melalui program wakaf dan pendistribusian mushaf kepada para santri.

Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki semangat yang sejalan dengan berbagai program BAZNAS Kabupaten Bandung dalam meningkatkan kualitas kehidupan keagamaan masyarakat, terutama upaya pengentasan buta huruf Al-Qur'an.

"BAZNAS Kabupaten Bandung memiliki komitmen untuk terus memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan Al-Qur'an. Melalui program Dai Pelosok, bantuan bisyaroh bagi ustadz dan ustadzah, peningkatan kapasitas atau upgrading para pengajar Al-Qur'an, serta program Sedekah Al-Qur'an, kami ingin memastikan bahwa masyarakat, termasuk yang berada di wilayah pelosok, memiliki kesempatan untuk belajar, membaca, dan memahami Al-Qur'an," ungkap KH. Yusuf Ali Tantowi.

Ia menegaskan bahwa pengentasan buta huruf Al-Qur'an tidak cukup hanya dengan menyediakan mushaf. Diperlukan pula kehadiran para pendidik yang kompeten, dukungan terhadap kesejahteraan guru ngaji, serta keberlanjutan proses pembelajaran.

Karena itu, BAZNAS Kabupaten Bandung terus mendorong penguatan program pendidikan keagamaan yang mengintegrasikan penyediaan sarana belajar dengan pemberdayaan para pengajar Al-Qur'an.

Membuka Peluang Kolaborasi dengan Lembaga Kemanusiaan Turki

Kehadiran perwakilan lembaga kemanusiaan dari Turki dalam kegiatan tersebut juga membuka harapan baru bagi BAZNAS Kabupaten Bandung untuk membangun kerja sama yang lebih luas.

KH. Yusuf Ali Tantowi berharap pertemuan ini dapat menjadi langkah awal untuk menjajaki kolaborasi, khususnya dalam program Sedekah Al-Qur'an yang diarahkan untuk membantu masyarakat yang masih mengalami keterbatasan akses terhadap pendidikan Al-Qur'an.

"Kami berharap ke depan BAZNAS Kabupaten Bandung dapat menjalin kerja sama dengan lembaga kemanusiaan dari Turki dalam program Sedekah Al-Qur'an. Kolaborasi ini diharapkan bukan hanya menghadirkan mushaf bagi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan bersama untuk mengentaskan buta huruf Al-Qur'an di Kabupaten Bandung," tuturnya.

Salah satu materi yang diperkenalkan dalam kegiatan ini adalah Mushaf Al-Qur'an Tawafuq, yang menampilkan keserasian tata letak lafaz-lafaz tertentu dalam mushaf. Tradisi penulisan ini dikaitkan dengan Badiuzzaman Said Nursi, ulama asal Turki, dan dikembangkan melalui penulisan mushaf oleh muridnya, Ahmad Husrev Efendi. 

Kehadiran mushaf tersebut menambah khazanah pengenalan Al-Qur'an dan memperlihatkan eratnya hubungan antara tradisi keilmuan Islam, pendidikan, dan gerakan kemanusiaan lintas negara.

Ajak Masyarakat Berzakat, Berinfak, dan Bersedekah melalui BAZNAS

Lebih lanjut, Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam gerakan zakat, infak, dan sedekah (ZIS).

Menurutnya, dukungan masyarakat melalui ZIS sangat penting untuk memperluas jangkauan program pemberdayaan umat, termasuk membantu para guru ngaji dan menghadirkan pendidikan Al-Qur'an bagi masyarakat yang membutuhkan.

"Setiap zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan melalui BAZNAS Kabupaten Bandung merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi umat. Mari kita jadikan harta yang Allah titipkan sebagai jalan untuk menguatkan pendidikan Al-Qur'an, memuliakan para guru ngaji, dan membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan," ajaknya.

Ia juga mengingatkan bahwa semangat berbagi merupakan wujud nyata kecintaan seorang Muslim terhadap Al-Qur'an.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al-Baqarah ayat 261, infak di jalan Allah diumpamakan seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, dan pada setiap tangkai terdapat seratus biji.

"Insya Allah, ketika kita bersama-sama menguatkan gerakan ZIS, manfaatnya akan semakin luas. Kita ingin Kabupaten Bandung menjadi daerah yang masyarakatnya tidak hanya gemar membaca Al-Qur'an, tetapi juga mampu memahami dan mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari," pungkasnya.

Melalui momentum wakaf Al-Qur'an bersama lembaga kemanusiaan dari Turki ini, BAZNAS Kabupaten Bandung optimistis dapat terus memperkuat jejaring kolaborasi, memperluas gerakan Sedekah Al-Qur'an, dan berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat Kabupaten Bandung yang semakin Qur'ani.

Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kabupaten Bandung. Bersama, kita hadirkan Al-Qur'an hingga ke pelosok dan wujudkan generasi yang melek Al-Qur'an.***

20/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kab. Bandung
Hadiri PORSADIN VIII, Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung Ajak Santri Membiasakan Ibadah Maaliyah

KABUPATEN BANDUNG – Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, Dr. KH. Yusuf Ali Tantowi, Lc., M.A., menghadiri pembukaan resmi Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) VIII Tingkat Kabupaten Bandung Tahun 2026, Sabtu (19/9/2026), di Gedung Ormas Islam Kabupaten Bandung.

PORSADIN VIII diselenggarakan oleh DPC Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Bandung sebagai sarana pengembangan potensi, kreativitas, sportivitas, serta pembentukan karakter santri madrasah diniyah.

Kegiatan tersebut diketuai Dr. H. Furqon Arifin, M.M.Pd., didampingi Sekretaris H. Hidayat, M.Pd., serta mendapat dukungan Ketua DPC FKDT Kabupaten Bandung Dr. H. Daud Nurdin, M.H.

Rangkaian pembukaan meliputi pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Madrasah Diniyah Takmiliyah, laporan kegiatan, sambutan, serta pembukaan resmi.

Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung menyampaikan apresiasi kepada DPC FKDT, para guru diniyah, panitia, orang tua, dan seluruh pihak yang konsisten membina pendidikan keagamaan generasi muda.

“PORSADIN bukan sekadar kompetisi olahraga dan seni. Kegiatan ini merupakan bagian dari pendidikan karakter untuk melahirkan santri yang sehat, disiplin, percaya diri, kreatif, sportif, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam,” ujar Yusuf Ali Tantowi.

Menurutnya, pendidikan diniyah memiliki posisi penting dalam membentuk generasi yang saleh secara pribadi sekaligus saleh secara sosial. Karena itu, para santri perlu dibimbing agar memiliki keseimbangan antara ibadah badaniyah dan ibadah maaliyah.

“Ibadah badaniyah dilaksanakan dengan anggota badan, seperti salat, puasa, mengaji, belajar, dan membantu orang tua. Sementara ibadah maaliyah diwujudkan melalui harta, seperti zakat, infak, dan sedekah. Keduanya harus ditanamkan agar kesalehan santri tumbuh secara paripurna,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Yusuf mengutip atsar yang dinisbatkan kepada sahabat Abdullah bin Mas‘ud r.a.:

?????????? ????????? ?????????? ?????????? ??????????? ?????? ???? ??????? ????? ??????? ????

“Kalian diperintahkan mendirikan salat dan menunaikan zakat. Barang siapa tidak menunaikan zakat, maka tidak sempurna salatnya.”

Atsar tersebut, lanjutnya, menunjukkan eratnya hubungan antara salat dan zakat. Salat membangun hubungan seorang hamba dengan Allah Swt., sedangkan zakat menghadirkan kepedulian dan kemanfaatan bagi sesama.

“Orang yang rajin salat tetapi sengaja mengabaikan kewajiban zakat patut mengkhawatirkan kesempurnaan dan penerimaan ibadahnya. Jangan sampai kita tampak saleh ketika berada di masjid, tetapi tidak memiliki kepedulian terhadap tetangga, fakir miskin, anak yatim, dan masyarakat yang membutuhkan pertolongan,” tegasnya.

Yusuf menjelaskan bahwa para santri memang belum seluruhnya berkewajiban menunaikan zakat mal. Namun, pemahaman dan kecintaan terhadap ibadah maaliyah perlu ditanamkan sejak dini melalui kebiasaan berinfak, bersedekah, berbagi makanan, dan membantu teman yang mengalami kesulitan.

“Berinfak tidak harus menunggu kaya. Anak-anak dapat belajar menyisihkan sebagian uang sakunya untuk berbagi. Nilainya mungkin kecil, tetapi kebiasaan tersebut akan menumbuhkan keikhlasan, empati, dan kepedulian yang besar,” tuturnya.

Pembiasaan tersebut diharapkan dapat melahirkan generasi muzaki masa depan, yaitu generasi yang tidak hanya sukses secara pendidikan dan ekonomi, tetapi juga memiliki kesadaran menunaikan zakat serta memberdayakan masyarakat.

BAZNAS Kabupaten Bandung terus mendorong penguatan literasi zakat, infak, dan sedekah di lingkungan keluarga, lembaga pendidikan, madrasah, serta masyarakat. Pendidikan zakat sejak dini menjadi bagian penting dalam membangun budaya berbagi dan semangat gotong royong.

“Dari madrasah diniyah harus lahir santri yang kuat imannya, luas ilmunya, mulia akhlaknya, tinggi prestasinya, dan besar kepeduliannya. Mereka bukan hanya menjadi ahli ibadah, tetapi juga calon muzaki dan penggerak kebaikan bagi umat,” kata Yusuf.

Ia berharap PORSADIN VIII dapat memperkuat silaturahmi antar-santri dan lembaga diniyah sekaligus melahirkan prestasi yang membanggakan bagi Kabupaten Bandung.

“Mari sempurnakan ibadah badaniyah dengan ibadah maaliyah. Salat mendekatkan kita kepada Allah, sedangkan zakat, infak, dan sedekah mendekatkan kita kepada sesama. Dari keseimbangan itulah akan lahir generasi santri yang paripurna dan membawa keberkahan bagi Kabupaten Bandung,” pungkasnya.***

19/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kab. Bandung

Berita Terbaru

BAZNAS Kabupaten Bandung Salurkan Bantuan Air Bersih bagi Warga Terdampak Kekeringan
BAZNAS Kabupaten Bandung Salurkan Bantuan Air Bersih bagi Warga Terdampak Kekeringan
MAJALAYA, 6 AGUSTUS 2026 – BAZNAS Kabupaten Bandung kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat melalui penyaluran bantuan air bersih bagi warga terdampak kekeringan di sejumlah wilayah Kabupaten Bandung. Penyaluran perdana dilaksanakan pada Kamis 6 Agustus 2026 di Kampung Cibenying, RW 10, Desa Padamulya, Kecamatan Majalaya, sebagai respons atas meningkatnya kebutuhan air bersih akibat musim kemarau yang melanda beberapa daerah. Kegiatan kemanusiaan ini merupakan hasil kolaborasi antara BAZNAS Kabupaten Bandung, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, dan Dinas Sosial Kabupaten Bandung. Sinergi antarinstansi tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan dapat tersalurkan secara cepat, tepat sasaran, dan menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Dalam pelaksanaannya, BAZNAS Kabupaten Bandung merencanakan penyaluran bantuan air bersih ke 10 titik yang tersebar di wilayah terdampak kekeringan. Setiap titik akan menerima pasokan air bersih sebanyak 5.500 liter, sehingga masyarakat memiliki akses terhadap kebutuhan dasar yang sangat penting untuk keperluan sehari-hari, seperti memasak, minum, dan menjaga kebersihan. Kekeringan yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir telah menyebabkan berkurangnya ketersediaan sumber air di sejumlah wilayah Kabupaten Bandung. Kondisi tersebut membuat masyarakat harus mencari sumber air alternatif dengan jarak yang cukup jauh atau membeli air bersih untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Kabupaten Bandung bergerak cepat menghadirkan bantuan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak. Warga Kampung Cibenying menyambut kedatangan bantuan air bersih dengan penuh antusias. Mereka mengaku bantuan tersebut sangat membantu meringankan beban masyarakat di tengah sulitnya memperoleh air bersih selama musim kemarau. Perwakilan warga juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Bandung, BPBD Kabupaten Bandung, Dinas Sosial Kabupaten Bandung, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyaluran bantuan. Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung menyampaikan bahwa penyaluran air bersih merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam menghadirkan manfaat zakat, infak, dan sedekah bagi masyarakat, khususnya saat terjadi kondisi darurat maupun bencana. Melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan, BAZNAS akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang membutuhkan. Diharapkan, bantuan air bersih ini dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama musim kemarau berlangsung sekaligus menjadi wujud nyata semangat gotong royong dan kepedulian bersama dalam menghadapi dampak bencana kekeringan di Kabupaten Bandung.*** Salurkan Kepedulian Anda Musim kemarau masih berpotensi menyebabkan krisis air bersih di berbagai wilayah Kabupaten Bandung. Mari bersama BAZNAS Kabupaten Bandung menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat terdampak melalui zakat, infak, dan sedekah. Salurkan donasi terbaik Anda melalui: Bank Syariah Indonesia (BSI)No. Rekening: 7655555561a.n. BAZNAS Kabupaten Bandung Setiap rupiah yang Anda titipkan akan menjadi sumber kehidupan, menghadirkan air bersih, harapan, dan keberkahan bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan. Bersama, kita kuatkan kepedulian dan wujudkan Kabupaten Bandung yang lebih sejahtera.
BERITA06/08/2026 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Laporkan Pengelolaan Dana Umat dalam Siraman Rohani ASN Bulan Agustus
BAZNAS Kabupaten Bandung Laporkan Pengelolaan Dana Umat dalam Siraman Rohani ASN Bulan Agustus
SOREANG, 3 AGUSTUS 2026 — BAZNAS Kabupaten Bandung kembali menyampaikan laporan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) pada kegiatan Siraman Rohani ASN se-Kabupaten Bandung yang digelar di Gedung Moh. Toha, Soreang, Senin 3 Agustus 2026.Laporan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Yusuf Ali Tantowi, di hadapan ribuan aparatur sipil negara (ASN) yang mengikuti kegiatan secara luring maupun daring.Dalam laporannya, H. Yusuf Ali Tantowi menyampaikan bahwa penghimpunan dana ZIS selama Juli 2026 mengalami peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya."Zakat senilai Rp597 juta, infak dan sedekah Rp545 juta, infak sedekah terikat Rp56 juta. Total penghimpunan selama bulan Juli Rp1,2 miliar. Alhamdulillah meningkat dari bulan sebelumnya," ujarnya.Ia menjelaskan bahwa dana tersebut berasal dari zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan oleh ASN Kabupaten Bandung serta masyarakat yang mempercayakan penyalurannya melalui BAZNAS Kabupaten Bandung."Ini semua adalah zakat, infak, sedekah dari ASN Kabupaten Bandung dan masyarakat sekitar. Mewakili para mustahik, kami mendoakan bapak ibu, ajarokallah," tuturnya.Lebih lanjut, H. Yusuf Ali Tantowi menyampaikan bahwa seluruh dana yang terhimpun telah didistribusikan dan didayagunakan melalui berbagai program unggulan BAZNAS Kabupaten Bandung."Untuk pendistribusian dan pendayagunaan disebar ke program-program BAZNAS Kabupaten Bandung," katanya.Ia juga mengungkapkan bahwa sinergi dengan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) terus mengalami peningkatan sehingga diharapkan penghimpunan zakat pada bulan-bulan berikutnya semakin optimal."Dari BAZNAS kami menghimpun dan langsung mendistribusikan. Hampir seluruh UPZ telah berkolaborasi dan mudah-mudahan zakat di bulan berikutnya meningkat. Sesungguhnya harta kita adalah harta yang sudah kita keluarkan dalam bentuk zakat, infak, sedekah. Kami mengajak untuk memastikan harta kita bersih dan sudah tersalurkan kepada mereka yang berhak," ungkapnya.Sementara itu, Bupati Bandung H.M. Dadang Supriatna menyampaikan bahwa kegiatan Siraman Rohani kali ini diikuti oleh hampir 19 ribu ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung."Hampir 19 ribu ASN yang mengikuti kegiatan siraman rohani di pagi hari ini," ujarnya.Ia mengajak seluruh ASN untuk senantiasa bersyukur atas nikmat dan amanah yang diberikan Allah SWT serta terus meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat."Alhamdulillah kita masih diberikan kepercayaan oleh Allah, bisa melaksanakan kegiatan sehari-hari dan semoga senantiasa diberikan kekuatan, dilindungi dan seluruhnya diberikan keselamatan dunia akhirat," katanya.Bupati Bandung juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh ASN yang secara rutin menunaikan zakat profesinya melalui BAZNAS Kabupaten Bandung."Terima kasih kepada seluruh ASN yang tiap bulannya menyalurkan zakat profesi," tuturnya.Menurutnya, penghimpunan zakat profesi menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan dalam beberapa tahun terakhir."Pada 2021 hanya Rp200 juta per bulan, namun hari ini mencapai Rp1 miliar per bulan. Ini bukti siraman rohani ada implementasi. Namun koreksi Ketua BAZNAS, harusnya ada tambahan saldo bulan lalu berapa," ujarnya.Di akhir sambutannya, Bupati Bandung juga mendorong BAZNAS Kabupaten Bandung untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Bandung dalam mendukung program pembangunan, khususnya penanganan rumah tidak layak huni (Rutilahu)."Tahun ini sekitar 4 ribu unit rutilahu. Ketua BAZNAS saya minta untuk membantu, terutama kepada masyarakat yang tanahnya 'numpang'," pungkasnya.***
BERITA04/08/2026 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS RI Dorong Optimalisasi Gedung BAZNAS Centre untuk Pemberdayaan Umat
BAZNAS RI Dorong Optimalisasi Gedung BAZNAS Centre untuk Pemberdayaan Umat
SOREANG, 27 JULI 2026 — Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia bersama BAZNAS Provinsi Jawa Barat kembali mengunjungi Gedung BAZNAS Centre (GBC) Kabupaten Bandung di Soreang pada Senin 27 Juli 2026. Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS RI, H. Sodik Mujahid, didampingi Pimpinan BAZNAS RI, H. Rizaludin Kurniawan. Turut hadir Wakil Ketua IV BAZNAS Jawa Barat, Nana Sudiana. Sementara itu, rombongan disambut oleh jajaran BAZNAS Kabupaten Bandung yang diwakili Wakil Ketua II H. Abdul Rouf dan Wakil Ketua IV H. Sarnapi. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi Jawa Barat, dan BAZNAS Kabupaten Bandung dalam mengoptimalkan pemanfaatan Gedung BAZNAS Centre sebagai pusat kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS RI, H. Sodik Mujahid, menyampaikan bahwa pemanfaatan gedung akan terus dikembangkan melalui berbagai bentuk kolaborasi. "Prinsipnya gedung ini kita kerjasamakan, dan memang sempat ada obrolan untuk dijadikan Pusdiklat atau Rumah Sehat BAZNAS," ujarnya. Ia menilai Gedung BAZNAS Centre memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pelayanan dan pemberdayaan masyarakat yang dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak. Sementara itu, BAZNAS Kabupaten Bandung juga memaparkan sejumlah rencana pengembangan Gedung BAZNAS Centre ke depan. Di antaranya adalah penyelenggaraan pelatihan-pelatihan affiliate, pengembangan kapasitas masyarakat, serta pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berada di kawasan Gedung BAZNAS Centre. Dengan berbagai program tersebut, Gedung BAZNAS Centre diharapkan tidak hanya menjadi pusat aktivitas kelembagaan, tetapi juga menjadi ruang pemberdayaan ekonomi umat yang memberikan manfaat secara berkelanjutan. Di akhir kunjungannya, H. Sodik Mujahid menyampaikan apresiasinya terhadap pembangunan Gedung BAZNAS Centre Kabupaten Bandung. "Ini akan menjadi gedung termewah di Indonesia yang ada eskalator, ada liftnya," ungkapnya. Melalui kunjungan ini, diharapkan sinergi antara BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi Jawa Barat, dan BAZNAS Kabupaten Bandung semakin kuat dalam mengembangkan Gedung BAZNAS Centre sebagai pusat pelayanan, pemberdayaan, dan penguatan ekonomi umat di Kabupaten Bandung.***
BERITA27/07/2026 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung dan Pemkab Bandung Gelar Khitanan Massal Gratis untuk 140 Anak Prasejahtera Peringati Hari Anak Nasional 2026
BAZNAS Kabupaten Bandung dan Pemkab Bandung Gelar Khitanan Massal Gratis untuk 140 Anak Prasejahtera Peringati Hari Anak Nasional 2026
SOREANG, 25 Juli 2026 – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026, BAZNAS Kabupaten Bandung bersama Pemerintah Kabupaten Bandung menggelar Khitanan Massal Gratis bagi 140 anak dari keluarga prasejahtera, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap pemenuhan hak anak atas layanan kesehatan sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu. Program tersebut terselenggara melalui kolaborasi BAZNAS Kabupaten Bandung dengan TP-PKK Kabupaten Bandung, Dinas Sosial Kabupaten Bandung, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung. Sinergi lintas sektor ini menjadi wujud komitmen bersama dalam meningkatkan pelayanan sosial dan kesehatan bagi masyarakat, khususnya anak-anak. Pelaksanaan khitanan massal didukung oleh tim medis dari seluruh RSUD se-Kabupaten Bandung yang memberikan pelayanan secara aman, nyaman, dan profesional. Seluruh peserta menjalani proses khitan dengan pendampingan tenaga kesehatan yang berpengalaman sehingga kegiatan dapat berlangsung dengan lancar. Selain memperoleh layanan khitan secara gratis, setiap peserta juga menerima uang saku, bingkisan, hadiah, serta roti buaya sebagai bentuk apresiasi dan penyemangat bagi anak-anak yang mengikuti khitanan massal. Suasana kegiatan berlangsung penuh keceriaan dengan dukungan orang tua dan keluarga yang turut mendampingi para peserta. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Bandung tidak hanya berupaya membantu meringankan beban ekonomi keluarga prasejahtera, tetapi juga memastikan anak-anak mendapatkan akses terhadap layanan kesehatan yang layak. Program ini menjadi bagian dari pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah yang diarahkan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kolaborasi antara BAZNAS Kabupaten Bandung dan Pemerintah Kabupaten Bandung diharapkan dapat terus menghadirkan berbagai program sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Sinergi bersama perangkat daerah dan berbagai mitra menjadi kekuatan dalam memperluas manfaat zakat serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bandung. Peringatan Hari Anak Nasional 2026 melalui kegiatan Khitanan Massal Gratis ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian terhadap tumbuh kembang anak. BAZNAS Kabupaten Bandung berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program yang berpihak kepada masyarakat, khususnya kelompok rentan, sebagai bagian dari ikhtiar mewujudkan Kabupaten Bandung yang lebih sejahtera dan berkeadilan.***
BERITA27/07/2026 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
Kolaborasi Kebaikan BAZNAS Kabupaten Bandung dan Noera by Reisha Resmikan Rumah Layak Huni di Soreang
Kolaborasi Kebaikan BAZNAS Kabupaten Bandung dan Noera by Reisha Resmikan Rumah Layak Huni di Soreang
SOREANG, 21 Juli 2026 – BAZNAS Kabupaten Bandung bersama Noera by Reisha kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan hunian yang layak bagi masyarakat melalui peresmian Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB) di Desa Panyirapan, Kecamatan Soreang, pada Selasa (21/7/2026). Program ini menjadi wujud nyata kolaborasi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat kurang mampu melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah. Peresmian rumah tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Panyirapan, Dadang Sihabudin Latif. Dari BAZNAS Kabupaten Bandung hadir Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian, H. Abdul Rouf, sementara Noera by Reisha diwakili oleh Gina Mandelina. Rumah layak huni yang diresmikan pada kesempatan tersebut merupakan milik Ibu Nengsih, sebagai penerima manfaat program RLHB. Dalam sambutannya, H. Abdul Rouf menyampaikan rasa syukur atas keberlangsungan program yang terus memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Bandung. "Alhamdulillah, ini merupakan salah satu program yang terus kami gulirkan dari BAZNAS Kabupaten Bandung," ujarnya. Ia menjelaskan bahwa pembangunan rumah layak huni merupakan bentuk nyata realisasi amanah yang telah dititipkan oleh para muzaki, munfiq, dan mutashoddiq kepada BAZNAS Kabupaten Bandung. Menurutnya, kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi kunci agar manfaat zakat dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. "Merealisasikan amanah dari para Munfiq, Mutashoddiq dan Muzakki. Alhamdulillah Noera selalu berkolaborasi dengan kami," tambahnya. Sementara itu, Kepala Desa Panyirapan, Dadang Sihabudin Latif, mengapresiasi sinergi yang telah terjalin antara BAZNAS Kabupaten Bandung dan Noera by Reisha dalam membantu warganya memperoleh hunian yang lebih layak. Ia mengungkapkan bahwa masih terdapat satu rumah warga yang akan segera mendapatkan bantuan melalui Program Rumah Layak Huni BAZNAS hasil kolaborasi bersama Noera. Menurutnya, keberlanjutan program tersebut menjadi harapan bagi masyarakat yang masih tinggal di rumah dengan kondisi kurang layak. Pemerintah desa pun berkomitmen untuk terus mendukung dan memfasilitasi program-program sosial yang memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan warga. Kolaborasi antara BAZNAS Kabupaten Bandung dan Noera by Reisha menjadi bukti bahwa pengelolaan zakat akan semakin berdampak apabila dibangun melalui sinergi antara lembaga zakat, dunia usaha, dan pemerintah desa. Melalui kerja sama tersebut, berbagai program kemanusiaan dan pemberdayaan dapat terus diwujudkan secara berkelanjutan. BAZNAS Kabupaten Bandung berharap program Rumah Layak Huni ini tidak hanya memberikan tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi para penerima manfaat untuk menjalani kehidupan yang lebih sehat, bermartabat, dan sejahtera. Ke depan, kolaborasi kebaikan seperti ini diharapkan dapat terus diperluas agar semakin banyak masyarakat Kabupaten Bandung yang merasakan manfaat dari dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola secara amanah dan profesional.***
BERITA21/07/2026 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
BAZNAS Kabupaten Bandung Terima Kunjungan Silaturahmi dan Studi Tiru dari Kabupaten Karanganyar
BAZNAS Kabupaten Bandung Terima Kunjungan Silaturahmi dan Studi Tiru dari Kabupaten Karanganyar
SOREANG, 16 JULI 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung menerima kunjungan silaturahmi dan studi tiru dari rombongan Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, yang terdiri dari unsur BAZNAS, Pemerintah Daerah, dan Kementerian Agama. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor BAZNAS Kabupaten Bandung pada Kamis (16/7/2026). Rombongan disambut langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Yusuf Ali Tantowi, didampingi Wakil Ketua II H. Abdul Rouf, Wakil Ketua IV H. Sarnapi, serta perwakilan Pemerintah Kabupaten Bandung dari Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Subarna dan Ketua UPZ Kemenag Kab Bandung Hj. Nana Rostiana Kunjungan ini menjadi ajang berbagi pengalaman dan praktik baik dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), sekaligus mempererat sinergi antarlembaga dalam upaya meningkatkan tata kelola zakat yang profesional dan berdampak bagi masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Yusuf Ali Tantowi, memaparkan berbagai strategi penghimpunan dan pendistribusian ZIS yang selama ini dijalankan di Kabupaten Bandung. "BAZNAS Kabupaten Bandung Alhamdulillah bersinergi dengan pemerintah daerah, sehingga zakat infak dari ASN mendominasi," ujarnya. Ia menjelaskan bahwa dukungan Pemerintah Kabupaten Bandung menjadi salah satu faktor penting dalam peningkatan penghimpunan zakat, khususnya dari kalangan aparatur sipil negara (ASN). Lebih lanjut, H. Yusuf Ali Tantowi menyampaikan bahwa pendistribusian dana ZIS saat ini masih didominasi program-program yang bersifat konsumtif. Meski demikian, manfaat kehadiran BAZNAS telah dirasakan langsung oleh masyarakat dan akan terus ditingkatkan melalui optimalisasi penghimpunan. "Distribusi kita masih banyak di ranah konsumtif, namun kehadiran BAZNAS Alhamdulillah terasa oleh masyarakat. Kami masih terus meningkatkan penghimpunan supaya nilai manfaat lebih terasa," tuturnya. Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan BAZNAS Kabupaten Bandung tidak terlepas dari kolaborasi yang kuat antara berbagai pemangku kepentingan. "Kehadiran BAZNAS makin kuat karena dibantu tiga unsur yaitu pemerintah, Kemenag serta masyarakat," katanya. Melalui kegiatan silaturahmi dan studi tiru ini, diharapkan terjalin pertukaran pengalaman dan gagasan yang dapat memperkuat tata kelola zakat di masing-masing daerah. BAZNAS Kabupaten Bandung juga berharap sinergi antarlembaga terus berkembang sehingga pengelolaan zakat, infak, dan sedekah semakin profesional, akuntabel, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat.***
BERITA16/07/2026 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
BAZNAS Kabupaten Bandung dan PDAM Tirta Raharja Perkuat Sinergi Pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah
BAZNAS Kabupaten Bandung dan PDAM Tirta Raharja Perkuat Sinergi Pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah
CIMAHI, 13 JULI 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung menghadiri pertemuan bersama PDAM Tirta Raharja dalam rangka membahas aspek teknis pengelolaan dan penyaluran zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Pusat PDAM Tirta Raharja, Cipageran, Kota Cimahi. Pertemuan ini merupakan undangan dari PDAM Tirta Raharja sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi antara kedua lembaga dalam mengoptimalkan pengelolaan dana ZIS secara profesional, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. BAZNAS Kabupaten Bandung diwakili oleh Wakil Ketua I Bidang Penghimpunan, H. Jamjam Erawan. Sementara dari pihak PDAM Tirta Raharja hadir Direktur Operasional Dadi Wadirman, Direktur Umum Welly Nugraha, Sekretaris Perusahaan Toni Solihin, serta Ketua UPZ PDAM Tirta Raharja Aditya Rahman. Dalam pertemuan tersebut dibahas sejumlah aspek teknis terkait mekanisme penghimpunan dan penyaluran zakat, infak, dan sedekah yang selama ini telah berjalan di lingkungan PDAM Tirta Raharja. Sebagaimana diketahui, PDAM Tirta Raharja secara rutin setiap bulan menyalurkan zakat dan infak melalui BAZNAS Kabupaten Bandung. Proses penghimpunannya pun telah dilakukan secara terintegrasi melalui sistem yang diterapkan di lingkungan perusahaan, sehingga pelaksanaannya berlangsung secara tertib dan akuntabel. Pada kesempatan tersebut, H. Jamjam Erawan menjelaskan bahwa BAZNAS Kabupaten Bandung berkomitmen menjaga amanah para muzaki dengan memastikan setiap dana yang dihimpun dikelola dan disalurkan sesuai prinsip 3A, yaitu Aman Syari, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Prinsip tersebut menjadi landasan BAZNAS dalam mengelola dana zakat, infak, dan sedekah agar tidak hanya sesuai dengan ketentuan syariat Islam, tetapi juga memenuhi aspek regulasi serta mendukung nilai-nilai kebangsaan melalui program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui pertemuan ini, diharapkan sinergi antara BAZNAS Kabupaten Bandung dan PDAM Tirta Raharja dapat terus diperkuat sehingga pengelolaan zakat, infak, dan sedekah semakin optimal, akuntabel, dan mampu memberikan dampak yang lebih luas bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bandung.***
BERITA13/07/2026 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
BAZNAS Kabupaten Bandung Ajak Civitas RSUD Otista Optimalkan Zakat, Infak, dan Sedekah
BAZNAS Kabupaten Bandung Ajak Civitas RSUD Otista Optimalkan Zakat, Infak, dan Sedekah
SOREANG, 13 JULI 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung menggelar sosialisasi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di lingkungan RSUD Oto Iskandar Dinata (Otista), Senin 13 Juli 2026. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Direktur RSUD Oto Iskandar Dinata, dr. Hj. Yuli Irnawaty, beserta jajaran manajemen dan civitas hospitalia. Sementara dari BAZNAS Kabupaten Bandung hadir Wakil Ketua I Bidang Penghimpunan, H. Jamjam Erawan, yang menyampaikan materi sosialisasi mengenai pentingnya menunaikan zakat, infak, dan sedekah. Dalam pemaparannya, H. Jamjam Erawan menjelaskan bahwa setiap rezeki yang diperoleh seseorang memiliki hak yang harus ditunaikan sesuai syariat Islam. "Dalam setiap rezeki yang didapatkan ada hak Allah, kami tidak memotong. Kami menyelamatkan harta kekayaan," ujarnya. Ia menambahkan bahwa zakat, infak, dan sedekah merupakan sarana untuk membersihkan harta sekaligus menghadirkan keberkahan dalam kehidupan. "Bersihkan harta kita dengan sedekah, zakat dan infak. Jika tidak mencapai nisab zakat, bisa berinfak," katanya. Menurutnya, ibadah melalui harta tidak hanya memberikan manfaat bagi para penerima, tetapi juga menjadi jalan bagi setiap muslim untuk menyucikan jiwa dan hartanya. "Jiwa dan harta akan bersih, ini sebagai amal salih kita," tuturnya. Melalui kegiatan sosialisasi ini, BAZNAS Kabupaten Bandung berharap kesadaran civitas hospitalia RSUD Oto Iskandar Dinata dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah semakin meningkat. Pengelolaan ZIS yang terorganisasi diharapkan dapat memperkuat penghimpunan dana umat sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas melalui berbagai program BAZNAS Kabupaten Bandung, seperti Bandung Sehat, Bandung Cerdas, Bandung Berdaya Saing, Bandung Peduli, dan Bandung Religius.***
BERITA13/07/2026 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
Mandiri Secara Ekonomi, BAZNAS Kabupaten Bandung Dukung 'Affiliate Masterclass'
Mandiri Secara Ekonomi, BAZNAS Kabupaten Bandung Dukung 'Affiliate Masterclass'
BANJARAN, 11 JULI 2026 – Guna mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di era digital, KMP Samudra Mas dengan dukungan penuh dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung sukses menggelar pelatihan "Affiliate Masterclass: Strategi & Praktek Hasil Nyata" pada Sabtu 11 Juli 2026. Acara ini dihadiri langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Yusuf Ali Tantowi yang sekaligus ikut memberikan sambutan serta mendukung penuh jalannya acara. Acara yang berlangsung di Sadayana Coffee, Sindangpanon, Kecamatan Banjaran ini mengusung visi besar: "Revolusi Potensi Anda: Transformasi Afiliasi Menjadi Mesin Penghasil Pendapatan Global yang Luar Biasa!". Pelatihan ini dirancang khusus dengan fokus pada praktik langsung (action-oriented) agar para peserta bisa segera menghasilkan pendapatan mandiri melalui sistem afiliasi pemasaran. Kegiatan inspiratif ini digagas oleh Jamaludin, seorang seniman musik gambus lokal. Berangkat dari pengalaman pribadinya bahwa mengandalkan profesi sebagai musisi saja tidak cukup untuk menjamin stabilitas finansial jangka panjang, Jamaludin berinisiatif membuka ruang belajar ini. Ia merangkul berbagai elemen masyarakat yang ingin mencari penghasilan tambahan, bahkan menjadikannya sebagai sumber pendapatan utama. Untuk merealisasikan hal tersebut, pelatihan ini menghadirkan mentor kompeten di bidangnya, yaitu OMBLEK selaku Official Affiliate Education Partner yang dipimpin oleh Angga, yang juga merupakan sahabat seperjuangan (teman kobong) dari Jamaludin. Sebanyak 50 peserta terdaftar antusias mengikuti jalannya diklat. Uniknya, dinamika kehadiran peserta cukup beragam; lebih dari 25 peserta hadir sejak pagi untuk sesi dokumentasi, sementara sebagian lainnya menyusul di siang hari karena harus mendampingi anak-anak mereka mempersiapkan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Digelar di area outdoor dengan suasana yang santai namun tetap serius, seluruh peserta diwajibkan membawa ponsel (smartphone) dan tripod. Mereka tidak hanya mendengarkan teori, melainkan langsung melakukan praktik pembuatan konten di lokasi acara. Materi pelatihan dikupas tuntas secara komprehensif, meliputi pengenalan Konsep Master Affiliate, strategi Optimalisasi Revenue Affiliate, Eksekusi Pembuatan Konten Viral & Persuasif, analisa Data untuk Skalabilitas Bisnis Mentor memberikan perlakuan khusus sesuai tingkat pemahaman peserta. Bagi peserta yang sudah aktif di dunia Affiliate TikTok, mentor membantu mengoptimalkan strategi untuk meningkatkan nilai transaksi bruto (Gross Merchandise Value/GMV). Sementara bagi peserta yang masih awam atau pemula, mentor memberikan bimbingan dasar yang sangat detail agar akun TikTok mereka bisa segera memenuhi syarat dan lolos untuk memulai program afiliasi. Melalui sinergi program kemitraan seperti ini, BAZNAS Kabupaten Bandung berharap para peserta dapat tumbuh bersama secara ekonomi, memanfaatkan teknologi secara produktif, dan bertransformasi menjadi masyarakat yang mandiri serta berdaya saing global.***
BERITA11/07/2026 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Sampaikan Laporan Pengelolaan Dana Umat pada Siraman Rohani ASN Kabupaten Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Sampaikan Laporan Pengelolaan Dana Umat pada Siraman Rohani ASN Kabupaten Bandung
SOREANG, 6 JULI 2026 — BAZNAS Kabupaten Bandung kembali menyampaikan laporan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dalam kegiatan Siraman Rohani ASN se-Kabupaten Bandung yang digelar di Gedung Moh. Toha, Soreang, pada Senin (6/7/2026). Laporan pengelolaan BAZNAS Kabupaten Bandung periode Juni 2026 disampaikan oleh Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Jamjam Erawan, di hadapan jajaran aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung. Mengawali penyampaiannya, H. Jamjam Erawan turut menyampaikan doa kepada empat pejabat yang baru menerima amanah agar senantiasa diberikan kemudahan dan kelancaran dalam menjalankan tugasnya. "Kami mendoakan kepada empat orang ini, dalam mengemban amanahnya semoga selalu diberikan kelancaran," ujarnya. Selanjutnya, ia menyampaikan capaian penghimpunan dana ZIS selama bulan Juni 2026. Menurutnya, penghimpunan pada bulan tersebut mencapai sekitar Rp700 juta, meskipun mengalami sedikit penurunan dibandingkan bulan sebelumnya. "Menghimpun di angka 700 juta, ini mengalami sedikit penurunan," katanya. Meski demikian, H. Jamjam Erawan optimistis kepercayaan masyarakat terhadap BAZNAS Kabupaten Bandung akan terus meningkat seiring dengan komitmen lembaga dalam mengelola dan menyalurkan dana umat secara amanah, transparan, dan tepat sasaran. Di akhir laporannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh muzaki dan munfik yang telah menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kabupaten Bandung. "Kami haturkan terima kasih banyak, semoga zakat, infak, sedekah kita menjadi manfaat bagi semua orang," tuturnya. Penyampaian laporan pengelolaan BAZNAS Kabupaten Bandung dalam agenda Siraman Rohani ASN merupakan bentuk transparansi dan akuntabilitas kepada para muzaki, sekaligus upaya memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di Kabupaten Bandung.***
BERITA06/07/2026 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Evakuasi Aldi Alfi, Yatim Piatu Pengidap TBC yang Viral di Media Sosial
BAZNAS Kabupaten Bandung Evakuasi Aldi Alfi, Yatim Piatu Pengidap TBC yang Viral di Media Sosial
MAJALAYA, 3 JULI 2026 – BAZNAS Kabupaten Bandung bersama pemerintah setempat melakukan evakuasi terhadap Aldi Alfi (25), seorang yatim piatu yang telah berjuang melawan penyakit tuberkulosis (TBC) selama kurang lebih satu tahun. Evakuasi dilakukan sebagai bentuk kepedulian bersama agar Aldi mendapatkan penanganan dan pendampingan yang lebih layak selama menjalani proses pengobatan hingga sembuh. Sebelumnya, kondisi Aldi menjadi perhatian luas masyarakat setelah kisahnya ramai diperbincangkan di media sosial dan diberitakan sejumlah media lokal. Warganet menyoroti kondisi kesehatannya yang semakin memprihatinkan serta tempat tinggalnya yang sangat sederhana, sehingga mendorong berbagai pihak untuk segera memberikan bantuan. Selama menjalani pengobatan, Aldi hanya dirawat oleh sang kakak yang dengan penuh kesabaran terus mendampinginya. Keduanya tinggal di sebuah ruangan sederhana berukuran sekitar 2 x 1,5 meter dengan kondisi yang serba terbatas. Situasi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Aldi dalam menjalani masa pemulihan. Merespons kondisi tersebut, Tim BAZNAS Kabupaten Bandung berkolaborasi dengan pemerintah desa, Puskesos, tenaga kesehatan, serta unsur relawan untuk melakukan evakuasi dan memastikan Aldi memperoleh akses terhadap penanganan yang lebih baik. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam menghadirkan layanan kemanusiaan yang cepat dan tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan. Selain memastikan proses evakuasi berjalan lancar, BAZNAS Kabupaten Bandung juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak agar kebutuhan Aldi selama menjalani pengobatan dapat terpenuhi. Pendampingan yang dilakukan diharapkan mampu memberikan dukungan tidak hanya dari sisi kesehatan, tetapi juga aspek sosial dan kemanusiaan. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kolaborasi antara BAZNAS Kabupaten Bandung, pemerintah setempat, relawan, dan masyarakat dalam membantu warga yang tengah menghadapi kondisi sulit. Sinergi tersebut diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan Aldi sekaligus menjadi contoh bahwa kepedulian bersama mampu menghadirkan harapan bagi mereka yang membutuhkan. BAZNAS Kabupaten Bandung berharap ikhtiar yang dilakukan dapat menjadi jalan bagi kesembuhan Aldi Alfi serta menginspirasi semakin banyak pihak untuk terus menumbuhkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial. Melalui kolaborasi yang kuat, diharapkan setiap masyarakat yang menghadapi ujian kehidupan dapat memperoleh pendampingan dan bantuan secara cepat, tepat, dan bermartabat.***
BERITA03/07/2026 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
RAKERDA DPD BKPRMI Kabupaten Bandung Dirangkai Santunan bagi 20 Anak Yatim dan Duafa di Desa Indragiri
RAKERDA DPD BKPRMI Kabupaten Bandung Dirangkai Santunan bagi 20 Anak Yatim dan Duafa di Desa Indragiri
RANCABALI, 29 JUNI 2026 – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) BKPRMI Kabupaten Bandung menggelar Rapat Kerja Daerah (RAKERDA) yang dirangkaikan dengan penyaluran santunan kepada 20 anak yatim dan duafa di Desa Indragiri. Kegiatan ini menjadi momentum untuk menyusun arah program organisasi sekaligus memperkuat kepedulian sosial kepada masyarakat yang membutuhkan. Penyaluran santunan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat serta menghadirkan kebahagiaan bagi para penerima manfaat. Ketua DPD BKPRMI Kabupaten Bandung, H. Abdul Rouf, menyampaikan bahwa RAKERDA menjadi wadah dalam merumuskan berbagai program strategis organisasi agar dapat berjalan lebih terarah dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ia juga menegaskan pentingnya membangun sinergi dengan berbagai pihak demi keberhasilan pelaksanaan program-program BKPRMI ke depan. "Raker ini dilaksanakan dengan berbagai program. Insya Allah sinergitas antara berbagai pihak dengan pemerintah daerah dan sebagainya," ujar H. Abdul Rouf. Melalui RAKERDA ini, DPD BKPRMI Kabupaten Bandung berharap dapat memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan sehingga program pembinaan generasi muda Islam serta kegiatan sosial kemasyarakatan dapat terlaksana secara optimal dan berkelanjutan.***
BERITA30/06/2026 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
Dihadiri Ali Syakieb, BAZNAS Kabupaten Bandung Serahkan Kunci RLHB di Cangkuang
Dihadiri Ali Syakieb, BAZNAS Kabupaten Bandung Serahkan Kunci RLHB di Cangkuang
CANGKUANG, 24 JUNI 2026 – BAZNAS Kabupaten Bandung melaksanakan peresmian sekaligus serah terima kunci program Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB) bagi Teh Lisna yang berlokasi di Kampung Jatisari, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung. Kegiatan tersebut diresmikan langsung oleh Wakil Bupati Bandung, Ali Syakieb, serta dihadiri oleh Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Bandung, Drs. H. Jamjam Erawan, M.A.P., Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Abdul Rouf, M.Pd., dan para pihak terkait lainnya. Program RLHB ini merupakan hasil kolaborasi antara BAZNAS Kabupaten Bandung dengan Pemerintah Kabupaten Bandung melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kabupaten Bandung dalam menghadirkan hunian yang layak bagi masyarakat yang membutuhkan. Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Jamjam menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud nyata sinergi antara BAZNAS Kabupaten Bandung dengan Pemerintah Kabupaten Bandung dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia menyebutkan bahwa rumah penerima manfaat yaitu Teh Lisna merupakan rumah kelima yang telah direhabilitasi melalui program RLHB BAZNAS Kabupaten Bandung. “Ini merupakan rumah kelima yang sudah kami rehab. Kami berharap program ini dapat terus berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya. Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para muzaki yang telah menyisihkan sebagian hartanya melalui BAZNAS Kabupaten Bandung. “Kami mengucapkan terima kasih kepada para muzaki yang telah mempercayakan zakatnya melalui BAZNAS. Amanah ini menjadi ikhtiar bersama dalam membantu masyarakat yang membutuhkan dan menghadirkan harapan baru bagi penerima manfaat,” pungkasnya.***
BERITA24/06/2026 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
Sambut 1 Muharram 1448 H, BAZNAS Kabupaten Bandung dan Pemkab Bandung Gelar Malam Tasyakur, Doa Bersama, serta Santunan Yatim dan Dhuafa
Sambut 1 Muharram 1448 H, BAZNAS Kabupaten Bandung dan Pemkab Bandung Gelar Malam Tasyakur, Doa Bersama, serta Santunan Yatim dan Dhuafa
SOREANG, 15 Juni 2026 – Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, BAZNAS Kabupaten Bandung bersama Pemerintah Kabupaten Bandung menggelar rangkaian kegiatan Malam Tasyakur dan Doa Bersama yang berlangsung di Dome Balerame, Soreang, pada Senin (15/6/2026). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Bandung, Wakil Bupati Bandung, jajaran Pemerintah Kabupaten Bandung, unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta masyarakat umum yang turut memeriahkan pergantian tahun baru Hijriah. Acara diawali dengan Malam Tasyakur sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas berbagai nikmat dan capaian yang telah diraih. Suasana khidmat semakin terasa saat seluruh peserta mengikuti doa bersama untuk memohon keberkahan, keselamatan, serta kemajuan bagi Kabupaten Bandung. Momentum pergantian tahun Hijriah ini juga menjadi ajang refleksi untuk memperkuat nilai-nilai keimanan, kebersamaan, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bandung bersama Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Yusuf Ali Tantowi, menyerahkan santunan secara langsung kepada 60 anak yatim dan dhuafa. Bantuan yang diberikan merupakan wujud nyata kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Bandung dan BAZNAS Kabupaten Bandung dalam menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya pada momentum Tahun Baru Islam. Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Yusuf Ali Tantowi, menyampaikan bahwa santunan yang diberikan merupakan amanah dari para muzaki yang dihimpun melalui BAZNAS Kabupaten Bandung. Ia berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat sekaligus menjadi penyemangat bagi para penerima manfaat untuk terus menatap masa depan dengan optimisme. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Bandung dan Pemerintah Kabupaten Bandung berharap semangat hijrah dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui peningkatan kepedulian sosial, penguatan ukhuwah, serta semangat berbagi kepada sesama. Dengan kebersamaan dan gotong royong, diharapkan keberkahan Tahun Baru Hijriah dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Kabupaten Bandung.***
BERITA17/06/2026 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Laporkan Pengelolaan ZIS Mei 2026
BAZNAS Kabupaten Bandung Laporkan Pengelolaan ZIS Mei 2026
SOREANG, 8 Juni 2026 — BAZNAS Kabupaten Bandung menyampaikan laporan pengelolaan dana zakat, infak, sedekah, dan kurban dalam kegiatan Siraman Rohani ASN se-Kabupaten Bandung yang digelar di Gedung Moh. Toha, Soreang, pada Senin 8 Juni 2026. Laporan tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Jamjam Erawan, di hadapan para aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung. Dalam laporannya, H. Jamjam Erawan mengungkapkan bahwa penghimpunan dana yang dikelola BAZNAS Kabupaten Bandung selama bulan Mei 2026 menunjukkan capaian yang positif. "Alhamdulillah untuk bulan Mei, BAZNAS menghimpun dana kurang lebih 3 miliar lebih. Kita menghimpun dari infak dan sedekah, lalu zakat dan kurban 2 miliar lebih," ujarnya. Ia menjelaskan bahwa penghimpunan kurban berasal dari berbagai unsur, baik ASN maupun masyarakat Kabupaten Bandung yang mempercayakan pelaksanaan ibadah kurbannya melalui BAZNAS Kabupaten Bandung. "Kurban dibagi dua, ada dari seluruh ASN dan warga masyarakat Kabupaten Bandung," katanya. Pada kesempatan tersebut, H. Jamjam Erawan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh muzaki dan munfik yang telah berkontribusi melalui BAZNAS Kabupaten Bandung. "Kami menyampaikan ucapan terima kasih, ini semua merupakan rangkaian ibadah maliyah. Maka berbahagialah karena janji Rasul akan dimudahkan orang-orang yang membahagiakan dan memudahkan urusan orang lain," tuturnya. Sementara itu, Bupati Bandung H.M. Dadang Supriatna yang mengikuti kegiatan secara virtual menyampaikan bahwa siraman rohani merupakan salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Bandung dalam memberikan penguatan spiritual kepada para ASN. Menurutnya, peningkatan kapasitas sumber daya manusia tidak hanya diukur dari kinerja dan kompetensi, tetapi juga harus diimbangi dengan penguatan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan. "Kita hadir bukan sebagai pejabat yang dibanggakan, justru sebaliknya. Kita sebagai pelayan masyarakat yang harus memberikan pelayanan terbaik," ujar Bupati Bandung. Kegiatan siraman rohani yang rutin dilaksanakan ini diharapkan dapat menjadi sarana refleksi bagi ASN untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Bandung dan BAZNAS Kabupaten Bandung dalam menghadirkan kebermanfaatan bagi umat.***
BERITA08/06/2026 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Gelar Kurban Berkah 2026 Bersama ASN dan Masyarakat
BAZNAS Kabupaten Bandung Gelar Kurban Berkah 2026 Bersama ASN dan Masyarakat
SOREANG, 28 Mei 2026 — BAZNAS Kabupaten Bandung melaksanakan kegiatan Kurban Berkah BAZNAS yang bertempat di Kantor BAZNAS Kabupaten Bandung pada Kamis 28 Mei 2026. Salah satu hewan kurban yang disembelih pada kegiatan tersebut merupakan sapi titipan dari Inspektorat Kabupaten Bandung. Program Kurban Berkah BAZNAS tahun ini menunjukkan peningkatan yang signifikan, baik dari jumlah penghimpunan maupun partisipasi masyarakat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung. Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Jamjam Erawan menyampaikan rasa syukur atas meningkatnya antusiasme masyarakat dalam menunaikan ibadah kurban melalui BAZNAS. “Alhamdulillah untuk kurban dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Inspektorat ada kenaikan, bahkan tahun ini kita mengalami kenaikan dari masyarakat,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa dukungan ASN melalui berbagai dinas di Kabupaten Bandung memberikan dampak yang sangat positif terhadap penghimpunan kurban tahun ini. “ASN melalui dinas-dinas, kami mengalami respon yang luar biasa. Ini semua merupakan kesadaran dari warga masyarakat, tentu kami mengucapkan terima kasih,” tambahnya. Sementara itu, Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Abdul Rouf mengungkapkan bahwa penghimpunan kurban tahun ini telah mencapai angka yang membanggakan. “Untuk domba datanya masih diverifikasi, namun jumlah penghimpunan di angka 1M lebih. Ini merupakan prestasi yang kita banggakan dan dipertahankan,” ungkapnya. Menurutnya, meningkatnya kepercayaan masyarakat menjadi amanah besar yang harus dijaga oleh BAZNAS Kabupaten Bandung. “Meningkatnya kepercayaan dari masyarakat merupakan tantangan bagi kami untuk menjaga amanah, terima kasih juga kepada Inspektorat karena selalu support program-program dari BAZNAS Kab Bandung,” katanya. Untuk diketahui, total hewan dalam Program Kurban Berkah BAZNAS di Kabupaten Bandung mencapai sekitar 45 ekor, dengan 44 ekor di antaranya merupakan titipan ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung.***
BERITA28/05/2026 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
Melalui Idul Adha, Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung Tekankan Nilai Kepedulian Umat
Melalui Idul Adha, Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung Tekankan Nilai Kepedulian Umat
CIMAUNG, 27 MEI 2026 — Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, KH. Yusuf Ali Tantowi, Lc., M.A., mengajak masyarakat menjadikan momentum Idul Adha sebagai sarana memperkuat ketahanan keluarga sekaligus meningkatkan kepedulian sosial. Pesan tersebut disampaikan saat beliau menyampaikan khutbah Idul Adha 1447 H di Masjid Al-Mumtadz, Kecamatan Cimaung. Dalam khutbahnya, KH. Yusuf menegaskan bahwa keluarga Nabi Ibrahim AS merupakan teladan keluarga ideal yang mampu menghadapi berbagai ujian kehidupan karena dibangun di atas pondasi keimanan, keikhlasan, dan ketaatan kepada Allah SWT. Menurutnya, keluarga Nabi Ibrahim berhasil menjadi pemenang sejarah, sementara peradaban besar seperti kaum ‘Ad, Tsamud, dan Fir‘aun justru hancur akibat kesombongan dan jauhnya mereka dari nilai-nilai ketuhanan. Beliau juga menjelaskan bahwa ibadah qurban tidak hanya dimaknai sebagai penyembelihan hewan semata, tetapi juga menjadi simbol penyembelihan sifat egois, rakus, dan sikap tidak peduli terhadap sesama. Karena itu, semangat qurban harus diwujudkan melalui kepedulian nyata kepada fakir miskin, anak yatim, dan masyarakat yang membutuhkan. Pesan tersebut sejalan dengan komitmen BAZNAS Kabupaten Bandung dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan qurban sebagai instrumen pemberdayaan umat. Melalui berbagai program sosial dan ekonomi, BAZNAS terus hadir untuk memperkuat solidaritas sosial, membantu masyarakat rentan, serta mendorong terwujudnya kesejahteraan yang lebih merata. “Qurban mengajarkan bahwa yang kuat harus membantu yang lemah, yang mampu harus memperhatikan yang membutuhkan, dan yang diberi kelapangan rezeki harus menghadirkan manfaat bagi sesama,” ujar KH. Yusuf Ali Tantowi. Momentum Idul Adha ini diharapkan menjadi pengingat bahwa keberkahan hidup tidak hanya diukur dari banyaknya harta maupun kekuasaan, melainkan dari sejauh mana seseorang mampu berbagi, peduli, dan menghadirkan manfaat bagi orang lain. BAZNAS Kabupaten Bandung pun mengajak seluruh masyarakat untuk terus menguatkan semangat berbagi melalui zakat, infak, sedekah, dan qurban demi terwujudnya Kabupaten Bandung yang lebih peduli, berdaya, dan berkah.***
BERITA27/05/2026 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Dorong Optimalisasi ZIS Sektor Pariwisata di Rancabali
BAZNAS Kabupaten Bandung Dorong Optimalisasi ZIS Sektor Pariwisata di Rancabali
RANCABALI, 13 MEI 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung menggelar kegiatan optimalisasi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) bersama para pelaku usaha pariwisata di wilayah Kecamatan Rancabali pada Rabu 13 Mei 2026. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Ketua I Bidang Penghimpunan BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Jamjam Erawan serta dihadiri langsung oleh Camat Rancabali Panpan Rispan, perwakilan dari Disparekraf, unsur Forkopimcam, dan Ketua UPZ Kecamatan Rancabali. Adapun peserta yang mengikuti kegiatan ini mengundang sekitar 32 pemilik usaha pariwisata yang berada di wilayah Rancabali. Dalam sambutannya Camat Rancabali, Panpan Rispan menyampaikan bahwa kehadiran dan manfaat BAZNAS Kabupaten Bandung telah dirasakan langsung oleh masyarakat di wilayahnya. “BAZNAS sudah terasa oleh warga Rancabali. Tempo hari ada musibah 12 orang karena gas meledak, saya koordinasi dengan Kasi Sosbud,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa BAZNAS juga turut membantu masyarakat yang mengalami kendala dalam akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang belum memiliki BPJS. “Bagi mereka yang tak punya BPJS bisa ter-cover oleh BAZNAS. Alhamdulillah tiga orang bisa dibantu,” tuturnya. Lebih lanjut, ia berharap dampak dan manfaat program BAZNAS dapat terus diperluas, termasuk dalam mendukung sektor pariwisata di Rancabali. “Ke depannya semoga dampak BAZNAS bisa terasa lebih banyak, terutama di bidang pariwisata,” katanya. Menurutnya, pengelolaan zakat yang terorganisir melalui BAZNAS menjadi langkah penting agar penyalurannya berjalan tertib dan sesuai aturan. “Ini semua diwadahi oleh BAZNAS supaya lebih tertib lagi penyaluran hasil zakatnya. Kalau tidak ada regulasi, masuknya ke pungutan liar,” tegasnya. Ia pun berharap para pengelola wisata dapat menindaklanjuti hasil kegiatan tersebut dan mulai membangun kolaborasi bersama BAZNAS Kabupaten Bandung. “Saya harapkan pihak pengelola melaporkan kegiatan ini dan ditunggu responnya seperti apa. Dari kita, oleh kita dan untuk kita,” tambahnya. Sementara itu, Wakil Ketua I Bidang Penghimpunan BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Jamjam Erawan, menekankan bahwa zakat, infak, dan sedekah tidak hanya memiliki nilai sosial, tetapi juga nilai spiritual yang membawa keberkahan. “Ada nilai spiritual dari zakat, infak, sedekah, maka akan melahirkan keberkahan,” ujarnya. Ia juga menyampaikan bahwa pengelolaan ZIS menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam menjaga kebermanfaatan harta sekaligus membantu masyarakat. “Untuk menyelamatkan harta, warga dan negara. Ada upaya dan ikhtiar untuk membangun keberkahan ini,” jelasnya. Menurutnya, sektor usaha wisata juga akan memperoleh dampak positif apabila nilai-nilai keberkahan diterapkan dalam aktivitas usaha. “Usaha wisata akan semakin berkah. Keberkahan itu membawa manfaat bagi banyak orang,” katanya. Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan bahwa masyarakat tetap dapat berinfak meskipun belum mencapai nisab zakat. “Kalau tidak mencapai nisab, maka berinfak sesuai keinginan. Asal ada kemauan dan kesungguhan, Allah akan membantu dan menolong kita,” pungkasnya. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Bandung berharap kesadaran para pelaku usaha wisata terhadap pentingnya zakat, infak, dan sedekah semakin meningkat, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat Kabupaten Bandung.***
BERITA13/05/2026 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
Kemensos Melalui Sentra Abiyoso Gelar Khitanan Massal di Kabupaten Bandung, Sasar 104 Anak Prasejahtera
Kemensos Melalui Sentra Abiyoso Gelar Khitanan Massal di Kabupaten Bandung, Sasar 104 Anak Prasejahtera
SOREANG, 13 MEI 2026 – Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui Sentra Abiyoso Cimahi menggelar aksi sosial khitanan massal dan cek kesehatan bagi warga Kabupaten Bandung. Acara yang merupakan bentuk kolaborasi lintas sektor ini diselenggarakan di Gedung Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT) Dinas Sosial Kabupaten Bandung pada Rabu (13/5/2026). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh sejumlah pimpinan daerah dan instansi terkait, di antaranya Ketua DPRD Kabupaten Bandung Hj. Renie Rahayu, Kepala Sentra Abiyoso Cimahi, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bandung, Wakil Ketua (Waka) 2 Baznas Kabupaten Bandung H. Abdul Rouf, serta perwakilan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung. Sebanyak 104 anak dari berbagai wilayah di Kabupaten Bandung terdaftar sebagai peserta khitanan massal. Selain khitanan, panitia juga menyediakan layanan cek kesehatan gratis yang diikuti oleh 9 orang warga sekitar. Kepala Sentra Abiyoso menegaskan bahwa program ini merupakan implementasi dari program ATENSI (Asistensi Rehabilitasi Sosial) untuk membantu keluarga prasejahtera dalam memenuhi hak kesehatan anak. Sinergi ini semakin kuat dengan hadirnya Baznas Kabupaten Bandung yang turut memberikan kontribusi nyata. Waka 2 Baznas Kabupaten Bandung menyampaikan bahwa pihaknya mendukung penuh kegiatan ini dengan menyalurkan santunan tunai kepada seluruh peserta khitanan. Dukungan ini diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan pasca-khitan bagi keluarga peserta. Ketua DPRD Kabupaten Bandung yang hadir memantau jalannya acara memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi antara pemerintah pusat melalui Kemensos, pemerintah daerah, dan lembaga zakat. Menurutnya, penggunaan fasilitas SLRT Dinsos sebagai lokasi acara sangat tepat untuk menjangkau masyarakat yang memang membutuhkan pelayanan cepat dan tepat sasaran. Acara berlangsung khidmat dan lancar, dengan para peserta mendapatkan paket bantuan nutrisi serta pakaian ibadah dari Sentra Abiyoso sebagai pelengkap kebahagiaan mereka di hari tersebut.***
BERITA13/05/2026 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
BAZNAS Kabupaten Bandung Audiensi dengan RSUD Otista, Dorong Optimalisasi ZIS untuk Manfaat Umat
BAZNAS Kabupaten Bandung Audiensi dengan RSUD Otista, Dorong Optimalisasi ZIS untuk Manfaat Umat
SOREANG, 5 MEI 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung melaksanakan audiensi dengan RSUD Otista dalam rangka mendorong optimalisasi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) serta peningkatan manfaat bagi masyarakat. Kegiatan audiensi tersebut berlangsung pada Selasa 5 Mei 2026 dan dihadiri oleh Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Jamjam Erawan, yang diterima langsung oleh Direktur Utama RSUD Otista, dr. Hj. Yuli Irnawaty Mosjasari. Dalam kesempatan tersebut, H. Jamjam Erawan menyampaikan bahwa potensi penghimpunan ZIS di lingkungan RSUD, khususnya dari tenaga medis seperti dokter spesialis, masih belum optimal. “Zakat, infak, sedekah, terutama dari dokter-dokter spesialis masih belum maksimal,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa optimalisasi penghimpunan ZIS di lingkungan RSUD tidak hanya berdampak pada peningkatan dana yang terhimpun, tetapi juga akan kembali dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, termasuk dalam mendukung kebutuhan layanan kesehatan. “Nantinya, ZIS ini juga akan kembali lagi dipakai untuk mendukung pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan," jelasnya. Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya peningkatan penghimpunan secara terukur agar manfaat yang diberikan dapat dirasakan lebih luas. “Saya butuh angka, untuk memberi manfaat bagi banyak orang,” tegasnya. Dalam audiensi tersebut juga disampaikan bahwa sektor kesehatan menjadi salah satu fokus utama dalam program pendistribusian BAZNAS Kabupaten Bandung, yang diwujudkan melalui program Bandung Sehat. Diketahui program Bandung Sehat selama ini berperan dalam membantu masyarakat, khususnya dalam penanganan tunggakan BPJS Kesehatan, serta berbagai kebutuhan kesehatan lainnya. Selain Bandung Sehat, BAZNAS Kabupaten Bandung juga memiliki program unggulan lain, yaitu Bandung Cerdas, Bandung Berdaya Saing, Bandung Peduli, dan Bandung Religius, yang menyasar berbagai aspek kehidupan masyarakat. Melalui audiensi ini, diharapkan sinergi antara BAZNAS Kabupaten Bandung dan RSUD Otista dapat semakin diperkuat, sehingga potensi ZIS dapat dioptimalkan dan memberikan dampak yang lebih luas bagi kesejahteraan masyarakat.***
BERITA05/05/2026 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Bandung.

Lihat Daftar Rekening →