Berita Terbaru
BAZNAS Kabupaten Bandung Terima Titipan Zakat Fitrah Berupa 25 Kg Beras dari PT Marizk
SOREANG, 16 MARET 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung menerima titipan zakat fitrah berupa beras dari keluarga dr Titin yang berasal dari PT Marizk Cosmetic. Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di Kantor BAZNAS Kabupaten Bandung pada Senin, 16 Maret 2026.
Bantuan yang dititipkan berupa 25 kilogram beras yang nantinya akan dikelola oleh BAZNAS Kabupaten Bandung untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Penyerahan ini menjadi bagian dari partisipasi masyarakat dalam mendukung penguatan program sosial melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah secara terorganisir.
BAZNAS Kabupaten Bandung terus membuka ruang kolaborasi bagi berbagai pihak, baik individu, keluarga, maupun lembaga usaha, untuk menyalurkan ZIS melalui lembaga resmi agar dapat didistribusikan secara tepat sasaran kepada para mustahik.
Melalui penyaluran tersebut, diharapkan bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan sekaligus memperkuat kepedulian sosial di lingkungan masyarakat.***
BERITA16/03/2026 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
Serah Terima Jabatan Pimpinan BAZNAS RI, KH Noor Achmad Tekankan Prinsip 3A dalam Pengelolaan Zakat
JAKARTA, 13 MARET 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menggelar kegiatan serah terima jabatan sekaligus pisah sambut pimpinan di Jakarta pada Jumat, 13 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam melanjutkan pengelolaan zakat nasional yang amanah, profesional, serta selaras dengan prinsip syariah dan regulasi negara.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS periode sebelumnya, Noor Achmad, menyampaikan sejumlah pesan penting kepada jajaran pimpinan serta para amilin dan amilat BAZNAS di seluruh Indonesia. Ia menegaskan bahwa dalam menjalankan tugas pengelolaan zakat, BAZNAS berpegang pada prinsip 3A, yakni Aman Syari, Aman Regulasi, dan Aman NKRI.
Menurutnya, aspek Aman NKRI menjadi hal yang sangat penting dalam menjaga integritas pengelolaan zakat agar tidak disalahgunakan untuk kepentingan yang bertentangan dengan negara.
“Aman NKRI ini penting. Karena setiap kami bertemu terutama di Mesir, aman untuk Indonesia harus dijaga. Karena mereka pernah kecolongan, dana itu pernah digunakan untuk pergerakan melawan pemerintah Mesir,” ujar Noor Achmad.
Ia menjelaskan bahwa Indonesia juga memiliki potensi risiko serupa apabila pengelolaan zakat tidak diawasi dengan baik. Oleh karena itu, prinsip menjaga keamanan dan kepentingan negara harus tetap menjadi prioritas dalam setiap aktivitas pengelolaan zakat.
“Indonesia ada potensi untuk itu. Maka dari itu Aman NKRI tetap harus kita prioritaskan,” tambahnya.
Selain menekankan prinsip tersebut, Noor Achmad juga berpesan agar kebersamaan di lingkungan BAZNAS terus dijaga dan diperkuat, baik antara pimpinan maupun seluruh amilin dan amilat yang bertugas di berbagai daerah.
“Kami titip, kita bangun kebersamaan ini dan selalu kita jaga. Antara pimpinan BAZNAS dengan seluruh amilin-amilat terus kita bangun kebersamaan yang tanpa sekat,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan yang berlangsung bukan semata-mata seremoni pisah sambut, melainkan momentum untuk mempererat hubungan dan memperkuat semangat dakwah zakat di lingkungan BAZNAS.
“Hari ini bukan pisah sambut, tapi sekedar omon-omon di antara kita semua untuk lebih mengakrabkan. Nggak ada sekat diantara kita. Dakwah zakat harus kita dengungkan dan gerakkan,” kata Noor Achmad.
Melalui momentum tersebut, diharapkan semangat kebersamaan dan komitmen dalam mengembangkan pengelolaan zakat nasional dapat terus terjaga, sehingga BAZNAS semakin mampu menghadirkan kebermanfaatan yang luas bagi masyarakat.***
BERITA13/03/2026 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
BAZNAS Kabupaten Bandung Dorong Penguatan Pengelolaan Zakat pada Pelantikan UPZ Kecamatan Margahayu
MARGAHAYU, 13 MARET 2026 - Perubahan pengurus Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kecamatan Margahayu periode 2024–2029 resmi dilantik dalam kegiatan yang digelar di Aula Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung, pada Jumat, 13 Maret 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Camat Margahayu, Nur Hazanah, serta Wakil Ketua IV Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung, Sarnapi. Turut hadir pula Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Margahayu, unsur Koramil Margahayu, serta Kepolisian Sektor (Kapolsek) Margahayu.
Pelantikan ini menjadi momentum penguatan peran UPZ dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat di tingkat kecamatan, khususnya dalam hal penghimpunan, pendistribusian, dan pelaporan zakat, infak, serta sedekah (ZIS).
Dalam sambutannya, Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Bandung, Sarnapi, menegaskan bahwa UPZ memiliki tiga fungsi utama yang harus dijalankan secara seimbang.
“Fungsi UPZ ada tiga, pengumpulan, pendistribusian, laporan. Jangan sampai UPZ desa atau Kecamatan hanya mendistribusi tanpa ada pengumpulan,” ujarnya.
Ia juga mendorong agar pemerintah kecamatan turut berperan aktif dalam mendukung optimalisasi penghimpunan zakat melalui koordinasi yang baik dengan para pengurus UPZ.
“Mohon didorong dari kecamatan, kalau pengumpulannya bagus bisa ada pembagian tugas,” katanya.
Sarnapi turut menyoroti masih minimnya identitas kelembagaan UPZ di tingkat kecamatan maupun desa. Menurutnya, keberadaan UPZ perlu diperkuat secara administratif maupun secara visual agar lebih dikenal masyarakat.
“Salah satu kelemahan UPZ belum tercantum di papan nama kecamatan. Hampir semua kecamatan, desa di Kabupaten Bandung tidak ada,” ungkapnya.
Selain itu, ia juga mendorong para pengurus UPZ untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana sosialisasi dan publikasi program zakat kepada masyarakat.
“UPZ juga harus membuat medsos. Kita menjual program di media sosial,” tambahnya.
Rangkaian kegiatan pelantikan ini turut diisi dengan santunan bagi anak yatim serta penyerahan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dari para pegawai Kecamatan Margahayu dan Kelurahan Sulaiman untuk periode Maret 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kepedulian sosial serta meningkatkan partisipasi aparatur pemerintah dalam gerakan zakat di lingkungan kecamatan.***
BERITA13/03/2026 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Bantu 100 Penerima Manfaat dalam Santunan di Ponpes Barokatul Walidain
SOREANG, 13 MARET 2026 - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung memberikan dukungan dalam kegiatan santunan dan tafarruqon yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Barokatul Walidain, Soreang, pada Jumat, 13 Maret 2026.
Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyaluran bantuan berupa paket sembako bagi para penerima manfaat. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Abdul Rouf, yang hadir secara langsung dalam rangkaian kegiatan sosial tersebut.
Selain itu pihak desa diwakili oleh Kepala Desa Panyirapan juga ikut menghadiri acara ini.
Program santunan ini menyasar sebanyak 100 penerima manfaat. Bantuan yang diberikan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terutama santri dan yatim sekaligus memberikan dukungan selama bulan suci Ramadhan.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kepedulian sosial serta memperluas manfaat zakat, infak, dan sedekah kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya di lingkungan pesantren dan sekitarnya.
Rangkaian acara ditutup dengan kegiatan buka puasa bersama yang berlangsung dalam suasana kebersamaan antara panitia, penerima manfaat, serta para tamu undangan yang hadir.***
BERITA13/03/2026 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
Wakasad Tutup TMMD di Desa Cipelah, Rancabali, Kabupaten Bandung, BAZNAS Ikut Partisipasi
RANCABALI, 11 MARET 2026 — Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Muhammad Soleh Mustafa menutup secara resmi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Desa Cipelah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung.
Penutupan pada Rabu 11 Maret 2026 dihadiri Wabup Ali Syakieb, Dandim Kabupaten Bandung Samto Betah, para Dandim di Bandung Raya, pada kepala dinas dan badan Pemkab Bandung, Komandan Lanud Sulaiman, perwakilan Kodam Siliwangi dan Wakil Ketua 4 BAZNAS Kabupaten Bandung H. Sarnapi.
Menurut Ali Syakieb, Pemkab Bandung mengalokasikan anggaran untuk bantuan TMMD maupun karya bakti TNI selama tahun 2026 sebesar Rp9 miliar.
"Ditambah dengan bantuan dari dinas dan badan di Pemkab Bandung baik dalam bentuk anggaran maupun pelatihan," katanya.
Dia menambahkan, TMMD di Desa Cipelah diutamakan untuk pembangunan jalan dengan cara dibeton sepanjang 1,5 Km.
"Kami berharap agar hasil TMMD ini bisa bermanfaat untuk masyarakat baik peningkatan ekonomi maupun pariwisata di Rancabali," katanya.
Sedangkan Samto Betah mengatakan, pengecoran jalan sepanjang 1,5 Km berhasil diselesaikan selama 25 hari yang dikerjakan baik siang maupun malam hari untuk mengejar target.
"Kami juga melaksanakan rehab rumah tak layak huni sebanyak 12 unit dan pelatihan maupun sosialisasi dibantu OpD Pemkab Bandung," katanya.
Dalam TMMD ini, BAZNAS kabupaten Bandung juga ikut berpartisipasi untuk membantu perbaikan masjid di Desa Cipelah.***
BERITA11/03/2026 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
Penguatan Program UPZ di Pacet, BAZNAS Dorong Optimalisasi Pengelolaan Zakat di Tingkat Desa
PACET, 10 MARET 2026 - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung menghadiri kegiatan penguatan program Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di Kecamatan Pacet pada Selasa, 10 Maret 2026. Kegiatan yang diinisiasi oleh UPZ Kecamatan Pacet ini dihadiri unsur Forkopimcam, para ketua UPZ, serta perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI) desa se-Kecamatan Pacet.
Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus sosialisasi penguatan program pengelolaan zakat di tingkat kecamatan dan desa. Rangkaian acara diisi dengan diskusi program serta ditutup dengan buka puasa bersama.
Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Yusuf Ali Tantowi menyampaikan bahwa pertemuan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu mendorong lahirnya langkah nyata dalam memperkuat peran UPZ di tengah masyarakat.
“Ini pertemuan yang bernilai dan bermanfaat, saya berharap ada aksi nyata dan memberi nilai manfaat kepada masyarakat di daerahnya masing-masing,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, ia juga menekankan pentingnya peran amil dalam mengelola zakat secara profesional agar penyalurannya dapat tepat sasaran kepada para mustahik.
“Harus betul-betul bisa disalurkan kepada para mustahik yang membutuhkan,” katanya.
Dirinya turut menyinggung masih adanya berbagai persepsi yang simpang siur terkait peran amil zakat di masyarakat. Ia mengingatkan agar petugas UPZ dapat menjalankan tugas secara berkelanjutan, tidak hanya aktif pada momentum tertentu seperti Idul Fitri.
“Banyak simpang siur terkait amil. Petugas UPZ jangan ada saat momen Idul Fitri saja,” ungkapnya.
Selain itu, ia juga mendorong para pengurus UPZ untuk mengoptimalkan potensi zakat maal yang ada di wilayah masing-masing melalui edukasi kepada masyarakat.
“Olah kemudian potensi-potensi zakat maal. Edukasi masyarakat, jangan merasa jadi beban,” tuturnya.
Melalui upaya tersebut, ia berharap pengelolaan zakat dapat semakin optimal sehingga harta para aghniya dapat tersucikan dan hak para mustahik dapat tersalurkan dengan baik.
“Sehingga harta-harta aghniya semuanya bersih dan mustahik bisa menerima haknya,” pungkasnya.***
BERITA10/03/2026 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Salurkan Paket Bekal Ibadah Ramadhan di Kampung Kasepen Pangalengan
PANGALENGAN, 9 MARET 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung kembali menyalurkan paket bekal ibadah Ramadhan kepada masyarakat yang membutuhkan. Kali ini, penyaluran dilaksanakan di Kampung Kasepen, Desa Lamajang, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, pada Senin, 9 Maret 2026.
Penyaluran paket tersebut dilakukan langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, Yusuf Ali Tantowi, yang secara simbolis menyerahkan bantuan kepada para penerima manfaat di wilayah tersebut. Kegiatan ini merupakan bagian dari program sosial BAZNAS dalam menyambut dan mendukung pelaksanaan ibadah masyarakat selama bulan suci Ramadhan.
Program paket bekal ibadah Ramadhan ini ditujukan bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan, seperti fakir miskin, lansia dhuafa, janda atau keluarga prasejahtera, guru ngaji, marbot masjid, serta warga yang terdampak kondisi ekonomi.
Sebelumnya, BAZNAS Kabupaten Bandung juga telah menyalurkan paket serupa kepada masyarakat di Kampung Purbasari, Desa Wanasuka, yang juga berada di Kecamatan Pangalengan. Penyaluran ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan BAZNAS untuk memastikan bantuan dapat menjangkau masyarakat di berbagai wilayah.
Melalui program tersebut, BAZNAS Kabupaten Bandung berupaya membantu masyarakat agar dapat menjalankan ibadah Ramadhan dengan lebih tenang dan khusyuk, sekaligus memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat.***
BERITA09/03/2026 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
Tak Kuasa Menahan Air Mata, Presiden Prabowo Apresiasi Peran Besar BAZNAS Bantu Palestina
BAZNAS KAB BANDUNG – Kontribusi Badan Amil Zakat Nasional dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina mendapat apresiasi dari Prabowo Subianto. Apresiasi tersebut disampaikan Presiden saat menghadiri kegiatan silaturahmi bersama 121 kiai, ulama, serta pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam di Istana Merdeka, Kamis (5/3/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Presiden menyampaikan penghargaan atas peran BAZNAS yang dinilai telah menjadi representasi kepedulian masyarakat Indonesia, khususnya umat Islam, terhadap kondisi kemanusiaan yang tengah dialami rakyat Palestina.
Suasana haru menyelimuti ruangan ketika Presiden menyaksikan video dokumentasi pengiriman bantuan kemanusiaan yang disalurkan kepada masyarakat Palestina. Momen tersebut menggambarkan secara langsung dampak nyata bantuan yang berhasil dihimpun dan didistribusikan kepada masyarakat terdampak konflik.
Dalam sambutannya, Presiden menegaskan bahwa bantuan yang disalurkan melalui BAZNAS sangat dirasakan oleh masyarakat Palestina. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menghimpun dan menyalurkan bantuan kemanusiaan tersebut.
“Luar biasa, terima kasih BAZNAS. Anda mewakili bangsa Indonesia, Anda mewakili umat Islam di Indonesia. Bantuan Anda sangat dirasakan oleh masyarakat Palestina,” ujar Presiden Prabowo.
Pemerintah Indonesia, lanjut Presiden, turut memberikan dukungan terhadap proses distribusi bantuan kemanusiaan tersebut. Dukungan tersebut mencakup penyediaan sarana pengiriman udara guna memastikan bantuan logistik dapat sampai dengan aman kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Banyak bahan-bahan yang diterjunkan adalah bahan-bahan melalui BAZNAS. Saya berterima kasih atas nama pemerintah dan bangsa Indonesia atas bantuan saudara-saudara BAZNAS yang mengorganisirnya,” kata Presiden.
Pertemuan yang dihadiri para kiai dan tokoh Islam tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum untuk memperkuat komitmen solidaritas kemanusiaan Indonesia terhadap masyarakat Palestina di tengah situasi krisis yang masih berlangsung.
Peran BAZNAS dalam menghimpun serta menyalurkan bantuan secara terorganisir dan tepat sasaran dinilai sebagai wujud nyata amanah umat Islam Indonesia yang disalurkan untuk kepentingan kemanusiaan global.
Selama Ramadan 1447 Hijriah, BAZNAS juga terus menghadirkan berbagai program bantuan bagi masyarakat Palestina. Bantuan tersebut meliputi paket makanan, makanan siap saji, layanan kesehatan, penyediaan air bersih, pakaian, tenda permukiman, selimut, hingga fasilitas pendukung seperti tenda masjid dan tenda kelas bagi anak-anak di wilayah terdampak konflik.
Melalui berbagai program kemanusiaan tersebut, BAZNAS berupaya memastikan bahwa dukungan masyarakat Indonesia dapat terus hadir untuk membantu meringankan beban rakyat Palestina sekaligus memperkuat semangat solidaritas kemanusiaan lintas bangsa.***
BERITA07/03/2026 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
Peringatan Nuzulul Quran, Bupati Bandung Tunaikan Zakat Fitrah Melalui BAZNAS Kabupaten Bandung
SOREANG, 6 MARET 2026 – BAZNAS Kabupaten Bandung pada Jumat, 6 Maret 2026 menerima zakat fitrah secara langsung dari Bupati Bandung H. M. Dadang Supriatna. Penyerahan zakat diterima oleh Ketua BAZNAS Kab Bandung H. Yusuf Ali Tantowi.
Penyerahan zakat tersebut dilaksanakan di Rumah Dinas Bupati Bandung dan dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Nuzulul Quran yang digelar di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung.
Sebagai informasi, momentum penyerahan zakat oleh pimpinan daerah tersebut merupakan bagian dari penunaian zakat yang memang rutin dilaksanakan oleh para pemimpin yang dikenal dengan istilah Zakat Istana. Program ini diakomodasi oleh BAZNAS sebagai lembaga resmi pengelola zakat di Indonesia, yang mencakup penyerahan zakat oleh para pemimpin negara mulai dari presiden hingga kepala daerah.
Melalui mekanisme tersebut, BAZNAS memastikan bahwa zakat yang ditunaikan oleh para pemimpin dapat dikelola secara amanah, profesional, dan tepat sasaran kepada para mustahik. Selain itu, penunaian zakat oleh pimpinan juga diharapkan dapat menjadi teladan bagi masyarakat untuk menunaikan kewajiban zakat melalui lembaga resmi.
Dalam sambutannya, Bupati Bandung Dadang Supriatna menyampaikan bahwa Al-Qur’an menjadi pedoman utama bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan.
“Al-Qur’an adalah salah satu cahaya dan pedoman bagi umat Islam,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa nilai-nilai Al-Qur’an terus diwariskan dari generasi ke generasi melalui peran para ulama dan tokoh agama.
“Al-Qur’an disebarluaskan dari Nabi Muhammad SAW hingga hari ini oleh para alim ulama dan ustaz,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa perhatian Pemerintah Kabupaten Bandung terhadap nilai-nilai keagamaan juga tercermin dalam visi pembangunan daerah yang menempatkan aspek religius sebagai salah satu pilar utama.
Rangkaian kegiatan tersebut ditutup dengan penyerahan secara simbolis zakat fitrah oleh Bupati Bandung kepada BAZNAS Kabupaten Bandung sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat pengelolaan zakat di Kabupaten Bandung, khususnya di bulan suci Ramadan.***
BERITA06/03/2026 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS RI: Penyaluran untuk Fakir Miskin Tetap Menjadi Prioritas Utama, Jauh Lebih Besar dari Porsi Amil
BAZNAS KAB BANDUNG – Merespons perhatian publik di media sosial terkait Laporan Keuangan 2024, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menegaskan bahwa tata kelola dana zakat dijalankan dengan prinsip transparansi serta kepatuhan penuh pada regulasi.
BAZNAS menjelaskan bahwa porsi penyaluran zakat sepanjang tahun 2024 tetap didominasi oleh Asnaf Miskin dengan persentase mencapai 38,4 persen.
Angka ini jauh melampaui alokasi untuk Asnaf Amil yang hanya sebesar 12,32 persen, di mana angka tersebut masih di bawah batas maksimal 12,5 persen yang ditetapkan dalam KMA No. 606 Tahun 2020.
"Seluruh dana zakat disalurkan secara proporsional kepada delapan asnaf. Prioritas utama kami adalah pengentasan kemiskinan, baik melalui program konsumtif maupun pemberdayaan ekonomi produktif seperti Z-Mart dan Balai Ternak," tulis pernyataan resmi BAZNAS RI.
BAZNAS memastikan laporan keuangan tersebut telah melalui audit berlapis, mulai dari Kantor Akuntan Publik (KAP) Independen, Audit Syariah Kemenag, hingga pengawasan fungsional oleh Itjen Kemenag RI. Publik pun dapat memantau langsung transparansi data tersebut melalui laman resmi www.baznas.go.id.
Langkah ini merupakan komitmen BAZNAS dalam menjaga amanah muzaki dengan prinsip 3A: Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI.
Sebelumnya diketahui publik menyoroti laporan keuangan BAZNAS RI di 2024 yang memperlihatkan nilai untuk fakir lebih kecil daripada Amil.
Dalam rilisnya, BAZNAS RI menyebut seluruh proses pengelolaan zakat dilaksanakan dengan komitmen tinggi terhadap prinsip transparansi dan akuntabilitas, sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat dan Prinsip Aman Syar’i, Aman Regulasi dan Aman NKRI (3A).
BAZNAS juga menjalani audit syariah oleh tim auditor syariah yang ditetapkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) untuk memastikan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip syariah dalam setiap aktivitas pengelolaan zakat.
BAZNAS berkomitmen mengubah mustahik menjadi muzaki melalui program yang mandiri. Melalui dana zakat, warga kota diberdayakan lewat lini usaha produktif (Z-Chicken hingga Z-Auto), sementara warga desa diperkuat melalui Balai Ternak dan pembiayaan mikro syariah.
Tak hanya ekonomi, aspek pendidikan menjadi pilar utama dalam alokasi Fi Sabilillah lewat berbagai program beasiswa dan bantuan sekolah. BAZNAS juga hadir di garda terdepan nusantara dengan mendukung perjuangan para dai di wilayah pelosok dan daerah minoritas. Semuanya dirancang demi menciptakan dampak kesejahteraan yang nyata dan jangka panjang.***
BERITA03/03/2026 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
BAZNAS Kabupaten Bandung dan Noera by Reisha Salurkan Paket Bekal Ibadah Ramadan di Pangalengan
PANGALENGAN, 2 MARET 2026 – BAZNAS Kabupaten Bandung melaksanakan penyaluran paket bekal ibadah Ramadan kepada masyarakat di Kampung Purbasari, Desa Wanasuka, Kecamatan Pangalengan, pada Senin, 2 Maret 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program Ramadan BAZNAS Kabupaten Bandung tahun 2026.
Program penyaluran paket bekal ibadah Ramadan ini menyasar kelompok masyarakat yang membutuhkan, di antaranya fakir miskin, lansia dhuafa, janda prasejahtera, guru ngaji, marbot masjid, serta masyarakat yang terdampak kondisi ekonomi sulit. Melalui program ini, BAZNAS Kabupaten Bandung berupaya mendukung kelancaran dan kekhusyukan ibadah masyarakat selama bulan suci Ramadan.
Dalam pelaksanaan kegiatan kali ini, BAZNAS Kabupaten Bandung menggandeng Noera by Reisha sebagai mitra kolaborasi. Sinergi tersebut merupakan kelanjutan dari kerja sama sebelumnya dalam program Belanja Gratis Yatim yang telah menjangkau sebanyak 100 anak yatim di Kabupaten Bandung.
Penyerahan paket bekal ibadah Ramadan dilakukan secara langsung kepada para penerima manfaat di lokasi kegiatan. Pendekatan ini diharapkan dapat memastikan bantuan diterima tepat sasaran sekaligus mempererat hubungan antara BAZNAS, mitra kolaborasi, dan masyarakat.
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, BAZNAS Kabupaten Bandung berharap dapat memperkuat solidaritas sosial, memperluas jangkauan kebermanfaatan program Ramadan, serta meningkatkan kualitas pelaksanaan ibadah masyarakat penerima manfaat, khususnya di wilayah Kecamatan Pangalengan.***
BERITA02/03/2026 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
BAZNAS Kabupaten Bandung Sosialisasikan Ibadah Ramadhan dan Zakat kepada Personel Mako Korpasgat
MARGAHAYU, 2 MARET 2026 – Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Yusuf Ali Tantowi, berkesempatan hadir sebagai pemateri keagamaan dalam kegiatan pembinaan rohani Islam yang diikuti oleh personel Korps Pasukan Gerak Cepat TNI AU. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin, 2 Maret 2026, bertempat di Masjid Nurul Iman, Lanud Sulaiman, Kabupaten Bandung.
Dalam tausiyahnya, Yusuf Ali Tantowi menekankan bahwa ibadah tidak boleh dimaknai secara sempit hanya sebatas aktivitas ritual di masjid semata, terlebih di bulan suci Ramadan.
“Ibadah bukan hanya sekadar ke masjid. Ramadan inilah momentumnya,” ujarnya di hadapan para personel Mako Korpasgat.
Ia menjelaskan bahwa Ramadan merupakan sarana pelatihan spiritual yang Allah SWT siapkan untuk umat Islam agar semakin kuat dalam menjalani kehidupan.
“Ramadan adalah tempat pelatihan, dilatih dan dididik oleh Allah untuk beribadah,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa ibadah puasa memiliki peran besar dalam membentuk karakter dan akhlak seorang muslim.
“Allah melatih kita selama sebulan penuh. Puasa melatih kita untuk menjadi pribadi yang jujur,” katanya.
Menurutnya, puasa juga mengajarkan nilai empati dan kepedulian sosial dengan merasakan langsung kondisi orang-orang yang kekurangan.
“Puasa juga mengajarkan rasa empati. Kita merasakan bagaimana kondisi orang yang tidak makan dan minum, sehingga tumbuh kepedulian dalam diri kita,” jelasnya.
Selain ibadah puasa, Yusuf Ali Tantowi juga mengingatkan pentingnya menunaikan zakat fitrah sebagai bagian dari kewajiban di bulan Ramadan. Ia menyampaikan bahwa di Kabupaten Bandung, zakat fitrah telah ditetapkan setara dengan 2,5 kilogram beras atau senilai Rp37.500 per jiwa.
“Selain puasa, di Ramadan kita juga dilatih untuk mengeluarkan zakat fitrah. Di Kabupaten Bandung dinilai dengan beras 2,5 kilogram atau senilai Rp37.500,” ungkapnya.
Ia pun mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan kebiasaan berzakat tidak hanya terbatas di bulan Ramadan, tetapi juga terus dilanjutkan dalam bentuk zakat mal di luar Ramadan.
“Di luar Ramadan juga harus menjadi habit untuk mengeluarkan zakat mal,” tambahnya.
Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung juga berharap agar Ramadan menjadi momentum perubahan menuju pribadi yang lebih baik dan bertakwa.
“Mudah-mudahan kita diberikan kekuatan oleh Allah di bulan Ramadan, sehingga nanti menjadi orang-orang yang bertakwa,” pungkasnya.
Kegiatan pembinaan keagamaan ini berlangsung dengan khidmat dan penuh antusiasme, serta diharapkan dapat memperkuat nilai-nilai keimanan, kejujuran, dan kepedulian sosial di kalangan personel Mako Korpasgat.***
BERITA02/03/2026 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
Didampingi Bupati Bandung, BAZNAS Ajak Anak Yatim Belanja Baju Lebaran, Doakan Para Muzakki
SOREANG, 1 MARET 2026 – Suasana haru dan penuh kebahagiaan menyelimuti Yogya Soreang saat para anak yatim dengan antusias memilih sendiri baju Lebaran mereka pada Senin, 1 Maret 2026. Senyum dan tawa anak-anak tersebut menjadi potret nyata kebermanfaatan zakat yang dikelola secara amanah oleh BAZNAS Kabupaten Bandung.
Program Belanja Gratis Yatim ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Ramadhan BAZNAS Kabupaten Bandung, yang bertujuan menghadirkan kebahagiaan dan rasa percaya diri bagi anak-anak yatim utamanya dalam menyambut Hari Raya Idulfitri.
Kegiatan tersebut turut dihadiri langsung oleh Dadang Supriatna. Bupati Bandung tampak mendampingi anak-anak yatim saat berbelanja, menyapa mereka, serta berinteraksi hangat di sela-sela kegiatan, menambah semangat dan kebahagiaan para peserta.
Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, Yusuf Ali Tantowi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen BAZNAS dalam memastikan anak-anak yatim turut merasakan kebahagiaan Ramadhan dan Idulfitri.
“Kami ingin memastikan bahwa BAZNAS hadir bersama anak-anak hebat ini. Mereka juga berhak merasakan kebahagiaan menyambut Lebaran. Dengan memiliki baju baru, kami berharap mereka dapat merayakan Idulfitri dengan penuh kegembiraan,” ujar Yusuf Ali Tantowi.
Ia menambahkan, zakat yang ditunaikan para muzakki melalui BAZNAS bukan sekadar bantuan materi, tetapi juga menghadirkan harapan, perhatian, dan kasih sayang bagi anak-anak yatim.
“Zakat adalah jembatan kebaikan yang menghubungkan para muzakki dengan mereka yang membutuhkan. Dari zakat itulah lahir kebahagiaan yang hari ini dapat dirasakan oleh anak-anak yatim,” lanjutnya.
Dalam momen penuh haru tersebut, Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung juga mengajak anak-anak yatim untuk bersama-sama mendoakan para muzakki, munfiq, mutasaddik, serta seluruh donatur yang telah menyalurkan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS.
“Anak-anak, mari kita doakan orang-orang baik yang telah membantu kita. Semoga Allah menerima seluruh amal kebaikan mereka, membersihkan harta mereka, dan menjadikannya penuh keberkahan,” ucapnya.
Doa yang dipanjatkan oleh anak-anak yatim tersebut menjadi penutup yang menyentuh, menggambarkan betapa zakat yang dititipkan para donatur telah menghadirkan kebahagiaan nyata bagi para penerima manfaat.
Sementara itu, Bupati Bandung Dadang Supriatna mengapresiasi program kemanusiaan yang digagas oleh BAZNAS Kabupaten Bandung. Menurutnya, zakat yang dikelola secara profesional dan transparan mampu menjadi kekuatan sosial yang besar dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.
“Kami mengapresiasi langkah BAZNAS Kabupaten Bandung yang terus menghadirkan program-program kemanusiaan yang menyentuh langsung masyarakat, khususnya anak-anak yatim. Program seperti ini menunjukkan bahwa zakat memiliki dampak sosial yang nyata,” ungkapnya.
Ia juga mengajak masyarakat Kabupaten Bandung untuk terus memperkuat semangat berbagi dengan menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas dan merata.
Melalui berbagai program Ramadhan, BAZNAS Kabupaten Bandung terus berupaya memperluas manfaat zakat sekaligus menjadi jembatan kebaikan antara para muzakki dan mustahik dalam mewujudkan kesejahteraan umat.***
BERITA01/03/2026 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
Bupati Bandung Dampingi Anak Yatim Berbelanja Gratis di Program Ramadhan BAZNAS, Kolaborasi Yogya Soreang, Semesta Berbagi dan Noera by Reisha
SOREANG, 1 MARET 2026 - Pada Minggu, 1 Maret 2026, BAZNAS Kabupaten Bandung kembali menggelar kegiatan sosial bertajuk Belanja Yatim Gratis yang dilaksanakan di Yogya Soreang. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian program Ramadhan 1447 Hijriah yang bertujuan memberikan kebahagiaan serta kepastian pemenuhan kebutuhan dasar bagi anak-anak yatim.
Pada pelaksanaannya kali ini, BAZNAS Kabupaten Bandung berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung, Yogya Soreang, serta Semesta Berbagi dan Noera by Reisha. Sinergi ini menjadi bukti nyata kepedulian bersama dalam mendukung kesejahteraan anak-anak yatim di Kabupaten Bandung.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh H.M. Dadang Supriatna, Bupati Bandung. Diketahui, kegiatan Belanja Yatim Gratis ini merupakan kali kedua diselenggarakan oleh BAZNAS Kabupaten Bandung, dan pada dua gelaran tersebut Bupati Bandung selalu hadir memberikan dukungan secara langsung.
Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Yusuf Ali Tantowi, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kepedulian terhadap anak yatim sebagai bentuk tanggung jawab keimanan dan sosial.
“Hari ini kami hadir, kita sebagai orang percaya hari akhir harus peduli dan terdepan kepada anak yatim sehingga tergaransi masa depannya menjadi gemilang,” ujarnya.
“Kita memastikan hadir untuk kebaikan mereka,” lanjutnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para donatur, “Kami berterima kasih kepada muzaki, munfiq dan mutashodiq yang telah menitipkan hartanya ke BAZNAS. Mudah-mudahan hartanya berkah.”
Sementara itu, Bupati Bandung H. M. Dadang Supriatna mengapresiasi konsistensi BAZNAS Kabupaten Bandung serta Yogya Soreang sebagai partner dalam menyelenggarakan kegiatan sosial yang berkelanjutan.
“Ini merupakan tahun ke-2 BAZNAS menyelenggarakan belanja anak istimewa,” tuturnya.
“Terima kasih untuk BAZNAS karena telah konsisten menggelar kegiatan belanja bersama anak-anak istimewa kita,” sambungnya.
Ia juga menambahkan, “Terutama kepada para aghniya yang telah menitipkan zakat, infak, dan sedekahnya.”
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bandung turut menyinggung peran BAZNAS dalam berbagai kegiatan keagamaan di Kabupaten Bandung.
“Ada juga kegiatan Jumat keliling yang selalu dibantu oleh BAZNAS, terutama di kegiatan tarawih keliling,” ungkapnya.
Selain itu, Bupati Bandung menyampaikan informasi terkait zakat fitrah yang telah ditetapkan di Kabupaten Bandung, yakni sebesar Rp37.500 per jiwa.
“Melalui BAZNAS insya Allah akan lebih terarah, fokus kepada pemberian sesuai peruntukannya,” pungkasnya.
Melalui kegiatan Belanja Yatim Gratis ini, BAZNAS Kabupaten Bandung berharap dapat terus menghadirkan kebermanfaatan yang nyata, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang amanah,profesional, dan berdampak luas.***
BERITA01/03/2026 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
Isu Dana Zakat Dipakai MBG, BAZNAS RI Tegaskan Seluruhnya Disalurkan Sesuai Syariah Islam
KAB BANDUNG — Isu dana zakat yang disebut-sebut digunakan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) kian beredar luas di media sosial dan menimbulkan beragam persepsi di tengah masyarakat.
Merespons hal tersebut, BAZNAS RI melalui Pimpinan Bidang Pengumpulan, H. Rizaludin Kurniawan, menegaskan bahwa dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) memiliki ketentuan syariah yang jelas serta tidak dapat dialihkan untuk program di luar peruntukan yang telah ditetapkan dalam Islam.
Ia menjelaskan bahwa zakat merupakan amanah umat yang pengelolaannya terikat pada hukum syariah. Karena itu, setiap rupiah dana ZIS yang dihimpun wajib disalurkan kepada kelompok penerima yang telah ditentukan, yakni delapan golongan asnaf sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an.
Ketentuan tersebut menjadi dasar utama dalam tata kelola zakat di BAZNAS, mulai dari proses penghimpunan hingga pendistribusian. Seluruh program yang dijalankan BAZNAS dipastikan berada dalam koridor syariah dan tidak keluar dari tujuan utama zakat, yaitu membantu fakir miskin serta kelompok rentan lainnya.
Rizaludin menegaskan, secara sistem dan sumber pendanaan, pengelolaan zakat berbeda dengan program Makan Bergizi Gratis. Program MBG merupakan kebijakan pemerintah yang dibiayai melalui anggaran negara, sedangkan dana ZIS berasal dari kepercayaan masyarakat yang penggunaannya dibatasi secara ketat oleh ketentuan agama.
Oleh karena itu, isu yang menyebutkan adanya penggunaan dana zakat untuk program MBG dipastikan tidak benar. BAZNAS memastikan bahwa dana ZIS tidak dialokasikan untuk program yang tidak termasuk dalam kategori asnaf.
Dalam pengelolaannya, BAZNAS juga berpedoman pada prinsip 3A, yaitu Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Prinsip ini menjadi rambu agar pengelolaan zakat tidak hanya sah secara agama, tetapi juga taat hukum dan mendukung kepentingan nasional.
Lebih lanjut, dana ZIS yang dihimpun BAZNAS disalurkan melalui berbagai program yang berfokus pada pengentasan kemiskinan, peningkatan akses pendidikan dan layanan kesehatan, penguatan ekonomi umat, serta bantuan kemanusiaan bagi masyarakat yang membutuhkan.
BAZNAS pun mengimbau masyarakat agar lebih selektif dalam menerima informasi, khususnya yang berkaitan dengan pengelolaan dana zakat. Informasi yang tidak akurat berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan mengurangi kepercayaan publik.
Sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat, BAZNAS secara rutin menyusun laporan keuangan dan program yang diaudit serta dipublikasikan secara terbuka melalui kanal resmi lembaga.***
BERITA24/02/2026 | Admin
Sosialisasi BAZNAS pada Penyerahan 37 SK Kenaikan Pangkat ASN Kabupaten Bandung
SOREANG, 18 FEBRUARI 2026 - BAZNAS Kabupaten Bandung berkesempatan memberikan sosialisasi zakat, infak, dan sedekah pada kegiatan penyerahan 37 Surat Keputusan (SK) kenaikan pangkat ASN periode Maret 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Soreang pada Rabu, 18 Februari 2026.
Dalam kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Bandung diwakili oleh Wakil Ketua I Bidang Penghimpunan, H. Jamjam Erawan. Acara tersebut juga dihadiri langsung oleh Kepala Bidang Mutasi dan Promosi Kabupaten Bandung, Acep Sumarna, serta para ASN penerima SK kenaikan pangkat.
Dalam penyampaiannya, H. Jamjam Erawan menyampaikan apresiasi kepada para ASN yang menerima kenaikan pangkat. Ia menilai capaian tersebut merupakan bentuk penghargaan atas kinerja dan dedikasi yang telah diberikan kepada Kabupaten Bandung.
“Bapak dan ibu adalah orang yang sangat beruntung, istimewa karena atas kinerja dan karya di Kabupaten Bandung,” ujarnya.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada BKPSDM Kabupaten Bandung yang telah memberikan ruang bagi BAZNAS untuk menyampaikan sosialisasi zakat, infak, dan sedekah kepada ASN di Kabupaten Bandung.
“Kami berterima kasih kepada BKPSDM yang telah memberi kesempatan terutama untuk pelaporan kepada ASN se-Kabupaten Bandung dalam setiap siroh,” ungkapnya.
Lebih lanjut, H. Jamjam Erawan mengingatkan bahwa salah satu instrumen dari visi Bupati Bandung adalah penguatan nilai-nilai keagamaan. Menurutnya, zakat, infak, dan sedekah masih menjadi instrumen yang perlu terus dibumikan di Kabupaten Bandung.
“Kami dari BAZNAS hanya ingin mengingatkan salah satu instrumen dari visi Bupati Bandung adalah agamis. Salah satu instrumen yang belum membumi di Kabupaten Bandung adalah zakat, infak, dan sedekah,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa pada tahun 2026 BAZNAS Kabupaten Bandung mendapatkan target penghimpunan sebesar Rp18 miliar. Oleh karena itu, peran ASN dinilai sangat strategis dalam mendukung pencapaian target tersebut.
“Tahun 2026 ini kami diberi target 18 miliar. Maka insya Allah dimulai dari ASN. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, H. Jamjam Erawan juga menekankan pentingnya perhitungan zakat yang jelas dan sesuai dengan instruksi pimpinan daerah.
“Harus jelas juga hitungannya sesuai instruksi Bupati. Lihat pendapatan kotornya berapa, untuk membersihkan jiwa dan harta kita,” tambahnya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Bidang Mutasi dan Promosi Kabupaten Bandung, Acep Sumarna, menyampaikan bahwa kenaikan pangkat ASN tidak hanya berkaitan dengan kinerja, tetapi juga tanggung jawab moral dan keagamaan.
“Pemerintah akan diminta pertanggungjawabannya, mana yang kewajiban kinerja ataupun kewajiban sesama muslim,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa proses kenaikan pangkat ASN dilaksanakan secara transparan dan tanpa pungutan biaya.
“Di dalam proses kenaikan pangkat ini nol rupiah, tidak dipungut biaya apa pun. Kalau ada, laporkan,” tegasnya.
Menjelang bulan suci Ramadhan, Acep Sumarna juga mengajak para ASN untuk tidak hanya fokus pada aspek administratif, tetapi juga pembangunan rohani.
“Momentum puasa akan kita hadapi, sering terlupakan bagaimana membangun rohani kita. Setiap kita adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan diminta pertanggungjawabannya. Mudah-mudahan kenaikan pangkat ini menjadi berkah dan ladang kebaikan bagi kita semua,” pungkasnya.***
BERITA18/02/2026 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
Pelatihan Z-Cosmetic BAZNAS Kabupaten Bandung Dihadiri Disnaker, Dorong Lahirnya Wirausaha Baru
SOREANG, 15 FEBRUARI 2026 - Program pelatihan Z-Cosmetic Beauty Class Facial yang digelar BAZNAS Kabupaten Bandung mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bandung. Untuk diketahui Kepala Disnaker Kabupaten Bandung Dadang Komara, hadir dan memberikan sambutan dalam kegiatan yang berlangsung Minggu, 15 Februari 2026 di Aula SLRT Dinsos Kabupaten Bandung.
Dalam kesempatan tersebut, Disnaker Kabupaten Bandung menilai program pelatihan berbasis keterampilan seperti yang diinisiasi BAZNAS memiliki peran strategis dalam menekan angka pengangguran sekaligus membuka peluang usaha baru di masyarakat. Pelatihan kecantikan dinilai relevan dengan kebutuhan pasar serta memiliki potensi berkembang menjadi sumber penghasilan mandiri bagi peserta.
Kegiatan yang terlaksana melalui kerja sama dengan Marizk Cosmetics ini menjadi bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi mustahik melalui penguatan keterampilan praktis. Selain dibekali teknik perawatan wajah, peserta juga diarahkan memahami dasar kewirausahaan sehingga mampu membangun usaha jasa kecantikan secara berkelanjutan.
Disnaker Kabupaten Bandung memandang sinergi lintas sektor seperti ini penting untuk terus diperkuat, terutama dalam menciptakan ekosistem pelatihan yang tidak hanya memberi keterampilan, tetapi juga membuka jalur menuju kemandirian ekonomi. Program yang menghubungkan pelatihan, pendampingan, dan peluang usaha dinilai sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja sekaligus memperluas lapangan kerja.
Pelatihan Z-Cosmetics sendiri merupakan kelanjutan dari program yang sebelumnya diluncurkan pada peringatan HUT ke-25 BAZNAS di Gedung BAZNAS Centre Soreang. Dengan adanya dukungan dari Disnaker, program ini diharapkan mampu memperkuat dampak pemberdayaan zakat, tidak hanya dalam aspek sosial, tetapi juga dalam penciptaan wirausaha baru di Kabupaten Bandung.
Melalui kolaborasi antara lembaga zakat, pemerintah daerah, dan sektor usaha, program ini diharapkan menjadi model pemberdayaan yang berkelanjutan, mendorong masyarakat untuk mandiri secara ekonomi sekaligus menumbuhkan semangat berbagi di kemudian hari.***
BERITA15/02/2026 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung dan PT Marizk Gelar Pelatihan Z-Cosmetic Beauty Class, Dorong Peserta Jadi Pengusaha Mandiri
SOREANG, 15 FEBRUARI 2026 – BAZNAS Kabupaten Bandung kembali memperkuat program pemberdayaan ekonomi umat melalui pelatihan Z-Cosmetic Beauty Class Facial yang digelar pada Minggu, 15 Februari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Aula SLRT Dinsos Kabupaten Bandung dan terlaksana atas kerja sama dengan Marizk Cosmetics sebagai mitra pelatihan di bidang kecantikan.
Pelatihan tersebut dibuka langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Yusuf Ali Tantowi yang menegaskan pentingnya program pemberdayaan berbasis keterampilan sebagai jalan bagi mustahik untuk meningkatkan taraf hidup secara berkelanjutan. Program ini mengusung tagline “Mencari Nafkah Meraih Berkah”, yang mencerminkan semangat membangun kemandirian ekonomi sekaligus menjaga nilai spiritual dalam setiap usaha yang dijalankan.
Selain itu, Kepala Disnaker H. Dadang Komara, S.T., M.T. turut hadir memberi sambutan kepada para peserta sebagai komitmen Pemerintah Kabupaten Bandung dalam hal pemberdayaan dan pendayagunaan masyarakat.
Kegiatan ini merupakan lanjutan dari peluncuran program Z-Cosmetics yang sebelumnya diperkenalkan pada momentum peringatan HUT ke-25 BAZNAS di Gedung BAZNAS Centre Soreang. Setelah tahap peluncuran, pelatihan ini menjadi langkah konkret untuk memastikan program tidak berhenti pada seremoni, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata bagi penerima manfaat.
Dalam pelatihan tersebut, peserta memperoleh beberapa materi dari mulai sejarah kosmetik hingga keterampilan teknis dalam berwirausaha.
Melalui program ini, BAZNAS Kabupaten Bandung menargetkan lahirnya pelaku usaha baru di sektor jasa kecantikan yang tidak hanya mampu mandiri secara ekonomi, tetapi juga bertransformasi menjadi pihak yang memberi manfaat bagi masyarakat sekitarnya. Pemberdayaan berbasis zakat diharapkan dapat menjadi jalan perubahan sosial, dari penerima bantuan menjadi pelaku usaha yang produktif.
Program Z-Cosmetics sendiri dirancang sebagai bagian dari strategi besar BAZNAS Kabupaten Bandung dalam mengoptimalkan pendayagunaan zakat untuk sektor ekonomi kreatif. Bidang kecantikan dipilih karena memiliki peluang pasar yang luas, kebutuhan modal relatif terjangkau, serta dapat dijalankan secara fleksibel oleh peserta di lingkungan tempat tinggalnya.
Ke depan, BAZNAS Kabupaten Bandung berencana terus mengembangkan model pelatihan serupa dengan pendampingan lanjutan, sehingga peserta tidak hanya memperoleh keterampilan, tetapi juga memiliki akses jejaring usaha dan peluang pengembangan usaha yang lebih luas.
Dengan pendekatan ini, zakat diharapkan mampu menjadi instrumen pemberdayaan yang berkelanjutan, menciptakan kemandirian ekonomi sekaligus menumbuhkan budaya berbagi di tengah masyarakat.***
BERITA15/02/2026 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
Konser Amal Rizky Febian di Soreang Galang Donasi untuk Bandung Raya, Gandeng BAZNAS Kab Bandung
SOREANG, 10 FEBRUARI 2026 - Pemerintah Kabupaten Bandung berkolaborasi dengan Lincah.id bersama KNPI Kab Bandung serta BAZNAS Kabupaten Bandung menggelar konser amal dan doa bersama untuk Bandung Raya pada Selasa (10/2/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Indoor Stadion Jalak Harupat, Soreang, dan terbuka untuk masyarakat umum secara gratis dengan mengajak pengunjung menyiapkan donasi terbaik.
Konser amal ini dimeriahkan langsung oleh penyanyi kondang Rizky Febian dengan mengusung tema Satu Momen untuk Bersama. Acara tersebut menjadi bentuk kepedulian bersama terhadap sejumlah wilayah di Kabupaten Bandung yang tengah mengalami musibah bencana.
Penghimpunan donasi dalam kegiatan ini dikelola melalui BAZNAS Kabupaten Bandung. Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Yusuf Ali Tantowi, turut menyampaikan tausiah dan memimpin doa bersama. Dalam tausiahnya, ia menegaskan bahwa keimanan harus diwujudkan dalam tindakan nyata.
“Beriman itu tidak cukup hanya sekadar di hati dan di lisan. Beriman harus dibarengi dengan perbuatan,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk hadir dan peduli terhadap kondisi daerahnya sendiri.
“Kita semua hadir di momen yang berbahagia ini. Di Kabupaten Bandung ada beberapa bencana, maka pastikan kita hadir untuk membantu,” tambahnya.
Menurutnya, sekecil apa pun donasi yang diberikan akan memiliki nilai besar bagi penerima dan keberkahan bagi pemberinya.
“Mudah-mudahan walaupun sedikit akan bermakna dan menjadi penolong kita di akhirat kelak,” tuturnya.
Sementara itu, Bupati Bandung H. M. Dadang Supriatna menyampaikan bahwa kegiatan konser amal ini murni hasil kolaborasi berbagai pihak dan tidak menggunakan anggaran APBD.
“Ini murni non-APBD dan kerja sama dari KORMI, Lincah.id, dan berbagai instansi lainnya termasuk BAZNAS,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa donasi yang terkumpul akan disalurkan kepada wilayah-wilayah yang saat ini terdampak musibah.
“Kegiatan ini akan disalurkan kepada wilayah-wilayah yang saat ini mengalami musibah,” ujarnya.
Bupati Bandung juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendoakan agar kondisi daerah yang terdampak segera pulih.
“Kita berdoa bersama-sama semoga pulih kembali dan aman, nyaman. Kabupaten Bandung akan selalu siap siaga,” ucapnya.
Di akhir penyampaiannya, ia mengimbau masyarakat untuk terus berbagi kepada sesama.
“Jangan lupa sisihkan rezeki Anda, mudah-mudahan apa yang diberikan mendapat pahala dari Allah SWT,” pungkasnya.
Selain menghimpun donasi, BAZNAS Kabupaten Bandung juga berkontribusi dalam kegiatan ini dengan mendirikan musala portabel serta membuka gerai zakat, infak, dan sedekah untuk memudahkan masyarakat berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan tersebut.***
BERITA10/02/2026 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Ikuti Pembukaan TMMD Reguler di Kecamatan Rancabali
RANCABALI, 10 FEBRUARI 2026 — Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Bandung mengikuti pembukaan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) reguler ke-127 di Kampung Simpang Gunung Leutik Desa Cipelah, Rancabali.
Acara pada Selasa 10 Februari 2026 dihadiri di antaranya Bupati Bandung HM Dadang Supriatna atau Kang DS, Wabup Bandung Ali Syakieb, Ketua Tim Penggerak PKK Hj. Emma Detty, Sekda Cakra Amiyana, para kepala dinas, Camat Rancabali H. Mamet Slamet, dan Ketua DPRD Kabupaten Bandung Hj. Renie Rahayu.
Menurut Komandan Kodim 0624/Kabupaten Bandung Letkol Kav Samto Betah, TMMD akan dilaksanakan selama sebulan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Personel yang terlibat sebanyak 150 orang dengan lokasi TMMD di daerah dingin dan indah pemandangannya," katanya.
Rencanannya TMMD akan memperbaiki jalan sepanjang lebih dari 1 km dengan kondisi bebatuan dan masih ada dari tanah.
"Sedangkan sasaran non fisik berupa penyuluhan dan sosialisasi serta bantuan logistik kepada warga," katanya.
Sedangkan Kang DS mengatakan, pihaknya menyediakan anggaran khusus TMMD sebab masih banyak daerah yang perlu penanganan khusus.
"Seperti di Desa Cipelah ini masih ada jalan maupun rumah-rumah warga yang perlu diperbaiki kondisinya," katanya.
Namun Kang DS juga mengakui masih ada kendala dalam perbaikan rumah takatak huni khususnya rumah dinas perkebunan maupun rumah warga yang berdiri di atas tanah perkebunan maupun kehutanan.
"Untuk ini BAZNAS bisa ikut berperan serta untuk memperbaiki rumah tersebut seperti aksi BAZNAS memperbaiki rumah di Pangalengan," katanya.***
BERITA10/02/2026 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Bandung.
Lihat Daftar Rekening →