WhatsApp Icon
Senam Syar'i di  RW 04 Mulyasari Diwarnai Santunan Anak Yatim Piatu dari BAZNAS Kabupaten Bandung

KABUPATEN BANDUNG - Senam Sehat Mulyasari (SSM) berkesempatan untuk menggelar acara spesial senam bertajuk "Senam Syar'i sambil Berbagi" di lapangan RT 05 RW 04 Mulyasari desa Gandasari, Sabtu (26/9/2026).

Dalam senam tersebut dua istruktur dihadirkan untuk menyemangati para pesenam tersebut.  Bahkan selain pesenan yang hadir, para pengurus RT dan RW dan Karang taruna  setempat pun hadir menyaksikan penyerahan santunan bagi anak Yatim/piatu dari BAZNAS Kabupaten Bandung. 

Ketua Umum BAZNAS Kabupaten Bandung KH Yusuf Ali Tantowi yang diwakili pengurusnya, H.Sarnapi mengatakan pemberian santunan itu merupakan kepedulian dari BAZNAS Kabupaten Bandung. 

"Alhamdulillah hari ini BAZNAS kabupaten Bandung hadir di tengah - tengah   masyarakat RW 04 Mulyasari untuk mendukung kegiatan senam Syar'i. Bahkan anak Yatim dan Piatu dihadirkan untuk menerima manfaat dari BAZNAS. Karenanya saya mengucapkan terima kasih kepada penyelenggara senam dan pengurus RW, yang telah mengundang BAZNAS untuk berbagi dengan yatim," terang H Sarnapi. 

Sementara Ketua RW 04 Mulyasari Dadang Ongky, juga mengucapkan hal sama kepada pengurus BAZNAS kabupaten Bandung. 

"Kamibsangat bersyukur bahwa senam kali ini diwarnai dengan pengarahan santunan oleh BAZNAS kabupaten Bandung. Sehingga pada senam ini tidak hanya berolahraga, tetapi juga ada sisi sosialnya yakni menyantuni puluhan  anak Yatim dan piatu warga RW 04 Mulyasari desa Gandasari," tandas Ongky 

Senam Syar'i adalah seolah kegiatan senam yang merupakan kolaborasi antara penyelenggara senam sehat Mulyasari dengan BAZNAS. Senam ini agak berbeda dengan senam lainnya, karena dalam senam Syar'i ada hal- hal khusus dalam pelaksanannya. Misalnya pakaian pesenam tidak terlalu ketat dan gerakan para pesenam yang dipandu instrukturnya pun lebih kepada gerakan gerakan senam islami. 

Hal itu ditegaskan Apih Igun penyelanggara senam sehat Mulyasari kepada wartawan, Senin (28/9/2026).

"Kegiatan senam ini memang lebih menjunjung tinggi nilai nilai keislamannya. pakaian yang syar'i serta gerakan senam yang islami menjadi syarat utama senam Syar'i ini," pungkasnya.***

30/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
Wakil Bupati dan BAZNAS Kabupaten Bandung Dukung Penyandang Thalasemia

KABUPATEN BANDUNG — Pemerintah Kabupaten Bandung bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung menunjukkan kepedulian terhadap penyandang thalasemia yang tergabung dalam Relawan Donor Darah Thalasemia Indonesia (REDTI) Kabupaten Bandung.

Dukungan tersebut disampaikan dalam kegiatan yang dihadiri Wakil Bupati Bandung, Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Bandung H. Abdul Rouf serta perwakilan Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bandung.

Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat perhatian terhadap anak-anak penyandang thalasemia yang membutuhkan dukungan dalam menjalani pengobatan dan aktivitas sehari-hari. Perhatian tersebut tidak hanya berkaitan dengan aspek kesehatan, tetapi juga kondisi sosial dan ekonomi yang turut dirasakan oleh keluarga.

Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Abdul Rouf menyampaikan dukungan kepada para penyandang thalasemia beserta keluarganya. Ia menilai diperlukan kepedulian dan sinergi berbagai pihak untuk membantu meringankan tantangan yang dihadapi mereka.

Menurutnya, persoalan thalasemia tidak hanya berkaitan dengan layanan kesehatan, tetapi juga memiliki dimensi sosial dan kemanusiaan. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, BAZNAS, organisasi masyarakat, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi penting agar perhatian terhadap penyandang thalasemia dapat terus diperkuat.

Sementara itu, REDTI Kabupaten Bandung berharap penyandang thalasemia dapat memperoleh perhatian yang berkelanjutan dan menjadi bagian dari program Pemerintah Kabupaten Bandung. Hal tersebut berkaitan dengan kebutuhan pengobatan dan transfusi darah yang harus dijalani secara rutin dalam jangka panjang.

Perhatian juga diharapkan tidak berhenti pada aspek kesehatan. Kondisi keluarga penyandang thalasemia turut menjadi perhatian karena proses pengobatan yang rutin dapat menimbulkan kebutuhan tambahan, seperti transportasi, pendampingan, kebutuhan sehari-hari, hingga dampak terhadap aktivitas dan kondisi ekonomi keluarga.

"Harapan kami, adik-adik penyandang thalasemia tidak hanya mendapatkan perhatian ketika ada kegiatan atau momentum tertentu, tetapi benar-benar menjadi bagian dari perhatian dan program pemerintah secara berkelanjutan. Kami juga berharap kondisi sosial dan ekonomi keluarganya ikut diperhatikan," ungkap perwakilan REDTI Kabupaten Bandung.

Kehadiran Dinkes dan Dinsos Kabupaten Bandung dalam kegiatan tersebut turut membuka ruang koordinasi lintas sektor. Sinergi antara pemerintah daerah, BAZNAS, REDTI, tenaga kesehatan, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat dukungan sesuai dengan kebutuhan penyandang thalasemia dan keluarganya.

Bagi penyandang thalasemia, dukungan yang diberikan bukan hanya berkaitan dengan pengobatan, tetapi juga kesempatan untuk tetap tumbuh, belajar, beraktivitas, dan menjalani kehidupan secara optimal. Karena itu, kepedulian berbagai pihak diharapkan dapat terus terjaga dan diwujudkan melalui dukungan yang berkelanjutan.

Melalui sinergi tersebut, Pemerintah Kabupaten Bandung dan BAZNAS Kabupaten Bandung diharapkan dapat terus mengambil bagian dalam upaya memberikan perhatian kepada penyandang thalasemia, sekaligus mendorong hadirnya dukungan yang sesuai dengan kebutuhan mereka, baik dalam aspek kesehatan maupun sosial.***

30/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
BAZNAS Kabupaten Bandung Bantu Warga Pulihkan Kualitas Air Sumur Masjid Al-Barokah

MAJALAYA, 22 SEPTEMBER 2026 — BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kabupaten Bandung bersama warga melakukan kegiatan well cleaning atau pengurasan sumur di Masjid Al-Barokah, Kampung Kondang RT 04 RW 10, Desa Majalaya, Kecamatan Majalaya, Selasa (22/9/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya mengembalikan kualitas air sumur yang selama ini dimanfaatkan warga dan jamaah Masjid Al-Barokah, khususnya untuk kebutuhan berwudu.

Pengurasan sumur dilakukan untuk membersihkan sedimentasi yang menumpuk sekaligus membuka kembali mata air yang tertutup. Dengan dilakukannya pembersihan, diharapkan kualitas dan ketersediaan air dari sumur tersebut dapat kembali optimal sehingga bisa digunakan oleh masyarakat.

Sumur di Masjid Al-Barokah memiliki manfaat bagi warga sekitar maupun jamaah yang datang untuk melaksanakan ibadah. Karena itu, pemulihan kualitas air menjadi kebutuhan penting agar fasilitas tersebut dapat kembali dimanfaatkan sebagaimana mestinya.

Kegiatan well cleaning ini menjadi salah satu bentuk respons BTB BAZNAS Kabupaten Bandung dalam membantu masyarakat menghadapi persoalan yang berkaitan dengan kebutuhan dasar. Selain penanganan kebencanaan, upaya menjaga akses terhadap air bersih juga menjadi bagian dari kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat di lingkungan sekitar.

BAZNAS Kabupaten Bandung melalui BTB terus berupaya hadir bersama masyarakat dalam berbagai kondisi, termasuk membantu pemulihan fasilitas yang memiliki manfaat bagi kepentingan umum.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan sumur Masjid Al-Barokah dapat kembali menghasilkan air yang layak digunakan sehingga kebutuhan warga dan jamaah, terutama untuk berwudu, dapat terpenuhi.***

23/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kab. Bandung
Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung Hadiri Wakaf Al-Qur'an Bersama Lembaga Kemanusiaan Turki

KABUPATEN BANDUNG — Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung, Dr. KH. Yusuf Ali Tantowi, Lc., M.A., menghadiri kegiatan Wakaf Al-Qur'an bersama International Networking for Humanitarian (INH) dan pihak dari Turki di Aula Pondok Pesantren Al-Basyariyah 2, Kabupaten Bandung, Minggu (20/9/2026).

Kegiatan yang diikuti para santri, pengasuh pesantren, serta perwakilan lembaga kemanusiaan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi dalam membumikan Al-Qur'an sekaligus memperluas manfaat kegiatan filantropi Islam bagi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung menyampaikan apresiasi atas kepedulian lembaga kemanusiaan dari Turki dalam mendukung pendidikan Al-Qur'an di Indonesia, khususnya melalui program wakaf dan pendistribusian mushaf kepada para santri.

Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki semangat yang sejalan dengan berbagai program BAZNAS Kabupaten Bandung dalam meningkatkan kualitas kehidupan keagamaan masyarakat, terutama upaya pengentasan buta huruf Al-Qur'an.

"BAZNAS Kabupaten Bandung memiliki komitmen untuk terus memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan Al-Qur'an. Melalui program Dai Pelosok, bantuan bisyaroh bagi ustadz dan ustadzah, peningkatan kapasitas atau upgrading para pengajar Al-Qur'an, serta program Sedekah Al-Qur'an, kami ingin memastikan bahwa masyarakat, termasuk yang berada di wilayah pelosok, memiliki kesempatan untuk belajar, membaca, dan memahami Al-Qur'an," ungkap KH. Yusuf Ali Tantowi.

Ia menegaskan bahwa pengentasan buta huruf Al-Qur'an tidak cukup hanya dengan menyediakan mushaf. Diperlukan pula kehadiran para pendidik yang kompeten, dukungan terhadap kesejahteraan guru ngaji, serta keberlanjutan proses pembelajaran.

Karena itu, BAZNAS Kabupaten Bandung terus mendorong penguatan program pendidikan keagamaan yang mengintegrasikan penyediaan sarana belajar dengan pemberdayaan para pengajar Al-Qur'an.

Membuka Peluang Kolaborasi dengan Lembaga Kemanusiaan Turki

Kehadiran perwakilan lembaga kemanusiaan dari Turki dalam kegiatan tersebut juga membuka harapan baru bagi BAZNAS Kabupaten Bandung untuk membangun kerja sama yang lebih luas.

KH. Yusuf Ali Tantowi berharap pertemuan ini dapat menjadi langkah awal untuk menjajaki kolaborasi, khususnya dalam program Sedekah Al-Qur'an yang diarahkan untuk membantu masyarakat yang masih mengalami keterbatasan akses terhadap pendidikan Al-Qur'an.

"Kami berharap ke depan BAZNAS Kabupaten Bandung dapat menjalin kerja sama dengan lembaga kemanusiaan dari Turki dalam program Sedekah Al-Qur'an. Kolaborasi ini diharapkan bukan hanya menghadirkan mushaf bagi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan bersama untuk mengentaskan buta huruf Al-Qur'an di Kabupaten Bandung," tuturnya.

Salah satu materi yang diperkenalkan dalam kegiatan ini adalah Mushaf Al-Qur'an Tawafuq, yang menampilkan keserasian tata letak lafaz-lafaz tertentu dalam mushaf. Tradisi penulisan ini dikaitkan dengan Badiuzzaman Said Nursi, ulama asal Turki, dan dikembangkan melalui penulisan mushaf oleh muridnya, Ahmad Husrev Efendi. 

Kehadiran mushaf tersebut menambah khazanah pengenalan Al-Qur'an dan memperlihatkan eratnya hubungan antara tradisi keilmuan Islam, pendidikan, dan gerakan kemanusiaan lintas negara.

Ajak Masyarakat Berzakat, Berinfak, dan Bersedekah melalui BAZNAS

Lebih lanjut, Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam gerakan zakat, infak, dan sedekah (ZIS).

Menurutnya, dukungan masyarakat melalui ZIS sangat penting untuk memperluas jangkauan program pemberdayaan umat, termasuk membantu para guru ngaji dan menghadirkan pendidikan Al-Qur'an bagi masyarakat yang membutuhkan.

"Setiap zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan melalui BAZNAS Kabupaten Bandung merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi umat. Mari kita jadikan harta yang Allah titipkan sebagai jalan untuk menguatkan pendidikan Al-Qur'an, memuliakan para guru ngaji, dan membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan," ajaknya.

Ia juga mengingatkan bahwa semangat berbagi merupakan wujud nyata kecintaan seorang Muslim terhadap Al-Qur'an.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al-Baqarah ayat 261, infak di jalan Allah diumpamakan seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, dan pada setiap tangkai terdapat seratus biji.

"Insya Allah, ketika kita bersama-sama menguatkan gerakan ZIS, manfaatnya akan semakin luas. Kita ingin Kabupaten Bandung menjadi daerah yang masyarakatnya tidak hanya gemar membaca Al-Qur'an, tetapi juga mampu memahami dan mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari," pungkasnya.

Melalui momentum wakaf Al-Qur'an bersama lembaga kemanusiaan dari Turki ini, BAZNAS Kabupaten Bandung optimistis dapat terus memperkuat jejaring kolaborasi, memperluas gerakan Sedekah Al-Qur'an, dan berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat Kabupaten Bandung yang semakin Qur'ani.

Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kabupaten Bandung. Bersama, kita hadirkan Al-Qur'an hingga ke pelosok dan wujudkan generasi yang melek Al-Qur'an.***

20/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kab. Bandung
Hadiri PORSADIN VIII, Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung Ajak Santri Membiasakan Ibadah Maaliyah

KABUPATEN BANDUNG – Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, Dr. KH. Yusuf Ali Tantowi, Lc., M.A., menghadiri pembukaan resmi Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) VIII Tingkat Kabupaten Bandung Tahun 2026, Sabtu (19/9/2026), di Gedung Ormas Islam Kabupaten Bandung.

PORSADIN VIII diselenggarakan oleh DPC Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Bandung sebagai sarana pengembangan potensi, kreativitas, sportivitas, serta pembentukan karakter santri madrasah diniyah.

Kegiatan tersebut diketuai Dr. H. Furqon Arifin, M.M.Pd., didampingi Sekretaris H. Hidayat, M.Pd., serta mendapat dukungan Ketua DPC FKDT Kabupaten Bandung Dr. H. Daud Nurdin, M.H.

Rangkaian pembukaan meliputi pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Madrasah Diniyah Takmiliyah, laporan kegiatan, sambutan, serta pembukaan resmi.

Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung menyampaikan apresiasi kepada DPC FKDT, para guru diniyah, panitia, orang tua, dan seluruh pihak yang konsisten membina pendidikan keagamaan generasi muda.

“PORSADIN bukan sekadar kompetisi olahraga dan seni. Kegiatan ini merupakan bagian dari pendidikan karakter untuk melahirkan santri yang sehat, disiplin, percaya diri, kreatif, sportif, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam,” ujar Yusuf Ali Tantowi.

Menurutnya, pendidikan diniyah memiliki posisi penting dalam membentuk generasi yang saleh secara pribadi sekaligus saleh secara sosial. Karena itu, para santri perlu dibimbing agar memiliki keseimbangan antara ibadah badaniyah dan ibadah maaliyah.

“Ibadah badaniyah dilaksanakan dengan anggota badan, seperti salat, puasa, mengaji, belajar, dan membantu orang tua. Sementara ibadah maaliyah diwujudkan melalui harta, seperti zakat, infak, dan sedekah. Keduanya harus ditanamkan agar kesalehan santri tumbuh secara paripurna,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Yusuf mengutip atsar yang dinisbatkan kepada sahabat Abdullah bin Mas‘ud r.a.:

?????????? ????????? ?????????? ?????????? ??????????? ?????? ???? ??????? ????? ??????? ????

“Kalian diperintahkan mendirikan salat dan menunaikan zakat. Barang siapa tidak menunaikan zakat, maka tidak sempurna salatnya.”

Atsar tersebut, lanjutnya, menunjukkan eratnya hubungan antara salat dan zakat. Salat membangun hubungan seorang hamba dengan Allah Swt., sedangkan zakat menghadirkan kepedulian dan kemanfaatan bagi sesama.

“Orang yang rajin salat tetapi sengaja mengabaikan kewajiban zakat patut mengkhawatirkan kesempurnaan dan penerimaan ibadahnya. Jangan sampai kita tampak saleh ketika berada di masjid, tetapi tidak memiliki kepedulian terhadap tetangga, fakir miskin, anak yatim, dan masyarakat yang membutuhkan pertolongan,” tegasnya.

Yusuf menjelaskan bahwa para santri memang belum seluruhnya berkewajiban menunaikan zakat mal. Namun, pemahaman dan kecintaan terhadap ibadah maaliyah perlu ditanamkan sejak dini melalui kebiasaan berinfak, bersedekah, berbagi makanan, dan membantu teman yang mengalami kesulitan.

“Berinfak tidak harus menunggu kaya. Anak-anak dapat belajar menyisihkan sebagian uang sakunya untuk berbagi. Nilainya mungkin kecil, tetapi kebiasaan tersebut akan menumbuhkan keikhlasan, empati, dan kepedulian yang besar,” tuturnya.

Pembiasaan tersebut diharapkan dapat melahirkan generasi muzaki masa depan, yaitu generasi yang tidak hanya sukses secara pendidikan dan ekonomi, tetapi juga memiliki kesadaran menunaikan zakat serta memberdayakan masyarakat.

BAZNAS Kabupaten Bandung terus mendorong penguatan literasi zakat, infak, dan sedekah di lingkungan keluarga, lembaga pendidikan, madrasah, serta masyarakat. Pendidikan zakat sejak dini menjadi bagian penting dalam membangun budaya berbagi dan semangat gotong royong.

“Dari madrasah diniyah harus lahir santri yang kuat imannya, luas ilmunya, mulia akhlaknya, tinggi prestasinya, dan besar kepeduliannya. Mereka bukan hanya menjadi ahli ibadah, tetapi juga calon muzaki dan penggerak kebaikan bagi umat,” kata Yusuf.

Ia berharap PORSADIN VIII dapat memperkuat silaturahmi antar-santri dan lembaga diniyah sekaligus melahirkan prestasi yang membanggakan bagi Kabupaten Bandung.

“Mari sempurnakan ibadah badaniyah dengan ibadah maaliyah. Salat mendekatkan kita kepada Allah, sedangkan zakat, infak, dan sedekah mendekatkan kita kepada sesama. Dari keseimbangan itulah akan lahir generasi santri yang paripurna dan membawa keberkahan bagi Kabupaten Bandung,” pungkasnya.***

19/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kab. Bandung

Berita Terbaru

BAZNAS Kabupaten Bandung Tanggap Bencana Longsor di Nagreg Kendan
BAZNAS Kabupaten Bandung Tanggap Bencana Longsor di Nagreg Kendan
Nagreg, 19 Mei 2025 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung kembali menunjukkan kepedulian sosialnya melalui BAZNAS Tanggap Bencana. Kali ini, BAZNAS hadir di lokasi bencana longsor yang terjadi di Desa Nagreg Kendan, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung. Peristiwa longsor yang terjadi pada Minggu 18 Mei 2025 malam telah berdampak ke kantor Kepala Desa serta enam rumah warga. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, tiga orang warga dilaporkan mengalami luka-luka. Selain itu, beberapa rumah yang berada di tanah carik desa turut terdampak dan enam rumah di antaranya tertimbun material longsor. Sebagai langkah tanggap darurat, warga yang terdampak untuk sementara waktu dievakuasi ke masjid setempat. BAZNAS Kabupaten Bandung melalui Wakil Ketua I Bidang Penghimpunan, H. Jamjam Erawan, langsung meninjau lokasi bencana dan berkoordinasi dengan Kepala Desa, Camat Nagreg, serta Kapolsek. “Kami mengimbau kepada seluruh warga, mari kita bersama-sama saling membantu, paling tidak dengan mendoakan saudara-saudara kita yang tertimpa musibah,” ujar H. Jamjam Erawan. Beliau juga menyampaikan harapan agar para penyintas segera mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak, termasuk solusi bagi keberlangsungan pelayanan publik yang terganggu akibat kerusakan kantor desa. “Saya justru berpikir, kantor desa yang tertimpa musibah seperti ini akan menjadi momentum untuk dibangun lebih baik lagi,” tambahnya. BAZNAS Kabupaten Bandung terus berkomitmen hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam bentuk program ekonomi dan sosial, tetapi juga dalam merespons situasi darurat sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas kemanusiaan.***
BERITA19/05/2025 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Dorong Optimalisasi Penghimpunan Zakat Infak Sedekah di Kecamatan Soreang
BAZNAS Kabupaten Bandung Dorong Optimalisasi Penghimpunan Zakat Infak Sedekah di Kecamatan Soreang
Soreang, 15 Mei 2025 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung terus menggiatkan sosialisasi dan pembinaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di wilayah kecamatan dan desa. Salah satu kegiatan terbarunya dilaksanakan di Kecamatan Soreang, dengan menghadirkan Wakil Ketua I Bidang Penghimpunan BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Jamjam Erawan, sebagai narasumber utama. Dalam kesempatan tersebut, H. Jamjam mengungkapkan kondisi penghimpunan ZIS di Kecamatan Soreang masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan potensi jumlah penduduk. "Untuk Kecamatan Soreang, yang baru masuk dalam tiga bulan terakhir sekitar 14 juta rupiah dengan jumlah penduduk lebih dari 100 ribu jiwa," ujarnya. Ia juga menyampaikan bahwa dari sisi penyaluran, BAZNAS telah menyalurkan bantuan sebesar 73 juta rupiah selama tiga bulan terakhir di kecamatan tersebut. Menurutnya, rendahnya penghimpunan di Kecamatan Soreang ini merupakan persoalan mindset yang harus dibenahi. “Zakat itu sangat terukur. Tapi bisa jadi belum terorganisir dengan baik,” ujarnya seraya mengapresiasi Ketua UPZ yang telah memfasilitasi pertemuan tersebut. H. Jamjam juga menekankan pentingnya legalitas dalam penghimpunan dana masyarakat, mengingat saat ini setiap bentuk penghimpunan tanpa dasar hukum bisa dianggap pungutan liar. "Jika tidak bersedia untuk bergerak menjadi amil, lebih baik mundur. Jangan disia-siakan. Jadikan tugas amil ini sebagai ladang ibadah,” pungkasnya.***
BERITA15/05/2025 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Serahkan Bantuan Rumah Layak Huni bersama Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb
BAZNAS Kabupaten Bandung Serahkan Bantuan Rumah Layak Huni bersama Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb
Margaasih (5/5/2025) — BAZNAS Kabupaten Bandung kembali menyalurkan bantuan program Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB) kepada keluarga penerima manfaat. Kali ini, rumah layak huni diserahkan kepada Bapak Jaja Koswara, warga Kampung Cibolerang, Desa Rahayu, Kecamatan Margaasih. Acara penyerahan secara simbolis turut dihadiri oleh Wakil Bupati Bandung, Ali Syakieb, dan Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Bandung Bidang Pendistribusian, H. Abdul Rouf. Dalam sambutannya, H. Abdul Rouf menyampaikan bahwa program RLHB merupakan bentuk nyata dari pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan oleh masyarakat Kabupaten Bandung kepada BAZNAS. “Mudah-mudahan apa yang sudah diterima atas titipan infak, sedekah, dan zakat dari semua elemen masyarakat Kabupaten Bandung mampu disyukuri,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa program RLHB menjadi bagian dari upaya optimalisasi zakat yang terus diperjuangkan oleh BAZNAS untuk membantu masyarakat yang masih hidup dalam kondisi tidak layak. “Masih banyak saudara-saudara kita yang membutuhkan uluran tangan. Program RLHB ini adalah salah satu bentuk kepedulian kami,” ujar Abdul Rouf. “Kami dari BAZNAS mengambil bagian dari program Rutilahu Pemda Kabupaten Bandung, dengan program RLHB. Tahun ini kami anggarkan sebanyak 24 unit rumah, dengan anggaran sekitar 25 juta rupiah per unitnya,” tambahnya. Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati Bandung, Ali Syakieb memberikan apresiasi atas kontribusi BAZNAS dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya dalam bidang perumahan layak huni bagi masyarakat kurang mampu. “Kita sangat mengapresiasi BAZNAS yang sudah sangat berkontribusi terhadap pembangunan di Kabupaten Bandung,” tutur Wabup. Ali Syakieb juga menyinggung komitmen pemerintah daerah dalam pembangunan rumah rakyat. Ia menyampaikan bahwa dalam 100 hari kerja, Bupati Bandung menargetkan pembangunan 1.000 rumah bagi warga yang membutuhkan. “Alhamdulillah RLHB dari BAZNAS sudah rampung. Tolong dirawat, dan mudah-mudahan bisa bertahan hingga 30 tahun ke depan,” pesannya kepada penerima manfaat. “Harus ada kepedulian dari masyarakat. Ketika ada program dari pemerintah maupun lembaga seperti BAZNAS, tolong dicari tahu, dibaca, dan dimengerti,” pungkasnya.***
BERITA08/05/2025 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Ikuti Safari Keagamaan Anti Korupsi dari KPK dan Kemenag
BAZNAS Kabupaten Bandung Ikuti Safari Keagamaan Anti Korupsi dari KPK dan Kemenag
Wakil Ketua 4 BAZNAS Kabupaten Bandung H. Sarnapi mengikuti acara yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bekerja sama dengan Kemenag yakni Safari Keagamaan Anti Korupsi di MAN 1 Bandung. Acara pada Rabu 7 Mei 2025 dihadiri Deputi Pendidikan dan Peran Serta masyarakat KPK Wawan Wardiana, Kepala Kemenag Jabar H. Ajam Mustajam, Kepala Kepala Kemenag Kabupaten Bandung H. Cece Hidayat, Kasubag tata Usaha Kemenag Kabupaten Bandung H. Saepuloh dan para kepala seksi. Hadir juga pengurus ormas-ormas Islam, pengawas madrasah, penyuluh agama, dan kepala madrasah. Menurut Cece, kekuatan lembaga keagamaan, lembaga pendidikan maupun tempat ibadah di Kabupaten Bandung sangat besar. "Sebagian besar lembaga pendidikan di Kabupaten Bandung baik madrasah maupun pesantren adalah milik masyarakat. Dari potensi keagamaan ini bisa menjadi ujung tombak dalam pencegahan korupsi," katanya. Sedangkan H. Ajam Mustajam mengatakan, biasanya seseorang akan merasa takut dan khawatir apabila mendengar nama KPK. "Apalagi kalau sudah dipanggil atau KPK dagang ke kita pasti langsung keluar keringat dingin," katanya. Dia menambahkan, banyak sektor yang bisa menjadi pintu masuk gratifikasi maupun korupsi sehingga perlu berhati-hati. "Alhamdulillah Kemenag diajak terlibat dalam safari keagamaan anti korupsi. Jajaran Kemenag harus menjadi garda terdepan dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi," katanya.***
BERITA07/05/2025 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
Siaran di Radio Kandaga, BAZNAS Kabupaten Bandung Ajak Masyarakat Pahami Ibadah Ma’liyah
Siaran di Radio Kandaga, BAZNAS Kabupaten Bandung Ajak Masyarakat Pahami Ibadah Ma’liyah
Soreang, 6 Mei 2025 — Dalam upaya meningkatkan literasi zakat, infak, dan sedekah di tengah masyarakat, BAZNAS Kabupaten Bandung kembali hadir di udara lewat siaran interaktif di Radio Kandaga Kabupaten Bandung. Siaran kali ini menghadirkan Drs. H. Jamjam Erawan, M.A.P, Wakil Ketua I Bidang Penghimpunan BAZNAS Kabupaten Bandung, yang mengangkat tema seputar ibadah ma’liyah atau ibadah yang berkaitan dengan harta. Dalam siaran tersebut, H. Jamjam menekankan pentingnya kesadaran umat Muslim terhadap kewajiban zakat sebagai bagian dari bentuk ketaatan kepada Allah SWT. “Ketika diberi rezeki, jangan lupa ada hak Allah di sana untuk diberikan kepada hamba Allah lainnya,” ujar H. Jamjam membuka perbincangan. Ia menjelaskan bahwa zakat menjadi kewajiban bagi setiap Muslim yang hartanya telah mencapai nisab dan haul. Zakat, lanjutnya, bukan hanya sekadar amalan sosial, tetapi juga bentuk penghambaan kepada Allah yang akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat kelak. “Orang yang wajib zakat adalah yang sudah mencapai nisab dan haul zakat. Kalau tidak dizakatkan, akan dipertanggungjawabkan di Yaumul Akhir,” tegasnya. Dalam konteks ibadah ma’liyah, H. Jamjam menerangkan bahwa bentuknya sangat beragam, tergantung pada jenis harta yang dimiliki seseorang. Mulai dari uang, hasil pertanian, ternak seperti sapi dan domba, hingga kekayaan lainnya, semua memiliki ketentuan zakat tersendiri bila telah memenuhi syarat. “Segala bentuk harta kekayaan, jika mencapai nisab dan haulnya, wajib dikeluarkan zakatnya,” ujarnya. Selain zakat, infak dan sedekah pun disebutnya sebagai bagian dari ibadah ma’liyah yang memiliki nilai kebaikan besar, terlebih jika diberikan kepada keluarga, kerabat, dan sesama Muslim yang membutuhkan. “Ketika berbagi dengan saudara, keluarga, juga termasuk ibadah ma’liyah,” tambahnya. BAZNAS Kabupaten Bandung terus berkomitmen melakukan edukasi kepada masyarakat agar semakin memahami esensi dan manfaat dari zakat, infak, dan sedekah. Melalui berbagai kanal, termasuk siaran radio, BAZNAS berharap semakin banyak masyarakat yang menyadari pentingnya mengelola harta secara syar’i.***
BERITA06/05/2025 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Lakukan Distribusi Massal Bantuan, Ini Bidang yang Dibantu
BAZNAS Kabupaten Bandung Lakukan Distribusi Massal Bantuan, Ini Bidang yang Dibantu
BAZNAS Kabupaten Bandung melakukan distribusi massal bantuan bidang pendidikan dan kesehatan pada Senin, 5 Mei 2025. Hadir Wakil Ketua 2 BAZNAS Kabupaten Bandung H. Abdul Rauf, Wakil Ketua 4 H. Sarnapi, Kepala Kantor BAZNAS H. Kasmita dan Kabag Distribusi dan Pendayagunaan Asep Nugraha. Menurut H. Sarnapi, distribusi bantuan kali ini merupakan hal rutin yang dilakukan BAZNAS Kabupaten Bandung setiap bulannya. "Cuma pada Mei karena ada kegiatan yang penuh selama Ramadhan sehingga baru kali ini diadakan distribusi massal," ujarnya. Sedangkan H. Abdul Rauf mengatakan, distribusi bantuan difokuskan kepada dua bidang yang berkaitan dengan kebutuhan Mustahik yakni pendidikan dan kesehatan. "Kesehatan khususnya pembayaran tunggakan BPJS Kesehatan, sedangkan pendidikan pembayaran iuran sekolah yang tertunggak," ucapnya. Jumlah penerima bantuan sebanyak 150 orang dari 31 kecamatan di Kabupaten Bandung. "Diharapkan bantuan dari BAZNAS Kabupaten Bandung ini bermanfaat bagi Mustahik yang membutuhkan. Semoga pengumpulan zakat, infak dan sedekah makin meningkat sehingga bantuan kepada masyarakat juga kian bertambah," ucapnya.*
BERITA05/05/2025 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
BAZNAS Kabupaten Bandung Gandeng BAZNAS RI Gelar Pelatihan Amil dan Amilat se Bandung Raya
BAZNAS Kabupaten Bandung Gandeng BAZNAS RI Gelar Pelatihan Amil dan Amilat se Bandung Raya
Bertempat di Gedung BAZNAS Center Jln. Gading Tutuka, Soreang, BAZNAS Kabupaten Bandung bekerja sama dengan BAZNAS RI menggelar pelatihan. Hal ini sebagai upaya meningkatkan.pengetahuan dan ketrampilan Amil dan amilat dalam pengumpulan zakat, infak dan sedekah (ZIS). Pelatihan juga diikuti perwakilan dari BAZNAS Kabupaten Purwakarta, BAZNAS Bandung Barat, BAZNAS Kota Bandung, dan BAZNAS Kota Cimahi. "Pelatihan digelar dari Senin sampai Rabu, 28-30 April 2025 di Gedung BAZNAS Center Jln. Gading Tutuka Soreang," kata Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, KH. Yusuf Ali Tantowi didampingi Waka 1 H Jamjam Erawan dan Waka 4, H. Sarnapi. Ustaz Jamjam Erawan mengatakan, penekanan pelatihan untuk pengumpulan ZIS termasuk pengumpulan secara digital atau digital fundraising. "Di era digital saat ini, maka potensi pengumpulan ZIS dari dunia digital sangat besar. Potensi ini yang harus digarap BAZNAS," katanya. Hal itu karena yang menyumbang ZIS bukan hanya warga Kabupaten Bandung melainkan daerah-daerah lain bahkan luar negeri. Dengan mendapatkan ilmu dan pengalaman dari BAZNAS RI lalu dipraktekkan dalam pekerjaan sehari-hari, maka diharapkan pengumpulan ZIS juga akan naik. "Bahkan BAZNAS Kabupaten Bandung ada rencana memagangkan Amil dan amilat ke BAZNAS RI," katanya.***
BERITA30/04/2025 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
Program Sedekah Cahaya BAZNAS Kabupaten Bandung dan Brader di Pangalengan
Program Sedekah Cahaya BAZNAS Kabupaten Bandung dan Brader di Pangalengan
Meski perjanjian kerja sama baru ditandatangani pada Senin, 28 April 2025, namun BAZNAS Kabupaten Bandung dan Yayasan Brader Insan Peduli langsung bergerak cepat (gercep). Dari empat program yang telah disepakati akhirnya pada Selasa 29 April 2025 dilaksanakan realisasi program Sedekah Cahaya di Kecamatan Pangalengan. Program ini berupa pemasangan listrik panel Surya atau listrik tenaga mandiri (Limar) kepada dua rumah. Adalah Ny. Entin (75), dan Ny. Ai, warga RT 05 RW 04, Desa Sukamanah, Kecamatan Pangalengan, yang menerima program sehingga wajahnya berseri-seri. Pasalnya, selama ini rumah Ny. Entin maupun Ny. Ai sering mengalami kegelapan akibat tak mampu membayar biaya listrik. Padahal para tetangganya gemerlap dengan lampu ketika malam mulai menyapa. "Ibu mah pakai listrik dengan nyolok (menyambung) ke rumah anak. Dalam sebulan iuran Rp96.000 untuk bayar rekening listrik," ucap Ny. Entin. Bagi warga mampu tentu uang Rp 96.000 per bulan sangat kecil, namun tidak demikian dengan Ny. Entin dan putranya. "Ibu bekerja sebagai buruh tani atau istilahnya ngabedug dengan bekerja setengah hari. Ibu bekerja sesuai dengan permintaan yang punya tanah," katanya. Setiap bulan, kata Entin, bekerja ngabedug selama 14 hari atau kalau dijumlahkan penghasilannya hanya Rp420.000. "Sedangkan anak saya bekerja sebagai pedagang maupun pekerjaan serabutan lainnya dengan penghasilan yang tak menentu," katanya. Daripada membayar rekening listrik sehingga Ny. Entin lebih mementingkan membeli beras maupun kebutuhan dapur lainnya. "Belum lagi saya juga memberi yang kepada cucu karena mereka kan minta uang jajan sehingga ibu sering memakai lampu minyak atau cempor,," katanya. Dengan bantuan pemasangan listrik panel Surya dari BAZNAS Kabupaten Bandung dan Yayasan Brader sehingga Ny. Entin sangat terharu dan tak sadar sampai menitikkan air mata. "Hatur nuhun BAZNAS, ibu mah cuma bisa berdoa semoga bapak-bapak di BAZNAS bisa terus membantu warga kurang mampu seperti ibu," katanya.***
BERITA30/04/2025 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
Tingkatkan Kinerja Amil dan Amilat, BAZNAS Kabupaten Bandung Gandeng BAZNAS RI Gelar Pelatihan 
Tingkatkan Kinerja Amil dan Amilat, BAZNAS Kabupaten Bandung Gandeng BAZNAS RI Gelar Pelatihan 
Sebagai upaya meningkatkan pengumpulan zakat, infak dan sedekah (ZIS), BAZNAS Kabupaten Bandung menggandeng BAZNAS RI menggelar pelatihan bagi semua Amil dan amilat. Pelatihan juga akan diikuti perwakilan dari BAZNAS Kabupaten Purwakarta, BAZNAS Bandung Barat, BAZNAS Kota Bandung, dan BAZNAS Kota Cimahi. "Pelatihan digelar dari Senin sampai Rabu, 28-30 April 2025 di Gedung BAZNAS Center Jln. Gading Tutuka Soreang," kata Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, KH. Yusuf Ali Tantowi didampingi Waka 4, H. Sarnapi. Lebih jauh KH. Yusuf mengatakan, penekanan pelatihan untuk pengumpulan ZIS khususnya digital fundraising. "Di era digital ini potensi perolehan dari digital sangat besar karena yang menyumbang bukan hanya warga Kabupaten Bandung melainkan daerah-daerah lain bahkan luar negeri," ucapnya. Dengan mendapatkan ilmu dan pengalaman dari BAZNAS RI lalu dipraktekkan dalam pekerjaan sehari-hari. "Bahkan BAZNAS Kabupaten Bandung ada rencana memagangkan Amil dan amilat ke BAZNAS RI," katanya.***
BERITA25/04/2025 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
BAZNAS Kabupaten Bandung Hadiri Silaturahmi dan Evaluasi Penghimpunan UPZ Rancabali
BAZNAS Kabupaten Bandung Hadiri Silaturahmi dan Evaluasi Penghimpunan UPZ Rancabali
Rancabali – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung menghadiri kegiatan silaturahmi sekaligus evaluasi penghimpunan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di wilayah Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung. Acara yang digelar pada Kamis, 24 April 2024 ini menjadi ajang penguatan koordinasi dan peningkatan efektivitas penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di tingkat desa dan kecamatan. Dalam sambutannya, Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Bandung Bidang Penghimpunan, Drs. H. Jamjam Erawan, MAP, menegaskan peran penting BAZNAS sebagai lembaga resmi yang dibentuk oleh pemerintah namun bersifat non-struktural. "BAZNAS adalah lembaga resmi pemerintah non struktural," ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya menjaga dan membangun kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat. Menurutnya, salah satu tugas utama BAZNAS adalah mengadministrasikan dengan baik agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga. "Salah satu tugas BAZNAS mengadministrasikan supaya menjaga kepercayaan (trust)," ungkapnya. "Salah satu yang harus ditempuh yaitu membangun kepercayaan," tambahnya. Dalam kesempatan tersebut, H. Jamjam juga menyampaikan harapannya kepada seluruh UPZ desa untuk terus bergerak aktif dalam menghimpun dana zakat dan menjalin kedekatan dengan masyarakat. "Saya berharap khususnya kepada UPZ desa untuk menggerakkan. Jika tidak berjalan, lebih baik dievaluasi," tegasnya. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran UPZ sebagai ujung tombak penghimpunan ZIS di wilayah desa dan kecamatan, serta memastikan bahwa dana yang terkumpul dapat dikelola secara amanah dan tepat sasaran.***
BERITA24/04/2025 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Dorong SDIT Bentuk Unit Pengumpulan Zakat
BAZNAS Kabupaten Bandung Dorong SDIT Bentuk Unit Pengumpulan Zakat
Sebagai upaya memberdayakan dana zakat, infak dan sedekah (ZIS) di kalangan Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT), BAZNAS Kabupaten Bandung menggelar sosialisasi. Acara pada Kamis 17 April 2025 di TWA Kamojang, Ibun, dihadiri Wakil Ketua 4 BAZNAS Kabupaten Bandung H. Sarnapi, Kabag Pengumpulan Gus Anam, dan Ketua Persatuan SDIT H. Andris. Menurut H. Sarnapi, pertemuan ini merupakan kedua kalinya setelah pertemuan pertama di Hotel Gumilang Sari, Kota Bandung. "Potensi ZIS di lingkungan lembaga pendidikan sangat besar sehingga BAZNAS terus mendorong agar tiap Lembaga pendidikan membentuk Unit Pengumpulan Zakat (UPZ)," ucapnya. Sedangkan Gus Anam, BAZNAS merupakan lembaga pemerintah bukan LSM atau ormas Islam. "BAZNAS adalah lembaga resmi pemerintah non struktural dengan prinsip aman regulasi, aman syari, dan aman NKRI," katanya. Dengan adanya UPZ, kata Gus Anam, tiap sekolah bisa mengumpulkan ZIS sebagai solusi mengatasi persoalan di sekolah. "Kalau ada siswa kurang mampu atau perlu membeli alat sekolah bisa dibantu oleh UPZ sekolah," katanya.***
BERITA17/04/2025 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS Kab Bandung Hadiri Silaturahmi dan Evaluasi UPZ Ibun di Kamojang, Ustaz Danis: Pengumpulan dan Distribusi Lancar
BAZNAS Kab Bandung Hadiri Silaturahmi dan Evaluasi UPZ Ibun di Kamojang, Ustaz Danis: Pengumpulan dan Distribusi Lancar
Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) Kecamatan Ibun menggelar silaturahmi dan evaluasi pengumpulan dan distribusi zakat, infak dan sedekah (ZIS). "Kami ucapkan terima kasih kepada para pengurus UPZ kecamatan maupun UPZ desa yang telah bekerja keras menghimpun ZIS khususnya selama Ramadhan," kata Ketua UPZ Kecamatan Ibun, Ustaz Danis. Acara pada Kamis 17 April 2025 dihadiri Wakil Ketua 4 BAZNAS Kabupaten Bandung H. Sarnapi, Kabag Pengumpulan BAZNAS Gus Anam, Kepala KUA Ibun H. Kholilullah, Ketua DKM Masjid Besar Ibun, para pengurus UPZ Kecamatan Ibun dan UPZ Ibun. Sedangkan H. Kholilullah mengucapkan terima kasih kepada para pengurus UPZ Kecamatan Ibun maupun UPZ desa-desa yang telah menangani zakat maal dan zakat fitrah. "Zakat ibarat raksasa yang sedang tidur sehingga harus terus digali potensinya untuk pemberdayaan warga dan mengurangi kemiskinan," katanya. Sementara H. Sarnapi memaparkan langkah-langkah untuk penggalian potensi ZIS dan pemberdayaannya untuk masyarakat. "Intinya kepercayaan kepada lembaga sehingga UPZ perlu hadir membantu warga maupun hadir di media sosial," katanya.***
BERITA17/04/2025 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
Wabup Ali Syakieb dan Ribuan Guru Ikuti Silaturahmi Akbar, Ini yang Dilakukan BAZNAS Kabupaten Bandung
Wabup Ali Syakieb dan Ribuan Guru Ikuti Silaturahmi Akbar, Ini yang Dilakukan BAZNAS Kabupaten Bandung
Ribuan guru madrasah dari tingkat RA (TK), MI, MTs dan MA se-kabupaten Bandung mengikuti silaturahmi Akbar di Dome Balerame Soreang. Acara pada Rabu 16 April 2025 juga diisi dengan pelantikan pengurus Persatuan Guru Madrasah (PGM) kecamatan se-Kabupaten Bandung. Dalam acara yang dihibur seni Sunda kth hadir Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb, Kepala Kemenag Kabupaten Bandung H. Cece Hidayat didampingi Kasubag Tata Usaha dan para kepala seksi. Hadir juga Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Bandung Ustaz H. Jamjam Erawan, Wakil Ketua 4 H. Sarnapi, para pengurus IGRA dan KKM MI, KKM MTs dan KKM MA serta para pengawas madrasah. Dalam kesempatan itu, BAZNAS Kabupaten Bandung memberikan pelayanan kepada para guru yakni membuka stand kopi dan teh gratis. BAZNAS juga menyediakan tiga doorprize berupa bantuan modal usaha bagi tiga orang guru yang beruntung. Menurut Cece Hidayat, silaturahmi Akbar ini merupakan rangkaian dari halal bihalal Idul Fitri yang digelar Kemenag bekerja sama dengan PGM Kabupaten Bandung. "Sebelumnya Kemenag juga telah menggelar halal bihalal untuk seluruh karyawan maupun perwakilan ormas Islam di Baleendah seminggu lalu," ujarnya.***
BERITA16/04/2025 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
BAZNAS Kabupaten Bandung Gelar Halal Bihalal, Selama Ramadhan Kumpulkan Rp2,2 M
BAZNAS Kabupaten Bandung Gelar Halal Bihalal, Selama Ramadhan Kumpulkan Rp2,2 M
BAZNAS Kabupaten Bandung menggelar halal bihalal Idul Fitri 1446 H/2025 di Gedung BAZNAS Center Jln. Gading Tutuka Soreang. Acara pada Rabu 9 April 2025 dihadiri Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung KH. Yusuf Ali Tantowi, Waka 2 H. Abdul Rauf, Waka 3 H. Dudi Abdul Hadi dan Waka 4 H. Sarnapi. Halal bihalal juga dihadiri Ketua UPZ Kemenag dan Penyelenggara Zakat dan Wakaf Hj. Nana, dan puluhan Amil/amilat BAZNAS Kabupaten Bandung. Menurut KH. Yusuf, pengumpulan zakat, infak dan sedekah (ZIS) selama Ramadhan mencapai Rp2,2 miliar. "Semoga pengumpulan di bulan-bulan lain jangan terlalu jomplang karena target tahun ini mencapai Rp17 miliar," katanya. Salah satu potensi pengumpulan dalam waktu dekat ini adalah penyelenggaraan ibadah haji maupun Idul Adha. "Kita persiapkan dengan baik momentum ibadah haji dan Idul Adha ini agar pengumpulan ZIS terus naik," katanya. Sedangkan Hj. Nana mengatakan, pihaknya menargetkan pengumpulan ZIS yang dilakukan UPZ Kemenag Kabupaten Bandung sebesar Rp3 miliar tahun ini. "Alhamdulillah selama ini kerja sama antara BAZNAS dengan UPZ Kemenag berjalan dengan baik," katanya.***
BERITA09/04/2025 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
Ramadhan Jalan Mudah Meraih Keselamatan, Kedamaian, Kebahagiaan dan Kemakmuran untuk Semua
Ramadhan Jalan Mudah Meraih Keselamatan, Kedamaian, Kebahagiaan dan Kemakmuran untuk Semua
Di dalam qaidah usul yang paling mendasar mengapa Allah membuat syariat, dengan istilah qaidah maqashidu syariah. Tiada lain dan tiada bukan Allah menurunkan syariat itu sebagai jalan untuk keselamatan, kedamaian, kebahagian dan kemakmuran manusia di dunia maupun di akhirat. Termasuk di bulan ramadhan Allah dan Rasul-Nya menurunkan syariat shaum, shalat, tadarrus quran dan zakat fitrah sebagai jalan untuk meraih kehidupan yang selamat, damai, bahagia dan makmur untuk manusia di dunia maupun di akhirat nanti. Hal itu disampaikan oleh Ustadz Jamjam Erawan, MAP dalam Khutbah Idul Fitri 1446 H di halaman Masjid Khoirul Ibad Jingga Residence Soreang Bandung. Senin, 31 Maret 2025. Lebih lanjut, kata Wakil Katua BAZNAS Kabupaten Bandung dihadapan ratusan jamaah. Ibadah Shaum, Shalat Tarawih, Tadarrus Quran dan Zakat Fitrah merupakan jalan bukan tujuan. Artinya barang siapa yang melaksanakan ibadah-ibadah di bulan ramadhan sesuai dengan syariat dan sunnah Rasul-Nya maka dipastikan dia akan mendapatkan kehidupan yang baik, selamat, damai, bahagia dan makmur. Betapa tidak, kata Wakil Ketua PW Muhammadiyah Jawa Barat ini. Di syariat ibadah shaum secara fiqh menahan diri dari makan, minum dan hal yang membatalkan shaum sejak terbitnya fajar hingga terbenam matahari. Hal ini mengajarkan ummat yang shaum untuk bisa menahan diri dari dari berbagai larangan Allah. Ketika Allah melarang mendekati zina, larangan merampok, korupsi dan mengambil hak orang lain, serta larangan-larangan lainnya. Maka jika tidak bisa menahan diri dari larangan tersebut, dipastikan hidupnya akan menyesal dan hina dina. Jizyun wa nadamatun. Jika orang mendekati zina hingga ketahuan berzina, selingkuh dan disebar di berbagai media, maka hidupnya tak akan selamat, damai, bahagia dan makmur. Pasti hidupnya akan menyesal dan hina. (QS Al Isro 32). Pun pula jika orang mengambil hak orang dengan cara korupsi, atau merampas hak orang lain, maka bersiaplah untuk menghadapi aparat hukum, tentu jika sudah urusan dengan penegak hukum, maka hidupnya akan menyesal dan hina, sehingga hidupnya tidak akan selamat, damai, bahagia dan makmur (QS Al Baqarah 188). Begitu juga di QS Al Hujarat 11 mengisyaratkan ummat Islam dilarang untuk mengolok-olok, menghina dan meremehkan seorang manusia atau suatu kaum yang jelas-jelas ciptaan Allah, hal ini siapa yang mengolok-olok, menghina dan meremehkan orang lain, sama dengan mengolok-olok, menghina, dan meremehkan penciptanya. Substansi dari ibadah shaum itu mengajarkan kita untuk mampu menahan diri dari hal yang dilarang oleh Allah swt. Syariat shalat tarawih merupakan jalan untuk menjadikan hamba Allah meraih derajat paling terpuji dihadapan Allah swt. (QS Al Isro 79). Malah dalam Hadits Nabi saw menegaskan bahwa shalat itu merupakan barometer keselamatan dan kebahagiaan manusia di dunia dan diakhirat. Jika shalatnya benar maka akan benar seluruh amalnya. (HR Bukhari Muslim). Artinya shalat itu harus memberikan dampak yang baik kepada sesama manusia, harus berdampak untuk saling membantu dengan sesama manusia. Jika tidak berdampak baik dan tidak mau membantu kesulitan orang lain, maka celaka dengan shalatnya itu.(QS Al Maun 4-5). Jika dampak shalat itu baik kepada sesama manusia, mau membantu kesulitan manusia dan mau lebih peduli pada sesama manusia, tentu akan mendapat respon positif dan menggembirakan dari banyak manusia. Syariat membaca atau tadarrus Quran dan Hadits akan mendapatkan syurga jannatu naim di akhirat. Namun Rasul saw menyatakan celaka orang yang baca Quran dan Hadits yang tidak memikirkan isi dan kadungannya. Mengapa harus dibaca dan dipahami isi dan kandungannya karena Quran dan Hadits itu merupakan petunjuk dan obat dari berbagai problema yang dihadapi oleh ummat manusia. Saat Indonesia tahun 2045 dicanangkan sebagai Indonesia Emas jika generasi muda Islam masa kini mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh menguasai ilmu pengetahuan yang berbasis Quran dan Hadits, maka Indonesia akan terasa Indonesia Emas yang Islami. Namun jika generasi muda Islam masa kini asyik dengan HP yang destruktif maka Indonesia Cemas bagi masa depan ummat Islam. Terakhir ramadhan mengajarkan syariat zakat fitrah sebagai ibadah maliyah telah memberikan dampak yang luar biasa. Karena dengan zakat itu bisa berbagi dengan orang lain, bisa menolong kaum dhuafa, meringankan beban kesulitan orang kekurangan, gotong royong sebagai manifestasi dari keadilan sosial yang ada pada sila kelima dari Pancasila. Jika perbuatan ini dapat membumi dalam setiap bulannya melalui zakat, infaq dan shadaqah, maka kehidupan akan selamat, damai, makmur dan menggembirakan. Oleh karena itu, bagi kaum muslimin ramadhan bukan hiburan spiritual yang rutin hadir setiap tahun. Tapi ramadhan merupakan didikan Allah yang akan menghantarkan kita pada keselamatan, kedamaian, kebahagian dan kemakmuran untuk semua jika memahami maksud dan tujuan Allah mensyariatkan amalan dibulan tersebut. Sebelum shalat dan khutbah dilaksanakan, Sekretaris Panitia Ramadhan 1446 H, Ustadz Ayi Sunandar menyampaikan beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan. diantaranya adalah shalat tarawih, ifthar bersama, tadarrus quran, kultum shubuh, kajian Selasa Sabtu Shubuh, Pengajian Umum, Berbagi dengan Sesama, Pesantren Kilat untuk Pelajar, Itikaf Sepuluh Hari Akhir Ramadhan, Penghimpunan dan Pendistribusian Zakat Fitrah dan Infaq, serta Pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1446 H. Kesuksesan berbagai kegiatan ini, karena idzin Allah, dukungan warga, serta kerjasama dengan Baznas Kabupaten Bandung dan Mahabah At Tanwir Kabupaten Bandung.***
BERITA31/03/2025 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
Kang DS Apresiasi Kinerja BAZNAS Kabupaten Bandung
Kang DS Apresiasi Kinerja BAZNAS Kabupaten Bandung
Bupati Bandung Dr. HM. Dadang Supriatna, SIP, MSi mengapresiasi atas kinerja Baznas Kabupaten Bandung yang selalu gesit, gercep dan akuntabel. Hal tersebut disampaikan Kang DS kepada KH. Yusuf Ali Tanthowi, Lc, MA dan Drs. H. Jamjam Erawan, MAP sebagai Ketua dan Wakil Ketua Baznas Kabupaten Bandung pada saat Open House Idul Fitri di Rumah Dinas Bupati Bandung, Senin, 31 Maret 2025. Saya melihat, Kata Kang DS panggilan akrabnya, kesuksesan Baznas sekarang karena Pimpinan Baznas yang semakin solid, transparan dan akuntabel sehingga para muzakki terutama ASN dan Pimpinan Vertikal di Kabupaten Bandung memberikan kepercayaan dalam mengelolanya. Hal ini setiap bulan Pimpinan Baznas menyampaikan laporan penghimpunan dan pendistribusian dihadapan para ASN dan Pimpinan vertikal di Kabupaten Bandung. Harapan saya, kata Ketua DPC PKB Kabupaten Bandung ini, Baznas Kabupaten Bandung harus semakin bedas di bulan syawal ini untuk menghimpun dari sumber lain termasuk dari Desa dan kelurahan se Kabupaten Bandung. Karena semakin banyak yang dihimpun, maka akan semakin banyak manfaat di dapat oleh warga Kabupaten Bandung.***
BERITA31/03/2025 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung dan Diskop UKM Jalin Kerja Sama Pemberdayaan Mustahik
BAZNAS Kabupaten Bandung dan Diskop UKM Jalin Kerja Sama Pemberdayaan Mustahik
Untuk upaya pemberdayaan masyarakat yang masuk kategori Mustahik, BAZNAS Kabupaten Bandung menggandeng tangan Diskop dan UKM Kabupaten Bandung. Penandatanganan MOU dilakukan Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung KH. Yusuf Ali Tantowi dan Kepala Dinkop UKM Kabupaten Bandung H. Dindin Syahidin, S.Ip., M.Si, Rabu 26 Maret 2025 di sela-sela pembinaan bulanan Amil dan amilat BAZNAS Kabupaten Bandung. Adapun Pembinaan Amil dan amilat dilakukan Staf Fundraising BAZNAS RI Abdul Halim Hadi. Menurut Dindin Syahidin, kerja sama ini merupakan upaya kedua belah pihak dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. "Sebagai muslim tentu saja para ASN pasti sadar kalau zakat adalah kewajiban personal atau tiap orang. Namun dari pengumpulan zakat dan infak ini bisa dimanfaatkan secara luas untuk pemberdayaan masyarakat," katanya didampingi Kabid Koperasi Diskop UKM Kabupaten Bandung Rudi P. Dia berharap agar BAZNAS Kabupaten Bandung memberikan dukungan dalam pemanfaatan dana zakat, infak dan sedekah (ZIS) bagi kepentingan produktif. "Kabupaten Bandung memiliki lebih dari 1.800 koperasi dengan 1.000 koperasi yang aktif. Tentu kondisi masing-masing koperasi berbeda-beda," katanya. Sedangkan UKM berjumlah 41.000 orang pengusaha mikro dengan omset maksimal Rp2 miliar per tahun. "Kerja sama ini untuk memberikan pelatihan bagi Mustahik yang diberikan bantuan oleh BAZNAS termasuk juga UKM yang selama ini dibina BAZNAS," katanya.***
BERITA26/03/2025 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
Kumpulkan Donasi Buat Pembangunan Kembali Palestina, BAZNAS Kabupaten Bandung Gelar Safari Ramadhan 1446 H
Kumpulkan Donasi Buat Pembangunan Kembali Palestina, BAZNAS Kabupaten Bandung Gelar Safari Ramadhan 1446 H
Seperti tahun sebelumnya, BAZNAS Kabupaten Bandung terlibat aktif dalam menghimpun donasi buat kaum Muslimin di Palestina khususnya Gaza. Pada Ramadhan tahun ini kembali BAZNAS kabupaten Bandung menggelar Safari Ramadhan bertajuk "Membasuh Luka Palestina". Safari Ramadhan ini menghadirkan penceramah asal Palestina yakni Syekh Ali Issa Moussa bekerja sama dengan BAZNAS RI dan BAZNAS Jabar. Menurut penanggung jawab Safari Ramadhan, Ustaz Dudin, acara dari Selasa sampai Jumat, 11-14 Maret 2025, di enam lokasi Kabupaten Bandung. "Diawali pada Selasa pukul 09.00 di Masjid Nurul Ansor Jln. Mahmud Rahayu, Marga Asih, dilanjutkan pukul 19.30 di Masjid Al Kahfi Bunut, Desa Marga Hurip, Kecamatan Banjaran," katanya. Sedangkan pada Rabu pukul 08.00 di SMK Marhas Margahayu dan pukul 19.30 akan berceramah di Masjid al Ukhuwah, Cikambuy Hilir, Katapang. "Syekh Ali akan menyampaikan perkembangan terakhir di Palestina sekaligus menumbuhkan rasa solidaritas dan ukhuwah islamiah kepada Muslimin Indonesia kepada saudaranya di Gaza," ucapnya. Sedangkan pada Kamis pukul 09.00 bertempat di Masjid Al Akbar Jln. Patrol Raya No 11 Baleendah dan pukul 19.30 di Masjid Al Amanah Rancamanyar. "Pada hari terakhir yakni Jumat pukul 08.00 Syekh Ali akan mendatangi SDIT Mukmin Kreatif," katanya.***
BERITA11/03/2025 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
BAZNAS Kabupaten Bandung Serahkan Paket Yatim Bahagia di Tarawih Keliling Bupati Kang DS
BAZNAS Kabupaten Bandung Serahkan Paket Yatim Bahagia di Tarawih Keliling Bupati Kang DS
BAZNAS Kabupaten Bandung menyerahkan 80 paket Yatim Bahagia saat tarawih keliling Bupati Bandung HM Dadang Supriatna atau Kang DS ke komplek Pesantren Persis di Desa Cangkuang Wetan, Dayeuhkolot. Penyerahan paket ini merupakan kedua kalinya setelah pada Senin 3 Maret 2025 di Pesantren Al Ittifaq Rancabali. Bupati yang energik ini mengaku memiliki memori baik tersendiri kepada pesantren khususnya Pengasuhnya yakni Ustaz Asmiri. Acara dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bandung Hj. Emma Detty, Asisten Pemkesra H. Ruli Hadiana, Sekda H. Cahra Amiyana, Kepala Polresta Bandung Kombes Pol. Aldi, Komandan Kodim Kabupaten Bandung, Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung KH. Yusuf Ali Tontowi, Wakil Ketua 4 BAZNAS Kabupaten Bandung H. Sarnapi, Camat Dayeuhkolot, dan para pejabat lainnya. Mengenai santunan anak yatim, Kang DS menyatakan pada tarling dapil 2 diberikan kepada 80 anak. "Alhamdulillah kegiatan ini selalu didukung oleh BAZNAS Kabupaten Bandung yang mengumpulkan zakat infak dan sedekah (ZIS) dari para ASN serta kaum Muslimin di Kabupaten Bandung," katanya. Pada tahun kemarin BAZNAS Kabupaten Bandung berhasil mengumpulkan Rp12 miliar.. "Saya ingin meluruskan informasi yang salah saat Pilkada kemarin karena ada isu saya memotong gaji para ASN Rp100.000 per orang. Padahal isu ini gak benar sama sekali," katanya. Adapun instruksi membayar zakat dan infak bagi ASN ke BAZNAS Kabupaten Bandung disesuaikan dengan kemampuan penghasilan yang diperolehnya. "Silakan membayar zakat ke BAZNAS Kabupaten Bandung kalau jumlah penghasilan per bulannya Rp7 juta per bulan," katanya.***
BERITA08/03/2025 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
PD PONTREN Kemenag Kabupaten Bandung Menguatkan Sinergi dengan BAZNAS Kabupaten Bandung
PD PONTREN Kemenag Kabupaten Bandung Menguatkan Sinergi dengan BAZNAS Kabupaten Bandung
PD Pontren Kemenag Kabupaten Bandung untuk pertama kalinya menyelenggarakan silaturahim secara terintegrasi dengan Organisasi Mitra seperti BKPRMI, Forum Pondok Pesantren, dan Ormit lainnya, serta khusus dengan BAZNAS Kabupaten Bandung. Demikian sambutan Kepala Seksi PD Pontren Kemenag Kabupaten Bandung, H. Agus Salman, MAg, pada acara Silaturahim dan Rakerda PD Pontren Kemenag Kabupaten Bandung di Aula Hotel Cipaganti 1 Cipanas Garut, Selasa, 25 Februari 2025. Menurut alumni S2 UIN Sunan Gunung Djati Bandung ini, Forum ini Forum evaluasi PD Pontren dan stekholdernya ada di Kabupaten sekaligus menyusun program satu tahun ke depan sehingga kehadiran kita dapat terasa oleh ummat. Kepala Kemenag Kabupaten Bandung, Bapak Dr. KH. Cece Hidayat, MSi dalam sambutannya menerangkan bahwa sinergitas kemenag dengan Pemkab Bandung, Forum Pondok Pesantren, BKPRMI dan pihak lainnya harus menjadi bagian dari gerakan kita sehingga eksistensinya dapat muncul ke permukaan dan dapat memberikan manfaat untuk ummat. Padahal faktanya kita sudah banyak berbuat dan selalu diperhitungkan oleh beberapa pihak. Karenanya ke depannya kita harus bisa Power Sharing dengan mereka untuk kemajuan lembaga masing-masing dan warga Kabupaten Bandung. Sementara Wakil Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, Drs. H. Jamjam Erawan, MAP menerangkan bahwa BAZNAS Kabupaten Bandung merupakan tempat ibadah maliyah kaum muslimin untuk mebersikan harta dan jiwa para muzakki, serta pulau harapan bagi para mustahik. Sesuai UU No 23 tahun 2011. Secara faktual, kata Ustadz Jamjam Erawan, kehadiran BAZNAS telah banyak memberikan manfaat dan mashlahat bagi warga khususnya warga Kabupaten Bandung; pada tahun 2024 ada 20.220 penerima manfaat melalui program Bandung Religius. Ada 8.640 penerima manfaat melalui program Bandung Cerdas. Ada 19.407 penerima manfaat melalui program Bandung Sehat. Ada 21.354 penerima manfaat melalui program Bandung Peduli dan ada 429 penerima manfaat melalui program Bandung Berdaya Saing. Belum lagi lebih dari 500 rumah rusak ringan dan lebih dari 50 tempat ibadah yang telah menerima bantuan manfaat dari BAZNAS bagi saudara kita yang terkena dampak gempa di Kertasari dan Pangalengan yang merupakan bentuk kepedulian dari ASN Kabupaten Bandung melalui KORPRI Kabupaten Bandung yang diamanahkan ke BAZNAS Kabupaten Bandung. Mari kita tingkatkan sinergi antara BAZNAS, Kemenag dan lembaga lainnya untuk beribadah maliyah kita kepada Allah sekaligus mewujudkan solidaritas sosial kita melalui BAZNAS Kabupaten Bandung. Kasi Zakat dan Wakaf Kemenag Kabupaten Bandung, Ibu Hj. Nana Rostiana, MAg mengajak organisasi mitra dari PD Pontren kemenag Kabupaten Bandung untuk meningkatkan kesadaran berzakat, infaq dan sedekah melalui UPZ Kemenag Kabupaten yang nantinya diserahkan ke BAZNAS Kabupaten Bandung untuk didistribusikam di lingkungan organisasi mitra PD Pontren Kemenag Kabupaten Bandung.***
BERITA27/02/2025 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Bandung.

Lihat Daftar Rekening →