WhatsApp Icon
BAZNAS Kabupaten Bandung Dorong GURU PAI Kemenag Perkuat Gerakan Infak dan Sedekah di Sekolah

KATAPANG, 13 AGUSTUS 2026 – BAZNAS Kabupaten Bandung menghadiri kegiatan Penguatan Pemanfaatan Digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Kabupaten Bandung pada Rabu 13 Agustus 2026 bertempat di Gedung PGRI Katapang. Kegiatan tersebut diikuti oleh guru Pendidikan Agama Islam (PAI) jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK se-Kabupaten Bandung.

Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Bandung dihadiri langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Yusuf Ali Tantowi, serta Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan, H. Jamjam Erawan. Kehadiran BAZNAS menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi dengan para pendidik dalam membangun kesadaran zakat, infak, dan sedekah di lingkungan sekolah.

Dalam penyampaiannya, H. Yusuf Ali Tantowi mengajak para guru PAI untuk menjadi penggerak zakat, infak, dan sedekah di lingkungan pendidikan. Menurutnya, sekolah memiliki peran penting dalam menanamkan kebiasaan berbagi kepada peserta didik sejak usia dini.

“Kami berharap bapak ibu menjadi penggerak zakat infak sedekah di sekolah,” ujar H. Yusuf Ali Tantowi.

Menurutnya, pendidikan tentang infak dan sedekah perlu ditanamkan kepada peserta didik sejak dini. Kebiasaan berbagi tidak hanya menjadi bentuk ibadah, tetapi juga bagian dari pembentukan karakter dan ketakwaan anak.

“Kita mendidik anak-anak untuk berinfak dan bersedekah supaya menjadi pribadi yang bertakwa,” katanya.

Salah satu langkah yang didorong BAZNAS Kabupaten Bandung adalah pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di sekolah. Menurut H. Yusuf, keberadaan UPZ menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang tertib di lingkungan pendidikan.

“Salah satunya dengan membentuk UPZ sekolah. Berinfak bukanlah hal yang mudah, ibadah maliyah itu berat. Maka dari itu harus dibentuk sejak dini untuk berinfak dan berbagi,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa pembentukan UPZ sekolah memberikan kepastian dan perlindungan kelembagaan bagi aktivitas penghimpunan infak dan sedekah di lingkungan sekolah. Dengan adanya UPZ yang resmi, guru dapat mengajak peserta didik untuk berinfak melalui mekanisme yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Supaya legal dan tidak dianggap pungli, kehadiran UPZ melindungi kebaikan. Sehingga ketika mengajak anak-anak untuk berinfak bisa dipayungi kegiatannya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, H. Yusuf menjelaskan bahwa keberadaan UPZ juga dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekolah maupun masyarakat sekitar. Menurutnya, guru PAI memiliki posisi strategis sebagai motor penggerak karena berinteraksi langsung dengan peserta didik dan memiliki peran dalam pendidikan karakter keagamaan.

“Nilai manfaat nanti bisa dirasakan oleh sekolah. Motor penggeraknya nanti guru-guru PAI. Dari sekian banyak sekolah masih sedikit UPZ yang aktif, maka dari itu perlu sumbangsih dari bapak ibu untuk menggerakkan UPZ sekolah,” tuturnya.

BAZNAS Kabupaten Bandung berharap sinergi bersama Kementerian Agama Kabupaten Bandung dan para guru PAI dapat terus diperkuat, khususnya dalam mendorong pembentukan serta pengaktifan UPZ di sekolah. Melalui langkah tersebut, pendidikan zakat, infak, dan sedekah diharapkan tidak berhenti sebagai materi pembelajaran, tetapi tumbuh menjadi kebiasaan yang membentuk karakter peserta didik sejak dini.

Pada akhirnya, penguatan UPZ sekolah diharapkan dapat menjadi bagian dari gerakan bersama dalam membangun budaya berbagi di lingkungan pendidikan sekaligus memperluas kebermanfaatan zakat, infak, dan sedekah bagi masyarakat Kabupaten Bandung.***

13/08/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Salurkan Bantuan Biaya Hidup untuk Ma Irah di Ciwidey

CIWIDEY, 10 Agustus 2026 – BAZNAS Kabupaten Bandung menyalurkan bantuan biaya hidup kepada Ma Irah, warga lanjut usia yang tinggal di Kampung Batululumpang, Desa Lebakmuncang, Kecamatan Ciwidey, pada Senin 10 Agustus 2026. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian BAZNAS terhadap masyarakat yang membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Ma Irah, yang kini telah berusia lebih dari 80 tahun, menjalani kehidupan dalam kondisi yang serba terbatas. Di tengah usianya yang lanjut, ia juga harus menghadapi kondisi keluarga dengan salah satu anaknya yang berkebutuhan khusus.

Kondisi tersebut membuat kebutuhan hidup sehari-hari menjadi tantangan tersendiri bagi Ma Irah. Kehadiran bantuan dari BAZNAS Kabupaten Bandung diharapkan dapat membantu meringankan sebagian kebutuhan dasar serta memberikan dukungan bagi Ma Irah dan keluarganya.

Bantuan disalurkan secara langsung ke kediaman Ma Irah. Selain bantuan biaya hidup, BAZNAS Kabupaten Bandung juga menyerahkan paket kebutuhan pokok sebagai bentuk dukungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari penerima manfaat.

Penyaluran secara langsung ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS Kabupaten Bandung untuk memastikan bantuan dapat diterima oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Kehadiran amil di lapangan sekaligus menjadi sarana untuk melihat kondisi penerima manfaat secara lebih dekat.

Program bantuan biaya hidup merupakan salah satu bentuk pendistribusian dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola BAZNAS Kabupaten Bandung. Bantuan tersebut diarahkan kepada masyarakat yang berada dalam kondisi membutuhkan, termasuk kelompok lanjut usia dan keluarga dengan keterbatasan ekonomi.

Melalui bantuan ini, BAZNAS Kabupaten Bandung berharap dapat meringankan beban Ma Irah dan keluarganya serta memberikan sedikit ruang untuk menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih tenang. Bantuan yang disalurkan juga menjadi wujud nyata dari amanah para muzaki, munfiq, dan mutashoddiq yang telah menitipkan dana kebaikannya melalui BAZNAS.

BAZNAS Kabupaten Bandung akan terus berupaya memperluas jangkauan pendistribusian agar manfaat zakat, infak, dan sedekah dapat dirasakan oleh masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Bandung. Setiap bantuan diharapkan tidak hanya menjadi dukungan secara materi, tetapi juga menghadirkan rasa kepedulian dan harapan bagi masyarakat yang sedang menghadapi keterbatasan.***

10/08/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Salurkan Bantuan Air Bersih bagi Warga Terdampak Kekeringan

MAJALAYA, 6 AGUSTUS 2026 – BAZNAS Kabupaten Bandung kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat melalui penyaluran bantuan air bersih bagi warga terdampak kekeringan di sejumlah wilayah Kabupaten Bandung. Penyaluran perdana dilaksanakan pada Kamis 6 Agustus 2026 di Kampung Cibenying, RW 10, Desa Padamulya, Kecamatan Majalaya, sebagai respons atas meningkatnya kebutuhan air bersih akibat musim kemarau yang melanda beberapa daerah.

Kegiatan kemanusiaan ini merupakan hasil kolaborasi antara BAZNAS Kabupaten Bandung, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, dan Dinas Sosial Kabupaten Bandung. Sinergi antarinstansi tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan dapat tersalurkan secara cepat, tepat sasaran, dan menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Dalam pelaksanaannya, BAZNAS Kabupaten Bandung merencanakan penyaluran bantuan air bersih ke 10 titik yang tersebar di wilayah terdampak kekeringan. Setiap titik akan menerima pasokan air bersih sebanyak 5.500 liter, sehingga masyarakat memiliki akses terhadap kebutuhan dasar yang sangat penting untuk keperluan sehari-hari, seperti memasak, minum, dan menjaga kebersihan.

Kekeringan yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir telah menyebabkan berkurangnya ketersediaan sumber air di sejumlah wilayah Kabupaten Bandung. Kondisi tersebut membuat masyarakat harus mencari sumber air alternatif dengan jarak yang cukup jauh atau membeli air bersih untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Kabupaten Bandung bergerak cepat menghadirkan bantuan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak.

Warga Kampung Cibenying menyambut kedatangan bantuan air bersih dengan penuh antusias. Mereka mengaku bantuan tersebut sangat membantu meringankan beban masyarakat di tengah sulitnya memperoleh air bersih selama musim kemarau. Perwakilan warga juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Bandung, BPBD Kabupaten Bandung, Dinas Sosial Kabupaten Bandung, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyaluran bantuan.

Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung menyampaikan bahwa penyaluran air bersih merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam menghadirkan manfaat zakat, infak, dan sedekah bagi masyarakat, khususnya saat terjadi kondisi darurat maupun bencana. Melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan, BAZNAS akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang membutuhkan.

Diharapkan, bantuan air bersih ini dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama musim kemarau berlangsung sekaligus menjadi wujud nyata semangat gotong royong dan kepedulian bersama dalam menghadapi dampak bencana kekeringan di Kabupaten Bandung.***


Salurkan Kepedulian Anda

Musim kemarau masih berpotensi menyebabkan krisis air bersih di berbagai wilayah Kabupaten Bandung. Mari bersama BAZNAS Kabupaten Bandung menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat terdampak melalui zakat, infak, dan sedekah.

Salurkan donasi terbaik Anda melalui:

Bank Syariah Indonesia (BSI)
No. Rekening: 7655555561
a.n. BAZNAS Kabupaten Bandung

Setiap rupiah yang Anda titipkan akan menjadi sumber kehidupan, menghadirkan air bersih, harapan, dan keberkahan bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan. Bersama, kita kuatkan kepedulian dan wujudkan Kabupaten Bandung yang lebih sejahtera.

06/08/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Laporkan Pengelolaan Dana Umat dalam Siraman Rohani ASN Bulan Agustus

SOREANG3 AGUSTUS 2026 — BAZNAS Kabupaten Bandung kembali menyampaikan laporan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) pada kegiatan Siraman Rohani ASN se-Kabupaten Bandung yang digelar di Gedung Moh. Toha, Soreang, Senin 3 Agustus 2026.

Laporan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Yusuf Ali Tantowi, di hadapan ribuan aparatur sipil negara (ASN) yang mengikuti kegiatan secara luring maupun daring.

Dalam laporannya, H. Yusuf Ali Tantowi menyampaikan bahwa penghimpunan dana ZIS selama Juli 2026 mengalami peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya.

"Zakat senilai Rp597 juta, infak dan sedekah Rp545 juta, infak sedekah terikat Rp56 juta. Total penghimpunan selama bulan Juli Rp1,2 miliar. Alhamdulillah meningkat dari bulan sebelumnya," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa dana tersebut berasal dari zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan oleh ASN Kabupaten Bandung serta masyarakat yang mempercayakan penyalurannya melalui BAZNAS Kabupaten Bandung.

"Ini semua adalah zakat, infak, sedekah dari ASN Kabupaten Bandung dan masyarakat sekitar. Mewakili para mustahik, kami mendoakan bapak ibu, ajarokallah," tuturnya.

Lebih lanjut, H. Yusuf Ali Tantowi menyampaikan bahwa seluruh dana yang terhimpun telah didistribusikan dan didayagunakan melalui berbagai program unggulan BAZNAS Kabupaten Bandung.

"Untuk pendistribusian dan pendayagunaan disebar ke program-program BAZNAS Kabupaten Bandung," katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa sinergi dengan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) terus mengalami peningkatan sehingga diharapkan penghimpunan zakat pada bulan-bulan berikutnya semakin optimal.

"Dari BAZNAS kami menghimpun dan langsung mendistribusikan. Hampir seluruh UPZ telah berkolaborasi dan mudah-mudahan zakat di bulan berikutnya meningkat. Sesungguhnya harta kita adalah harta yang sudah kita keluarkan dalam bentuk zakat, infak, sedekah. Kami mengajak untuk memastikan harta kita bersih dan sudah tersalurkan kepada mereka yang berhak," ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Bandung H.M. Dadang Supriatna menyampaikan bahwa kegiatan Siraman Rohani kali ini diikuti oleh hampir 19 ribu ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung.

"Hampir 19 ribu ASN yang mengikuti kegiatan siraman rohani di pagi hari ini," ujarnya.

Ia mengajak seluruh ASN untuk senantiasa bersyukur atas nikmat dan amanah yang diberikan Allah SWT serta terus meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat.

"Alhamdulillah kita masih diberikan kepercayaan oleh Allah, bisa melaksanakan kegiatan sehari-hari dan semoga senantiasa diberikan kekuatan, dilindungi dan seluruhnya diberikan keselamatan dunia akhirat," katanya.

Bupati Bandung juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh ASN yang secara rutin menunaikan zakat profesinya melalui BAZNAS Kabupaten Bandung.

"Terima kasih kepada seluruh ASN yang tiap bulannya menyalurkan zakat profesi," tuturnya.

Menurutnya, penghimpunan zakat profesi menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

"Pada 2021 hanya Rp200 juta per bulan, namun hari ini mencapai Rp1 miliar per bulan. Ini bukti siraman rohani ada implementasi. Namun koreksi Ketua BAZNAS, harusnya ada tambahan saldo bulan lalu berapa," ujarnya.

Di akhir sambutannya, Bupati Bandung juga mendorong BAZNAS Kabupaten Bandung untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Bandung dalam mendukung program pembangunan, khususnya penanganan rumah tidak layak huni (Rutilahu).

"Tahun ini sekitar 4 ribu unit rutilahu. Ketua BAZNAS saya minta untuk membantu, terutama kepada masyarakat yang tanahnya 'numpang'," pungkasnya.***

04/08/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS RI Dorong Optimalisasi Gedung BAZNAS Centre untuk Pemberdayaan Umat

SOREANG, 27 JULI 2026 — Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia bersama BAZNAS Provinsi Jawa Barat kembali mengunjungi Gedung BAZNAS Centre (GBC) Kabupaten Bandung di Soreang pada Senin 27 Juli 2026.

Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS RI, H. Sodik Mujahid, didampingi Pimpinan BAZNAS RI, H. Rizaludin Kurniawan. Turut hadir Wakil Ketua IV BAZNAS Jawa Barat, Nana Sudiana.

Sementara itu, rombongan disambut oleh jajaran BAZNAS Kabupaten Bandung yang diwakili Wakil Ketua II H. Abdul Rouf dan Wakil Ketua IV H. Sarnapi.

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi Jawa Barat, dan BAZNAS Kabupaten Bandung dalam mengoptimalkan pemanfaatan Gedung BAZNAS Centre sebagai pusat kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS RI, H. Sodik Mujahid, menyampaikan bahwa pemanfaatan gedung akan terus dikembangkan melalui berbagai bentuk kolaborasi.

"Prinsipnya gedung ini kita kerjasamakan, dan memang sempat ada obrolan untuk dijadikan Pusdiklat atau Rumah Sehat BAZNAS," ujarnya.

Ia menilai Gedung BAZNAS Centre memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pelayanan dan pemberdayaan masyarakat yang dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak.

Sementara itu, BAZNAS Kabupaten Bandung juga memaparkan sejumlah rencana pengembangan Gedung BAZNAS Centre ke depan. Di antaranya adalah penyelenggaraan pelatihan-pelatihan affiliate, pengembangan kapasitas masyarakat, serta pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berada di kawasan Gedung BAZNAS Centre.

Dengan berbagai program tersebut, Gedung BAZNAS Centre diharapkan tidak hanya menjadi pusat aktivitas kelembagaan, tetapi juga menjadi ruang pemberdayaan ekonomi umat yang memberikan manfaat secara berkelanjutan.

Di akhir kunjungannya, H. Sodik Mujahid menyampaikan apresiasinya terhadap pembangunan Gedung BAZNAS Centre Kabupaten Bandung.

"Ini akan menjadi gedung termewah di Indonesia yang ada eskalator, ada liftnya," ungkapnya.

Melalui kunjungan ini, diharapkan sinergi antara BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi Jawa Barat, dan BAZNAS Kabupaten Bandung semakin kuat dalam mengembangkan Gedung BAZNAS Centre sebagai pusat pelayanan, pemberdayaan, dan penguatan ekonomi umat di Kabupaten Bandung.***

27/07/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kab. Bandung

Berita Terbaru

BAZNAS Kabupaten Bandung Masuk Klaster Logistik dalam Penanggulangan Bencana
BAZNAS Kabupaten Bandung Masuk Klaster Logistik dalam Penanggulangan Bencana
BAZNAS Kabupaten Bandung mengikuti sosialisasi dan pembentukan rencana kerja Klaster Logistik penanggulangan bencana Kabupaten Bandung. Hal itu dikarenakan BAZNAS Kabupaten Bandung masuk dalam Klaster logistik bersama dengan lembaga dan perusahaan . Sosialisasi dan pembentukan rencana kerja ini dihadiri puluhan peserta termasuk Wakil Ketua 4 BAZNAS Kabupaten Bandung H. Sarnapi dan Kabag Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Asep Nugraha. Acara dihadiri Direktur Logistik dan Peralatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Yos Rizal, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar dan Ketua Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung H. Uka Suska. Menurut Uka, acara berisi pemaparan materi, diskusi dan peresmian Klaster logistik oleh Bupati Bandung HM Dadang Supriatna. "Para peserta diharapkan bisa mengikuti acara ini dengan baik karena Kabupaten Bandung merupakan daerah rawan bencana," katanya. Seperti diketahui BAZNAS Kabupaten Bandung selalu aktif dalam ikut menanggulangi bencana alam. Seperti saat terjadinya bencana gempa bumi besar yang menempati Kecamatan Kertasari dan Pangalengan juga BAZNAS terjun langsung dengan membuka dapur umum maupun pembangunan kembali rumah warga dan fasilitas umum yang rusak. Terakhir BAZNAS Kabupaten Bandung juga membantu korban bencana tanah longsor di Desa Nagreg Kendan, Kecamatan Nagreg.***
BERITA21/05/2025 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
Jaga Amanah, BAZNAS Kabupaten Bandung Diaudit Kantor Akuntan Publik 
Jaga Amanah, BAZNAS Kabupaten Bandung Diaudit Kantor Akuntan Publik 
Sebagai upaya bentuk pertanggungjawaban dan menjaga amanah, maka BAZNAS Kabupaten Bandung kedatangan tim audit dari Kantor Akuntan Publik (KAP) Herlianto. Pada Senin 19 Mei 2025, tiga auditor dari KAP Herlianto menggelar entry meeting sebagai awal untuk pelaksanaan audit keuangan. Acara dihadiri PLT Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung Ustaz H. Jamjam Erawan, Waka 2 H. Abdul Rauf, Waka 3 H. Dudi Abdul Hadi dan Waka 4 H. Sarnapi. Menurut H. Jamjam, audit dari KAP sangat penting karena sebagai rangkaian audit baik audit internal maupun audit syariah. "Hal ini agar laporan pertanggungjawaban keuangan BAZNAS Kabupaten Bandung menjadi aman syari, aman regulasi maupun aman NKRI," katanya. Dia menambahkan, selama ini BAZNAS Kabupaten Bandung mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari KAP Herlianto. "Semoga tahun ini juga bisa mendapatkan opini WTP kembali. Kami mohon agar audit dengan benar dan baik karena menjadi masukan bagi peningkatan kinerja BAZNAS Kabupaten Bandung,' katanya.***
BERITA19/05/2025 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Tanggap Bencana Longsor di Nagreg Kendan
BAZNAS Kabupaten Bandung Tanggap Bencana Longsor di Nagreg Kendan
Nagreg, 19 Mei 2025 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung kembali menunjukkan kepedulian sosialnya melalui BAZNAS Tanggap Bencana. Kali ini, BAZNAS hadir di lokasi bencana longsor yang terjadi di Desa Nagreg Kendan, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung. Peristiwa longsor yang terjadi pada Minggu 18 Mei 2025 malam telah berdampak ke kantor Kepala Desa serta enam rumah warga. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, tiga orang warga dilaporkan mengalami luka-luka. Selain itu, beberapa rumah yang berada di tanah carik desa turut terdampak dan enam rumah di antaranya tertimbun material longsor. Sebagai langkah tanggap darurat, warga yang terdampak untuk sementara waktu dievakuasi ke masjid setempat. BAZNAS Kabupaten Bandung melalui Wakil Ketua I Bidang Penghimpunan, H. Jamjam Erawan, langsung meninjau lokasi bencana dan berkoordinasi dengan Kepala Desa, Camat Nagreg, serta Kapolsek. “Kami mengimbau kepada seluruh warga, mari kita bersama-sama saling membantu, paling tidak dengan mendoakan saudara-saudara kita yang tertimpa musibah,” ujar H. Jamjam Erawan. Beliau juga menyampaikan harapan agar para penyintas segera mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak, termasuk solusi bagi keberlangsungan pelayanan publik yang terganggu akibat kerusakan kantor desa. “Saya justru berpikir, kantor desa yang tertimpa musibah seperti ini akan menjadi momentum untuk dibangun lebih baik lagi,” tambahnya. BAZNAS Kabupaten Bandung terus berkomitmen hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam bentuk program ekonomi dan sosial, tetapi juga dalam merespons situasi darurat sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas kemanusiaan.***
BERITA19/05/2025 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Dorong Optimalisasi Penghimpunan Zakat Infak Sedekah di Kecamatan Soreang
BAZNAS Kabupaten Bandung Dorong Optimalisasi Penghimpunan Zakat Infak Sedekah di Kecamatan Soreang
Soreang, 15 Mei 2025 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung terus menggiatkan sosialisasi dan pembinaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di wilayah kecamatan dan desa. Salah satu kegiatan terbarunya dilaksanakan di Kecamatan Soreang, dengan menghadirkan Wakil Ketua I Bidang Penghimpunan BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Jamjam Erawan, sebagai narasumber utama. Dalam kesempatan tersebut, H. Jamjam mengungkapkan kondisi penghimpunan ZIS di Kecamatan Soreang masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan potensi jumlah penduduk. "Untuk Kecamatan Soreang, yang baru masuk dalam tiga bulan terakhir sekitar 14 juta rupiah dengan jumlah penduduk lebih dari 100 ribu jiwa," ujarnya. Ia juga menyampaikan bahwa dari sisi penyaluran, BAZNAS telah menyalurkan bantuan sebesar 73 juta rupiah selama tiga bulan terakhir di kecamatan tersebut. Menurutnya, rendahnya penghimpunan di Kecamatan Soreang ini merupakan persoalan mindset yang harus dibenahi. “Zakat itu sangat terukur. Tapi bisa jadi belum terorganisir dengan baik,” ujarnya seraya mengapresiasi Ketua UPZ yang telah memfasilitasi pertemuan tersebut. H. Jamjam juga menekankan pentingnya legalitas dalam penghimpunan dana masyarakat, mengingat saat ini setiap bentuk penghimpunan tanpa dasar hukum bisa dianggap pungutan liar. "Jika tidak bersedia untuk bergerak menjadi amil, lebih baik mundur. Jangan disia-siakan. Jadikan tugas amil ini sebagai ladang ibadah,” pungkasnya.***
BERITA15/05/2025 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Serahkan Bantuan Rumah Layak Huni bersama Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb
BAZNAS Kabupaten Bandung Serahkan Bantuan Rumah Layak Huni bersama Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb
Margaasih (5/5/2025) — BAZNAS Kabupaten Bandung kembali menyalurkan bantuan program Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB) kepada keluarga penerima manfaat. Kali ini, rumah layak huni diserahkan kepada Bapak Jaja Koswara, warga Kampung Cibolerang, Desa Rahayu, Kecamatan Margaasih. Acara penyerahan secara simbolis turut dihadiri oleh Wakil Bupati Bandung, Ali Syakieb, dan Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Bandung Bidang Pendistribusian, H. Abdul Rouf. Dalam sambutannya, H. Abdul Rouf menyampaikan bahwa program RLHB merupakan bentuk nyata dari pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan oleh masyarakat Kabupaten Bandung kepada BAZNAS. “Mudah-mudahan apa yang sudah diterima atas titipan infak, sedekah, dan zakat dari semua elemen masyarakat Kabupaten Bandung mampu disyukuri,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa program RLHB menjadi bagian dari upaya optimalisasi zakat yang terus diperjuangkan oleh BAZNAS untuk membantu masyarakat yang masih hidup dalam kondisi tidak layak. “Masih banyak saudara-saudara kita yang membutuhkan uluran tangan. Program RLHB ini adalah salah satu bentuk kepedulian kami,” ujar Abdul Rouf. “Kami dari BAZNAS mengambil bagian dari program Rutilahu Pemda Kabupaten Bandung, dengan program RLHB. Tahun ini kami anggarkan sebanyak 24 unit rumah, dengan anggaran sekitar 25 juta rupiah per unitnya,” tambahnya. Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati Bandung, Ali Syakieb memberikan apresiasi atas kontribusi BAZNAS dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya dalam bidang perumahan layak huni bagi masyarakat kurang mampu. “Kita sangat mengapresiasi BAZNAS yang sudah sangat berkontribusi terhadap pembangunan di Kabupaten Bandung,” tutur Wabup. Ali Syakieb juga menyinggung komitmen pemerintah daerah dalam pembangunan rumah rakyat. Ia menyampaikan bahwa dalam 100 hari kerja, Bupati Bandung menargetkan pembangunan 1.000 rumah bagi warga yang membutuhkan. “Alhamdulillah RLHB dari BAZNAS sudah rampung. Tolong dirawat, dan mudah-mudahan bisa bertahan hingga 30 tahun ke depan,” pesannya kepada penerima manfaat. “Harus ada kepedulian dari masyarakat. Ketika ada program dari pemerintah maupun lembaga seperti BAZNAS, tolong dicari tahu, dibaca, dan dimengerti,” pungkasnya.***
BERITA08/05/2025 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Ikuti Safari Keagamaan Anti Korupsi dari KPK dan Kemenag
BAZNAS Kabupaten Bandung Ikuti Safari Keagamaan Anti Korupsi dari KPK dan Kemenag
Wakil Ketua 4 BAZNAS Kabupaten Bandung H. Sarnapi mengikuti acara yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bekerja sama dengan Kemenag yakni Safari Keagamaan Anti Korupsi di MAN 1 Bandung. Acara pada Rabu 7 Mei 2025 dihadiri Deputi Pendidikan dan Peran Serta masyarakat KPK Wawan Wardiana, Kepala Kemenag Jabar H. Ajam Mustajam, Kepala Kepala Kemenag Kabupaten Bandung H. Cece Hidayat, Kasubag tata Usaha Kemenag Kabupaten Bandung H. Saepuloh dan para kepala seksi. Hadir juga pengurus ormas-ormas Islam, pengawas madrasah, penyuluh agama, dan kepala madrasah. Menurut Cece, kekuatan lembaga keagamaan, lembaga pendidikan maupun tempat ibadah di Kabupaten Bandung sangat besar. "Sebagian besar lembaga pendidikan di Kabupaten Bandung baik madrasah maupun pesantren adalah milik masyarakat. Dari potensi keagamaan ini bisa menjadi ujung tombak dalam pencegahan korupsi," katanya. Sedangkan H. Ajam Mustajam mengatakan, biasanya seseorang akan merasa takut dan khawatir apabila mendengar nama KPK. "Apalagi kalau sudah dipanggil atau KPK dagang ke kita pasti langsung keluar keringat dingin," katanya. Dia menambahkan, banyak sektor yang bisa menjadi pintu masuk gratifikasi maupun korupsi sehingga perlu berhati-hati. "Alhamdulillah Kemenag diajak terlibat dalam safari keagamaan anti korupsi. Jajaran Kemenag harus menjadi garda terdepan dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi," katanya.***
BERITA07/05/2025 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
Siaran di Radio Kandaga, BAZNAS Kabupaten Bandung Ajak Masyarakat Pahami Ibadah Ma’liyah
Siaran di Radio Kandaga, BAZNAS Kabupaten Bandung Ajak Masyarakat Pahami Ibadah Ma’liyah
Soreang, 6 Mei 2025 — Dalam upaya meningkatkan literasi zakat, infak, dan sedekah di tengah masyarakat, BAZNAS Kabupaten Bandung kembali hadir di udara lewat siaran interaktif di Radio Kandaga Kabupaten Bandung. Siaran kali ini menghadirkan Drs. H. Jamjam Erawan, M.A.P, Wakil Ketua I Bidang Penghimpunan BAZNAS Kabupaten Bandung, yang mengangkat tema seputar ibadah ma’liyah atau ibadah yang berkaitan dengan harta. Dalam siaran tersebut, H. Jamjam menekankan pentingnya kesadaran umat Muslim terhadap kewajiban zakat sebagai bagian dari bentuk ketaatan kepada Allah SWT. “Ketika diberi rezeki, jangan lupa ada hak Allah di sana untuk diberikan kepada hamba Allah lainnya,” ujar H. Jamjam membuka perbincangan. Ia menjelaskan bahwa zakat menjadi kewajiban bagi setiap Muslim yang hartanya telah mencapai nisab dan haul. Zakat, lanjutnya, bukan hanya sekadar amalan sosial, tetapi juga bentuk penghambaan kepada Allah yang akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat kelak. “Orang yang wajib zakat adalah yang sudah mencapai nisab dan haul zakat. Kalau tidak dizakatkan, akan dipertanggungjawabkan di Yaumul Akhir,” tegasnya. Dalam konteks ibadah ma’liyah, H. Jamjam menerangkan bahwa bentuknya sangat beragam, tergantung pada jenis harta yang dimiliki seseorang. Mulai dari uang, hasil pertanian, ternak seperti sapi dan domba, hingga kekayaan lainnya, semua memiliki ketentuan zakat tersendiri bila telah memenuhi syarat. “Segala bentuk harta kekayaan, jika mencapai nisab dan haulnya, wajib dikeluarkan zakatnya,” ujarnya. Selain zakat, infak dan sedekah pun disebutnya sebagai bagian dari ibadah ma’liyah yang memiliki nilai kebaikan besar, terlebih jika diberikan kepada keluarga, kerabat, dan sesama Muslim yang membutuhkan. “Ketika berbagi dengan saudara, keluarga, juga termasuk ibadah ma’liyah,” tambahnya. BAZNAS Kabupaten Bandung terus berkomitmen melakukan edukasi kepada masyarakat agar semakin memahami esensi dan manfaat dari zakat, infak, dan sedekah. Melalui berbagai kanal, termasuk siaran radio, BAZNAS berharap semakin banyak masyarakat yang menyadari pentingnya mengelola harta secara syar’i.***
BERITA06/05/2025 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Lakukan Distribusi Massal Bantuan, Ini Bidang yang Dibantu
BAZNAS Kabupaten Bandung Lakukan Distribusi Massal Bantuan, Ini Bidang yang Dibantu
BAZNAS Kabupaten Bandung melakukan distribusi massal bantuan bidang pendidikan dan kesehatan pada Senin, 5 Mei 2025. Hadir Wakil Ketua 2 BAZNAS Kabupaten Bandung H. Abdul Rauf, Wakil Ketua 4 H. Sarnapi, Kepala Kantor BAZNAS H. Kasmita dan Kabag Distribusi dan Pendayagunaan Asep Nugraha. Menurut H. Sarnapi, distribusi bantuan kali ini merupakan hal rutin yang dilakukan BAZNAS Kabupaten Bandung setiap bulannya. "Cuma pada Mei karena ada kegiatan yang penuh selama Ramadhan sehingga baru kali ini diadakan distribusi massal," ujarnya. Sedangkan H. Abdul Rauf mengatakan, distribusi bantuan difokuskan kepada dua bidang yang berkaitan dengan kebutuhan Mustahik yakni pendidikan dan kesehatan. "Kesehatan khususnya pembayaran tunggakan BPJS Kesehatan, sedangkan pendidikan pembayaran iuran sekolah yang tertunggak," ucapnya. Jumlah penerima bantuan sebanyak 150 orang dari 31 kecamatan di Kabupaten Bandung. "Diharapkan bantuan dari BAZNAS Kabupaten Bandung ini bermanfaat bagi Mustahik yang membutuhkan. Semoga pengumpulan zakat, infak dan sedekah makin meningkat sehingga bantuan kepada masyarakat juga kian bertambah," ucapnya.*
BERITA05/05/2025 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
BAZNAS Kabupaten Bandung Gandeng BAZNAS RI Gelar Pelatihan Amil dan Amilat se Bandung Raya
BAZNAS Kabupaten Bandung Gandeng BAZNAS RI Gelar Pelatihan Amil dan Amilat se Bandung Raya
Bertempat di Gedung BAZNAS Center Jln. Gading Tutuka, Soreang, BAZNAS Kabupaten Bandung bekerja sama dengan BAZNAS RI menggelar pelatihan. Hal ini sebagai upaya meningkatkan.pengetahuan dan ketrampilan Amil dan amilat dalam pengumpulan zakat, infak dan sedekah (ZIS). Pelatihan juga diikuti perwakilan dari BAZNAS Kabupaten Purwakarta, BAZNAS Bandung Barat, BAZNAS Kota Bandung, dan BAZNAS Kota Cimahi. "Pelatihan digelar dari Senin sampai Rabu, 28-30 April 2025 di Gedung BAZNAS Center Jln. Gading Tutuka Soreang," kata Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, KH. Yusuf Ali Tantowi didampingi Waka 1 H Jamjam Erawan dan Waka 4, H. Sarnapi. Ustaz Jamjam Erawan mengatakan, penekanan pelatihan untuk pengumpulan ZIS termasuk pengumpulan secara digital atau digital fundraising. "Di era digital saat ini, maka potensi pengumpulan ZIS dari dunia digital sangat besar. Potensi ini yang harus digarap BAZNAS," katanya. Hal itu karena yang menyumbang ZIS bukan hanya warga Kabupaten Bandung melainkan daerah-daerah lain bahkan luar negeri. Dengan mendapatkan ilmu dan pengalaman dari BAZNAS RI lalu dipraktekkan dalam pekerjaan sehari-hari, maka diharapkan pengumpulan ZIS juga akan naik. "Bahkan BAZNAS Kabupaten Bandung ada rencana memagangkan Amil dan amilat ke BAZNAS RI," katanya.***
BERITA30/04/2025 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
Program Sedekah Cahaya BAZNAS Kabupaten Bandung dan Brader di Pangalengan
Program Sedekah Cahaya BAZNAS Kabupaten Bandung dan Brader di Pangalengan
Meski perjanjian kerja sama baru ditandatangani pada Senin, 28 April 2025, namun BAZNAS Kabupaten Bandung dan Yayasan Brader Insan Peduli langsung bergerak cepat (gercep). Dari empat program yang telah disepakati akhirnya pada Selasa 29 April 2025 dilaksanakan realisasi program Sedekah Cahaya di Kecamatan Pangalengan. Program ini berupa pemasangan listrik panel Surya atau listrik tenaga mandiri (Limar) kepada dua rumah. Adalah Ny. Entin (75), dan Ny. Ai, warga RT 05 RW 04, Desa Sukamanah, Kecamatan Pangalengan, yang menerima program sehingga wajahnya berseri-seri. Pasalnya, selama ini rumah Ny. Entin maupun Ny. Ai sering mengalami kegelapan akibat tak mampu membayar biaya listrik. Padahal para tetangganya gemerlap dengan lampu ketika malam mulai menyapa. "Ibu mah pakai listrik dengan nyolok (menyambung) ke rumah anak. Dalam sebulan iuran Rp96.000 untuk bayar rekening listrik," ucap Ny. Entin. Bagi warga mampu tentu uang Rp 96.000 per bulan sangat kecil, namun tidak demikian dengan Ny. Entin dan putranya. "Ibu bekerja sebagai buruh tani atau istilahnya ngabedug dengan bekerja setengah hari. Ibu bekerja sesuai dengan permintaan yang punya tanah," katanya. Setiap bulan, kata Entin, bekerja ngabedug selama 14 hari atau kalau dijumlahkan penghasilannya hanya Rp420.000. "Sedangkan anak saya bekerja sebagai pedagang maupun pekerjaan serabutan lainnya dengan penghasilan yang tak menentu," katanya. Daripada membayar rekening listrik sehingga Ny. Entin lebih mementingkan membeli beras maupun kebutuhan dapur lainnya. "Belum lagi saya juga memberi yang kepada cucu karena mereka kan minta uang jajan sehingga ibu sering memakai lampu minyak atau cempor,," katanya. Dengan bantuan pemasangan listrik panel Surya dari BAZNAS Kabupaten Bandung dan Yayasan Brader sehingga Ny. Entin sangat terharu dan tak sadar sampai menitikkan air mata. "Hatur nuhun BAZNAS, ibu mah cuma bisa berdoa semoga bapak-bapak di BAZNAS bisa terus membantu warga kurang mampu seperti ibu," katanya.***
BERITA30/04/2025 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
Tingkatkan Kinerja Amil dan Amilat, BAZNAS Kabupaten Bandung Gandeng BAZNAS RI Gelar Pelatihan 
Tingkatkan Kinerja Amil dan Amilat, BAZNAS Kabupaten Bandung Gandeng BAZNAS RI Gelar Pelatihan 
Sebagai upaya meningkatkan pengumpulan zakat, infak dan sedekah (ZIS), BAZNAS Kabupaten Bandung menggandeng BAZNAS RI menggelar pelatihan bagi semua Amil dan amilat. Pelatihan juga akan diikuti perwakilan dari BAZNAS Kabupaten Purwakarta, BAZNAS Bandung Barat, BAZNAS Kota Bandung, dan BAZNAS Kota Cimahi. "Pelatihan digelar dari Senin sampai Rabu, 28-30 April 2025 di Gedung BAZNAS Center Jln. Gading Tutuka Soreang," kata Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, KH. Yusuf Ali Tantowi didampingi Waka 4, H. Sarnapi. Lebih jauh KH. Yusuf mengatakan, penekanan pelatihan untuk pengumpulan ZIS khususnya digital fundraising. "Di era digital ini potensi perolehan dari digital sangat besar karena yang menyumbang bukan hanya warga Kabupaten Bandung melainkan daerah-daerah lain bahkan luar negeri," ucapnya. Dengan mendapatkan ilmu dan pengalaman dari BAZNAS RI lalu dipraktekkan dalam pekerjaan sehari-hari. "Bahkan BAZNAS Kabupaten Bandung ada rencana memagangkan Amil dan amilat ke BAZNAS RI," katanya.***
BERITA25/04/2025 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
BAZNAS Kabupaten Bandung Hadiri Silaturahmi dan Evaluasi Penghimpunan UPZ Rancabali
BAZNAS Kabupaten Bandung Hadiri Silaturahmi dan Evaluasi Penghimpunan UPZ Rancabali
Rancabali – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung menghadiri kegiatan silaturahmi sekaligus evaluasi penghimpunan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di wilayah Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung. Acara yang digelar pada Kamis, 24 April 2024 ini menjadi ajang penguatan koordinasi dan peningkatan efektivitas penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di tingkat desa dan kecamatan. Dalam sambutannya, Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Bandung Bidang Penghimpunan, Drs. H. Jamjam Erawan, MAP, menegaskan peran penting BAZNAS sebagai lembaga resmi yang dibentuk oleh pemerintah namun bersifat non-struktural. "BAZNAS adalah lembaga resmi pemerintah non struktural," ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya menjaga dan membangun kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat. Menurutnya, salah satu tugas utama BAZNAS adalah mengadministrasikan dengan baik agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga. "Salah satu tugas BAZNAS mengadministrasikan supaya menjaga kepercayaan (trust)," ungkapnya. "Salah satu yang harus ditempuh yaitu membangun kepercayaan," tambahnya. Dalam kesempatan tersebut, H. Jamjam juga menyampaikan harapannya kepada seluruh UPZ desa untuk terus bergerak aktif dalam menghimpun dana zakat dan menjalin kedekatan dengan masyarakat. "Saya berharap khususnya kepada UPZ desa untuk menggerakkan. Jika tidak berjalan, lebih baik dievaluasi," tegasnya. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran UPZ sebagai ujung tombak penghimpunan ZIS di wilayah desa dan kecamatan, serta memastikan bahwa dana yang terkumpul dapat dikelola secara amanah dan tepat sasaran.***
BERITA24/04/2025 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Dorong SDIT Bentuk Unit Pengumpulan Zakat
BAZNAS Kabupaten Bandung Dorong SDIT Bentuk Unit Pengumpulan Zakat
Sebagai upaya memberdayakan dana zakat, infak dan sedekah (ZIS) di kalangan Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT), BAZNAS Kabupaten Bandung menggelar sosialisasi. Acara pada Kamis 17 April 2025 di TWA Kamojang, Ibun, dihadiri Wakil Ketua 4 BAZNAS Kabupaten Bandung H. Sarnapi, Kabag Pengumpulan Gus Anam, dan Ketua Persatuan SDIT H. Andris. Menurut H. Sarnapi, pertemuan ini merupakan kedua kalinya setelah pertemuan pertama di Hotel Gumilang Sari, Kota Bandung. "Potensi ZIS di lingkungan lembaga pendidikan sangat besar sehingga BAZNAS terus mendorong agar tiap Lembaga pendidikan membentuk Unit Pengumpulan Zakat (UPZ)," ucapnya. Sedangkan Gus Anam, BAZNAS merupakan lembaga pemerintah bukan LSM atau ormas Islam. "BAZNAS adalah lembaga resmi pemerintah non struktural dengan prinsip aman regulasi, aman syari, dan aman NKRI," katanya. Dengan adanya UPZ, kata Gus Anam, tiap sekolah bisa mengumpulkan ZIS sebagai solusi mengatasi persoalan di sekolah. "Kalau ada siswa kurang mampu atau perlu membeli alat sekolah bisa dibantu oleh UPZ sekolah," katanya.***
BERITA17/04/2025 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS Kab Bandung Hadiri Silaturahmi dan Evaluasi UPZ Ibun di Kamojang, Ustaz Danis: Pengumpulan dan Distribusi Lancar
BAZNAS Kab Bandung Hadiri Silaturahmi dan Evaluasi UPZ Ibun di Kamojang, Ustaz Danis: Pengumpulan dan Distribusi Lancar
Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) Kecamatan Ibun menggelar silaturahmi dan evaluasi pengumpulan dan distribusi zakat, infak dan sedekah (ZIS). "Kami ucapkan terima kasih kepada para pengurus UPZ kecamatan maupun UPZ desa yang telah bekerja keras menghimpun ZIS khususnya selama Ramadhan," kata Ketua UPZ Kecamatan Ibun, Ustaz Danis. Acara pada Kamis 17 April 2025 dihadiri Wakil Ketua 4 BAZNAS Kabupaten Bandung H. Sarnapi, Kabag Pengumpulan BAZNAS Gus Anam, Kepala KUA Ibun H. Kholilullah, Ketua DKM Masjid Besar Ibun, para pengurus UPZ Kecamatan Ibun dan UPZ Ibun. Sedangkan H. Kholilullah mengucapkan terima kasih kepada para pengurus UPZ Kecamatan Ibun maupun UPZ desa-desa yang telah menangani zakat maal dan zakat fitrah. "Zakat ibarat raksasa yang sedang tidur sehingga harus terus digali potensinya untuk pemberdayaan warga dan mengurangi kemiskinan," katanya. Sementara H. Sarnapi memaparkan langkah-langkah untuk penggalian potensi ZIS dan pemberdayaannya untuk masyarakat. "Intinya kepercayaan kepada lembaga sehingga UPZ perlu hadir membantu warga maupun hadir di media sosial," katanya.***
BERITA17/04/2025 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
Wabup Ali Syakieb dan Ribuan Guru Ikuti Silaturahmi Akbar, Ini yang Dilakukan BAZNAS Kabupaten Bandung
Wabup Ali Syakieb dan Ribuan Guru Ikuti Silaturahmi Akbar, Ini yang Dilakukan BAZNAS Kabupaten Bandung
Ribuan guru madrasah dari tingkat RA (TK), MI, MTs dan MA se-kabupaten Bandung mengikuti silaturahmi Akbar di Dome Balerame Soreang. Acara pada Rabu 16 April 2025 juga diisi dengan pelantikan pengurus Persatuan Guru Madrasah (PGM) kecamatan se-Kabupaten Bandung. Dalam acara yang dihibur seni Sunda kth hadir Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb, Kepala Kemenag Kabupaten Bandung H. Cece Hidayat didampingi Kasubag Tata Usaha dan para kepala seksi. Hadir juga Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Bandung Ustaz H. Jamjam Erawan, Wakil Ketua 4 H. Sarnapi, para pengurus IGRA dan KKM MI, KKM MTs dan KKM MA serta para pengawas madrasah. Dalam kesempatan itu, BAZNAS Kabupaten Bandung memberikan pelayanan kepada para guru yakni membuka stand kopi dan teh gratis. BAZNAS juga menyediakan tiga doorprize berupa bantuan modal usaha bagi tiga orang guru yang beruntung. Menurut Cece Hidayat, silaturahmi Akbar ini merupakan rangkaian dari halal bihalal Idul Fitri yang digelar Kemenag bekerja sama dengan PGM Kabupaten Bandung. "Sebelumnya Kemenag juga telah menggelar halal bihalal untuk seluruh karyawan maupun perwakilan ormas Islam di Baleendah seminggu lalu," ujarnya.***
BERITA16/04/2025 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
BAZNAS Kabupaten Bandung Gelar Halal Bihalal, Selama Ramadhan Kumpulkan Rp2,2 M
BAZNAS Kabupaten Bandung Gelar Halal Bihalal, Selama Ramadhan Kumpulkan Rp2,2 M
BAZNAS Kabupaten Bandung menggelar halal bihalal Idul Fitri 1446 H/2025 di Gedung BAZNAS Center Jln. Gading Tutuka Soreang. Acara pada Rabu 9 April 2025 dihadiri Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung KH. Yusuf Ali Tantowi, Waka 2 H. Abdul Rauf, Waka 3 H. Dudi Abdul Hadi dan Waka 4 H. Sarnapi. Halal bihalal juga dihadiri Ketua UPZ Kemenag dan Penyelenggara Zakat dan Wakaf Hj. Nana, dan puluhan Amil/amilat BAZNAS Kabupaten Bandung. Menurut KH. Yusuf, pengumpulan zakat, infak dan sedekah (ZIS) selama Ramadhan mencapai Rp2,2 miliar. "Semoga pengumpulan di bulan-bulan lain jangan terlalu jomplang karena target tahun ini mencapai Rp17 miliar," katanya. Salah satu potensi pengumpulan dalam waktu dekat ini adalah penyelenggaraan ibadah haji maupun Idul Adha. "Kita persiapkan dengan baik momentum ibadah haji dan Idul Adha ini agar pengumpulan ZIS terus naik," katanya. Sedangkan Hj. Nana mengatakan, pihaknya menargetkan pengumpulan ZIS yang dilakukan UPZ Kemenag Kabupaten Bandung sebesar Rp3 miliar tahun ini. "Alhamdulillah selama ini kerja sama antara BAZNAS dengan UPZ Kemenag berjalan dengan baik," katanya.***
BERITA09/04/2025 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
Ramadhan Jalan Mudah Meraih Keselamatan, Kedamaian, Kebahagiaan dan Kemakmuran untuk Semua
Ramadhan Jalan Mudah Meraih Keselamatan, Kedamaian, Kebahagiaan dan Kemakmuran untuk Semua
Di dalam qaidah usul yang paling mendasar mengapa Allah membuat syariat, dengan istilah qaidah maqashidu syariah. Tiada lain dan tiada bukan Allah menurunkan syariat itu sebagai jalan untuk keselamatan, kedamaian, kebahagian dan kemakmuran manusia di dunia maupun di akhirat. Termasuk di bulan ramadhan Allah dan Rasul-Nya menurunkan syariat shaum, shalat, tadarrus quran dan zakat fitrah sebagai jalan untuk meraih kehidupan yang selamat, damai, bahagia dan makmur untuk manusia di dunia maupun di akhirat nanti. Hal itu disampaikan oleh Ustadz Jamjam Erawan, MAP dalam Khutbah Idul Fitri 1446 H di halaman Masjid Khoirul Ibad Jingga Residence Soreang Bandung. Senin, 31 Maret 2025. Lebih lanjut, kata Wakil Katua BAZNAS Kabupaten Bandung dihadapan ratusan jamaah. Ibadah Shaum, Shalat Tarawih, Tadarrus Quran dan Zakat Fitrah merupakan jalan bukan tujuan. Artinya barang siapa yang melaksanakan ibadah-ibadah di bulan ramadhan sesuai dengan syariat dan sunnah Rasul-Nya maka dipastikan dia akan mendapatkan kehidupan yang baik, selamat, damai, bahagia dan makmur. Betapa tidak, kata Wakil Ketua PW Muhammadiyah Jawa Barat ini. Di syariat ibadah shaum secara fiqh menahan diri dari makan, minum dan hal yang membatalkan shaum sejak terbitnya fajar hingga terbenam matahari. Hal ini mengajarkan ummat yang shaum untuk bisa menahan diri dari dari berbagai larangan Allah. Ketika Allah melarang mendekati zina, larangan merampok, korupsi dan mengambil hak orang lain, serta larangan-larangan lainnya. Maka jika tidak bisa menahan diri dari larangan tersebut, dipastikan hidupnya akan menyesal dan hina dina. Jizyun wa nadamatun. Jika orang mendekati zina hingga ketahuan berzina, selingkuh dan disebar di berbagai media, maka hidupnya tak akan selamat, damai, bahagia dan makmur. Pasti hidupnya akan menyesal dan hina. (QS Al Isro 32). Pun pula jika orang mengambil hak orang dengan cara korupsi, atau merampas hak orang lain, maka bersiaplah untuk menghadapi aparat hukum, tentu jika sudah urusan dengan penegak hukum, maka hidupnya akan menyesal dan hina, sehingga hidupnya tidak akan selamat, damai, bahagia dan makmur (QS Al Baqarah 188). Begitu juga di QS Al Hujarat 11 mengisyaratkan ummat Islam dilarang untuk mengolok-olok, menghina dan meremehkan seorang manusia atau suatu kaum yang jelas-jelas ciptaan Allah, hal ini siapa yang mengolok-olok, menghina dan meremehkan orang lain, sama dengan mengolok-olok, menghina, dan meremehkan penciptanya. Substansi dari ibadah shaum itu mengajarkan kita untuk mampu menahan diri dari hal yang dilarang oleh Allah swt. Syariat shalat tarawih merupakan jalan untuk menjadikan hamba Allah meraih derajat paling terpuji dihadapan Allah swt. (QS Al Isro 79). Malah dalam Hadits Nabi saw menegaskan bahwa shalat itu merupakan barometer keselamatan dan kebahagiaan manusia di dunia dan diakhirat. Jika shalatnya benar maka akan benar seluruh amalnya. (HR Bukhari Muslim). Artinya shalat itu harus memberikan dampak yang baik kepada sesama manusia, harus berdampak untuk saling membantu dengan sesama manusia. Jika tidak berdampak baik dan tidak mau membantu kesulitan orang lain, maka celaka dengan shalatnya itu.(QS Al Maun 4-5). Jika dampak shalat itu baik kepada sesama manusia, mau membantu kesulitan manusia dan mau lebih peduli pada sesama manusia, tentu akan mendapat respon positif dan menggembirakan dari banyak manusia. Syariat membaca atau tadarrus Quran dan Hadits akan mendapatkan syurga jannatu naim di akhirat. Namun Rasul saw menyatakan celaka orang yang baca Quran dan Hadits yang tidak memikirkan isi dan kadungannya. Mengapa harus dibaca dan dipahami isi dan kandungannya karena Quran dan Hadits itu merupakan petunjuk dan obat dari berbagai problema yang dihadapi oleh ummat manusia. Saat Indonesia tahun 2045 dicanangkan sebagai Indonesia Emas jika generasi muda Islam masa kini mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh menguasai ilmu pengetahuan yang berbasis Quran dan Hadits, maka Indonesia akan terasa Indonesia Emas yang Islami. Namun jika generasi muda Islam masa kini asyik dengan HP yang destruktif maka Indonesia Cemas bagi masa depan ummat Islam. Terakhir ramadhan mengajarkan syariat zakat fitrah sebagai ibadah maliyah telah memberikan dampak yang luar biasa. Karena dengan zakat itu bisa berbagi dengan orang lain, bisa menolong kaum dhuafa, meringankan beban kesulitan orang kekurangan, gotong royong sebagai manifestasi dari keadilan sosial yang ada pada sila kelima dari Pancasila. Jika perbuatan ini dapat membumi dalam setiap bulannya melalui zakat, infaq dan shadaqah, maka kehidupan akan selamat, damai, makmur dan menggembirakan. Oleh karena itu, bagi kaum muslimin ramadhan bukan hiburan spiritual yang rutin hadir setiap tahun. Tapi ramadhan merupakan didikan Allah yang akan menghantarkan kita pada keselamatan, kedamaian, kebahagian dan kemakmuran untuk semua jika memahami maksud dan tujuan Allah mensyariatkan amalan dibulan tersebut. Sebelum shalat dan khutbah dilaksanakan, Sekretaris Panitia Ramadhan 1446 H, Ustadz Ayi Sunandar menyampaikan beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan. diantaranya adalah shalat tarawih, ifthar bersama, tadarrus quran, kultum shubuh, kajian Selasa Sabtu Shubuh, Pengajian Umum, Berbagi dengan Sesama, Pesantren Kilat untuk Pelajar, Itikaf Sepuluh Hari Akhir Ramadhan, Penghimpunan dan Pendistribusian Zakat Fitrah dan Infaq, serta Pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1446 H. Kesuksesan berbagai kegiatan ini, karena idzin Allah, dukungan warga, serta kerjasama dengan Baznas Kabupaten Bandung dan Mahabah At Tanwir Kabupaten Bandung.***
BERITA31/03/2025 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
Kang DS Apresiasi Kinerja BAZNAS Kabupaten Bandung
Kang DS Apresiasi Kinerja BAZNAS Kabupaten Bandung
Bupati Bandung Dr. HM. Dadang Supriatna, SIP, MSi mengapresiasi atas kinerja Baznas Kabupaten Bandung yang selalu gesit, gercep dan akuntabel. Hal tersebut disampaikan Kang DS kepada KH. Yusuf Ali Tanthowi, Lc, MA dan Drs. H. Jamjam Erawan, MAP sebagai Ketua dan Wakil Ketua Baznas Kabupaten Bandung pada saat Open House Idul Fitri di Rumah Dinas Bupati Bandung, Senin, 31 Maret 2025. Saya melihat, Kata Kang DS panggilan akrabnya, kesuksesan Baznas sekarang karena Pimpinan Baznas yang semakin solid, transparan dan akuntabel sehingga para muzakki terutama ASN dan Pimpinan Vertikal di Kabupaten Bandung memberikan kepercayaan dalam mengelolanya. Hal ini setiap bulan Pimpinan Baznas menyampaikan laporan penghimpunan dan pendistribusian dihadapan para ASN dan Pimpinan vertikal di Kabupaten Bandung. Harapan saya, kata Ketua DPC PKB Kabupaten Bandung ini, Baznas Kabupaten Bandung harus semakin bedas di bulan syawal ini untuk menghimpun dari sumber lain termasuk dari Desa dan kelurahan se Kabupaten Bandung. Karena semakin banyak yang dihimpun, maka akan semakin banyak manfaat di dapat oleh warga Kabupaten Bandung.***
BERITA31/03/2025 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung dan Diskop UKM Jalin Kerja Sama Pemberdayaan Mustahik
BAZNAS Kabupaten Bandung dan Diskop UKM Jalin Kerja Sama Pemberdayaan Mustahik
Untuk upaya pemberdayaan masyarakat yang masuk kategori Mustahik, BAZNAS Kabupaten Bandung menggandeng tangan Diskop dan UKM Kabupaten Bandung. Penandatanganan MOU dilakukan Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung KH. Yusuf Ali Tantowi dan Kepala Dinkop UKM Kabupaten Bandung H. Dindin Syahidin, S.Ip., M.Si, Rabu 26 Maret 2025 di sela-sela pembinaan bulanan Amil dan amilat BAZNAS Kabupaten Bandung. Adapun Pembinaan Amil dan amilat dilakukan Staf Fundraising BAZNAS RI Abdul Halim Hadi. Menurut Dindin Syahidin, kerja sama ini merupakan upaya kedua belah pihak dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. "Sebagai muslim tentu saja para ASN pasti sadar kalau zakat adalah kewajiban personal atau tiap orang. Namun dari pengumpulan zakat dan infak ini bisa dimanfaatkan secara luas untuk pemberdayaan masyarakat," katanya didampingi Kabid Koperasi Diskop UKM Kabupaten Bandung Rudi P. Dia berharap agar BAZNAS Kabupaten Bandung memberikan dukungan dalam pemanfaatan dana zakat, infak dan sedekah (ZIS) bagi kepentingan produktif. "Kabupaten Bandung memiliki lebih dari 1.800 koperasi dengan 1.000 koperasi yang aktif. Tentu kondisi masing-masing koperasi berbeda-beda," katanya. Sedangkan UKM berjumlah 41.000 orang pengusaha mikro dengan omset maksimal Rp2 miliar per tahun. "Kerja sama ini untuk memberikan pelatihan bagi Mustahik yang diberikan bantuan oleh BAZNAS termasuk juga UKM yang selama ini dibina BAZNAS," katanya.***
BERITA26/03/2025 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
Kumpulkan Donasi Buat Pembangunan Kembali Palestina, BAZNAS Kabupaten Bandung Gelar Safari Ramadhan 1446 H
Kumpulkan Donasi Buat Pembangunan Kembali Palestina, BAZNAS Kabupaten Bandung Gelar Safari Ramadhan 1446 H
Seperti tahun sebelumnya, BAZNAS Kabupaten Bandung terlibat aktif dalam menghimpun donasi buat kaum Muslimin di Palestina khususnya Gaza. Pada Ramadhan tahun ini kembali BAZNAS kabupaten Bandung menggelar Safari Ramadhan bertajuk "Membasuh Luka Palestina". Safari Ramadhan ini menghadirkan penceramah asal Palestina yakni Syekh Ali Issa Moussa bekerja sama dengan BAZNAS RI dan BAZNAS Jabar. Menurut penanggung jawab Safari Ramadhan, Ustaz Dudin, acara dari Selasa sampai Jumat, 11-14 Maret 2025, di enam lokasi Kabupaten Bandung. "Diawali pada Selasa pukul 09.00 di Masjid Nurul Ansor Jln. Mahmud Rahayu, Marga Asih, dilanjutkan pukul 19.30 di Masjid Al Kahfi Bunut, Desa Marga Hurip, Kecamatan Banjaran," katanya. Sedangkan pada Rabu pukul 08.00 di SMK Marhas Margahayu dan pukul 19.30 akan berceramah di Masjid al Ukhuwah, Cikambuy Hilir, Katapang. "Syekh Ali akan menyampaikan perkembangan terakhir di Palestina sekaligus menumbuhkan rasa solidaritas dan ukhuwah islamiah kepada Muslimin Indonesia kepada saudaranya di Gaza," ucapnya. Sedangkan pada Kamis pukul 09.00 bertempat di Masjid Al Akbar Jln. Patrol Raya No 11 Baleendah dan pukul 19.30 di Masjid Al Amanah Rancamanyar. "Pada hari terakhir yakni Jumat pukul 08.00 Syekh Ali akan mendatangi SDIT Mukmin Kreatif," katanya.***
BERITA11/03/2025 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Bandung.

Lihat Daftar Rekening →