WhatsApp Icon
BAZNAS Kabupaten Bandung Dorong GURU PAI Kemenag Perkuat Gerakan Infak dan Sedekah di Sekolah

KATAPANG, 13 AGUSTUS 2026 – BAZNAS Kabupaten Bandung menghadiri kegiatan Penguatan Pemanfaatan Digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Kabupaten Bandung pada Rabu 13 Agustus 2026 bertempat di Gedung PGRI Katapang. Kegiatan tersebut diikuti oleh guru Pendidikan Agama Islam (PAI) jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK se-Kabupaten Bandung.

Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Bandung dihadiri langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Yusuf Ali Tantowi, serta Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan, H. Jamjam Erawan. Kehadiran BAZNAS menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi dengan para pendidik dalam membangun kesadaran zakat, infak, dan sedekah di lingkungan sekolah.

Dalam penyampaiannya, H. Yusuf Ali Tantowi mengajak para guru PAI untuk menjadi penggerak zakat, infak, dan sedekah di lingkungan pendidikan. Menurutnya, sekolah memiliki peran penting dalam menanamkan kebiasaan berbagi kepada peserta didik sejak usia dini.

“Kami berharap bapak ibu menjadi penggerak zakat infak sedekah di sekolah,” ujar H. Yusuf Ali Tantowi.

Menurutnya, pendidikan tentang infak dan sedekah perlu ditanamkan kepada peserta didik sejak dini. Kebiasaan berbagi tidak hanya menjadi bentuk ibadah, tetapi juga bagian dari pembentukan karakter dan ketakwaan anak.

“Kita mendidik anak-anak untuk berinfak dan bersedekah supaya menjadi pribadi yang bertakwa,” katanya.

Salah satu langkah yang didorong BAZNAS Kabupaten Bandung adalah pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di sekolah. Menurut H. Yusuf, keberadaan UPZ menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang tertib di lingkungan pendidikan.

“Salah satunya dengan membentuk UPZ sekolah. Berinfak bukanlah hal yang mudah, ibadah maliyah itu berat. Maka dari itu harus dibentuk sejak dini untuk berinfak dan berbagi,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa pembentukan UPZ sekolah memberikan kepastian dan perlindungan kelembagaan bagi aktivitas penghimpunan infak dan sedekah di lingkungan sekolah. Dengan adanya UPZ yang resmi, guru dapat mengajak peserta didik untuk berinfak melalui mekanisme yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Supaya legal dan tidak dianggap pungli, kehadiran UPZ melindungi kebaikan. Sehingga ketika mengajak anak-anak untuk berinfak bisa dipayungi kegiatannya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, H. Yusuf menjelaskan bahwa keberadaan UPZ juga dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekolah maupun masyarakat sekitar. Menurutnya, guru PAI memiliki posisi strategis sebagai motor penggerak karena berinteraksi langsung dengan peserta didik dan memiliki peran dalam pendidikan karakter keagamaan.

“Nilai manfaat nanti bisa dirasakan oleh sekolah. Motor penggeraknya nanti guru-guru PAI. Dari sekian banyak sekolah masih sedikit UPZ yang aktif, maka dari itu perlu sumbangsih dari bapak ibu untuk menggerakkan UPZ sekolah,” tuturnya.

BAZNAS Kabupaten Bandung berharap sinergi bersama Kementerian Agama Kabupaten Bandung dan para guru PAI dapat terus diperkuat, khususnya dalam mendorong pembentukan serta pengaktifan UPZ di sekolah. Melalui langkah tersebut, pendidikan zakat, infak, dan sedekah diharapkan tidak berhenti sebagai materi pembelajaran, tetapi tumbuh menjadi kebiasaan yang membentuk karakter peserta didik sejak dini.

Pada akhirnya, penguatan UPZ sekolah diharapkan dapat menjadi bagian dari gerakan bersama dalam membangun budaya berbagi di lingkungan pendidikan sekaligus memperluas kebermanfaatan zakat, infak, dan sedekah bagi masyarakat Kabupaten Bandung.***

13/08/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Salurkan Bantuan Biaya Hidup untuk Ma Irah di Ciwidey

CIWIDEY, 10 Agustus 2026 – BAZNAS Kabupaten Bandung menyalurkan bantuan biaya hidup kepada Ma Irah, warga lanjut usia yang tinggal di Kampung Batululumpang, Desa Lebakmuncang, Kecamatan Ciwidey, pada Senin 10 Agustus 2026. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian BAZNAS terhadap masyarakat yang membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Ma Irah, yang kini telah berusia lebih dari 80 tahun, menjalani kehidupan dalam kondisi yang serba terbatas. Di tengah usianya yang lanjut, ia juga harus menghadapi kondisi keluarga dengan salah satu anaknya yang berkebutuhan khusus.

Kondisi tersebut membuat kebutuhan hidup sehari-hari menjadi tantangan tersendiri bagi Ma Irah. Kehadiran bantuan dari BAZNAS Kabupaten Bandung diharapkan dapat membantu meringankan sebagian kebutuhan dasar serta memberikan dukungan bagi Ma Irah dan keluarganya.

Bantuan disalurkan secara langsung ke kediaman Ma Irah. Selain bantuan biaya hidup, BAZNAS Kabupaten Bandung juga menyerahkan paket kebutuhan pokok sebagai bentuk dukungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari penerima manfaat.

Penyaluran secara langsung ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS Kabupaten Bandung untuk memastikan bantuan dapat diterima oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Kehadiran amil di lapangan sekaligus menjadi sarana untuk melihat kondisi penerima manfaat secara lebih dekat.

Program bantuan biaya hidup merupakan salah satu bentuk pendistribusian dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola BAZNAS Kabupaten Bandung. Bantuan tersebut diarahkan kepada masyarakat yang berada dalam kondisi membutuhkan, termasuk kelompok lanjut usia dan keluarga dengan keterbatasan ekonomi.

Melalui bantuan ini, BAZNAS Kabupaten Bandung berharap dapat meringankan beban Ma Irah dan keluarganya serta memberikan sedikit ruang untuk menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih tenang. Bantuan yang disalurkan juga menjadi wujud nyata dari amanah para muzaki, munfiq, dan mutashoddiq yang telah menitipkan dana kebaikannya melalui BAZNAS.

BAZNAS Kabupaten Bandung akan terus berupaya memperluas jangkauan pendistribusian agar manfaat zakat, infak, dan sedekah dapat dirasakan oleh masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Bandung. Setiap bantuan diharapkan tidak hanya menjadi dukungan secara materi, tetapi juga menghadirkan rasa kepedulian dan harapan bagi masyarakat yang sedang menghadapi keterbatasan.***

10/08/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Salurkan Bantuan Air Bersih bagi Warga Terdampak Kekeringan

MAJALAYA, 6 AGUSTUS 2026 – BAZNAS Kabupaten Bandung kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat melalui penyaluran bantuan air bersih bagi warga terdampak kekeringan di sejumlah wilayah Kabupaten Bandung. Penyaluran perdana dilaksanakan pada Kamis 6 Agustus 2026 di Kampung Cibenying, RW 10, Desa Padamulya, Kecamatan Majalaya, sebagai respons atas meningkatnya kebutuhan air bersih akibat musim kemarau yang melanda beberapa daerah.

Kegiatan kemanusiaan ini merupakan hasil kolaborasi antara BAZNAS Kabupaten Bandung, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, dan Dinas Sosial Kabupaten Bandung. Sinergi antarinstansi tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan dapat tersalurkan secara cepat, tepat sasaran, dan menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Dalam pelaksanaannya, BAZNAS Kabupaten Bandung merencanakan penyaluran bantuan air bersih ke 10 titik yang tersebar di wilayah terdampak kekeringan. Setiap titik akan menerima pasokan air bersih sebanyak 5.500 liter, sehingga masyarakat memiliki akses terhadap kebutuhan dasar yang sangat penting untuk keperluan sehari-hari, seperti memasak, minum, dan menjaga kebersihan.

Kekeringan yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir telah menyebabkan berkurangnya ketersediaan sumber air di sejumlah wilayah Kabupaten Bandung. Kondisi tersebut membuat masyarakat harus mencari sumber air alternatif dengan jarak yang cukup jauh atau membeli air bersih untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Kabupaten Bandung bergerak cepat menghadirkan bantuan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak.

Warga Kampung Cibenying menyambut kedatangan bantuan air bersih dengan penuh antusias. Mereka mengaku bantuan tersebut sangat membantu meringankan beban masyarakat di tengah sulitnya memperoleh air bersih selama musim kemarau. Perwakilan warga juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Bandung, BPBD Kabupaten Bandung, Dinas Sosial Kabupaten Bandung, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyaluran bantuan.

Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung menyampaikan bahwa penyaluran air bersih merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam menghadirkan manfaat zakat, infak, dan sedekah bagi masyarakat, khususnya saat terjadi kondisi darurat maupun bencana. Melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan, BAZNAS akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang membutuhkan.

Diharapkan, bantuan air bersih ini dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama musim kemarau berlangsung sekaligus menjadi wujud nyata semangat gotong royong dan kepedulian bersama dalam menghadapi dampak bencana kekeringan di Kabupaten Bandung.***


Salurkan Kepedulian Anda

Musim kemarau masih berpotensi menyebabkan krisis air bersih di berbagai wilayah Kabupaten Bandung. Mari bersama BAZNAS Kabupaten Bandung menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat terdampak melalui zakat, infak, dan sedekah.

Salurkan donasi terbaik Anda melalui:

Bank Syariah Indonesia (BSI)
No. Rekening: 7655555561
a.n. BAZNAS Kabupaten Bandung

Setiap rupiah yang Anda titipkan akan menjadi sumber kehidupan, menghadirkan air bersih, harapan, dan keberkahan bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan. Bersama, kita kuatkan kepedulian dan wujudkan Kabupaten Bandung yang lebih sejahtera.

06/08/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Laporkan Pengelolaan Dana Umat dalam Siraman Rohani ASN Bulan Agustus

SOREANG3 AGUSTUS 2026 — BAZNAS Kabupaten Bandung kembali menyampaikan laporan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) pada kegiatan Siraman Rohani ASN se-Kabupaten Bandung yang digelar di Gedung Moh. Toha, Soreang, Senin 3 Agustus 2026.

Laporan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Yusuf Ali Tantowi, di hadapan ribuan aparatur sipil negara (ASN) yang mengikuti kegiatan secara luring maupun daring.

Dalam laporannya, H. Yusuf Ali Tantowi menyampaikan bahwa penghimpunan dana ZIS selama Juli 2026 mengalami peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya.

"Zakat senilai Rp597 juta, infak dan sedekah Rp545 juta, infak sedekah terikat Rp56 juta. Total penghimpunan selama bulan Juli Rp1,2 miliar. Alhamdulillah meningkat dari bulan sebelumnya," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa dana tersebut berasal dari zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan oleh ASN Kabupaten Bandung serta masyarakat yang mempercayakan penyalurannya melalui BAZNAS Kabupaten Bandung.

"Ini semua adalah zakat, infak, sedekah dari ASN Kabupaten Bandung dan masyarakat sekitar. Mewakili para mustahik, kami mendoakan bapak ibu, ajarokallah," tuturnya.

Lebih lanjut, H. Yusuf Ali Tantowi menyampaikan bahwa seluruh dana yang terhimpun telah didistribusikan dan didayagunakan melalui berbagai program unggulan BAZNAS Kabupaten Bandung.

"Untuk pendistribusian dan pendayagunaan disebar ke program-program BAZNAS Kabupaten Bandung," katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa sinergi dengan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) terus mengalami peningkatan sehingga diharapkan penghimpunan zakat pada bulan-bulan berikutnya semakin optimal.

"Dari BAZNAS kami menghimpun dan langsung mendistribusikan. Hampir seluruh UPZ telah berkolaborasi dan mudah-mudahan zakat di bulan berikutnya meningkat. Sesungguhnya harta kita adalah harta yang sudah kita keluarkan dalam bentuk zakat, infak, sedekah. Kami mengajak untuk memastikan harta kita bersih dan sudah tersalurkan kepada mereka yang berhak," ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Bandung H.M. Dadang Supriatna menyampaikan bahwa kegiatan Siraman Rohani kali ini diikuti oleh hampir 19 ribu ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung.

"Hampir 19 ribu ASN yang mengikuti kegiatan siraman rohani di pagi hari ini," ujarnya.

Ia mengajak seluruh ASN untuk senantiasa bersyukur atas nikmat dan amanah yang diberikan Allah SWT serta terus meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat.

"Alhamdulillah kita masih diberikan kepercayaan oleh Allah, bisa melaksanakan kegiatan sehari-hari dan semoga senantiasa diberikan kekuatan, dilindungi dan seluruhnya diberikan keselamatan dunia akhirat," katanya.

Bupati Bandung juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh ASN yang secara rutin menunaikan zakat profesinya melalui BAZNAS Kabupaten Bandung.

"Terima kasih kepada seluruh ASN yang tiap bulannya menyalurkan zakat profesi," tuturnya.

Menurutnya, penghimpunan zakat profesi menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

"Pada 2021 hanya Rp200 juta per bulan, namun hari ini mencapai Rp1 miliar per bulan. Ini bukti siraman rohani ada implementasi. Namun koreksi Ketua BAZNAS, harusnya ada tambahan saldo bulan lalu berapa," ujarnya.

Di akhir sambutannya, Bupati Bandung juga mendorong BAZNAS Kabupaten Bandung untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Bandung dalam mendukung program pembangunan, khususnya penanganan rumah tidak layak huni (Rutilahu).

"Tahun ini sekitar 4 ribu unit rutilahu. Ketua BAZNAS saya minta untuk membantu, terutama kepada masyarakat yang tanahnya 'numpang'," pungkasnya.***

04/08/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS RI Dorong Optimalisasi Gedung BAZNAS Centre untuk Pemberdayaan Umat

SOREANG, 27 JULI 2026 — Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia bersama BAZNAS Provinsi Jawa Barat kembali mengunjungi Gedung BAZNAS Centre (GBC) Kabupaten Bandung di Soreang pada Senin 27 Juli 2026.

Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS RI, H. Sodik Mujahid, didampingi Pimpinan BAZNAS RI, H. Rizaludin Kurniawan. Turut hadir Wakil Ketua IV BAZNAS Jawa Barat, Nana Sudiana.

Sementara itu, rombongan disambut oleh jajaran BAZNAS Kabupaten Bandung yang diwakili Wakil Ketua II H. Abdul Rouf dan Wakil Ketua IV H. Sarnapi.

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi Jawa Barat, dan BAZNAS Kabupaten Bandung dalam mengoptimalkan pemanfaatan Gedung BAZNAS Centre sebagai pusat kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS RI, H. Sodik Mujahid, menyampaikan bahwa pemanfaatan gedung akan terus dikembangkan melalui berbagai bentuk kolaborasi.

"Prinsipnya gedung ini kita kerjasamakan, dan memang sempat ada obrolan untuk dijadikan Pusdiklat atau Rumah Sehat BAZNAS," ujarnya.

Ia menilai Gedung BAZNAS Centre memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pelayanan dan pemberdayaan masyarakat yang dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak.

Sementara itu, BAZNAS Kabupaten Bandung juga memaparkan sejumlah rencana pengembangan Gedung BAZNAS Centre ke depan. Di antaranya adalah penyelenggaraan pelatihan-pelatihan affiliate, pengembangan kapasitas masyarakat, serta pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berada di kawasan Gedung BAZNAS Centre.

Dengan berbagai program tersebut, Gedung BAZNAS Centre diharapkan tidak hanya menjadi pusat aktivitas kelembagaan, tetapi juga menjadi ruang pemberdayaan ekonomi umat yang memberikan manfaat secara berkelanjutan.

Di akhir kunjungannya, H. Sodik Mujahid menyampaikan apresiasinya terhadap pembangunan Gedung BAZNAS Centre Kabupaten Bandung.

"Ini akan menjadi gedung termewah di Indonesia yang ada eskalator, ada liftnya," ungkapnya.

Melalui kunjungan ini, diharapkan sinergi antara BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi Jawa Barat, dan BAZNAS Kabupaten Bandung semakin kuat dalam mengembangkan Gedung BAZNAS Centre sebagai pusat pelayanan, pemberdayaan, dan penguatan ekonomi umat di Kabupaten Bandung.***

27/07/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kab. Bandung

Berita Terbaru

BAZNAS Kabupaten Bandung Serahkan Paket Yatim Bahagia di Tarawih Keliling Bupati Kang DS
BAZNAS Kabupaten Bandung Serahkan Paket Yatim Bahagia di Tarawih Keliling Bupati Kang DS
BAZNAS Kabupaten Bandung menyerahkan 80 paket Yatim Bahagia saat tarawih keliling Bupati Bandung HM Dadang Supriatna atau Kang DS ke komplek Pesantren Persis di Desa Cangkuang Wetan, Dayeuhkolot. Penyerahan paket ini merupakan kedua kalinya setelah pada Senin 3 Maret 2025 di Pesantren Al Ittifaq Rancabali. Bupati yang energik ini mengaku memiliki memori baik tersendiri kepada pesantren khususnya Pengasuhnya yakni Ustaz Asmiri. Acara dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bandung Hj. Emma Detty, Asisten Pemkesra H. Ruli Hadiana, Sekda H. Cahra Amiyana, Kepala Polresta Bandung Kombes Pol. Aldi, Komandan Kodim Kabupaten Bandung, Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung KH. Yusuf Ali Tontowi, Wakil Ketua 4 BAZNAS Kabupaten Bandung H. Sarnapi, Camat Dayeuhkolot, dan para pejabat lainnya. Mengenai santunan anak yatim, Kang DS menyatakan pada tarling dapil 2 diberikan kepada 80 anak. "Alhamdulillah kegiatan ini selalu didukung oleh BAZNAS Kabupaten Bandung yang mengumpulkan zakat infak dan sedekah (ZIS) dari para ASN serta kaum Muslimin di Kabupaten Bandung," katanya. Pada tahun kemarin BAZNAS Kabupaten Bandung berhasil mengumpulkan Rp12 miliar.. "Saya ingin meluruskan informasi yang salah saat Pilkada kemarin karena ada isu saya memotong gaji para ASN Rp100.000 per orang. Padahal isu ini gak benar sama sekali," katanya. Adapun instruksi membayar zakat dan infak bagi ASN ke BAZNAS Kabupaten Bandung disesuaikan dengan kemampuan penghasilan yang diperolehnya. "Silakan membayar zakat ke BAZNAS Kabupaten Bandung kalau jumlah penghasilan per bulannya Rp7 juta per bulan," katanya.***
BERITA08/03/2025 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
PD PONTREN Kemenag Kabupaten Bandung Menguatkan Sinergi dengan BAZNAS Kabupaten Bandung
PD PONTREN Kemenag Kabupaten Bandung Menguatkan Sinergi dengan BAZNAS Kabupaten Bandung
PD Pontren Kemenag Kabupaten Bandung untuk pertama kalinya menyelenggarakan silaturahim secara terintegrasi dengan Organisasi Mitra seperti BKPRMI, Forum Pondok Pesantren, dan Ormit lainnya, serta khusus dengan BAZNAS Kabupaten Bandung. Demikian sambutan Kepala Seksi PD Pontren Kemenag Kabupaten Bandung, H. Agus Salman, MAg, pada acara Silaturahim dan Rakerda PD Pontren Kemenag Kabupaten Bandung di Aula Hotel Cipaganti 1 Cipanas Garut, Selasa, 25 Februari 2025. Menurut alumni S2 UIN Sunan Gunung Djati Bandung ini, Forum ini Forum evaluasi PD Pontren dan stekholdernya ada di Kabupaten sekaligus menyusun program satu tahun ke depan sehingga kehadiran kita dapat terasa oleh ummat. Kepala Kemenag Kabupaten Bandung, Bapak Dr. KH. Cece Hidayat, MSi dalam sambutannya menerangkan bahwa sinergitas kemenag dengan Pemkab Bandung, Forum Pondok Pesantren, BKPRMI dan pihak lainnya harus menjadi bagian dari gerakan kita sehingga eksistensinya dapat muncul ke permukaan dan dapat memberikan manfaat untuk ummat. Padahal faktanya kita sudah banyak berbuat dan selalu diperhitungkan oleh beberapa pihak. Karenanya ke depannya kita harus bisa Power Sharing dengan mereka untuk kemajuan lembaga masing-masing dan warga Kabupaten Bandung. Sementara Wakil Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, Drs. H. Jamjam Erawan, MAP menerangkan bahwa BAZNAS Kabupaten Bandung merupakan tempat ibadah maliyah kaum muslimin untuk mebersikan harta dan jiwa para muzakki, serta pulau harapan bagi para mustahik. Sesuai UU No 23 tahun 2011. Secara faktual, kata Ustadz Jamjam Erawan, kehadiran BAZNAS telah banyak memberikan manfaat dan mashlahat bagi warga khususnya warga Kabupaten Bandung; pada tahun 2024 ada 20.220 penerima manfaat melalui program Bandung Religius. Ada 8.640 penerima manfaat melalui program Bandung Cerdas. Ada 19.407 penerima manfaat melalui program Bandung Sehat. Ada 21.354 penerima manfaat melalui program Bandung Peduli dan ada 429 penerima manfaat melalui program Bandung Berdaya Saing. Belum lagi lebih dari 500 rumah rusak ringan dan lebih dari 50 tempat ibadah yang telah menerima bantuan manfaat dari BAZNAS bagi saudara kita yang terkena dampak gempa di Kertasari dan Pangalengan yang merupakan bentuk kepedulian dari ASN Kabupaten Bandung melalui KORPRI Kabupaten Bandung yang diamanahkan ke BAZNAS Kabupaten Bandung. Mari kita tingkatkan sinergi antara BAZNAS, Kemenag dan lembaga lainnya untuk beribadah maliyah kita kepada Allah sekaligus mewujudkan solidaritas sosial kita melalui BAZNAS Kabupaten Bandung. Kasi Zakat dan Wakaf Kemenag Kabupaten Bandung, Ibu Hj. Nana Rostiana, MAg mengajak organisasi mitra dari PD Pontren kemenag Kabupaten Bandung untuk meningkatkan kesadaran berzakat, infaq dan sedekah melalui UPZ Kemenag Kabupaten yang nantinya diserahkan ke BAZNAS Kabupaten Bandung untuk didistribusikam di lingkungan organisasi mitra PD Pontren Kemenag Kabupaten Bandung.***
BERITA27/02/2025 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
Warga Berdatangan ke Baksos Kesehatan Gratis BAZNAS Jabar dan BAZNAS Kabupaten Bandung
Warga Berdatangan ke Baksos Kesehatan Gratis BAZNAS Jabar dan BAZNAS Kabupaten Bandung
Warga masyarakat berbondong-bondong mendatangi kantor BAZNAS Kabupaten Bandung Jln. Terusan Alfathu Soreang, Senin 24 Februari 2025. Pasalnya BAZNAS Jabar menggandeng BAZNAS Kabupaten Bandung dan BJB menggelar pemeriksaan kesehatan gratis untuk warga yang membutuhkan. Sebanyak 75 orang memanfaatkan kesempatan terbaik ini untuk melakukan pemeriksaan kesehatan gratis. "Sekaligus warga juga mendapatkan obat-obatan yang sesuai dengan hasil pemeriksaan," kata Wakil Ketua 2 BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Abdul Rauf. Acara yang dihadiri juga wakil ketua 4 H. Sarnapi dan Amil/amilat BAZNAS Jabar dan BAZNAS Kabupaten Bandung. Menurut Ny. Lasmini (55), warga asal Desa Pamekaran, Kecamatan Soreang, dirinya ingin memanfaatkan fasilitas pemeriksaan kesehatan gratis ini. "Karena ibu memiliki riwayat penyakit darah tinggi alias darting sehingga perlu kontrol rutin," katanya. Setelah diperiksa oleh tim dokter ternyata memang Ny. Lasmini memiliki darah tinggi sampai 180. "Ya Ibu sering darahnya naik drastis sehingga harus hati-hati agar tak terjadi hal-hal tak diinginkan," ucapnya.***
BERITA24/02/2025 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
BAZNAS Kabupaten Bandung Buka Program Bersedekah dengan Minyak Jelantah (Bersemilah)
BAZNAS Kabupaten Bandung Buka Program Bersedekah dengan Minyak Jelantah (Bersemilah)
Punya minyak jelantah? Daripada mubazir malah bisa mengotori lingkungan, maka bisa diserahkan ke BAZNAS Kabupaten Bandung yang menggandeng Nouveleum menggencarkan program daur ulang limbah minyak jelantah. Program bertajuk Bersedekah Minyak Jelantah (Bersemilah) ini agar minyak jelantah tak menjadi limbah yang mencemari lingkungan. "Minyak jelantah termasuk limbah B3 atau Bahan Beracun dan Berbahaya sehingga BAZNAS tergerak untuk menangani limbah ini," kata penanggung jawab Bersemilah, Muhammad Yusuf, saat sosialisasi program kepada para para kepala MI dan siswa MI Al Halim, Rabu 19 Februari 2025. BAZNAS Kabupaten Bandung sudah mendapatkan alat otomatis untuk penampungan limbah yang ditempatkan di kantornya Jln. Terusan Al Fathu Soreang. "Jadi alat ini bisa membedakan antara minyak dan air serta menghitung uang yang akan diterima penyetor minyak jelantah," ujarnya. Setiap liter minyak jelantah dengan kondisi apa pun akan dihargai dengan sejumlah uang apabila disetorkan langsung ke BAZNAS Kabupaten Bandung. Bisa juga dengan ikhlas menyerahkan minyak jelantah dengan niat infak atau sedekah yang hasilnya akan diserahkan kepada masyarakat kurang mampu. "Diharapkan dengan sosialisasi masif ke sekolah dan madrasah bisa menimbulkan kesadaran para guru dan siswa untuk ikut program ini," katanya. Selain itu, pihak sekolah dan madrasah juga mendapatkan pemasukan untuk membantu operasional lembaganya sehingga tak hanya mengandalkan Bantuan Operasional Sekolah (BOS). "Lembaga pendidikan bisa mengumpulkan minyak jelantah dari siswa dan orangtuanya atau para pedagang sekeliling sekolah," katanya.***
BERITA20/02/2025 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
BAZNAS Kabupaten Bandung Isi Talkshow di Radio Kandaga FM Soal Program Ramadhan
BAZNAS Kabupaten Bandung Isi Talkshow di Radio Kandaga FM Soal Program Ramadhan
Wakil Ketua 4 BAZNAS Kabupaten Bandung H. Sarnapi mengisi talkshow rutin bulanan di Radio Kandaga FM 100,8 FM. Acara pada Selasa 18 Februari 2025 dipandu penyiar Kandaga FM, Ibu Asri, bertempat di Studio Komplek Pemkab Bandung. Dalam talk show tersebut, H. Sarnapi memaparkan makna di balik tema program Ramadhan yakni cahaya bagi Muzakki maupun Mustahik. "Jadi menyisihkan sebagian harta kita bisa menjadi cahaya bagi penbayar zakat atau Muzakki maupun bagi penerimanya atau Mustahik," katanya. Lebih jauh H. Sarnapi memaparkan berbagai program selama Ramadhan yang bisa diakses baik Muzakki maupun Mustahik. "BAZNAS Kabupaten Bandung membuat program paket yatim bahagia, bekal berkah ibadah, kado hari raya bagi dhuafa, dan paket belanja hari raya bagi yatim," katanya. Program lainnya adalah paket sahur dan berbuka puasa, paket THR ustaz dan ustazah, paket zakat fitrah, paket berkah ojek online, dan mudik gratis. "Untuk WA center informasi program Ramadhan bisa hubungi 081313801786. Sedangkan bagi muslimin yang akan ikut berdonasi bisa ke website kabbandung.baznas.go.id atau rekening BSI No 76-555-555-81an BAZNAS Kabupaten Bandung," katanya.***
BERITA18/02/2025 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
BAZNAS Kabupaten Bandung Ajak Sekolah Swasta Bentuk UPZ
BAZNAS Kabupaten Bandung Ajak Sekolah Swasta Bentuk UPZ
Wakil Ketua 4 BAZNAS Kabupaten Bandung H. Sarnapi mengajak para kepala SD swasta di Kabupaten Bandung untuk menggali potensi zakat, infak dan sedekah (ZIS) di lembaganya masing-masing. Ajakan ini disampaikan dalam pembinaan para kepala SD swasta di Hotel Gumilang Regency, Ledeng, Kota Bandung, Rabu 12 Februari 2025. Untuk diketahui, Acara dihadiri Kepala Disdik Kabupaten Bandung H. Enjang Wahyudi, Kasi SD Disdik Kabupaten Bandung Amim Meriatna Subhan, dan Ketua Forum SD Swasta H. Andris. Lebih jauh H. Sarnapi mengatakan, sesuai dengan asal katanya, maka zakat sebenarnya lebih bermanfaat bagi para pembayarnya. "Zakat itu bermakna berkah, berlipat ganda, dan membersihkan harta kita. Kalau ingin seperti itu, maka berzakatlah minimal infak," ujarnya. Penggalian ZIS ini sangat bermanfaat juga buat lembaga pendidikan karena bisa membantu pihak sekolah maupun para guru. "Caranya dengan membentuk Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) dengan SK dari ketua BAZNAS Kabupaten Bandung. Pembentukan UPZ ini sangat mudah karena kepengurusan bisa tiga orang yakni ketua, sekretaris dan bendahara," ucapnya. Dengan adanya UPZ ini bisa menghindarkan diri dari istilah pungli atau pungutan liar karena pengumpulan infak dipayungi lembaga resmi.***
BERITA14/02/2025 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
Kemenag Kabupaten Bandung Menguatkan Sinergitas Pengelolaan ZIS Bersama BAZNAS
Kemenag Kabupaten Bandung Menguatkan Sinergitas Pengelolaan ZIS Bersama BAZNAS
BAZNAS merupakan lembaga resmi pemerintah non struktural untuk mengelola zakat, infaq dan shadaqah di Indonesia. Karenanya kami dari Kemenag menjadikan BAZNAS ini sebagai Bapaknya UPZ di Kementrian Agama di Kabupaten Bandung. Demikian pernyataan Ibu Hj. Nana Rostiana, M.Ag. dalam acara Pembinaan Pegawai dan Stekholder Kemenag Kabupaten Bandung, Rabu, 12 Pebruari 2025 di Gedung Ormas Kabupaten Bandung. Di hadapan 500 lebih pegawai Kemenag Kabupaten Bandung, Ibu Nana biasa dipanggil, mengajak pegawai dan stekholder Kemenag Kabupaten Bandung untuk meningkatkan kesadaran berzakat, infaq dan sedekah melalui UPZ Kemenag Kabupaten yang nantinya diserahkan ke BAZNAS Kabupaten Bandung. Kepala Kemenag Kabupaten Bandung, Bapak Dr. KH. Cece Hidayat, MSi dalam sambutannya menerangkan bahwa BAZNAS merupakan produk UU RI yang menguatkan dan meneguhkan kita untuk mengelola ZIS secara masif untuk kaum muslimin. Karenanya pegawai dan stekholder Kemenag berkewajiban untuk mensosialisasikan secara sistemik kepada ummat dan disinergikan dengan BAZNAS Kabupaten Bandung. Saya sebagai Kepala Kemenag Kabupaten Bandung yang sekaligus Dewan Pengawas BAZNAS Kabupaten Bandung melihat kesungguhan, kekompakkan dan integritas para pimpinan dan amilin BAZNAS Kabupaten Bandung terlihat nyata. Salah satu indikatornya adalah trust atau kepercayaan dari masyarakat sehingga terus meningkat dalam penghimpunan dan pendistribusian kepada para penerima manfaat yang dikelola oleh BAZNAS Kabupaten Bandung dengan prinsip aman syar'i, aman regulasi dan aman NKRI. Sementara Wakil Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, Drs. H. Jamjam Erawan, MAP berterima kasih kepada pimpinan dan pegawai Kemenag yang telah bersinergi dengan BAZNAS dalam pengelolaan ZIS di lingkungan Kemenag Kabupaten Bandung. "Karena BAZNAS ini tempat ibadah maliyah kaum muslimin untuk mebersikan harta dan jiwa para muzakki, serta pulau harapan bagi para mustahik. Secara faktual, kata Ustadz Jamjam Erawan, kehadiran BAZNAS telah banyak memberikan manfaat dan mashlahat bagi warga khususnya warga Kabupaten Bandung. Pada tahun 2024 ada 20.220 penerima manfaat melalui program Bandung Religius. Ada 8.640 penerima manfaat melalui program Bandung Cerdas. Ada 19.407 penerima manfaat melalui program Bandung Sehat. Ada 21.354 penerima manfaat melalui program Bandung Peduli dan ada 429 penerima manfaat melalui program Bandung Berdaya Saing. Belum lagi lebih dari 500 rumah rusak ringan dan lebih dari 50 tempat ibadah yang telah menerima bantuan manfaat dari BAZNAS bagi saudara kita yang terkena dampak gempa di Kertasari dan Pangalengan yang merupakan bentuk kepedulian dari ASN Kabupaten Bandung melalui KORPRI Kabupaten Bandung yang diamanahkan ke BAZNAS Kabupaten Bandung. Mari kita tingkatkan sinergi antara BAZNAS, Kemenag dan lembaga lainnya untuk beribadah maliyah kita kepada Allah sekaligus mewujudkan solidaritas sosial kita melalui BAZNAS Kabupaten Bandung.***
BERITA13/02/2025 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
Roadshow BAZNAS di Lingkungan Kemenag Kab. Bandung Berlanjut
Roadshow BAZNAS di Lingkungan Kemenag Kab. Bandung Berlanjut
Pembinaan ASN, non-ASN dan PPPK Kementerian Agama Kab. Bandung dalam rangka optimalisasi zakat profesi dan infak sedekah terus berlanjut. Pada Senin 10 Februari 2025 Ketua BAZNAS Kab. Bandung menghadiri langsung acara roadshow yang diinisiasi oleh Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kemenag Kab. Bandung. Ketua BAZNAS Kab. Bandung, H. Yusuf Ali Tantowi dalam kesempatan tersebut menjelaskan sekilas mengenai zakat profesi. "Ini bukan pemotongan, tapi penyelamatan," katanya. "Kami berupaya untuk memastikan zakat, infak sedekah yang diterima didistribusikan dengan baik," sambungnya. Mengenai zakat profesi, dirinya menyebut ada beberapa perbedaan pendapat ulama. "Zakat profesi adalah zakat yang dikeluarkan dari pekerjaan," ucapnya. "Harta bapak/ibu adalah harta yang sudah dikeluarkan untuk zakat, infak sedekah," tuturnya. Senada dengan itu, Kepala Kantor Kemenag Kab. Bandung H. Cece Hidayat mengungkap masih sedikit ASN Kabupaten Bandung yang menunaikan zakatnya. "ASN yang membayar zakat di Kab. Bandung tidak sampai setengahnya," ucapnya. "Oleh karena itu saya minta dukungan semuanya, mengikhlaskan," sambungnya. "Diselamatkan hartanya, supaya gajinya dibersihkan," pungkasnya.***
BERITA10/02/2025 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
BAZNAS Kabupaten Bandung Terima Silaturahmi BAZNAS Kota Gorontalo
BAZNAS Kabupaten Bandung Terima Silaturahmi BAZNAS Kota Gorontalo
BAZNAS Kabupaten Bandung menerima kunjungan silaturahmi dari BAZNAS Kota Gorontalo, Senin 10 Februari 2025. Pimpinan BAZNAS Kota Gorontalo yang hadir adalah Ketua Mohammad Husain Rauf, Wakil Ketua II Riton Ma'ruf, Wakil Ketua III H. Mansyur Ronosumitro, dan dua pelaksana Bidang distribusi yakni Saleh Zakaria dan Norma Ningsih Bungi. Sedangkan dari BAZNAS Kabupaten Bandung dihadiri Wakil Ketua III H. Dudi Abdul Hadi dan Waka IV H. Sarnapi. Hadir juga Kabag Bidang PKP Adjat Abdullah Mubarok, Kabag SAU Hendra, dan Kepala Kantor H. Kasmita. Menurut Mohammad Husain, silaturahmi ini untuk mendapatkan pengalaman dan pengetahuan pengelolaan zakat, infak dan sedekah (ZIS). "Kami melihat BAZNAS Kabupaten Bandung memiliki kelebihan sehingga dalam pengumpulan dan pendistribusian juga termasuk baik," katanya. Menanggapi hal itu, H. Sarnapi menyatakan, BAZNAS Kabupaten Bandung terus melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi pengumpulan ZIS. "Intensifikasi dengan dibekali Instruksi Bupati kepada para ASN agar membayar zakat bukan hanya dari gaji melainkan juga tunjangan kinerjanya," ujarnya. Sedangkan ekstensifikasi dengan menggali potensi yang selama ini belum optimal khususnya dari para guru, perusahaan dan instansi vertikal. "Alhamdulillah dengan berbagai terobosan pada tahun 2024 bisa mencapai target pengumpulan sebesar Rp12 miliar dan tahun 2025 target dinaikkan menjadi Rp17 miliar," katanya.
BERITA10/02/2025 | Humas BAZNAS Kab Bandung
Kadisdik Kabupaten Bandung Komit Tunaikan ZIS ke BAZNAS Kab. Bandung
Kadisdik Kabupaten Bandung Komit Tunaikan ZIS ke BAZNAS Kab. Bandung
Kepala Sekolah merupakan sosok yang sangat strategis untuk menyampaikan pesan kepada guru, murid dan seluruh stekholder untuk sukses kegiatan belajar dan mengajar hingga juga program strategis lainnya. Termasuk program Zakat, Infak Sedekah di lingkungan sekolah untuk kebersihan harta para muzakki yang dapat membantu kelancaran belajar para mustahik, bisa murid, guru, penjaga sekolah ataupun fasiltas sekolah itu sendiri yang dapat membuat nyaman proses belajar mengajarnya. Hanya program ZIS tersebut harus disampaikan kepada lembaga resmi yang dilindungi oleh negara seperti BAZNAS Kabupaten Bandung. Pernyataan itu disampaikan oleh Drs. H. Jamjam Erawan, MAP; Wakil Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung dihadapan para Kepala Sekolah SD Kabupaten Bandung di Hotel Gumilang Lembang Bandung Barat, Senin, 10 Februari 2025.Acara ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung; Bapak H. Enjang Wahyudin, SAP, MIP didampingi Kabid SD; A. Dian Dihanudin, S.Kom, MAk dan pejabat Disdik lainnya Bapak H. Amin Meriatna S, SPd, MPd.I Kepala Seksi Pembinaan & Pengembangan Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung. Badan Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nasional, Kata Ustadz Jamjam; biasa disingkat dengan BAZNAS merupakan Lembaga Pemerintah Non Struktural yang dilindungi oleh UU No 23 Tahun 2011 yang bertugas untuk menghimpun, mendistribusikan, melaporkan dan mempertanggung jawabkan pelaksanaan pengelolaan zakat dengan memegang prinsip Aman Syar’i, Aman Regulasi dan Aman NKRI. Secara faktual, kehadiran BAZNAS dipastikan banyak memberikan manfaat bagi muzakki, mustahiq dan penegakkan syari’at Islam. Bagi muzakki sebagai tempat ibadah Maliyah yang sistemik, adil dan akuntable sebagai tanda Syukur atas rizki yang dianugerahkan Allah yang berfungsi sebagai pembersih harta dan jiwa. "Bagi mustahik merupakan pulau harapan yang bisa menjadi salah satu solusi problema hidup yang dihadapinya," katanya "Serta dengan menunaikan zakat ke BAZNAS hakikatnya sedang menegakkan hukum Allah yang difasilitasi oleh negara sebagai implementasi dari pengamalan Pancasila, terutama sila pertama," tuturnya. Alhamdulillah, Dinas Pendidikan merupakan salah satu OPD yang ada di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung melalui Kepala Dinasnya, Bapak H. Enjang Wahyudin, ASP, MSi telah membantu BAZNAS untuk menindaklanjuti Intruksi Bupati Bandung No 1 Tahun 2024.Dinas Pendidikan melakukan sosialisasi ZIS dan membentuk Unit Pengumpul Zakat Disdik secara teresendiri, yang memiliki peranan strategis untuk berkolaborasi dengan BAZNAS guna sukses pengumpulan dan pendistribusian ZIS melalui BAZNAS yang akan banyak membawa manfaat bagi dunia pendidikan khususnya di Kabupaten Bandung. Bagi saya; Kata Kadisdik Kabupaten Bandung membayar zakat, infaq dan sedekah ke BAZNAS Kabupaten Bandung karena BAZNAS merupakan lembaga resmi pemerintah untuk mengelola ZIS di Kabupaten Bandung sesuai dengan UU No 23 tahun 2011 dan Intruksi Bupati Bandung No 1 Tahun 2024 serta perintah Allah dalam Quran dan Assunah bagi orang muslim yang ada di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung.***
BERITA10/02/2025 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
BAZNAS Kabupaten Tetapkan Nilai Zakat Fitrah dan Fidyah 1446 H
BAZNAS Kabupaten Tetapkan Nilai Zakat Fitrah dan Fidyah 1446 H
BAZNAS Kabupaten Bandung, Kemenag, MUI dan ormas-ormas Islam akhirnya menetapkan besaran zakat fitrah 2,7 Kg atau bila diuangkan Rp38.000 per orang. Kaum Muslimin yang membayar zakat fitrah juga diimbau untuk memberikan infak Rp2.000 per orang. Sedangkan nilai fidyah bagi Muslimin yang tak mampu berpuasa sebesar Rp45.000 per orang tiap harinya. Menurut perwakilan Dinas Perdagangan dn Industri Kabupaten Bandung, Hj. Susi, nilai zakat fitrah berdasarkan data harga beras rata-rata pada Selasa 4 Februari 2025. "Harga beras di 9 pasar di Kabupaten Bandung untuk Beras premium Rp15.000/kg, Beras medium Rp12.800/kg dan IR 64 Rp13.700/kg," katanya. Per tanggal 4 Februari 2025 harga beras di Kabupaten Bandung cukup stabil dan stok juga aman. "Kalau pun ada kenaikan harga beras baru terjadi dua tahun terakhir ini," katanya. Ketua Komisi di MUI Kabupaten Bandung H. Mamat Saiful Qadir menyatakan, penetapan zakat fitrah dengan mengambil harga beras rata-rata sebab kondisi masyarakat yang memang kurang menggembirakan. "Sedangkan Besaran zakat fitrah baik 2,5 kg, 2,7 kg maupun 2,8 kilogram adalah ijtihad dan bila ambil lebih tinggi mengarah ke kehati-hatian," katanya. Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Bandung, Gus Ali Fadhil menyatakan, siap mendorong dan mendukung besaran zakat fitrah, fidyah dan sedekah yang ditetapkan BAZNAS Kabupaten Bandung bersama dengan ormas-ormas Islam. Sementara PD Muhammadiyah, Ustaz Gun Gun menyatakan, BAZNAS Kabupaten Bandung dua tahun lalu menetapkan jumlah zakat fitrah 2,7 kg sesuai dengan fatwa MUI Nom 65/2022 karena prinsip kehati-hatian daripada kurang sehingga ambil yang lebih tinggi. Sedangkan Ketua LAZ Persis kabupaten Bandung Ustaz Ade Komarudin menyatakan, zakat fitrah minimal 2,5 kg dan untuk kehati-hatian sebesar 2,7 kg atau 2,8 kg. "Kalau harga tiga beras itu digabungkan lalu dibagi tiga, maka besaran zakat fitrah tahun ini Rp38.000 per orang," ujarnya. Terakhir pengurus Kesejahteraan dan Sosial PC Syarikat Islam (SI) Kabupaten Bandung, Ustaz Syafrudin, siap mengikuti hasil rapat dan siap mendukung keputusan yang diambil BAZNAS dan ormas-ormas Islam. Suara sama juga dari sekretaris PC NU Kabupaten Bandung Ustaz Asrofil Anam, yang Menerima keputusan rapat penetapan zakat fitrah dan fidyah baik 2,5 kg per orang maupun 2,7 kg per orang. Acara pada Kamis 6 Februari 2025 dihadiri Asisten Pemkesra H. Ruli Hadiana, Kabag Kesra Hj. Lilis Suryani, Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kemenag Kabupaten Bandung Hj. Nana, dan Waka 1 H. Jamjam Erawan. Acara juga dihadiri Ketua Komisi di MUI Kabupaten Bandung KH. Mamat S. Qadir, dan pengurus ormas Islam dari NU, Persis, Muhammadiyah, DMI, Syariat Islam, dan LDII. Menurut Ustaz Jamjam, seperti biasanya tiap tahun harus ada penetapan nilai zakat fitrah dan fidyah disesuaikan dengan harga beras terkini. "Pada tahun lalu zakat fitrah ditetapkan sebesar Rp40.000, sedangkan jumlah fidyah Rp45.000," katanya. Pada tahun ini juga BAZNAS Kabupaten Bandung dan ormas-ormas Islam mulai mengimbau adanya infak ramadhan yang menyertai nilai zakat fitrah sebesar Rp2.000 per orang.***
BERITA06/02/2025 | Humas BAZNAS Kab Bandung
MGMP PAI SMP Didukung BAZNAS Kabupaten Bandung Gelar Seminar Peningkatan Kompetensi Guru
MGMP PAI SMP Didukung BAZNAS Kabupaten Bandung Gelar Seminar Peningkatan Kompetensi Guru
Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Islam (PAI) didukung BAZNAS Kabupaten Bandung menggelar seminar bertajuk "Peningkatan Kompetensi Profesional Guru PAI di Era Digital". Acara di Aula Oryza Sativa Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Selasa 4 Februari 2025, dihadiri Kabid Pendidikan Agama Islam (PAI) H. Asnawi, Katim PAIS Jabar H. Yiyi, Ketua MGMP PAI SMP Jabar Asep Saepuloh, Ketua MGMP SMP PAI Kabupaten Bandung, Dani. Menurut Dani, acara ini merupakan kerja sama dengan BAZNAS Kabupaten Bandung sehingga acara bisa berjalan. "Alhamdulillah bantuan dari BAZNAS ini sudah beberapa kali sehingga kegiatan MGMP PAI SMP bisa berjalan dengan baik," katanya dalam acara yang dihadiri para guru MGMP PAI di Kota dan Kabupaten Bandung, Kota Cimahi dan Bandung Barat. Sedangkan Asep Saepuloh mengatakan, seminar ini merupakan salah satu peta jalan peningkatan kompetensi guru PAI. "Apalagi saat ini di era digital sehingga kondisi saat ini tak seperti zaman dulu ketika sekolah dan kuliah," ucapnya. Sedangkan H. Asnawi mengatakan, keberadaan guru-guru PAI sangatlah strategis karena mengawal pendidikan terutama pembentukan karakter para siswa. "Saya sangat berterima kasih kepada para guru PAI sehingga akhlak para siswa bisa terjaga dengan baik," ujar Asnawi yang juga mantan Kepala Kemenag Kota Depok dan Kabupaten Bekasi ini.
BERITA04/02/2025 | Humas BAZNAS Kab Bandung
Saat Siraman Rohani ASN Pemkab Bandung, BAZNAS Kabupaten Bandung Singgung Baru 3 OPD yang Bayar ZIS Sesuai Inbup
Saat Siraman Rohani ASN Pemkab Bandung, BAZNAS Kabupaten Bandung Singgung Baru 3 OPD yang Bayar ZIS Sesuai Inbup
Seperti biasanya BAZNAS Kabupaten Bandung memberikan laporan pengumpulan dan pendistribusian zakat, infak dan sedekah (ZIS) kepada para pejabat dan ASN Pemkab Bandung. Acara berupa siraman rohani (Siroh) pada Senin, 3 Februari 2025, di Gedung M. Toha dihadiri Bupati Bandung HM Dadang Supriatna, Sekda H. Cahra Amiyana, dan para kepala dinas/badan di lingkungan Pemkab Bandung. Dari BAZNAS Kabupaten Bandung hadir Waka 1 Ustaz Jamjam Erawan, Waka 2 H. Abdul Rauf, dan Waka 4 H. Sarnapi. Menurut Ustaz Jamjam, pengumpulan pada Januari biasanya mengalami penurunan karena baru di awal tahun, tapi pada tahun 2025 mengalami peningkatan. "Meski peningkatan belum signifikan, tapi Alhamdulillah di Januari ini pengumpulan ZIS mencapai lebih dari Rp755 juta," katanya. Diharapkan pada bulan-bulan berikutnya pengumpulan akan naik kembali karena target BAZNAS kabupaten Bandung tahun 2025 sebesar Rp17 miliar. "Kami optimistis target ini bisa tercapai karena potensi pengumpulan ZIS masih besar," katanya. Mengenai pendistribusian ZIS pada Januari ini, kata Ustaz Jamjam, terbagi dalam bidang kemanusiaan sebanyak 1.274 orang. "Sedangkan bidang kesehatan 10 orang, bidang pendidikan 14 orang, bidang dakwah dan advokasi 2.051 orang dan bidang ekonomi 146 orang," katanya.
BERITA03/02/2025 | Humas BAZNAS Kab Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Terima Yayasan Anak Bunda Istimewa yang Santuni Disabilitas
BAZNAS Kabupaten Bandung Terima Yayasan Anak Bunda Istimewa yang Santuni Disabilitas
BAZNAS Kabupaten Bandung kedatangan tamu istimewa dari Yayasan Anak Bunda Istimewa (ABI) yang menyantuni anak-anak memiliki kebutuhan khusus. Pengurus Yayasan ABI yang hadir adalah Pembina Ibu Rika Yulianti dan pengurus Kabupaten Bandung yakni Ibu Yunie dan Ibu Yiyis. Menurut Ibu Rika, di Kabupaten Bandung yang bergabung dalam yayasan ABI sebanyak 229 anak. "Yayasan ABI memang khusus bagi para penderita Cerebral Palsy atau kelumpuhan otak. Kami ingin kerja sama dengan BAZNAS Kabupaten Bandung untuk bisa memberdayakan anak-anak kami," ucapnya. Pengurus BAZNAS Kabupaten Bandung yang hadir adalah Ketua BAZNAS H. Yusuf Ali Tontowi, Waka 1 H. Jamjam Erawan dan Waka 4 H. Sarnapi. Kerja sama yang bisa dilakukan dengan BAZNAS bisa dengan pemberdayaan ekonomi orangtua anak, terapi maupun pertemuan Yayasan ABI. "Insya Alloh BAZNAS selalu terbuka kepada siapa saja dan siap membantu ketika dana masih mencukupi," katanya. Selama ini BAZNAS Kabupaten Bandung juga banyak membantu para penyandang disabilitas. "Dengan Asosiasi Disabilitas Perempuan dan Lansia (ADPL) saja sudah empat kali menggelar kegiatan baksos untuk pengukuran kaki dan tangan palsu," katanya.
BERITA03/02/2025 | Humas BAZNAS Kab Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung dan ADPL Bantu Pembuatan Kaki dan Tangan Palsu untuk Disabilitas
BAZNAS Kabupaten Bandung dan ADPL Bantu Pembuatan Kaki dan Tangan Palsu untuk Disabilitas
Masih banyak penyandang disabilitas yang membutuhkan kaki maupun tangan palsu sehingga BAZNAS Kabupaten Bandung ikut tergerak untuk membantunya. Menggandeng Asosiasi Disabilitas Perempuan dan Lansia (ADPL), BAZNAS Kabupaten Bandung melakukan pengukuran cetakan pembuatan kaki dan tangan palsu. "Pada hari ini, Jumat 31 Januari 2025, untuk keempat kalinya kami bekerja sama dengan BAZNAS Kabupaten Bandung memberikan bantuan kepada para penyandang disabilitas," kata Ketua ADPL, Sri Agustini Joekanan. Hadir dalam bakti sosial itu adalah Wakil Ketua 4 BAZNAS Kabupaten Bandung H. Sarnapi, Kepala Kantor BAZNAS H. Kasmita, dan perwakilan ormas kepemudaan yang ikut membantu penyandang disabilitas. Lebih jauh Sri mengatakan, bantuan pembuatan kaki dan tangan palsu ini sangat dinantikan para penyandang disabilitas karena untuk meningkatkan taraf kehidupannya. "Optimisme hidup juga akan makin tumbuh kalau sudah mendapatkan kaki dan tangan palsu karena mereka bisa untuk mencari nafkah kembali," katanya. Sementara H. Sarnapi mengatakan, kepedulian dari BAZNAS Kabupaten Bandung ini sebagai salah satu bentuk penyaluran amanah zakat, infak dan sedekah dari kaum Muslimin khususnya para ASN. "Alhamdulillah BAZNAS memiliki program bantuan bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, kebencanaan dan termasuk bantuan kepada disabilitas," katanya. Sementara penyandang disabilitas, Kastori (61), terlihat sumringah saat akan dilakukan pengukuran kaki palsu untuk kaki kirinya yang terpaksa diamputasi. "Saya penyandang diabetes sehingga akhirnya dokter memutuskan kaki kiri diamputasi sampai hampir menyentuh lutut. Saya ucapkan terima kasih kepada ADPL dan BAZNAS Kabupaten Bandung atas bantuan yang sangat berharga ini," katanya.
BERITA31/01/2025 | Humas BAZNAS Kab Bandung
Sosialisasi BAZNAS Kab. Bandung di Wilayah UPZ Desa Sayati
Sosialisasi BAZNAS Kab. Bandung di Wilayah UPZ Desa Sayati
Pada Sabtu 25 Januari 2025, BAZNAS Kab. Bandung menghadiri undangan dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa Sayati. Dalam kesempatan ini, Ketua BAZNAS Kab. Bandung H. Yusuf Ali Tantowi hadir menyampaikan terkait zakat, infak dan sedekah. Dirinya menjelaskan, tidak akan berkurang harta karena zakat infak sedekah. "Harta yang dititipkan ke UPZ bukan terpotong atau terbagi. Justru terjaga dan menjadi harta abadi," ucapnya. Ia melanjutkan, langkah untuk memaksimalkan zakat, infak sedekah salah satunya dengan menjaga amanah. Dirinya kemudian berharap UPZ di wilayah Kab. Bandung bisa aktif di setiap harinya. "Kami berharap UPZ bisa aktif setiap hari, karena permasalahan sosial muncul di tiap hari," ujarnya. "Ke depan, kami berharap masalah di Kabupaten Bandung bisa diselesaikan di tingkat desa," pungkasnya.***
BERITA25/01/2025 | Humas BAZNAS Kab Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Bagikan Dana Stimulan bagi Korban Gempa Bumi Kertasari
BAZNAS Kabupaten Bandung Bagikan Dana Stimulan bagi Korban Gempa Bumi Kertasari
BAZNAS Kabupaten Bandung mulai menyalurkan dana stimulan bagi korban gempa bumi di Kecamatan Kertasari dan Kecamatan Pangalengan. Acara pada Rabu 22 Januari 2025 dihadiri Camat Kertasari Heri Mulyadi, para kepala desa, Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung KH. Yusuf Ali Tantowi, dan Wakil Ketua 2 BAZNAS Kabupaten Bandung H. Abdul Rauf. Menurut KH. Yusuf Ali, distribusi dana stimulan bagi korban gempa bumi ini merupakan tahap pertama untuk warga masyarakat yang menjadi korban gempa bumi. "Gempa bumi yang menimpa 8 kecamatan di Kabupaten Bandung pada September 2024 lalu dengan kerusakan terparah di Kertasari," katanya. Untuk rumah warga yang rusak dan berdiri di atas tanah pribadi mendapatkan bantuan perbaikan dari pemerintah pusat. "Sedangkan BAZNAS Kabupaten Bandung didukung Pak Bupati dan donasi ASN membantu perbaikan rumah yang berdiri di atas tanah carik maupun tanah milik perkebunan," katanya. BAZNAS juga menambah dana stimulan itu dari hasil pengumpulan masyarakat. "Dari donasi ASN mencapai Rp900 juta ditambah pengumpulan BAZNAS sekitar Rp100 juta lebih sehingga bisa membantu warga maupun rumah ibadah dan madrasah yang rusak," katanya. Untuk rumah rusak sangat ringan, ringan, sedang dan rusak berat semuanya mendapatkan Rp1 juta yang semuanya dari donasi ASN. "Tapi khusus rumah rusak sedang kita tambah Rp2 juta dan rumah rusak berat akan dibangun kembali oleh BAZNAS," ujarnya.
BERITA22/01/2025 | Humas BAZNAS Kab Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Isi Talkshow di Radio Kandaga FM, Ini Hal yang Dibahas
BAZNAS Kabupaten Bandung Isi Talkshow di Radio Kandaga FM, Ini Hal yang Dibahas
Sebagai upaya penyadaran akan pentingnya pembayaran zakat, infak dan sedekah (ZIS), dan pertanggungjawaban atas kinerja selama tahun 2024, BAZNAS Kabupaten Bandung menggelar talkshow di Radio Kandaga FM. Acara pada Selasa, 21 Januari 2025, dengan penyiar Asri dan pemateri Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung KH. Yusuf Ali Tantowi dan dihadiri Wakil Ketua 4 BAZNAS H. Sarnapi. Menurut KH. Yusuf, sosialisasi keberadaan BAZNAS Kabupaten Bandung harus terus digelorakan agar bisa memberikan manfaat lebih besar kepada masyarakat. "Karena di masyarakat bahkan pejabat pun masih ada salah memahami antara BAZNAS dengan Basarnas. Padahal dua lembaga itu berbeda jauh," ucapnya. Dia menambahkan, pada tahun 2024 target BAZNAS Kabupaten Bandung sebesar Rp12 miliar bisa tercapai bahkan melampaui sebesar Rp12,2 miliar. "Sedangkan target tahun 2025 dinaikkan menjadi Rp17 miliar dan insya Allah kami optimistis bisa tercapai juga," ucapnya. BAZNAS Kabupaten Bandung mengucapkan terima kasih kepada para Muzakki, mutashaddik maupun munfik yang telah menitipkan ZIS. "BAZNAS menyalurkan pengumpulan ZIS untuk 5 program utama baik pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, bencana alam, rumah tak layak huni dan lain-lain," katanya.
BERITA21/01/2025 | Humas BAZNAS Kab Bandung
Disdik dan BAZNAS Kabupaten Bandung Gelar Sosialisasi ke Semua SMP
Disdik dan BAZNAS Kabupaten Bandung Gelar Sosialisasi ke Semua SMP
Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung dan BAZNAS Kabupaten Bandung menggencarkan sosialisasi kesadaran membayar zakat, infak dan sedekah (ZIS) kepada para kepala sekolah dan guru di lingkungan SMP negeri dan SMP swasta. Sosialisasi ini merupakan tindak lanjut dari instruksi bupati No. 1 tahun 2024 tentang pembayaran ZIS. "Sosialisasi ini juga untuk berupaya membersihkan harta sekaligus menjadikan penghasilan para ASN Disdik menjadi berkah," kata Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Bandung H. Jamjam Erawan. Sosialisasi yang didorong juga oleh Kepala Disdik Kabupaten Bandung H. Enjang Wahyudin, dan Kabid SMP H. Yusuf Salim ini terbagi ke sub-sub rayon. Untuk sub rayon 1 yang terdiri atas Kecamatan Baleendah, Pameungpeuk dan Dayeuhkolot dilaksanakan pada Jumat, 17 Januari 2024, bertempat di aula SMPN 1 Baleendah. Hadir sebagai pembicara adalah Wakil Ketua 4 BAZNAS Kabupaten Bandung H. Sarnapi didampingi Penyusun Data Bidang SMP Disdik, Wisnu Aminuddin. Saat sosialisasi juga dilakukan penyerahan bantuan dari BAZNAS Kabupaten Bandung kepada guru maupun tenaga kebersihan sekolah.
BERITA17/01/2025 | Humas BAZNAS Kab Bandung
Meriah, Peringatan HUT BAZNAS di BAZNAS Kabupaten Bandung dengan Berbagai  Santunan
Meriah, Peringatan HUT BAZNAS di BAZNAS Kabupaten Bandung dengan Berbagai  Santunan
Acara di aula BAZNAS kabupaten Bandung Jln. Terusan Al Fathu Soreang diisi dengan khataman Al Qur'an oleh para Amil dan amilat serta anak-anak yatim piatu. Acara lainnya berupa santunan kepada 50 anak yatim piatu sekitar kantor BAZNAS, santunan kepada pegawai honorer Satpol Pamong Praja, dan pemberian makan siang kepada sopir angkot, ojek, maupun pemulung. Selain itu, BAZNAS Kabupaten Bandung juga menyerahkan secara simbolis kepada para korban gempa bumi yang rumahnya rusak ringan. "Kami juga akan membantu perbaikan fasilitas ibadah yang rusak akibat gempa di Kecamatan Kertasari dan Pangalengan," kata Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung H. Yusuf Ali Tantowi didampingi Wakil Ketua 3 H. Dudi Abdul Hadi dan Wakil Ketua 4 H. Sarnapi. BAZNAS Kabupaten Bandung menyalurkan donasi untuk korban gempa bumi dari para ASN Pemkab Bandung, Kemenag maupun masyarakat yang peduli. Bantuan secara simbolis diterima oleh dua orang korban gempa bumi dari Desa Cibeureum, Kecamatan Kertasari. Kemeriahan HUT BAZNAS juga dihadiri Camat Kertasari H. Heri Mulyadi, Kades Cibeureum Atep Ahmad dan Ketua UPZ Kecamatan Kertasari KH. Abdul Qahar.
BERITA17/01/2025 | Humas BAZNAS Kab Bandung
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Bandung.

Lihat Daftar Rekening →