WhatsApp Icon
BAZNAS Kabupaten Bandung Dorong GURU PAI Kemenag Perkuat Gerakan Infak dan Sedekah di Sekolah

KATAPANG, 13 AGUSTUS 2026 – BAZNAS Kabupaten Bandung menghadiri kegiatan Penguatan Pemanfaatan Digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Kabupaten Bandung pada Rabu 13 Agustus 2026 bertempat di Gedung PGRI Katapang. Kegiatan tersebut diikuti oleh guru Pendidikan Agama Islam (PAI) jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK se-Kabupaten Bandung.

Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Bandung dihadiri langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Yusuf Ali Tantowi, serta Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan, H. Jamjam Erawan. Kehadiran BAZNAS menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi dengan para pendidik dalam membangun kesadaran zakat, infak, dan sedekah di lingkungan sekolah.

Dalam penyampaiannya, H. Yusuf Ali Tantowi mengajak para guru PAI untuk menjadi penggerak zakat, infak, dan sedekah di lingkungan pendidikan. Menurutnya, sekolah memiliki peran penting dalam menanamkan kebiasaan berbagi kepada peserta didik sejak usia dini.

“Kami berharap bapak ibu menjadi penggerak zakat infak sedekah di sekolah,” ujar H. Yusuf Ali Tantowi.

Menurutnya, pendidikan tentang infak dan sedekah perlu ditanamkan kepada peserta didik sejak dini. Kebiasaan berbagi tidak hanya menjadi bentuk ibadah, tetapi juga bagian dari pembentukan karakter dan ketakwaan anak.

“Kita mendidik anak-anak untuk berinfak dan bersedekah supaya menjadi pribadi yang bertakwa,” katanya.

Salah satu langkah yang didorong BAZNAS Kabupaten Bandung adalah pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di sekolah. Menurut H. Yusuf, keberadaan UPZ menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang tertib di lingkungan pendidikan.

“Salah satunya dengan membentuk UPZ sekolah. Berinfak bukanlah hal yang mudah, ibadah maliyah itu berat. Maka dari itu harus dibentuk sejak dini untuk berinfak dan berbagi,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa pembentukan UPZ sekolah memberikan kepastian dan perlindungan kelembagaan bagi aktivitas penghimpunan infak dan sedekah di lingkungan sekolah. Dengan adanya UPZ yang resmi, guru dapat mengajak peserta didik untuk berinfak melalui mekanisme yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Supaya legal dan tidak dianggap pungli, kehadiran UPZ melindungi kebaikan. Sehingga ketika mengajak anak-anak untuk berinfak bisa dipayungi kegiatannya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, H. Yusuf menjelaskan bahwa keberadaan UPZ juga dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekolah maupun masyarakat sekitar. Menurutnya, guru PAI memiliki posisi strategis sebagai motor penggerak karena berinteraksi langsung dengan peserta didik dan memiliki peran dalam pendidikan karakter keagamaan.

“Nilai manfaat nanti bisa dirasakan oleh sekolah. Motor penggeraknya nanti guru-guru PAI. Dari sekian banyak sekolah masih sedikit UPZ yang aktif, maka dari itu perlu sumbangsih dari bapak ibu untuk menggerakkan UPZ sekolah,” tuturnya.

BAZNAS Kabupaten Bandung berharap sinergi bersama Kementerian Agama Kabupaten Bandung dan para guru PAI dapat terus diperkuat, khususnya dalam mendorong pembentukan serta pengaktifan UPZ di sekolah. Melalui langkah tersebut, pendidikan zakat, infak, dan sedekah diharapkan tidak berhenti sebagai materi pembelajaran, tetapi tumbuh menjadi kebiasaan yang membentuk karakter peserta didik sejak dini.

Pada akhirnya, penguatan UPZ sekolah diharapkan dapat menjadi bagian dari gerakan bersama dalam membangun budaya berbagi di lingkungan pendidikan sekaligus memperluas kebermanfaatan zakat, infak, dan sedekah bagi masyarakat Kabupaten Bandung.***

13/08/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Salurkan Bantuan Biaya Hidup untuk Ma Irah di Ciwidey

CIWIDEY, 10 Agustus 2026 – BAZNAS Kabupaten Bandung menyalurkan bantuan biaya hidup kepada Ma Irah, warga lanjut usia yang tinggal di Kampung Batululumpang, Desa Lebakmuncang, Kecamatan Ciwidey, pada Senin 10 Agustus 2026. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian BAZNAS terhadap masyarakat yang membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Ma Irah, yang kini telah berusia lebih dari 80 tahun, menjalani kehidupan dalam kondisi yang serba terbatas. Di tengah usianya yang lanjut, ia juga harus menghadapi kondisi keluarga dengan salah satu anaknya yang berkebutuhan khusus.

Kondisi tersebut membuat kebutuhan hidup sehari-hari menjadi tantangan tersendiri bagi Ma Irah. Kehadiran bantuan dari BAZNAS Kabupaten Bandung diharapkan dapat membantu meringankan sebagian kebutuhan dasar serta memberikan dukungan bagi Ma Irah dan keluarganya.

Bantuan disalurkan secara langsung ke kediaman Ma Irah. Selain bantuan biaya hidup, BAZNAS Kabupaten Bandung juga menyerahkan paket kebutuhan pokok sebagai bentuk dukungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari penerima manfaat.

Penyaluran secara langsung ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS Kabupaten Bandung untuk memastikan bantuan dapat diterima oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Kehadiran amil di lapangan sekaligus menjadi sarana untuk melihat kondisi penerima manfaat secara lebih dekat.

Program bantuan biaya hidup merupakan salah satu bentuk pendistribusian dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola BAZNAS Kabupaten Bandung. Bantuan tersebut diarahkan kepada masyarakat yang berada dalam kondisi membutuhkan, termasuk kelompok lanjut usia dan keluarga dengan keterbatasan ekonomi.

Melalui bantuan ini, BAZNAS Kabupaten Bandung berharap dapat meringankan beban Ma Irah dan keluarganya serta memberikan sedikit ruang untuk menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih tenang. Bantuan yang disalurkan juga menjadi wujud nyata dari amanah para muzaki, munfiq, dan mutashoddiq yang telah menitipkan dana kebaikannya melalui BAZNAS.

BAZNAS Kabupaten Bandung akan terus berupaya memperluas jangkauan pendistribusian agar manfaat zakat, infak, dan sedekah dapat dirasakan oleh masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Bandung. Setiap bantuan diharapkan tidak hanya menjadi dukungan secara materi, tetapi juga menghadirkan rasa kepedulian dan harapan bagi masyarakat yang sedang menghadapi keterbatasan.***

10/08/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Salurkan Bantuan Air Bersih bagi Warga Terdampak Kekeringan

MAJALAYA, 6 AGUSTUS 2026 – BAZNAS Kabupaten Bandung kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat melalui penyaluran bantuan air bersih bagi warga terdampak kekeringan di sejumlah wilayah Kabupaten Bandung. Penyaluran perdana dilaksanakan pada Kamis 6 Agustus 2026 di Kampung Cibenying, RW 10, Desa Padamulya, Kecamatan Majalaya, sebagai respons atas meningkatnya kebutuhan air bersih akibat musim kemarau yang melanda beberapa daerah.

Kegiatan kemanusiaan ini merupakan hasil kolaborasi antara BAZNAS Kabupaten Bandung, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, dan Dinas Sosial Kabupaten Bandung. Sinergi antarinstansi tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan dapat tersalurkan secara cepat, tepat sasaran, dan menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Dalam pelaksanaannya, BAZNAS Kabupaten Bandung merencanakan penyaluran bantuan air bersih ke 10 titik yang tersebar di wilayah terdampak kekeringan. Setiap titik akan menerima pasokan air bersih sebanyak 5.500 liter, sehingga masyarakat memiliki akses terhadap kebutuhan dasar yang sangat penting untuk keperluan sehari-hari, seperti memasak, minum, dan menjaga kebersihan.

Kekeringan yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir telah menyebabkan berkurangnya ketersediaan sumber air di sejumlah wilayah Kabupaten Bandung. Kondisi tersebut membuat masyarakat harus mencari sumber air alternatif dengan jarak yang cukup jauh atau membeli air bersih untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Kabupaten Bandung bergerak cepat menghadirkan bantuan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak.

Warga Kampung Cibenying menyambut kedatangan bantuan air bersih dengan penuh antusias. Mereka mengaku bantuan tersebut sangat membantu meringankan beban masyarakat di tengah sulitnya memperoleh air bersih selama musim kemarau. Perwakilan warga juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Bandung, BPBD Kabupaten Bandung, Dinas Sosial Kabupaten Bandung, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyaluran bantuan.

Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung menyampaikan bahwa penyaluran air bersih merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam menghadirkan manfaat zakat, infak, dan sedekah bagi masyarakat, khususnya saat terjadi kondisi darurat maupun bencana. Melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan, BAZNAS akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang membutuhkan.

Diharapkan, bantuan air bersih ini dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama musim kemarau berlangsung sekaligus menjadi wujud nyata semangat gotong royong dan kepedulian bersama dalam menghadapi dampak bencana kekeringan di Kabupaten Bandung.***


Salurkan Kepedulian Anda

Musim kemarau masih berpotensi menyebabkan krisis air bersih di berbagai wilayah Kabupaten Bandung. Mari bersama BAZNAS Kabupaten Bandung menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat terdampak melalui zakat, infak, dan sedekah.

Salurkan donasi terbaik Anda melalui:

Bank Syariah Indonesia (BSI)
No. Rekening: 7655555561
a.n. BAZNAS Kabupaten Bandung

Setiap rupiah yang Anda titipkan akan menjadi sumber kehidupan, menghadirkan air bersih, harapan, dan keberkahan bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan. Bersama, kita kuatkan kepedulian dan wujudkan Kabupaten Bandung yang lebih sejahtera.

06/08/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Laporkan Pengelolaan Dana Umat dalam Siraman Rohani ASN Bulan Agustus

SOREANG3 AGUSTUS 2026 — BAZNAS Kabupaten Bandung kembali menyampaikan laporan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) pada kegiatan Siraman Rohani ASN se-Kabupaten Bandung yang digelar di Gedung Moh. Toha, Soreang, Senin 3 Agustus 2026.

Laporan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Yusuf Ali Tantowi, di hadapan ribuan aparatur sipil negara (ASN) yang mengikuti kegiatan secara luring maupun daring.

Dalam laporannya, H. Yusuf Ali Tantowi menyampaikan bahwa penghimpunan dana ZIS selama Juli 2026 mengalami peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya.

"Zakat senilai Rp597 juta, infak dan sedekah Rp545 juta, infak sedekah terikat Rp56 juta. Total penghimpunan selama bulan Juli Rp1,2 miliar. Alhamdulillah meningkat dari bulan sebelumnya," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa dana tersebut berasal dari zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan oleh ASN Kabupaten Bandung serta masyarakat yang mempercayakan penyalurannya melalui BAZNAS Kabupaten Bandung.

"Ini semua adalah zakat, infak, sedekah dari ASN Kabupaten Bandung dan masyarakat sekitar. Mewakili para mustahik, kami mendoakan bapak ibu, ajarokallah," tuturnya.

Lebih lanjut, H. Yusuf Ali Tantowi menyampaikan bahwa seluruh dana yang terhimpun telah didistribusikan dan didayagunakan melalui berbagai program unggulan BAZNAS Kabupaten Bandung.

"Untuk pendistribusian dan pendayagunaan disebar ke program-program BAZNAS Kabupaten Bandung," katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa sinergi dengan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) terus mengalami peningkatan sehingga diharapkan penghimpunan zakat pada bulan-bulan berikutnya semakin optimal.

"Dari BAZNAS kami menghimpun dan langsung mendistribusikan. Hampir seluruh UPZ telah berkolaborasi dan mudah-mudahan zakat di bulan berikutnya meningkat. Sesungguhnya harta kita adalah harta yang sudah kita keluarkan dalam bentuk zakat, infak, sedekah. Kami mengajak untuk memastikan harta kita bersih dan sudah tersalurkan kepada mereka yang berhak," ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Bandung H.M. Dadang Supriatna menyampaikan bahwa kegiatan Siraman Rohani kali ini diikuti oleh hampir 19 ribu ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung.

"Hampir 19 ribu ASN yang mengikuti kegiatan siraman rohani di pagi hari ini," ujarnya.

Ia mengajak seluruh ASN untuk senantiasa bersyukur atas nikmat dan amanah yang diberikan Allah SWT serta terus meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat.

"Alhamdulillah kita masih diberikan kepercayaan oleh Allah, bisa melaksanakan kegiatan sehari-hari dan semoga senantiasa diberikan kekuatan, dilindungi dan seluruhnya diberikan keselamatan dunia akhirat," katanya.

Bupati Bandung juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh ASN yang secara rutin menunaikan zakat profesinya melalui BAZNAS Kabupaten Bandung.

"Terima kasih kepada seluruh ASN yang tiap bulannya menyalurkan zakat profesi," tuturnya.

Menurutnya, penghimpunan zakat profesi menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

"Pada 2021 hanya Rp200 juta per bulan, namun hari ini mencapai Rp1 miliar per bulan. Ini bukti siraman rohani ada implementasi. Namun koreksi Ketua BAZNAS, harusnya ada tambahan saldo bulan lalu berapa," ujarnya.

Di akhir sambutannya, Bupati Bandung juga mendorong BAZNAS Kabupaten Bandung untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Bandung dalam mendukung program pembangunan, khususnya penanganan rumah tidak layak huni (Rutilahu).

"Tahun ini sekitar 4 ribu unit rutilahu. Ketua BAZNAS saya minta untuk membantu, terutama kepada masyarakat yang tanahnya 'numpang'," pungkasnya.***

04/08/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS RI Dorong Optimalisasi Gedung BAZNAS Centre untuk Pemberdayaan Umat

SOREANG, 27 JULI 2026 — Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia bersama BAZNAS Provinsi Jawa Barat kembali mengunjungi Gedung BAZNAS Centre (GBC) Kabupaten Bandung di Soreang pada Senin 27 Juli 2026.

Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS RI, H. Sodik Mujahid, didampingi Pimpinan BAZNAS RI, H. Rizaludin Kurniawan. Turut hadir Wakil Ketua IV BAZNAS Jawa Barat, Nana Sudiana.

Sementara itu, rombongan disambut oleh jajaran BAZNAS Kabupaten Bandung yang diwakili Wakil Ketua II H. Abdul Rouf dan Wakil Ketua IV H. Sarnapi.

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi Jawa Barat, dan BAZNAS Kabupaten Bandung dalam mengoptimalkan pemanfaatan Gedung BAZNAS Centre sebagai pusat kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS RI, H. Sodik Mujahid, menyampaikan bahwa pemanfaatan gedung akan terus dikembangkan melalui berbagai bentuk kolaborasi.

"Prinsipnya gedung ini kita kerjasamakan, dan memang sempat ada obrolan untuk dijadikan Pusdiklat atau Rumah Sehat BAZNAS," ujarnya.

Ia menilai Gedung BAZNAS Centre memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pelayanan dan pemberdayaan masyarakat yang dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak.

Sementara itu, BAZNAS Kabupaten Bandung juga memaparkan sejumlah rencana pengembangan Gedung BAZNAS Centre ke depan. Di antaranya adalah penyelenggaraan pelatihan-pelatihan affiliate, pengembangan kapasitas masyarakat, serta pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berada di kawasan Gedung BAZNAS Centre.

Dengan berbagai program tersebut, Gedung BAZNAS Centre diharapkan tidak hanya menjadi pusat aktivitas kelembagaan, tetapi juga menjadi ruang pemberdayaan ekonomi umat yang memberikan manfaat secara berkelanjutan.

Di akhir kunjungannya, H. Sodik Mujahid menyampaikan apresiasinya terhadap pembangunan Gedung BAZNAS Centre Kabupaten Bandung.

"Ini akan menjadi gedung termewah di Indonesia yang ada eskalator, ada liftnya," ungkapnya.

Melalui kunjungan ini, diharapkan sinergi antara BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi Jawa Barat, dan BAZNAS Kabupaten Bandung semakin kuat dalam mengembangkan Gedung BAZNAS Centre sebagai pusat pelayanan, pemberdayaan, dan penguatan ekonomi umat di Kabupaten Bandung.***

27/07/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kab. Bandung

Berita Terbaru

BPJS Kesehatan Isi Pembinaan Amil dan Amilat BAZNAS Kabupaten Bandung
BPJS Kesehatan Isi Pembinaan Amil dan Amilat BAZNAS Kabupaten Bandung
Bertempat di Aula BAZNAS Kabupaten Bandung pada Jumat 11 Oktober 2024 digelar pembinaan Amil dan amilat. Pada pembinaan rutin tiap bulan ini diisi Kabag Kepesertaan BPJS Kesehatan Cabang Soreang, Dadang Sulaeman, dan Kabag Pelayanan Ibu Tini. Pembinaan Amil dan amilat juga diisi Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung KH. Yusuf Ali Tontowi dan Waka 4 Bidang SDM dan Administrasi Umum H. Sarnapi serta Ketua pelaksana H. Andris Fajar. Menurut Yusuf Ali, pembinaan kepada Amil dan amilat ini dilakukan rutin untuk memberikan pencerahan maupun membuka wawasannya. "Selain materi BPJS Kesehatan juga sosialisasi hasil Rakornas BAZNAS yang baru diselenggarakan di Balikpapan, Kalimantan Timur," katanya. Mengenai konsep BPJS Kesehatan, Yusuf mengatakan, hampir sama dengan harapan BAZNAS yakni menghimpun dana sosial untuk saling membantu. "Niatkan ikut peserta BPJS Kesehatan untuk membantu peserta lainnya yang sedang sakit. Bukan sekadar ingin disantuni saat sakit dan dirawat di rumah sakit," katanya. Sedangkan Ibu Tini menyatakan, konsep BPJS Kesehatan adalah gotong royong dan saling membantu kepada sesama. "Tiap warga negara termasuk yang bekerja di BAZNAS diwajibkan ikut dalam program BPJS Kesehatan ini. Tentu ada sharing antara karyawan dengan badan usaha atau organisasi," katanya.***
BERITA11/10/2024 | Humas BAZNAS Kab Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Kembali Salurkan Bantuan kepada 100 Warga Penerima Manfaat
BAZNAS Kabupaten Bandung Kembali Salurkan Bantuan kepada 100 Warga Penerima Manfaat
Untuk meringankan beban warga masyarakat, BAZNAS Kabupaten Bandung kembali menyalurkan bantuan untuk periode Oktober 2024.Jumlah penerima manfaat pada bulan ini sebanyak 100 orang untuk bantuan bidang pendidikan dan bidang kesehatan.Acara dihadiri Waka 2 BAZNAS Kabupaten Bandung H. Abdul Rauf, Waka 4 H. Sarnapi, Kepala Kesekretariatan Adjat Abdullah Mubarok dan staf Distribusi Ade Nurdiana.Menurut H. Abdul Rauf, bantuan ini sebagai bentuk pertanggungjawaban atas pengumpulan zakat, infak dan sedekah yang dilakukan BAZNAS Kabupaten Bandung."Bantuan ini merupakan sebagian dari bantuan rutin tiap bulan karena BAZNAS hampir tiap hari menerima permohonan bantuan dan menyalurkannya," ujarnya.Dia menambahkan, bantuan yang diberikan BAZNAS ada dua yakni bersifat konsumtif dan produktif berupa pemberdayaan ekonomi."BAZNAS memiliki garapan pemberdayaan ekonomi seperti Zmart, Zkopi, Zchicken maupun bentuk usaha lainnya," ujarnya.Selain itu, pemberian modal untuk menambah usaha khususnya bagi usaha mikro dan kecil.Sedangkan H. Sarnapi mengatakan, pada penyaluran kali ini lebih banyak bersifat konsumtif yakni membantu bidang kesehatan dan pendidikan."Kalau untuk kesehatan rata-rata membayar tunggakan iuran BPJS Kesehatan maupun tunggakan biaya perawatan di rumah sakit," katanya.
BERITA09/10/2024 | Humas BAZNAS Kab Bandung
TAAWUN MGMP PAI SMP KABUPATEN BANDUNG DENGAN BAZNAS KABUPATEN BANDUNG
TAAWUN MGMP PAI SMP KABUPATEN BANDUNG DENGAN BAZNAS KABUPATEN BANDUNG
TAAWUN MGMP PAI SMP KABUPATEN BANDUNG DENGAN BAZNAS KABUPATEN BANDUNG Ketua MGMP PAI SMP Kabupaten Bandung, Ustadz Danni Ramdhani, M.Ag menegaskan bahwa untuk meningkatkan kompetensi guru PAI SMP di Kabupaten Bandung perlu inovasi, kreasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak termasuk dengan BAZNAS Kabupaten Bandung. Hal tersebut disampaikan oleh Ustadz Danni pada sambutan Sosialisasi BAZNAS Kabupaten Bandung di aula SMPN 1 Solokan Jeruk Kabupaten Bandung. Rabu 9 Oktober 2024. Kolaborasi itu bisa dalam bentuk taawun, saling membantu dan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak sesuai dengan regulasi yang berlaku. Menanggapi hal tersebut Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Bandung, Drs. H. Jamjam Erawan, MAP menyambut baik tawaran MGMP PAI Kabupaten Bandung. Karena BAZNAS sebagai lembaga pemerintah non struktural punya tugas untuk mengelola, menghimpun, mendistribusikan, melaporkan dan pempertangungjawabkan kepada para Muzakki. Dalam analisa kami dari Baznas Kabupaten Bandung, potensi zakat, infaq dan shedekah di Kabupaten Bandung bisa sampai diangka 190 milyard pertahun. Namun faktanya pada tahun 2023 baru bisa dihimpun 9 milyard. Oleh karena itu, berkolaborasi dan bersinergi dengan MGMP PAI SMP Kabupaten Bandung sangat strategis karena Guru PAI itu akan bisa melakukan edukasi kesadaran zakat kepada siswa, civitas sekolah dan masyarakat agar potensi zakat itu tergali secara optimal yang dapat banyak memberikan manfaat untuk menyelesaikan berbagai masalah warga masyarakat. Diantara masalah yang sangat fundamental saat ini adalah kemiskinan ekstim dan stunting yang berpengaruh kepada proses pendidikan sebagai investasi untuk mempersiapkan aktor pembangunan di masa depan. Apalagi kita sudah sepakat untuk menjadikan perayaan 100 Indonesia tahun 2045 menjadi Indonesia Emas. Indonesia Emas 2045 sangat ditentukan oleh Sumber Daya Manusia yang sehat jasmani dan rohani, berilmu dan beramal serta berakhlak mulia dan agung yang menjadi aktor sejarah penentu arah kiblat bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur yang diridhoi oleh Allah swt. Hadir dalam acara tersebut, Pengurus MPGM PAI Kabupaten Bandung, para Pengawas GPAI Disdik dan Kemenag Kabupaten Bandung, Ketua Sub Rayon 08 dan 08 dan tentunya Para Guru PAI yang sekaligus membuat pernyataan untuk berinfaq setiap bulannya ke Baznas Kabupaten Bandung.
BERITA09/10/2024 | Humas BAZNAS Kab Bandung
BAZNAS Kota Bandung Salurkan Bantuan Korban Gempa Bumi Kertasari, Roziqin: Bukti Satu Keluarga
BAZNAS Kota Bandung Salurkan Bantuan Korban Gempa Bumi Kertasari, Roziqin: Bukti Satu Keluarga
Sesama Muslim ibarat satu tubuh yang akan merasakan sakit karena bagian tubuh lainnya terkena sakit. Demikian juga dengan keluarga besar BAZNAS.Setelah BAZNAS Kabupaten Cianjur dan BAZNAS Kabupaten Majalengka menyalurkan bantuan korban gempa bumi kepada BAZNAS Kabupaten Bandung kini giliran BAZNAS Kota Bandung berbuat yang sama.Ketua BAZNAS Kota Bandung KH. Dr. Roziqin menyerahkan bantuan korban gempa bumi yang diterima Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung KH. Yusuf Ali Tontowi.Penyerahan bantuan dilakukan di kantor BAZNAS Kabupaten Bandung Jln. Terusan Alfathu Soreang, Selasa 8 Oktober 2024.Hadir Wakil Ketua II BAZNAS Kota Bandung Ustaz Irfan Farid dan Sekretaris Pimpinan Zainuddin.Sedangkan BAZNAS Kabupaten Bandung dihadiri Wakil Ketua I Ustaz H. Jamjam Erawan, Waka 4 H. Sarnapi, dan Ketua Pelaksana H. Andris Fajar.Menurut H. Roziqin, pihaknya meminta maaf atas keterlambatan dalam membantu korban gempa bumi di Kabupaten Bandung karena seharusnya yang pertama kali membantu."Lokasi Kota Bandung kan berdampingan dengan Kabupaten Bandung, namun baru hari ini kami memberikan bantuan," ujar pria asal Kabupaten Tegal ini.Roziqin yang juga dosen Uninus menambahkan, bantuan yang diserahkan berupa paket sembako dan paket kornet senilai Rp 15 juta."Semoga bantuan ini bisa tepat sasaran untuk membantu korban gempa bumi. Mengenai bantuan rehabilitasi rumah memang harus ada terobosan aturan sehingga jangan terikat soal kepemilikan tanah," katanya.Sedangkan KH. Yusuf mengatakan, tidak ada kata terlambat dalam menyalurkan bantuan termasuk kepada korban gempa bumi di Kecamatan Pangalengan dan Kertasari.
BERITA08/10/2024 | Humas BAZNAS Kab Bandung
KOLABORASI MGMP PAI SMP SE KABUPATEN DENGAN BAZNAS KABUPATEN BANDUNG
KOLABORASI MGMP PAI SMP SE KABUPATEN DENGAN BAZNAS KABUPATEN BANDUNG
Di dalam rangka meningkatkan mutu guru Pendidikan Agama Islam SMP se Kabupaten Bandung maka Musyawarah Guru Mata Pelajaran Sekolah Menengah Pertama Kabupaten Bandung menyelenggarakan Rapat Kordinasi Antara MGMP SMP Kabupaten Bandung dengan Baznas Kabupaten Bandung untuk mensukseskan beberapa program diantaranya pelatihan-pelatihan, workshop dan pendidikan lanjut ke jenjang yang lebih tinggi. Demikian haparan Ketua MGMP PAI SMP Kabupaten Bandung, Danni Ramdhani, MAg di Aula SMP BPPI Baleendah, Senin, 7 Oktober 2024. Lebih lanjut Danni menyampaikan inilah yang menjadi alasan kami memohon BAZNAS melakukan Sosialisasi Proyeksi dan Potensi ZIS yang dikelola oleh BAZNAS Kabupaten Bandung dihadapan semua Guru Agama Islam Sub Rayon 1 dan 2. Ditempat yang sama Wakil Ketua I Ustadz H. Jamjam Erawan dalam paparannya, menyampaikan bahwa dalam analisa kami dari Baznas Kabupaten Bandung, potensi zakat, infaq dan shedekah di Kabupaten Bandung bisa sampai diangka 190 milyard pertahun. Namun faktanya pada tahun 2023 baru bisa dihimpun 9 milyard. Oleh karena itu baznas Kabupaten menyambut baik untuk berkolaborasi dan bersinergi dengan MGMP PAI SMP Kabupaten Bandung untuk melakukan edukasi, membentuk UPZ dan menjadi uswah hasanah dalam pengelolaan ZIS kepada siswa, civitas sekolah dan warga Kabupaten Bandung sehingga mereka sadar untuk menunaikan rukun Islam ketiga ini. Kehadiran Baznas kata Ustadz Jamjam Erawan ini menjadi sangat penting dan strategis untuk bersama-sama menyelesaikan masalah bangsa saat ini. Diantara masalah yang sangat fundamental saat ini adalah kemiskinan ekstim dan stunting yang berpengaruh kepada proses pendidikan sebagai investasi untuk mempersiapkan aktor pembangunan di masa depan. Apalagi kita sudah sepakat untuk menjadikan perayaan 100 Indonesia tahun 2045 menjadi Indonesia Emas. Indonesia Emas 2045 sangat ditentukan oleh Sumber Daya Manusia yang sehat jasmani dan rohani, berilmu dan beramal serta berakhlak mulia dan agung yang menjadi aktor sejarah penentu arah kiblat bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur yang diridhoi oleh Allah swt. Hadir dalam acara tersebut, selain pengurus MPGM PAI Kabupaten Bandung dan Pengurus Baznas Kabupaten Bandung juga para Pengawas GPAI Disdik dan Kemenag Kabupaten Bandung, Ketua Sub Rayon 01 dan 02 dan tentunya Para Guru PAI yang sekaligus membuat pernyataan untuk berinfaq setiap bulannya ke Baznas Kabupaten Bandung.
BERITA07/10/2024 | Humas BAZNAS Kab Bandung
BPRS HIK Parahyangan dan BAZNAS Kabupaten Bandung Kembali Salurkan Bantuan Korban Gempa Bumi
BPRS HIK Parahyangan dan BAZNAS Kabupaten Bandung Kembali Salurkan Bantuan Korban Gempa Bumi
Untuk meringankan beban para korban gempa bumi di Kecamatan Kertasari, BPRS HIK Parahyangan dan BAZNAS Kabupaten Bandung kembali menyalurkan bantuan.Direktur Bisnis BPRS HIK Parahyangan, Achmad S. Ghozi, dan Wakil Ketua 4 BAZNAS Kabupaten Bandung H. Sarnapi menyerahkan bantuan itu di Posko Desa Cibeureum, Selasa 1 Oktober 2024.Ikut hadir dalam penyerahan bantuan di antaranya pengurus UPZ BPRS HIK Parahyangan Alin Novina dan Abdul Fatah, dan Ketua UPZ Kecamatan Kertasari KH. Abdul Qahar.Menurut Achmad S. Ghozi, penyaluran bantuan paket sembako ini sebagai bentuk kepedulian jajaran BPRS HIK Parahyangan yang kantor pusatnya berada Jln. Raya Percobaan Cileunyi."BPRS HIK Parahyangan memiliki kantor cabang di hamoir semua kabupaten dan kota Jawa Barat, namun kantor pusatnya di Cileunyi sehingga kami terpanggil untuk ikut membantu korban gempa Kecamatan Kertasari," katanya.Dia menambahkan, setiap bulan BPRS HIK Parahyangan menyalurkan zakatnya kepada BAZNAS Kabupaten Bandung."Alhamdulillah kerja sama dengan BAZNAS Kabupaten Bandung sudah terjalin baik dan semoga bisa bermanfaat bagi masyarakat banyak," katanya.Sedangkan H. Sarnapi menambahkan, saat terjadi gempa bumi yang menimpa Kecamatan Kertasari dan Pangalengan pada Rabu 18 September lalu, maka pada hari sama BAZNAS langsung menerjunkan tim ke lokasi."Alhamdulillah tim BAZNAS Jabar dan BAZNAS RI juga turun untuk menyalurkan bantuan dan membuka dapur umum," katanya.
BERITA01/10/2024 | Humas BAZNAS Kab Bandung
Mendagri Tito: Aturan BAZNAS Sudah Lengkap Termasuk Instruksi Presiden, Tinggal Pemda Beri Perhatian
Mendagri Tito: Aturan BAZNAS Sudah Lengkap Termasuk Instruksi Presiden, Tinggal Pemda Beri Perhatian
Menanggapi banyaknya keluhan dari pengurus BAZNAS provinsi maupun kabupaten dan kota soal minimnya perhatian pemerintah daerah, Mendagri Tito Karnavian menyatakan, Peraturan perundang-undangan zakat sudah lengkap termasuk instruksi presiden."Sebagai Mendagri saya bisa memberikan teguran lisan sampai tertulis apabila ada kepala daerah yang tak peduli dengan nasib BAZNAS," kata Tito saat memberikan arahan dalam Rakornas, Rabu 25 September 2024, di Hotel Grand Senyiur, Balikpapan.Lebih jauh Mendagri meminta data ke BAZNAS RI adanya daerah yang nasib BAZNAS memprihatinkan karena pengumpulan maupun bantuan Pemda yang minim.Sedangkan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy menyatakan, posisi zakat adalah bentuk keadilan yang sangat pas. "Namun zakat fitrah sebesar 2,5 kg adalah minimal sama dengan zakat profesi 2,5 persen juga minimal. Lebih baik dilebihkan," katanya dalam acara dihadiri para pengurus BAZNAS se-Indonesia termasuk BAZNAS Kabupaten Bandung.Dia menyatakan prinsip hidup yang terbaik adalah berada di pertengahan. "Sikap yang terlalu boros juga jelek dan terlalu pelit juga buruk," katanya.
BERITA27/09/2024 | Humas BAZNAS Kab Bandung
Hamdan Zoelva: Muslim Harus Berterima Kasih Banyak Aturan Islam Masuk Perundang-undangan
Hamdan Zoelva: Muslim Harus Berterima Kasih Banyak Aturan Islam Masuk Perundang-undangan
Pakar Hukum dan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Hamdan Zoelva menyatakan, kaum Muslimin Indonesia harus berterima kasih kepada negara karena telah memasukkan berbagai aturan Islam dalam perundang-undangan."Meski Indonesia itu bukan lah negara Islam, tapi banyak aturan dalam ajaran Islam yang sudah resmi masuk ke perundang-undangan," kata Hamdan dalam Rakornas BAZNAS RI di Hotel Grand Senyiur, Jumat, 27 September 2024.Acara dihadiri Ketua BAZNAS RI Achmad Noor dan para wakil ketua BAZNAS RI.Hadir juga para pimpinan BAZNAS provinsi dan BAZNAS kabupaten/kota se-Indonesia yang sudah hadir sejak Selasa lalu Lebih jauh Hamdan mengatakan, BAZNAS sudah mendapatkan kewenangan penuh dalam mengatur dan mengelola zakat melalui UU No. 23/2011."Termasuk civil society dalam pengelolaan zakat dengan membentuk Lembaga Amil Zakat (LAZ). BAZNAS boleh membuat aturan pengelolaan karena punya kewenangan atribusi sekaligus eksekusi atau pelaksanaan," ujarnya.Kenyataan sejarah tak bisa dielakkan karena sebelum ada BAZNAS sudah ada LAZ. "Negara memberikan kewenangan fungsi koordinasi dan eksekusi kepada BAZNAS. Tak ada pengurangan kewenangan kepada LAZ," katanya.
BERITA27/09/2024 | Humas BAZNAS Kab Bandung
Rakornas  BAZNAS Seluruh Indonesia Tahun 2024 Hasilkan 17 Rekomendasi, Apa Saja
Rakornas BAZNAS Seluruh Indonesia Tahun 2024 Hasilkan 17 Rekomendasi, Apa Saja
Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) 2024 dari Rabu-Jumat (25-27 September 2024) menghasilkan 17 rekomendasi. "Intinya BAZNAS berkomitmen dengan sungguh-sungguh untuk melaksanakan tugas mengelola dan mengembangkan perzakatan nasional dalam upaya meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan dan meningkatkan manfaat zakat," kata Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. HM Noor Ahmad.Rekomendasi hasil Rakornas BAZNAS adalah:1. Menyepakati target pengumpulan nasional tahun 2025 sebesar Rp 50 triliun terdiri dari pengumpulan BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi, dan BAZNAS Kabupaten/Kota dan LAZ se-Indonesia (On Balance Sheet) sebesar Rp12.7 triliun dan pencatatan zakat di masyarakat (Off Balance Sheet) sebesar Rp37.3 triliun.2. Menyepakati 3,4 juta Mustahik Zakat Nasional, dengan target Penerima Manfaat Nasional sebanyak 84 juta jiwa, serta target pengentasan Kemiskinan Nasional sebanyak 1,8 juta jiwa pada tahun 2025;3. Kembali memperkuat peran dan fungsi BAZNAS melalui empat penguatan: 1) Penguatan Kelembagaan, Organisasi, dan Manajemen BAZNAS seluruhIndonesia,2) Penguatan SDM Pimpinan dan Amil Zakat, 3) Penguatan infrastruktur dan transformasi digital, dan 4) Penguatan jaringan seluruh stakeholder pengelola zakat;4. Memperkuat status BAZNAS sebagai Lembaga Pemerintah Non Struktural khususnya dalam mendorong Pemerintah untuk melaksanakan regulasi mengenai pembiayaan yang berasal. dari APBN/APBD untuk mendukung operasional BAZNAS sebagaimana arahan Menteri Dalam Negeri;5. Mengoptimalkan realisasi penerimaan zakat dari potensi Rp327 Triliun melalui perluasan jaringan BAZNAS Provinsi/Kabupaten/Kota dengan membentuk UPZ di seluruh OPD, Kecamatan, dan Desa dengan melaporkan perkembangannya kepada BAZNAS RI dan Kemendagri secara berkala;6. Mendorong aktivitas interkoneksi. Sistem Manajemen Informasi BAZNAS dan Sistem Informasi Pemerintah dalam memudahkan pengelolaan zakat;7. Memprioritaskan penyaluran ZIS-DSKL untuk pengentasan kemiskinan ekstrem dan stunting, pengentasan kemiskinan BPS dan Transformasi Mustahik menjadi Muzaki yang mengacu pada data Pemerintah (Regsosek/P3KE) dan terintegrasi dalam SIMBA dalam rangka sukses Asta Cita;8. Menyepakati 10 program prioritas Nasional yaitu Rumah Sehat BAZNAS, BAZNAS Microfinance,Desa/Kampung Zakat, Santripeneur, Beasiswa BAZNAS, Z-Chicken, Z-Mart, Rumah Layak Huni, Pengentasan Kemiskinan Ekstrim dan Stunting, serta BAZNAS Tanggap Bencana;9. Redistribusi penguatan penyaluran dari BAZNAS RI ke BAZNAS Provinsi dan BAZNAS Kabupaten/Kota melalui integrasi program penyaluran Pusat dan Daerah dengan fokus utama pemerataan penyaluran di seluruh daerah untuk memastikan manfaat zakat tersebar secara adil dan merata di berbagai wilayah;10. Sinkronisasi perencanaan pelaksanaan program pendistribusian serta pendayagunaan zakat dengan perencanaan pembangunan pemerintah sebagaimana tercantum dalam Astacita sebagai upaya strategis untuk memastikan keselarasan program-program zakat dengan prioritas pembangunan nasional;11. Meningkatkan kualitas tata kelola layanan dan pengelolaan zakat dengan menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) BAZNAS, guna memastikan proses pengelolaan zakat yang semakin profesional, sistematis, dansesuaidengan standar yang ditetapkan;12. Berkomitmen untuk mengevaluasi dan meningkatkan kualitas kelembagaan melalui pengukuran dengan Indeks Zakat Nasional, sebagai upaya mewujudkan tata kelola zakat yang lebih efektif, transparan, dan berkelanjutan dalam mendukung kesejahteraan umat;13. Berkomitmen untuk menyampaikan pelaporan secara rutin dan transparan melalui Sistem Informasi Manajemen BAZNAS (SIMBA), sebagai bagian dari upaya memperkuat akuntabilitas dan meningkatkan kepercayaan publik dalam pengelolaan zakat;14. BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi, dan BAZNAS Kabupaten/Kota berkomitmen menjaga netralitas dan profesionalitas dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah 2024;15. BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi, dan BAZNAS Kabupaten/Kota siap menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis melalui program penguatan mustahik dalam hal penyediaan sumber daya dan bahan pangan yang diperlukan yang didapat dari hasil produksi para pengusaha mustahik seperti program lumbung pangan, balai ternak, dan UMKM binaan BAZNAS dan LAZ seluruh Indonesia;16. BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi, serta BAZNAS Kabupaten/Kota berkomitmen untuk menjaga dan meningkatkan reputasi lembaga dengan menerapkan prinsip aman syar'i, aman regulasi, dan aman NKRI, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, serta menegakkan etika dan integritas;17. BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi, BAZNAS Kabupaten/Kota dan LAZ mengucapkan terimakasih atas arahan, motivasi, dan dukungan dari Bapak Presiden Joko Widodo yang telah membesarkan Pengelolaan Zakat Nasional serta siap melanjutkan agenda pembangunan Indonesia pada pemerintahan Bapak Prabowo Subianto.
BERITA27/09/2024 | Humas BAZNAS Kab Bandung
Dua Pimpinan BAZNAS Kabupaten Bandung Ikuti Pembukaan Rakornas di Istana IKN, Begini Penegasan Presiden
Dua Pimpinan BAZNAS Kabupaten Bandung Ikuti Pembukaan Rakornas di Istana IKN, Begini Penegasan Presiden
Dua pimpinan BAZNAS Kabupaten Bandung yakni Waka 2 H. Abdul Rauf dan Waka 4 H. Sarnapi mengikut pembukaan Rakornas BAZNAS di Istana Negara IKN. Acara pada Rabu 24 September 2024 dibuka Presiden Joko Widodo dihadiri Menparekraf Sandiaga Uno, Menhub Budi Karya Sumadi, dan Wakil Menteri Pertanahan Raja Juli. Dalam kesempatan itu, Jokowi menyambut baik kehadiran para peserta pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Tahun 2024 di Istana Negara, Ibu Kota Nusantara (IKN), Provinsi Kalimantan Timu. Kepala Negara mengaku gembira saat melihat wajah-wajah cerah para peserta yang hadir. "Saya melihat wajah-wajah Bapak/Ibu semuanya cerah semuanya. Kelihatan senang sekali, saya lihat kelihatan senang banget, gembira. Ya inilah Ibu Kota Nusantara," ujar Presiden. Kehadiran di Nusantara, menurut Presiden, bukan hanya tentang bangunan fisik baru, tetapi juga sebuah simbol perubahan pola pikir dan semangat kerja. Dalam momen yang penuh canda, Kepala Negara bercerita tentang tamu-tamu kenegaraan yang sering memuji keindahan Istana di Jakarta. "Ya memang bagus, memang indah, tapi tidak saya teruskan, tapi yang buat kolonial Belanda, baik yang ada di Jakarta, di Bogor, di Jogja, itu semuanya adalah bangunan kolonial Belanda, warisan dari kolonial Belanda," ungkap Presiden. Presiden menekankan bahwa Ibu Kota Nusantara adalah jawaban dari gagasan panjang yang telah dimulai oleh Bung Karno dan diteruskan oleh Presiden Soeharto. Setelah melalui studi mendalam, Penajam Paser Utara di Kalimantan Timur akhirnya dipilih sebagai lokasi ibu kota baru, keputusan yang didukung oleh 93 persen anggota DPR. "Jadi ini bukan keputusan Presiden saja tetapi juga keputusan seluruh rakyat Indonesia yang diwakili oleh seluruh anggota DPR yang ada di Jakarta. Supaya jangan ada sebuah kekeliruan persepsi bahwa ini adalah proyeknya Presiden Jokowi, bukan," tegas Presiden. Kehadiran Rakornas BAZNAS di Ibu Kota Nusantara kali ini, menurut Presiden, adalah momentum penting. Acara yang sebelumnya biasa digelar di Istana Negara Jakarta kini diadakan di istana baru yang menjadi simbol transformasi.***
BERITA26/09/2024 | Humas BAZNAS Kab Bandung
Dua Pimpinan BAZNAS Kabupaten Bandung Ikuti Rakornas di Balikpapan, Dibuka Presiden
Dua Pimpinan BAZNAS Kabupaten Bandung Ikuti Rakornas di Balikpapan, Dibuka Presiden
Dua pimpinan BAZNAS Kabupaten Bandung yakni Wakil Ketua Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan H. Abdul Rouf dan Wakil Ketua Bidang SDM dan Administrasi Umum H. Sarnapi mngikuti Rapat Koordinasi Nasional bersama BAZNAS Provinsi dan BAZNAS Kabupaten/Kota. Acara di Balikpapan, Kalimantan Timur, akan dibuka pada Rabu, 25 September 2024 pukul 13.00 WITA bertempat di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur.Rencananya acara yang dihadiri para pimpinan BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi dan BAZNAS Kabupaten/koya akan dibuka Presiden Joko Widodo.Sedangkan RAKORNAS akan berlanjut dari Kamis-Jumat, 26-27 September 2024 yang akan dibuka Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. H. Achmad Noor.Menurut Abdul Rouf, dari hasil Rakornas ini diharapkan bisa membahas dan menghasilkan berbagai keputusan untuk kemaslahatan dan kemanfaatan masyarakat banyak."Alhamdulillah BAZNAS Kabupaten Bandung terus berupaya meningkatkan kinerjanya di segala bidang agar manfaatnya dirasakan masyarakat secara luas," katanya.
BERITA24/09/2024 | Humas BAZNAS Kab Bandung
Lanud Sulaiman Gandeng BAZNAS Kabupaten Bandung Salurkan Bantuan Gempa Bumi
Lanud Sulaiman Gandeng BAZNAS Kabupaten Bandung Salurkan Bantuan Gempa Bumi
Sebagai upaya bentuk kepedulian sosial, Lanud Sulaiman menggandeng BAZNAS Kabupaten Bandung untuk mengumpulkan dan mendistribusikan bantuan bagi para korban gempa bumi di Kecamatan Pangalengan dan Kecamatan Kertasari. Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung H. Yusuf Ali Tontowi pada Minggu 22 September 2024 menghadiri peringatan HUT TNI di Lanud Sulaiman. Acara tersebut juga sekaligus bakti sosial dan penggalangan donasi untuk korban gempa Kertasari. "Nanti rencananya pada Senin atau Selasa akan diserahkan ke BAZNAS Kab Bandung di posko Kertasari," kata Yusuf. Ikut hadir Komandan Lanud Sulaiman Kolonel Pnb Rohmat Kusmayadi, S.Sos, MSC,SC dan para pejabat di lingkungan Lanud Sulaiman. Menurut Kolonel Pnb Rohmat, pengumpulan bantuan untuk korban gempa bumi Kabupaten Bandung ini sebagai bentuk kepedulian sosial keluarga besar TNI Lanud Sulaiman. "TNI pasti terpanggil untuk ikut meringankan beban saudaranya yang kini sedang mengalami ujian berupa musibah gempa bumi,' katanya.***
BERITA22/09/2024 | Humas BAZNAS Kab Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung dan BPR Kerta Raharja Jajaki Kerja Sama
BAZNAS Kabupaten Bandung dan BPR Kerta Raharja Jajaki Kerja Sama
Pimpinan BAZNAS Kabupaten Bandung melakukan silaturahmi ke kantor BPR Kerta Raharja Kabupaten Bandung di Jln. Raya Soreang Desa Pamekaran, Rabu 18 September 2024. Boy Ferly Sumaatmaja sebagai Direktur Operasional BPR Kerta Raharja menerima Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Bandung H. Jamjam Erawan dan Waka 4 BAZNAS Kabupaten Bandung H. Sarnapi. Menurut Ustaz Jamjam, silaturahmi ini sebagai tindak lanjut dan "kunjungan balasan" karena Dirut BPR Kerta Raharja sebelumnya sudah datang ke kantor BAZNAS Kabupaten Bandung. "Silaturahmi ini untuk menindaklanjuti upaya kerja sama yang nantinya akan dituangkan dalam bentuk MOU," katanya dalam acara dihadiri Bagian Legal BPR Kerta Raharja. BAZNAS Kabupaten Bandung berharap agar zakat dan infak dari pimpinan maupun karyawan BPR Kerta Raharja bisa masuk. "Kami juga akan memanfaatkan fasilitas di BPR Kerta Raharja yang memiliki 28 kantor cabang di Kabupaten Bandung sampai Bandung Barat untuk menunjang program-program BAZNAS," katanya. Sedangkan Boy mengatakan, pihaknya siap mendukung keinginan BAZNAS kabupaten Bandung agar berkembang bersama dengan BPR. "Semoga naskah MOU tidak terlalu lama sehingga bisa kita tanda tangani dan kerja sama langsung berjalan," katanya.***
BERITA19/09/2024 | Humas BAZNAS Kab Bandung
Penutupan Rakernis 2024 BAZNAS,  Prof. Nadra Tekankan Pentingnya IT
Penutupan Rakernis 2024 BAZNAS, Prof. Nadra Tekankan Pentingnya IT
Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Transformasi Digital Nasional telah usai dan ditutup pada Kamis 19 September 2024. Untuk diketahui Rakernis ini telah berlangsung selama tiga hari sejak Selasa 15 September 2024, bertempat di Novotel Jakarta Gajah Mada. Acara ini ditutup oleh pesan dari Prof. Ir. H. M. Nadratuzzaman Hosen M.S. M.Sc. Ph.D. Prof. Nadra selaku Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI Bidang Teknologi Informasi, menjelaskan tentang pentingnya teknologi informasi. "Saudara-saudara ini punya tanggung jawab di baznas daerah," kata Nadratuzzaman. "Tidak bisa mengandalkan lagi dalil agama, harus mengandalkan transformasi digital, IT," sambungnya. Dirinya menilai saat ini tidak boleh berhenti berinovasi, terutama di BAZNAS. Namun dirinya juga menjelaskan terkait keamanan atau cyber security. "Saya tidak mau baznas daerah membuat banyak hal, karena masalah keamanan," ujar Nadra. "Setiap hari antara 100-200 yang mencoba (hacker). saat bantuan Palestina, kita dihajar sampai ribuan," tuturnya. "Alhamdulillah kita bertahan, meskipun dihajar kita bisa bangkit lagi," ucapnya. Harapan Prof. Nadra agar para peserta yang hadir membawa oleh-oleh ke BAZNAS daerahnya masing-masing. "Saya berharap tolong yakinkan kepada pimpinan baznas di daerah, sekarang sudah eranya digital," katanya. "Siapa yang menguasai teknologi informasi dia yang menang," pungkasnya.
BERITA19/09/2024 | Humas BAZNAS Kab Bandung
100 Usaha Mikro Terima Pembinaan dari BAZNAS Jabar dan BAZNAS Kabupaten Bandung
100 Usaha Mikro Terima Pembinaan dari BAZNAS Jabar dan BAZNAS Kabupaten Bandung
Sebanyak 100 usaha mikro mendapatkan pembinaan dari tim BAZNAS Jabar dan BAZNAS Kabupaten Bandung di Aula BAZNAS Kabupaten Bandung, Kamis 19 September 2024. Acara dihadiri Wakil Ketua 2 BAZNAS Jabar KH. Ali Khosim, Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung KH. Yusuf Ali Tontowi, Wakil Ketua 2 BAZNAS Kabupaten Bandung H. Abdul Rouf dan Wakil Ketua 4 BAZNAS Kabupaten Bandung H. Sarnapi. Menurut H. Ali Khosim, pembinaan ini sebagai tindak lanjut dari penyaluran bantuan modal kepada para pengusaha mikro Kabupaten Bandung sebesar Rp 1 juta per orang sebanyak 50 orang. Selain itu, ada juga 50 orang yang mendapatkan bantuan zmart dari BAZNAS RI yang disalurkan melalui BAZNAS Kabupaten Bandung. "Tentu sebelumnya BAZNAS Jabar sudah menggelar pembinaan lalu dilanjutkan di masing-masing BAZNAS kabupaten dan kota," katanya. Dia berharap agar usaha mikro bisa lebih berkembang sehingga bisa menyerahkan sebagian penghasilannya untuk zakat maupun infak. "Dari semula menerima bantuan atau Mustahik menjadi pembayar zakat maupun infak. Harus mau untuk berbagi kepada sesama," katanya. Sedangkan H. Yusuf menambahkan, nabi dan para sahabat adalah orang-orang kaya sehingga dengan mudah mengeluarkan hartanya untuk perjuangan umat. "Harus siap menjadi kaya dengan mentalnya yakni tak sombong dan ingin berbagi kepada sesama," ujarnya.***
BERITA19/09/2024 | Humas BAZNAS Kab Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Bentuk Tim dan Salurkan Bantuan Korban Gempa Bumi
BAZNAS Kabupaten Bandung Bentuk Tim dan Salurkan Bantuan Korban Gempa Bumi
Saat BAZNAS Kabupaten Bandung kembali menyalurkan dana zakat, infak dan sedekah (ZIS) yang dihimpunnya kepada 100 penerima manfaat (mustahik) pada Rabu 18 September 2024 ternyata tiba-tiba aula bergetar. Amil maupun masyarakat yang sedang antre menerima bantuan akhirnya keluar ruangan untuk menyelematkan diri. Ternyata terjadi gempa bumi berkekuatan 5,0 MMI yang menimpa daerah Kecamatan Pangalengan dan Kertasari dengan kerugian yang besar. Merespon hal itu, pimpinan BAZNAS Kabupaten Bandung bergerak cepat dengan mengirimkan tim pendahulu ke Kecamatan Kertasari pada hari itu juga pukul 13.00 WIB. Tim yang beranggotakan H. Andris Fajar, Abdul Rohman, Ade Nurdiansyah, Dadi Cahyadi dan tim media Riri menggunakan dua mobil berangkat menuju ke lokasi. Tim juga membawa perlengkapan tenda, bantuan sembako maupun kopi dan teh untuk dikonsumsi petugas maupun warga masyarakat. "Selain berkoodinasi dengan tim Pemkab Bandung, kami juga membuka stand hangat berupa kopi dan teh karena banyak korban yang memilih tidur di tenda dengan udara dingin," kata Andris. Sedangkan pada Kamis 19 September 2024 tim BAZNAS Kabupaten Bandung membawa langsung bantuan yang dibutuhkan korban gempa bumi. Bantuan yang dibawa di antatanya mi instan, air mineral, kue-kue, dan kopi sachet. "Bantuan ini merupakan tahap pertama yang akan kami lanjutkan ke tahap berikutnya bekerja sama dengan aparat pemerintah," kata Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung H. Yusuf Ali Tontowi didampingi Waka 1 BAZNAS Kabupaten Bandung H. Jamjam Erawan yang sudah terjun ke lokasi gempa bumi.***
BERITA19/09/2024 | Humas BAZNAS Kab Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Kembali Salurkan Bantuan 100 Penerima, Pejabat Perumda Tirta Raharja Ikut Serahkan
BAZNAS Kabupaten Bandung Kembali Salurkan Bantuan 100 Penerima, Pejabat Perumda Tirta Raharja Ikut Serahkan
BAZNAS Kabupaten Bandung kembali menyalurkan dana zakat, infak dan sedekah (ZIS) yang dihimpunnya kepada 100 penerima manfaat (mustahik).Acara dihadiri Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Bandung H. Jamjam Erawan, Wakil Ketua IV H. Sarnapi, dan Direktur Umum Perumda Air Minum Tirta Raharja adalah Welly Nugraha, S.T., M.Si.Hadir juga Ketua Pelaksana BAZNAS H. Andris Fajar dan Ketua Kesekretariatan BAZNAS H. Ajat Abdullah Mubarok. Menurut Ustaz Jamjam, penyaluran bantuan ini sebagai upaya menjalankan amanah dari para Muzakki yang menitipkan zakat dan infaknya kepada BAZNAS Kabupaten Bandung."Termasuk titipan dari direksi dan karyawan Perumda Tirta Raharja yang zakat dan infaknya dititipkan di BAZNAS Kabupaten Bandung," katanya.Sementara Sarnapi mengatakan, kerja sama dengan Perumda Tirta Raharja bisa lebih meningkat seperti dalam mengatasi warga yang kekeringan."BAZNAS saat ini menggandeng Dinas Pemadam Kebakaran untuk penyaluran air bersih ini. Semoga bisa nanti kerja sama dengan Tirta Raharja dapat meningkat lagi," katanya.Sedangkan Welly mengatakan, zakat dan infak dari Perumda Tirta Raharja Kabupaten Bandung sudah masuk ke BAZNAS Kabupaten Bandung untuk bisa dimanfaatkan masyarakat."Alhamdulillah kami bisa ikut berpartisipasi dalam pemberdayaan masyarakat melalui dana zakat, infak dan sedekah," katanya.
BERITA18/09/2024 | Humas BAZNAS Kab Bandung
Rakernis 2024 dibuka di Jakarta, Ini Kata Ketua BAZNAS RI
Rakernis 2024 dibuka di Jakarta, Ini Kata Ketua BAZNAS RI
Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Transformasi Digital Nasional resmi dibuka di Jakarta, Selasa 17 September 2024.Untuk diketahui Rakernis ini berlangsung selama tiga hari dan bertempat di Novotel Jakarta Gajah Mada.Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA dalam sambutannya menjelaskan tentang pentingnya digitalisasi dan information technology (IT)."Presiden RI berpesan tolong IT, tolong digitalisasi," kata Noor Achmad."BAZNAS IT nya harus modern," tuturnya.Ia pun menceritakan terutama saat Covid-19 banyaknya masalah IT terkhusus di BAZNAS daerah."Ada beberapa baznas daerah yang wifinya nggak punya, komputer rusak saat awal covid," ucapnya.Dirinya menilai IT di BAZNAS harus diperkuat."Transforrmasi digital dari pusat sampai ke bawah sehingga memunculkan SIMBA BAZNAS," ujar Noor Achmad.Hal tersebut, menurutnya akan berujung kepada trust dan mempermudah muzaki menunaikan zakat, infak sedekahnya."Semuanya untuk mempermudah muzaki dan sebagai trust di masyarakat," ucapnya."Mutlak adanya IT supaya muzaki itu percaya, sehingga dengan begitu IT merupakan sebuah kewajiban," sambungnya."Dari pusat sampai ke bawah, seluruh UPZ dan LAZ-LAZ yang ada. Jangan sampai ada muzaki yang tidak percaya kepada kita," pungkasnya.
BERITA17/09/2024 | Humas BAZNAS Kab Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Dukung Bakti Sosial Khitanan Massal dan Donor Darah di PMI Kabupaten Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Dukung Bakti Sosial Khitanan Massal dan Donor Darah di PMI Kabupaten Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung ikut mendukung pelaksanaan bakti sosial untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan dan HUT PMI yang diadakan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bandung.Bakti sosial itu berupa khitanan massal dan donor darah yang berlangsung di Markas PMI Kabupaten Bandung Jln. Terusan Alfathu Soreang.Bakti sosial berupa khitanan massal bekerja sama dengan BAZNAS Kabupaten Bandung ini diikuti 31 anak.Sedangkan donor darah diikuti sekitar 150 orang dari ASN Kabupaten Bandung, pelajar, Polresta Bandung dan jajaran Polsek, relawan PMI dan masyarakat.Bahkan Wakapolresta Bandung AKBP Maruly Pardede juga ikut dalam donor darah tersebut sebagai bentuk kepedulian sosial kepada sesama.Menurut Ketua PMI Kabupaten Bandung, H. Asep Deni Ramdani, bakti sosial ini sebagai rangkaian kegiatan PMI Kabupaten Bandung mulai dari gerak jalan santai sampai orientasi dewan pengurus dan PMI kecamatan."Alhamdulillah kegiatan selama Agustus sampai September ini penuh sebagai bukti PMI Kabupaten Bandung hadir di tengah masyarakat," katanya.Dalam kesempatan itu, BAZNAS Kabupaten Bandung ikut memberikan dukungan kepada PMI Kabupaten Bandung agar bakti sosial berjalan sukses.
BERITA17/09/2024 | Humas BAZNAS Kab Bandung
Tak Cuma Insentif, BAZNAS Kabupaten Bandung Gelar Pembinaan Ustaz dan Ustazah
Tak Cuma Insentif, BAZNAS Kabupaten Bandung Gelar Pembinaan Ustaz dan Ustazah
Setelah memberikan insentif kepada ribuan ustaz dan ustazah se-kabupaten Bandung kini BAZNAS Kabupaten Bandung menggelar pembinaan ustaz dan ustazah. Pelatihan di Aula Oriza Sativa Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Minggu 15 September 2024, diikuti 100 ustaz dan ustazah. Acara dihadiri Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung KH. Yusuf Ali Tontowi, Kasubag Tata Usaha Kemenag Kabupaten Bandung H. Saepuloh, guru besar UPI Bandung Prof. Dr. Udin Supriadi, M.Pd, dan Waka 4 BAZNAS Kabupaten Bandung H. Sarnapi. Menurut H. Yusuf, insentif yang diberikan kepada ustaz dan ustazah pada tahun ini sebanyak 1.070 orang yang disalurkan melalui BAZNAS Kabupaten Bandung. "Selain menangani insentif ustaz dan ustazah, BAZNAS Kabupaten Bandung juga memberikan insentif untuk guru ngaji dan takmir masjid sebanyak 3.441 orang," katanya. Selain memberikan insentif sebesar Rp 100 ribu per bulan, maka ustaz dan ustazah maupun takmir masjid memperoleh BPJS Ketenagakerjaan yang dibayarkan BAZNAS Kabupaten Bandung. "Bukan sebatas memperoleh insentif, maka hari ini kami juga memberikan pelatihan agar ustaz dan ustazah menjadi penggerak di masyarakat khususnya dalam baca tulis Al Quran maupun penyadaran pentingnya zakat, infak dan sedekah," katanya.
BERITA15/09/2024 | Humas BAZNAS Kab Bandung
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Bandung.

Lihat Daftar Rekening →