WhatsApp Icon
Senam Syar'i di  RW 04 Mulyasari Diwarnai Santunan Anak Yatim Piatu dari BAZNAS Kabupaten Bandung

KABUPATEN BANDUNG - Senam Sehat Mulyasari (SSM) berkesempatan untuk menggelar acara spesial senam bertajuk "Senam Syar'i sambil Berbagi" di lapangan RT 05 RW 04 Mulyasari desa Gandasari, Sabtu (26/9/2026).

Dalam senam tersebut dua istruktur dihadirkan untuk menyemangati para pesenam tersebut.  Bahkan selain pesenan yang hadir, para pengurus RT dan RW dan Karang taruna  setempat pun hadir menyaksikan penyerahan santunan bagi anak Yatim/piatu dari BAZNAS Kabupaten Bandung. 

Ketua Umum BAZNAS Kabupaten Bandung KH Yusuf Ali Tantowi yang diwakili pengurusnya, H.Sarnapi mengatakan pemberian santunan itu merupakan kepedulian dari BAZNAS Kabupaten Bandung. 

"Alhamdulillah hari ini BAZNAS kabupaten Bandung hadir di tengah - tengah   masyarakat RW 04 Mulyasari untuk mendukung kegiatan senam Syar'i. Bahkan anak Yatim dan Piatu dihadirkan untuk menerima manfaat dari BAZNAS. Karenanya saya mengucapkan terima kasih kepada penyelenggara senam dan pengurus RW, yang telah mengundang BAZNAS untuk berbagi dengan yatim," terang H Sarnapi. 

Sementara Ketua RW 04 Mulyasari Dadang Ongky, juga mengucapkan hal sama kepada pengurus BAZNAS kabupaten Bandung. 

"Kamibsangat bersyukur bahwa senam kali ini diwarnai dengan pengarahan santunan oleh BAZNAS kabupaten Bandung. Sehingga pada senam ini tidak hanya berolahraga, tetapi juga ada sisi sosialnya yakni menyantuni puluhan  anak Yatim dan piatu warga RW 04 Mulyasari desa Gandasari," tandas Ongky 

Senam Syar'i adalah seolah kegiatan senam yang merupakan kolaborasi antara penyelenggara senam sehat Mulyasari dengan BAZNAS. Senam ini agak berbeda dengan senam lainnya, karena dalam senam Syar'i ada hal- hal khusus dalam pelaksanannya. Misalnya pakaian pesenam tidak terlalu ketat dan gerakan para pesenam yang dipandu instrukturnya pun lebih kepada gerakan gerakan senam islami. 

Hal itu ditegaskan Apih Igun penyelanggara senam sehat Mulyasari kepada wartawan, Senin (28/9/2026).

"Kegiatan senam ini memang lebih menjunjung tinggi nilai nilai keislamannya. pakaian yang syar'i serta gerakan senam yang islami menjadi syarat utama senam Syar'i ini," pungkasnya.***

30/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
Wakil Bupati dan BAZNAS Kabupaten Bandung Dukung Penyandang Thalasemia

KABUPATEN BANDUNG — Pemerintah Kabupaten Bandung bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung menunjukkan kepedulian terhadap penyandang thalasemia yang tergabung dalam Relawan Donor Darah Thalasemia Indonesia (REDTI) Kabupaten Bandung.

Dukungan tersebut disampaikan dalam kegiatan yang dihadiri Wakil Bupati Bandung, Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Bandung H. Abdul Rouf serta perwakilan Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bandung.

Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat perhatian terhadap anak-anak penyandang thalasemia yang membutuhkan dukungan dalam menjalani pengobatan dan aktivitas sehari-hari. Perhatian tersebut tidak hanya berkaitan dengan aspek kesehatan, tetapi juga kondisi sosial dan ekonomi yang turut dirasakan oleh keluarga.

Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Abdul Rouf menyampaikan dukungan kepada para penyandang thalasemia beserta keluarganya. Ia menilai diperlukan kepedulian dan sinergi berbagai pihak untuk membantu meringankan tantangan yang dihadapi mereka.

Menurutnya, persoalan thalasemia tidak hanya berkaitan dengan layanan kesehatan, tetapi juga memiliki dimensi sosial dan kemanusiaan. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, BAZNAS, organisasi masyarakat, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi penting agar perhatian terhadap penyandang thalasemia dapat terus diperkuat.

Sementara itu, REDTI Kabupaten Bandung berharap penyandang thalasemia dapat memperoleh perhatian yang berkelanjutan dan menjadi bagian dari program Pemerintah Kabupaten Bandung. Hal tersebut berkaitan dengan kebutuhan pengobatan dan transfusi darah yang harus dijalani secara rutin dalam jangka panjang.

Perhatian juga diharapkan tidak berhenti pada aspek kesehatan. Kondisi keluarga penyandang thalasemia turut menjadi perhatian karena proses pengobatan yang rutin dapat menimbulkan kebutuhan tambahan, seperti transportasi, pendampingan, kebutuhan sehari-hari, hingga dampak terhadap aktivitas dan kondisi ekonomi keluarga.

"Harapan kami, adik-adik penyandang thalasemia tidak hanya mendapatkan perhatian ketika ada kegiatan atau momentum tertentu, tetapi benar-benar menjadi bagian dari perhatian dan program pemerintah secara berkelanjutan. Kami juga berharap kondisi sosial dan ekonomi keluarganya ikut diperhatikan," ungkap perwakilan REDTI Kabupaten Bandung.

Kehadiran Dinkes dan Dinsos Kabupaten Bandung dalam kegiatan tersebut turut membuka ruang koordinasi lintas sektor. Sinergi antara pemerintah daerah, BAZNAS, REDTI, tenaga kesehatan, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat dukungan sesuai dengan kebutuhan penyandang thalasemia dan keluarganya.

Bagi penyandang thalasemia, dukungan yang diberikan bukan hanya berkaitan dengan pengobatan, tetapi juga kesempatan untuk tetap tumbuh, belajar, beraktivitas, dan menjalani kehidupan secara optimal. Karena itu, kepedulian berbagai pihak diharapkan dapat terus terjaga dan diwujudkan melalui dukungan yang berkelanjutan.

Melalui sinergi tersebut, Pemerintah Kabupaten Bandung dan BAZNAS Kabupaten Bandung diharapkan dapat terus mengambil bagian dalam upaya memberikan perhatian kepada penyandang thalasemia, sekaligus mendorong hadirnya dukungan yang sesuai dengan kebutuhan mereka, baik dalam aspek kesehatan maupun sosial.***

30/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
BAZNAS Kabupaten Bandung Bantu Warga Pulihkan Kualitas Air Sumur Masjid Al-Barokah

MAJALAYA, 22 SEPTEMBER 2026 — BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kabupaten Bandung bersama warga melakukan kegiatan well cleaning atau pengurasan sumur di Masjid Al-Barokah, Kampung Kondang RT 04 RW 10, Desa Majalaya, Kecamatan Majalaya, Selasa (22/9/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya mengembalikan kualitas air sumur yang selama ini dimanfaatkan warga dan jamaah Masjid Al-Barokah, khususnya untuk kebutuhan berwudu.

Pengurasan sumur dilakukan untuk membersihkan sedimentasi yang menumpuk sekaligus membuka kembali mata air yang tertutup. Dengan dilakukannya pembersihan, diharapkan kualitas dan ketersediaan air dari sumur tersebut dapat kembali optimal sehingga bisa digunakan oleh masyarakat.

Sumur di Masjid Al-Barokah memiliki manfaat bagi warga sekitar maupun jamaah yang datang untuk melaksanakan ibadah. Karena itu, pemulihan kualitas air menjadi kebutuhan penting agar fasilitas tersebut dapat kembali dimanfaatkan sebagaimana mestinya.

Kegiatan well cleaning ini menjadi salah satu bentuk respons BTB BAZNAS Kabupaten Bandung dalam membantu masyarakat menghadapi persoalan yang berkaitan dengan kebutuhan dasar. Selain penanganan kebencanaan, upaya menjaga akses terhadap air bersih juga menjadi bagian dari kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat di lingkungan sekitar.

BAZNAS Kabupaten Bandung melalui BTB terus berupaya hadir bersama masyarakat dalam berbagai kondisi, termasuk membantu pemulihan fasilitas yang memiliki manfaat bagi kepentingan umum.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan sumur Masjid Al-Barokah dapat kembali menghasilkan air yang layak digunakan sehingga kebutuhan warga dan jamaah, terutama untuk berwudu, dapat terpenuhi.***

23/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kab. Bandung
Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung Hadiri Wakaf Al-Qur'an Bersama Lembaga Kemanusiaan Turki

KABUPATEN BANDUNG — Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung, Dr. KH. Yusuf Ali Tantowi, Lc., M.A., menghadiri kegiatan Wakaf Al-Qur'an bersama International Networking for Humanitarian (INH) dan pihak dari Turki di Aula Pondok Pesantren Al-Basyariyah 2, Kabupaten Bandung, Minggu (20/9/2026).

Kegiatan yang diikuti para santri, pengasuh pesantren, serta perwakilan lembaga kemanusiaan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi dalam membumikan Al-Qur'an sekaligus memperluas manfaat kegiatan filantropi Islam bagi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung menyampaikan apresiasi atas kepedulian lembaga kemanusiaan dari Turki dalam mendukung pendidikan Al-Qur'an di Indonesia, khususnya melalui program wakaf dan pendistribusian mushaf kepada para santri.

Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki semangat yang sejalan dengan berbagai program BAZNAS Kabupaten Bandung dalam meningkatkan kualitas kehidupan keagamaan masyarakat, terutama upaya pengentasan buta huruf Al-Qur'an.

"BAZNAS Kabupaten Bandung memiliki komitmen untuk terus memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan Al-Qur'an. Melalui program Dai Pelosok, bantuan bisyaroh bagi ustadz dan ustadzah, peningkatan kapasitas atau upgrading para pengajar Al-Qur'an, serta program Sedekah Al-Qur'an, kami ingin memastikan bahwa masyarakat, termasuk yang berada di wilayah pelosok, memiliki kesempatan untuk belajar, membaca, dan memahami Al-Qur'an," ungkap KH. Yusuf Ali Tantowi.

Ia menegaskan bahwa pengentasan buta huruf Al-Qur'an tidak cukup hanya dengan menyediakan mushaf. Diperlukan pula kehadiran para pendidik yang kompeten, dukungan terhadap kesejahteraan guru ngaji, serta keberlanjutan proses pembelajaran.

Karena itu, BAZNAS Kabupaten Bandung terus mendorong penguatan program pendidikan keagamaan yang mengintegrasikan penyediaan sarana belajar dengan pemberdayaan para pengajar Al-Qur'an.

Membuka Peluang Kolaborasi dengan Lembaga Kemanusiaan Turki

Kehadiran perwakilan lembaga kemanusiaan dari Turki dalam kegiatan tersebut juga membuka harapan baru bagi BAZNAS Kabupaten Bandung untuk membangun kerja sama yang lebih luas.

KH. Yusuf Ali Tantowi berharap pertemuan ini dapat menjadi langkah awal untuk menjajaki kolaborasi, khususnya dalam program Sedekah Al-Qur'an yang diarahkan untuk membantu masyarakat yang masih mengalami keterbatasan akses terhadap pendidikan Al-Qur'an.

"Kami berharap ke depan BAZNAS Kabupaten Bandung dapat menjalin kerja sama dengan lembaga kemanusiaan dari Turki dalam program Sedekah Al-Qur'an. Kolaborasi ini diharapkan bukan hanya menghadirkan mushaf bagi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan bersama untuk mengentaskan buta huruf Al-Qur'an di Kabupaten Bandung," tuturnya.

Salah satu materi yang diperkenalkan dalam kegiatan ini adalah Mushaf Al-Qur'an Tawafuq, yang menampilkan keserasian tata letak lafaz-lafaz tertentu dalam mushaf. Tradisi penulisan ini dikaitkan dengan Badiuzzaman Said Nursi, ulama asal Turki, dan dikembangkan melalui penulisan mushaf oleh muridnya, Ahmad Husrev Efendi. 

Kehadiran mushaf tersebut menambah khazanah pengenalan Al-Qur'an dan memperlihatkan eratnya hubungan antara tradisi keilmuan Islam, pendidikan, dan gerakan kemanusiaan lintas negara.

Ajak Masyarakat Berzakat, Berinfak, dan Bersedekah melalui BAZNAS

Lebih lanjut, Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam gerakan zakat, infak, dan sedekah (ZIS).

Menurutnya, dukungan masyarakat melalui ZIS sangat penting untuk memperluas jangkauan program pemberdayaan umat, termasuk membantu para guru ngaji dan menghadirkan pendidikan Al-Qur'an bagi masyarakat yang membutuhkan.

"Setiap zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan melalui BAZNAS Kabupaten Bandung merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi umat. Mari kita jadikan harta yang Allah titipkan sebagai jalan untuk menguatkan pendidikan Al-Qur'an, memuliakan para guru ngaji, dan membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan," ajaknya.

Ia juga mengingatkan bahwa semangat berbagi merupakan wujud nyata kecintaan seorang Muslim terhadap Al-Qur'an.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al-Baqarah ayat 261, infak di jalan Allah diumpamakan seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, dan pada setiap tangkai terdapat seratus biji.

"Insya Allah, ketika kita bersama-sama menguatkan gerakan ZIS, manfaatnya akan semakin luas. Kita ingin Kabupaten Bandung menjadi daerah yang masyarakatnya tidak hanya gemar membaca Al-Qur'an, tetapi juga mampu memahami dan mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari," pungkasnya.

Melalui momentum wakaf Al-Qur'an bersama lembaga kemanusiaan dari Turki ini, BAZNAS Kabupaten Bandung optimistis dapat terus memperkuat jejaring kolaborasi, memperluas gerakan Sedekah Al-Qur'an, dan berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat Kabupaten Bandung yang semakin Qur'ani.

Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kabupaten Bandung. Bersama, kita hadirkan Al-Qur'an hingga ke pelosok dan wujudkan generasi yang melek Al-Qur'an.***

20/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kab. Bandung
Hadiri PORSADIN VIII, Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung Ajak Santri Membiasakan Ibadah Maaliyah

KABUPATEN BANDUNG – Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, Dr. KH. Yusuf Ali Tantowi, Lc., M.A., menghadiri pembukaan resmi Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) VIII Tingkat Kabupaten Bandung Tahun 2026, Sabtu (19/9/2026), di Gedung Ormas Islam Kabupaten Bandung.

PORSADIN VIII diselenggarakan oleh DPC Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Bandung sebagai sarana pengembangan potensi, kreativitas, sportivitas, serta pembentukan karakter santri madrasah diniyah.

Kegiatan tersebut diketuai Dr. H. Furqon Arifin, M.M.Pd., didampingi Sekretaris H. Hidayat, M.Pd., serta mendapat dukungan Ketua DPC FKDT Kabupaten Bandung Dr. H. Daud Nurdin, M.H.

Rangkaian pembukaan meliputi pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Madrasah Diniyah Takmiliyah, laporan kegiatan, sambutan, serta pembukaan resmi.

Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung menyampaikan apresiasi kepada DPC FKDT, para guru diniyah, panitia, orang tua, dan seluruh pihak yang konsisten membina pendidikan keagamaan generasi muda.

“PORSADIN bukan sekadar kompetisi olahraga dan seni. Kegiatan ini merupakan bagian dari pendidikan karakter untuk melahirkan santri yang sehat, disiplin, percaya diri, kreatif, sportif, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam,” ujar Yusuf Ali Tantowi.

Menurutnya, pendidikan diniyah memiliki posisi penting dalam membentuk generasi yang saleh secara pribadi sekaligus saleh secara sosial. Karena itu, para santri perlu dibimbing agar memiliki keseimbangan antara ibadah badaniyah dan ibadah maaliyah.

“Ibadah badaniyah dilaksanakan dengan anggota badan, seperti salat, puasa, mengaji, belajar, dan membantu orang tua. Sementara ibadah maaliyah diwujudkan melalui harta, seperti zakat, infak, dan sedekah. Keduanya harus ditanamkan agar kesalehan santri tumbuh secara paripurna,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Yusuf mengutip atsar yang dinisbatkan kepada sahabat Abdullah bin Mas‘ud r.a.:

?????????? ????????? ?????????? ?????????? ??????????? ?????? ???? ??????? ????? ??????? ????

“Kalian diperintahkan mendirikan salat dan menunaikan zakat. Barang siapa tidak menunaikan zakat, maka tidak sempurna salatnya.”

Atsar tersebut, lanjutnya, menunjukkan eratnya hubungan antara salat dan zakat. Salat membangun hubungan seorang hamba dengan Allah Swt., sedangkan zakat menghadirkan kepedulian dan kemanfaatan bagi sesama.

“Orang yang rajin salat tetapi sengaja mengabaikan kewajiban zakat patut mengkhawatirkan kesempurnaan dan penerimaan ibadahnya. Jangan sampai kita tampak saleh ketika berada di masjid, tetapi tidak memiliki kepedulian terhadap tetangga, fakir miskin, anak yatim, dan masyarakat yang membutuhkan pertolongan,” tegasnya.

Yusuf menjelaskan bahwa para santri memang belum seluruhnya berkewajiban menunaikan zakat mal. Namun, pemahaman dan kecintaan terhadap ibadah maaliyah perlu ditanamkan sejak dini melalui kebiasaan berinfak, bersedekah, berbagi makanan, dan membantu teman yang mengalami kesulitan.

“Berinfak tidak harus menunggu kaya. Anak-anak dapat belajar menyisihkan sebagian uang sakunya untuk berbagi. Nilainya mungkin kecil, tetapi kebiasaan tersebut akan menumbuhkan keikhlasan, empati, dan kepedulian yang besar,” tuturnya.

Pembiasaan tersebut diharapkan dapat melahirkan generasi muzaki masa depan, yaitu generasi yang tidak hanya sukses secara pendidikan dan ekonomi, tetapi juga memiliki kesadaran menunaikan zakat serta memberdayakan masyarakat.

BAZNAS Kabupaten Bandung terus mendorong penguatan literasi zakat, infak, dan sedekah di lingkungan keluarga, lembaga pendidikan, madrasah, serta masyarakat. Pendidikan zakat sejak dini menjadi bagian penting dalam membangun budaya berbagi dan semangat gotong royong.

“Dari madrasah diniyah harus lahir santri yang kuat imannya, luas ilmunya, mulia akhlaknya, tinggi prestasinya, dan besar kepeduliannya. Mereka bukan hanya menjadi ahli ibadah, tetapi juga calon muzaki dan penggerak kebaikan bagi umat,” kata Yusuf.

Ia berharap PORSADIN VIII dapat memperkuat silaturahmi antar-santri dan lembaga diniyah sekaligus melahirkan prestasi yang membanggakan bagi Kabupaten Bandung.

“Mari sempurnakan ibadah badaniyah dengan ibadah maaliyah. Salat mendekatkan kita kepada Allah, sedangkan zakat, infak, dan sedekah mendekatkan kita kepada sesama. Dari keseimbangan itulah akan lahir generasi santri yang paripurna dan membawa keberkahan bagi Kabupaten Bandung,” pungkasnya.***

19/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kab. Bandung

Berita Terbaru

Warga Berdatangan ke Baksos Kesehatan Gratis BAZNAS Jabar dan BAZNAS Kabupaten Bandung
Warga Berdatangan ke Baksos Kesehatan Gratis BAZNAS Jabar dan BAZNAS Kabupaten Bandung
Warga masyarakat berbondong-bondong mendatangi kantor BAZNAS Kabupaten Bandung Jln. Terusan Alfathu Soreang, Senin 24 Februari 2025. Pasalnya BAZNAS Jabar menggandeng BAZNAS Kabupaten Bandung dan BJB menggelar pemeriksaan kesehatan gratis untuk warga yang membutuhkan. Sebanyak 75 orang memanfaatkan kesempatan terbaik ini untuk melakukan pemeriksaan kesehatan gratis. "Sekaligus warga juga mendapatkan obat-obatan yang sesuai dengan hasil pemeriksaan," kata Wakil Ketua 2 BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Abdul Rauf. Acara yang dihadiri juga wakil ketua 4 H. Sarnapi dan Amil/amilat BAZNAS Jabar dan BAZNAS Kabupaten Bandung. Menurut Ny. Lasmini (55), warga asal Desa Pamekaran, Kecamatan Soreang, dirinya ingin memanfaatkan fasilitas pemeriksaan kesehatan gratis ini. "Karena ibu memiliki riwayat penyakit darah tinggi alias darting sehingga perlu kontrol rutin," katanya. Setelah diperiksa oleh tim dokter ternyata memang Ny. Lasmini memiliki darah tinggi sampai 180. "Ya Ibu sering darahnya naik drastis sehingga harus hati-hati agar tak terjadi hal-hal tak diinginkan," ucapnya.***
BERITA24/02/2025 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
BAZNAS Kabupaten Bandung Buka Program Bersedekah dengan Minyak Jelantah (Bersemilah)
BAZNAS Kabupaten Bandung Buka Program Bersedekah dengan Minyak Jelantah (Bersemilah)
Punya minyak jelantah? Daripada mubazir malah bisa mengotori lingkungan, maka bisa diserahkan ke BAZNAS Kabupaten Bandung yang menggandeng Nouveleum menggencarkan program daur ulang limbah minyak jelantah. Program bertajuk Bersedekah Minyak Jelantah (Bersemilah) ini agar minyak jelantah tak menjadi limbah yang mencemari lingkungan. "Minyak jelantah termasuk limbah B3 atau Bahan Beracun dan Berbahaya sehingga BAZNAS tergerak untuk menangani limbah ini," kata penanggung jawab Bersemilah, Muhammad Yusuf, saat sosialisasi program kepada para para kepala MI dan siswa MI Al Halim, Rabu 19 Februari 2025. BAZNAS Kabupaten Bandung sudah mendapatkan alat otomatis untuk penampungan limbah yang ditempatkan di kantornya Jln. Terusan Al Fathu Soreang. "Jadi alat ini bisa membedakan antara minyak dan air serta menghitung uang yang akan diterima penyetor minyak jelantah," ujarnya. Setiap liter minyak jelantah dengan kondisi apa pun akan dihargai dengan sejumlah uang apabila disetorkan langsung ke BAZNAS Kabupaten Bandung. Bisa juga dengan ikhlas menyerahkan minyak jelantah dengan niat infak atau sedekah yang hasilnya akan diserahkan kepada masyarakat kurang mampu. "Diharapkan dengan sosialisasi masif ke sekolah dan madrasah bisa menimbulkan kesadaran para guru dan siswa untuk ikut program ini," katanya. Selain itu, pihak sekolah dan madrasah juga mendapatkan pemasukan untuk membantu operasional lembaganya sehingga tak hanya mengandalkan Bantuan Operasional Sekolah (BOS). "Lembaga pendidikan bisa mengumpulkan minyak jelantah dari siswa dan orangtuanya atau para pedagang sekeliling sekolah," katanya.***
BERITA20/02/2025 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
BAZNAS Kabupaten Bandung Isi Talkshow di Radio Kandaga FM Soal Program Ramadhan
BAZNAS Kabupaten Bandung Isi Talkshow di Radio Kandaga FM Soal Program Ramadhan
Wakil Ketua 4 BAZNAS Kabupaten Bandung H. Sarnapi mengisi talkshow rutin bulanan di Radio Kandaga FM 100,8 FM. Acara pada Selasa 18 Februari 2025 dipandu penyiar Kandaga FM, Ibu Asri, bertempat di Studio Komplek Pemkab Bandung. Dalam talk show tersebut, H. Sarnapi memaparkan makna di balik tema program Ramadhan yakni cahaya bagi Muzakki maupun Mustahik. "Jadi menyisihkan sebagian harta kita bisa menjadi cahaya bagi penbayar zakat atau Muzakki maupun bagi penerimanya atau Mustahik," katanya. Lebih jauh H. Sarnapi memaparkan berbagai program selama Ramadhan yang bisa diakses baik Muzakki maupun Mustahik. "BAZNAS Kabupaten Bandung membuat program paket yatim bahagia, bekal berkah ibadah, kado hari raya bagi dhuafa, dan paket belanja hari raya bagi yatim," katanya. Program lainnya adalah paket sahur dan berbuka puasa, paket THR ustaz dan ustazah, paket zakat fitrah, paket berkah ojek online, dan mudik gratis. "Untuk WA center informasi program Ramadhan bisa hubungi 081313801786. Sedangkan bagi muslimin yang akan ikut berdonasi bisa ke website kabbandung.baznas.go.id atau rekening BSI No 76-555-555-81an BAZNAS Kabupaten Bandung," katanya.***
BERITA18/02/2025 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
BAZNAS Kabupaten Bandung Ajak Sekolah Swasta Bentuk UPZ
BAZNAS Kabupaten Bandung Ajak Sekolah Swasta Bentuk UPZ
Wakil Ketua 4 BAZNAS Kabupaten Bandung H. Sarnapi mengajak para kepala SD swasta di Kabupaten Bandung untuk menggali potensi zakat, infak dan sedekah (ZIS) di lembaganya masing-masing. Ajakan ini disampaikan dalam pembinaan para kepala SD swasta di Hotel Gumilang Regency, Ledeng, Kota Bandung, Rabu 12 Februari 2025. Untuk diketahui, Acara dihadiri Kepala Disdik Kabupaten Bandung H. Enjang Wahyudi, Kasi SD Disdik Kabupaten Bandung Amim Meriatna Subhan, dan Ketua Forum SD Swasta H. Andris. Lebih jauh H. Sarnapi mengatakan, sesuai dengan asal katanya, maka zakat sebenarnya lebih bermanfaat bagi para pembayarnya. "Zakat itu bermakna berkah, berlipat ganda, dan membersihkan harta kita. Kalau ingin seperti itu, maka berzakatlah minimal infak," ujarnya. Penggalian ZIS ini sangat bermanfaat juga buat lembaga pendidikan karena bisa membantu pihak sekolah maupun para guru. "Caranya dengan membentuk Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) dengan SK dari ketua BAZNAS Kabupaten Bandung. Pembentukan UPZ ini sangat mudah karena kepengurusan bisa tiga orang yakni ketua, sekretaris dan bendahara," ucapnya. Dengan adanya UPZ ini bisa menghindarkan diri dari istilah pungli atau pungutan liar karena pengumpulan infak dipayungi lembaga resmi.***
BERITA14/02/2025 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
Kemenag Kabupaten Bandung Menguatkan Sinergitas Pengelolaan ZIS Bersama BAZNAS
Kemenag Kabupaten Bandung Menguatkan Sinergitas Pengelolaan ZIS Bersama BAZNAS
BAZNAS merupakan lembaga resmi pemerintah non struktural untuk mengelola zakat, infaq dan shadaqah di Indonesia. Karenanya kami dari Kemenag menjadikan BAZNAS ini sebagai Bapaknya UPZ di Kementrian Agama di Kabupaten Bandung. Demikian pernyataan Ibu Hj. Nana Rostiana, M.Ag. dalam acara Pembinaan Pegawai dan Stekholder Kemenag Kabupaten Bandung, Rabu, 12 Pebruari 2025 di Gedung Ormas Kabupaten Bandung. Di hadapan 500 lebih pegawai Kemenag Kabupaten Bandung, Ibu Nana biasa dipanggil, mengajak pegawai dan stekholder Kemenag Kabupaten Bandung untuk meningkatkan kesadaran berzakat, infaq dan sedekah melalui UPZ Kemenag Kabupaten yang nantinya diserahkan ke BAZNAS Kabupaten Bandung. Kepala Kemenag Kabupaten Bandung, Bapak Dr. KH. Cece Hidayat, MSi dalam sambutannya menerangkan bahwa BAZNAS merupakan produk UU RI yang menguatkan dan meneguhkan kita untuk mengelola ZIS secara masif untuk kaum muslimin. Karenanya pegawai dan stekholder Kemenag berkewajiban untuk mensosialisasikan secara sistemik kepada ummat dan disinergikan dengan BAZNAS Kabupaten Bandung. Saya sebagai Kepala Kemenag Kabupaten Bandung yang sekaligus Dewan Pengawas BAZNAS Kabupaten Bandung melihat kesungguhan, kekompakkan dan integritas para pimpinan dan amilin BAZNAS Kabupaten Bandung terlihat nyata. Salah satu indikatornya adalah trust atau kepercayaan dari masyarakat sehingga terus meningkat dalam penghimpunan dan pendistribusian kepada para penerima manfaat yang dikelola oleh BAZNAS Kabupaten Bandung dengan prinsip aman syar'i, aman regulasi dan aman NKRI. Sementara Wakil Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, Drs. H. Jamjam Erawan, MAP berterima kasih kepada pimpinan dan pegawai Kemenag yang telah bersinergi dengan BAZNAS dalam pengelolaan ZIS di lingkungan Kemenag Kabupaten Bandung. "Karena BAZNAS ini tempat ibadah maliyah kaum muslimin untuk mebersikan harta dan jiwa para muzakki, serta pulau harapan bagi para mustahik. Secara faktual, kata Ustadz Jamjam Erawan, kehadiran BAZNAS telah banyak memberikan manfaat dan mashlahat bagi warga khususnya warga Kabupaten Bandung. Pada tahun 2024 ada 20.220 penerima manfaat melalui program Bandung Religius. Ada 8.640 penerima manfaat melalui program Bandung Cerdas. Ada 19.407 penerima manfaat melalui program Bandung Sehat. Ada 21.354 penerima manfaat melalui program Bandung Peduli dan ada 429 penerima manfaat melalui program Bandung Berdaya Saing. Belum lagi lebih dari 500 rumah rusak ringan dan lebih dari 50 tempat ibadah yang telah menerima bantuan manfaat dari BAZNAS bagi saudara kita yang terkena dampak gempa di Kertasari dan Pangalengan yang merupakan bentuk kepedulian dari ASN Kabupaten Bandung melalui KORPRI Kabupaten Bandung yang diamanahkan ke BAZNAS Kabupaten Bandung. Mari kita tingkatkan sinergi antara BAZNAS, Kemenag dan lembaga lainnya untuk beribadah maliyah kita kepada Allah sekaligus mewujudkan solidaritas sosial kita melalui BAZNAS Kabupaten Bandung.***
BERITA13/02/2025 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
Roadshow BAZNAS di Lingkungan Kemenag Kab. Bandung Berlanjut
Roadshow BAZNAS di Lingkungan Kemenag Kab. Bandung Berlanjut
Pembinaan ASN, non-ASN dan PPPK Kementerian Agama Kab. Bandung dalam rangka optimalisasi zakat profesi dan infak sedekah terus berlanjut. Pada Senin 10 Februari 2025 Ketua BAZNAS Kab. Bandung menghadiri langsung acara roadshow yang diinisiasi oleh Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kemenag Kab. Bandung. Ketua BAZNAS Kab. Bandung, H. Yusuf Ali Tantowi dalam kesempatan tersebut menjelaskan sekilas mengenai zakat profesi. "Ini bukan pemotongan, tapi penyelamatan," katanya. "Kami berupaya untuk memastikan zakat, infak sedekah yang diterima didistribusikan dengan baik," sambungnya. Mengenai zakat profesi, dirinya menyebut ada beberapa perbedaan pendapat ulama. "Zakat profesi adalah zakat yang dikeluarkan dari pekerjaan," ucapnya. "Harta bapak/ibu adalah harta yang sudah dikeluarkan untuk zakat, infak sedekah," tuturnya. Senada dengan itu, Kepala Kantor Kemenag Kab. Bandung H. Cece Hidayat mengungkap masih sedikit ASN Kabupaten Bandung yang menunaikan zakatnya. "ASN yang membayar zakat di Kab. Bandung tidak sampai setengahnya," ucapnya. "Oleh karena itu saya minta dukungan semuanya, mengikhlaskan," sambungnya. "Diselamatkan hartanya, supaya gajinya dibersihkan," pungkasnya.***
BERITA10/02/2025 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
BAZNAS Kabupaten Bandung Terima Silaturahmi BAZNAS Kota Gorontalo
BAZNAS Kabupaten Bandung Terima Silaturahmi BAZNAS Kota Gorontalo
BAZNAS Kabupaten Bandung menerima kunjungan silaturahmi dari BAZNAS Kota Gorontalo, Senin 10 Februari 2025. Pimpinan BAZNAS Kota Gorontalo yang hadir adalah Ketua Mohammad Husain Rauf, Wakil Ketua II Riton Ma'ruf, Wakil Ketua III H. Mansyur Ronosumitro, dan dua pelaksana Bidang distribusi yakni Saleh Zakaria dan Norma Ningsih Bungi. Sedangkan dari BAZNAS Kabupaten Bandung dihadiri Wakil Ketua III H. Dudi Abdul Hadi dan Waka IV H. Sarnapi. Hadir juga Kabag Bidang PKP Adjat Abdullah Mubarok, Kabag SAU Hendra, dan Kepala Kantor H. Kasmita. Menurut Mohammad Husain, silaturahmi ini untuk mendapatkan pengalaman dan pengetahuan pengelolaan zakat, infak dan sedekah (ZIS). "Kami melihat BAZNAS Kabupaten Bandung memiliki kelebihan sehingga dalam pengumpulan dan pendistribusian juga termasuk baik," katanya. Menanggapi hal itu, H. Sarnapi menyatakan, BAZNAS Kabupaten Bandung terus melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi pengumpulan ZIS. "Intensifikasi dengan dibekali Instruksi Bupati kepada para ASN agar membayar zakat bukan hanya dari gaji melainkan juga tunjangan kinerjanya," ujarnya. Sedangkan ekstensifikasi dengan menggali potensi yang selama ini belum optimal khususnya dari para guru, perusahaan dan instansi vertikal. "Alhamdulillah dengan berbagai terobosan pada tahun 2024 bisa mencapai target pengumpulan sebesar Rp12 miliar dan tahun 2025 target dinaikkan menjadi Rp17 miliar," katanya.
BERITA10/02/2025 | Humas BAZNAS Kab Bandung
Kadisdik Kabupaten Bandung Komit Tunaikan ZIS ke BAZNAS Kab. Bandung
Kadisdik Kabupaten Bandung Komit Tunaikan ZIS ke BAZNAS Kab. Bandung
Kepala Sekolah merupakan sosok yang sangat strategis untuk menyampaikan pesan kepada guru, murid dan seluruh stekholder untuk sukses kegiatan belajar dan mengajar hingga juga program strategis lainnya. Termasuk program Zakat, Infak Sedekah di lingkungan sekolah untuk kebersihan harta para muzakki yang dapat membantu kelancaran belajar para mustahik, bisa murid, guru, penjaga sekolah ataupun fasiltas sekolah itu sendiri yang dapat membuat nyaman proses belajar mengajarnya. Hanya program ZIS tersebut harus disampaikan kepada lembaga resmi yang dilindungi oleh negara seperti BAZNAS Kabupaten Bandung. Pernyataan itu disampaikan oleh Drs. H. Jamjam Erawan, MAP; Wakil Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung dihadapan para Kepala Sekolah SD Kabupaten Bandung di Hotel Gumilang Lembang Bandung Barat, Senin, 10 Februari 2025.Acara ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung; Bapak H. Enjang Wahyudin, SAP, MIP didampingi Kabid SD; A. Dian Dihanudin, S.Kom, MAk dan pejabat Disdik lainnya Bapak H. Amin Meriatna S, SPd, MPd.I Kepala Seksi Pembinaan & Pengembangan Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung. Badan Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nasional, Kata Ustadz Jamjam; biasa disingkat dengan BAZNAS merupakan Lembaga Pemerintah Non Struktural yang dilindungi oleh UU No 23 Tahun 2011 yang bertugas untuk menghimpun, mendistribusikan, melaporkan dan mempertanggung jawabkan pelaksanaan pengelolaan zakat dengan memegang prinsip Aman Syar’i, Aman Regulasi dan Aman NKRI. Secara faktual, kehadiran BAZNAS dipastikan banyak memberikan manfaat bagi muzakki, mustahiq dan penegakkan syari’at Islam. Bagi muzakki sebagai tempat ibadah Maliyah yang sistemik, adil dan akuntable sebagai tanda Syukur atas rizki yang dianugerahkan Allah yang berfungsi sebagai pembersih harta dan jiwa. "Bagi mustahik merupakan pulau harapan yang bisa menjadi salah satu solusi problema hidup yang dihadapinya," katanya "Serta dengan menunaikan zakat ke BAZNAS hakikatnya sedang menegakkan hukum Allah yang difasilitasi oleh negara sebagai implementasi dari pengamalan Pancasila, terutama sila pertama," tuturnya. Alhamdulillah, Dinas Pendidikan merupakan salah satu OPD yang ada di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung melalui Kepala Dinasnya, Bapak H. Enjang Wahyudin, ASP, MSi telah membantu BAZNAS untuk menindaklanjuti Intruksi Bupati Bandung No 1 Tahun 2024.Dinas Pendidikan melakukan sosialisasi ZIS dan membentuk Unit Pengumpul Zakat Disdik secara teresendiri, yang memiliki peranan strategis untuk berkolaborasi dengan BAZNAS guna sukses pengumpulan dan pendistribusian ZIS melalui BAZNAS yang akan banyak membawa manfaat bagi dunia pendidikan khususnya di Kabupaten Bandung. Bagi saya; Kata Kadisdik Kabupaten Bandung membayar zakat, infaq dan sedekah ke BAZNAS Kabupaten Bandung karena BAZNAS merupakan lembaga resmi pemerintah untuk mengelola ZIS di Kabupaten Bandung sesuai dengan UU No 23 tahun 2011 dan Intruksi Bupati Bandung No 1 Tahun 2024 serta perintah Allah dalam Quran dan Assunah bagi orang muslim yang ada di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung.***
BERITA10/02/2025 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
BAZNAS Kabupaten Tetapkan Nilai Zakat Fitrah dan Fidyah 1446 H
BAZNAS Kabupaten Tetapkan Nilai Zakat Fitrah dan Fidyah 1446 H
BAZNAS Kabupaten Bandung, Kemenag, MUI dan ormas-ormas Islam akhirnya menetapkan besaran zakat fitrah 2,7 Kg atau bila diuangkan Rp38.000 per orang. Kaum Muslimin yang membayar zakat fitrah juga diimbau untuk memberikan infak Rp2.000 per orang. Sedangkan nilai fidyah bagi Muslimin yang tak mampu berpuasa sebesar Rp45.000 per orang tiap harinya. Menurut perwakilan Dinas Perdagangan dn Industri Kabupaten Bandung, Hj. Susi, nilai zakat fitrah berdasarkan data harga beras rata-rata pada Selasa 4 Februari 2025. "Harga beras di 9 pasar di Kabupaten Bandung untuk Beras premium Rp15.000/kg, Beras medium Rp12.800/kg dan IR 64 Rp13.700/kg," katanya. Per tanggal 4 Februari 2025 harga beras di Kabupaten Bandung cukup stabil dan stok juga aman. "Kalau pun ada kenaikan harga beras baru terjadi dua tahun terakhir ini," katanya. Ketua Komisi di MUI Kabupaten Bandung H. Mamat Saiful Qadir menyatakan, penetapan zakat fitrah dengan mengambil harga beras rata-rata sebab kondisi masyarakat yang memang kurang menggembirakan. "Sedangkan Besaran zakat fitrah baik 2,5 kg, 2,7 kg maupun 2,8 kilogram adalah ijtihad dan bila ambil lebih tinggi mengarah ke kehati-hatian," katanya. Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Bandung, Gus Ali Fadhil menyatakan, siap mendorong dan mendukung besaran zakat fitrah, fidyah dan sedekah yang ditetapkan BAZNAS Kabupaten Bandung bersama dengan ormas-ormas Islam. Sementara PD Muhammadiyah, Ustaz Gun Gun menyatakan, BAZNAS Kabupaten Bandung dua tahun lalu menetapkan jumlah zakat fitrah 2,7 kg sesuai dengan fatwa MUI Nom 65/2022 karena prinsip kehati-hatian daripada kurang sehingga ambil yang lebih tinggi. Sedangkan Ketua LAZ Persis kabupaten Bandung Ustaz Ade Komarudin menyatakan, zakat fitrah minimal 2,5 kg dan untuk kehati-hatian sebesar 2,7 kg atau 2,8 kg. "Kalau harga tiga beras itu digabungkan lalu dibagi tiga, maka besaran zakat fitrah tahun ini Rp38.000 per orang," ujarnya. Terakhir pengurus Kesejahteraan dan Sosial PC Syarikat Islam (SI) Kabupaten Bandung, Ustaz Syafrudin, siap mengikuti hasil rapat dan siap mendukung keputusan yang diambil BAZNAS dan ormas-ormas Islam. Suara sama juga dari sekretaris PC NU Kabupaten Bandung Ustaz Asrofil Anam, yang Menerima keputusan rapat penetapan zakat fitrah dan fidyah baik 2,5 kg per orang maupun 2,7 kg per orang. Acara pada Kamis 6 Februari 2025 dihadiri Asisten Pemkesra H. Ruli Hadiana, Kabag Kesra Hj. Lilis Suryani, Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kemenag Kabupaten Bandung Hj. Nana, dan Waka 1 H. Jamjam Erawan. Acara juga dihadiri Ketua Komisi di MUI Kabupaten Bandung KH. Mamat S. Qadir, dan pengurus ormas Islam dari NU, Persis, Muhammadiyah, DMI, Syariat Islam, dan LDII. Menurut Ustaz Jamjam, seperti biasanya tiap tahun harus ada penetapan nilai zakat fitrah dan fidyah disesuaikan dengan harga beras terkini. "Pada tahun lalu zakat fitrah ditetapkan sebesar Rp40.000, sedangkan jumlah fidyah Rp45.000," katanya. Pada tahun ini juga BAZNAS Kabupaten Bandung dan ormas-ormas Islam mulai mengimbau adanya infak ramadhan yang menyertai nilai zakat fitrah sebesar Rp2.000 per orang.***
BERITA06/02/2025 | Humas BAZNAS Kab Bandung
MGMP PAI SMP Didukung BAZNAS Kabupaten Bandung Gelar Seminar Peningkatan Kompetensi Guru
MGMP PAI SMP Didukung BAZNAS Kabupaten Bandung Gelar Seminar Peningkatan Kompetensi Guru
Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Islam (PAI) didukung BAZNAS Kabupaten Bandung menggelar seminar bertajuk "Peningkatan Kompetensi Profesional Guru PAI di Era Digital". Acara di Aula Oryza Sativa Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Selasa 4 Februari 2025, dihadiri Kabid Pendidikan Agama Islam (PAI) H. Asnawi, Katim PAIS Jabar H. Yiyi, Ketua MGMP PAI SMP Jabar Asep Saepuloh, Ketua MGMP SMP PAI Kabupaten Bandung, Dani. Menurut Dani, acara ini merupakan kerja sama dengan BAZNAS Kabupaten Bandung sehingga acara bisa berjalan. "Alhamdulillah bantuan dari BAZNAS ini sudah beberapa kali sehingga kegiatan MGMP PAI SMP bisa berjalan dengan baik," katanya dalam acara yang dihadiri para guru MGMP PAI di Kota dan Kabupaten Bandung, Kota Cimahi dan Bandung Barat. Sedangkan Asep Saepuloh mengatakan, seminar ini merupakan salah satu peta jalan peningkatan kompetensi guru PAI. "Apalagi saat ini di era digital sehingga kondisi saat ini tak seperti zaman dulu ketika sekolah dan kuliah," ucapnya. Sedangkan H. Asnawi mengatakan, keberadaan guru-guru PAI sangatlah strategis karena mengawal pendidikan terutama pembentukan karakter para siswa. "Saya sangat berterima kasih kepada para guru PAI sehingga akhlak para siswa bisa terjaga dengan baik," ujar Asnawi yang juga mantan Kepala Kemenag Kota Depok dan Kabupaten Bekasi ini.
BERITA04/02/2025 | Humas BAZNAS Kab Bandung
Saat Siraman Rohani ASN Pemkab Bandung, BAZNAS Kabupaten Bandung Singgung Baru 3 OPD yang Bayar ZIS Sesuai Inbup
Saat Siraman Rohani ASN Pemkab Bandung, BAZNAS Kabupaten Bandung Singgung Baru 3 OPD yang Bayar ZIS Sesuai Inbup
Seperti biasanya BAZNAS Kabupaten Bandung memberikan laporan pengumpulan dan pendistribusian zakat, infak dan sedekah (ZIS) kepada para pejabat dan ASN Pemkab Bandung. Acara berupa siraman rohani (Siroh) pada Senin, 3 Februari 2025, di Gedung M. Toha dihadiri Bupati Bandung HM Dadang Supriatna, Sekda H. Cahra Amiyana, dan para kepala dinas/badan di lingkungan Pemkab Bandung. Dari BAZNAS Kabupaten Bandung hadir Waka 1 Ustaz Jamjam Erawan, Waka 2 H. Abdul Rauf, dan Waka 4 H. Sarnapi. Menurut Ustaz Jamjam, pengumpulan pada Januari biasanya mengalami penurunan karena baru di awal tahun, tapi pada tahun 2025 mengalami peningkatan. "Meski peningkatan belum signifikan, tapi Alhamdulillah di Januari ini pengumpulan ZIS mencapai lebih dari Rp755 juta," katanya. Diharapkan pada bulan-bulan berikutnya pengumpulan akan naik kembali karena target BAZNAS kabupaten Bandung tahun 2025 sebesar Rp17 miliar. "Kami optimistis target ini bisa tercapai karena potensi pengumpulan ZIS masih besar," katanya. Mengenai pendistribusian ZIS pada Januari ini, kata Ustaz Jamjam, terbagi dalam bidang kemanusiaan sebanyak 1.274 orang. "Sedangkan bidang kesehatan 10 orang, bidang pendidikan 14 orang, bidang dakwah dan advokasi 2.051 orang dan bidang ekonomi 146 orang," katanya.
BERITA03/02/2025 | Humas BAZNAS Kab Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Terima Yayasan Anak Bunda Istimewa yang Santuni Disabilitas
BAZNAS Kabupaten Bandung Terima Yayasan Anak Bunda Istimewa yang Santuni Disabilitas
BAZNAS Kabupaten Bandung kedatangan tamu istimewa dari Yayasan Anak Bunda Istimewa (ABI) yang menyantuni anak-anak memiliki kebutuhan khusus. Pengurus Yayasan ABI yang hadir adalah Pembina Ibu Rika Yulianti dan pengurus Kabupaten Bandung yakni Ibu Yunie dan Ibu Yiyis. Menurut Ibu Rika, di Kabupaten Bandung yang bergabung dalam yayasan ABI sebanyak 229 anak. "Yayasan ABI memang khusus bagi para penderita Cerebral Palsy atau kelumpuhan otak. Kami ingin kerja sama dengan BAZNAS Kabupaten Bandung untuk bisa memberdayakan anak-anak kami," ucapnya. Pengurus BAZNAS Kabupaten Bandung yang hadir adalah Ketua BAZNAS H. Yusuf Ali Tontowi, Waka 1 H. Jamjam Erawan dan Waka 4 H. Sarnapi. Kerja sama yang bisa dilakukan dengan BAZNAS bisa dengan pemberdayaan ekonomi orangtua anak, terapi maupun pertemuan Yayasan ABI. "Insya Alloh BAZNAS selalu terbuka kepada siapa saja dan siap membantu ketika dana masih mencukupi," katanya. Selama ini BAZNAS Kabupaten Bandung juga banyak membantu para penyandang disabilitas. "Dengan Asosiasi Disabilitas Perempuan dan Lansia (ADPL) saja sudah empat kali menggelar kegiatan baksos untuk pengukuran kaki dan tangan palsu," katanya.
BERITA03/02/2025 | Humas BAZNAS Kab Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung dan ADPL Bantu Pembuatan Kaki dan Tangan Palsu untuk Disabilitas
BAZNAS Kabupaten Bandung dan ADPL Bantu Pembuatan Kaki dan Tangan Palsu untuk Disabilitas
Masih banyak penyandang disabilitas yang membutuhkan kaki maupun tangan palsu sehingga BAZNAS Kabupaten Bandung ikut tergerak untuk membantunya. Menggandeng Asosiasi Disabilitas Perempuan dan Lansia (ADPL), BAZNAS Kabupaten Bandung melakukan pengukuran cetakan pembuatan kaki dan tangan palsu. "Pada hari ini, Jumat 31 Januari 2025, untuk keempat kalinya kami bekerja sama dengan BAZNAS Kabupaten Bandung memberikan bantuan kepada para penyandang disabilitas," kata Ketua ADPL, Sri Agustini Joekanan. Hadir dalam bakti sosial itu adalah Wakil Ketua 4 BAZNAS Kabupaten Bandung H. Sarnapi, Kepala Kantor BAZNAS H. Kasmita, dan perwakilan ormas kepemudaan yang ikut membantu penyandang disabilitas. Lebih jauh Sri mengatakan, bantuan pembuatan kaki dan tangan palsu ini sangat dinantikan para penyandang disabilitas karena untuk meningkatkan taraf kehidupannya. "Optimisme hidup juga akan makin tumbuh kalau sudah mendapatkan kaki dan tangan palsu karena mereka bisa untuk mencari nafkah kembali," katanya. Sementara H. Sarnapi mengatakan, kepedulian dari BAZNAS Kabupaten Bandung ini sebagai salah satu bentuk penyaluran amanah zakat, infak dan sedekah dari kaum Muslimin khususnya para ASN. "Alhamdulillah BAZNAS memiliki program bantuan bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, kebencanaan dan termasuk bantuan kepada disabilitas," katanya. Sementara penyandang disabilitas, Kastori (61), terlihat sumringah saat akan dilakukan pengukuran kaki palsu untuk kaki kirinya yang terpaksa diamputasi. "Saya penyandang diabetes sehingga akhirnya dokter memutuskan kaki kiri diamputasi sampai hampir menyentuh lutut. Saya ucapkan terima kasih kepada ADPL dan BAZNAS Kabupaten Bandung atas bantuan yang sangat berharga ini," katanya.
BERITA31/01/2025 | Humas BAZNAS Kab Bandung
Sosialisasi BAZNAS Kab. Bandung di Wilayah UPZ Desa Sayati
Sosialisasi BAZNAS Kab. Bandung di Wilayah UPZ Desa Sayati
Pada Sabtu 25 Januari 2025, BAZNAS Kab. Bandung menghadiri undangan dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa Sayati. Dalam kesempatan ini, Ketua BAZNAS Kab. Bandung H. Yusuf Ali Tantowi hadir menyampaikan terkait zakat, infak dan sedekah. Dirinya menjelaskan, tidak akan berkurang harta karena zakat infak sedekah. "Harta yang dititipkan ke UPZ bukan terpotong atau terbagi. Justru terjaga dan menjadi harta abadi," ucapnya. Ia melanjutkan, langkah untuk memaksimalkan zakat, infak sedekah salah satunya dengan menjaga amanah. Dirinya kemudian berharap UPZ di wilayah Kab. Bandung bisa aktif di setiap harinya. "Kami berharap UPZ bisa aktif setiap hari, karena permasalahan sosial muncul di tiap hari," ujarnya. "Ke depan, kami berharap masalah di Kabupaten Bandung bisa diselesaikan di tingkat desa," pungkasnya.***
BERITA25/01/2025 | Humas BAZNAS Kab Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Bagikan Dana Stimulan bagi Korban Gempa Bumi Kertasari
BAZNAS Kabupaten Bandung Bagikan Dana Stimulan bagi Korban Gempa Bumi Kertasari
BAZNAS Kabupaten Bandung mulai menyalurkan dana stimulan bagi korban gempa bumi di Kecamatan Kertasari dan Kecamatan Pangalengan. Acara pada Rabu 22 Januari 2025 dihadiri Camat Kertasari Heri Mulyadi, para kepala desa, Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung KH. Yusuf Ali Tantowi, dan Wakil Ketua 2 BAZNAS Kabupaten Bandung H. Abdul Rauf. Menurut KH. Yusuf Ali, distribusi dana stimulan bagi korban gempa bumi ini merupakan tahap pertama untuk warga masyarakat yang menjadi korban gempa bumi. "Gempa bumi yang menimpa 8 kecamatan di Kabupaten Bandung pada September 2024 lalu dengan kerusakan terparah di Kertasari," katanya. Untuk rumah warga yang rusak dan berdiri di atas tanah pribadi mendapatkan bantuan perbaikan dari pemerintah pusat. "Sedangkan BAZNAS Kabupaten Bandung didukung Pak Bupati dan donasi ASN membantu perbaikan rumah yang berdiri di atas tanah carik maupun tanah milik perkebunan," katanya. BAZNAS juga menambah dana stimulan itu dari hasil pengumpulan masyarakat. "Dari donasi ASN mencapai Rp900 juta ditambah pengumpulan BAZNAS sekitar Rp100 juta lebih sehingga bisa membantu warga maupun rumah ibadah dan madrasah yang rusak," katanya. Untuk rumah rusak sangat ringan, ringan, sedang dan rusak berat semuanya mendapatkan Rp1 juta yang semuanya dari donasi ASN. "Tapi khusus rumah rusak sedang kita tambah Rp2 juta dan rumah rusak berat akan dibangun kembali oleh BAZNAS," ujarnya.
BERITA22/01/2025 | Humas BAZNAS Kab Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Isi Talkshow di Radio Kandaga FM, Ini Hal yang Dibahas
BAZNAS Kabupaten Bandung Isi Talkshow di Radio Kandaga FM, Ini Hal yang Dibahas
Sebagai upaya penyadaran akan pentingnya pembayaran zakat, infak dan sedekah (ZIS), dan pertanggungjawaban atas kinerja selama tahun 2024, BAZNAS Kabupaten Bandung menggelar talkshow di Radio Kandaga FM. Acara pada Selasa, 21 Januari 2025, dengan penyiar Asri dan pemateri Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung KH. Yusuf Ali Tantowi dan dihadiri Wakil Ketua 4 BAZNAS H. Sarnapi. Menurut KH. Yusuf, sosialisasi keberadaan BAZNAS Kabupaten Bandung harus terus digelorakan agar bisa memberikan manfaat lebih besar kepada masyarakat. "Karena di masyarakat bahkan pejabat pun masih ada salah memahami antara BAZNAS dengan Basarnas. Padahal dua lembaga itu berbeda jauh," ucapnya. Dia menambahkan, pada tahun 2024 target BAZNAS Kabupaten Bandung sebesar Rp12 miliar bisa tercapai bahkan melampaui sebesar Rp12,2 miliar. "Sedangkan target tahun 2025 dinaikkan menjadi Rp17 miliar dan insya Allah kami optimistis bisa tercapai juga," ucapnya. BAZNAS Kabupaten Bandung mengucapkan terima kasih kepada para Muzakki, mutashaddik maupun munfik yang telah menitipkan ZIS. "BAZNAS menyalurkan pengumpulan ZIS untuk 5 program utama baik pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, bencana alam, rumah tak layak huni dan lain-lain," katanya.
BERITA21/01/2025 | Humas BAZNAS Kab Bandung
Disdik dan BAZNAS Kabupaten Bandung Gelar Sosialisasi ke Semua SMP
Disdik dan BAZNAS Kabupaten Bandung Gelar Sosialisasi ke Semua SMP
Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung dan BAZNAS Kabupaten Bandung menggencarkan sosialisasi kesadaran membayar zakat, infak dan sedekah (ZIS) kepada para kepala sekolah dan guru di lingkungan SMP negeri dan SMP swasta. Sosialisasi ini merupakan tindak lanjut dari instruksi bupati No. 1 tahun 2024 tentang pembayaran ZIS. "Sosialisasi ini juga untuk berupaya membersihkan harta sekaligus menjadikan penghasilan para ASN Disdik menjadi berkah," kata Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Bandung H. Jamjam Erawan. Sosialisasi yang didorong juga oleh Kepala Disdik Kabupaten Bandung H. Enjang Wahyudin, dan Kabid SMP H. Yusuf Salim ini terbagi ke sub-sub rayon. Untuk sub rayon 1 yang terdiri atas Kecamatan Baleendah, Pameungpeuk dan Dayeuhkolot dilaksanakan pada Jumat, 17 Januari 2024, bertempat di aula SMPN 1 Baleendah. Hadir sebagai pembicara adalah Wakil Ketua 4 BAZNAS Kabupaten Bandung H. Sarnapi didampingi Penyusun Data Bidang SMP Disdik, Wisnu Aminuddin. Saat sosialisasi juga dilakukan penyerahan bantuan dari BAZNAS Kabupaten Bandung kepada guru maupun tenaga kebersihan sekolah.
BERITA17/01/2025 | Humas BAZNAS Kab Bandung
Meriah, Peringatan HUT BAZNAS di BAZNAS Kabupaten Bandung dengan Berbagai  Santunan
Meriah, Peringatan HUT BAZNAS di BAZNAS Kabupaten Bandung dengan Berbagai  Santunan
Acara di aula BAZNAS kabupaten Bandung Jln. Terusan Al Fathu Soreang diisi dengan khataman Al Qur'an oleh para Amil dan amilat serta anak-anak yatim piatu. Acara lainnya berupa santunan kepada 50 anak yatim piatu sekitar kantor BAZNAS, santunan kepada pegawai honorer Satpol Pamong Praja, dan pemberian makan siang kepada sopir angkot, ojek, maupun pemulung. Selain itu, BAZNAS Kabupaten Bandung juga menyerahkan secara simbolis kepada para korban gempa bumi yang rumahnya rusak ringan. "Kami juga akan membantu perbaikan fasilitas ibadah yang rusak akibat gempa di Kecamatan Kertasari dan Pangalengan," kata Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung H. Yusuf Ali Tantowi didampingi Wakil Ketua 3 H. Dudi Abdul Hadi dan Wakil Ketua 4 H. Sarnapi. BAZNAS Kabupaten Bandung menyalurkan donasi untuk korban gempa bumi dari para ASN Pemkab Bandung, Kemenag maupun masyarakat yang peduli. Bantuan secara simbolis diterima oleh dua orang korban gempa bumi dari Desa Cibeureum, Kecamatan Kertasari. Kemeriahan HUT BAZNAS juga dihadiri Camat Kertasari H. Heri Mulyadi, Kades Cibeureum Atep Ahmad dan Ketua UPZ Kecamatan Kertasari KH. Abdul Qahar.
BERITA17/01/2025 | Humas BAZNAS Kab Bandung
Wajah Gembira Selimuti Para Marbot Masjid dapat Kadeudeuh BAZNAS Kabupaten Bandung
Wajah Gembira Selimuti Para Marbot Masjid dapat Kadeudeuh BAZNAS Kabupaten Bandung
Wajah ceria menyelimuti para marbot dan takmir masjid se-kabupaten Bandung pada Rabu 15 Januari 2025. Pasalnya BAZNAS Kabupaten Bandung pada hari ini mulai membagikan insentif kepada ribuan takmir masjid. Seperti yang diakui I dari Desa Malabar, Pangalengan, yang sehari-hari menjadi marbot Masjid An Nuriyah. "Alhamdulillah Masjid An Nuriyah dapat insentif bulanan untuk dua orang masjid yakni teman saya bernama Agus Salim," katanya saat ditemui di depan Kantor Bank Muamalat Soreang. Dia menambahkan sudah menjadi marbot masjid selaam tiga tahun ini "Kalau dari pihak masjid tak ada sama sekali honor bulanan, paling pemberian seikhlasnya. Alhamdulillah dari BAZNAS Kabupaten Bandung akhirnya memberikan insentif," katanya. Hal sama juga diakui Lukmanul Hakim (50), yang tinggal di Desa Kamasan, Kecamatan Banjaran. "Saya sudah dua tahun dapat insentif dari BAZNAS dan ini tahun ketiga. Dua tahun ini memang tidak rutin setiap bulan karena mungkin penerimaan zakat dan infak di BAZNAS juga belum besar," katanya. Lukmanul menjadi marbot borongan karena menjadi tukang azan dan imam sekaligus tenaga kebersihan di Masjid As Sa'adah. "Kami berterima kasih kepada para Muzakki yang membayarkan zakat dan infaknya melalui BAZNAS sehingga para marbot bisa menerima insentif bulanan," katanya. Diharapkan insentif ini bisa dibayarkan setiap bulan karena dari pihak masjid tidak ada honor sama sekali. "Paling baru sebatas pemberian sarung saat Ramadhan," katanya tersenyum. Sedangkan Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung KH. Yusuf Ali Tantowi mengatakan, pemberian insentif kepada takmir masjid ini untuk tahap pertama sekitar seribu orang. "Kita verifikasi lagi para penerima yang lama sebab banyak juga yang sudah masuk ke program guru ngaji Pemkab Bandung, meninggal dunia maupun tidak lagi menjadi takmir masjid," katanya. BAZNAS Kabupaten Bandung mengucapkan terima kasih kepada Muzakki dan munfik yang mempercayakan pembayaran zakat dan infaknya. "Semoga dengan penerimaan zakat, infak dan sedekah yang bertambah makin bermanfaat bagi masyarakat termasuk takmir masjid," katanya.
BERITA15/01/2025 | Humas BAZNAS Kab Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Ikuti Public Expose Membasuh Luka Palestina
BAZNAS Kabupaten Bandung Ikuti Public Expose Membasuh Luka Palestina
BAZNAS Kabupaten Bandung mengikuti public expose yang digelar BAZNAS RI bersama dengan MPR RI di Gedung Nusantara IV Jakarta, Rabu 15 Januari 2025. Acara dihadiri Ketua MPR RI H. Ahmad Muzani, Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. H. Noor Achmad dan para pimpinan BAZNAS RI, ketua komisi VIII DPR H. Marwan Dasopang, dan Kedubes Palestina, Kedubes Yordania, serta Kedubes Mesir di Jakarta. Hadir juga sejumlah Dubes Indonesia di Timur Tengah seperti Dubes Mesir, Dubes Yordania, dan Dubes Arab Saudi. Acara diawali dengan pemaparan video dari berbagai mitra BAZNAS di Timur Tengah termasuk Badan PBB UNRWA yang membantu dalam penyaluran bantuan ke Palestina. Hadir juga para pimpinan BAZNAS provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia serta lembaga sosial yang menyalurkan bantuan Palestina melalui BAZNAS. Dalam acara yang menayangkan kegiatan penyaluran bantuan ke Palestina juga dihadiri BAZNAS Kabupaten Badung yakni Wakil Ketua IV H. Sarnapi dan staf SAU Dadi Cahyadi. Menurut Ketua MUI Pusat Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional KH. Sudarnoto, program Membasuh Luka Palestina yang digelar BAZNAS dan didukung MUI termasuk sukses. "Kerja sama dengan MUI ini di antaranya mendatangkan pilihan syekh dari Palestina dan mendapatkan antusiasme luar biasa dari kaum Muslimin Indonesia," katanya. Donasi dari masyarakat, lembaga maupun perusahaan dari Indonesia sangat besar yang salah satunya dikoordinir BAZNAS. "Saya sendiri dengan BAZNAS RI pernah datang ke Mesir untuk mengawal bantuan ini. Palestina sangat membutuhkan uluran tangan dari kaum Muslimin Indonesia," katanya.
BERITA15/01/2025 | Humas BAZNAS Kab Bandung
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Bandung.

Lihat Daftar Rekening →