WhatsApp Icon
Dorong Pemberdayaan Ekonomi Umat, BAZNAS Kab Bandung Teken MoU dengan Telkom University

DAYEUHKOLOT, 22 JANUARI 2026 — BAZNAS Kabupaten Bandung resmi menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Center of Excellence (CoE) Smart MSME & Halal Ecosystem (SHE) Telkom University pada Kamis, 22 Januari 2026. Penandatanganan MoU ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi antara lembaga pengelola zakat dengan institusi pendidikan tinggi.

Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Bandung diwakili langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Yusuf Ali Tantowi. Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi wadah sinergi dalam pengembangan program-program berbasis pemberdayaan dan keilmuan, khususnya yang berkaitan dengan ekonomi umat dan ekosistem halal.

Secara umum, ruang lingkup MoU ini mencakup kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan sumber daya kelembagaan. Kolaborasi ini diarahkan untuk mendorong inovasi dan penguatan kapasitas lembaga, baik di lingkungan BAZNAS maupun Telkom University.

Dalam kegiatan tersebut, H. Yusuf Ali Tantowi juga memaparkan salah satu program terbaru BAZNAS Kabupaten Bandung yang baru saja diluncurkan, yakni program Z Kosmetik. Program ini merupakan salah satu bentuk upaya BAZNAS dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui sektor usaha berbasis produk halal.

“Bentuk programnya merupakan paket yang diberikan oleh BAZNAS,” ujarnya.

Melalui penandatanganan MoU ini, BAZNAS Kabupaten Bandung berharap dapat memanfaatkan dukungan akademik, riset, dan inovasi dari Telkom University, khususnya CoE Smart MSME & Halal Ecosystem (SHE), dalam mengembangkan program-program pemberdayaan yang lebih terukur dan berdampak luas.

Kerja sama ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui kegiatan pengabdian, sekaligus memperkuat peran zakat dalam mendukung pembangunan sosial dan ekonomi di Kabupaten Bandung.***

22/01/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Perkuat Kolaborasi dengan Disnaker dalam Implementasi ZIS

SOREANG, 20 JANUARI 2026 — BAZNAS Kabupaten Bandung berkesempatan hadir dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bandung pada Selasa, 20 Januari 2026. Kegiatan tersebut mengusung tema Implementasi Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial.

Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala Disnaker Kabupaten Bandung H. Dadang Komara, Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung H. Yusuf Ali Tantowi, serta Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Bandung H. Jamjam Erawan. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara BAZNAS dan Disnaker dalam mendorong optimalisasi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di lingkungan dunia usaha dan ketenagakerjaan.

Dalam pemaparannya, Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung H. Yusuf Ali Tantowi menjelaskan bahwa keberadaan ZIS tidak hanya berdampak pada aspek sosial kemasyarakatan, tetapi juga memiliki manfaat lain yang strategis.

Menurutnya, selain menjadi solusi berbagai persoalan sosial, zakat, infak, dan sedekah juga dapat menjadi pengurang pajak bagi para muzakki atau wajib zakat. Hal ini menjadi salah satu nilai tambah yang dapat mendorong peningkatan kesadaran berzakat di kalangan perusahaan maupun para pekerja.

Sementara itu, Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Bandung H. Jamjam Erawan memaparkan tentang kewajiban menunaikan zakat bagi mereka yang telah mencapai nisab.

“Rizki akan bersih, jiwa akan tenang. Kalau tidak mencapai nisab, dianjurkan untuk berinfak,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya legalitas dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah agar tidak terjadi penyimpangan atau praktik pungutan liar.

“Kami harapkan ke depan bapak dan ibu yang punya perusahaan membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ),” jelasnya.

Menurutnya, keberadaan UPZ di lingkungan perusahaan akan memberikan manfaat besar, baik bagi perusahaan maupun karyawan.

“Manfaatnya akan kembali lagi kepada karyawan ibu bapak semua,” tambahnya.

Untuk diketahui, sebelumnya BAZNAS Kabupaten Bandung bersama Disnaker Kabupaten Bandung telah menjalin kolaborasi dalam menggali potensi ZIS di kalangan perusahaan dan pekerja. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui program bertajuk Pekerja Berkah, Masyarakat Sejahtera.

Program ini bertujuan untuk menghimpun zakat, infak, dan sedekah dari kalangan pekerja, yang nantinya akan disalurkan kembali untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan sosial serta membantu kesejahteraan pekerja dan keluarganya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak perusahaan di Kabupaten Bandung yang tergerak untuk membentuk UPZ serta berpartisipasi aktif dalam gerakan zakat. Sinergi antara BAZNAS dan Disnaker Kabupaten Bandung diharapkan dapat terus berlanjut guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang lebih luas dan merata.***

20/01/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kab. Bandung
HUT ke-25 BAZNAS, BAZNAS Kabupaten Bandung Perkuat Pemberdayaan lewat Z-Kosmetika

SOREANG, 20 JANUARI 2026 — BAZNAS Kabupaten Bandung memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 BAZNAS dengan rangkaian kegiatan berupa peluncuran program Z-Kosmetika, istigasah, serta penyerahan bantuan kepada 50 penerima manfaat. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung BAZNAS Center, pada Selasa, 20 Januari 2026.

Acara dihadiri oleh jajaran pimpinan BAZNAS Kabupaten Bandung, Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kabupaten Bandung Hj. Nana Rostiana, serta Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Pemkab Bandung, H. Erwin Rinaldi.

Turut hadir sejumlah mitra pengusaha yang selama ini bersinergi dengan BAZNAS dalam pemberdayaan masyarakat, di antaranya dr. Titin Nugroho Rini dari PT Marizk Mahkota Rizki, Bunda Liena Mulyadi dari Koperasi Lumbung Indonesia, Krisna selaku pengusaha Fintech Syariah dan penyalur tenaga kerja ke Jepang, Nicolaus Iskandar dari Yayasan Brader, serta Binar dari Lokapala Parking.

Wakil Ketua Bidang Pengumpulan BAZNAS Kabupaten Bandung, Ustaz H. Jamjam Erawan, menyampaikan bahwa capaian pengumpulan zakat, infak, dan sedekah pada tahun 2025 berhasil melampaui target. Dari target sebesar Rp17 miliar, BAZNAS Kabupaten Bandung mampu menghimpun dana hingga Rp17,5 miliar.

Untuk tahun 2026, BAZNAS Kabupaten Bandung menargetkan pengumpulan ZIS sebesar Rp18 miliar sesuai ketetapan BAZNAS RI. Namun demikian, pihaknya optimistis capaian tersebut dapat melampaui target hingga Rp24 miliar. Adapun pendistribusian dan pendayagunaan ZIS difokuskan pada lima bidang utama, yakni pendidikan, pemberdayaan ekonomi, keagamaan, kepedulian sosial, dan kesehatan.

Ia juga mengungkapkan bahwa setiap harinya BAZNAS Kabupaten Bandung menerima sekitar 30 permohonan bantuan dari masyarakat. Seiring meningkatnya kepercayaan publik, permohonan bantuan pun terus bertambah. Dalam kesempatan tersebut, ia turut mengapresiasi peningkatan signifikan penghimpunan dari UPZ Kementerian Agama Kabupaten Bandung yang pada tahun 2025 mencapai Rp2,5 miliar.

Sementara itu, H. Erwin Rinaldi menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bandung dalam mendukung optimalisasi pengumpulan ZIS yang dilakukan BAZNAS Kabupaten Bandung, khususnya dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN). Ia berharap kontribusi dari sejumlah perangkat daerah, termasuk Dinas Pendidikan, dapat terus meningkat pada tahun ini.

Pada kesempatan yang sama, BAZNAS Kabupaten Bandung juga menyerahkan piagam penghargaan kepada UPZ Kemenag Kabupaten Bandung atas kontribusinya dalam penghimpunan zakat. Selain itu, diluncurkan pula program Z-Kosmetika, sebagai upaya pemberdayaan ekonomi bagi kaum ibu.

Program Z-Kosmetika diharapkan mampu memberikan keterampilan dan peluang usaha bagi masyarakat, khususnya perempuan, sehingga memiliki sumber pendapatan tambahan dan terhindar dari praktik bank emok maupun pinjaman online ilegal.***

20/01/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
BAZNAS Kabupaten Bandung Dorong Penguatan Peran UPZ Melalui Sosialisasi UPZ Kecamatan Margaasih

KUTAWARINGIN, 20 JANUARI 2026 - BAZNAS Kabupaten Bandung menggelar kegiatan Sosialisasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kecamatan Margaasih pada Selasa, 20 Januari 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat peran UPZ di tingkat kecamatan dalam menghimpun dan mengelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara lebih optimal.

Hadir secara langsung dalam kegiatan tersebut Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Yusuf Ali Tantowi yang berkesempatan memberikan materi sosialisasi mengenai pentingnya zakat, infak, dan sedekah. Turut hadir Camat Margaasih Djoko Mardianto beserta jajaran, tokoh masyarakat, unsur Forkopimcam, serta para Ketua UPZ desa se-Kecamatan Margaasih.

Dalam penyampaiannya, Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung menekankan pentingnya dukungan dari seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat untuk memperkuat keberadaan UPZ di wilayah Margaasih.

“Perlu jajaran pemerintahan dari Margaasih untuk memperkuat zakat, infak sedekah utamanya UPZ Kecamatan Margaasih,” ucapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa BAZNAS merupakan lembaga resmi pemerintah yang memiliki tugas penting dalam pengelolaan zakat.

“BAZNAS adalah lembaga resmi pemerintah, memfasilitasi rukun Islam yang ketiga,” jelasnya.

Lebih lanjut, dirinya menyampaikan bahwa pengelolaan zakat harus dilakukan melalui lembaga resmi agar terhindar dari penyalahgunaan.

“Kalau tidak difasilitasi, akan ada penyalahgunaan. Kami berikan kemudahan untuk berzakat,” tambahnya.

Ketua BAZNAS juga menuturkan bahwa saat ini sudah banyak kemudahan yang disediakan untuk masyarakat dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah, terutama melalui BAZNAS Kabupaten Bandung. Salah satunya adalah layanan pembayaran secara online serta melalui Aplikasi Sistem Informasi Pelayanan (SIP) BAZNAS.

Ia berharap pertemuan ini tidak hanya sebatas sosialisasi, namun dapat mendorong langkah nyata dari para pengurus UPZ.

“Harapannya setelah pertemuan ini ada aksi nyata terutama untuk Unit Pengumpul Zakat,” tuturnya.

Senada dengan hal tersebut, Camat Margaasih Djoko Mardianto turut memberikan dukungan penuh terhadap penguatan UPZ di wilayahnya. Ia juga menceritakan pengalaman pribadinya mengenai besarnya manfaat zakat, infak, dan sedekah bagi masyarakat

“Kita bersama-sama, ketua UPZ Kecamatan tidak bisa bekerja sendiri,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua UPZ Kecamatan Margaasih menyampaikan harapannya agar program-program yang dilaksanakan di tingkat kecamatan dapat selaras dengan kebijakan dan arahan dari BAZNAS Kabupaten Bandung.

Dengan terlaksananya sosialisasi ini, diharapkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di Kecamatan Margaasih dapat semakin terkoordinasi, transparan, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. BAZNAS Kabupaten Bandung terus berkomitmen untuk mendorong penguatan UPZ sebagai garda terdepan dalam gerakan zakat di tingkat kecamatan dan desa.***

20/01/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Serahkan Kunci Rumah Layak Huni di Cicalengka

CICALENGKA, 19 JANUARI 2026 —BAZNAS Kabupaten Bandung kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB).

Penyerahan kunci rumah dilaksanakan pada Senin, 19 Januari 2026, bertempat di Kampung Ciawitali RT 02 RW 08, Desa Tanjungwangi, Kecamatan Cicalengka.

Kegiatan penyerahan tersebut dihadiri secara langsung oleh Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Abdul Rouf, yang menyerahkan kunci rumah kepada para penerima manfaat.Dalam keterangannya, H. Abdul Rouf menyampaikan bahwa program Rumah Layak Huni ini merupakan bagian dari program akhir tahun 2025 yang terealisasi pada awal tahun 2026.

“Program ini merupakan program 2025 akhir, terealisasi di Januari awal 2026. Mudah-mudahan apa yang diterima, rumahnya menjadi rumah yang bermanfaat, rumah untuk jalan menuju surganya Allah,” ujarnya.

Pada penyerahan kunci RLHB kali ini, terdapat dua penerima manfaat, yakni Lili dan Iwan Supriadi, yang keduanya berdomisili di Kampung Ciawitali, Desa Tanjungwangi, Kecamatan Cicalengka.

Salah satu penerima manfaat mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh BAZNAS Kabupaten Bandung.

“Hatur nuhun ka BAZNAS Kabupaten Bandung sudah membantu keluarga saya, mudah-mudahan semoga menjadi manfaat dan berkah untuk keluarga saya,” ucapnya.

 

Program Rumah Layak Huni BAZNAS merupakan salah satu bentuk pendayagunaan zakat yang bertujuan menghadirkan hunian yang aman, sehat, dan layak bagi masyarakat kurang mampu.

Melalui program ini, BAZNAS Kabupaten Bandung berharap dapat memberikan manfaat jangka panjang serta meningkatkan kualitas hidup para mustahik.***

19/01/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS KAB. BANDUNG

Berita Terbaru

TAAWUN MGMP PAI SMP KABUPATEN BANDUNG DENGAN BAZNAS KABUPATEN BANDUNG
TAAWUN MGMP PAI SMP KABUPATEN BANDUNG DENGAN BAZNAS KABUPATEN BANDUNG
TAAWUN MGMP PAI SMP KABUPATEN BANDUNG DENGAN BAZNAS KABUPATEN BANDUNG Ketua MGMP PAI SMP Kabupaten Bandung, Ustadz Danni Ramdhani, M.Ag menegaskan bahwa untuk meningkatkan kompetensi guru PAI SMP di Kabupaten Bandung perlu inovasi, kreasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak termasuk dengan BAZNAS Kabupaten Bandung. Hal tersebut disampaikan oleh Ustadz Danni pada sambutan Sosialisasi BAZNAS Kabupaten Bandung di aula SMPN 1 Solokan Jeruk Kabupaten Bandung. Rabu 9 Oktober 2024. Kolaborasi itu bisa dalam bentuk taawun, saling membantu dan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak sesuai dengan regulasi yang berlaku. Menanggapi hal tersebut Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Bandung, Drs. H. Jamjam Erawan, MAP menyambut baik tawaran MGMP PAI Kabupaten Bandung. Karena BAZNAS sebagai lembaga pemerintah non struktural punya tugas untuk mengelola, menghimpun, mendistribusikan, melaporkan dan pempertangungjawabkan kepada para Muzakki. Dalam analisa kami dari Baznas Kabupaten Bandung, potensi zakat, infaq dan shedekah di Kabupaten Bandung bisa sampai diangka 190 milyard pertahun. Namun faktanya pada tahun 2023 baru bisa dihimpun 9 milyard. Oleh karena itu, berkolaborasi dan bersinergi dengan MGMP PAI SMP Kabupaten Bandung sangat strategis karena Guru PAI itu akan bisa melakukan edukasi kesadaran zakat kepada siswa, civitas sekolah dan masyarakat agar potensi zakat itu tergali secara optimal yang dapat banyak memberikan manfaat untuk menyelesaikan berbagai masalah warga masyarakat. Diantara masalah yang sangat fundamental saat ini adalah kemiskinan ekstim dan stunting yang berpengaruh kepada proses pendidikan sebagai investasi untuk mempersiapkan aktor pembangunan di masa depan. Apalagi kita sudah sepakat untuk menjadikan perayaan 100 Indonesia tahun 2045 menjadi Indonesia Emas. Indonesia Emas 2045 sangat ditentukan oleh Sumber Daya Manusia yang sehat jasmani dan rohani, berilmu dan beramal serta berakhlak mulia dan agung yang menjadi aktor sejarah penentu arah kiblat bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur yang diridhoi oleh Allah swt. Hadir dalam acara tersebut, Pengurus MPGM PAI Kabupaten Bandung, para Pengawas GPAI Disdik dan Kemenag Kabupaten Bandung, Ketua Sub Rayon 08 dan 08 dan tentunya Para Guru PAI yang sekaligus membuat pernyataan untuk berinfaq setiap bulannya ke Baznas Kabupaten Bandung.
BERITA09/10/2024 | Humas BAZNAS Kab Bandung
BAZNAS Kota Bandung Salurkan Bantuan Korban Gempa Bumi Kertasari, Roziqin: Bukti Satu Keluarga
BAZNAS Kota Bandung Salurkan Bantuan Korban Gempa Bumi Kertasari, Roziqin: Bukti Satu Keluarga
Sesama Muslim ibarat satu tubuh yang akan merasakan sakit karena bagian tubuh lainnya terkena sakit. Demikian juga dengan keluarga besar BAZNAS.Setelah BAZNAS Kabupaten Cianjur dan BAZNAS Kabupaten Majalengka menyalurkan bantuan korban gempa bumi kepada BAZNAS Kabupaten Bandung kini giliran BAZNAS Kota Bandung berbuat yang sama.Ketua BAZNAS Kota Bandung KH. Dr. Roziqin menyerahkan bantuan korban gempa bumi yang diterima Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung KH. Yusuf Ali Tontowi.Penyerahan bantuan dilakukan di kantor BAZNAS Kabupaten Bandung Jln. Terusan Alfathu Soreang, Selasa 8 Oktober 2024.Hadir Wakil Ketua II BAZNAS Kota Bandung Ustaz Irfan Farid dan Sekretaris Pimpinan Zainuddin.Sedangkan BAZNAS Kabupaten Bandung dihadiri Wakil Ketua I Ustaz H. Jamjam Erawan, Waka 4 H. Sarnapi, dan Ketua Pelaksana H. Andris Fajar.Menurut H. Roziqin, pihaknya meminta maaf atas keterlambatan dalam membantu korban gempa bumi di Kabupaten Bandung karena seharusnya yang pertama kali membantu."Lokasi Kota Bandung kan berdampingan dengan Kabupaten Bandung, namun baru hari ini kami memberikan bantuan," ujar pria asal Kabupaten Tegal ini.Roziqin yang juga dosen Uninus menambahkan, bantuan yang diserahkan berupa paket sembako dan paket kornet senilai Rp 15 juta."Semoga bantuan ini bisa tepat sasaran untuk membantu korban gempa bumi. Mengenai bantuan rehabilitasi rumah memang harus ada terobosan aturan sehingga jangan terikat soal kepemilikan tanah," katanya.Sedangkan KH. Yusuf mengatakan, tidak ada kata terlambat dalam menyalurkan bantuan termasuk kepada korban gempa bumi di Kecamatan Pangalengan dan Kertasari.
BERITA08/10/2024 | Humas BAZNAS Kab Bandung
KOLABORASI MGMP PAI SMP SE KABUPATEN DENGAN BAZNAS KABUPATEN BANDUNG
KOLABORASI MGMP PAI SMP SE KABUPATEN DENGAN BAZNAS KABUPATEN BANDUNG
Di dalam rangka meningkatkan mutu guru Pendidikan Agama Islam SMP se Kabupaten Bandung maka Musyawarah Guru Mata Pelajaran Sekolah Menengah Pertama Kabupaten Bandung menyelenggarakan Rapat Kordinasi Antara MGMP SMP Kabupaten Bandung dengan Baznas Kabupaten Bandung untuk mensukseskan beberapa program diantaranya pelatihan-pelatihan, workshop dan pendidikan lanjut ke jenjang yang lebih tinggi. Demikian haparan Ketua MGMP PAI SMP Kabupaten Bandung, Danni Ramdhani, MAg di Aula SMP BPPI Baleendah, Senin, 7 Oktober 2024. Lebih lanjut Danni menyampaikan inilah yang menjadi alasan kami memohon BAZNAS melakukan Sosialisasi Proyeksi dan Potensi ZIS yang dikelola oleh BAZNAS Kabupaten Bandung dihadapan semua Guru Agama Islam Sub Rayon 1 dan 2. Ditempat yang sama Wakil Ketua I Ustadz H. Jamjam Erawan dalam paparannya, menyampaikan bahwa dalam analisa kami dari Baznas Kabupaten Bandung, potensi zakat, infaq dan shedekah di Kabupaten Bandung bisa sampai diangka 190 milyard pertahun. Namun faktanya pada tahun 2023 baru bisa dihimpun 9 milyard. Oleh karena itu baznas Kabupaten menyambut baik untuk berkolaborasi dan bersinergi dengan MGMP PAI SMP Kabupaten Bandung untuk melakukan edukasi, membentuk UPZ dan menjadi uswah hasanah dalam pengelolaan ZIS kepada siswa, civitas sekolah dan warga Kabupaten Bandung sehingga mereka sadar untuk menunaikan rukun Islam ketiga ini. Kehadiran Baznas kata Ustadz Jamjam Erawan ini menjadi sangat penting dan strategis untuk bersama-sama menyelesaikan masalah bangsa saat ini. Diantara masalah yang sangat fundamental saat ini adalah kemiskinan ekstim dan stunting yang berpengaruh kepada proses pendidikan sebagai investasi untuk mempersiapkan aktor pembangunan di masa depan. Apalagi kita sudah sepakat untuk menjadikan perayaan 100 Indonesia tahun 2045 menjadi Indonesia Emas. Indonesia Emas 2045 sangat ditentukan oleh Sumber Daya Manusia yang sehat jasmani dan rohani, berilmu dan beramal serta berakhlak mulia dan agung yang menjadi aktor sejarah penentu arah kiblat bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur yang diridhoi oleh Allah swt. Hadir dalam acara tersebut, selain pengurus MPGM PAI Kabupaten Bandung dan Pengurus Baznas Kabupaten Bandung juga para Pengawas GPAI Disdik dan Kemenag Kabupaten Bandung, Ketua Sub Rayon 01 dan 02 dan tentunya Para Guru PAI yang sekaligus membuat pernyataan untuk berinfaq setiap bulannya ke Baznas Kabupaten Bandung.
BERITA07/10/2024 | Humas BAZNAS Kab Bandung
BPRS HIK Parahyangan dan BAZNAS Kabupaten Bandung Kembali Salurkan Bantuan Korban Gempa Bumi
BPRS HIK Parahyangan dan BAZNAS Kabupaten Bandung Kembali Salurkan Bantuan Korban Gempa Bumi
Untuk meringankan beban para korban gempa bumi di Kecamatan Kertasari, BPRS HIK Parahyangan dan BAZNAS Kabupaten Bandung kembali menyalurkan bantuan.Direktur Bisnis BPRS HIK Parahyangan, Achmad S. Ghozi, dan Wakil Ketua 4 BAZNAS Kabupaten Bandung H. Sarnapi menyerahkan bantuan itu di Posko Desa Cibeureum, Selasa 1 Oktober 2024.Ikut hadir dalam penyerahan bantuan di antaranya pengurus UPZ BPRS HIK Parahyangan Alin Novina dan Abdul Fatah, dan Ketua UPZ Kecamatan Kertasari KH. Abdul Qahar.Menurut Achmad S. Ghozi, penyaluran bantuan paket sembako ini sebagai bentuk kepedulian jajaran BPRS HIK Parahyangan yang kantor pusatnya berada Jln. Raya Percobaan Cileunyi."BPRS HIK Parahyangan memiliki kantor cabang di hamoir semua kabupaten dan kota Jawa Barat, namun kantor pusatnya di Cileunyi sehingga kami terpanggil untuk ikut membantu korban gempa Kecamatan Kertasari," katanya.Dia menambahkan, setiap bulan BPRS HIK Parahyangan menyalurkan zakatnya kepada BAZNAS Kabupaten Bandung."Alhamdulillah kerja sama dengan BAZNAS Kabupaten Bandung sudah terjalin baik dan semoga bisa bermanfaat bagi masyarakat banyak," katanya.Sedangkan H. Sarnapi menambahkan, saat terjadi gempa bumi yang menimpa Kecamatan Kertasari dan Pangalengan pada Rabu 18 September lalu, maka pada hari sama BAZNAS langsung menerjunkan tim ke lokasi."Alhamdulillah tim BAZNAS Jabar dan BAZNAS RI juga turun untuk menyalurkan bantuan dan membuka dapur umum," katanya.
BERITA01/10/2024 | Humas BAZNAS Kab Bandung
Mendagri Tito: Aturan BAZNAS Sudah Lengkap Termasuk Instruksi Presiden, Tinggal Pemda Beri Perhatian
Mendagri Tito: Aturan BAZNAS Sudah Lengkap Termasuk Instruksi Presiden, Tinggal Pemda Beri Perhatian
Menanggapi banyaknya keluhan dari pengurus BAZNAS provinsi maupun kabupaten dan kota soal minimnya perhatian pemerintah daerah, Mendagri Tito Karnavian menyatakan, Peraturan perundang-undangan zakat sudah lengkap termasuk instruksi presiden."Sebagai Mendagri saya bisa memberikan teguran lisan sampai tertulis apabila ada kepala daerah yang tak peduli dengan nasib BAZNAS," kata Tito saat memberikan arahan dalam Rakornas, Rabu 25 September 2024, di Hotel Grand Senyiur, Balikpapan.Lebih jauh Mendagri meminta data ke BAZNAS RI adanya daerah yang nasib BAZNAS memprihatinkan karena pengumpulan maupun bantuan Pemda yang minim.Sedangkan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy menyatakan, posisi zakat adalah bentuk keadilan yang sangat pas. "Namun zakat fitrah sebesar 2,5 kg adalah minimal sama dengan zakat profesi 2,5 persen juga minimal. Lebih baik dilebihkan," katanya dalam acara dihadiri para pengurus BAZNAS se-Indonesia termasuk BAZNAS Kabupaten Bandung.Dia menyatakan prinsip hidup yang terbaik adalah berada di pertengahan. "Sikap yang terlalu boros juga jelek dan terlalu pelit juga buruk," katanya.
BERITA27/09/2024 | Humas BAZNAS Kab Bandung
Hamdan Zoelva: Muslim Harus Berterima Kasih Banyak Aturan Islam Masuk Perundang-undangan
Hamdan Zoelva: Muslim Harus Berterima Kasih Banyak Aturan Islam Masuk Perundang-undangan
Pakar Hukum dan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Hamdan Zoelva menyatakan, kaum Muslimin Indonesia harus berterima kasih kepada negara karena telah memasukkan berbagai aturan Islam dalam perundang-undangan."Meski Indonesia itu bukan lah negara Islam, tapi banyak aturan dalam ajaran Islam yang sudah resmi masuk ke perundang-undangan," kata Hamdan dalam Rakornas BAZNAS RI di Hotel Grand Senyiur, Jumat, 27 September 2024.Acara dihadiri Ketua BAZNAS RI Achmad Noor dan para wakil ketua BAZNAS RI.Hadir juga para pimpinan BAZNAS provinsi dan BAZNAS kabupaten/kota se-Indonesia yang sudah hadir sejak Selasa lalu Lebih jauh Hamdan mengatakan, BAZNAS sudah mendapatkan kewenangan penuh dalam mengatur dan mengelola zakat melalui UU No. 23/2011."Termasuk civil society dalam pengelolaan zakat dengan membentuk Lembaga Amil Zakat (LAZ). BAZNAS boleh membuat aturan pengelolaan karena punya kewenangan atribusi sekaligus eksekusi atau pelaksanaan," ujarnya.Kenyataan sejarah tak bisa dielakkan karena sebelum ada BAZNAS sudah ada LAZ. "Negara memberikan kewenangan fungsi koordinasi dan eksekusi kepada BAZNAS. Tak ada pengurangan kewenangan kepada LAZ," katanya.
BERITA27/09/2024 | Humas BAZNAS Kab Bandung
Rakornas  BAZNAS Seluruh Indonesia Tahun 2024 Hasilkan 17 Rekomendasi, Apa Saja
Rakornas BAZNAS Seluruh Indonesia Tahun 2024 Hasilkan 17 Rekomendasi, Apa Saja
Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) 2024 dari Rabu-Jumat (25-27 September 2024) menghasilkan 17 rekomendasi. "Intinya BAZNAS berkomitmen dengan sungguh-sungguh untuk melaksanakan tugas mengelola dan mengembangkan perzakatan nasional dalam upaya meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan dan meningkatkan manfaat zakat," kata Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. HM Noor Ahmad.Rekomendasi hasil Rakornas BAZNAS adalah:1. Menyepakati target pengumpulan nasional tahun 2025 sebesar Rp 50 triliun terdiri dari pengumpulan BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi, dan BAZNAS Kabupaten/Kota dan LAZ se-Indonesia (On Balance Sheet) sebesar Rp12.7 triliun dan pencatatan zakat di masyarakat (Off Balance Sheet) sebesar Rp37.3 triliun.2. Menyepakati 3,4 juta Mustahik Zakat Nasional, dengan target Penerima Manfaat Nasional sebanyak 84 juta jiwa, serta target pengentasan Kemiskinan Nasional sebanyak 1,8 juta jiwa pada tahun 2025;3. Kembali memperkuat peran dan fungsi BAZNAS melalui empat penguatan: 1) Penguatan Kelembagaan, Organisasi, dan Manajemen BAZNAS seluruhIndonesia,2) Penguatan SDM Pimpinan dan Amil Zakat, 3) Penguatan infrastruktur dan transformasi digital, dan 4) Penguatan jaringan seluruh stakeholder pengelola zakat;4. Memperkuat status BAZNAS sebagai Lembaga Pemerintah Non Struktural khususnya dalam mendorong Pemerintah untuk melaksanakan regulasi mengenai pembiayaan yang berasal. dari APBN/APBD untuk mendukung operasional BAZNAS sebagaimana arahan Menteri Dalam Negeri;5. Mengoptimalkan realisasi penerimaan zakat dari potensi Rp327 Triliun melalui perluasan jaringan BAZNAS Provinsi/Kabupaten/Kota dengan membentuk UPZ di seluruh OPD, Kecamatan, dan Desa dengan melaporkan perkembangannya kepada BAZNAS RI dan Kemendagri secara berkala;6. Mendorong aktivitas interkoneksi. Sistem Manajemen Informasi BAZNAS dan Sistem Informasi Pemerintah dalam memudahkan pengelolaan zakat;7. Memprioritaskan penyaluran ZIS-DSKL untuk pengentasan kemiskinan ekstrem dan stunting, pengentasan kemiskinan BPS dan Transformasi Mustahik menjadi Muzaki yang mengacu pada data Pemerintah (Regsosek/P3KE) dan terintegrasi dalam SIMBA dalam rangka sukses Asta Cita;8. Menyepakati 10 program prioritas Nasional yaitu Rumah Sehat BAZNAS, BAZNAS Microfinance,Desa/Kampung Zakat, Santripeneur, Beasiswa BAZNAS, Z-Chicken, Z-Mart, Rumah Layak Huni, Pengentasan Kemiskinan Ekstrim dan Stunting, serta BAZNAS Tanggap Bencana;9. Redistribusi penguatan penyaluran dari BAZNAS RI ke BAZNAS Provinsi dan BAZNAS Kabupaten/Kota melalui integrasi program penyaluran Pusat dan Daerah dengan fokus utama pemerataan penyaluran di seluruh daerah untuk memastikan manfaat zakat tersebar secara adil dan merata di berbagai wilayah;10. Sinkronisasi perencanaan pelaksanaan program pendistribusian serta pendayagunaan zakat dengan perencanaan pembangunan pemerintah sebagaimana tercantum dalam Astacita sebagai upaya strategis untuk memastikan keselarasan program-program zakat dengan prioritas pembangunan nasional;11. Meningkatkan kualitas tata kelola layanan dan pengelolaan zakat dengan menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) BAZNAS, guna memastikan proses pengelolaan zakat yang semakin profesional, sistematis, dansesuaidengan standar yang ditetapkan;12. Berkomitmen untuk mengevaluasi dan meningkatkan kualitas kelembagaan melalui pengukuran dengan Indeks Zakat Nasional, sebagai upaya mewujudkan tata kelola zakat yang lebih efektif, transparan, dan berkelanjutan dalam mendukung kesejahteraan umat;13. Berkomitmen untuk menyampaikan pelaporan secara rutin dan transparan melalui Sistem Informasi Manajemen BAZNAS (SIMBA), sebagai bagian dari upaya memperkuat akuntabilitas dan meningkatkan kepercayaan publik dalam pengelolaan zakat;14. BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi, dan BAZNAS Kabupaten/Kota berkomitmen menjaga netralitas dan profesionalitas dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah 2024;15. BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi, dan BAZNAS Kabupaten/Kota siap menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis melalui program penguatan mustahik dalam hal penyediaan sumber daya dan bahan pangan yang diperlukan yang didapat dari hasil produksi para pengusaha mustahik seperti program lumbung pangan, balai ternak, dan UMKM binaan BAZNAS dan LAZ seluruh Indonesia;16. BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi, serta BAZNAS Kabupaten/Kota berkomitmen untuk menjaga dan meningkatkan reputasi lembaga dengan menerapkan prinsip aman syar'i, aman regulasi, dan aman NKRI, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, serta menegakkan etika dan integritas;17. BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi, BAZNAS Kabupaten/Kota dan LAZ mengucapkan terimakasih atas arahan, motivasi, dan dukungan dari Bapak Presiden Joko Widodo yang telah membesarkan Pengelolaan Zakat Nasional serta siap melanjutkan agenda pembangunan Indonesia pada pemerintahan Bapak Prabowo Subianto.
BERITA27/09/2024 | Humas BAZNAS Kab Bandung
Dua Pimpinan BAZNAS Kabupaten Bandung Ikuti Pembukaan Rakornas di Istana IKN, Begini Penegasan Presiden
Dua Pimpinan BAZNAS Kabupaten Bandung Ikuti Pembukaan Rakornas di Istana IKN, Begini Penegasan Presiden
Dua pimpinan BAZNAS Kabupaten Bandung yakni Waka 2 H. Abdul Rauf dan Waka 4 H. Sarnapi mengikut pembukaan Rakornas BAZNAS di Istana Negara IKN. Acara pada Rabu 24 September 2024 dibuka Presiden Joko Widodo dihadiri Menparekraf Sandiaga Uno, Menhub Budi Karya Sumadi, dan Wakil Menteri Pertanahan Raja Juli. Dalam kesempatan itu, Jokowi menyambut baik kehadiran para peserta pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Tahun 2024 di Istana Negara, Ibu Kota Nusantara (IKN), Provinsi Kalimantan Timu. Kepala Negara mengaku gembira saat melihat wajah-wajah cerah para peserta yang hadir. "Saya melihat wajah-wajah Bapak/Ibu semuanya cerah semuanya. Kelihatan senang sekali, saya lihat kelihatan senang banget, gembira. Ya inilah Ibu Kota Nusantara," ujar Presiden. Kehadiran di Nusantara, menurut Presiden, bukan hanya tentang bangunan fisik baru, tetapi juga sebuah simbol perubahan pola pikir dan semangat kerja. Dalam momen yang penuh canda, Kepala Negara bercerita tentang tamu-tamu kenegaraan yang sering memuji keindahan Istana di Jakarta. "Ya memang bagus, memang indah, tapi tidak saya teruskan, tapi yang buat kolonial Belanda, baik yang ada di Jakarta, di Bogor, di Jogja, itu semuanya adalah bangunan kolonial Belanda, warisan dari kolonial Belanda," ungkap Presiden. Presiden menekankan bahwa Ibu Kota Nusantara adalah jawaban dari gagasan panjang yang telah dimulai oleh Bung Karno dan diteruskan oleh Presiden Soeharto. Setelah melalui studi mendalam, Penajam Paser Utara di Kalimantan Timur akhirnya dipilih sebagai lokasi ibu kota baru, keputusan yang didukung oleh 93 persen anggota DPR. "Jadi ini bukan keputusan Presiden saja tetapi juga keputusan seluruh rakyat Indonesia yang diwakili oleh seluruh anggota DPR yang ada di Jakarta. Supaya jangan ada sebuah kekeliruan persepsi bahwa ini adalah proyeknya Presiden Jokowi, bukan," tegas Presiden. Kehadiran Rakornas BAZNAS di Ibu Kota Nusantara kali ini, menurut Presiden, adalah momentum penting. Acara yang sebelumnya biasa digelar di Istana Negara Jakarta kini diadakan di istana baru yang menjadi simbol transformasi.***
BERITA26/09/2024 | Humas BAZNAS Kab Bandung
Dua Pimpinan BAZNAS Kabupaten Bandung Ikuti Rakornas di Balikpapan, Dibuka Presiden
Dua Pimpinan BAZNAS Kabupaten Bandung Ikuti Rakornas di Balikpapan, Dibuka Presiden
Dua pimpinan BAZNAS Kabupaten Bandung yakni Wakil Ketua Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan H. Abdul Rouf dan Wakil Ketua Bidang SDM dan Administrasi Umum H. Sarnapi mngikuti Rapat Koordinasi Nasional bersama BAZNAS Provinsi dan BAZNAS Kabupaten/Kota. Acara di Balikpapan, Kalimantan Timur, akan dibuka pada Rabu, 25 September 2024 pukul 13.00 WITA bertempat di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur.Rencananya acara yang dihadiri para pimpinan BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi dan BAZNAS Kabupaten/koya akan dibuka Presiden Joko Widodo.Sedangkan RAKORNAS akan berlanjut dari Kamis-Jumat, 26-27 September 2024 yang akan dibuka Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. H. Achmad Noor.Menurut Abdul Rouf, dari hasil Rakornas ini diharapkan bisa membahas dan menghasilkan berbagai keputusan untuk kemaslahatan dan kemanfaatan masyarakat banyak."Alhamdulillah BAZNAS Kabupaten Bandung terus berupaya meningkatkan kinerjanya di segala bidang agar manfaatnya dirasakan masyarakat secara luas," katanya.
BERITA24/09/2024 | Humas BAZNAS Kab Bandung
Lanud Sulaiman Gandeng BAZNAS Kabupaten Bandung Salurkan Bantuan Gempa Bumi
Lanud Sulaiman Gandeng BAZNAS Kabupaten Bandung Salurkan Bantuan Gempa Bumi
Sebagai upaya bentuk kepedulian sosial, Lanud Sulaiman menggandeng BAZNAS Kabupaten Bandung untuk mengumpulkan dan mendistribusikan bantuan bagi para korban gempa bumi di Kecamatan Pangalengan dan Kecamatan Kertasari. Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung H. Yusuf Ali Tontowi pada Minggu 22 September 2024 menghadiri peringatan HUT TNI di Lanud Sulaiman. Acara tersebut juga sekaligus bakti sosial dan penggalangan donasi untuk korban gempa Kertasari. "Nanti rencananya pada Senin atau Selasa akan diserahkan ke BAZNAS Kab Bandung di posko Kertasari," kata Yusuf. Ikut hadir Komandan Lanud Sulaiman Kolonel Pnb Rohmat Kusmayadi, S.Sos, MSC,SC dan para pejabat di lingkungan Lanud Sulaiman. Menurut Kolonel Pnb Rohmat, pengumpulan bantuan untuk korban gempa bumi Kabupaten Bandung ini sebagai bentuk kepedulian sosial keluarga besar TNI Lanud Sulaiman. "TNI pasti terpanggil untuk ikut meringankan beban saudaranya yang kini sedang mengalami ujian berupa musibah gempa bumi,' katanya.***
BERITA22/09/2024 | Humas BAZNAS Kab Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung dan BPR Kerta Raharja Jajaki Kerja Sama
BAZNAS Kabupaten Bandung dan BPR Kerta Raharja Jajaki Kerja Sama
Pimpinan BAZNAS Kabupaten Bandung melakukan silaturahmi ke kantor BPR Kerta Raharja Kabupaten Bandung di Jln. Raya Soreang Desa Pamekaran, Rabu 18 September 2024. Boy Ferly Sumaatmaja sebagai Direktur Operasional BPR Kerta Raharja menerima Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Bandung H. Jamjam Erawan dan Waka 4 BAZNAS Kabupaten Bandung H. Sarnapi. Menurut Ustaz Jamjam, silaturahmi ini sebagai tindak lanjut dan "kunjungan balasan" karena Dirut BPR Kerta Raharja sebelumnya sudah datang ke kantor BAZNAS Kabupaten Bandung. "Silaturahmi ini untuk menindaklanjuti upaya kerja sama yang nantinya akan dituangkan dalam bentuk MOU," katanya dalam acara dihadiri Bagian Legal BPR Kerta Raharja. BAZNAS Kabupaten Bandung berharap agar zakat dan infak dari pimpinan maupun karyawan BPR Kerta Raharja bisa masuk. "Kami juga akan memanfaatkan fasilitas di BPR Kerta Raharja yang memiliki 28 kantor cabang di Kabupaten Bandung sampai Bandung Barat untuk menunjang program-program BAZNAS," katanya. Sedangkan Boy mengatakan, pihaknya siap mendukung keinginan BAZNAS kabupaten Bandung agar berkembang bersama dengan BPR. "Semoga naskah MOU tidak terlalu lama sehingga bisa kita tanda tangani dan kerja sama langsung berjalan," katanya.***
BERITA19/09/2024 | Humas BAZNAS Kab Bandung
Penutupan Rakernis 2024 BAZNAS,  Prof. Nadra Tekankan Pentingnya IT
Penutupan Rakernis 2024 BAZNAS, Prof. Nadra Tekankan Pentingnya IT
Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Transformasi Digital Nasional telah usai dan ditutup pada Kamis 19 September 2024. Untuk diketahui Rakernis ini telah berlangsung selama tiga hari sejak Selasa 15 September 2024, bertempat di Novotel Jakarta Gajah Mada. Acara ini ditutup oleh pesan dari Prof. Ir. H. M. Nadratuzzaman Hosen M.S. M.Sc. Ph.D. Prof. Nadra selaku Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI Bidang Teknologi Informasi, menjelaskan tentang pentingnya teknologi informasi. "Saudara-saudara ini punya tanggung jawab di baznas daerah," kata Nadratuzzaman. "Tidak bisa mengandalkan lagi dalil agama, harus mengandalkan transformasi digital, IT," sambungnya. Dirinya menilai saat ini tidak boleh berhenti berinovasi, terutama di BAZNAS. Namun dirinya juga menjelaskan terkait keamanan atau cyber security. "Saya tidak mau baznas daerah membuat banyak hal, karena masalah keamanan," ujar Nadra. "Setiap hari antara 100-200 yang mencoba (hacker). saat bantuan Palestina, kita dihajar sampai ribuan," tuturnya. "Alhamdulillah kita bertahan, meskipun dihajar kita bisa bangkit lagi," ucapnya. Harapan Prof. Nadra agar para peserta yang hadir membawa oleh-oleh ke BAZNAS daerahnya masing-masing. "Saya berharap tolong yakinkan kepada pimpinan baznas di daerah, sekarang sudah eranya digital," katanya. "Siapa yang menguasai teknologi informasi dia yang menang," pungkasnya.
BERITA19/09/2024 | Humas BAZNAS Kab Bandung
100 Usaha Mikro Terima Pembinaan dari BAZNAS Jabar dan BAZNAS Kabupaten Bandung
100 Usaha Mikro Terima Pembinaan dari BAZNAS Jabar dan BAZNAS Kabupaten Bandung
Sebanyak 100 usaha mikro mendapatkan pembinaan dari tim BAZNAS Jabar dan BAZNAS Kabupaten Bandung di Aula BAZNAS Kabupaten Bandung, Kamis 19 September 2024. Acara dihadiri Wakil Ketua 2 BAZNAS Jabar KH. Ali Khosim, Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung KH. Yusuf Ali Tontowi, Wakil Ketua 2 BAZNAS Kabupaten Bandung H. Abdul Rouf dan Wakil Ketua 4 BAZNAS Kabupaten Bandung H. Sarnapi. Menurut H. Ali Khosim, pembinaan ini sebagai tindak lanjut dari penyaluran bantuan modal kepada para pengusaha mikro Kabupaten Bandung sebesar Rp 1 juta per orang sebanyak 50 orang. Selain itu, ada juga 50 orang yang mendapatkan bantuan zmart dari BAZNAS RI yang disalurkan melalui BAZNAS Kabupaten Bandung. "Tentu sebelumnya BAZNAS Jabar sudah menggelar pembinaan lalu dilanjutkan di masing-masing BAZNAS kabupaten dan kota," katanya. Dia berharap agar usaha mikro bisa lebih berkembang sehingga bisa menyerahkan sebagian penghasilannya untuk zakat maupun infak. "Dari semula menerima bantuan atau Mustahik menjadi pembayar zakat maupun infak. Harus mau untuk berbagi kepada sesama," katanya. Sedangkan H. Yusuf menambahkan, nabi dan para sahabat adalah orang-orang kaya sehingga dengan mudah mengeluarkan hartanya untuk perjuangan umat. "Harus siap menjadi kaya dengan mentalnya yakni tak sombong dan ingin berbagi kepada sesama," ujarnya.***
BERITA19/09/2024 | Humas BAZNAS Kab Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Bentuk Tim dan Salurkan Bantuan Korban Gempa Bumi
BAZNAS Kabupaten Bandung Bentuk Tim dan Salurkan Bantuan Korban Gempa Bumi
Saat BAZNAS Kabupaten Bandung kembali menyalurkan dana zakat, infak dan sedekah (ZIS) yang dihimpunnya kepada 100 penerima manfaat (mustahik) pada Rabu 18 September 2024 ternyata tiba-tiba aula bergetar. Amil maupun masyarakat yang sedang antre menerima bantuan akhirnya keluar ruangan untuk menyelematkan diri. Ternyata terjadi gempa bumi berkekuatan 5,0 MMI yang menimpa daerah Kecamatan Pangalengan dan Kertasari dengan kerugian yang besar. Merespon hal itu, pimpinan BAZNAS Kabupaten Bandung bergerak cepat dengan mengirimkan tim pendahulu ke Kecamatan Kertasari pada hari itu juga pukul 13.00 WIB. Tim yang beranggotakan H. Andris Fajar, Abdul Rohman, Ade Nurdiansyah, Dadi Cahyadi dan tim media Riri menggunakan dua mobil berangkat menuju ke lokasi. Tim juga membawa perlengkapan tenda, bantuan sembako maupun kopi dan teh untuk dikonsumsi petugas maupun warga masyarakat. "Selain berkoodinasi dengan tim Pemkab Bandung, kami juga membuka stand hangat berupa kopi dan teh karena banyak korban yang memilih tidur di tenda dengan udara dingin," kata Andris. Sedangkan pada Kamis 19 September 2024 tim BAZNAS Kabupaten Bandung membawa langsung bantuan yang dibutuhkan korban gempa bumi. Bantuan yang dibawa di antatanya mi instan, air mineral, kue-kue, dan kopi sachet. "Bantuan ini merupakan tahap pertama yang akan kami lanjutkan ke tahap berikutnya bekerja sama dengan aparat pemerintah," kata Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung H. Yusuf Ali Tontowi didampingi Waka 1 BAZNAS Kabupaten Bandung H. Jamjam Erawan yang sudah terjun ke lokasi gempa bumi.***
BERITA19/09/2024 | Humas BAZNAS Kab Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Kembali Salurkan Bantuan 100 Penerima, Pejabat Perumda Tirta Raharja Ikut Serahkan
BAZNAS Kabupaten Bandung Kembali Salurkan Bantuan 100 Penerima, Pejabat Perumda Tirta Raharja Ikut Serahkan
BAZNAS Kabupaten Bandung kembali menyalurkan dana zakat, infak dan sedekah (ZIS) yang dihimpunnya kepada 100 penerima manfaat (mustahik).Acara dihadiri Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Bandung H. Jamjam Erawan, Wakil Ketua IV H. Sarnapi, dan Direktur Umum Perumda Air Minum Tirta Raharja adalah Welly Nugraha, S.T., M.Si.Hadir juga Ketua Pelaksana BAZNAS H. Andris Fajar dan Ketua Kesekretariatan BAZNAS H. Ajat Abdullah Mubarok. Menurut Ustaz Jamjam, penyaluran bantuan ini sebagai upaya menjalankan amanah dari para Muzakki yang menitipkan zakat dan infaknya kepada BAZNAS Kabupaten Bandung."Termasuk titipan dari direksi dan karyawan Perumda Tirta Raharja yang zakat dan infaknya dititipkan di BAZNAS Kabupaten Bandung," katanya.Sementara Sarnapi mengatakan, kerja sama dengan Perumda Tirta Raharja bisa lebih meningkat seperti dalam mengatasi warga yang kekeringan."BAZNAS saat ini menggandeng Dinas Pemadam Kebakaran untuk penyaluran air bersih ini. Semoga bisa nanti kerja sama dengan Tirta Raharja dapat meningkat lagi," katanya.Sedangkan Welly mengatakan, zakat dan infak dari Perumda Tirta Raharja Kabupaten Bandung sudah masuk ke BAZNAS Kabupaten Bandung untuk bisa dimanfaatkan masyarakat."Alhamdulillah kami bisa ikut berpartisipasi dalam pemberdayaan masyarakat melalui dana zakat, infak dan sedekah," katanya.
BERITA18/09/2024 | Humas BAZNAS Kab Bandung
Rakernis 2024 dibuka di Jakarta, Ini Kata Ketua BAZNAS RI
Rakernis 2024 dibuka di Jakarta, Ini Kata Ketua BAZNAS RI
Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Transformasi Digital Nasional resmi dibuka di Jakarta, Selasa 17 September 2024.Untuk diketahui Rakernis ini berlangsung selama tiga hari dan bertempat di Novotel Jakarta Gajah Mada.Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA dalam sambutannya menjelaskan tentang pentingnya digitalisasi dan information technology (IT)."Presiden RI berpesan tolong IT, tolong digitalisasi," kata Noor Achmad."BAZNAS IT nya harus modern," tuturnya.Ia pun menceritakan terutama saat Covid-19 banyaknya masalah IT terkhusus di BAZNAS daerah."Ada beberapa baznas daerah yang wifinya nggak punya, komputer rusak saat awal covid," ucapnya.Dirinya menilai IT di BAZNAS harus diperkuat."Transforrmasi digital dari pusat sampai ke bawah sehingga memunculkan SIMBA BAZNAS," ujar Noor Achmad.Hal tersebut, menurutnya akan berujung kepada trust dan mempermudah muzaki menunaikan zakat, infak sedekahnya."Semuanya untuk mempermudah muzaki dan sebagai trust di masyarakat," ucapnya."Mutlak adanya IT supaya muzaki itu percaya, sehingga dengan begitu IT merupakan sebuah kewajiban," sambungnya."Dari pusat sampai ke bawah, seluruh UPZ dan LAZ-LAZ yang ada. Jangan sampai ada muzaki yang tidak percaya kepada kita," pungkasnya.
BERITA17/09/2024 | Humas BAZNAS Kab Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Dukung Bakti Sosial Khitanan Massal dan Donor Darah di PMI Kabupaten Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Dukung Bakti Sosial Khitanan Massal dan Donor Darah di PMI Kabupaten Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung ikut mendukung pelaksanaan bakti sosial untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan dan HUT PMI yang diadakan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bandung.Bakti sosial itu berupa khitanan massal dan donor darah yang berlangsung di Markas PMI Kabupaten Bandung Jln. Terusan Alfathu Soreang.Bakti sosial berupa khitanan massal bekerja sama dengan BAZNAS Kabupaten Bandung ini diikuti 31 anak.Sedangkan donor darah diikuti sekitar 150 orang dari ASN Kabupaten Bandung, pelajar, Polresta Bandung dan jajaran Polsek, relawan PMI dan masyarakat.Bahkan Wakapolresta Bandung AKBP Maruly Pardede juga ikut dalam donor darah tersebut sebagai bentuk kepedulian sosial kepada sesama.Menurut Ketua PMI Kabupaten Bandung, H. Asep Deni Ramdani, bakti sosial ini sebagai rangkaian kegiatan PMI Kabupaten Bandung mulai dari gerak jalan santai sampai orientasi dewan pengurus dan PMI kecamatan."Alhamdulillah kegiatan selama Agustus sampai September ini penuh sebagai bukti PMI Kabupaten Bandung hadir di tengah masyarakat," katanya.Dalam kesempatan itu, BAZNAS Kabupaten Bandung ikut memberikan dukungan kepada PMI Kabupaten Bandung agar bakti sosial berjalan sukses.
BERITA17/09/2024 | Humas BAZNAS Kab Bandung
Tak Cuma Insentif, BAZNAS Kabupaten Bandung Gelar Pembinaan Ustaz dan Ustazah
Tak Cuma Insentif, BAZNAS Kabupaten Bandung Gelar Pembinaan Ustaz dan Ustazah
Setelah memberikan insentif kepada ribuan ustaz dan ustazah se-kabupaten Bandung kini BAZNAS Kabupaten Bandung menggelar pembinaan ustaz dan ustazah. Pelatihan di Aula Oriza Sativa Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Minggu 15 September 2024, diikuti 100 ustaz dan ustazah. Acara dihadiri Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung KH. Yusuf Ali Tontowi, Kasubag Tata Usaha Kemenag Kabupaten Bandung H. Saepuloh, guru besar UPI Bandung Prof. Dr. Udin Supriadi, M.Pd, dan Waka 4 BAZNAS Kabupaten Bandung H. Sarnapi. Menurut H. Yusuf, insentif yang diberikan kepada ustaz dan ustazah pada tahun ini sebanyak 1.070 orang yang disalurkan melalui BAZNAS Kabupaten Bandung. "Selain menangani insentif ustaz dan ustazah, BAZNAS Kabupaten Bandung juga memberikan insentif untuk guru ngaji dan takmir masjid sebanyak 3.441 orang," katanya. Selain memberikan insentif sebesar Rp 100 ribu per bulan, maka ustaz dan ustazah maupun takmir masjid memperoleh BPJS Ketenagakerjaan yang dibayarkan BAZNAS Kabupaten Bandung. "Bukan sebatas memperoleh insentif, maka hari ini kami juga memberikan pelatihan agar ustaz dan ustazah menjadi penggerak di masyarakat khususnya dalam baca tulis Al Quran maupun penyadaran pentingnya zakat, infak dan sedekah," katanya.
BERITA15/09/2024 | Humas BAZNAS Kab Bandung
Bimbingan Teknis Ustadz & Ustadzah Penerima Insentif dari Pemda melalui BAZNAS Kab. Bandung Sukses Digelar
Bimbingan Teknis Ustadz & Ustadzah Penerima Insentif dari Pemda melalui BAZNAS Kab. Bandung Sukses Digelar
Telah dilangsungkan Bimbingan teknis untuk ustadz & ustadzah penerima insentif dari pemda Kab. Bandung. Dalam acara yang digelar pada Minggu 15 September 2024, terdapat dua sesi. Sesi pertama pemaparan langsung dari Prof. Dr. H. Udin Supriadi, M.Pd. Sementara untuk sesi kedua Bimbingan Teknis Ustadz dan Ustadzah diisi oleh Wakil Ketua I Ustadz H. Jamjam Erawan sebagai narasumbernya. Dalam paparannya, Ustadz Jamjam Erawan menyampaikan bahwa dalam analisa BAZNAS Kabupaten Bandung, potensi zakat, infaq dan shedekah di Kabupaten Bandung bisa sampai diangka 190 milyard pertahun. Namun faktanya pada tahun 2023 baru bisa dihimpun 9 milyard. Oleh karena itu BAZNAS Kabupaten masa jabatan 2023-2028 bertekad untuk melakukan kolaborasi dan sinergi dalam upaya akselerasi penghimpunan yang lebih besar dari sebelumnya. Salah satu mitra strategis untuk bisa bersama-sama mencerdaskan dan memberdayakan pengelolaan zakat itu adalah dengan asatidz wa asatidzah sebagai duta zakat yang bertugas untuk mensosialisasikan syariat zakat, infaq dan shadaqah kepada warga Kabupaten Bandung sehingga mereka sadar untuk menunaikan rukun Islam ketiga ini. Kehadiran BAZNAS kata Ustadz Jamjam Erawan ini menjadi sangat penting dan strategis untuk bersama-sama menyelesaikan masalah bangsa saat ini. Salah satu dari masalah saat ini adalah kemiskinan ekstrim dan stunting menjadi masalah yang sangat fundamental bangsa saat ini, karena menyangkut aktor pembangunan di masa depan. Apalagi kita sudah sepakat untuk menjadikan perayaan 100 Indonesia tahun 2045 menjadi Indonesia Emas. Indonesia Emas 2045 sangat ditentukan oleh Sumber Daya Manusia yang sehat jasmani dan rohani, berilmu dan beramal serta berakhlak mulia dan agung yang menjadi aktor sejarah penentu arah kiblat bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur yang diridhoi oleh Allah swt.
BERITA15/09/2024 | Humas BAZNAS Kab Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Gelar Distribusi Bantuan Secara Massal
BAZNAS Kabupaten Bandung Gelar Distribusi Bantuan Secara Massal
Seperti bukan-bulan sebelumnya, BAZNAS Kabupaten Bandung kembali menyalurkan bantuan kepada Mustahik secara massal.Pada September 2024 ini BAZNAS Kabupaten Bandung menyerahkan bantuan kepada 149 orang yang termasuk Mustahik atau berhak menerima zakat.Penyerahan bantuan dihadiri Waka 1 Bidang Pengumpulan BAZNAS Kabupaten Bandung Ustaz H. Jamjam Erawan, Waka 4 H. Sarnapi, Ketua Pelaksana BAZNAS Kabupaten Bandung H. Andris Fajar dan jajaran Bidang Distribusi BAZNAS Kabupaten Bandung.Menurut Ustaz Jamjam, bantuan dari BAZNAS Kabupaten Bandung ini pada hari ini untuk bidang kesehatan sebanyak 60 orang."Sedangkan tahap berikutnya pada minggu depan untuk bantuan pendidikan, bantuan pemberdayaan ekonomi dan lain-lainnya," ucapnya.Sedangkan H. Sarnapi menekankan setiap bulan BAZNAS Kabupaten Bandung menyalurkan insentif guru ngaji dan takmir masjid sebanyak 3.441 orang termasuk BPJS Ketenagakerjaan."Baru-baru ini BAZNAS juga mendapatkan amanah dari Pemkab Bandung untuk menyalurkan insentif ustaz dan ustazah lebih dari 1.000 orang dari APBD. Sedangkan pembayaran BPJS Ketenagakerjaan ustaz dan ustazah dari dana BAZNAS Kabupaten Bandung," katanya.
BERITA12/09/2024 | Humas BAZNAS Kab Bandung
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat