WhatsApp Icon
Senam Syar'i di  RW 04 Mulyasari Diwarnai Santunan Anak Yatim Piatu dari BAZNAS Kabupaten Bandung

KABUPATEN BANDUNG - Senam Sehat Mulyasari (SSM) berkesempatan untuk menggelar acara spesial senam bertajuk "Senam Syar'i sambil Berbagi" di lapangan RT 05 RW 04 Mulyasari desa Gandasari, Sabtu (26/9/2026).

Dalam senam tersebut dua istruktur dihadirkan untuk menyemangati para pesenam tersebut.  Bahkan selain pesenan yang hadir, para pengurus RT dan RW dan Karang taruna  setempat pun hadir menyaksikan penyerahan santunan bagi anak Yatim/piatu dari BAZNAS Kabupaten Bandung. 

Ketua Umum BAZNAS Kabupaten Bandung KH Yusuf Ali Tantowi yang diwakili pengurusnya, H.Sarnapi mengatakan pemberian santunan itu merupakan kepedulian dari BAZNAS Kabupaten Bandung. 

"Alhamdulillah hari ini BAZNAS kabupaten Bandung hadir di tengah - tengah   masyarakat RW 04 Mulyasari untuk mendukung kegiatan senam Syar'i. Bahkan anak Yatim dan Piatu dihadirkan untuk menerima manfaat dari BAZNAS. Karenanya saya mengucapkan terima kasih kepada penyelenggara senam dan pengurus RW, yang telah mengundang BAZNAS untuk berbagi dengan yatim," terang H Sarnapi. 

Sementara Ketua RW 04 Mulyasari Dadang Ongky, juga mengucapkan hal sama kepada pengurus BAZNAS kabupaten Bandung. 

"Kamibsangat bersyukur bahwa senam kali ini diwarnai dengan pengarahan santunan oleh BAZNAS kabupaten Bandung. Sehingga pada senam ini tidak hanya berolahraga, tetapi juga ada sisi sosialnya yakni menyantuni puluhan  anak Yatim dan piatu warga RW 04 Mulyasari desa Gandasari," tandas Ongky 

Senam Syar'i adalah seolah kegiatan senam yang merupakan kolaborasi antara penyelenggara senam sehat Mulyasari dengan BAZNAS. Senam ini agak berbeda dengan senam lainnya, karena dalam senam Syar'i ada hal- hal khusus dalam pelaksanannya. Misalnya pakaian pesenam tidak terlalu ketat dan gerakan para pesenam yang dipandu instrukturnya pun lebih kepada gerakan gerakan senam islami. 

Hal itu ditegaskan Apih Igun penyelanggara senam sehat Mulyasari kepada wartawan, Senin (28/9/2026).

"Kegiatan senam ini memang lebih menjunjung tinggi nilai nilai keislamannya. pakaian yang syar'i serta gerakan senam yang islami menjadi syarat utama senam Syar'i ini," pungkasnya.***

30/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
Wakil Bupati dan BAZNAS Kabupaten Bandung Dukung Penyandang Thalasemia

KABUPATEN BANDUNG — Pemerintah Kabupaten Bandung bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung menunjukkan kepedulian terhadap penyandang thalasemia yang tergabung dalam Relawan Donor Darah Thalasemia Indonesia (REDTI) Kabupaten Bandung.

Dukungan tersebut disampaikan dalam kegiatan yang dihadiri Wakil Bupati Bandung, Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Bandung H. Abdul Rouf serta perwakilan Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bandung.

Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat perhatian terhadap anak-anak penyandang thalasemia yang membutuhkan dukungan dalam menjalani pengobatan dan aktivitas sehari-hari. Perhatian tersebut tidak hanya berkaitan dengan aspek kesehatan, tetapi juga kondisi sosial dan ekonomi yang turut dirasakan oleh keluarga.

Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Abdul Rouf menyampaikan dukungan kepada para penyandang thalasemia beserta keluarganya. Ia menilai diperlukan kepedulian dan sinergi berbagai pihak untuk membantu meringankan tantangan yang dihadapi mereka.

Menurutnya, persoalan thalasemia tidak hanya berkaitan dengan layanan kesehatan, tetapi juga memiliki dimensi sosial dan kemanusiaan. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, BAZNAS, organisasi masyarakat, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi penting agar perhatian terhadap penyandang thalasemia dapat terus diperkuat.

Sementara itu, REDTI Kabupaten Bandung berharap penyandang thalasemia dapat memperoleh perhatian yang berkelanjutan dan menjadi bagian dari program Pemerintah Kabupaten Bandung. Hal tersebut berkaitan dengan kebutuhan pengobatan dan transfusi darah yang harus dijalani secara rutin dalam jangka panjang.

Perhatian juga diharapkan tidak berhenti pada aspek kesehatan. Kondisi keluarga penyandang thalasemia turut menjadi perhatian karena proses pengobatan yang rutin dapat menimbulkan kebutuhan tambahan, seperti transportasi, pendampingan, kebutuhan sehari-hari, hingga dampak terhadap aktivitas dan kondisi ekonomi keluarga.

"Harapan kami, adik-adik penyandang thalasemia tidak hanya mendapatkan perhatian ketika ada kegiatan atau momentum tertentu, tetapi benar-benar menjadi bagian dari perhatian dan program pemerintah secara berkelanjutan. Kami juga berharap kondisi sosial dan ekonomi keluarganya ikut diperhatikan," ungkap perwakilan REDTI Kabupaten Bandung.

Kehadiran Dinkes dan Dinsos Kabupaten Bandung dalam kegiatan tersebut turut membuka ruang koordinasi lintas sektor. Sinergi antara pemerintah daerah, BAZNAS, REDTI, tenaga kesehatan, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat dukungan sesuai dengan kebutuhan penyandang thalasemia dan keluarganya.

Bagi penyandang thalasemia, dukungan yang diberikan bukan hanya berkaitan dengan pengobatan, tetapi juga kesempatan untuk tetap tumbuh, belajar, beraktivitas, dan menjalani kehidupan secara optimal. Karena itu, kepedulian berbagai pihak diharapkan dapat terus terjaga dan diwujudkan melalui dukungan yang berkelanjutan.

Melalui sinergi tersebut, Pemerintah Kabupaten Bandung dan BAZNAS Kabupaten Bandung diharapkan dapat terus mengambil bagian dalam upaya memberikan perhatian kepada penyandang thalasemia, sekaligus mendorong hadirnya dukungan yang sesuai dengan kebutuhan mereka, baik dalam aspek kesehatan maupun sosial.***

30/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
BAZNAS Kabupaten Bandung Bantu Warga Pulihkan Kualitas Air Sumur Masjid Al-Barokah

MAJALAYA, 22 SEPTEMBER 2026 — BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kabupaten Bandung bersama warga melakukan kegiatan well cleaning atau pengurasan sumur di Masjid Al-Barokah, Kampung Kondang RT 04 RW 10, Desa Majalaya, Kecamatan Majalaya, Selasa (22/9/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya mengembalikan kualitas air sumur yang selama ini dimanfaatkan warga dan jamaah Masjid Al-Barokah, khususnya untuk kebutuhan berwudu.

Pengurasan sumur dilakukan untuk membersihkan sedimentasi yang menumpuk sekaligus membuka kembali mata air yang tertutup. Dengan dilakukannya pembersihan, diharapkan kualitas dan ketersediaan air dari sumur tersebut dapat kembali optimal sehingga bisa digunakan oleh masyarakat.

Sumur di Masjid Al-Barokah memiliki manfaat bagi warga sekitar maupun jamaah yang datang untuk melaksanakan ibadah. Karena itu, pemulihan kualitas air menjadi kebutuhan penting agar fasilitas tersebut dapat kembali dimanfaatkan sebagaimana mestinya.

Kegiatan well cleaning ini menjadi salah satu bentuk respons BTB BAZNAS Kabupaten Bandung dalam membantu masyarakat menghadapi persoalan yang berkaitan dengan kebutuhan dasar. Selain penanganan kebencanaan, upaya menjaga akses terhadap air bersih juga menjadi bagian dari kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat di lingkungan sekitar.

BAZNAS Kabupaten Bandung melalui BTB terus berupaya hadir bersama masyarakat dalam berbagai kondisi, termasuk membantu pemulihan fasilitas yang memiliki manfaat bagi kepentingan umum.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan sumur Masjid Al-Barokah dapat kembali menghasilkan air yang layak digunakan sehingga kebutuhan warga dan jamaah, terutama untuk berwudu, dapat terpenuhi.***

23/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kab. Bandung
Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung Hadiri Wakaf Al-Qur'an Bersama Lembaga Kemanusiaan Turki

KABUPATEN BANDUNG — Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung, Dr. KH. Yusuf Ali Tantowi, Lc., M.A., menghadiri kegiatan Wakaf Al-Qur'an bersama International Networking for Humanitarian (INH) dan pihak dari Turki di Aula Pondok Pesantren Al-Basyariyah 2, Kabupaten Bandung, Minggu (20/9/2026).

Kegiatan yang diikuti para santri, pengasuh pesantren, serta perwakilan lembaga kemanusiaan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi dalam membumikan Al-Qur'an sekaligus memperluas manfaat kegiatan filantropi Islam bagi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung menyampaikan apresiasi atas kepedulian lembaga kemanusiaan dari Turki dalam mendukung pendidikan Al-Qur'an di Indonesia, khususnya melalui program wakaf dan pendistribusian mushaf kepada para santri.

Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki semangat yang sejalan dengan berbagai program BAZNAS Kabupaten Bandung dalam meningkatkan kualitas kehidupan keagamaan masyarakat, terutama upaya pengentasan buta huruf Al-Qur'an.

"BAZNAS Kabupaten Bandung memiliki komitmen untuk terus memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan Al-Qur'an. Melalui program Dai Pelosok, bantuan bisyaroh bagi ustadz dan ustadzah, peningkatan kapasitas atau upgrading para pengajar Al-Qur'an, serta program Sedekah Al-Qur'an, kami ingin memastikan bahwa masyarakat, termasuk yang berada di wilayah pelosok, memiliki kesempatan untuk belajar, membaca, dan memahami Al-Qur'an," ungkap KH. Yusuf Ali Tantowi.

Ia menegaskan bahwa pengentasan buta huruf Al-Qur'an tidak cukup hanya dengan menyediakan mushaf. Diperlukan pula kehadiran para pendidik yang kompeten, dukungan terhadap kesejahteraan guru ngaji, serta keberlanjutan proses pembelajaran.

Karena itu, BAZNAS Kabupaten Bandung terus mendorong penguatan program pendidikan keagamaan yang mengintegrasikan penyediaan sarana belajar dengan pemberdayaan para pengajar Al-Qur'an.

Membuka Peluang Kolaborasi dengan Lembaga Kemanusiaan Turki

Kehadiran perwakilan lembaga kemanusiaan dari Turki dalam kegiatan tersebut juga membuka harapan baru bagi BAZNAS Kabupaten Bandung untuk membangun kerja sama yang lebih luas.

KH. Yusuf Ali Tantowi berharap pertemuan ini dapat menjadi langkah awal untuk menjajaki kolaborasi, khususnya dalam program Sedekah Al-Qur'an yang diarahkan untuk membantu masyarakat yang masih mengalami keterbatasan akses terhadap pendidikan Al-Qur'an.

"Kami berharap ke depan BAZNAS Kabupaten Bandung dapat menjalin kerja sama dengan lembaga kemanusiaan dari Turki dalam program Sedekah Al-Qur'an. Kolaborasi ini diharapkan bukan hanya menghadirkan mushaf bagi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan bersama untuk mengentaskan buta huruf Al-Qur'an di Kabupaten Bandung," tuturnya.

Salah satu materi yang diperkenalkan dalam kegiatan ini adalah Mushaf Al-Qur'an Tawafuq, yang menampilkan keserasian tata letak lafaz-lafaz tertentu dalam mushaf. Tradisi penulisan ini dikaitkan dengan Badiuzzaman Said Nursi, ulama asal Turki, dan dikembangkan melalui penulisan mushaf oleh muridnya, Ahmad Husrev Efendi. 

Kehadiran mushaf tersebut menambah khazanah pengenalan Al-Qur'an dan memperlihatkan eratnya hubungan antara tradisi keilmuan Islam, pendidikan, dan gerakan kemanusiaan lintas negara.

Ajak Masyarakat Berzakat, Berinfak, dan Bersedekah melalui BAZNAS

Lebih lanjut, Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam gerakan zakat, infak, dan sedekah (ZIS).

Menurutnya, dukungan masyarakat melalui ZIS sangat penting untuk memperluas jangkauan program pemberdayaan umat, termasuk membantu para guru ngaji dan menghadirkan pendidikan Al-Qur'an bagi masyarakat yang membutuhkan.

"Setiap zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan melalui BAZNAS Kabupaten Bandung merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi umat. Mari kita jadikan harta yang Allah titipkan sebagai jalan untuk menguatkan pendidikan Al-Qur'an, memuliakan para guru ngaji, dan membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan," ajaknya.

Ia juga mengingatkan bahwa semangat berbagi merupakan wujud nyata kecintaan seorang Muslim terhadap Al-Qur'an.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al-Baqarah ayat 261, infak di jalan Allah diumpamakan seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, dan pada setiap tangkai terdapat seratus biji.

"Insya Allah, ketika kita bersama-sama menguatkan gerakan ZIS, manfaatnya akan semakin luas. Kita ingin Kabupaten Bandung menjadi daerah yang masyarakatnya tidak hanya gemar membaca Al-Qur'an, tetapi juga mampu memahami dan mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari," pungkasnya.

Melalui momentum wakaf Al-Qur'an bersama lembaga kemanusiaan dari Turki ini, BAZNAS Kabupaten Bandung optimistis dapat terus memperkuat jejaring kolaborasi, memperluas gerakan Sedekah Al-Qur'an, dan berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat Kabupaten Bandung yang semakin Qur'ani.

Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kabupaten Bandung. Bersama, kita hadirkan Al-Qur'an hingga ke pelosok dan wujudkan generasi yang melek Al-Qur'an.***

20/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kab. Bandung
Hadiri PORSADIN VIII, Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung Ajak Santri Membiasakan Ibadah Maaliyah

KABUPATEN BANDUNG – Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, Dr. KH. Yusuf Ali Tantowi, Lc., M.A., menghadiri pembukaan resmi Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) VIII Tingkat Kabupaten Bandung Tahun 2026, Sabtu (19/9/2026), di Gedung Ormas Islam Kabupaten Bandung.

PORSADIN VIII diselenggarakan oleh DPC Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Bandung sebagai sarana pengembangan potensi, kreativitas, sportivitas, serta pembentukan karakter santri madrasah diniyah.

Kegiatan tersebut diketuai Dr. H. Furqon Arifin, M.M.Pd., didampingi Sekretaris H. Hidayat, M.Pd., serta mendapat dukungan Ketua DPC FKDT Kabupaten Bandung Dr. H. Daud Nurdin, M.H.

Rangkaian pembukaan meliputi pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Madrasah Diniyah Takmiliyah, laporan kegiatan, sambutan, serta pembukaan resmi.

Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung menyampaikan apresiasi kepada DPC FKDT, para guru diniyah, panitia, orang tua, dan seluruh pihak yang konsisten membina pendidikan keagamaan generasi muda.

“PORSADIN bukan sekadar kompetisi olahraga dan seni. Kegiatan ini merupakan bagian dari pendidikan karakter untuk melahirkan santri yang sehat, disiplin, percaya diri, kreatif, sportif, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam,” ujar Yusuf Ali Tantowi.

Menurutnya, pendidikan diniyah memiliki posisi penting dalam membentuk generasi yang saleh secara pribadi sekaligus saleh secara sosial. Karena itu, para santri perlu dibimbing agar memiliki keseimbangan antara ibadah badaniyah dan ibadah maaliyah.

“Ibadah badaniyah dilaksanakan dengan anggota badan, seperti salat, puasa, mengaji, belajar, dan membantu orang tua. Sementara ibadah maaliyah diwujudkan melalui harta, seperti zakat, infak, dan sedekah. Keduanya harus ditanamkan agar kesalehan santri tumbuh secara paripurna,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Yusuf mengutip atsar yang dinisbatkan kepada sahabat Abdullah bin Mas‘ud r.a.:

?????????? ????????? ?????????? ?????????? ??????????? ?????? ???? ??????? ????? ??????? ????

“Kalian diperintahkan mendirikan salat dan menunaikan zakat. Barang siapa tidak menunaikan zakat, maka tidak sempurna salatnya.”

Atsar tersebut, lanjutnya, menunjukkan eratnya hubungan antara salat dan zakat. Salat membangun hubungan seorang hamba dengan Allah Swt., sedangkan zakat menghadirkan kepedulian dan kemanfaatan bagi sesama.

“Orang yang rajin salat tetapi sengaja mengabaikan kewajiban zakat patut mengkhawatirkan kesempurnaan dan penerimaan ibadahnya. Jangan sampai kita tampak saleh ketika berada di masjid, tetapi tidak memiliki kepedulian terhadap tetangga, fakir miskin, anak yatim, dan masyarakat yang membutuhkan pertolongan,” tegasnya.

Yusuf menjelaskan bahwa para santri memang belum seluruhnya berkewajiban menunaikan zakat mal. Namun, pemahaman dan kecintaan terhadap ibadah maaliyah perlu ditanamkan sejak dini melalui kebiasaan berinfak, bersedekah, berbagi makanan, dan membantu teman yang mengalami kesulitan.

“Berinfak tidak harus menunggu kaya. Anak-anak dapat belajar menyisihkan sebagian uang sakunya untuk berbagi. Nilainya mungkin kecil, tetapi kebiasaan tersebut akan menumbuhkan keikhlasan, empati, dan kepedulian yang besar,” tuturnya.

Pembiasaan tersebut diharapkan dapat melahirkan generasi muzaki masa depan, yaitu generasi yang tidak hanya sukses secara pendidikan dan ekonomi, tetapi juga memiliki kesadaran menunaikan zakat serta memberdayakan masyarakat.

BAZNAS Kabupaten Bandung terus mendorong penguatan literasi zakat, infak, dan sedekah di lingkungan keluarga, lembaga pendidikan, madrasah, serta masyarakat. Pendidikan zakat sejak dini menjadi bagian penting dalam membangun budaya berbagi dan semangat gotong royong.

“Dari madrasah diniyah harus lahir santri yang kuat imannya, luas ilmunya, mulia akhlaknya, tinggi prestasinya, dan besar kepeduliannya. Mereka bukan hanya menjadi ahli ibadah, tetapi juga calon muzaki dan penggerak kebaikan bagi umat,” kata Yusuf.

Ia berharap PORSADIN VIII dapat memperkuat silaturahmi antar-santri dan lembaga diniyah sekaligus melahirkan prestasi yang membanggakan bagi Kabupaten Bandung.

“Mari sempurnakan ibadah badaniyah dengan ibadah maaliyah. Salat mendekatkan kita kepada Allah, sedangkan zakat, infak, dan sedekah mendekatkan kita kepada sesama. Dari keseimbangan itulah akan lahir generasi santri yang paripurna dan membawa keberkahan bagi Kabupaten Bandung,” pungkasnya.***

19/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kab. Bandung

Berita Terbaru

BAZNAS Kabupaten Bandung Berikan Penghargaan kepada 4 Perangkat Daerah, Ini Daftarnya
BAZNAS Kabupaten Bandung Berikan Penghargaan kepada 4 Perangkat Daerah, Ini Daftarnya
Sebagai bentuk rasa syukur dan terima kasih kepada para pembayar zakat maupun infak selama tahun 2024, BAZNAS Kabupaten Bandung memberikan penghargaan kepada empat perangkat daerah. Penghargaan itu diberikan di sela-sela siraman rohani Pemkab Bandung di Gedung Budaya Soreang, Senin 13 Januari 2024. Acara dihadiri Sekda Kabupaten Bandung H. Cakra Amiyana, para asisten, para kepala dinas dan kepala badan, serta para camat dan kepala desa se-kabupaten Bandung. Menurut Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Bandung H. Jamjam Erawan, penghargaan ini juga dipicu karena partisipasi yang besar dari para ASN Pemkab Bandung sehingga target pengumpulan zakat dan infak bisa tercapai. "Dari target pengumpulan zakat, infak dan sedekah sebesar Rp12 miliar Alhamdulillah bisa tercapai Rp12 miliar lebih. Sedangkan tahun ini atau tahun 2025 ditargetkan pengumpulan sebesar Rp17 miliar," katanya. Penghargaan yang diberikan dengan kriteria organisasi perangkat daerah tersebut membayarkan ZIS dengan tepat waktu. "Kriteria lainnya adalah dengan pengumpulan terbesar dan sesuai dengan aturan pemerintah khususnya instruksi bupati Bandung," ujarnya. Empat perangkat daerah yang mendapatkan penghargaan adalah Sekretariat Daerah (Setda), Dinas Kesehatan, RSUD Laswi Majalaya dan Kecamatan Baleendah. Pada kesempatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Bandung juga memaparkan pendistribusian ZIS yang sudah dihimpunnya untuk lima bidang. Yakni, Bandung cerdas (bidang pendidikan), Bandung sehat (bidang kesehatan), Bandung berdaya saing (pemberdayaan ekonomi), Bandung relijius, dan Bandung peduli.
BERITA13/01/2025 | Humas BAZNAS Kab Bandung
Ketua BAZNAS Kab. Bandung Sampaikan Target Penghimpunan di Tahun 2025
Ketua BAZNAS Kab. Bandung Sampaikan Target Penghimpunan di Tahun 2025
Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung, KH. Yusuf Ali Tantowi menjelaskan mengenai target penghimpunan di 2025. Target tersebut ia sampaikan dalam obrolan bertajuk Visitalk, di redaksi Visi.news. Sebelum itu, ia menyebut target BAZNAS Kab. Bandung 2024 berhasil tercapai. "Kami di 2024 bisa mencapai target 12 miliar, bahkan terlampaui," katanya. Meski begitu, menurut KH. Yusuf nilai ini masih belum maksimal. "Akan tetapi nilai ini jika dibagi se kabupaten bandung, tidak terlihat," ujarnya. Dirinya melanjutkan, tugas BAZNAS berusaha sebagai pengorganisir zakat, infak dan sedekah. "Tinggal mengorganisir saja. kebaikan masyarakat kabupaten bandung sebetulnya luar biasa," katanya. "Kami berusaha mengorkestra kebaikan ini supaya tepat sasaran," tuturnya. Mengenai target penghimpunan di 2025, dirinya sepakat dengan pimpinan BAZNAS Kab. Bandung di angka 17 Miliar. "2025 ini kita targetkan 17 M," ucapnya. "Belum lagi dari masyarakat. peluangnya sudah terbaca. yang namanya infak sedekah itu tidak harus nunggu kaya. tapi mereka yang kaya hati, senang berbagi," jelasnya.
BERITA13/01/2025 | Humas BAZNAS Kab Bandung
Pimpinan BAZNAS RI Kunjungi Kabupaten Bandung, Ini yang Dibahas
Pimpinan BAZNAS RI Kunjungi Kabupaten Bandung, Ini yang Dibahas
Pimpinan BAZNAS RI yang terdiri atas Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. H. Noor Achmad, dan Pimpinan Bidang Pengumpulan Dr. H. Rizaludin Kurniawan melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bandung, Jumat 10 Januari 2025. Kunjungan kali ini juga untuk bertemu dengan Bupati Bandung HM Dadang Supriatna untuk melakukan pembahasan pengembangan Gedung BAZNAS Center (GBC). Ikut mendampingi Wakil Ketua 2 BAZNAS Jabar KH. Ali Kosim dan Wakil Ketua 3 BAZNAS Jabar Dr. H. Achmad Ridwan. Sedangkan dari BAZNAS Kabupaten Bandung hadir Ketua H. Yusuf Ali Tantowi, Wakil Ketua 1 H. Jamjam Erawan, Wakil Ketua 2 H. Abdul Rauf, Wakil Ketua 3 H. Dudi Abdul Hadi dan Wakil Ketua 4 H. Sarnapi. Menurut Prof. Noor Achmad, kunjungan kali ini untuk memastikan pengelolaan Gedung BAZNAS Center (GBC) yang akan dikelola BAZNAS RI. "Kami akan mengembangkan GBC menjadi center of exelence semua kegiatan BAZNAS mulai dari pengumpulan, pendistribusian, pemberdayaan ekonomi sampai pusat pelatihan," ujarnya. Dengan GBC yang memiliki lantai dasar (basement), lantai satu sampai lantai tiga dianggap sangat representatif untuk pusat pelatihan BAZNAS seluruh Indonesia. "Jadi GBC bukan hanya untuk Kabupaten Bandung dan Jawa Barat melainkan ini untuk seluruh Indonesia," katanya. Pada kesempatan itu, pimpinan BAZNAS RI dan BAZNAS Jabar juga menyempatkan waktu mengunjungi kantor BAZNAS Kabupaten Bandung di Jln. Terusan Al Fathu Soreang.
BERITA10/01/2025 | Humas BAZNAS Kab Bandung
Bupati Kang DS dan BAZNAS Tegaskan Tak Ada Pungutan Rp100 Ribu kepada ASN
Bupati Kang DS dan BAZNAS Tegaskan Tak Ada Pungutan Rp100 Ribu kepada ASN
Bupati Bandung HM Dadang Supriatna atau Kang DS menerima silaturahmi para pimpinan BAZNAS Kabupaten Bandung, Rabu 8 Januari 2025. Hadir Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung H. Yusuf Ali Tontowi, Waka 1 H. Jamjam Erawan, Waka 2 H. Abdul Rauf, Waka 3 H. Dudi Abdul Hadi, dan Waka 4 H. Sarnapi. Dalam pertemuan itu, Kang DS mengeluhkan upaya dalam memunculkan opini seakan-akan ada potongan gaji Rp100.000 kepada para ASN khususnya guru. "Saya sendiri awalnya tak terlalu menghiraukan isu yang tak berdasar ini, namun akhirnya harus bicara sebab sudah menyangkut kebenaran informasi dan jangan sampai warga mempercayai hoaks," ucap mantan anggota DPR Kabupaten Bandung dan DPRD Jabar ini. Kang DS mengaku tetap bersikap tenang karena merasa dirinya tak melakukan apa yang dituduhkan. "Karena saya tak melakukan apa yang dituduhkan sehingga saya tak ambil pusing," katanya. Sedangkan H. Yusuf Ali mengatakan, sampai saat ini pembayaran zakat infak dan sedekah (ZIS) dari para ASN khususnya para guru belum efektif. "Karena Dinas Pendidikan selama ini baru menyetorkan penerimaan ZIS tiap bulannya Rp5 juta sehingga sebagian besar guru belum membayarkan ZIS nya ke BAZNAS," katanya. BAZNAS Kabupaten Bandung terus berupaya menyadarkan para ASN khususnya para guru agar sadar membayar zakat atau infaknya. "Insya Allah mulai awal tahun 2025 ini jajaran Dinas pendidikan mulai akan mengumpulkan ZIS nya terutama untuk tingkat SD dan menyusul SMP," katanya.
BERITA09/01/2025 | Humas BAZNAS Kab Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Silaturahmi ke PLTP Geodipa Jajaki Penggalian Infak
BAZNAS Kabupaten Bandung Silaturahmi ke PLTP Geodipa Jajaki Penggalian Infak
BAZNAS Kabupaten Bandung menggelar silaturahmi ke PT Geodipa Energi yang memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Patuha, Kecamatan Pasirjambu. Acara pada Rabu, 8 Januari 2024, dihadiri Public Relations PT. Geo Dipa Energi Ibu Maria dan Ibu Dila serta Bagian SDM, Hadi. Sedangkan dari BAZNAS Kabupaten Bandung hadir wakil ketua 1 Ustaz H. Jamjam Erawan, Wakil Ketua 4 H. Sarnapi, Kepala Kantor H. Kasmita, Kabag Pengumpulan H. Andris Fajar dan Kabag Pengelolaan Keuangan dan Pelaporan Adjat Abdullah Mubarok. Menurut Ustaz Jamjam, BAZNAS berupaya mengumpulkan dan menyalurkan zakat, infak dan sedekah (ZIS) dari kaum Muslimin Kabupaten Bandung. "Kelebihan BAZNAS Kabupaten Bandung salah satunya mendapatkan ZIS dari warga Kabupaten Bandung dan diberikan kepada warga Kabupaten Bandung bukan diberikan kepada warga luar," ujarnya. Dia berharap agar para pimpinan dan karyawan PLTP Patuha memiliki kepedulian tinggi yang salah satu caranya menyerahkan ZIS. "Kami yakin pimpinan dan karyawan PLTP Patuha mempunyai wawasan keagamaan yang baik sehingga peduli dengan kondisi masyarakat Kabupaten Bandung," ucapnya. Sedangkan Ibu Maria mengatakan, pihaknya ingin agar keberadaan perusahaan bisa lebih membantu masyarakat di sekitar. "Selama ini BAZNAS Kabupaten Bandung bekerja sama dengan Kodim juga pernah membantu dalam bakti sosial maupun kegiatan sosial lainnya," ujarnya.
BERITA08/01/2025 | Humas BAZNAS Kab Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Berikan Modal Usaha kepada UKM di Sela-sela Gerak Jalan Hari Amal Bhakti Kemenag
BAZNAS Kabupaten Bandung Berikan Modal Usaha kepada UKM di Sela-sela Gerak Jalan Hari Amal Bhakti Kemenag
BAZNAS Kabupaten Bandung memberikan bantuan berupa modal usaha di sela-sela Gerak Jalan Hari Amal Bakti Kemenag ke-78. BAZNAS Kabupaten Bandung juga membuka stand kopi dan teh gratis bagi para peserta gerak jalan sehat. Penerima bantuan modal usaha adalah para pedagang yang biasa mengikuti bazar maupun event yang diadakan di sekitar kompleks Pemkab Bandung sebanyak 30 orang. Ribuan orang terdiri atas guru dan karyawan Kemenag Kabupaten Bandung mengikuti gerak jalan sehat memperingati Hari Amal Bhakti (HAB) Kemenag ke-79. Acara dipusatkan di Dome Balerame Soreang dihadiri Bupati Bandung HM Dadang Supriatna atau Kang DS, Asisten Pemkesra Pemkab Bandung H. Ruli Hadiana, Kepala Kemenag Kabupaten Bandung H. Cece Hidayat dan Kasubag serta para Kepala Seksi. Hadir juga Kasdim Kabupaten Bandung, Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung H. Yusuf Ali Tontowi dan para wakil ketua BAZNAS, serta para pejabat lainnya. Dalam kesempatan itu, Kang DS menyerahkan hadiah utama berupa ibadah umrah kepada Cece Hidayat. Hal sama juga dilakukan Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, H. Dudu Suryadarma, mewakili FKKBIHU yang menyerahkan satu paket umrah. Menurut Kang DS, pihaknya bergembira karena ribuan orang bisa berkumpul untuk gerak jalan sehat sekaligus bersilaturahmi. "Semoga sinergi antara Pemkab Bandung dengan Jajaran Kemenag yang selama ini sudah baik bisa ditingkatkan lagi," ucapnya. Sementara Cece Hidayat mengatakan, gerak jalan ini sebagai rangkaian peringatan HAB ke-79 tingkat Kabupaten Bandung karena sebelumnya digelar berbagai acara. "Baik perlombaan olahraga, pelatihan ESQ bagi Dharma Wanita Persatuan, sampai bakti sosial khitanan massal," ujarnya.
BERITA07/01/2025 | Humas BAZNAS Kab Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Silaturahmi ke Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Hj Renie: Siap Bayar Zakat
BAZNAS Kabupaten Bandung Silaturahmi ke Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Hj Renie: Siap Bayar Zakat
Ketua BAZNAS kabupaten Bandung KH. Yusuf Ali Tontowi bersilaturahmi Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Hj. Renie Rahayu Fauzi, SH,.di ruang Ketua DPRD Kabupaten Bandung. Acara pada Jumat, 3 Januari 2024, dihadiri Wakil Ketua 4 BAZNAS Kabupaten Bandung H. Sarnapi, Staf Pengumpulan Bazbas Akhmad Syarifuddin, dan pengurus UPZ DPRD Kabupaten Bandung. Menurut KH. Yusuf, BAZNAS Kabupaten Bandung berterima kasih kepada perhatian DPRD Kabupaten Bandung sehingga terjadi kenaikan dana bantuan operasional (DBO). "Termasuk juga insentif kepada ribuan ustaz dan ustazah yang didanai dari APBD dan BPJS Ketenagakerjaan dari BAZNAS Kabupaten Bandung," ujarnya. Dia juga berharap agar para pimpinan dan anggota DPRD mensosialisasikan pentingnya membayar zakat infak dan sedekah untuk kebaikan Muslimin. "Jangan ada lagi istilah dipotong karena dengan berzakat berarti membersihkan harta malah melipatgandakan harta kita," ucapnya. Sedangkan Hj. Renie menyatakan 55 wakil rakyat siap untuk memberikan kontribusi dalam pembayaran ZIS kepada BAZNAS Kabupaten Bandung. "Alhamdulillah selama ini kami sudah merasakan manfaat kehadiran BAZNAS baik untuk pendidikan, kesehatan, bakti sosial dan lain-lain. Anggota DPRD yang mengajukan bantuan untuk rakyat di dapilnya juga dibantu BAZNAS," ujarnya.
BERITA03/01/2025 | Humas BAZNAS Kab Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Lakukan Studi Tiru ke Masjid Jogokariyan untuk Pemberdayaan ZIS
BAZNAS Kabupaten Bandung Lakukan Studi Tiru ke Masjid Jogokariyan untuk Pemberdayaan ZIS
Para pimpinan dan Amil/amilat BAZNAS Kabupaten Bandung mengadakan studi tiru kepada Masjid Jogokariyan, Yogyakarta, Minggu 22 Desember 2024. Studi tiru ini untuk mempelajari lalu menerapkan dalam hal pengumpulan dan pemberdayaan zakat, infak dan sedekah (ZIS) berbasis masjid. "Kami ingin tahu tip dan trik dalam pengumpulan dan pemberdayaan masyarakat berbasis masjid," kata Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung KH. Yusuf Ali Tontowi. Hadir Wakil Ketua 1 BAZNAS Kabupaten Bandung Ustaz H. Jamjam Erawan, Wakil Ketua 2 H. Abdul Rauf dan Wakil Ketua 4 H. Sarnapi. Menurut KH. Yusuf, masjid bukan hanya berfungsi untuk rehabilitasi mental misalnya sedang stres atau ada masalah lalu datang ke masjid. "Saya lihat Masjid Jogokariyan sudah memberikan manfaat kepada masyarakat baik dalam pelayanan ibadah maupun pemberdayaan ekonominya," ucapnya. BAZNAS Kabupaten Bandung berkomitmen dan sudah mengadakan berbagai program untuk pemberdayaan masjid ini. "Sudah dua tahun ini kami memberikan insentif kepada ribuan takmir dan marbot masjid serta menyalurkan pemberian modal untuk ekonomi umat," katanya. Sedangkan pengurus Masjid Jogokariyan Ustaz Imam Supardi mengatakan, kepengurusan Masjid Jogokariyan sangat luas mencapai 29 biro. "Kuncinya memaksimalkan fungsi masjid yakni 5M yakni muwahid (mempersatukan), mujahid (pejuang), muadim (pendidik), mujaddid (pembaharuan), dan mudyadid atau pelurus," katanya.***
BERITA22/12/2024 | Humas BAZNAS Kab Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Bantu Kembangkan 185 Pedagang Keliling dan Pedagang di Sekolah
BAZNAS Kabupaten Bandung Bantu Kembangkan 185 Pedagang Keliling dan Pedagang di Sekolah
Pada Kamis, 19 Desember 2024, BAZNAS Kabupaten Bandung melakukan pembinaan sekaligus menyalurkan bantuan modal kepada 185 orang pedagang kecil. Acara di aula BAZNAS Kabupaten Bandung bertajuk "Program Pemberdayaan Ekonomi Menuju Bandung Berdaya Saing" ini dihadiri Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung KH. Yusuf Ali Tontowi, Wakil Ketua 2 H. Abdul Rauf, Wakil Ketua 4 H. Sarnapi dan Ketua Pelaksana H. Andris Fajar. Menurut Abdul Rauf, bantuan permodalan ini diberikan kepada 185 Orang terdiri atas 125 Orang dari Kelompok Pedagang Keliling Sekolah dan 19 Orang Komunitas Assatidz Mandiri UPZ Cimaung. "Kami juga membantu 41 Orang yang mengajukan permohonan bantuan pemberdayaan ekonomi secara mandiri," katanya. Abdul Rauf berharap para pedagang kecil ini nantinya bisa meningkat kehidupannya setelah dibantu BAZNAS Kabupaten Bandung. "Tiap pedagang juga kami berikan kotak infak sehingga kalau ada uang receh Rp500 maupun Rp1.000 bisa dimasukkan ke kotak infak," katanya. Sedangkan H. Yusuf Ali menambahkan, para penerima bantuan juga mendapatkan rompi seragam dengan tagline #mencari nafkah meraih berkah. "Diharapkan para pedagang ini bisa menjadi duta BAZNAS dan menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu para pedagang lainnya," katanya.
BERITA19/12/2024 | Humas BAZNAS Kabupaten Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Adakan Raker untuk Kenaikan Target Tahun 2025
BAZNAS Kabupaten Bandung Adakan Raker untuk Kenaikan Target Tahun 2025
BAZNAS Kabupaten Bandung menggelar rapat kerja (raker) di aula BAZNAS Kabupaten Bandung Jln. Terusan Alfathu Soreang, Selasa 17 Desember 2024. Rapat kerja dipimpin Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung KH. Yusuf Ali Tontowi, LC,MA, dihadiri para wakil ketua. Hadir juga Asisten Pemkesra Kabupaten Bandung H. Ruli Hadiana, dan para amil dan amilat BAZNAS Kabupaten Bandung. Menurut KH. Yusuf, BAZNAS ibarat satu tubuh sehingga harus menjadi organisasi yang solid dan sinergis dalam segala hal. "Apalagi target pengumpulan pada tahun 2025 mengalami kenaikan drastis dari tahun 2024 Rp12 miliar menjadi Rp17 miliar," ujarnya. Dia bersyukur dan berterimakasih kepada seluruh Amil dan amilat yang sudah berhasil meraih target pengumpulan tahun 2024 sebesar Rp12 miliar. "Meski memang pengumpulan ZIS masih didukung dari ibadah kurban dan infak terikat seperti donasi Palestina, donasi gempa bumi Kertasari maupun donasi santunan anak yatim," katanya. Diharapkan target pengumpulan tahun 2025 juga bisa tercapai dengan kerja keras semua pimpinan dan Amil/amilat. "Pertanggungjawaban pekerjaan di BAZNAS bukan hanya kepada pimpinan maupun BAZNAS Jabar sampai BAZNAS RI serta bupati melainkan juga kepada Allah SWT," ujar Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Bandung H. Jamjam Erawan.
BERITA17/12/2024 | Humas BAZNAS Kab Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Masukkan Ratusan Ustaz dan Ustazah ke BPJS Ketenagakerjaan
BAZNAS Kabupaten Bandung Masukkan Ratusan Ustaz dan Ustazah ke BPJS Ketenagakerjaan
BAZNAS Kabupaten Bandung memasukkan sebanyak 465 orang yang ikut program insentif ustaz dan ustazah ke program BPJS Ketenagakerjaan. Penandatangan kerja sama itu dilakukan Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bojongsoang, Rizal, dan Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung KH. Yusuf Ali Tontowi, Jumat 13 Desember 2024. Acara dihadiri Wakil Ketua 4 BAZNAS Kabupaten Bandung H. Sarnapi dan para pejabat BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bojongsoang. Menurut KH. Yusuf, dari 1.030 orang yang mendapatkan insentif ustaz dan ustazah hanya 465 orang yang mendapatkan fasilitas BPJS Ketenagakerjaan. "Sebab sisanya sudah ikut program BPJS Ketenagakerjaan sehingga hanya 465 orang yang ikut program ini," katanya. Seperti diketahui, BAZNAS Kabupaten Bandung mendapatkan bantuan insentif dari APBD Kabupaten Bandung untuk ustaz dan ustazah. BAZNAS Kabupaten Bandung juga selama dua tahun ini menyalurkan insentif guru ngaji dan takmir masjid sebanyak 3.456 orang. Untuk besaran insentif ustaz dan ustazah maupun guru ngaji dan takmir masing-masing Rp 100 ribu per orang. Mereka juga mendapatkan fasilitas BPJS Ketenagakerjaan dari dana BAZNAS Kabupaten Bandung dan BPJS Kesehatan dari Pemkab Bandung sebagai penerima bantuan iuran (PBI).
BERITA16/12/2024 | Humas BAZNAS Kab Bandung
Saat Para Penasihat Hukum Merapat ke BAZNAS Kabupaten Bandung untuk Kepedulian Warga
Saat Para Penasihat Hukum Merapat ke BAZNAS Kabupaten Bandung untuk Kepedulian Warga
Para penasihat hukum yang tergabung dalam DPC Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Bale Bandung melakukan silaturahmi ke kantor BAZNAS Kabupaten Bandung. Hadir Ketua Peradi Bale Bandung, I Made Agus Rediyudana,SH,MH, didampingi sekretaris Didi Iskandar, SH, MH dan Penasihat Alexander Finenko,SH,MH, serta para pengurus Peradi lainnya. Selain itu, hadir Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung KH. Yusuf Ali Tontowi, Wakil Ketua I Ustaz H. Jamjam Erawan, dan Wakil Ketua 4 H. Sarnapi. Menurut I Made Agus, ada keinginan mulia dari DPC Peradi Bale Bandung untuk ikut memberdayakan masyarakat melalui pembayaran zakat, infak maupun sedekah melalui BAZNAS Kabupaten Bandung. "Alhamdulillah saya sendiri secara rutin membayarkan sebagian rezekinya kepada BAZNAS Kabupaten Bandung. Saya imbau agar para anggota Peradi untuk ikut menyisihkan sebagian rezekinya," ujarnya. I Made mengakui kesadaran membayarkan ZIS belum seperti membayar pajak karena pajak ditentukan sanksi tegasnya. "Namun umat Islam yang memiliki harta harus yakin dengan membayarkan zakat atau infaknya mendapatkan banyak manfaat," ujarnya. Sedangkan KH. Yusuf Ali mengatakan, peran para advokat sangat besar baik menyisihkan hartanya untuk membantu orang lain maupun mendorong para klien yang mampu untuk ikut berzakat. "Diharapkan para klien dari kalangan mampu membayarkan zakat atau infaknya agar kasus hukumnya bisa selesai dengan baik," katanya. BAZNAS Kabupaten Bandung juga siap bekerja sama dengan DPC Peradi Bale Bandung dengan membantu masyarakat yang kurang mampu. "Misalnya Peradi mendampingi warga kurang mampu dan BAZNAS bisa membantu operasional pendampingannya," katanya.
BERITA16/12/2024 | Humas BAZNAS Kab Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Gelar Silaturahmi dengan LAZ Ormas Islam
BAZNAS Kabupaten Bandung Gelar Silaturahmi dengan LAZ Ormas Islam
Untuk lebih meningkatkan kolaborasi dan kerja sama dengan Lembaga Amil Zakat (LAZ) ormas Islam, BAZNAS Kabupaten Bandung menggelar silaturahmi, Senin 16 Desember 2024. Acara di aula BAZNAS Kabupaten Bandung dihadiri Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung KH. Yusuf Ali Tontowi, Wakil Ketua 1 Ustaz H. Jamjam Erawan, Wakil ketua 4 H. Sarnapi dan Ketua pelaksana BAZNAS Kabupaten Bandung H. Andris Fajar. Sedangkan dari LAZ ormas Islam hadir pengurus Lazisnu, LAZISMU, LAZ Persis, LAZ Syarikat Islam, LAZ Mathlaul Anwar, dan LAZ LDII. Menurut KH. Yusuf, keberadaan BAZNAS dan LAZ bukan saling bersaing apalagi saling menjatuhkan. "Kita harus berkolaborasi dan bekerja sama untuk menggali potensi zakat, infak dan sedekah lalu memberdayakannya untuk masyarakat," katanya. Pengumpulan ZIS oleh LAZ ormas Islam akan dimasukkan sebagai pengumpulan off balance sheet di BAZNAS Kabupaten Bandung. "Kalau yang tercatat sebagai pengumpulan BAZNAS Kabupaten Bandung tahun ini Alhamdulillah tercapai Rp 12 miliar atau naik dari pengumpulan tahun lalu yang berkisar Rp 8 miliar," ujarnya. Pencapaian itu didukung dengan pengumpulan infak terikat baik untuk Palestina maupun donasi gempa bumi Kertasari. "Tahun 2025 kami menargetkan pengumpulan ZIS mencapai Rp 17 miliar. Semoga dengan kerja sama ormas-ormas Islam bisa mencapai target tersebut," katanya.
BERITA16/12/2024 | Humas BAZNAS Kab Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Ucapkan Selamat Pasangan Kang DS dan Ali Syakieb Pemenang Pilkada
BAZNAS Kabupaten Bandung Ucapkan Selamat Pasangan Kang DS dan Ali Syakieb Pemenang Pilkada
BAZNAS Kabupaten Bandung mengucapkan selamat kepada pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Bandung nomor 2 Dadang Supriatna - Ali Syakieb yang resmi menjadi pemenang Pilkada Kabupaten Bandung."Pimpinan dan Amil amilat BAZNAS Kabupaten Bandung ikut tahniah atau mengucapkan selamat atas jalannya Pilkada Kabupaten Bandung yang aman dan kondusif," kata Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung KH. Yusuf Ali Tontowi.Didampingi empat wakil ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, Yusuf Ali mengharapkan agar pasangan bupati dan Wabup yang terpilih bisa menggerakkan pengumpulan dan pemberdayaan zakat, infak maupun sedekah."Apalagi target pengumpulan ZIS oleh BAZNAS Kabupaten Bandung pada tahun 2025 naik drastis menjadi Rp17 miliar. Tahun ini Alhamdulillah juga terjadi kenaikan signifikan dari perolehan Rp10 miliar tahun 2023 menjadi Rp12 miliar lebih," katanya.Seperti diketahui, pasangan Bedas Dadang Supriatna atau Kang DS dan Ali Syakieb berhasil meraih 1.046.344 suara, unggul atas pasangan nomor 1, Sahrul Gunawan-Gun Gun Gunawan yang memperoleh 827.240 suara.Hal tersebut diketahui berdasarkan hasil rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bandung yang dilaksanakan di Sutanraja Hotel, Soreang, Rabu 4 Desember 2024 sore.
BERITA05/12/2024 | Humas BAZNAS Kab Bandung
Kemenag dan BAZNAS Kabupaten Bandung Gelar Seminar dan Peluncuran Buku
Kemenag dan BAZNAS Kabupaten Bandung Gelar Seminar dan Peluncuran Buku
Sebagai upaya pembekalan kepada para guru Pendidikan Agama Islam (PAI) baik PNS maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), maka Kemenag bekerja sama dengan BAZNAS Kabupaten Bandung menggelar seminar pendidikan.Acara di Gedung M. Toha, Rabu 4 Desember 2024, dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemkab Bandung H. Ruli Hadiana, Kepala Kemenag Kabupaten Bandung H. Cece Hidayat, guru besar UPI Bandung Prof. Dr. H. Sufyan Sauri, dan Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung H. Yusuf Ali Tontowi.Menurut Kasi Pendidikan Agama Islam, H. M. Azis Kawakibi, pada tahun ini para guru PAI P3K mendapatkan kebahagiaan berupa pembayaran tunjangan profesi guru (TPG) atau sertifikasi."Para guru ini sudah lulus TPG dan setahun ini tunjangannya cair pada Desember ini," katanya.Tunjangan sertifikasi untuk 575 orang ini, kata Azis, merupakan alokasi anggaran dari Kemenag pusat yang disalurkan melalui Kemenag Kabupaten Bandung."Para guru harus ikhlas untuk memberikan infak dari sertifikasi sebab tunjangan yang akan diterima mencapai Rp24 juta per orang," katanya.Azis menjamin pembayaran tunjangan sertifikasi ini pasti cair pada Desember."Kalau tunjangan ini tak cair pada Desember, maka saya siap menanggalkan jabatan sebagai kepala seksi," katanya.Sedangkan Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Yusuf Ali Tontowi mengatakan, para guru PAI perlu memberikan contoh kepada masyarakat termasuk dalam zakat, infak dan sedekah (ZIS)."BAZNAS selalu membantu kegiatan PAI karena guru-guru PAI rutin membayarkan infaknya. BAZNAS bukan memotong atau mengurangi harta melainkan membersihkan dan menyelamatkan harta kaum Muslimin," katanya.
BERITA04/12/2024 | Humas BAZNAS Kab Bandung
Kemenag dan BAZNAS Kabupaten Bandung Jalin Nota Kesepahaman Pemberdayaan ZIS
Kemenag dan BAZNAS Kabupaten Bandung Jalin Nota Kesepahaman Pemberdayaan ZIS
Kemenag Kabupaten Bandung dan BAZNAS Kabupaten Bandung menandatangani naskah kesepahaman bersama (MOU) dalam pengumpulan dan pemberdayaan zakat, infak dan sedekah (ZIS).Acara di Aula Oriza Sativa Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Senin 2 Desember 2024, dihadiri Kepala Kemenag Kabupaten Bandung H. Cece Hidayat, Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung H. Yusuf Ali Tontowi, Wakil Ketua 4 BAZNAS H. Sarnapi, dan Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kemenag Kabupaten Bandung Hj. Nana Rostiana.Hadir juga ratusan pegawai Kemenag, Kepala KUA, penyuluh, kepala madrasah negeri, dan organisasi mitra (ormit) Kemenag Kabupaten Bandung.Menurut Hj. Nana, kesepakatan ini untuk pengumpulan ZIS dari semua komponen di Kemenag Kabupaten Bandung maupun masyarakat yang mengakses pelayanan Kemenag."ZIS memiliki peran penting untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat sehingga harus kita dorong terus untuk pengumpulan maupun pemberdayaannya," katanya.Sebagai upaya itu, maka Kemenag Kabupaten Bandung memperbarui kepengurusan Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) agar lebih efektif."Salah satu perubahannya adalah UPZ Kemenag juga menjadi lembaga penyalur selain pengumpulan ZIS," ujarnya yang menambahkan ASN Kemenag Kabupaten Bandung sekitar 697 orang dan membayar zakat 150 orang, sedangkan sisanya infak.Untuk pengumpulan zakat ASN Kemenag, kata Nana, bisa sampai Rp80 juta lebih, namun baru terkumpul sekitar Rp30 juta."Kami akan menyetorkan semuanya pengumpulan ke BAZNAS dan kembali ke UPZ Kemenag sebesar 70 persen untuk didayagunakan," katanya.Sedangkan H. Yusuf Ali Tontowi mengatakan, membayar infak tidak harus menjadi kaya sesuai dengan pesan Al Quran."Membayar infak saat lapang maupun sempit adalah salah satu tanda ketakwaan kepada Allah SWT. BAZNAS adalah mediator untuk mengumpulkan ZIS lalu diserahkan kepada Mustahik," ujarnya.
BERITA02/12/2024 | Humas BAZNAS Kab Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Serahkan Bantuan Kesehatan kepada Siswa SMPN 1 Margahayu
BAZNAS Kabupaten Bandung Serahkan Bantuan Kesehatan kepada Siswa SMPN 1 Margahayu
Untuk membantu pengobatan siswa SMPN 1 Margahayu, Kayla (kelas XI-H), BAZNAS Kabupaten Bandung menyerahkan bantuan, Jumat 22 November 2024.Penyerahan dilakukan Wakil Ketua 4 BAZNAS Kabupaten Bandung H. Sarnapi, dihadiri perwakilan Lanud Sulaiman Efan, Lurah Sulaiman Emita Susilayanti, dan Ibu Sri Atun (Wakasek Kesiswaan SMPN 1 Margahayu).Seperti diketahui Kayla mengalami musibah di sekolahnya sehingga harus dirawat di rumah sakit." Sampai sekarang Kayla belum masuk sekolah karena masih dalam pemulihan," kata Ibu Budi, orangtua Kayla.Sedangkan H. Sarnapi mengatakan, BAZNAS memiliki tugas untuk mengumpulkan zakat infak dan sedekah (ZIS) lalu menyerahkannya kepada warga yang berhak."BAZNAS memiliki program kepedulian di bidang pendidikan maupun kesehatan. Bantuan ini merupakan kepedulian di bidang kesehatan," ujarnya.Dia berharap agar pihak sekolah bisa juga melakukan pengumpulan infak maupun sedekah yang nantinya akan didistribusikan untuk kepentingan sekolah."Bentuknya bisa Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dengan SK dari BAZNAS Kabupaten Bandung. Alhamdulillah saat ini kita sedang genjot infak dari lembaga pendidikan," katanya.
BERITA22/11/2024 | Humas BAZNAS Kab Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Adakan Sosialisasi untuk Para Guru KKG PAI Pasirjambu dan Katapang
BAZNAS Kabupaten Bandung Adakan Sosialisasi untuk Para Guru KKG PAI Pasirjambu dan Katapang
Sebagai upaya meningkatkan silaturahmi sekaligus meningkatkan kesadaran dalam pembayaran zakat infak dan sedekah (ZIS), BAZNAS Kabupaten Bandung mengadakan sosialisasi ke para guru yang tergabung dalam Kelompok Kerja Guru (KKG) Pendidikan Agama Islam (PAI). Acara digelar di dua tempat pada hari sama, Kamis 21 November 2024, yakni di Rest Area Pasirjambu dan SDN Juntigirang 3 Kecamatan Katapang.Sosialisasi untuk KKG PAI SD Kecamatan Pasirjambu dilakukan Wakil Ketua 4 BAZNAS Kabupaten Bandung H. Sarnapi, sedangkan sosialisasi di Kecamatan Katapang oleh Ustaz Anam.Menurut H. Sarnapi, sosialisasi kepada para guru KKG PAI SD Kecamatan Pasirjambu merupakan kedua kalinya setelah pada Oktober lalu."Alhamdulillah infak sertifikasi dari para guru PAI sebagian sudah mulai masuk ke BAZNAS. Diharapkan pada Desember ini semua guru PAI sudah membayar infak sertifikasi kepada BAZNAS secara payroll sesuai keikhlasan," katanya.Dana infak yang terkumpul di BAZNAS, kata Sarnapi, akan dikembalikan lagi untuk kepentingan para guru."Alhamdulillah selama ini BAZNAS sudah membantu untuk pembiayaan pelatihan atau workshop para guru, pembinaan rutin bulanan sampai kegiatan lain yang dilakukan KKG PAI SD maupun MGMP PAI SMP," katanya.Acara KKG PAI SD dihadiri pengawas sekolah yakni Puji Syukur, M.Pdi dan Hilman Darisman, S.Pd, M.Pd.
BERITA21/11/2024 | Humas BAZNAS Kab Bandung
Dinas Pendidikan Mulai Bergerak, BAZNAS Kabupaten Bandung Gelar Sosialisasi kepada Para Guru
Dinas Pendidikan Mulai Bergerak, BAZNAS Kabupaten Bandung Gelar Sosialisasi kepada Para Guru
Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung mulai bergerak dalam pengumpulan zakat, infak dan sedekah (ZIS) bagi para kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan.Untuk mendukung hal itu, BAZNAS Kabupaten Bandung menggencarkan sosialisasi kesadaran membayar ZIS.Sosialisasi difasilitasi Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) dan para pengawas sekolah di tiap kecamatan.Pada hari ini, Rabu 20 November 2024, BAZNAS Kabupaten Bandung menggelar sosialisasi kepada para kepala sekolah dan guru di Kecamatan Soreang dan Kecamatan Ciwidey.Sosialisasi di SDN Soreang 2 dihadiri Ketua K3S Kecamatan Soreang Unang Kristian, M.Pd, dan sekitar 60 peserta.Sedangkan dari BAZNAS hadir wakil ketua 1 H. Jamjam Erawan dan wakil ketua 4 H. Sarnapi serta para amil.Sedangkan sosialisasi di SDN Lebakmuncang 2, Ciwidey, dihadiri Camat Ciwidey, Nardi, Ketua K3S Ciwidey Wawan dan pengawas serta puluhan kepala sekolah.Nardi mengimbau kepada para ASN Dinas pendidikan terutama para kepala sekolah dan guru untuk membayarkan zakat maupun infaknya melalui BAZNAS Kabupaten Bandung."Karena ada hak orang lain dalam tiap rezeki yang kita terima ada hak orang lain sebesar 2,5 persen," katanya.ZIS yang dikumpulkan BAZNAS Kabupaten Bandung, kata Nardi, pasti akan dikembalikan lagi kepada kepentingan sekolah."Kalau sekolah perlu untuk perbaikan ruang kelas, jamban maupun kepentingan lainnya akan dibantu dari dana yang dikumpulkan BAZNAS," ujarnya.
BERITA20/11/2024 | Humas BAZNAS Kab Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Kembali Salurkan Santunan Bulanan 160 Orang
BAZNAS Kabupaten Bandung Kembali Salurkan Santunan Bulanan 160 Orang
BAZNAS Kabupaten Bandung kembali menyalurkan bantuan rutin tiap bulan yang kali ini untuk 160 penerima manfaat.Penyerahan bantuan dihadiri Wakil Ketua 2 BAZNAS Kabupaten Bandung H. Abdul Rauf, Wakil Ketua 1 H. Jamjam Erawan, dan Wakil Ketua 4 H. Sarnapi.Acara juga dihadiri perwakilan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan sebagai mitra Kabupaten Bandung karena ribuan takmir masjid dan ustaz dan ustazah menjadi peserta dari dua BPJS tersebut.Menurut Abdul Rauf, penyaluran ini difokuskan sesuai dengan program BAZNAS Kabupaten Bandung yakni bidang pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi."Saat ini kami juga sedang melakukan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi korban gempa bumi di Kertasari dan rehab rutilahu di beberapa kecamatan," ucapnya.Sedangkan Ustaz Jamjam Erawan mengatakan, pengumpulan BAZNAS Kabupaten Bandung tahun ini meningkat dari sebelumnya sekitar Rp 7 miliar kini kemungkinan besar mencapai Rp 12 miliar."Semua ini juga atas dukungan dari Bupati Bandung Kang DS dan para wakil rakyat di DPRD Kabupaten Bandung. Kang DS mengeluarkan instruksi membayar ZIS kepada para ASN dan non ASN maupun infak dari keuntungan para pengusaha yang ikut proyek APBD," katanya.Sementara Abdul Rauf menyatakan, bantuan yang diberikan BAZNAS berupa stimulan dan solusi untuk masalah masyarakat."Alhamdulillah tiap bulan ada sleotar 200 surat permohonan bantuan yang kita cairkan bisa bertahap tiap hari maupun dikumpulkan tiap bulan seperti saat ini," katanya.
BERITA18/11/2024 | Humas BAZNAS Kab Bandung
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Bandung.

Lihat Daftar Rekening →