WhatsApp Icon
Kemensos Melalui Sentra Abiyoso Gelar Khitanan Massal di Kabupaten Bandung, Sasar 104 Anak Prasejahtera

SOREANG, 13 MEI 2026 – Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui Sentra Abiyoso Cimahi menggelar aksi sosial khitanan massal dan cek kesehatan bagi warga Kabupaten Bandung. Acara yang merupakan bentuk kolaborasi lintas sektor ini diselenggarakan di Gedung Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT) Dinas Sosial Kabupaten Bandung pada Rabu (13/5/2026).

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh sejumlah pimpinan daerah dan instansi terkait, di antaranya Ketua DPRD Kabupaten Bandung Hj. Renie Rahayu, Kepala Sentra Abiyoso Cimahi, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bandung, Wakil Ketua (Waka) 2 Baznas Kabupaten Bandung H. Abdul Rouf, serta perwakilan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung.

Sebanyak 104 anak dari berbagai wilayah di Kabupaten Bandung terdaftar sebagai peserta khitanan massal. Selain khitanan, panitia juga menyediakan layanan cek kesehatan gratis yang diikuti oleh 9 orang warga sekitar.

Kepala Sentra Abiyoso menegaskan bahwa program ini merupakan implementasi dari program ATENSI (Asistensi Rehabilitasi Sosial) untuk membantu keluarga prasejahtera dalam memenuhi hak kesehatan anak. Sinergi ini semakin kuat dengan hadirnya Baznas Kabupaten Bandung yang turut memberikan kontribusi nyata.

Waka 2 Baznas Kabupaten Bandung menyampaikan bahwa pihaknya mendukung penuh kegiatan ini dengan menyalurkan santunan tunai kepada seluruh peserta khitanan. Dukungan ini diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan pasca-khitan bagi keluarga peserta.

Ketua DPRD Kabupaten Bandung yang hadir memantau jalannya acara memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi antara pemerintah pusat melalui Kemensos, pemerintah daerah, dan lembaga zakat. Menurutnya, penggunaan fasilitas SLRT Dinsos sebagai lokasi acara sangat tepat untuk menjangkau masyarakat yang memang membutuhkan pelayanan cepat dan tepat sasaran.

Acara berlangsung khidmat dan lancar, dengan para peserta mendapatkan paket bantuan nutrisi serta pakaian ibadah dari Sentra Abiyoso sebagai pelengkap kebahagiaan mereka di hari tersebut.***

13/05/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
BAZNAS Kabupaten Bandung Dorong Optimalisasi ZIS Sektor Pariwisata di Rancabali

RANCABALI, 13 MEI 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung menggelar kegiatan optimalisasi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) bersama para pelaku usaha pariwisata di wilayah Kecamatan Rancabali pada Rabu 13 Mei 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Ketua I Bidang Penghimpunan BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Jamjam Erawan serta dihadiri langsung oleh Camat Rancabali Panpan Rispan, perwakilan dari Disparekraf, unsur Forkopimcam, dan Ketua UPZ Kecamatan Rancabali.

Adapun peserta yang mengikuti kegiatan ini mengundang sekitar 32 pemilik usaha pariwisata yang berada di wilayah Rancabali.

Dalam sambutannya Camat Rancabali, Panpan Rispan menyampaikan bahwa kehadiran dan manfaat BAZNAS Kabupaten Bandung telah dirasakan langsung oleh masyarakat di wilayahnya.

“BAZNAS sudah terasa oleh warga Rancabali. Tempo hari ada musibah 12 orang karena gas meledak, saya koordinasi dengan Kasi Sosbud,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa BAZNAS juga turut membantu masyarakat yang mengalami kendala dalam akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang belum memiliki BPJS.

“Bagi mereka yang tak punya BPJS bisa ter-cover oleh BAZNAS. Alhamdulillah tiga orang bisa dibantu,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia berharap dampak dan manfaat program BAZNAS dapat terus diperluas, termasuk dalam mendukung sektor pariwisata di Rancabali.

“Ke depannya semoga dampak BAZNAS bisa terasa lebih banyak, terutama di bidang pariwisata,” katanya.

Menurutnya, pengelolaan zakat yang terorganisir melalui BAZNAS menjadi langkah penting agar penyalurannya berjalan tertib dan sesuai aturan.

“Ini semua diwadahi oleh BAZNAS supaya lebih tertib lagi penyaluran hasil zakatnya. Kalau tidak ada regulasi, masuknya ke pungutan liar,” tegasnya.

Ia pun berharap para pengelola wisata dapat menindaklanjuti hasil kegiatan tersebut dan mulai membangun kolaborasi bersama BAZNAS Kabupaten Bandung.

“Saya harapkan pihak pengelola melaporkan kegiatan ini dan ditunggu responnya seperti apa. Dari kita, oleh kita dan untuk kita,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua I Bidang Penghimpunan BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Jamjam Erawan, menekankan bahwa zakat, infak, dan sedekah tidak hanya memiliki nilai sosial, tetapi juga nilai spiritual yang membawa keberkahan.

“Ada nilai spiritual dari zakat, infak, sedekah, maka akan melahirkan keberkahan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa pengelolaan ZIS menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam menjaga kebermanfaatan harta sekaligus membantu masyarakat.

“Untuk menyelamatkan harta, warga dan negara. Ada upaya dan ikhtiar untuk membangun keberkahan ini,” jelasnya.

Menurutnya, sektor usaha wisata juga akan memperoleh dampak positif apabila nilai-nilai keberkahan diterapkan dalam aktivitas usaha.

“Usaha wisata akan semakin berkah. Keberkahan itu membawa manfaat bagi banyak orang,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan bahwa masyarakat tetap dapat berinfak meskipun belum mencapai nisab zakat.

“Kalau tidak mencapai nisab, maka berinfak sesuai keinginan. Asal ada kemauan dan kesungguhan, Allah akan membantu dan menolong kita,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Bandung berharap kesadaran para pelaku usaha wisata terhadap pentingnya zakat, infak, dan sedekah semakin meningkat, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat Kabupaten Bandung.***

13/05/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Audiensi dengan RSUD Otista, Dorong Optimalisasi ZIS untuk Manfaat Umat

SOREANG, 5 MEI 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung melaksanakan audiensi dengan RSUD Otista dalam rangka mendorong optimalisasi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) serta peningkatan manfaat bagi masyarakat.

Kegiatan audiensi tersebut berlangsung pada Selasa 5 Mei 2026 dan dihadiri oleh Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Jamjam Erawan, yang diterima langsung oleh Direktur Utama RSUD Otista, dr. Hj. Yuli Irnawaty Mosjasari.

Dalam kesempatan tersebut, H. Jamjam Erawan menyampaikan bahwa potensi penghimpunan ZIS di lingkungan RSUD, khususnya dari tenaga medis seperti dokter spesialis, masih belum optimal.

“Zakat, infak, sedekah, terutama dari dokter-dokter spesialis masih belum maksimal,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa optimalisasi penghimpunan ZIS di lingkungan RSUD tidak hanya berdampak pada peningkatan dana yang terhimpun, tetapi juga akan kembali dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, termasuk dalam mendukung kebutuhan layanan kesehatan.

“Nantinya, ZIS ini juga akan kembali lagi dipakai untuk mendukung pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan," jelasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya peningkatan penghimpunan secara terukur agar manfaat yang diberikan dapat dirasakan lebih luas.

“Saya butuh angka, untuk memberi manfaat bagi banyak orang,” tegasnya.

Dalam audiensi tersebut juga disampaikan bahwa sektor kesehatan menjadi salah satu fokus utama dalam program pendistribusian BAZNAS Kabupaten Bandung, yang diwujudkan melalui program Bandung Sehat.

Diketahui program Bandung Sehat selama ini berperan dalam membantu masyarakat, khususnya dalam penanganan tunggakan BPJS Kesehatan, serta berbagai kebutuhan kesehatan lainnya.

Selain Bandung Sehat, BAZNAS Kabupaten Bandung juga memiliki program unggulan lain, yaitu Bandung Cerdas, Bandung Berdaya Saing, Bandung Peduli, dan Bandung Religius, yang menyasar berbagai aspek kehidupan masyarakat.

 

Melalui audiensi ini, diharapkan sinergi antara BAZNAS Kabupaten Bandung dan RSUD Otista dapat semakin diperkuat, sehingga potensi ZIS dapat dioptimalkan dan memberikan dampak yang lebih luas bagi kesejahteraan masyarakat.***

05/05/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
Siraman Rohani Pemkab Bandung Mei 2026 Digelar, Bupati Tekankan Peningkatan Keimanan dan Pelayanan

SOREANG, 4 MEI 2026 — Pemerintah Kabupaten Bandung kembali menggelar kegiatan siraman rohani bulan Mei 2026 yang berlangsung pada Senin 4 Mei 2026 di Gedung Moh. Toha, Soreang.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Bandung, H.M. Dadang Supriatna, serta diikuti oleh jajaran aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung.

Dalam sambutannya, Bupati Bandung menyampaikan bahwa kegiatan siraman rohani rutin dilaksanakan sebagai bagian dari upaya pembinaan mental dan spiritual pegawai, sekaligus untuk meminimalisir berbagai persoalan dalam pelaksanaan tugas.

“BKPSDM selalu melakukan kegiatan siraman rohani, dalam rangka upaya memberikan perhatian dan meminimalisir persoalan-persoalan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kesehatan fisik dan spiritual, terlebih menjelang datangnya bulan Zulhijah.

“Sehat bukan secara fisik saja, tetapi keimanan kita adanya peningkatan. Sebentar lagi kita memasuki Zulhijah,” tuturnya.

Lebih lanjut, Bupati mengajak seluruh ASN untuk kembali pada nilai-nilai dasar dalam menjalankan tugas, serta menghindari sikap ambisius yang dapat mengarah pada tindakan yang tidak benar.

“Mari kita kembali kepada jati diri kita masing-masing. Jangan terlalu ambisi, menghalalkan segala cara. Mari kita tingkatkan pelayanan, keimanan dan ketakwaan untuk bekal akhirat,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, turut disampaikan laporan pengelolaan BAZNAS Kabupaten Bandung bulan April oleh Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Jamjam Erawan

Ia mengungkapkan bahwa pada bulan April 2026, penghimpunan dan pendistribusian mengalami peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya.

“Alhamdulillah pada bulan April kita mengalami peningkatan. Untuk pendistribusian ada bantuan-bantuan kepada pendidikan, termasuk di dalamnya BPJS kesehatan,” jelasnya.

Selain itu, ia juga menyampaikan apresiasi kepada para muzaki atas kepercayaan yang telah diberikan kepada BAZNAS Kabupaten Bandung.

“Sebagai bentuk pertanggungjawaban, perlu kami sampaikan juga penerimaan dari bapak dan ibu. Kami ucapkan terima kasih banyak atas kepercayaan, amanah dan titipannya,” tambahnya.

Kegiatan siraman rohani ini diharapkan dapat terus memperkuat nilai-nilai spiritual di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung, sekaligus meningkatkan integritas dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.***

04/05/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Gelar Pelatihan dan Pengukuhan Relawan BTB di Gunung Puntang

CIMAUNG, 1 MEI 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung menggelar kegiatan pelatihan dan pengukuhan Relawan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) yang bertempat di Bumi Perkemahan Gunung Puntang, Kabupaten Bandung.

Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, mulai Jumat 1 Mei 2026 hingga Sabtu, sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan dan kapasitas relawan dalam menghadapi situasi kebencanaan di wilayah Kabupaten Bandung.

Pembukaan kegiatan secara simbolis dihadiri oleh Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Abdul Rouf, serta Wakil Ketua II BAZNAS Jawa Barat, Zaki Hilmi.

Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh unsur terkait, di antaranya Kepala LAB BAZNAS Jawa Barat, Komandan BTB Jawa Barat, Kepala Pelaksana BAZNAS Kabupaten Bandung, Ketua Bagian Pendistribusian BAZNAS Kabupaten Bandung, Komandan BTB Kabupaten Bandung, serta Ketua UPZ Kecamatan Cimaung.

Sebanyak 30 peserta tercatat mengikuti kegiatan ini berdasarkan daftar hadir, dengan tambahan 10 peserta lainnya yang menyusul sehingga total keseluruhan mencapai 40 orang relawan yang akan mengikuti rangkaian pelatihan dan pengukuhan.

Para peserta merupakan relawan terpilih yang sebelumnya telah melalui proses seleksi, mulai dari tahap administratif hingga wawancara, yang berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bandung.

Kegiatan pelatihan ini dirancang untuk membekali para relawan dengan pengetahuan dan keterampilan dasar dalam penanganan bencana, sekaligus memperkuat koordinasi dan kesiapan tim di lapangan.

Selain itu, pengukuhan relawan menjadi momentum penting dalam menegaskan komitmen para peserta untuk terlibat aktif dalam kegiatan kemanusiaan, khususnya dalam penanganan bencana yang membutuhkan respon cepat, terkoordinasi, dan profesional.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Bandung berharap kehadiran Relawan BTB dapat semakin optimal dalam membantu masyarakat terdampak bencana, serta menjadi garda terdepan dalam misi kemanusiaan di wilayah Kabupaten Bandung.***

01/05/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kab. Bandung

Berita Terbaru

Kolaborasi BAZNAS Kab. Bandung dan Amgala: Masjid Al-Ikhlas di Kertasari Kembali Berdiri Kokoh Pasca-Gempa
Kolaborasi BAZNAS Kab. Bandung dan Amgala: Masjid Al-Ikhlas di Kertasari Kembali Berdiri Kokoh Pasca-Gempa
KERTASARI, KABUPATEN BANDUNG — Masjid Al-Ikhlas yang terletak di Desa Cikembang, Kecamatan Kertasari, sudah mulai digunakan kembali setelah melalui proses renovasi pasca-bencana gempa yang mengguncang kawasan tersebut pada September 2024 lalu. Renovasi ini merupakan hasil kolaborasi antara Amgala Foundation dan BAZNAS Kabupaten Bandung sebagai bentuk tanggung jawab sosial terhadap pemulihan sarana ibadah. Peresmian masjid yang dilaksanakan baru-baru ini dihadiri oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Sarnapi, serta Koordinator Program Amgala Foundation, Asti Yulia. Dalam sambutannya, H. Sarnapi menegaskan bahwa BAZNAS Kabupaten Bandung secara aktif hadir sejak awal bencana terjadi. “Alhamdulillah BAZNAS Kabupaten Bandung bisa terjun langsung ke Kertasari sejak awal bencana. Mulai dari penyaluran sembako, pembukaan dapur umum, hingga masa tanggap darurat selama dua minggu,” ujar H. Sarnapi. Ia menambahkan, total penghimpunan dana untuk respons gempa Kertasari mencapai hampir Rp1,7 miliar, termasuk kolaborasi dengan Kementerian Agama Kabupaten Bandung. Tak hanya fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar warga, BAZNAS juga turut mendukung pemulihan fasilitas umum, termasuk masjid dan hunian warga yang berdiri di atas tanah carik atau lahan perkebunan. Renovasi Masjid Al-Ikhlas menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi dapat membawa dampak besar bagi masyarakat terdampak bencana. Sementara itu, Asti Yulia dari Amgala Foundation menyampaikan harapannya agar masjid yang telah direnovasi dapat dimanfaatkan secara optimal. “Semoga semakin banyak kegiatan keagamaan seperti majelis dan pengajian anak-anak. Karena salah satu program Amgala adalah rumah tahfidz, kami siap mendukung jika itu terwujud di sini,” ungkapnya. Peresmian ini menjadi penanda semangat bangkit dan pulih bersama. Diharapkan masjid ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pemberdayaan dan pendidikan spiritual bagi warga Desa Cikembang dan sekitarnya.***
BERITA23/05/2025 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Masuk Klaster Logistik dalam Penanggulangan Bencana
BAZNAS Kabupaten Bandung Masuk Klaster Logistik dalam Penanggulangan Bencana
BAZNAS Kabupaten Bandung mengikuti sosialisasi dan pembentukan rencana kerja Klaster Logistik penanggulangan bencana Kabupaten Bandung. Hal itu dikarenakan BAZNAS Kabupaten Bandung masuk dalam Klaster logistik bersama dengan lembaga dan perusahaan . Sosialisasi dan pembentukan rencana kerja ini dihadiri puluhan peserta termasuk Wakil Ketua 4 BAZNAS Kabupaten Bandung H. Sarnapi dan Kabag Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Asep Nugraha. Acara dihadiri Direktur Logistik dan Peralatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Yos Rizal, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar dan Ketua Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung H. Uka Suska. Menurut Uka, acara berisi pemaparan materi, diskusi dan peresmian Klaster logistik oleh Bupati Bandung HM Dadang Supriatna. "Para peserta diharapkan bisa mengikuti acara ini dengan baik karena Kabupaten Bandung merupakan daerah rawan bencana," katanya. Seperti diketahui BAZNAS Kabupaten Bandung selalu aktif dalam ikut menanggulangi bencana alam. Seperti saat terjadinya bencana gempa bumi besar yang menempati Kecamatan Kertasari dan Pangalengan juga BAZNAS terjun langsung dengan membuka dapur umum maupun pembangunan kembali rumah warga dan fasilitas umum yang rusak. Terakhir BAZNAS Kabupaten Bandung juga membantu korban bencana tanah longsor di Desa Nagreg Kendan, Kecamatan Nagreg.***
BERITA21/05/2025 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
Jaga Amanah, BAZNAS Kabupaten Bandung Diaudit Kantor Akuntan Publik 
Jaga Amanah, BAZNAS Kabupaten Bandung Diaudit Kantor Akuntan Publik 
Sebagai upaya bentuk pertanggungjawaban dan menjaga amanah, maka BAZNAS Kabupaten Bandung kedatangan tim audit dari Kantor Akuntan Publik (KAP) Herlianto. Pada Senin 19 Mei 2025, tiga auditor dari KAP Herlianto menggelar entry meeting sebagai awal untuk pelaksanaan audit keuangan. Acara dihadiri PLT Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung Ustaz H. Jamjam Erawan, Waka 2 H. Abdul Rauf, Waka 3 H. Dudi Abdul Hadi dan Waka 4 H. Sarnapi. Menurut H. Jamjam, audit dari KAP sangat penting karena sebagai rangkaian audit baik audit internal maupun audit syariah. "Hal ini agar laporan pertanggungjawaban keuangan BAZNAS Kabupaten Bandung menjadi aman syari, aman regulasi maupun aman NKRI," katanya. Dia menambahkan, selama ini BAZNAS Kabupaten Bandung mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari KAP Herlianto. "Semoga tahun ini juga bisa mendapatkan opini WTP kembali. Kami mohon agar audit dengan benar dan baik karena menjadi masukan bagi peningkatan kinerja BAZNAS Kabupaten Bandung,' katanya.***
BERITA19/05/2025 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Tanggap Bencana Longsor di Nagreg Kendan
BAZNAS Kabupaten Bandung Tanggap Bencana Longsor di Nagreg Kendan
Nagreg, 19 Mei 2025 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung kembali menunjukkan kepedulian sosialnya melalui BAZNAS Tanggap Bencana. Kali ini, BAZNAS hadir di lokasi bencana longsor yang terjadi di Desa Nagreg Kendan, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung. Peristiwa longsor yang terjadi pada Minggu 18 Mei 2025 malam telah berdampak ke kantor Kepala Desa serta enam rumah warga. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, tiga orang warga dilaporkan mengalami luka-luka. Selain itu, beberapa rumah yang berada di tanah carik desa turut terdampak dan enam rumah di antaranya tertimbun material longsor. Sebagai langkah tanggap darurat, warga yang terdampak untuk sementara waktu dievakuasi ke masjid setempat. BAZNAS Kabupaten Bandung melalui Wakil Ketua I Bidang Penghimpunan, H. Jamjam Erawan, langsung meninjau lokasi bencana dan berkoordinasi dengan Kepala Desa, Camat Nagreg, serta Kapolsek. “Kami mengimbau kepada seluruh warga, mari kita bersama-sama saling membantu, paling tidak dengan mendoakan saudara-saudara kita yang tertimpa musibah,” ujar H. Jamjam Erawan. Beliau juga menyampaikan harapan agar para penyintas segera mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak, termasuk solusi bagi keberlangsungan pelayanan publik yang terganggu akibat kerusakan kantor desa. “Saya justru berpikir, kantor desa yang tertimpa musibah seperti ini akan menjadi momentum untuk dibangun lebih baik lagi,” tambahnya. BAZNAS Kabupaten Bandung terus berkomitmen hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam bentuk program ekonomi dan sosial, tetapi juga dalam merespons situasi darurat sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas kemanusiaan.***
BERITA19/05/2025 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Dorong Optimalisasi Penghimpunan Zakat Infak Sedekah di Kecamatan Soreang
BAZNAS Kabupaten Bandung Dorong Optimalisasi Penghimpunan Zakat Infak Sedekah di Kecamatan Soreang
Soreang, 15 Mei 2025 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung terus menggiatkan sosialisasi dan pembinaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di wilayah kecamatan dan desa. Salah satu kegiatan terbarunya dilaksanakan di Kecamatan Soreang, dengan menghadirkan Wakil Ketua I Bidang Penghimpunan BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Jamjam Erawan, sebagai narasumber utama. Dalam kesempatan tersebut, H. Jamjam mengungkapkan kondisi penghimpunan ZIS di Kecamatan Soreang masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan potensi jumlah penduduk. "Untuk Kecamatan Soreang, yang baru masuk dalam tiga bulan terakhir sekitar 14 juta rupiah dengan jumlah penduduk lebih dari 100 ribu jiwa," ujarnya. Ia juga menyampaikan bahwa dari sisi penyaluran, BAZNAS telah menyalurkan bantuan sebesar 73 juta rupiah selama tiga bulan terakhir di kecamatan tersebut. Menurutnya, rendahnya penghimpunan di Kecamatan Soreang ini merupakan persoalan mindset yang harus dibenahi. “Zakat itu sangat terukur. Tapi bisa jadi belum terorganisir dengan baik,” ujarnya seraya mengapresiasi Ketua UPZ yang telah memfasilitasi pertemuan tersebut. H. Jamjam juga menekankan pentingnya legalitas dalam penghimpunan dana masyarakat, mengingat saat ini setiap bentuk penghimpunan tanpa dasar hukum bisa dianggap pungutan liar. "Jika tidak bersedia untuk bergerak menjadi amil, lebih baik mundur. Jangan disia-siakan. Jadikan tugas amil ini sebagai ladang ibadah,” pungkasnya.***
BERITA15/05/2025 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Serahkan Bantuan Rumah Layak Huni bersama Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb
BAZNAS Kabupaten Bandung Serahkan Bantuan Rumah Layak Huni bersama Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb
Margaasih (5/5/2025) — BAZNAS Kabupaten Bandung kembali menyalurkan bantuan program Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB) kepada keluarga penerima manfaat. Kali ini, rumah layak huni diserahkan kepada Bapak Jaja Koswara, warga Kampung Cibolerang, Desa Rahayu, Kecamatan Margaasih. Acara penyerahan secara simbolis turut dihadiri oleh Wakil Bupati Bandung, Ali Syakieb, dan Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Bandung Bidang Pendistribusian, H. Abdul Rouf. Dalam sambutannya, H. Abdul Rouf menyampaikan bahwa program RLHB merupakan bentuk nyata dari pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan oleh masyarakat Kabupaten Bandung kepada BAZNAS. “Mudah-mudahan apa yang sudah diterima atas titipan infak, sedekah, dan zakat dari semua elemen masyarakat Kabupaten Bandung mampu disyukuri,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa program RLHB menjadi bagian dari upaya optimalisasi zakat yang terus diperjuangkan oleh BAZNAS untuk membantu masyarakat yang masih hidup dalam kondisi tidak layak. “Masih banyak saudara-saudara kita yang membutuhkan uluran tangan. Program RLHB ini adalah salah satu bentuk kepedulian kami,” ujar Abdul Rouf. “Kami dari BAZNAS mengambil bagian dari program Rutilahu Pemda Kabupaten Bandung, dengan program RLHB. Tahun ini kami anggarkan sebanyak 24 unit rumah, dengan anggaran sekitar 25 juta rupiah per unitnya,” tambahnya. Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati Bandung, Ali Syakieb memberikan apresiasi atas kontribusi BAZNAS dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya dalam bidang perumahan layak huni bagi masyarakat kurang mampu. “Kita sangat mengapresiasi BAZNAS yang sudah sangat berkontribusi terhadap pembangunan di Kabupaten Bandung,” tutur Wabup. Ali Syakieb juga menyinggung komitmen pemerintah daerah dalam pembangunan rumah rakyat. Ia menyampaikan bahwa dalam 100 hari kerja, Bupati Bandung menargetkan pembangunan 1.000 rumah bagi warga yang membutuhkan. “Alhamdulillah RLHB dari BAZNAS sudah rampung. Tolong dirawat, dan mudah-mudahan bisa bertahan hingga 30 tahun ke depan,” pesannya kepada penerima manfaat. “Harus ada kepedulian dari masyarakat. Ketika ada program dari pemerintah maupun lembaga seperti BAZNAS, tolong dicari tahu, dibaca, dan dimengerti,” pungkasnya.***
BERITA08/05/2025 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Ikuti Safari Keagamaan Anti Korupsi dari KPK dan Kemenag
BAZNAS Kabupaten Bandung Ikuti Safari Keagamaan Anti Korupsi dari KPK dan Kemenag
Wakil Ketua 4 BAZNAS Kabupaten Bandung H. Sarnapi mengikuti acara yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bekerja sama dengan Kemenag yakni Safari Keagamaan Anti Korupsi di MAN 1 Bandung. Acara pada Rabu 7 Mei 2025 dihadiri Deputi Pendidikan dan Peran Serta masyarakat KPK Wawan Wardiana, Kepala Kemenag Jabar H. Ajam Mustajam, Kepala Kepala Kemenag Kabupaten Bandung H. Cece Hidayat, Kasubag tata Usaha Kemenag Kabupaten Bandung H. Saepuloh dan para kepala seksi. Hadir juga pengurus ormas-ormas Islam, pengawas madrasah, penyuluh agama, dan kepala madrasah. Menurut Cece, kekuatan lembaga keagamaan, lembaga pendidikan maupun tempat ibadah di Kabupaten Bandung sangat besar. "Sebagian besar lembaga pendidikan di Kabupaten Bandung baik madrasah maupun pesantren adalah milik masyarakat. Dari potensi keagamaan ini bisa menjadi ujung tombak dalam pencegahan korupsi," katanya. Sedangkan H. Ajam Mustajam mengatakan, biasanya seseorang akan merasa takut dan khawatir apabila mendengar nama KPK. "Apalagi kalau sudah dipanggil atau KPK dagang ke kita pasti langsung keluar keringat dingin," katanya. Dia menambahkan, banyak sektor yang bisa menjadi pintu masuk gratifikasi maupun korupsi sehingga perlu berhati-hati. "Alhamdulillah Kemenag diajak terlibat dalam safari keagamaan anti korupsi. Jajaran Kemenag harus menjadi garda terdepan dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi," katanya.***
BERITA07/05/2025 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
Siaran di Radio Kandaga, BAZNAS Kabupaten Bandung Ajak Masyarakat Pahami Ibadah Ma’liyah
Siaran di Radio Kandaga, BAZNAS Kabupaten Bandung Ajak Masyarakat Pahami Ibadah Ma’liyah
Soreang, 6 Mei 2025 — Dalam upaya meningkatkan literasi zakat, infak, dan sedekah di tengah masyarakat, BAZNAS Kabupaten Bandung kembali hadir di udara lewat siaran interaktif di Radio Kandaga Kabupaten Bandung. Siaran kali ini menghadirkan Drs. H. Jamjam Erawan, M.A.P, Wakil Ketua I Bidang Penghimpunan BAZNAS Kabupaten Bandung, yang mengangkat tema seputar ibadah ma’liyah atau ibadah yang berkaitan dengan harta. Dalam siaran tersebut, H. Jamjam menekankan pentingnya kesadaran umat Muslim terhadap kewajiban zakat sebagai bagian dari bentuk ketaatan kepada Allah SWT. “Ketika diberi rezeki, jangan lupa ada hak Allah di sana untuk diberikan kepada hamba Allah lainnya,” ujar H. Jamjam membuka perbincangan. Ia menjelaskan bahwa zakat menjadi kewajiban bagi setiap Muslim yang hartanya telah mencapai nisab dan haul. Zakat, lanjutnya, bukan hanya sekadar amalan sosial, tetapi juga bentuk penghambaan kepada Allah yang akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat kelak. “Orang yang wajib zakat adalah yang sudah mencapai nisab dan haul zakat. Kalau tidak dizakatkan, akan dipertanggungjawabkan di Yaumul Akhir,” tegasnya. Dalam konteks ibadah ma’liyah, H. Jamjam menerangkan bahwa bentuknya sangat beragam, tergantung pada jenis harta yang dimiliki seseorang. Mulai dari uang, hasil pertanian, ternak seperti sapi dan domba, hingga kekayaan lainnya, semua memiliki ketentuan zakat tersendiri bila telah memenuhi syarat. “Segala bentuk harta kekayaan, jika mencapai nisab dan haulnya, wajib dikeluarkan zakatnya,” ujarnya. Selain zakat, infak dan sedekah pun disebutnya sebagai bagian dari ibadah ma’liyah yang memiliki nilai kebaikan besar, terlebih jika diberikan kepada keluarga, kerabat, dan sesama Muslim yang membutuhkan. “Ketika berbagi dengan saudara, keluarga, juga termasuk ibadah ma’liyah,” tambahnya. BAZNAS Kabupaten Bandung terus berkomitmen melakukan edukasi kepada masyarakat agar semakin memahami esensi dan manfaat dari zakat, infak, dan sedekah. Melalui berbagai kanal, termasuk siaran radio, BAZNAS berharap semakin banyak masyarakat yang menyadari pentingnya mengelola harta secara syar’i.***
BERITA06/05/2025 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Lakukan Distribusi Massal Bantuan, Ini Bidang yang Dibantu
BAZNAS Kabupaten Bandung Lakukan Distribusi Massal Bantuan, Ini Bidang yang Dibantu
BAZNAS Kabupaten Bandung melakukan distribusi massal bantuan bidang pendidikan dan kesehatan pada Senin, 5 Mei 2025. Hadir Wakil Ketua 2 BAZNAS Kabupaten Bandung H. Abdul Rauf, Wakil Ketua 4 H. Sarnapi, Kepala Kantor BAZNAS H. Kasmita dan Kabag Distribusi dan Pendayagunaan Asep Nugraha. Menurut H. Sarnapi, distribusi bantuan kali ini merupakan hal rutin yang dilakukan BAZNAS Kabupaten Bandung setiap bulannya. "Cuma pada Mei karena ada kegiatan yang penuh selama Ramadhan sehingga baru kali ini diadakan distribusi massal," ujarnya. Sedangkan H. Abdul Rauf mengatakan, distribusi bantuan difokuskan kepada dua bidang yang berkaitan dengan kebutuhan Mustahik yakni pendidikan dan kesehatan. "Kesehatan khususnya pembayaran tunggakan BPJS Kesehatan, sedangkan pendidikan pembayaran iuran sekolah yang tertunggak," ucapnya. Jumlah penerima bantuan sebanyak 150 orang dari 31 kecamatan di Kabupaten Bandung. "Diharapkan bantuan dari BAZNAS Kabupaten Bandung ini bermanfaat bagi Mustahik yang membutuhkan. Semoga pengumpulan zakat, infak dan sedekah makin meningkat sehingga bantuan kepada masyarakat juga kian bertambah," ucapnya.*
BERITA05/05/2025 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
BAZNAS Kabupaten Bandung Gandeng BAZNAS RI Gelar Pelatihan Amil dan Amilat se Bandung Raya
BAZNAS Kabupaten Bandung Gandeng BAZNAS RI Gelar Pelatihan Amil dan Amilat se Bandung Raya
Bertempat di Gedung BAZNAS Center Jln. Gading Tutuka, Soreang, BAZNAS Kabupaten Bandung bekerja sama dengan BAZNAS RI menggelar pelatihan. Hal ini sebagai upaya meningkatkan.pengetahuan dan ketrampilan Amil dan amilat dalam pengumpulan zakat, infak dan sedekah (ZIS). Pelatihan juga diikuti perwakilan dari BAZNAS Kabupaten Purwakarta, BAZNAS Bandung Barat, BAZNAS Kota Bandung, dan BAZNAS Kota Cimahi. "Pelatihan digelar dari Senin sampai Rabu, 28-30 April 2025 di Gedung BAZNAS Center Jln. Gading Tutuka Soreang," kata Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, KH. Yusuf Ali Tantowi didampingi Waka 1 H Jamjam Erawan dan Waka 4, H. Sarnapi. Ustaz Jamjam Erawan mengatakan, penekanan pelatihan untuk pengumpulan ZIS termasuk pengumpulan secara digital atau digital fundraising. "Di era digital saat ini, maka potensi pengumpulan ZIS dari dunia digital sangat besar. Potensi ini yang harus digarap BAZNAS," katanya. Hal itu karena yang menyumbang ZIS bukan hanya warga Kabupaten Bandung melainkan daerah-daerah lain bahkan luar negeri. Dengan mendapatkan ilmu dan pengalaman dari BAZNAS RI lalu dipraktekkan dalam pekerjaan sehari-hari, maka diharapkan pengumpulan ZIS juga akan naik. "Bahkan BAZNAS Kabupaten Bandung ada rencana memagangkan Amil dan amilat ke BAZNAS RI," katanya.***
BERITA30/04/2025 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
Program Sedekah Cahaya BAZNAS Kabupaten Bandung dan Brader di Pangalengan
Program Sedekah Cahaya BAZNAS Kabupaten Bandung dan Brader di Pangalengan
Meski perjanjian kerja sama baru ditandatangani pada Senin, 28 April 2025, namun BAZNAS Kabupaten Bandung dan Yayasan Brader Insan Peduli langsung bergerak cepat (gercep). Dari empat program yang telah disepakati akhirnya pada Selasa 29 April 2025 dilaksanakan realisasi program Sedekah Cahaya di Kecamatan Pangalengan. Program ini berupa pemasangan listrik panel Surya atau listrik tenaga mandiri (Limar) kepada dua rumah. Adalah Ny. Entin (75), dan Ny. Ai, warga RT 05 RW 04, Desa Sukamanah, Kecamatan Pangalengan, yang menerima program sehingga wajahnya berseri-seri. Pasalnya, selama ini rumah Ny. Entin maupun Ny. Ai sering mengalami kegelapan akibat tak mampu membayar biaya listrik. Padahal para tetangganya gemerlap dengan lampu ketika malam mulai menyapa. "Ibu mah pakai listrik dengan nyolok (menyambung) ke rumah anak. Dalam sebulan iuran Rp96.000 untuk bayar rekening listrik," ucap Ny. Entin. Bagi warga mampu tentu uang Rp 96.000 per bulan sangat kecil, namun tidak demikian dengan Ny. Entin dan putranya. "Ibu bekerja sebagai buruh tani atau istilahnya ngabedug dengan bekerja setengah hari. Ibu bekerja sesuai dengan permintaan yang punya tanah," katanya. Setiap bulan, kata Entin, bekerja ngabedug selama 14 hari atau kalau dijumlahkan penghasilannya hanya Rp420.000. "Sedangkan anak saya bekerja sebagai pedagang maupun pekerjaan serabutan lainnya dengan penghasilan yang tak menentu," katanya. Daripada membayar rekening listrik sehingga Ny. Entin lebih mementingkan membeli beras maupun kebutuhan dapur lainnya. "Belum lagi saya juga memberi yang kepada cucu karena mereka kan minta uang jajan sehingga ibu sering memakai lampu minyak atau cempor,," katanya. Dengan bantuan pemasangan listrik panel Surya dari BAZNAS Kabupaten Bandung dan Yayasan Brader sehingga Ny. Entin sangat terharu dan tak sadar sampai menitikkan air mata. "Hatur nuhun BAZNAS, ibu mah cuma bisa berdoa semoga bapak-bapak di BAZNAS bisa terus membantu warga kurang mampu seperti ibu," katanya.***
BERITA30/04/2025 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
Tingkatkan Kinerja Amil dan Amilat, BAZNAS Kabupaten Bandung Gandeng BAZNAS RI Gelar Pelatihan 
Tingkatkan Kinerja Amil dan Amilat, BAZNAS Kabupaten Bandung Gandeng BAZNAS RI Gelar Pelatihan 
Sebagai upaya meningkatkan pengumpulan zakat, infak dan sedekah (ZIS), BAZNAS Kabupaten Bandung menggandeng BAZNAS RI menggelar pelatihan bagi semua Amil dan amilat. Pelatihan juga akan diikuti perwakilan dari BAZNAS Kabupaten Purwakarta, BAZNAS Bandung Barat, BAZNAS Kota Bandung, dan BAZNAS Kota Cimahi. "Pelatihan digelar dari Senin sampai Rabu, 28-30 April 2025 di Gedung BAZNAS Center Jln. Gading Tutuka Soreang," kata Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, KH. Yusuf Ali Tantowi didampingi Waka 4, H. Sarnapi. Lebih jauh KH. Yusuf mengatakan, penekanan pelatihan untuk pengumpulan ZIS khususnya digital fundraising. "Di era digital ini potensi perolehan dari digital sangat besar karena yang menyumbang bukan hanya warga Kabupaten Bandung melainkan daerah-daerah lain bahkan luar negeri," ucapnya. Dengan mendapatkan ilmu dan pengalaman dari BAZNAS RI lalu dipraktekkan dalam pekerjaan sehari-hari. "Bahkan BAZNAS Kabupaten Bandung ada rencana memagangkan Amil dan amilat ke BAZNAS RI," katanya.***
BERITA25/04/2025 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
BAZNAS Kabupaten Bandung Hadiri Silaturahmi dan Evaluasi Penghimpunan UPZ Rancabali
BAZNAS Kabupaten Bandung Hadiri Silaturahmi dan Evaluasi Penghimpunan UPZ Rancabali
Rancabali – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung menghadiri kegiatan silaturahmi sekaligus evaluasi penghimpunan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di wilayah Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung. Acara yang digelar pada Kamis, 24 April 2024 ini menjadi ajang penguatan koordinasi dan peningkatan efektivitas penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di tingkat desa dan kecamatan. Dalam sambutannya, Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Bandung Bidang Penghimpunan, Drs. H. Jamjam Erawan, MAP, menegaskan peran penting BAZNAS sebagai lembaga resmi yang dibentuk oleh pemerintah namun bersifat non-struktural. "BAZNAS adalah lembaga resmi pemerintah non struktural," ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya menjaga dan membangun kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat. Menurutnya, salah satu tugas utama BAZNAS adalah mengadministrasikan dengan baik agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga. "Salah satu tugas BAZNAS mengadministrasikan supaya menjaga kepercayaan (trust)," ungkapnya. "Salah satu yang harus ditempuh yaitu membangun kepercayaan," tambahnya. Dalam kesempatan tersebut, H. Jamjam juga menyampaikan harapannya kepada seluruh UPZ desa untuk terus bergerak aktif dalam menghimpun dana zakat dan menjalin kedekatan dengan masyarakat. "Saya berharap khususnya kepada UPZ desa untuk menggerakkan. Jika tidak berjalan, lebih baik dievaluasi," tegasnya. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran UPZ sebagai ujung tombak penghimpunan ZIS di wilayah desa dan kecamatan, serta memastikan bahwa dana yang terkumpul dapat dikelola secara amanah dan tepat sasaran.***
BERITA24/04/2025 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung Dorong SDIT Bentuk Unit Pengumpulan Zakat
BAZNAS Kabupaten Bandung Dorong SDIT Bentuk Unit Pengumpulan Zakat
Sebagai upaya memberdayakan dana zakat, infak dan sedekah (ZIS) di kalangan Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT), BAZNAS Kabupaten Bandung menggelar sosialisasi. Acara pada Kamis 17 April 2025 di TWA Kamojang, Ibun, dihadiri Wakil Ketua 4 BAZNAS Kabupaten Bandung H. Sarnapi, Kabag Pengumpulan Gus Anam, dan Ketua Persatuan SDIT H. Andris. Menurut H. Sarnapi, pertemuan ini merupakan kedua kalinya setelah pertemuan pertama di Hotel Gumilang Sari, Kota Bandung. "Potensi ZIS di lingkungan lembaga pendidikan sangat besar sehingga BAZNAS terus mendorong agar tiap Lembaga pendidikan membentuk Unit Pengumpulan Zakat (UPZ)," ucapnya. Sedangkan Gus Anam, BAZNAS merupakan lembaga pemerintah bukan LSM atau ormas Islam. "BAZNAS adalah lembaga resmi pemerintah non struktural dengan prinsip aman regulasi, aman syari, dan aman NKRI," katanya. Dengan adanya UPZ, kata Gus Anam, tiap sekolah bisa mengumpulkan ZIS sebagai solusi mengatasi persoalan di sekolah. "Kalau ada siswa kurang mampu atau perlu membeli alat sekolah bisa dibantu oleh UPZ sekolah," katanya.***
BERITA17/04/2025 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS Kab Bandung Hadiri Silaturahmi dan Evaluasi UPZ Ibun di Kamojang, Ustaz Danis: Pengumpulan dan Distribusi Lancar
BAZNAS Kab Bandung Hadiri Silaturahmi dan Evaluasi UPZ Ibun di Kamojang, Ustaz Danis: Pengumpulan dan Distribusi Lancar
Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) Kecamatan Ibun menggelar silaturahmi dan evaluasi pengumpulan dan distribusi zakat, infak dan sedekah (ZIS). "Kami ucapkan terima kasih kepada para pengurus UPZ kecamatan maupun UPZ desa yang telah bekerja keras menghimpun ZIS khususnya selama Ramadhan," kata Ketua UPZ Kecamatan Ibun, Ustaz Danis. Acara pada Kamis 17 April 2025 dihadiri Wakil Ketua 4 BAZNAS Kabupaten Bandung H. Sarnapi, Kabag Pengumpulan BAZNAS Gus Anam, Kepala KUA Ibun H. Kholilullah, Ketua DKM Masjid Besar Ibun, para pengurus UPZ Kecamatan Ibun dan UPZ Ibun. Sedangkan H. Kholilullah mengucapkan terima kasih kepada para pengurus UPZ Kecamatan Ibun maupun UPZ desa-desa yang telah menangani zakat maal dan zakat fitrah. "Zakat ibarat raksasa yang sedang tidur sehingga harus terus digali potensinya untuk pemberdayaan warga dan mengurangi kemiskinan," katanya. Sementara H. Sarnapi memaparkan langkah-langkah untuk penggalian potensi ZIS dan pemberdayaannya untuk masyarakat. "Intinya kepercayaan kepada lembaga sehingga UPZ perlu hadir membantu warga maupun hadir di media sosial," katanya.***
BERITA17/04/2025 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
Wabup Ali Syakieb dan Ribuan Guru Ikuti Silaturahmi Akbar, Ini yang Dilakukan BAZNAS Kabupaten Bandung
Wabup Ali Syakieb dan Ribuan Guru Ikuti Silaturahmi Akbar, Ini yang Dilakukan BAZNAS Kabupaten Bandung
Ribuan guru madrasah dari tingkat RA (TK), MI, MTs dan MA se-kabupaten Bandung mengikuti silaturahmi Akbar di Dome Balerame Soreang. Acara pada Rabu 16 April 2025 juga diisi dengan pelantikan pengurus Persatuan Guru Madrasah (PGM) kecamatan se-Kabupaten Bandung. Dalam acara yang dihibur seni Sunda kth hadir Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb, Kepala Kemenag Kabupaten Bandung H. Cece Hidayat didampingi Kasubag Tata Usaha dan para kepala seksi. Hadir juga Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Bandung Ustaz H. Jamjam Erawan, Wakil Ketua 4 H. Sarnapi, para pengurus IGRA dan KKM MI, KKM MTs dan KKM MA serta para pengawas madrasah. Dalam kesempatan itu, BAZNAS Kabupaten Bandung memberikan pelayanan kepada para guru yakni membuka stand kopi dan teh gratis. BAZNAS juga menyediakan tiga doorprize berupa bantuan modal usaha bagi tiga orang guru yang beruntung. Menurut Cece Hidayat, silaturahmi Akbar ini merupakan rangkaian dari halal bihalal Idul Fitri yang digelar Kemenag bekerja sama dengan PGM Kabupaten Bandung. "Sebelumnya Kemenag juga telah menggelar halal bihalal untuk seluruh karyawan maupun perwakilan ormas Islam di Baleendah seminggu lalu," ujarnya.***
BERITA16/04/2025 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
BAZNAS Kabupaten Bandung Gelar Halal Bihalal, Selama Ramadhan Kumpulkan Rp2,2 M
BAZNAS Kabupaten Bandung Gelar Halal Bihalal, Selama Ramadhan Kumpulkan Rp2,2 M
BAZNAS Kabupaten Bandung menggelar halal bihalal Idul Fitri 1446 H/2025 di Gedung BAZNAS Center Jln. Gading Tutuka Soreang. Acara pada Rabu 9 April 2025 dihadiri Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung KH. Yusuf Ali Tantowi, Waka 2 H. Abdul Rauf, Waka 3 H. Dudi Abdul Hadi dan Waka 4 H. Sarnapi. Halal bihalal juga dihadiri Ketua UPZ Kemenag dan Penyelenggara Zakat dan Wakaf Hj. Nana, dan puluhan Amil/amilat BAZNAS Kabupaten Bandung. Menurut KH. Yusuf, pengumpulan zakat, infak dan sedekah (ZIS) selama Ramadhan mencapai Rp2,2 miliar. "Semoga pengumpulan di bulan-bulan lain jangan terlalu jomplang karena target tahun ini mencapai Rp17 miliar," katanya. Salah satu potensi pengumpulan dalam waktu dekat ini adalah penyelenggaraan ibadah haji maupun Idul Adha. "Kita persiapkan dengan baik momentum ibadah haji dan Idul Adha ini agar pengumpulan ZIS terus naik," katanya. Sedangkan Hj. Nana mengatakan, pihaknya menargetkan pengumpulan ZIS yang dilakukan UPZ Kemenag Kabupaten Bandung sebesar Rp3 miliar tahun ini. "Alhamdulillah selama ini kerja sama antara BAZNAS dengan UPZ Kemenag berjalan dengan baik," katanya.***
BERITA09/04/2025 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
Ramadhan Jalan Mudah Meraih Keselamatan, Kedamaian, Kebahagiaan dan Kemakmuran untuk Semua
Ramadhan Jalan Mudah Meraih Keselamatan, Kedamaian, Kebahagiaan dan Kemakmuran untuk Semua
Di dalam qaidah usul yang paling mendasar mengapa Allah membuat syariat, dengan istilah qaidah maqashidu syariah. Tiada lain dan tiada bukan Allah menurunkan syariat itu sebagai jalan untuk keselamatan, kedamaian, kebahagian dan kemakmuran manusia di dunia maupun di akhirat. Termasuk di bulan ramadhan Allah dan Rasul-Nya menurunkan syariat shaum, shalat, tadarrus quran dan zakat fitrah sebagai jalan untuk meraih kehidupan yang selamat, damai, bahagia dan makmur untuk manusia di dunia maupun di akhirat nanti. Hal itu disampaikan oleh Ustadz Jamjam Erawan, MAP dalam Khutbah Idul Fitri 1446 H di halaman Masjid Khoirul Ibad Jingga Residence Soreang Bandung. Senin, 31 Maret 2025. Lebih lanjut, kata Wakil Katua BAZNAS Kabupaten Bandung dihadapan ratusan jamaah. Ibadah Shaum, Shalat Tarawih, Tadarrus Quran dan Zakat Fitrah merupakan jalan bukan tujuan. Artinya barang siapa yang melaksanakan ibadah-ibadah di bulan ramadhan sesuai dengan syariat dan sunnah Rasul-Nya maka dipastikan dia akan mendapatkan kehidupan yang baik, selamat, damai, bahagia dan makmur. Betapa tidak, kata Wakil Ketua PW Muhammadiyah Jawa Barat ini. Di syariat ibadah shaum secara fiqh menahan diri dari makan, minum dan hal yang membatalkan shaum sejak terbitnya fajar hingga terbenam matahari. Hal ini mengajarkan ummat yang shaum untuk bisa menahan diri dari dari berbagai larangan Allah. Ketika Allah melarang mendekati zina, larangan merampok, korupsi dan mengambil hak orang lain, serta larangan-larangan lainnya. Maka jika tidak bisa menahan diri dari larangan tersebut, dipastikan hidupnya akan menyesal dan hina dina. Jizyun wa nadamatun. Jika orang mendekati zina hingga ketahuan berzina, selingkuh dan disebar di berbagai media, maka hidupnya tak akan selamat, damai, bahagia dan makmur. Pasti hidupnya akan menyesal dan hina. (QS Al Isro 32). Pun pula jika orang mengambil hak orang dengan cara korupsi, atau merampas hak orang lain, maka bersiaplah untuk menghadapi aparat hukum, tentu jika sudah urusan dengan penegak hukum, maka hidupnya akan menyesal dan hina, sehingga hidupnya tidak akan selamat, damai, bahagia dan makmur (QS Al Baqarah 188). Begitu juga di QS Al Hujarat 11 mengisyaratkan ummat Islam dilarang untuk mengolok-olok, menghina dan meremehkan seorang manusia atau suatu kaum yang jelas-jelas ciptaan Allah, hal ini siapa yang mengolok-olok, menghina dan meremehkan orang lain, sama dengan mengolok-olok, menghina, dan meremehkan penciptanya. Substansi dari ibadah shaum itu mengajarkan kita untuk mampu menahan diri dari hal yang dilarang oleh Allah swt. Syariat shalat tarawih merupakan jalan untuk menjadikan hamba Allah meraih derajat paling terpuji dihadapan Allah swt. (QS Al Isro 79). Malah dalam Hadits Nabi saw menegaskan bahwa shalat itu merupakan barometer keselamatan dan kebahagiaan manusia di dunia dan diakhirat. Jika shalatnya benar maka akan benar seluruh amalnya. (HR Bukhari Muslim). Artinya shalat itu harus memberikan dampak yang baik kepada sesama manusia, harus berdampak untuk saling membantu dengan sesama manusia. Jika tidak berdampak baik dan tidak mau membantu kesulitan orang lain, maka celaka dengan shalatnya itu.(QS Al Maun 4-5). Jika dampak shalat itu baik kepada sesama manusia, mau membantu kesulitan manusia dan mau lebih peduli pada sesama manusia, tentu akan mendapat respon positif dan menggembirakan dari banyak manusia. Syariat membaca atau tadarrus Quran dan Hadits akan mendapatkan syurga jannatu naim di akhirat. Namun Rasul saw menyatakan celaka orang yang baca Quran dan Hadits yang tidak memikirkan isi dan kadungannya. Mengapa harus dibaca dan dipahami isi dan kandungannya karena Quran dan Hadits itu merupakan petunjuk dan obat dari berbagai problema yang dihadapi oleh ummat manusia. Saat Indonesia tahun 2045 dicanangkan sebagai Indonesia Emas jika generasi muda Islam masa kini mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh menguasai ilmu pengetahuan yang berbasis Quran dan Hadits, maka Indonesia akan terasa Indonesia Emas yang Islami. Namun jika generasi muda Islam masa kini asyik dengan HP yang destruktif maka Indonesia Cemas bagi masa depan ummat Islam. Terakhir ramadhan mengajarkan syariat zakat fitrah sebagai ibadah maliyah telah memberikan dampak yang luar biasa. Karena dengan zakat itu bisa berbagi dengan orang lain, bisa menolong kaum dhuafa, meringankan beban kesulitan orang kekurangan, gotong royong sebagai manifestasi dari keadilan sosial yang ada pada sila kelima dari Pancasila. Jika perbuatan ini dapat membumi dalam setiap bulannya melalui zakat, infaq dan shadaqah, maka kehidupan akan selamat, damai, makmur dan menggembirakan. Oleh karena itu, bagi kaum muslimin ramadhan bukan hiburan spiritual yang rutin hadir setiap tahun. Tapi ramadhan merupakan didikan Allah yang akan menghantarkan kita pada keselamatan, kedamaian, kebahagian dan kemakmuran untuk semua jika memahami maksud dan tujuan Allah mensyariatkan amalan dibulan tersebut. Sebelum shalat dan khutbah dilaksanakan, Sekretaris Panitia Ramadhan 1446 H, Ustadz Ayi Sunandar menyampaikan beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan. diantaranya adalah shalat tarawih, ifthar bersama, tadarrus quran, kultum shubuh, kajian Selasa Sabtu Shubuh, Pengajian Umum, Berbagi dengan Sesama, Pesantren Kilat untuk Pelajar, Itikaf Sepuluh Hari Akhir Ramadhan, Penghimpunan dan Pendistribusian Zakat Fitrah dan Infaq, serta Pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1446 H. Kesuksesan berbagai kegiatan ini, karena idzin Allah, dukungan warga, serta kerjasama dengan Baznas Kabupaten Bandung dan Mahabah At Tanwir Kabupaten Bandung.***
BERITA31/03/2025 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
Kang DS Apresiasi Kinerja BAZNAS Kabupaten Bandung
Kang DS Apresiasi Kinerja BAZNAS Kabupaten Bandung
Bupati Bandung Dr. HM. Dadang Supriatna, SIP, MSi mengapresiasi atas kinerja Baznas Kabupaten Bandung yang selalu gesit, gercep dan akuntabel. Hal tersebut disampaikan Kang DS kepada KH. Yusuf Ali Tanthowi, Lc, MA dan Drs. H. Jamjam Erawan, MAP sebagai Ketua dan Wakil Ketua Baznas Kabupaten Bandung pada saat Open House Idul Fitri di Rumah Dinas Bupati Bandung, Senin, 31 Maret 2025. Saya melihat, Kata Kang DS panggilan akrabnya, kesuksesan Baznas sekarang karena Pimpinan Baznas yang semakin solid, transparan dan akuntabel sehingga para muzakki terutama ASN dan Pimpinan Vertikal di Kabupaten Bandung memberikan kepercayaan dalam mengelolanya. Hal ini setiap bulan Pimpinan Baznas menyampaikan laporan penghimpunan dan pendistribusian dihadapan para ASN dan Pimpinan vertikal di Kabupaten Bandung. Harapan saya, kata Ketua DPC PKB Kabupaten Bandung ini, Baznas Kabupaten Bandung harus semakin bedas di bulan syawal ini untuk menghimpun dari sumber lain termasuk dari Desa dan kelurahan se Kabupaten Bandung. Karena semakin banyak yang dihimpun, maka akan semakin banyak manfaat di dapat oleh warga Kabupaten Bandung.***
BERITA31/03/2025 | Humas BAZNAS Kab. Bandung
BAZNAS Kabupaten Bandung dan Diskop UKM Jalin Kerja Sama Pemberdayaan Mustahik
BAZNAS Kabupaten Bandung dan Diskop UKM Jalin Kerja Sama Pemberdayaan Mustahik
Untuk upaya pemberdayaan masyarakat yang masuk kategori Mustahik, BAZNAS Kabupaten Bandung menggandeng tangan Diskop dan UKM Kabupaten Bandung. Penandatanganan MOU dilakukan Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung KH. Yusuf Ali Tantowi dan Kepala Dinkop UKM Kabupaten Bandung H. Dindin Syahidin, S.Ip., M.Si, Rabu 26 Maret 2025 di sela-sela pembinaan bulanan Amil dan amilat BAZNAS Kabupaten Bandung. Adapun Pembinaan Amil dan amilat dilakukan Staf Fundraising BAZNAS RI Abdul Halim Hadi. Menurut Dindin Syahidin, kerja sama ini merupakan upaya kedua belah pihak dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. "Sebagai muslim tentu saja para ASN pasti sadar kalau zakat adalah kewajiban personal atau tiap orang. Namun dari pengumpulan zakat dan infak ini bisa dimanfaatkan secara luas untuk pemberdayaan masyarakat," katanya didampingi Kabid Koperasi Diskop UKM Kabupaten Bandung Rudi P. Dia berharap agar BAZNAS Kabupaten Bandung memberikan dukungan dalam pemanfaatan dana zakat, infak dan sedekah (ZIS) bagi kepentingan produktif. "Kabupaten Bandung memiliki lebih dari 1.800 koperasi dengan 1.000 koperasi yang aktif. Tentu kondisi masing-masing koperasi berbeda-beda," katanya. Sedangkan UKM berjumlah 41.000 orang pengusaha mikro dengan omset maksimal Rp2 miliar per tahun. "Kerja sama ini untuk memberikan pelatihan bagi Mustahik yang diberikan bantuan oleh BAZNAS termasuk juga UKM yang selama ini dibina BAZNAS," katanya.***
BERITA26/03/2025 | Humas BAZNAS KAB. BANDUNG
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Bandung.

Lihat Daftar Rekening →