WhatsApp Icon
BAZNAS Kabupaten Bandung Gelar Apel Perdana Pascalibur Idulfitri, Teguhkan Semangat Menjaga Nilai-Nilai Ramadan

SOREANG, 30 MARET 2026 – BAZNAS Kabupaten Bandung menggelar apel amilin dan amilat perdana pascalibur Idulfitri pada Senin, 30 Maret 2026, bertempat di Kantor BAZNAS Kabupaten Bandung. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Bandung, Jamjam Erawan.

Apel tersebut menjadi momentum awal untuk kembali meneguhkan semangat pengabdian dan etos kerja seluruh amilin serta amilat setelah menjalani ibadah Ramadan dan perayaan Idulfitri. Dalam amanatnya, ditekankan pentingnya menjaga ruh dan nilai-nilai Ramadan agar tidak berhenti seiring berakhirnya bulan suci.

Pesan yang disampaikan merujuk pada ungkapan ulama besar Yusuf al-Qaradawi“Kun rabbaniyyan wa la takun ramadhaniyyan”, yang bermakna agar setiap muslim menjadi hamba Allah yang istiqamah dalam kebaikan, bukan hanya semangat beribadah ketika Ramadan tiba.

Melalui pesan tersebut, seluruh amilin dan amilat diingatkan agar tidak terjebak pada pola ibadah yang bersifat musiman atau tahunan semata. Nilai-nilai spiritual yang telah dibangun selama Ramadan diharapkan tetap hidup dan menjadi bagian dari keseharian, termasuk dalam menjalankan tugas pelayanan dan pengelolaan zakat di lingkungan BAZNAS Kabupaten Bandung.

Bagi para amilin dan amilat yang diberi amanah untuk berkhidmat di BAZNAS, semangat Ramadan dipandang perlu terus dihidupkan dalam berbagai bentuk amalan maupun perilaku. Hal tersebut meliputi kebiasaan menjalankan puasa sunnah, shalat malam, tadarus Al-Qur’an, serta memperkuat kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada sesama.

Selain amalan ibadah, nilai-nilai utama yang terkandung dalam Ramadan juga dinilai sangat relevan dalam menunjang kinerja dan pengabdian sehari-hari. Nilai-nilai seperti kesabaran, kejujuran, kedisiplinan, kepedulian, serta kebiasaan bangun di sepertiga malam terakhir menjadi fondasi penting yang dapat memperkuat karakter pribadi maupun profesionalisme kerja.

Nilai-nilai tersebut diyakini tidak hanya berpengaruh terhadap kualitas ibadah personal, tetapi juga dapat menjadi penopang keberhasilan dalam pekerjaan, karier, serta capaian institusi. Dalam konteks kelembagaan, semangat menjaga nilai-nilai Ramadan diharapkan dapat mendorong amilin dan amilat untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Melalui apel perdana ini, BAZNAS Kabupaten Bandung menegaskan komitmennya untuk terus membangun budaya kerja yang tidak hanya profesional dan amanah, tetapi juga dilandasi oleh nilai-nilai spiritual yang kuat, sehingga kebermanfaatan lembaga dapat terus dirasakan secara luas oleh masyarakat.***

30/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
Pemkab Bandung Resmikan Kehadiran Mawmie Soreang di Lantai 1 Gedung BAZNAS Center

SOREANG, 27 MARET 2026 – BAZNAS Kabupaten Bandung bersama Pemkab Bandung meresmikan kehadiran Mawmie Soreang yang mulai menempati lantai 1 Gedung BAZNAS Center, Jalan Gading Tutuka, Soreang, pada Jumat, 27 Maret 2026.

Peresmian tersebut dilakukan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Kabupaten Bandung, Muhammad Usman, yang hadir mewakili Bupati Bandung Dadang Supriatna.

Kegiatan ini turut dihadiri Kabag Kesra Kabupaten Bandung Asep Hadian, Camat Soreang Haris Taupik, Kapolsek Soreang Kompol Oeng Haeruman, Kepala Desa Cingcin H. Aceng Suhud, perwakilan Bapenda dan Disdagin, serta jajaran pimpinan BAZNAS Kabupaten Bandung yang dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, Yusuf Ali Tantowi, didampingi para wakil ketua.

Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, Yusuf Ali Tantowi, menegaskan bahwa kesadaran masyarakat terhadap zakat, infak, dan sedekah masih perlu terus diperkuat. Menurutnya, ibadah sosial tersebut merupakan bagian penting dari ajaran Islam yang tidak dapat dipisahkan dari kepedulian terhadap sesama.

“Salah satu ibadah yang kurang diperhatikan dan dilaksanakan adalah membayar zakat, infak dan sedekah,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa ajaran Islam telah menegaskan pentingnya perhatian terhadap masyarakat yang membutuhkan, terutama fakir miskin dan anak yatim.

“Padahal dalam Al-Qur’an sudah jelas dan tegas yakni adanya golongan yang mendustakan agama yang salah satu cirinya adalah tidak menyantuni fakir miskin serta anak yatim,” lanjutnya.

Lebih jauh, kehadiran Mawmie Soreang di lantai 1 Gedung BAZNAS Center dipandang sebagai bagian dari upaya optimalisasi pemanfaatan gedung agar memiliki nilai guna yang lebih luas. Selain menjadi ruang aktivitas produktif, keberadaan tenant di lingkungan gedung juga diharapkan dapat mendukung penguatan kebermanfaatan sosial yang selama ini dijalankan BAZNAS Kabupaten Bandung.

Sementara itu, dalam sambutan Bupati Bandung yang dibacakan oleh Muhammad Usman, Pemerintah Kabupaten Bandung menyampaikan apresiasi atas langkah pemanfaatan Gedung BAZNAS Center secara lebih optimal.

Menurutnya, pemanfaatan gedung tersebut dapat menjadi salah satu bentuk terobosan yang memberikan dampak positif terhadap penguatan kesejahteraan masyarakat.

“Kerja sama antara BAZNAS dengan Mawmie merupakan terobosan yang baik untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Muhammad Usman saat membacakan sambutan Bupati Bandung.

Ia juga menambahkan bahwa keberadaan Gedung BAZNAS Center diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap berbagai program sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Karena hasil dari Gedung BAZNAS Center nantinya juga akan dipergunakan buat santunan dan pemberdayaan ekonomi warga Kabupaten Bandung,” lanjutnya.

Dengan diresmikannya Mawmie Soreang di Gedung BAZNAS Center, BAZNAS Kabupaten Bandung berharap pemanfaatan aset lembaga dapat terus dioptimalkan guna mendukung keberlanjutan program sosial, santunan, serta pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat Kabupaten Bandung.

27/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Perkuat Sinergi Bersama PWI, Paparkan Program dan Peningkatan Pengumpulan ZIS

SOREANG, 19 MARET 2026Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung menggelar kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama dengan insan pers yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bandung. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung Baznas Center Soreang pada Rabu, 18 Maret 2026.

Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara BAZNAS Kabupaten Bandung dan media dalam mendukung optimalisasi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), sekaligus menyampaikan perkembangan program serta capaian kinerja lembaga.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, Yusuf Ali Tantowi, memaparkan bahwa BAZNAS memiliki tiga fungsi utama, yaitu menghimpun, mendistribusikan, serta menyusun laporan keuangan secara transparan dan akuntabel.

Ia juga menegaskan bahwa pengelolaan ZIS di BAZNAS berlandaskan prinsip 3A, yaitu aman secara syariah, aman regulasi, serta aman dalam koridor Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dari sisi pendistribusian, dana ZIS disalurkan melalui lima bidang utama, yakni pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, sosial kemasyarakatan, serta kebencanaan. Salah satu fokus utama saat ini adalah penguatan program pemberdayaan ekonomi sebagai upaya mendorong kemandirian mustahik.

BAZNAS Kabupaten Bandung telah mengembangkan berbagai program produktif, di antaranya Z-Chicken, Z-Coffee, dan Z-Cosmetic yang menyasar pelaku usaha kecil serta kaum ibu. Program-program tersebut dirancang agar bantuan tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi mampu memberikan dampak ekonomi berkelanjutan.

Selain itu, BAZNAS juga menghadirkan skema Mustahik Investor, yaitu model pemberdayaan melalui kerja sama dengan pelaku usaha. Dalam skema ini, bantuan diberikan kepada mustahik dan dikelola bersama mitra usaha sehingga memiliki potensi untuk berkembang lebih optimal.

Dari sisi penghimpunan, BAZNAS Kabupaten Bandung mencatat tren peningkatan yang signifikan dalam tiga tahun terakhir. Pada tahun 2023, penghimpunan ZIS berada di kisaran Rp8 miliar, meningkat menjadi Rp12,5 miliar pada 2024, dan kembali naik menjadi Rp17,5 miliar pada tahun 2025.

Peningkatan tersebut menunjukkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan ZIS melalui BAZNAS. Dengan capaian tersebut, BAZNAS Kabupaten Bandung terus berupaya memperluas dampak program, tidak hanya dalam aspek sosial, tetapi juga dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

 

Kegiatan silaturahmi dan buka bersama ini turut dihadiri jajaran pimpinan BAZNAS Kabupaten Bandung serta perwakilan PWI Kabupaten Bandung, sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan kelembagaan dan memperkuat peran media dalam mendukung dakwah zakat di Kabupaten Bandung.***

19/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
BAZNAS Kabupaten Bandung Tutup Program Dai Pelosok di Kertasari

SELASA, 17 MARET 2026 - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung resmi menutup program Dai Pelosok Ramadan 1447 H yang dilaksanakan di Desa Tarumajaya, Kec. Kertasari pada Selasa, 17 Maret 2026. Kegiatan penutupan dipusatkan di Masjid Sabilul Huda dan dihadiri berbagai unsur terkait.

Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Bandung diwakili oleh Adjat Abdullah dan Asrofil Anam. Turut hadir Kepala Desa Tarumajaya sebagai perwakilan pemerintah desa, menandai sinergi antara BAZNAS dan pemerintah setempat dalam mendukung program keagamaan di masyarakat.

Program Dai Pelosok merupakan salah satu program unggulan Ramadan BAZNAS Kabupaten Bandung yang bertujuan meningkatkan literasi Al-Qur’an, khususnya dalam upaya mengentaskan buta huruf Al-Qur’an di wilayah pelosok. Pada tahun 2026, program ini dilaksanakan di dua titik, yakni Desa Tarumajaya di Kecamatan Kertasari dan Desa Lamajang di Kecamatan Pangalengan.

Dalam kesempatan tersebut, Adjat Abdullah menjelaskan bahwa program Dai Pelosok merupakan bentuk ikhtiar BAZNAS dalam menghadirkan dai ke wilayah yang membutuhkan pembinaan keagamaan, khususnya dalam pengajaran Al-Qur’an.

“Dai pelosok adalah dai yang dikirim ke daerah pelosok melalui BAZNAS Kabupaten Bandung, tujuan utamanya memberantas buta huruf Al Quran,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa dari ratusan desa yang ada di Kabupaten Bandung, hanya dua desa yang terpilih menjadi lokasi pelaksanaan program pada tahun ini, dengan pelaksanaan kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih 25 hari.

“Dari 270 desa, yang terpilih dua desa, Lamajang dan Tarumajaya. Alhamdulillah kegiatannya selama 25 hari lancar,” tambahnya.

Rangkaian kegiatan penutupan juga diisi dengan santunan bagi anak yatim berupa 20 paket sembako. Kegiatan tersebut menjadi penutup dari seluruh rangkaian program Dai Pelosok yang telah berjalan selama bulan Ramadan.

Melalui program ini, BAZNAS Kabupaten Bandung berharap dapat terus memperluas jangkauan dakwah zakat serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an di wilayah pelosok.***

17/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Terima Penyaluran ZIS dan Fidyah dari Asisten Pemerintahan Kabupaten Bandung

SOREANG, 16 MARET 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung menerima penyaluran zakat, infak, sedekah (ZIS), serta fidyah dari jajaran Asisten Pemerintahan Kabupaten Bandung pada Senin, 16 Maret 2026.

Penyerahan tersebut dilakukan oleh para asisten di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung sebagai bagian dari komitmen aparatur pemerintah dalam menunaikan kewajiban zakat serta memperkuat gerakan zakat di daerah.

Dalam kegiatan tersebut hadir Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Bandung, Erwin, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Usman, serta Asisten Administrasi Umum, Hairun. Penyerahan ZIS dan fidyah tersebut diterima langsung oleh jajaran BAZNAS Kabupaten Bandung.

Untuk diketahui, sebelumnya Bupati Bandung H. M. Dadang Supriatna beserta jajaran juga telah menunaikan zakatnya ke BAZNAS pada momen Nuzulul Quran lalu.

Penyaluran ZIS dan fidyah dari unsur pemerintahan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan BAZNAS dalam mengoptimalkan penghimpunan dana umat.

Dana yang dihimpun melalui BAZNAS selanjutnya akan disalurkan kepada para mustahik melalui berbagai program pemberdayaan dan bantuan sosial di Kabupaten Bandung.

 

Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan fidyah dapat semakin terorganisir serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan.***

16/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS KAB. BANDUNG

Berita Terbaru

Sosialisasi BAZNAS pada Penyerahan 37 SK Kenaikan Pangkat ASN Kabupaten Bandung
Sosialisasi BAZNAS pada Penyerahan 37 SK Kenaikan Pangkat ASN Kabupaten Bandung
SOREANG, 18 FEBRUARI 2026 - BAZNAS Kabupaten Bandung berkesempatan memberikan sosialisasi zakat, infak, dan sedekah pada kegiatan penyerahan 37 Surat Keputusan (SK) kenaikan pangkat ASN periode Maret 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Soreang pada Rabu, 18 Februari 2026. Dalam kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Bandung diwakili oleh Wakil Ketua I Bidang Penghimpunan, H. Jamjam Erawan. Acara tersebut juga dihadiri langsung oleh Kepala Bidang Mutasi dan Promosi Kabupaten Bandung, Acep Sumarna, serta para ASN penerima SK kenaikan pangkat. Dalam penyampaiannya, H. Jamjam Erawan menyampaikan apresiasi kepada para ASN yang menerima kenaikan pangkat. Ia menilai capaian tersebut merupakan bentuk penghargaan atas kinerja dan dedikasi yang telah diberikan kepada Kabupaten Bandung. “Bapak dan ibu adalah orang yang sangat beruntung, istimewa karena atas kinerja dan karya di Kabupaten Bandung,” ujarnya. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada BKPSDM Kabupaten Bandung yang telah memberikan ruang bagi BAZNAS untuk menyampaikan sosialisasi zakat, infak, dan sedekah kepada ASN di Kabupaten Bandung. “Kami berterima kasih kepada BKPSDM yang telah memberi kesempatan terutama untuk pelaporan kepada ASN se-Kabupaten Bandung dalam setiap siroh,” ungkapnya. Lebih lanjut, H. Jamjam Erawan mengingatkan bahwa salah satu instrumen dari visi Bupati Bandung adalah penguatan nilai-nilai keagamaan. Menurutnya, zakat, infak, dan sedekah masih menjadi instrumen yang perlu terus dibumikan di Kabupaten Bandung. “Kami dari BAZNAS hanya ingin mengingatkan salah satu instrumen dari visi Bupati Bandung adalah agamis. Salah satu instrumen yang belum membumi di Kabupaten Bandung adalah zakat, infak, dan sedekah,” jelasnya. Ia juga menyampaikan bahwa pada tahun 2026 BAZNAS Kabupaten Bandung mendapatkan target penghimpunan sebesar Rp18 miliar. Oleh karena itu, peran ASN dinilai sangat strategis dalam mendukung pencapaian target tersebut. “Tahun 2026 ini kami diberi target 18 miliar. Maka insya Allah dimulai dari ASN. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” tuturnya. Dalam kesempatan tersebut, H. Jamjam Erawan juga menekankan pentingnya perhitungan zakat yang jelas dan sesuai dengan instruksi pimpinan daerah. “Harus jelas juga hitungannya sesuai instruksi Bupati. Lihat pendapatan kotornya berapa, untuk membersihkan jiwa dan harta kita,” tambahnya. Senada dengan hal tersebut, Kepala Bidang Mutasi dan Promosi Kabupaten Bandung, Acep Sumarna, menyampaikan bahwa kenaikan pangkat ASN tidak hanya berkaitan dengan kinerja, tetapi juga tanggung jawab moral dan keagamaan. “Pemerintah akan diminta pertanggungjawabannya, mana yang kewajiban kinerja ataupun kewajiban sesama muslim,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa proses kenaikan pangkat ASN dilaksanakan secara transparan dan tanpa pungutan biaya. “Di dalam proses kenaikan pangkat ini nol rupiah, tidak dipungut biaya apa pun. Kalau ada, laporkan,” tegasnya. Menjelang bulan suci Ramadhan, Acep Sumarna juga mengajak para ASN untuk tidak hanya fokus pada aspek administratif, tetapi juga pembangunan rohani. “Momentum puasa akan kita hadapi, sering terlupakan bagaimana membangun rohani kita. Setiap kita adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan diminta pertanggungjawabannya. Mudah-mudahan kenaikan pangkat ini menjadi berkah dan ladang kebaikan bagi kita semua,” pungkasnya.***
BERITA18/02/2026 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
Pelatihan Z-Cosmetic BAZNAS Kabupaten Bandung Dihadiri Disnaker, Dorong Lahirnya Wirausaha Baru
Pelatihan Z-Cosmetic BAZNAS Kabupaten Bandung Dihadiri Disnaker, Dorong Lahirnya Wirausaha Baru
SOREANG, 15 FEBRUARI 2026 - Program pelatihan Z-Cosmetic Beauty Class Facial yang digelar BAZNAS Kabupaten Bandung mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bandung. Untuk diketahui Kepala Disnaker Kabupaten Bandung Dadang Komara, hadir dan memberikan sambutan dalam kegiatan yang berlangsung Minggu, 15 Februari 2026 di Aula SLRT Dinsos Kabupaten Bandung. Dalam kesempatan tersebut, Disnaker Kabupaten Bandung menilai program pelatihan berbasis keterampilan seperti yang diinisiasi BAZNAS memiliki peran strategis dalam menekan angka pengangguran sekaligus membuka peluang usaha baru di masyarakat. Pelatihan kecantikan dinilai relevan dengan kebutuhan pasar serta memiliki potensi berkembang menjadi sumber penghasilan mandiri bagi peserta. Kegiatan yang terlaksana melalui kerja sama dengan Marizk Cosmetics ini menjadi bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi mustahik melalui penguatan keterampilan praktis. Selain dibekali teknik perawatan wajah, peserta juga diarahkan memahami dasar kewirausahaan sehingga mampu membangun usaha jasa kecantikan secara berkelanjutan. Disnaker Kabupaten Bandung memandang sinergi lintas sektor seperti ini penting untuk terus diperkuat, terutama dalam menciptakan ekosistem pelatihan yang tidak hanya memberi keterampilan, tetapi juga membuka jalur menuju kemandirian ekonomi. Program yang menghubungkan pelatihan, pendampingan, dan peluang usaha dinilai sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja sekaligus memperluas lapangan kerja. Pelatihan Z-Cosmetics sendiri merupakan kelanjutan dari program yang sebelumnya diluncurkan pada peringatan HUT ke-25 BAZNAS di Gedung BAZNAS Centre Soreang. Dengan adanya dukungan dari Disnaker, program ini diharapkan mampu memperkuat dampak pemberdayaan zakat, tidak hanya dalam aspek sosial, tetapi juga dalam penciptaan wirausaha baru di Kabupaten Bandung. Melalui kolaborasi antara lembaga zakat, pemerintah daerah, dan sektor usaha, program ini diharapkan menjadi model pemberdayaan yang berkelanjutan, mendorong masyarakat untuk mandiri secara ekonomi sekaligus menumbuhkan semangat berbagi di kemudian hari.***
BERITA15/02/2026 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung dan PT Marizk Gelar Pelatihan Z-Cosmetic Beauty Class, Dorong Peserta Jadi Pengusaha Mandiri
BAZNAS Kabupaten Bandung dan PT Marizk Gelar Pelatihan Z-Cosmetic Beauty Class, Dorong Peserta Jadi Pengusaha Mandiri
SOREANG, 15 FEBRUARI 2026 – BAZNAS Kabupaten Bandung kembali memperkuat program pemberdayaan ekonomi umat melalui pelatihan Z-Cosmetic Beauty Class Facial yang digelar pada Minggu, 15 Februari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Aula SLRT Dinsos Kabupaten Bandung dan terlaksana atas kerja sama dengan Marizk Cosmetics sebagai mitra pelatihan di bidang kecantikan. Pelatihan tersebut dibuka langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Yusuf Ali Tantowi yang menegaskan pentingnya program pemberdayaan berbasis keterampilan sebagai jalan bagi mustahik untuk meningkatkan taraf hidup secara berkelanjutan. Program ini mengusung tagline “Mencari Nafkah Meraih Berkah”, yang mencerminkan semangat membangun kemandirian ekonomi sekaligus menjaga nilai spiritual dalam setiap usaha yang dijalankan. Selain itu, Kepala Disnaker H. Dadang Komara, S.T., M.T. turut hadir memberi sambutan kepada para peserta sebagai komitmen Pemerintah Kabupaten Bandung dalam hal pemberdayaan dan pendayagunaan masyarakat. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari peluncuran program Z-Cosmetics yang sebelumnya diperkenalkan pada momentum peringatan HUT ke-25 BAZNAS di Gedung BAZNAS Centre Soreang. Setelah tahap peluncuran, pelatihan ini menjadi langkah konkret untuk memastikan program tidak berhenti pada seremoni, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata bagi penerima manfaat. Dalam pelatihan tersebut, peserta memperoleh beberapa materi dari mulai sejarah kosmetik hingga keterampilan teknis dalam berwirausaha. Melalui program ini, BAZNAS Kabupaten Bandung menargetkan lahirnya pelaku usaha baru di sektor jasa kecantikan yang tidak hanya mampu mandiri secara ekonomi, tetapi juga bertransformasi menjadi pihak yang memberi manfaat bagi masyarakat sekitarnya. Pemberdayaan berbasis zakat diharapkan dapat menjadi jalan perubahan sosial, dari penerima bantuan menjadi pelaku usaha yang produktif. Program Z-Cosmetics sendiri dirancang sebagai bagian dari strategi besar BAZNAS Kabupaten Bandung dalam mengoptimalkan pendayagunaan zakat untuk sektor ekonomi kreatif. Bidang kecantikan dipilih karena memiliki peluang pasar yang luas, kebutuhan modal relatif terjangkau, serta dapat dijalankan secara fleksibel oleh peserta di lingkungan tempat tinggalnya. Ke depan, BAZNAS Kabupaten Bandung berencana terus mengembangkan model pelatihan serupa dengan pendampingan lanjutan, sehingga peserta tidak hanya memperoleh keterampilan, tetapi juga memiliki akses jejaring usaha dan peluang pengembangan usaha yang lebih luas. Dengan pendekatan ini, zakat diharapkan mampu menjadi instrumen pemberdayaan yang berkelanjutan, menciptakan kemandirian ekonomi sekaligus menumbuhkan budaya berbagi di tengah masyarakat.***
BERITA15/02/2026 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
Konser Amal Rizky Febian di Soreang Galang Donasi untuk Bandung Raya, Gandeng BAZNAS Kab Bandung
Konser Amal Rizky Febian di Soreang Galang Donasi untuk Bandung Raya, Gandeng BAZNAS Kab Bandung
SOREANG, 10 FEBRUARI 2026 - Pemerintah Kabupaten Bandung berkolaborasi dengan Lincah.id bersama KNPI Kab Bandung serta BAZNAS Kabupaten Bandung menggelar konser amal dan doa bersama untuk Bandung Raya pada Selasa (10/2/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Indoor Stadion Jalak Harupat, Soreang, dan terbuka untuk masyarakat umum secara gratis dengan mengajak pengunjung menyiapkan donasi terbaik. Konser amal ini dimeriahkan langsung oleh penyanyi kondang Rizky Febian dengan mengusung tema Satu Momen untuk Bersama. Acara tersebut menjadi bentuk kepedulian bersama terhadap sejumlah wilayah di Kabupaten Bandung yang tengah mengalami musibah bencana. Penghimpunan donasi dalam kegiatan ini dikelola melalui BAZNAS Kabupaten Bandung. Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Yusuf Ali Tantowi, turut menyampaikan tausiah dan memimpin doa bersama. Dalam tausiahnya, ia menegaskan bahwa keimanan harus diwujudkan dalam tindakan nyata. “Beriman itu tidak cukup hanya sekadar di hati dan di lisan. Beriman harus dibarengi dengan perbuatan,” ujarnya. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk hadir dan peduli terhadap kondisi daerahnya sendiri. “Kita semua hadir di momen yang berbahagia ini. Di Kabupaten Bandung ada beberapa bencana, maka pastikan kita hadir untuk membantu,” tambahnya. Menurutnya, sekecil apa pun donasi yang diberikan akan memiliki nilai besar bagi penerima dan keberkahan bagi pemberinya. “Mudah-mudahan walaupun sedikit akan bermakna dan menjadi penolong kita di akhirat kelak,” tuturnya. Sementara itu, Bupati Bandung H. M. Dadang Supriatna menyampaikan bahwa kegiatan konser amal ini murni hasil kolaborasi berbagai pihak dan tidak menggunakan anggaran APBD. “Ini murni non-APBD dan kerja sama dari KORMI, Lincah.id, dan berbagai instansi lainnya termasuk BAZNAS,” katanya. Ia menjelaskan bahwa donasi yang terkumpul akan disalurkan kepada wilayah-wilayah yang saat ini terdampak musibah. “Kegiatan ini akan disalurkan kepada wilayah-wilayah yang saat ini mengalami musibah,” ujarnya. Bupati Bandung juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendoakan agar kondisi daerah yang terdampak segera pulih. “Kita berdoa bersama-sama semoga pulih kembali dan aman, nyaman. Kabupaten Bandung akan selalu siap siaga,” ucapnya. Di akhir penyampaiannya, ia mengimbau masyarakat untuk terus berbagi kepada sesama. “Jangan lupa sisihkan rezeki Anda, mudah-mudahan apa yang diberikan mendapat pahala dari Allah SWT,” pungkasnya. Selain menghimpun donasi, BAZNAS Kabupaten Bandung juga berkontribusi dalam kegiatan ini dengan mendirikan musala portabel serta membuka gerai zakat, infak, dan sedekah untuk memudahkan masyarakat berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan tersebut.***
BERITA10/02/2026 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Ikuti Pembukaan TMMD Reguler di Kecamatan Rancabali 
BAZNAS Kabupaten Bandung Ikuti Pembukaan TMMD Reguler di Kecamatan Rancabali 
RANCABALI, 10 FEBRUARI 2026 — Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Bandung mengikuti pembukaan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) reguler ke-127 di Kampung Simpang Gunung Leutik Desa Cipelah, Rancabali. Acara pada Selasa 10 Februari 2026 dihadiri di antaranya Bupati Bandung HM Dadang Supriatna atau Kang DS, Wabup Bandung Ali Syakieb, Ketua Tim Penggerak PKK Hj. Emma Detty, Sekda Cakra Amiyana, para kepala dinas, Camat Rancabali H. Mamet Slamet, dan Ketua DPRD Kabupaten Bandung Hj. Renie Rahayu. Menurut Komandan Kodim 0624/Kabupaten Bandung Letkol Kav Samto Betah, TMMD akan dilaksanakan selama sebulan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. "Personel yang terlibat sebanyak 150 orang dengan lokasi TMMD di daerah dingin dan indah pemandangannya," katanya. Rencanannya TMMD akan memperbaiki jalan sepanjang lebih dari 1 km dengan kondisi bebatuan dan masih ada dari tanah. "Sedangkan sasaran non fisik berupa penyuluhan dan sosialisasi serta bantuan logistik kepada warga," katanya. Sedangkan Kang DS mengatakan, pihaknya menyediakan anggaran khusus TMMD sebab masih banyak daerah yang perlu penanganan khusus. "Seperti di Desa Cipelah ini masih ada jalan maupun rumah-rumah warga yang perlu diperbaiki kondisinya," katanya. Namun Kang DS juga mengakui masih ada kendala dalam perbaikan rumah takatak huni khususnya rumah dinas perkebunan maupun rumah warga yang berdiri di atas tanah perkebunan maupun kehutanan. "Untuk ini BAZNAS bisa ikut berperan serta untuk memperbaiki rumah tersebut seperti aksi BAZNAS memperbaiki rumah di Pangalengan," katanya.***
BERITA10/02/2026 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
BAZNAS Kabupaten Bandung Tetapkan Zakat Fitrah dan Fidyah 1447 H/2026 M
BAZNAS Kabupaten Bandung Tetapkan Zakat Fitrah dan Fidyah 1447 H/2026 M
SOREANG, 09 FEBRUARI 2026 — BAZNAS Kabupaten Bandung menggelar Rapat Penetapan Zakat Fitrah dan Fidyah 1447 Hijriah/2026 Masehi pada Senin, 9 Februari 2026, bertempat di Soreang. Rapat ini dihadiri oleh berbagai instansi, lembaga terkait, serta unsur organisasi kemasyarakatan (Ormas) di Kabupaten Bandung. Rapat penetapan ini bertujuan untuk menyepakati besaran zakat fitrah dan fidyah dengan mempertimbangkan kondisi riil masyarakat serta harga kebutuhan pokok, khususnya beras, di wilayah Kabupaten Bandung. Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Bandung H. Jamjam Erawan dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas sinergi yang selama ini terjalin dalam proses penetapan zakat fitrah. Ia menekankan pentingnya masukan dari berbagai pihak agar keputusan yang diambil benar-benar mencerminkan kondisi masyarakat di lapangan. “Terima kasih atas kerja sama selama ini dalam penetapan nilai zakat fitrah. Kami mohon masukannya untuk menyampaikan kondisi riil masyarakat Kabupaten Bandung,” ujarnya. Ia juga menegaskan perlunya sinkronisasi dan penguatan regulasi agar pelaksanaan zakat fitrah di tingkat masjid dan masyarakat tidak menimbulkan kesalahpahaman. “Kita belum sampai ke lapangan, ke masjid-masjid. Ini harus disinkronkan supaya tidak dianggap pungutan liar, tetapi diwadahi dengan regulasi yang jelas,” tambahnya. Berdasarkan hasil rapat dan dengan mempertimbangkan harga beras serta kondisi ekonomi masyarakat, BAZNAS Kabupaten Bandung menetapkan nilai zakat fitrah sebesar 2,5 kilogram beras atau setara dengan uang senilai Rp37.500 per jiwa. Penetapan ini mengacu pada harga beras eceran tertinggi (HET) yang berlaku di Kabupaten Bandung. Sementara itu, nilai fidyah ditetapkan sebesar Rp30.000 per jiwa per hari. Hasil rapat penetapan ini tertuang dalam surat keputusan dengan nomor Skep.003/BAZNAS/KAB-BDG/II/2026. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung H. Yusuf Ali Tantowi menegaskan bahwa zakat merupakan bagian fundamental dari ajaran Islam yang harus terus diperkuat pelaksanaannya di tengah masyarakat. “Semoga zakat di Kabupaten Bandung bisa lebih masif, karena zakat merupakan bagian dari rukun Islam,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kehadiran nilai-nilai Islam dalam kehidupan bermasyarakat akan semakin terasa apabila zakat ditunaikan dan disalurkan kepada mereka yang berhak menerimanya. “Tidak akan terasa kehadiran Islam jika zakat tidak ditunaikan, sehingga kemudian bisa dibagikan kepada mereka yang membutuhkan,” tutupnya. Melalui penetapan ini, BAZNAS Kabupaten Bandung berharap pelaksanaan zakat fitrah dan fidyah pada Ramadan 1447 H dapat berjalan tertib, sesuai syariat, serta memberikan manfaat yang optimal bagi mustahik di Kabupaten Bandung.***
BERITA10/02/2026 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
Koperasi Masjid Darul Rihlah Rancabali Terima Bantuan ANGKASA Malaysia Melalui BAZNAS
Koperasi Masjid Darul Rihlah Rancabali Terima Bantuan ANGKASA Malaysia Melalui BAZNAS
RANCABALI, 9 FEBRUARI 2026 — Koperasi Konsumen Berkah Bersama Masjid Darul Rihlah, Desa Alam Endah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, menerima bantuan penguatan modal dari Angkatan Koperasi Kebangsaan Malaysia Berhad (ANGKASA). Bantuan ini merupakan bagian dari program kerja sama internasional yang difasilitasi oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Total bantuan yang disalurkan sebesar Rp252 juta, yang diperuntukkan bagi lima masjid di Indonesia. Masing-masing masjid menerima bantuan sebesar 3.000 dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp50 juta. Sebelumnya Penyerahan bantuan secara simbolis dilaksanakan di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, pada Kamis, 5 Februari 2026. Acara tersebut dihadiri Wakil Ketua BAZNAS RI Mokhamad Mahdum, Ph.D., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan Dr. H. Rizaludin Kurniawan, M.Si., CFRM, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional KH. Achmad Sudrajat, Lc., MA., CFRM, serta Deputi I BAZNAS RI H. M. Arifin Purwakananta, S.I.Kom., M.IKom., CWC., CFRM. Sementara itu, dari pihak ANGKASA hadir Presiden ANGKASA Datuk Seri Dr. Abdul Fattah Abdullah beserta istri, Datin Seri Fauziah binti Talib, didampingi jajaran pengurus ANGKASA, di antaranya Nor Azmi Abdul Jalil, Mohd Safian Abdul Rahman, Wan Azwati Wan Mohamed, Nur Farhana Zabha, dan Mohd Idzdihar Nooridzahir. Adapun penyerahan bantuan secara langsung kepada Koperasi Konsumen Berkah Bersama Masjid Darul Rihlah dilaksanakan pada Senin, 9 Februari 2026, di Desa Alam Endah. Kegiatan tersebut dihadiri Presiden ANGKASA beserta jajaran pengurus, perwakilan BAZNAS RI yang diwakili Koordinator Program BAZNAS Microfinance Masjid M. Sholeh dan Kepala Bagian Humas BAZNAS RI Yudhiarma MK, M.Si., serta jajaran BAZNAS Kabupaten Bandung. Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, KH. Yusuf Ali Tantowi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada ANGKASA atas dukungan yang diberikan dalam upaya pemberdayaan ekonomi umat melalui koperasi masjid. “Alhamdulillah, Kabupaten Bandung mendapatkan satu paket bantuan untuk Koperasi Konsumen Berkah Bersama Masjid Darul Rihlah. Semoga koperasi masjid ini terus berkembang. Desa Alam Endah sendiri sebelumnya juga mendapatkan BAZNAS Award dari BAZNAS Kabupaten Bandung,” ujarnya. Pada kesempatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Bandung juga membuka Pasar Murah Berkah yang diperuntukkan bagi masyarakat dan jemaah Masjid Darul Rihlah sebagai bentuk dukungan langsung kepada warga sekitar. Presiden ANGKASA Datuk Seri Dr. Abdul Fattah Abdullah dalam sambutannya menyampaikan bahwa Malaysia masih terus belajar dari Indonesia dalam pengembangan koperasi. “Di Malaysia saat ini baru terdapat sekitar 16 ribu koperasi, masih jauh dibandingkan Indonesia yang telah memiliki sekitar 200 ribu koperasi,” ungkapnya. Sementara itu, Koordinator Program BAZNAS Microfinance Masjid, M. Sholeh, berharap program ini dapat menjadi solusi alternatif pembiayaan bagi masyarakat agar tidak terjerat pinjaman berbunga tinggi. “Dengan adanya program ini, masyarakat diharapkan tidak lagi bergantung pada rentenir maupun pinjaman berbunga lainnya yang memberatkan. Kami mengucapkan terima kasih kepada saudara-saudara kami dari ANGKASA Malaysia atas kerja sama ini,” katanya. Diketahui, lima masjid penerima bantuan ANGKASA–BAZNAS tersebut meliputi Masjid An-Ni’mah (Ciracas, Jakarta Timur), Masjid At-Taqwa (Jatinegara, Jakarta Timur), Masjid As-Sholihin (Cisarua, Bandung Barat), Masjid Darul Rihlah (Rancabali, Kabupaten Bandung), serta Masjid Al-Hurriyah (Kampus IPB, Bogor). Melalui program BAZNAS Microfinance Masjid ini, diharapkan koperasi masjid dapat menjadi pusat penguatan ekonomi umat yang berkelanjutan dan inklusif.***
BERITA09/02/2026 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
BAZNAS Kabupaten Bandung Laporkan Penghimpunan Januari 2026 di Hadapan Bupati dan ASN
BAZNAS Kabupaten Bandung Laporkan Penghimpunan Januari 2026 di Hadapan Bupati dan ASN
SOREANG, 9 FEBRUARI 2026 - BAZNAS Kabupaten Bandung kembali menyampaikan laporan penghimpunan dan penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) bulanan. Laporan untuk periode Januari 2026 ini disampaikan pada Senin, 9 Februari 2026, bertempat di Gedung Moh. Toha, Soreang, Kabupaten Bandung. Laporan tersebut dipaparkan langsung oleh Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Jamjam Erawan, di hadapan Bupati Bandung serta Aparatur Sipil Negara (ASN) se-Kabupaten Bandung. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa awal tahun kerap menjadi periode fluktuatif dalam siklus penghimpunan. “Secara siklus, penghimpunan di Januari–Februari biasanya mengalami naik turun. Bisa jadi di bulan Maret akan kembali meningkat, salah satunya karena adanya rapel,” ujarnya. Meski demikian, H. Jamjam Erawan menyampaikan capaian positif BAZNAS Kabupaten Bandung pada tahun sebelumnya. Ia mengungkapkan bahwa pada tahun 2025, penghimpunan ZIS berhasil melampaui target yang telah ditetapkan. “Alhamdulillah, di tahun 2025 BAZNAS Kabupaten Bandung dapat melampaui target. Ini merupakan bentuk kesadaran masyarakat yang harus terus kita bangun dan jaga bersama,” katanya. Untuk periode Januari 2026 sendiri, BAZNAS Kabupaten Bandung berhasil menghimpun dana ZIS dengan total mencapai lebih dari Rp730 juta. Menurutnya, laporan rutin ini merupakan bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat dan para muzakki. “Ini sebagai bentuk pertanggungjawaban kami. Mudah-mudahan menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus saling menguatkan dalam kebaikan dan kesabaran,” tambahnya. Sementara itu, Bupati Bandung dalam kesempatan yang sama menyampaikan pesan menjelang datangnya bulan suci Ramadan. Ia mengajak seluruh ASN dan masyarakat untuk menyambut Ramadan dengan kesiapan lahir dan batin. “Marhaban ya Ramadan. Memasuki bulan suci ini, saya mohon maaf lahir dan batin. Mudah-mudahan kita memasuki Ramadan dengan hati dan pikiran yang bersih,” tuturnya. Melalui laporan bulanan ini, BAZNAS Kabupaten Bandung menegaskan komitmennya untuk terus mengelola dana ZIS secara transparan, akuntabel, serta memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat Kabupaten Bandung.***
BERITA09/02/2026 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
Dorong Pemberdayaan Ekonomi Umat, BAZNAS Kab Bandung Teken MoU dengan Telkom University
Dorong Pemberdayaan Ekonomi Umat, BAZNAS Kab Bandung Teken MoU dengan Telkom University
DAYEUHKOLOT, 22 JANUARI 2026 — BAZNAS Kabupaten Bandung resmi menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Center of Excellence (CoE) Smart MSME & Halal Ecosystem (SHE) Telkom University pada Kamis, 22 Januari 2026. Penandatanganan MoU ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi antara lembaga pengelola zakat dengan institusi pendidikan tinggi. Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Bandung diwakili langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Yusuf Ali Tantowi. Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi wadah sinergi dalam pengembangan program-program berbasis pemberdayaan dan keilmuan, khususnya yang berkaitan dengan ekonomi umat dan ekosistem halal. Secara umum, ruang lingkup MoU ini mencakup kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan sumber daya kelembagaan. Kolaborasi ini diarahkan untuk mendorong inovasi dan penguatan kapasitas lembaga, baik di lingkungan BAZNAS maupun Telkom University. Dalam kegiatan tersebut, H. Yusuf Ali Tantowi juga memaparkan salah satu program terbaru BAZNAS Kabupaten Bandung yang baru saja diluncurkan, yakni program Z Kosmetik. Program ini merupakan salah satu bentuk upaya BAZNAS dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui sektor usaha berbasis produk halal. “Bentuk programnya merupakan paket yang diberikan oleh BAZNAS,” ujarnya. Melalui penandatanganan MoU ini, BAZNAS Kabupaten Bandung berharap dapat memanfaatkan dukungan akademik, riset, dan inovasi dari Telkom University, khususnya CoE Smart MSME & Halal Ecosystem (SHE), dalam mengembangkan program-program pemberdayaan yang lebih terukur dan berdampak luas. Kerja sama ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui kegiatan pengabdian, sekaligus memperkuat peran zakat dalam mendukung pembangunan sosial dan ekonomi di Kabupaten Bandung.***
BERITA22/01/2026 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Perkuat Kolaborasi dengan Disnaker dalam Implementasi ZIS
BAZNAS Kabupaten Bandung Perkuat Kolaborasi dengan Disnaker dalam Implementasi ZIS
SOREANG, 20 JANUARI 2026 — BAZNAS Kabupaten Bandung berkesempatan hadir dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bandung pada Selasa, 20 Januari 2026. Kegiatan tersebut mengusung tema Implementasi Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial. Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala Disnaker Kabupaten Bandung H. Dadang Komara, Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung H. Yusuf Ali Tantowi, serta Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Bandung H. Jamjam Erawan. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara BAZNAS dan Disnaker dalam mendorong optimalisasi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di lingkungan dunia usaha dan ketenagakerjaan. Dalam pemaparannya, Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung H. Yusuf Ali Tantowi menjelaskan bahwa keberadaan ZIS tidak hanya berdampak pada aspek sosial kemasyarakatan, tetapi juga memiliki manfaat lain yang strategis. Menurutnya, selain menjadi solusi berbagai persoalan sosial, zakat, infak, dan sedekah juga dapat menjadi pengurang pajak bagi para muzakki atau wajib zakat. Hal ini menjadi salah satu nilai tambah yang dapat mendorong peningkatan kesadaran berzakat di kalangan perusahaan maupun para pekerja. Sementara itu, Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Bandung H. Jamjam Erawan memaparkan tentang kewajiban menunaikan zakat bagi mereka yang telah mencapai nisab. “Rizki akan bersih, jiwa akan tenang. Kalau tidak mencapai nisab, dianjurkan untuk berinfak,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya legalitas dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah agar tidak terjadi penyimpangan atau praktik pungutan liar. “Kami harapkan ke depan bapak dan ibu yang punya perusahaan membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ),” jelasnya. Menurutnya, keberadaan UPZ di lingkungan perusahaan akan memberikan manfaat besar, baik bagi perusahaan maupun karyawan. “Manfaatnya akan kembali lagi kepada karyawan ibu bapak semua,” tambahnya. Untuk diketahui, sebelumnya BAZNAS Kabupaten Bandung bersama Disnaker Kabupaten Bandung telah menjalin kolaborasi dalam menggali potensi ZIS di kalangan perusahaan dan pekerja. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui program bertajuk Pekerja Berkah, Masyarakat Sejahtera. Program ini bertujuan untuk menghimpun zakat, infak, dan sedekah dari kalangan pekerja, yang nantinya akan disalurkan kembali untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan sosial serta membantu kesejahteraan pekerja dan keluarganya. Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak perusahaan di Kabupaten Bandung yang tergerak untuk membentuk UPZ serta berpartisipasi aktif dalam gerakan zakat. Sinergi antara BAZNAS dan Disnaker Kabupaten Bandung diharapkan dapat terus berlanjut guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang lebih luas dan merata.***
BERITA20/01/2026 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
HUT ke-25 BAZNAS, BAZNAS Kabupaten Bandung Perkuat Pemberdayaan lewat Z-Kosmetika
HUT ke-25 BAZNAS, BAZNAS Kabupaten Bandung Perkuat Pemberdayaan lewat Z-Kosmetika
SOREANG, 20 JANUARI 2026 — BAZNAS Kabupaten Bandung memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 BAZNAS dengan rangkaian kegiatan berupa peluncuran program Z-Kosmetika, istigasah, serta penyerahan bantuan kepada 50 penerima manfaat. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung BAZNAS Center, pada Selasa, 20 Januari 2026. Acara dihadiri oleh jajaran pimpinan BAZNAS Kabupaten Bandung, Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kabupaten Bandung Hj. Nana Rostiana, serta Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Pemkab Bandung, H. Erwin Rinaldi. Turut hadir sejumlah mitra pengusaha yang selama ini bersinergi dengan BAZNAS dalam pemberdayaan masyarakat, di antaranya dr. Titin Nugroho Rini dari PT Marizk Mahkota Rizki, Bunda Liena Mulyadi dari Koperasi Lumbung Indonesia, Krisna selaku pengusaha Fintech Syariah dan penyalur tenaga kerja ke Jepang, Nicolaus Iskandar dari Yayasan Brader, serta Binar dari Lokapala Parking. Wakil Ketua Bidang Pengumpulan BAZNAS Kabupaten Bandung, Ustaz H. Jamjam Erawan, menyampaikan bahwa capaian pengumpulan zakat, infak, dan sedekah pada tahun 2025 berhasil melampaui target. Dari target sebesar Rp17 miliar, BAZNAS Kabupaten Bandung mampu menghimpun dana hingga Rp17,5 miliar. Untuk tahun 2026, BAZNAS Kabupaten Bandung menargetkan pengumpulan ZIS sebesar Rp18 miliar sesuai ketetapan BAZNAS RI. Namun demikian, pihaknya optimistis capaian tersebut dapat melampaui target hingga Rp24 miliar. Adapun pendistribusian dan pendayagunaan ZIS difokuskan pada lima bidang utama, yakni pendidikan, pemberdayaan ekonomi, keagamaan, kepedulian sosial, dan kesehatan. Ia juga mengungkapkan bahwa setiap harinya BAZNAS Kabupaten Bandung menerima sekitar 30 permohonan bantuan dari masyarakat. Seiring meningkatnya kepercayaan publik, permohonan bantuan pun terus bertambah. Dalam kesempatan tersebut, ia turut mengapresiasi peningkatan signifikan penghimpunan dari UPZ Kementerian Agama Kabupaten Bandung yang pada tahun 2025 mencapai Rp2,5 miliar. Sementara itu, H. Erwin Rinaldi menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bandung dalam mendukung optimalisasi pengumpulan ZIS yang dilakukan BAZNAS Kabupaten Bandung, khususnya dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN). Ia berharap kontribusi dari sejumlah perangkat daerah, termasuk Dinas Pendidikan, dapat terus meningkat pada tahun ini. Pada kesempatan yang sama, BAZNAS Kabupaten Bandung juga menyerahkan piagam penghargaan kepada UPZ Kemenag Kabupaten Bandung atas kontribusinya dalam penghimpunan zakat. Selain itu, diluncurkan pula program Z-Kosmetika, sebagai upaya pemberdayaan ekonomi bagi kaum ibu. Program Z-Kosmetika diharapkan mampu memberikan keterampilan dan peluang usaha bagi masyarakat, khususnya perempuan, sehingga memiliki sumber pendapatan tambahan dan terhindar dari praktik bank emok maupun pinjaman online ilegal.***
BERITA20/01/2026 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
BAZNAS Kabupaten Bandung Dorong Penguatan Peran UPZ Melalui Sosialisasi UPZ Kecamatan Margaasih
BAZNAS Kabupaten Bandung Dorong Penguatan Peran UPZ Melalui Sosialisasi UPZ Kecamatan Margaasih
KUTAWARINGIN, 20 JANUARI 2026 - BAZNAS Kabupaten Bandung menggelar kegiatan Sosialisasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kecamatan Margaasih pada Selasa, 20 Januari 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat peran UPZ di tingkat kecamatan dalam menghimpun dan mengelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara lebih optimal. Hadir secara langsung dalam kegiatan tersebut Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Yusuf Ali Tantowi yang berkesempatan memberikan materi sosialisasi mengenai pentingnya zakat, infak, dan sedekah. Turut hadir Camat Margaasih Djoko Mardianto beserta jajaran, tokoh masyarakat, unsur Forkopimcam, serta para Ketua UPZ desa se-Kecamatan Margaasih. Dalam penyampaiannya, Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung menekankan pentingnya dukungan dari seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat untuk memperkuat keberadaan UPZ di wilayah Margaasih. “Perlu jajaran pemerintahan dari Margaasih untuk memperkuat zakat, infak sedekah utamanya UPZ Kecamatan Margaasih,” ucapnya. Ia juga menjelaskan bahwa BAZNAS merupakan lembaga resmi pemerintah yang memiliki tugas penting dalam pengelolaan zakat. “BAZNAS adalah lembaga resmi pemerintah, memfasilitasi rukun Islam yang ketiga,” jelasnya. Lebih lanjut, dirinya menyampaikan bahwa pengelolaan zakat harus dilakukan melalui lembaga resmi agar terhindar dari penyalahgunaan. “Kalau tidak difasilitasi, akan ada penyalahgunaan. Kami berikan kemudahan untuk berzakat,” tambahnya. Ketua BAZNAS juga menuturkan bahwa saat ini sudah banyak kemudahan yang disediakan untuk masyarakat dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah, terutama melalui BAZNAS Kabupaten Bandung. Salah satunya adalah layanan pembayaran secara online serta melalui Aplikasi Sistem Informasi Pelayanan (SIP) BAZNAS. Ia berharap pertemuan ini tidak hanya sebatas sosialisasi, namun dapat mendorong langkah nyata dari para pengurus UPZ. “Harapannya setelah pertemuan ini ada aksi nyata terutama untuk Unit Pengumpul Zakat,” tuturnya. Senada dengan hal tersebut, Camat Margaasih Djoko Mardianto turut memberikan dukungan penuh terhadap penguatan UPZ di wilayahnya. Ia juga menceritakan pengalaman pribadinya mengenai besarnya manfaat zakat, infak, dan sedekah bagi masyarakat “Kita bersama-sama, ketua UPZ Kecamatan tidak bisa bekerja sendiri,” ujarnya. Sementara itu, Ketua UPZ Kecamatan Margaasih menyampaikan harapannya agar program-program yang dilaksanakan di tingkat kecamatan dapat selaras dengan kebijakan dan arahan dari BAZNAS Kabupaten Bandung. Dengan terlaksananya sosialisasi ini, diharapkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di Kecamatan Margaasih dapat semakin terkoordinasi, transparan, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. BAZNAS Kabupaten Bandung terus berkomitmen untuk mendorong penguatan UPZ sebagai garda terdepan dalam gerakan zakat di tingkat kecamatan dan desa.***
BERITA20/01/2026 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Serahkan Kunci Rumah Layak Huni di Cicalengka
BAZNAS Kabupaten Bandung Serahkan Kunci Rumah Layak Huni di Cicalengka
CICALENGKA, 19 JANUARI 2026 —BAZNAS Kabupaten Bandung kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB). Penyerahan kunci rumah dilaksanakan pada Senin, 19 Januari 2026, bertempat di Kampung Ciawitali RT 02 RW 08, Desa Tanjungwangi, Kecamatan Cicalengka. Kegiatan penyerahan tersebut dihadiri secara langsung oleh Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Abdul Rouf, yang menyerahkan kunci rumah kepada para penerima manfaat.Dalam keterangannya, H. Abdul Rouf menyampaikan bahwa program Rumah Layak Huni ini merupakan bagian dari program akhir tahun 2025 yang terealisasi pada awal tahun 2026. “Program ini merupakan program 2025 akhir, terealisasi di Januari awal 2026. Mudah-mudahan apa yang diterima, rumahnya menjadi rumah yang bermanfaat, rumah untuk jalan menuju surganya Allah,” ujarnya. Pada penyerahan kunci RLHB kali ini, terdapat dua penerima manfaat, yakni Lili dan Iwan Supriadi, yang keduanya berdomisili di Kampung Ciawitali, Desa Tanjungwangi, Kecamatan Cicalengka. Salah satu penerima manfaat mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh BAZNAS Kabupaten Bandung. “Hatur nuhun ka BAZNAS Kabupaten Bandung sudah membantu keluarga saya, mudah-mudahan semoga menjadi manfaat dan berkah untuk keluarga saya,” ucapnya. Program Rumah Layak Huni BAZNAS merupakan salah satu bentuk pendayagunaan zakat yang bertujuan menghadirkan hunian yang aman, sehat, dan layak bagi masyarakat kurang mampu. Melalui program ini, BAZNAS Kabupaten Bandung berharap dapat memberikan manfaat jangka panjang serta meningkatkan kualitas hidup para mustahik.***
BERITA19/01/2026 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
Sosialisasi BAZNAS Kabupaten Bandung dan Peresmian UPZ Yayasan Al Jumhuriyah Majalaya
Sosialisasi BAZNAS Kabupaten Bandung dan Peresmian UPZ Yayasan Al Jumhuriyah Majalaya
MAJALAYA, 15 JANUARI 2026 - BAZNAS Kabupaten Bandung melaksanakan kegiatan sosialisasi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sekaligus peresmian Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Yayasan Al Jumhuriyah Majalaya. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan acara Haul dan Tahlilan Jamaah Masjid Al Jumhuriyah Majalaya pada Kamis, 15 Januari 2026. Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Bandung juga menyerahkan Surat Keputusan (SK) resmi pembentukan UPZ kepada Yayasan Al Jumhuriyah sebagai bentuk legalitas dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di lingkungan yayasan. Kegiatan sosialisasi dan peresmian UPZ ini dihadiri oleh jajaran pengurus yayasan, tokoh masyarakat, serta jamaah Masjid Al Jumhuriyah terutama para siswa. BAZNAS Kabupaten Bandung diwakili langsung oleh Wakil Ketua I Bidang Penghimpunan, H. Jamjam Erawan. Dalam penyampaiannya, H. Jamjam Erawan menjelaskan pentingnya peran zakat, infak, dan sedekah dalam kehidupan umat Islam. “Salah satu rukun Islam yang belum berjaya terutama di Indonesia yaitu zakat infak sedekah,” ujarnya. Ia juga menyampaikan bahwa pada tahun 2026 ini, BAZNAS Kabupaten Bandung tengah menggencarkan sosialisasi ke berbagai elemen masyarakat. “Tahun 2026 ini kami sosialisasi ke UPZ Desa, serta UPZ Sekolah,” jelasnya. Lebih lanjut, H. Jamjam menekankan pentingnya tata kelola ZIS yang baik melalui mekanisme penghimpunan dan pelaporan yang terstruktur. “Hitung dana yang terkumpul, setorkan ke BAZNAS lalu sertakan kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan dan latih anak-anak untuk infak dan sedekah,” tuturnya. Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada Yayasan Al Jumhuriyah Majalaya yang dinilai memiliki semangat tinggi dalam pengelolaan ZIS. “Alhamdulillah di Majalaya termasuk pelopor, saya sudah serahkan SK dan harus menjadi penggerak zakat infak dan sedekah,” tambahnya. Dengan diresmikannya UPZ Yayasan Al Jumhuriyah, diharapkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di lingkungan Majalaya dapat berjalan lebih terorganisir, transparan, dan tepat sasaran. Keberadaan UPZ juga diharapkan mampu menjadi motor penggerak dalam menumbuhkan kesadaran berzakat di tengah masyarakat. BAZNAS Kabupaten Bandung berharap semakin banyak lembaga dan komunitas yang mengikuti langkah serupa, sehingga gerakan ZIS dapat semakin masif dan berdampak luas bagi kesejahteraan umat di Kabupaten Bandung.***
BERITA15/01/2026 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
Sosialisasi BAZNAS Kab Bandung di Workshop Peningkatan Kompetensi Kepala Sekolah SD Swasta Kabupaten Bandung 2026
Sosialisasi BAZNAS Kab Bandung di Workshop Peningkatan Kompetensi Kepala Sekolah SD Swasta Kabupaten Bandung 2026
SOREANG, 14 JANUARI 2026 - BAZNAS Kabupaten Bandung berkesempatan mengisi materi sosialisasi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dalam kegiatan Workshop Peningkatan Kompetensi Kepala Sekolah SD Swasta Kabupaten Bandung Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Ormas Soreang pada Rabu, 14 Januari 2026. Workshop ini diikuti oleh para kepala sekolah dasar swasta se-Kabupaten Bandung dan menjadi wadah peningkatan kapasitas sekaligus penguatan sinergi antar lembaga pendidikan. Kegiatan juga dimanfaatkan sebagai ruang silaturahmi dan kolaborasi antar pemangku kepentingan. Ketua Forum Komunikasi Kepala Sekolah Dasar Swasta Kab Bandung, H. Andris Fajar dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan media silaturahmi yang penting bagi para kepala sekolah. “Alhamdulillah bisa berkumpul di sini, juga disupport oleh BAZNAS,” ujarnya. Ia menambahkan, “Saya ingin forum komunikasi bisa berjalan, intinya silaturahmi.” Sementara itu, materi sosialisasi zakat, infak, dan sedekah disampaikan oleh Wakil Ketua I Bidang Penghimpunan BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Jamjam Erawan. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan hakikat zakat dan kaitannya dengan rezeki yang diterima oleh setiap individu. “Zakat merupakan manfaat yang akan terasa oleh banyak orang,” tuturnya. Ia juga menyampaikan, “Dalam rezeki atau harta kita ada bagian Allah. Berikanlah kepada hamba-hamba-Nya yang disebut asnaf zakat.” H. Jamjam Erawan turut menekankan pentingnya pengelolaan zakat yang terorganisir serta memiliki payung hukum yang jelas. Menurutnya, pengelolaan zakat tidak bisa dilakukan secara sembarangan. “Di dalam zakat perlu diorganisir, jika tidak bisa dikategorikan pungutan liar (pungli),” tegasnya. Ia menambahkan, “Jika memungut biaya dari siswa tanpa payung hukum terutama BAZNAS, maka bisa kena.” Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Bandung mendorong sekolah-sekolah untuk membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) sebagai wadah resmi penghimpunan dan penyaluran ZIS. “Kami hadir di sini mewadahi, mengorganisir, dan saya sarankan untuk sekolah-sekolah membuat Unit Pengumpul Zakat (UPZ),” ujarnya. Lebih lanjut, H. Jamjam Erawan menekankan pentingnya pelaporan dalam pengelolaan ZIS agar akuntabilitas dapat terjaga dengan baik. “Yang kami butuhkan pelaporan, baik penghimpunan maupun pendistribusian, supaya pertanggungjawabannya jelas dan transparan kepada masyarakat,” katanya. Ia menutup dengan menegaskan peran BAZNAS dalam pengelolaan zakat, “Kami ingin menjadi juru selamat dalam ibadah ma’liyah," pungkasnya. Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun pemahaman yang lebih baik mengenai pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di lingkungan sekolah, serta terjalin sinergi antara BAZNAS Kabupaten Bandung dan lembaga pendidikan dalam mendukung pengelolaan ZIS yang tertib, aman, dan sesuai regulasi.***
BERITA14/01/2026 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
Sosialisasi Zakat, Infak, dan Sedekah BAZNAS Kabupaten Bandung di SMPN 2 Paseh
Sosialisasi Zakat, Infak, dan Sedekah BAZNAS Kabupaten Bandung di SMPN 2 Paseh
PASEH, 12 JANUARI 2026 - BAZNAS Kabupaten Bandung berkesempatan melaksanakan kegiatan sosialisasi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di SMPN 2 Paseh pada Senin, 12 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya BAZNAS dalam memperluas pemahaman dan penguatan pengelolaan ZIS di lingkungan pendidikan. Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Bandung diwakili oleh Asrofil Anam selaku Ketua Bagian Penghimpunan. Sosialisasi ini diikuti oleh pihak sekolah dengan antusias sebagai bentuk dukungan terhadap pengelolaan ZIS yang lebih terarah dan terkoordinasi. Melalui sosialisasi ini, SMPN 2 Paseh didorong untuk membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) sekolah. Pembentukan UPZ diharapkan dapat menjadi sarana penghimpunan zakat, infak, dan sedekah secara optimal, sekaligus memastikan penyalurannya berjalan dengan baik, transparan, dan tepat sasaran. Selain mendorong pembentukan UPZ, kegiatan sosialisasi ini juga menekankan pentingnya peran lembaga pendidikan dalam menanamkan nilai kepedulian sosial kepada peserta didik. Sekolah dinilai memiliki posisi strategis dalam membangun kesadaran berzakat, berinfak, dan bersedekah sejak usia dini melalui edukasi dan praktik yang berkelanjutan. Pengelolaan ZIS melalui UPZ sekolah diharapkan dapat mendukung program-program sosial yang bermanfaat, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat sekitar. Dengan pengelolaan yang terstruktur, ZIS tidak hanya berfungsi sebagai ibadah individual, tetapi juga sebagai instrumen pemberdayaan dan solidaritas sosial. BAZNAS Kabupaten Bandung terus mendorong sinergi dengan berbagai unsur, termasuk lembaga pendidikan, dalam rangka memperluas jaringan penghimpunan ZIS. Kolaborasi ini menjadi bagian dari strategi penguatan tata kelola zakat yang profesional, akuntabel, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan umat. Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan terbangun komitmen bersama antara BAZNAS Kabupaten Bandung dan SMPN 2 Paseh untuk mendukung pengelolaan ZIS yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat kontribusi dunia pendidikan dalam pembangunan sosial dan kemanusiaan di Kabupaten Bandung.***
BERITA12/01/2026 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Laporkan Pengelolaan Zakat 2025 dalam Siraman Rohani Pemkab Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Laporkan Pengelolaan Zakat 2025 dalam Siraman Rohani Pemkab Bandung
SOREANG, 6 JANUARI 2026 — BAZNAS Kabupaten Bandung melaporkan pengelolaan zakat tahun 2025 dalam kegiatan Siraman Rohani yang digelar Pemerintah Kabupaten Bandung di Gedung Moh Toha, Selasa (6/1/2026). Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS melalui Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Yusuf Ali Tantowi, menyampaikan laporan kinerja penghimpunan dan pendistribusian zakat sepanjang tahun 2025 kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN) Kabupaten Bandung yang mengikuti kegiatan secara luring maupun daring. Pada tahun 2025, penghimpunan zakat, infak, dan sedekah berhasil mencapai target yang telah ditetapkan sebesar Rp17 miliar dan bahkan melampaui capaian tersebut hingga Rp17,5 miliar. Capaian ini menunjukkan tingginya partisipasi ASN dan masyarakat Kabupaten Bandung dalam mendukung pengelolaan zakat melalui BAZNAS. Sementara itu, dari sisi pendistribusian, BAZNAS Kabupaten Bandung telah menyalurkan dana zakat kepada sekitar 23 ribu penerima manfaat. Penyaluran tersebut masih akan terus berjalan, khususnya untuk program pembayaran insentif dan BPJS, bantuan bagi takmir dan marbot masjid, program rumah tidak layak huni (rutilahu), bantuan berbasis proposal, serta donasi untuk penanganan kebencanaan. Kegiatan Siraman Rohani ini turut dihadiri oleh Bupati Bandung H. M. Dadang Supriatna bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Bandung serta seluruh ASN se-Kabupaten Bandung. Momentum ini menjadi sarana penguatan sinergi antara Pemkab Bandung dan BAZNAS dalam mewujudkan pengelolaan zakat yang transparan, akuntabel, dan berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat.***
BERITA06/01/2026 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
Deklarasi Kepala Sekolah Menuju Indonesia Emas 2045, Bupati Bandung Apresiasi Terobosan BAZNAS
Deklarasi Kepala Sekolah Menuju Indonesia Emas 2045, Bupati Bandung Apresiasi Terobosan BAZNAS
SOREANG, 30 DESEMBER 2025 — Kegiatan Deklarasi Kepala Sekolah Menuju Indonesia Emas 2045 digelar di SMP Negeri 1 Soreang dan dihadiri langsung oleh Bupati Bandung, Ketua PGRI Kabupaten Bandung, para Camat dari Kecamatan Soreang, Kutawaringin, Cangkuang, Pasirjambu, Ciwidey, dan Rancabali, serta seluruh kepala sekolah dari Subrayon 1, 3, dan 4. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi dunia pendidikan dengan berbagai pihak untuk menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas. Dalam sambutannya, Bupati Bandung mengapresiasi kinerja BAZNAS Kabupaten Bandung yang dinilai telah melakukan berbagai terobosan dalam mendukung kesuksesan program-program Pemerintah Daerah, khususnya di sektor pendidikan dan penguatan karakter generasi muda. Ia menilai kolaborasi antara BAZNAS dan satuan pendidikan merupakan langkah strategis yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Bandung. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung menekankan bahwa pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di sekolah merupakan salah satu strategi penting dalam mendukung penguatan karakter religius sekaligus meningkatkan prestasi sekolah. Menurutnya, keberadaan UPZ tidak hanya berfungsi sebagai sarana pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang tertib dan transparan, tetapi juga menjadi nilai tambah dalam penilaian kinerja dan prestasi sekolah. Melalui UPZ, sekolah dinilai mampu menunjukkan komitmen terhadap pendidikan karakter, kepedulian sosial, serta implementasi nilai-nilai keagamaan secara nyata di lingkungan pendidikan. Kegiatan deklarasi ini diharapkan menjadi tonggak penguatan peran sekolah sebagai pusat pembentukan karakter generasi bangsa, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045, serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia pendidikan, dan BAZNAS Kabupaten Bandung dalam membangun peradaban yang berkeadilan dan berkeberkahan.***
BERITA30/12/2025 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
BAZNAS Kabupaten Bandung dan MUI Gelar Roadshow Kaderisasi Ulama Berbasis Desa di Cicalengka
BAZNAS Kabupaten Bandung dan MUI Gelar Roadshow Kaderisasi Ulama Berbasis Desa di Cicalengka
CICALENGKA, 30 DESEMBER 2025 - BAZNAS Kabupaten Bandung dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bandung bekerja sama mengadakan roadshow kaderisasi ulama berbasis desa untuk ketiga kalinya. Acara di Pesantren Al Huda, Cicalengka, dihadiri Sekda Kabupaten Bandung H. Cakra Amiyana, Asisten Pemkesra H. Erwin Rinaldi, Wakil Ketua 4 BAZNAS Kabupaten Bandung H. Sarnapi, Kabag Kesra H. Dian Wardana, Ketua Umum MUI Kabupaten Bandung KH. Yayan Hasuna Hudaya, Ketua FKUB Ustaz H. Erry Ridwan Latief, para camat dan ketua MUI kecamatan. Menurut ketua panitia, KH. Mamat Saeful Qadir, roadshow ini diikuti para ketua MUI kecamatan dan perwakilan MUI Desa serta kepala KUA di 10 kecamatan di wilayah timur. "Roadshow yang dikhususkan untuk pemulasaraan jenazah ini diawali niat dari Pak Bupati yang ingin membentuk kader di desa-desa yang bisa melakukan pemulasaraan jenazah. Karena jangan sampai ada jenazah yang tak diurus," ucapnya. Sedangkan H. Cakra mengatakan, pemahaman keagamaan sudah mendesak di masyarakat dengan dorongan dari Pemkab Bandung. "Seperti memberikan insentif guru ngaji yang terbesar di Indonesia karena anggarannya mencapai Rp109 miliar," katanya yang menambahkan adanya insentif untuk ustaz dan Ustazah yang dikelola BAZNAS Kabupaten Bandung. Sekda menambahkan, pelatihan pemulasaraan jenazah ini merupakan ketiga kalinya setelah dari peluncuran Program di Gedung Ormas Islam dan Pesantren Al Ihsan Baleendah. "Kalau satu desa ada 10.000 penduduk sehingga kita hitung kasar ada 40 orang yang meninggal per harinya. Tentu ini membutuhkan tenaga pemulasaraan jenazah," ucapnya. H. Sarnapi menambahkan, dukungan BAZNAS terhadap pendanaan roadshow ini sebagai bentuk kepedulian dan perhatian kepada pembentukan kader untuk pemulasaraan jenazah. "Jangan sampai ada warga yang meninggal dunia dan tidak ada mampu mengurusnya dengan benar sesuai ajaran Islam," katanya.***
BERITA30/12/2025 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
Rapat Kerja BAZNAS Kabupaten Bandung Bahas Pengesahan Program dan Proyeksi 2026
Rapat Kerja BAZNAS Kabupaten Bandung Bahas Pengesahan Program dan Proyeksi 2026
PANGANDARAN, SABTU 27 DESEMBER 2025 - BAZNAS Kabupaten Bandung menggelar Rapat Kerja (Raker) dalam rangka pengesahan program kerja tahun 2026 di Pangandaran, Sabtu 27 Desember 2025. Rapat kerja ini menjadi puncak dari rangkaian perencanaan yang telah dilakukan sejak awal tahun sebagai langkah strategis dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Yusuf Ali Tantowi, menyampaikan bahwa persoalan utama dalam pengelolaan zakat terletak pada aspek manajemen. Menurutnya, raker ini menjadi momentum untuk menjawab tantangan tersebut melalui perencanaan yang matang. "Problem utamanya pengelolaan zakat adalah manajemen. Hari ini kita ingin menjawab problem itu, BAZNAS Kab. Bandung berusaha mengelola ZIS dengan baik sehingga 2026 betul-betul kita rencanakan," ujarnya. Ia menambahkan bahwa raker ini merupakan hasil dari proses perencanaan yang telah dirancang sejak awal. "Hari ini merupakan hasil dari rangkaian yang sejak awal kita rencanakan. Kita putuskan, mudah-mudahan apa yang kita programkan di 2026 berjalan dengan baik," sambungnya. Pada kesempatan tersebut, H. Yusuf Ali Tantowi juga mengapresiasi kinerja penghimpunan ZIS sepanjang tahun 2025. "Kami apresiasi kinerja penghimpunan di 2025, atas kegigihan tim target bukan hanya tercapai tapi bisa terlampaui," tuturnya. Wakil Ketua I Bidang Penghimpunan, H. Jamjam Erawan, menekankan pentingnya membangun sinergitas antarbagian dalam tubuh BAZNAS. "Bangun sinergitas, ini adalah kesatuan utuh yang tidak bisa dipisahkan. Rapat kerja bagian tak terpisahkan dari kewajiban kita," katanya. Sementara itu, Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian, H. Abdul Rouf, menyampaikan optimisme terhadap capaian penghimpunan ke depan. "Saat ini kita sudah mencapai target penghimpunan, mudah-mudahan peningkatan penghimpunan tetap naik. Berkat kerja sama semua divisi, setiap target yang kita tentukan dari tahun ke tahun tercapai semuanya," ujarnya. Wakil Ketua IV Bidang SDM, Administrasi, dan Umum, H. Sarnapi, menyoroti pentingnya peningkatan kedisiplinan dan kepatuhan terhadap aturan internal pada tahun 2026. Ia menegaskan perlunya penguatan pelaksanaan SOP serta ketaatan terhadap anggaran. "Untuk 2026 kita harus tingkatkan kedisiplinan dan pelaksanaan SOP. Ketaatan terhadap anggaran, baik pemakaian DBO dan formulasi terhadap kecamatan, serta honor amilin dan amilat supaya lebih terasa keadilannya," pungkasnya. Melalui raker ini, BAZNAS Kabupaten Bandung berharap seluruh program kerja tahun 2026 dapat berjalan optimal dan berdampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.***
BERITA27/12/2025 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Bandung.

Lihat Daftar Rekening →